GBIA Abepura

GBIA Abepura Baptis Independen Alkitabiah Jemaat abepura

Membangun Jemaat Yang Hidup Dan Bertumbuh Dalam Kebenaran Sambil Menantikan
Kedatangan Tuhan

TATA NILAI

ALKITABIAH
Alkitab adalah konstitusi
Alkitab dibuktikan dengan sistem bolak-balik
Semua permasalahan diuji melalui konstitusi

INDEPENDEN
Menerapkan sistem kebebasan berpendapat
Mengerti kemandirian setiap pribadi secara konstitusi
Menghargai kemandirian orang lain secara muthlak

ETIS
Menjalankan tugas dan tanggungjawab secara adil dengan integritas moral yang tinggi
Mengerti dengan b

aik pengajaran etika yang berdasarkan konstitusi
Menerapkan standar etika tertinggi setiap saat

INOVATIF
Menanamkan prinsip untuk selalu berkembang
Senantiasa mencari terobosan baru demi tercapainya tujuan pekerjaan Tuhan yang lebih baik dan lebih cepat
Memiliki kemantapan doktrin dan wawasan yang luas

PROFESIONAL
Kompeten dalam bidang yang ditanggungjawabi
Memiliki semangat lebih dari seorang pemenang
Memiliki kemampuan untuk mengukur batas kemampuan

Saudara tinggal di sekitaran Jayapura?Atau anda punya keluarga, rekan, sobat dsb?Silahkan ikuti perjalanan seminar Akade...
20/11/2018

Saudara tinggal di sekitaran Jayapura?
Atau anda punya keluarga, rekan, sobat dsb?
Silahkan ikuti perjalanan seminar Akademik DR Suhento Liauw ke 3 Pulau di Indonesia Timur (Timor, Maluku, Papua).
7 hari lagi (26-27/11/2018) akan berlangsung di MAKOREM Abepura-Jayapura-Papua.
Daftarkan diri saudara segera,seat terbatas! (Lihat brosur)
Maranatha!!!

* INFORMASI PENTING *Bagi anda anak-anak muda pria/wanita yang rindu berkarya di ladang Tuhan, jangan lewatkan kesempata...
19/05/2017

* INFORMASI PENTING *

Bagi anda anak-anak muda pria/wanita yang rindu berkarya di ladang Tuhan, jangan lewatkan kesempatan ini.

untuk yang berdomisili di Jayapura, Keerom, Sentani, Sarmi, Wamena, dan seluruh wilayah Papua dan Papua Barat, silahkan menghubungi nomor berikut: 08114811981

bagi anda yang di luar wilayah Papua, silahkan langsung menghubungi nomor kontak di brosur.

Kiranya hidup anda berarti!!! Maranatha!

05/04/2017

Dibaca ya sahabat Alkitab semua.... ingatlah, banyak membaca membuat kita semakin bijaksana, tidak mudah diombang ambingkan oleh berbagai pengajaran yang palsu, yang tidak dilandaskan pada dasar yang teguh, yaitu Alkitab. 😊

IBLIS IKUTAN BERITAKAN INJIL.

Yang benar saja, masakan iblis mau memberitakan Injil???!!! Sangat mungkin sebagian orang Kristen akan bereaksi demikian. Tetapi jika anda membacaKis.16:17, dimana seorang perempuan yang kerasukan iblis mengikuti rasul Paulus dan Silas sambil berseru,

“Orang-orang ini adalah hamba Allah Yang MahaTinggi. Mereka memberitakan kepadamu jalan kepada keselamatan.”

Dari kalimat yang diucapkan Iblis ini, sepertinya idenya bagus sekali. Ia seolah-olah bertindak sebagai promotor Paulus dan Silas selama beberapa hari, memperkenalkan mereka sebagai hamba Allah yang mahatinggi dan bahwa mereka memberitakan jalan keselamatan.

Kalau dinilai dari segi isi kata-kata yang diserukan, siapakah yang berani mengatakan bahwa itu negatif. Seandainya bukan diserukan oleh seorang perempuan petenung, melainkan oleh seorang Pendeta, Majelis, atau song leader, siapakah yang berani berkata bahwa itu bersumber dari iblis.

Tetapi karena Rasul Paulus dan Silas adalah hamba Allah yang penuh dengan Roh Kudus, tentu tahu bahwa itu berasal dari iblis walau dikamuflasekan dengan cara apapun. Tentu cara mereka mengenal bahwa itu bersumber dari iblis sangat penting bagi kita, terutama kita yang hidup di tengah-tengah zaman okultis ini. Bahkan di televisi penuh dengan acara tangkap hantu, usir hantu dan lain sebagainya.

Penulis mendengar ada banyak mantan dukun yang bersaksi di gereja bahkan mendemonstrasikan kemampuan mereka melihat iblis dan berbagai aktivitas okultis. Karena tidak dapat membendung tekad Paulus dalam memberitakan Injil dan membangun jemaat di mana-mana, iblis menyusup agar diikutkan ke dalam team P.I. Rasul Paulus dan Silas sebagai promotor atau pembawa acara.

