D'Safnaj "Thelegation of Safinatun Najah"

D'Safnaj "Thelegation of Safinatun Najah" D'Safnaj adalah nama dari musholla safinatun najah yang berada di blok benggoi karang wetan ds.kepuh kec.palimanan-cirebon jabar

05/08/2016

RENUNGAN DI HARI JUM'AT

Kita sedikit perlu koreksi,di saat kita berangkat ke masjid untuk melaksanakan sholat jum'at,alhamdulillah kita sampai ke masjid dan syukuri kita bisa datang ke tempat ini. Akan tetapi coba sejenak kita merenung,disaat kita melihat saudara2 kita yang saat ini semestinya mereka harus melakukan sholat jum’at,dan anda melihat mereka,apa yang ada di hati anda ? apakah hati anda merasa terenyuh hidup disaat melihat mereka semacam itu,atau kita cuek karena kita merasa seperti ahli surga. Sementara saudara kita terjerumus dalam meninggalkan sholat jum’at,dan jika hati kita belum hidup,jangan menganggap kalau diri anda orang yang sudah baik di hadapan Allah SWT,karena hati anda belum hidup. Memandang orang lain dengan pandangan kasih sayang tidak cukup orang memperbaiki ibadahnya semalam suntuk beribadah,puasa di siang harinya,akan tetapi kalau memandang orang lain belum dengan pandangan kasih sayang,belum selamat manusia itu. Itulah mata nabi dan hati nabi saw. Mari kita lihat siapapun yang ada di kiri kanan kita dengan mata kasih sayang.

Pandang orang yang ada di luar sana dengan pandangan kasih sayang,ada diantara tetangga kita yang tidak sholat,ada diantara tetangga kita yang pernah mabuk,ada diantara tetangga kita yang pernah berjudi. Bagaimana kita memandang mereka,,apakah kita memandang mereka dengan kesombongan kita lalu kita berkata,hei si busuk,hei si jelek,hei si pendusta. Kita sering memandang orang lain dengan pandangan merendahkan,karna apa,kita sudah menjadi orang yang sholeh katanya,ahli sujud,ahli ibadah,ahli majelis. Lalu memandang orang lain dengan pandangan merendahkan. Tidak akan selamat mata orang semacam itu,karna apa,kebaikan yang di lakukan menjadikan dia semakin sombong di hadapan Allah swt. Akan tetapi semestinya seorang itu kalau semakin baik hatinya,semakin dekat kepada Allah,maka semakin dia mencintai saudaranya karena Allah.
wawlaahu a'lambisshawaab.

Buya Yahya

ORANG CERDAS INGAT KEMATIANOleh : Buya Yahya(Pengasuh LPD Al-Bahjah)Sahabatku, bersama hari-hari yang kita lalui, pernah...
03/08/2016

ORANG CERDAS INGAT KEMATIAN
Oleh : Buya Yahya
(Pengasuh LPD Al-Bahjah)

Sahabatku, bersama hari-hari yang kita lalui, pernahkah kita merenung sejenak tentang sebuah perjalanan? Perjalanan yang harus kita tempuh dan di penghujung jalan itu hanya ada dua pilihan, yaitu : Bahagia dan Sengsara. Yang berbahagia adalah yang senantiasa mempersiapkan diri untuk perjalanan tersebut dan yang sengsara adalah yang melalaikan persiapan dalam perjalanannya. Yaitu perjalanan panjang yang akan kita lalui setelah kehidupan di dunia ini. Perjalanan menuju Alam Barzah, Alam Kubur, Alam penantian kita menuju Hari Kebangkitan dan Hari Pembalasan.

Alam Barzakh adalah Alam yang sangat mengerikan bagi yang tidak mempunyai bekal dan kawan. Bekal dan kawannya adalah amal baik yang tulus diperbuat saat di dunia.

Yang tersiksa di dunia dengan segala musibah dan kekurangan, akan tetapi ia mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelah mati. Sungguh kesusahan itu amatlah sebentar, hanya 60 tahun atau 100 tahun saat ia hidup di dunia. Dan setelah itu kesusahan itu akan berakhir saat ia memasuki Alam Barzah. Dan disepanjang masa menanti di Alam Barzah ia menemukan kebahagiaan buah dari kebaikan yang pernah ditanamnya saat di dunia. Kebahagiaan itu terus berlanjut hingga kelak di Alam Akhirat yang tidak hanya puluhan atau ratusan tahun akan tetapi kebahagiaan yang tiada akhirnya.

Sahabatku, bagi kita yang lalai saat di dunia ini dari berbekal diri menuju Alam Barzah dan Alam Akhirat. Ia akan menemukan kesusahan yang amat panjang. Ia akan menuai hasil dosa-dosa yang ia perbuat saat di dunia. Kebahagiaan di dunia akan berlalu, harta yang dikumpulkan tidak berguna lagi. Kekuasaan yang ia bela tidak bisa menyelamatkannya. Yang ada adalah tanggung jawab. Alangkah ruginya orang yang hanya mengejar kesenangan sementara dalam puluhan tahun dan setelah itu ia akan menuai kesengsaraan sepanjang penantian di alam barzah yang ratusan atau ribuan tahun hingga kelak di Akhirat yang tiada batasnya.

Pernahkah kita renungi semua ini, lalu kita hadapkan dengan kehidupan kita sehari-hari?
Kita yang menjadi Ustadz, sudahkah kita hadirkan makna kerinduan mencari kebahagian yang abadi di balik tugas kita ini?

Kita yang menjadi Pedagang dan Pengusaha, sudahkah kita hadirkan makna kecintaan kita kepada kebahagiaan hakiki di Akhirat, dibalik aktivitas berdagang kita ?

