31/01/2026
Maka wajib bagi setiap muslim untuk menghadap kepada Allah dalam setiap keadaannya, mudah maupun sulit, lapang ataupun sempit.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu
'alaihi wasallam bersabda,
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَسْتَجِيْبَ اللهُ لَهُ عِنْدَ الشَّدَائِدِ وَالْكَرْبِ فَلْيُكْثِرِ الدُّعَاءَ فِي
الرّخاءِ
"Barangsiapa ingin agar Allah Subhanahu wa Ta'ala
mengabulkan baginya di saat susah dan sulit, maka hendaklah ia banyak berdoa di saat lapang." [HR. At-Tirmidzi (3382), Al-Hakim (1: 544), dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami' (6290)]
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam juga bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma,
تَعَرَّفْ إِلَى اللَّهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفَك فِي الشِّدَّةِ
"Perkenalkan diri kepada Allah di saat lapang, niscaya Dia akan mengenalimu di saat sulit." (Al-Musnad, 1:307 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami' no. 2961)
Ibnu Rajab rahimahullah berkata dalam satu tulisan
khusus untuk menjelaskan hadis ini, "Maknanya, apabila seorang hamba bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, memelihara batasan-batasan-Nya, dan memenuhi hak-hak-Nya, di saat dia lapang dan sehat, maka dia telah memperkenalkan diri dengan hal itu kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Antara dia dan Allah Subhanahu wa Ta'ala terdapat
pengenalan. Maka Rabbnya akan mengenalinya di saat sulit. Dia Subhanahu wa Ta'ala akan mengenali amalnya di saat lapang. Sehingga Allah Subhanahu wa Ta'ala menyelamatkannya darı kesulitan disebabkan oleh pengenalan itu."
Pengenalan khusus inilah yang disinggung dalam
hadis ilahi, "Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan nawafil (sunnah) hingga Aku mencintainya - sampai dikatakan - jika dia meminta kepada-Ku, niscaya Aku akan memberinya, dan jika dia berlindung kepada-Ku, niscaya Aku akan melindunginya." (HR. Bukhari no. 6502)
Source: muslimah.or.id