Jika orang Kristen tidak berhati-hati dan berpikir dengan penuh hikmat dari Allah, sudah pasti akan terjerat ke dalam tipu daya ilbis. Tipu daya adalah sebuah tindakan atau atraksi yang terlihat benar namun sesungguhnya tidak benar. Tidak jarang kita menyaksikan acara sulap di TV yang sangat mengagumkan para penonton. Pesulap bisa memunculkan merpati terus menerus dari tempat yang tidak mungkin memuat merpati sebanyak itu. Ada seorang laki-laki yang dimasukkan ke dalam peti dengan tangan terikat dan dalam hitungan detik tiba-tiba berdiri di atas peti dalam wujud wanita, dan sang wanita yang tadi mengikat serta memasukkannya ke dalam peti justru yang berbalik menjadi yang terikat di dalam peti.

Tipu daya adalah sebuah usaha membodohi seseorang tanpa orang tersebut menyadarinya. Rasul Paulus, karena telah berkali-kali menghadapi tipu daya iblis, menjadi sangat kuatir jemaat yang didirikannya menghadapi hal yang sama sehingga ia memperingatkan jemaat di Tesalonika dengan penuh kesungguhan bahwa pada akkhir zaman iblis akan memutakhirkan tipu dayanya (II Tes.2:10). Tentu yang paling mendapat manfaat dari nasihat Paulus bukanlah jemaat Tesalonika melainkan kita yang hidup di akhir zaman, atau setidaknya yang hidup di zaman tipu daya iblis jauh lebih mutakhir dari pada zaman jemaat Tesalonika.

Akhirnya kembali kita ingin tahu, bagaimanakah caranya untuk membongkar tipu daya iblis itu?

1. Tidak didasarkan HANYA pada Alkitab

Alkitab adalah satu-satunya firman Allah. Atas pernyataan ini tidak perlu ada pihak yang tersinggung karena setiap manusia berhak meyakini sesuatu. Kalau seseorang berkeyakinan istrinya adalah wanita tercantik sedunia, tentu para bintang film, miss-world, miss-universe tak perlu menggelar demonstrasi. Atau jika ada seorang anak menyatakan bahwa pendapat ayahnya adalah satu-satunya kebenaran, anak lain tidak perlu tersinggung. Pada zaman Rasul Paulus, Alkitab belum dikanonkan. Semua perkataan dan pengajaran Rasul adalah standar kebenaran. Jadi, kalau Rasul Paulus menengking perempuan petenung itu dan menyatakannya iblis, maka itu pasti benar.

Sesudah tidak ada Rasul, maka tulisan Nabi dan Rasul (P.L. & P.B.), adalah satu- satunya standar kebenaran. Segala macam upaya atau tipu daya yang tujuan akhirnya adalah mengganggu kanon P.L. & P.B. sudah pasti adalah tipu daya iblis. Alkitab PL & PB adalah dasar kekristenan, jika ia hancur maka hancurlah seluruh susunan kekristenan yang di atasnya.

Theologi Liberal yang telah menghancurkan kekristenan Eropa adalah theologi yang tersusupi iblis. Dengan Higher Criticism (Kritik Terhadap Introduktori) mereka menyerang latar belakang penulisan dari kitab Kejadian hingga kitab Wahyu. Dan dengan Lower Criticism (Kritik Terhadap Isi) mereka mempertanyakan isi kitab juga dari kitab Kejadian hingga Wahyu. Hasil yang mereka dapatkan adalah kelunturan iman kekristenan Eropa, dan kini bahkan hampir punah. Bisakah kita simpulkan sesungguhnya kekristenan telah tersusupi iblis melalui penempatan antek-anteknya yaitu para theolog Liberal? Jadi, iblis ikutan memberitakan injil bukan?

Selain para theolog Liberal, tentu pembaca bisa mengidentifikasi berbagai gereja yang memiliki Extra Biblical Authority (otoritas luar Alkitab), artinya memiliki kitab lain (otoritas lain) selain Alkitab. Ada kelompok yang menambahi Alkitab dengan tradisi, bahkan dengan nubuatan lisan masa kini. Mereka tidak menyadari bahwa tindakan berbahasa lidah dan bernubuat setelah tidak ada Rasul atau setelah Alkitab menjadi sebuah kanon, adalah tindakan menambahi Alkitab. Penulis sering bertanya kepada mereka, “apakah kalian percaya Alkitab adalah satu-satunya firman Allah?” mereka sering kali menjawab, “betul”. Namun anehnya, mereka tetap percaya proses pewahyuan masih terus berjalan. Mereka sulit memahami bahwa tanpa pewahyuan tidak akan ada nubuatan. Dan banyak diantara mereka yang berkata bahwa nubuatan mereka itu berbeda dengan yang di dalam Alkitab. Tentu inilah yang namanya menambahi Alkitab. Lalu mereka biasanya berkelit dengan berbalik berkata bahwa nubuatan mereka sama dengan yang di dalam Alkitab. Kalau begitu nubuat itu tidak dibutuhkan karena sudah ada Alkitab. Kesimp**annya, semua upaya yang ujung-ujungnya melawan Alkitab, baik mengurangi atau menambahi, mengerogoti, merendahkan adalah tipu daya iblis terlihat seolah-olah sangat rohani (seperti perempuan petenung), namun ujungnya nanti akan membawa keuntungan bagi iblis.

