05/08/2016
RENUNGAN DI HARI JUM'AT
Kita sedikit perlu koreksi,di saat kita berangkat ke masjid untuk melaksanakan sholat jum'at,alhamdulillah kita sampai ke masjid dan syukuri kita bisa datang ke tempat ini. Akan tetapi coba sejenak kita merenung,disaat kita melihat saudara2 kita yang saat ini semestinya mereka harus melakukan sholat jum’at,dan anda melihat mereka,apa yang ada di hati anda ? apakah hati anda merasa terenyuh hidup disaat melihat mereka semacam itu,atau kita cuek karena kita merasa seperti ahli surga. Sementara saudara kita terjerumus dalam meninggalkan sholat jum’at,dan jika hati kita belum hidup,jangan menganggap kalau diri anda orang yang sudah baik di hadapan Allah SWT,karena hati anda belum hidup. Memandang orang lain dengan pandangan kasih sayang tidak cukup orang memperbaiki ibadahnya semalam suntuk beribadah,puasa di siang harinya,akan tetapi kalau memandang orang lain belum dengan pandangan kasih sayang,belum selamat manusia itu. Itulah mata nabi dan hati nabi saw. Mari kita lihat siapapun yang ada di kiri kanan kita dengan mata kasih sayang.
Pandang orang yang ada di luar sana dengan pandangan kasih sayang,ada diantara tetangga kita yang tidak sholat,ada diantara tetangga kita yang pernah mabuk,ada diantara tetangga kita yang pernah berjudi. Bagaimana kita memandang mereka,,apakah kita memandang mereka dengan kesombongan kita lalu kita berkata,hei si busuk,hei si jelek,hei si pendusta. Kita sering memandang orang lain dengan pandangan merendahkan,karna apa,kita sudah menjadi orang yang sholeh katanya,ahli sujud,ahli ibadah,ahli majelis. Lalu memandang orang lain dengan pandangan merendahkan. Tidak akan selamat mata orang semacam itu,karna apa,kebaikan yang di lakukan menjadikan dia semakin sombong di hadapan Allah swt. Akan tetapi semestinya seorang itu kalau semakin baik hatinya,semakin dekat kepada Allah,maka semakin dia mencintai saudaranya karena Allah.
wawlaahu a'lambisshawaab.
Buya Yahya