10/05/2018
"USAHA UNTUK MENGUBAH SABAT"
KAMIS. 10 Mei
Hukum Allah, Sepuluh Hukum Taurat, adalah masih terikat (lihat juga Yak. 2:10-12), hukum itu termasuk Sabat hari ketujuh. Mengapakah, kemudian, begitu banyak orang Kristen memelihara hari Minggu sementara tidak ada bukti Alkitab yang membenarkan itu?
Daniel 7 berbicara tentang bangkitnya empat kerajaan besar: Babel, Media Persia, Yunani, dan kemudian Roma, keempat dan kerajaan terakhir di dunia. Tahap kedua dalam kerajaan Roma, kuasa tanduk kecil digambarkan sebagai yang datang keluar dari kerajaan ini, ini masih bagian dari Kerajaan Roma, hanya fase terakhir dari kerajaan itu. Kuasa manakah ini selain kepausan, yang bangkit langsung dari Kerajaan Roma dan, hingga hari ini, masih bagian dari Roma? Thomas Hobbes menulis pada tahun 1600-an: "Jika seseorang menyadari asal mula kekuasaan besar gerejawi, dia akan dengan mudah merasa, bahwa Kepausan, tidak lain adalah roh kematian kerajaan Roma, dinobatkan .di atas kuburnya sendiri ."-Thomas Hobbes, Leviathan, (Oxford: Oxford University Press, 1996), him. 463
Bacalah Daniel 7:23-25. Apakah yang diajarkan ayat ini yang dapat menolong kita untuk memahami asal mula pemeliharaan hari Minggu?
Bahasa asli Aram, menunjukkan dalam ayat 25 bahwa kuasa tanduk kecil "berniat" untuk mengubah hukum. Kuasa duniawi apakah, sesungguhnya dapat mengubah Hukum Allah?
Meskipun rincian yang pasti tidak jelas dalam seJarah, kita mengetahui bahwa di bawah Roma Kepausan Sabat hari ketujuh telah digantikan dengan tradisi pemeliharaan hari Minggu, satu tradisi yang tertanam kuat sehingga Protestan Reformasi tetap memeliharanya, sampai kepada abad dua puluh satu. Hari ini kebanyakan orang-orang Protestan masih memelihara hari pertama dalam pekan, gantinya mengikuti hukum Alkitab yaitu hari ketujuh.
Bacalah Wahyu 13:1-17 dan bandingkan dengan Daniel 7:1-8, 21, 24, 25, apakah perumpamaan yang serupa yang digunakan ayat-ayat ini yang menolong kita memahami peristiwa-peristiwa akhir zaman?
Dengan menggunakan gambaran langsung dari kitab Daniel, termasuk gambaran tentang fase akhir (kepausan) dari Roma, kitab Wahyu menunjuk kepada penganiayaan akhir zaman yang dilakukan kepada mereka yang menolak untuk "beribadah" menurut perintah dari kuasa yang tampak dalam kitab Wahyu.
Bagaimanakah Wahyu 14:6, 7 khususnya ayat 7, yang menggambar kan bahasa yang diambil dari hukum keempat (Kel. 20:11) menolong menunjukkan bahwa Sabat akan menjadi sangat penting dalam krisis akhir zaman ini terhadap ibadah?