2. Tidak Didasarkan HANYA Pada Ketulusan Hati Yang Sejati

Perempuan petenung rupanya sebagai mesin pencari uang beberapa orang. Selain tuannya mendapat uang, perempuan itu sendiri pasti juga dapat sekalipun mungkin lebih kecil dari para tuan. Tuan-tuannya marah sekali ketika roh iblis pendatang rezeki mereka diusir Paulus. Anehnya, ketika perempuan itu mengikuti Paulus dan Silas beberapa hari, para tuannya tidak keberatan. Mengapa?

Sebelumnya perempuan ini tentu dikenal sebagai petenung dan sanggup melakukan berbagai hal okultis. Ingat, orang yang kerasukan (petenung) itu waras, berbeda dengan yang sakit jiwa. Jadi, ketika Paulus dan Silas tiba di Filipi, ia pasti turut mendengar tentang hal-hal yang telah mereka lakukan. Bisa jadi ada beberapa penyebab ia mengikuti mereka. Pertama, bisa jadi iblis yang di dalamnya, yang tahu persis siapa Paulus dan Silas, ingin diidentifikasikan sebagai yang berasal dari Allah atau sebaliknya ingin membuat pelayanan Paulus dan Silas identik dengan pekerjaannya. Atau kedua, bisa jadi ini cara untuk memata-matai sekaligus mengganggu pemberitaan Injil. Karena dengan sistem teriak-teriak, Injil sulit dijelaskan secara sistematis dan argumentatif.

Seandainya perempuan petenung tersebut setelah mengikuti Paulus tetap mendatangkan uang, bahkan lebih banyak, maka para tuan maupun si perempuan tersebut akan enjoy aja bahkan bisa lebih semangat. Keikutsertaan iblis ke dalam pelayanan kekristenan dapat terdeteksi jelas melalui faktor ini, yaitu jika ada unsur mementingkan hal-hal duniawi, jasmani, dan materi.

Betapa sulitnya Tuhan mengubah pandangan orang-orang di sekitarnya bahwa keda- tangannya sesudah penolakan oleh bangsa Yahudi adalah hanya untuk urusan rohani. Tadinya Ia datang sebagai Putra Daud dan siap membangun Kerajaan Daud yaitu Kera- jaan Sorga yang turun ke bumi (Mt.6:10), dan bersifat jasmani serta materi. Tetapi Ia ditolak oleh bangsa Yahudi, sehingga pendirian Kerajaan Sorga di atas bumi ditunda (Kis.1:6-7). Sehingga terbagilah kedatangan Mesias menjadi dua tahap yaitu kedatangan yang pertama (telah terjadi) dan kedatangan kedua (kita nantikan). Kedatangan pertama menyelesaikan penyakit rohani atau urusan rohani, dan kedatangan kedua untuk urusan penyakit jasmani atau urusan jasmani (menghilangkan segala sakit-penyakit jasmani).

Awalnya para Rasul tidak faham, sehingga ada yang meminta duduk di sebelah kanan dan kiri dalam kerajaan Tuhan. Tetapi setelah kematian dan kebangkitan Tuhan, dan terlebih lagi setelah Roh Kudus dicurahkan, mereka sudah faham bahwa kedatangan Tuhan yang pertama HANYA untuk urusan rohani, bukan urusan jasmani.

Namun sepanjang sejarah kekristenan, iblis selalu ikutan dalam pemberitaan Injil, dan ia selalu membelokkan hati seluruh komponen pelayanan dari tertuju pada perkara rohani ke perkara jasmani, duniawi dan materi. Pelayan- pelayan yang disusupkannya ke dalam kekristenan tidak segan-segan menawarkan, mengkhotbahkan, bahkan menjanjikan berkat jasmani kepada hadirin sehingga orang-orang yang hadir adalah para pencari berkat jasmani, materi dan duniawi.

Seandainya Paulus mengkhotbahkan hal yang sama dengan yang dikhotbahkan sebagian “pendeta sukses” zaman sekarang, maka perempuan petenung di Filipi bisa menjadi salah satu anggota team P.I.-nya. Tetapi karena ia penjilat, memuji-muji tidak pada tempatnya, dan hatinya mengharapkan berkat jasmani dan materi, maka Paulus harus cepat bertindak.

Kini, pengkhotbah yang memasang tarif pelayanan sudah tidak asing lagi. Gereja yang menggembar-gemborkan diri sebagai gereja pencurah berkat bagi pengunjungnya juga tidak malu-malu lagi. Tentu orang-orang yang hadir bahkan hampir semua orang Kristen terbawa-bawa menjadi mata-duitan dan menjadikan gereja sumber rezeki. Belum lama ini seorang pengkhotbah TV berkata bahwa ia melihat ada seorang bapak yang akan menyumbang lima ratus juta kepadanya (pelayanannya). Bisa jadi bukan satu bapak yang akan kirim cek lima ratus juta melainkan banyak, karena masing-masing terhipnotis atau terobsesi bahwa dialah orang yang dimaksud, dan tentu diindoktrinasi akan dibalas berkelimpahan. Bagi pelayanan Tuhan yang disusupkan iblis, berkata demikian tidak jadi masalah atau dalam bahasa kerennya nothing to lose karena kalau tidak ada yang kirim ya…tidak rugi apa-apa, tetapi siapa tahu ada yang terhipnotis, maka uang itu bisa sangat berguna, bukan? Jadi, pelayan iblis yang ikut-ikutan ke dalam pelayanan kekristenan bisa dideteksi, salah satunya ialah penuh dengan akal bulus.

Ada yang tidak segan-segan menawarkan berkat jasmani atau istilah rohaninya kesembuhan ilahi. Mereka menafsirkan I Pet.2:24, “oleh bilur-bilurNya kamu telah sembuh” sebagai sembuh dari penyakit jasmani. Bahkan yang berani tidak mau ke dokter sama sekali. Sebagiannya memang tidak mengerti bahwa pada kedatangan Kristus yang pertama, menyelesaikan kesembuhan penyakit rohani. Dan nanti pada kedatanganNya yang kedua baru akan menyelesaikan penyakit jasmani. Namun sebagiannya kelihatannya sengaja memanfaatkannya untuk menjerat orang. Tentu iblis akan sangat senang ikutan memberikan kesembuhan semu, dan tentang hal ini telah Tuhan nubuatkan (Mat.24:23- 28).

F***y Crosby, pengarang sekitar 8000 hymne, salah satu yang terkenal adalah Blessed Assurance, buta sejak minggu kedua setelah lahir. Ketika sudah agak tua di USA kedokteran sudah sanggup menyembuhkan matanya. Tetapi ia menolak, katanya ia ingin matanya terbuka dan yang pertama dilihat adalah Tuhan Yesus. Inilah yang Tuhan Yesus katakan, “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia (Yoh.9). Bukan F***y, juga bukan orang tuanya yang berdosa sehingga ia buta, tetapi yang jelas melalui kebutaannya nama Tuhan dimuliakan dan pekerjaanNya dilaksanakan.

Tujuan kedatangan Tuhan yang pertama bukan untuk memberikan berkat jasmani, materi dan duniawi, melainkan rohani. Orang yang tidak bekerja tidak boleh makan, kata Paulus (II Tes3:10). Kelimpahan materi adalah efek dari hidup tertib, kerja keras, dan penuh hikmat, atau hidup yang dijalankan dengan menaati firman Tuhan. Tuhan memerintahkan anak-anakNya menaati firmanNya, dan tentu ada upah atas ketaatan itu. Seperti seorang ayah yang menyuruh anak mencangkul lebih giat lagi nanti ayah akan kasih hadiah, dan hadiah itu dibeli dari hasil panen mereka. Bukan duduk-duduk atau doa semalam suntuk dan kemudian akan dapat nasi. Itu namanya menang lotre. Betul sekali bahwa ada banyak janji berkat jasmani dan materi juga di dalam Alkitab, tetapi setelah yang bersangkutan menunjukkan iman yang benar, ketaatan yang tulus, bukan melalui tumpangan tangan yang kotor (Maz.127:1-2). Intinya, berkat jasmani adalah efek dari seluruh sikap terhadap berkat rohani, bukan sesuatu yang ditawarkan dan dikejar.

Mujizat yang dilakukan Tuhan bertujuan untuk membuktikan bahwa Ia adalah Mesias yang dijanjikan agar bangsa Yahudi bisa menerimaNya. Dan mujizat yang dilakukan para Rasul bertujuan membuktikan bahwa mereka adalah Rasul yang dipilih Tuhan dan Tuhan sedang memakai mereka sebagai standar kebenaran Perjanjian Baru.

Kini Tuhan tetap bisa melakukan mujizat, namun tidak memakai seseorang atau mengkultuskan seseorang. Artinya kalau sakit doalah sendiri, dan seluruh jemaat mendukung dalam doa. Kalau Tuhan mau menyembuhkan, maka ia akan menyembuhkan. Jika kesembuhan itu diklaim sebagai hasil doa seseorang, maka ketahuilah bahwa itulah utusan iblis. Jadi, tolong jangan salah persepsi tentang penulis, kami sangat percaya pada mujizat, tetapi tidak bisa percaya bahwa Tuhan memakai seseorang sebagai tukang buat mujizat, karena Tuhan sudah nubuatkan bahwa itu porsi iblis.

Kesimp**an

Dari uraian di atas dan ditambah dengan pengamatan di lapangan, tidak bisa tidak untuk mengakui bahwa sepanjang sejarah kekristenan iblis selalu berusaha ikutan memberitakan Injil. Salah satu sasarannya ialah, manusia menjadi bingung membedakan Injil yang diberitakan hamba Allah yang benar atau oknum susupan iblis. Tetapi Tuhan Yesus berkata, “domba-dombaKu mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,” (Yoh 10:27).

Menyadari akan keikutsertaan iblis dalam pemberitaan Injil, sepatutnya membuat setiap orang yang tidak mau disesatkan menjadi siuman, waspada, selalu sadar agar tidak sampai disesatkan. Iblis selalu suruh orang percaya secara membabi buta, mengosongkan pikiran, bahkan mengikuti ucapan mereka tanpa pikir. Tetapi Tuhan selalu suruh kita waspada, berjaga-jaga, siap sedia, yang keseluruhannya bersifat pengaktifan akal budi.*** ( Oleh: Gembala GBIA Graphe; Suhento Liauw)

Selamat pagi sahabat GBIA Abepura semua.. sudahkan anda membaca Alkitab hari ini? bertambahkah pengertian anda? adakah p...
05/04/2017

Selamat pagi sahabat GBIA Abepura semua.. sudahkan anda membaca Alkitab hari ini? bertambahkah pengertian anda? adakah pertanyaan yg mngganjal di hati dan pikiran anda? hari ini mari kita belajar tentang hal yg berhubungan dengan keselamatan, yg selama ini banyak mengganjal di pemikiran banyak org. bagaimana dgn anda? selamat membaca... 😊

Kekacauan Doktrin Keselamatan Dalam Kekristenan

Belakangan ada kebingungan tentang Lower-Grace, Grace, dan Hyper-Grace.

Penyebab kebingungan tentu oleh pengajar yang tidak memahami kebenaran namun banyak berbicara dan mengajar.

Kebenaran Alkitabiah ialah:

1. bahwa manusia telah jatuh ke dalam dosa, dan tidak ada satu orang pun yang tidak berdosa. (Rom. 3:23).

2. Dosa hanya dapat diselesaikan dengan penghukuman, bukan dengan perbuatan baik. (Rom.6:23).

3. Yesus Kristus datang menerima penghukuman atas dosa seisi dunia. (Yoh. 1:29, 1 Yoh. 2:2).

4. Setiap orang yang bertobat dan percaya bahwa Yesus telah dihukumkan MENGGANTIKANNYA, maka di hadapan ALLAH BAPA dia tidak berdosa lagi karena dia di dalam Yesus yg kudus, dia adalah orang kudus (1 Kor. 1:2, 1 Pet. 2:9).

5. Orang kudus PASTI masuk Sorga, (Rom. 5:9), tentu dengan catatan dia tetap percaya sampai akhir hidupnya atau memegang teguh Injil (1 Kor. 15:2), atau tidak melepaskan imannya (Ibr. 10:35).

6. Kita tidak masuk Sorga dengan kekudusan kita melainkan dengan kekudusan Yesus Kristus.

7. Jika orang yg telah diselamatkan jatuh dalam dosa, namun tidak menyangkal iman, di hadapan Allah Bapa dia tetap orang kudus, tetapi dia menyakiti hati Yesus. Dosanya akan diadili di BEMA Kristus.

8. Khusus di gereja alkitabiah, bila dosanya diketahui saudara seimannya maka akan dinasehati secara empat mata, seterusnya bawa bbrp saksi, kalau tidak bertobat akan dibawa ke jemaat, dan jika tetap tidak bertobat maka akan dikeluarkan dari keanggotaan jemaat (Mat. 18). Tentu masih boleh hadir kebaktian tetapi statusnya bukan anggota jemaat.
9. Setiap orang Kristen yang pasti masuk Sorga jika jatuh dalam dosa, pasti akan menanggung akibat dosa, jika tertangkap aparat hukum maka bisa masuk penjara, bisa menderita malu, bahkan bisa dikeluarkan dari jemaat. Dan juga bisa menuai hukuman pendidikan dari Tuhan sbg akibat hukum tabur-tuai, seperti Daud yg bunuh Uria ambil Batsyeba kemudian ia menuai kekacauan keluarganya.

Belakangan, banyak pebisnis rohani mendirikan gereja sebagai tempat cari duit. Mereka tidak mengajarkan pertobatan, melainkan hanya mendorong persembahan. Gereja tanpa disiplin bahkan tanpa kejelasan keanggotaan. Sistem penggajian mereka ialah boleh sekehendak hati mereka ambil semua persepuluhan. Akibatnya banyak orang Kristen yang datang dengan motivasi yang SALAH. Mereka datang ke gereja untuk tujuan jasmani, materi dan duniawi. Orang yg demikian biasanya tetap hidup dalam dosa, namun berkata bahwa oleh anugerah Yesus Kristus mereka akan masuk Sorga. Orang yg mendengar tentu terheran-heran krn menyaksikan mereka sama sekali tidak mengerti ttg doktrin dan kehidupan pun kacau.

Karena orang Kristen tanpa pertobatan berkata bahwa oleh anugerah (grace), mereka akan masuk Sorga, maka menyentak orang yg hati nuraninya masih murni, yg tulus dan yang masih ada akal sehat. Bagaimana mungkin, lihat hidupnya.

Reaksi balik mereka bisa bagai pendulum yg ditarik ke satu arah dan dilepas. Pendulum tidak berhenti di tengah melainkan melambung jauh ke arah lain. Karena melihat orang Kristen tanpa pertobatan yg ke gereja utk cari berkat dengan kehidupan yg kacau dan yakin akan masuk Sorga, sebagai reaksi balik lalu mereka mengajarkan bahwa percaya Yesus saja tidak cukup melainkan harus sempurna seperti Bapamu yg sempurna, harus hidup Kudus. Mereka tidak sadar bahwa kalau masuk Sorga dengan mengandalkan kekudusan kita, itu adalah ajaran Budha dan agama lain. Karena justru tidak ada manusia yang bisa sempurna dan kudus maka Yesus Kristus datang dihukumkan untuk menanggung dosa seisi dunia. Pengajaran bahwa harus sempurna baru bisa masuk Sorga itu sesungguhnya adalah ajaran yg muncul sebagai reaksi balik terhadap Kristen tanpa pertobatan, para anggota gereja pengejar sukses materi.

Jadi, kini sanggupkah anda memahami kebenaran yang sesungguhnya, yang alkitabiah?

Seseorang harus bertobat, artinya mengaku salah dan percaya bhw Yesus Kristus SUDAH menggantikannya dihukumkan atas semua dosanya. Dan dia harus menghayati bhw hidupnya sekarang bukan miliknya lagi, melainkan milik Yesus. Dia hrs menghidupi tiap2 saat kehidupannya utk memuliakan Yesus. Jika, dia gagal, atau jatuh dlm dosa, mk itu adalah hal yg sangat menyakiti hati Juruselamatnya. Dia perlu mengaku salah, dan merasa malu kpd Yesus Kristus.

Tiap2 hari, dia akan mengucap syukur kepada Allah atas kasihNya, dan mengucap syukur kepada Tuhan Yesus yg rela menggantikan dirinya dihukumkan.

Doktrin keselamatan alkitabiah itu bagaikan sebuah jalan lurus yg kedua sisinya jurang. Jika tidak hati2, bisa terpeleset ke keselamatan tanpa pertobatan, once saved always saved (osas), atau terpeleset ke keselamatan tambah usaha manusia.

Jika Anda ingin tahu lebih banyak kebenaran alkitabiah, silakan berkunjung ke www.graphe-ministry.org atau dengar radio AM 828 atau dengar lewat HP INSTALL RADIOAMGEO.
Tuhan Yesus memberkati,
(by: Suhento Liauw; gembala jemaat GBIA Graphe Sunter Jakarta Utara)

Bekerja dengan segenap hati!"Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatmu seperti untuk Tuhan dan buka...
31/07/2016

Bekerja dengan segenap hati!

"Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan
segenap hatmu seperti untuk Tuhan dan
bukan untuk manusia."
( Kolose 3 : 23 )

Penyesalan si tukang kayu

Seorang tukang kayu yang sudah tua berencana untuk pensiun. Dia sudah mengabdi selama puluhan tahun pada seorang majikan yang sangat puas dengan hasil kerjanya. Pak Tua itu berkata kepada majikannya tentang rencananya itu, karena ia ingin menikmati masa tuanya dengan istrinya. Ia tahu bahwa jika dia pensiun dia akan kehilangan gaji dan wajib keluar dari rumah majikannya, dan itu menjadi beban pikirannya. Saat dia terus memikirkan akan tinggal dimana dia bersama istrinya saat pensiun nanti, majikannya yang sangat berat hati atas rencananya itu pun berkata; “Kalau begitu, tolong bangunkan satu rumah lagi yang paling bagus untuk kenangan pribadi, berapapun besar biayanya akan saya tanggung.” si tukang kayu itu mengiyakannya, tetapi dia mengerjakannya dengan asal-asalan, dengan perhitungan yang tidak cermat, bahan berkualitas rendah, karena dia sangat dongkol akan pesanan majikannya di saat dia sedang pusing memikirkan dimana nanti dia tinggal dengan istrinya yang sudah sama-sama tua.
Akhirnya, ketika rumah itu selesai, majikannya datang untuk melihat rumah tersebut dan sambil menyerahkan kunci rumah itu kepada pak tua itu, majikannya berkata: “Ini adalah rumahmu, aku berikan sebagai hadiah atas pengabdianmu padaku selama ini.” Tukang kayu itu terkejut dan malu, atas apa yang dilakukannya saat membangun rumah itu dengan asal-asalan. Seandainya dia tahu rumah itu akan dihadiahkan kepadanya, tentu dia akan mengerjakannya dengan sepenuh hati dan dengan bahan yang terbaik. Sekarang dia akan tinggal di rumah yang dibangun dengan bahan buruk dan asal-asalan, yang mungkin tidak akan bertahan lama dan juga tidak nyaman.

Bekerja seperti untuk Tuhan!!!

Saudara…. Orang yang sudah lahir baru haruslah membangun hidupnya dengan cermat dan bukan asal-asalan. Karena sesungguhnya saat kita diselamatkan, Tuhan ingin kita menjadi pekerja-Nya, bekerja bagi Tuhan untuk mewujudkan misi-Nya, sampai tiba waktunya kita pensiun yaitu saat yang mana Tuhan mengambil nafas hidup kita. Oleh karena itu, apapun yang kita kerjakan di dunia ini, berusahalah mengerjakannya dengan sungguh-sungguh bagaikan kita sedang bekerja di hadapan Tuhan. Karena meskipun yang kita kerjakan berkaitan dengan orang lain di sekitar kita, tetapi itu adalah sebuah bentuk pekerjaan bagi Tuhan, karena kita sedang menceritakan kemuliaan Tuhan melalui hidup kita, entah lewat perkataan ataupun melalui perbuatan.
Rasul Paulus menegaskan kembali tentang seperti apa kita harus bekerja di dunia ini, kepada jemaat di Kolose Paulus berkata, agar mereka semua mengerjakan dengan segenap hati apa pun juga yang mereka perbuat. Karena Tuhan akan menilai pekerjaan kita itu, dan menyiapkan hadiah yang terbaik karena hasil kerja kita memuaskan. Kiranya kisah Pak Tua si tukang kayu itu bisa mengajarkan kita tentang konsistensi dan pengabdian, khususnya bahwa sejak kita diselamatkan, kita sedang mengabdi kepada Tuhan, buatlah Tuhan puas dengan kinerjamu. Amin. ***

16/04/2016

Semuanya Aktif!!!

“...Pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu
akan beribadah, … tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”
( Yos. 24 : 15 )

Seorang gembala jemaat suatu hari ditanyai seorang teman lamanya dalam sebuah pertemuan: “Berapa banyak sekarang anggota gerejamu?” “Seribu orang,” jawab Pengkhotbah itu. “Sungguh?” teriak temannya, “Dan berapa banyak di antara mereka yang aktif?” Lanjut temannya itu. “Semua jemaat di gereja saya aktif,” jawab gembala sidang itu. “Sekitar 100 orang aktif bagi Tuhan, sisanya aktif bagi Setan.”
Sesungguhnya apa yang terjadi dalam percakapan di atas merupakan realitas yang harus kita sadari. Ada banyak orang Kristen yang belum menyadari bahwa di dunia ini, kita hanya punya 2 pilihan, menjadi alat Tuhan atau menjadi alat Setan. Kesimp**annya, tidak ada kata pasif dalam hidup kita, pasif hanya istilah untuk benda mati, sementara manusia adalah benda hidup yang punya aktivitas. Jadi benar sekali jika sesungguhnya semua orang yang mengaku Kristen, anggota jemaat atau belum, adalah orang-orang yang aktif. Entah mereka aktif bagi Tuhan atau aktif bagi Setan.
Yosua dalam masa hidup dan kepemimpinannya, mengingatkan kepada seluruh umat Israel, agar menyadari hidupnya yang hanya punya 2 pilihan. Memilih beribadah kepada Allah bangsa lain, atau kepada Allah Israel. Tetapi Yosua menyatakan pilihannya yang benar, komitmennya yang sungguh, bahwa dia dan seisi rumahnya, memilih beribadah kepada Allah Israel, Jehovah. Karena pilihannya itu yang tentu sudah dia buktikan dalam hidupnya, akhirnya bangsa Israel disadarkan akan kesalahan mereka yang selama ini merasa biasa-biasa saja dan tidak sadar telah salah dan menyakiti hati Tuhan. Bangsa Israel seluruhnya sepakat ikut Yosua beribadah kepada Allah Jehovah.
Saudara, bagaimana dengan anda hari ini? Aktif bagi siapa anda di gereja maupun di kehidupan sehari-hari anda? Ingatlah saudara, setiap pilihan yang anda buat, pertama-tama itu sangat menentukan akhir hidup anda, tetapi yang kedua yang tentu tidak boleh anda abaikan, bahwa pilihan anda turut mempengaruhi orang lain juga, entah itu membuatnya sangat aktif bagi Tuhan, atau bergiat bagi Setan. Marilah kita membuat pilihan-pilihan yang menyenangkan Tuhan. Amin.

Anda tinggal di Papua? anda ingin dilayani secara gratis? atau anda ingin kuliah theologia gratis? hubungi kami di email: [email protected] atau di no Hp: 08114811981. Tuhan memberkati dan memakai anda!

09/04/2016

DOSA TERHADAP SESAMA ADALAH DOSA TERHADAP ALLAH!

Nats : Apabila seseorang berbuat dosa ... terhadap TUHAN, dan memungkiri ... barang yang dirampasnya, ... maka haruslah ia memulangkan barang yang telah dirampasnya (Imamat 6:1-7)

Suatu hari seorang pencuri di New Jersey (USA) melakukan pencurian sebanyak 7.000 dolar dalam bentuk perhiasan, koin kuno, dan uang tunai dari seorang janda tua. Semua barang yang dicuri tersebut merupakan barang-barang peninggalan suaminya yang masih tersisa dan menjadi gantungan hidup janda itu.
Saat memilah-milah barang curiannya, pencuri itu menemukan juga beberapa amplop persembahan untuk gereja, yang berisi uang yang sedianya akan dipersembahkan janda itu kepada Tuhan di hari Minggu yang akan datang. Tanpa melihat isinya terlebih dahulu, pencuri itu langsung memasukkan semuanya ke dalam satu amplop besar, menuliskan alamat janda itu, lalu mengirimkannya ke gereja wanita itu.
Ketika akhirnya gembala jemaat tahu apa yang telah terjadi setelah janda itu menyadari bahwa ternyata uang yang disiapkannya untuk dipersembahkan ke gereja telah dikirim pencuri itu ke gereja, ia berkomentar, "Ini adalah ciri khas kebingungan moral zaman ini. Orang berpikir bahwa mencuri dari janda dan anak-anak atau pun dari sesamanya dianggap tidak apa-apa, sementara mencuri dari gereja dianggap tindakan tercela."
Pencuri itu telah mengabaikan satu kebenaran penting: Dosa terhadap sesama adalah dosa terhadap Allah (Imamat 6:2). Saya khawatir ada begitu banyak orang yang cenderung berpikir bahwa batas harta kepunyaan Allah berakhir di belakang gereja. Namun, sebenarnya tidaklah demikian. Segala harta benda di dunia ini dan setiap orang adalah kepunyaan Allah. Jika kita menghormati Allah, takut pada murka-Nya, itu berarti kita juga harus menghormati harta benda yang telah dipercayakan Allah kepada anak-anak-Nya, entah itu pada seorang janda, anak-anak, siapapun sesama kita di dunia ini.
Orang yang takut akan Allah dan yang menyadari bahwa berbuat dosa terhadap sesama berarti berdosa terhadap Allah adalah seorang yang bijaksana. Bagaimana dengan anda? Apakah anda masih memiliki pemikiran seperti pencuri dari New Jersey itu? Jangan lagi melakukannya! Amin.

31/03/2016

Langkah Menuju Penyimpangan (Kej. 13:1-13)

Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus, ada banyak contoh di dalam Alkitab yang mengingatkan kita pada kehidupan orang pada masa kini. Salah satu di antaranya ialah Lot. Lot mengingatkan kita betapa akan bahayanya menyimpang dari kehendak Tuhan. Sesungguhnya, Lot memiliki kesempatan untuk menjadi hamba Allah yang setia saat dia berjalan bersama pamannya, Abraham, sahabat Allah. Namun, Lot memilih jalannya sendiri. Dan apa yang tampaknya lembut, manis, dan indah itu telah membawanya kepada penyimpangan. Perhatikan langkah-langkah menuju penyimpangan ini:

Pertama, lemah dari kesetiaan dan ketaatan (Kej. 13:5). Lot memiliki domba, lembu, dan kemah. Namun, dia sama sekali tidak pernah mempersembahkan korban di atas mezbah. Abraham membangun mezbah dan mempersembahkan korban (Kej. 12:7-8; 13: 4, 18). Ke mana pun Abraham memindahkan kemahnya, dia selalu membangun mezbah bagi Tuhan. Mezbah ini menggambarkan kesetiaan kepada Allah. Mata akan melihat apa yang dikasihi hati. Lot tidak memandang kepada Tuhan tetapi kepada kesuburan lembah Yordan. Tanpa adanya mezbah, tanpa adanya hubungan dengan Tuhan, tanpa adanya kesetiaan, Lot berjalan dengan penglihatan dan bukan iman (Kej. 13:10). Apa yang dilihatnya sebagai sesuatu yang subur dan melimpah telah membuatnya menyimpang dari iman kepada Tuhan dengan melupakan Tuhan. Lot memang mudah mendapatkan semua yang dilihatnya, namun semuanya itu juga hilang hanya dalam sekejap (Kej. 19:3). Jika kesetiaan kita kepada Allah lemah, maka kita hanya menunggu waktu untuk hilangnya milik kita.

Kedua, dipenuhi dengan keinginan duniawi (Kej. 13:10). Mezbah persembahan menjaga kita ada dalam perspektif/fokus yang benar yaitu Allah (Mzm. 37:4). Jika kita menempatkan Allah di tempat yang utama sebagaimana seharusnya, prioritas kita pun akan benar. Lot mengutamakan hal duniawi karena keinginan duniawinya. Keinginan rohani hanya ada bila ada persekutuan yang baik dengan Tuhan. Lot memandang pada kekayaan (1Tim. 6:10). Lot menginginkan kesenangan duniawi. Lot memandang pada hal-hal jasmani, Lot mengharapkan hal-hal yang fana, dan Lot kehilangan harta yang kekal.

Ketiga, salah dalam mengambil keputusan (Kej. 13:11). Kita tidak mungkin dapat membuat keputusan yang benar jika kita dipenuhi dengan keinginan duniawi dan tidak lagi setia. Musa mengambil pilihan yang benar karena matanya tertuju kepada yang benar dan mengharapkan yang benar (Ibr. 11:24-25). Dengan keputusan yang salah itu, hilang p**a standar hidup Lot. Dia mau mengorbankan kemurnian demi mendapatkan kedamaian semu (19:4-8). Benih keturunannya tidak lagi hidup dalam kebenaran—dua orang binasa di S***m dan dua lagi karena dosa. Isterinya binasa, kewibawaannya pun lenyap (Kej. 19:14). Kata-katanya tidak lagi punya pengaruh karena hidupnya tidak memberikan kesaksian yang baik. Ingat, jika perilaku pembawa pesan berlawanan dengan pesannya, pesan itu akan menjadi sia-sia.
Saudara, kehidupan Lot merupakan peringatan bagi kita akan bahayanya penyimpangan. Penyimpangan itu dimulai dari pengabaian kesetiaan kepada Allah yang diikuti dengan keinginan duniawi dan keputusan yang salah. Hati-hati jangan sampai Anda menyimpang!

Address

Jalan Baru Pasar Youtefa (Belakang SMKN 5 Jayapura), Rt/Rw: 04/VI, Abepura-Jayapura
Jayapura

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GBIA Abepura posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to GBIA Abepura:

Share

Category