Kita yang sebagai Pejabat, sudahkah kita hadirkan makna tanggung jawab kelak di Akhirat dibalik kekuasan yang kita emban?

Sahabatku, Sudahkah kita sadar bahwa Kemunafikan seorang Ustadz adalah murka Allah SWT. Kebohongan seorang pengusaha adalah siksa. Dan kecurangan seorang pejabat adalah Neraka.

Pernahkah kita berfikir tentang diri ini, disaat ini, dan dimasa depan yang panjang ? Apa yang kita kerjakan saat ini? Dan kelak apa yang akan kita petik setelah kematian buah dari apa yang telah kita kerjakan saat ini ?

Nabi SAW bersabda, “Orang cerdas adalah orang yang senantiasa berfikir dan berbuat untuk setelah kematian”. Kematian yang pasti akan tiba yang datangnya pun tanpa pesan terlebih dahulu dan tidak bisa ditunda walau sesaat. Takutlah kita jika kematian menjelang sementara kita termasuk orang yang bergelimang dosa dan tanpa bekal.
Wallahua’lam bis showab

Nasehat Untuk Sang PutriOleh : Buya YahyaPengasuh LPD Al-BahjahWahai putriku, aku masih teringat masa kecilmu, tampak ke...
26/07/2016

Nasehat Untuk Sang Putri
Oleh : Buya Yahya
Pengasuh LPD Al-Bahjah

Wahai putriku, aku masih teringat masa kecilmu, tampak kepolosanmu tanpa dosa. Terlintas di benakku sebuah makna tanggung jawab. Dirimu pun akan selalu berkembang seiring berjalannya waktu. Dan tanpa terasa engkau telah di ambang kedewasaan. Tergugah kesadaranku bahwa tiba-tiba dirimu dalam suasana yang amat mengkhawatirkan. Engkau berada pada zaman kejayaan iblis dan bagundal-bagundalnya dari bangsa manusia yang setiap saat siap hancurkanmu dengan segala yang dimilikinya. Zaman dengan budayanya dan zaman dengan pelaku-pelakunya.

Ma’afkan aku dan mohonkan aku ampun kepada Allah jika ternyata aku pun kurang serius memperhatikanmu. Aku telah lalai membekalimu hal-hal yang amat kau butuhkan kelak di akhirat. Aku jarang memperkenalkanmu kepada Allah dan Rasulullah SAW. Sekolah yang aku pilihkan untukmu hanya sekolah yang menghantarmu berbangga dengan dunia tanpa aku imbangi dengan pendidikan agama, yang sebenarnya lebih engkau butuhkan. Bahkan, Aku sering sodorkan padamu hal-hal yang membahayakanmu. Aku telah memasukkan pesan dan bisikan musuh-musuhmu ke rumahmu. Aku telah hadirkan dalam kehidupanmu potret moral yang busuk melalui layar televisi yang kau nikmati setiap saat. Aku pun telah membakalimu dengan handphone kontrol iblis yang senantiasa menyertaimu yang sebenarnya justru menyulitkanku untuk mengawasimu. Bahkan aku pun sering tidak peduli dengan perkembangan akhlakmu setiap saat. Aku hanya memikirkan kebutuhan lahirmu, makan, minum, baju dan tempat tinggal. Sementara kebutuhan hati dan jiwamu yang menghantarmu ke dalam kebahagiaan dalam keabadian di akhirat tidak pernah aku pikirkan. Bahkan kadang baju yang kubelikan pun baju yang mengundang nafsu pengikut iblis. Aku sering menjadi orang dungu yang hanya bisa bengong melihat dirimu berdandan untuk membangkitkan hawa nafsu budak iblis. Kecemburuanku kadang hilang dan menjadikan diriku kurang berarti bagimu.

Wahai putriku bantulah aku untuk mengembalikan kemuliaan pada dirimu. Ma’afkan aku jika saat ini aku berbeda dengan hari yang lalu. Kemarin aku lemah dan dungu yang amat membahayakanmu. Dan hari ini aku telah menyadari bahwa aku harus meninggalkan kedunguan dan kelemahanku demi kemulyaan dan kejayaanmu kelak diakhirat.

Aku tidak ingin disebut tolol dan dungu dengan pendidikanmu yang tidak membawa keselamatanmu di akhirat. Aku tidak mau di bilang bodoh melihat pakainnmu yang separoh hati kau kenakan, sebagian badanmu tertutup dan sebagian lagi terbuka. Aku tidak ingin kau dihinakan oleh mata jalang hamba hawa nafsu. Maka perhatikan bahwa dirimu harus kau mulyakan. Berdandanlah dengan dandanan yang berwibawa di hadapan perampok-perampok kehormatan. Jadikanlah mereka takut mendekatimu dan jera jika mereka berusaha menjahilimu. Jangan kau rendahkan dirimu dengan kau umbar tubuhmu disana sini. Sebab jika dirimu tidak bisa menghargai dirimu sendiri maka orang lainpun tidak menghargaimu.

Kemulyaanmu wahai putriku pada kepribadianmu. Jika engkau berwibawa dan mulya maka lelaki jalang hamba hawa nafsupun akan enggan mendekatimu. Senyummu amat mahal jangan kau berikan kepada semua orang sebab tidak semua orang tahu nilai senyummu. Suaramu pun adalah nilai dirimu. Jangan bersuara yang mengundang nafsu di hadapan bagundal iblis sehingga mereka meremehkanmu. Telah banyak gadis-gadis seumurmu telah direndahkan oleh mereka. Lihatlah di sekitarmu, anak gadis sebaya denganmu telah tenggelam dalam kenistaan. Harga dirinya telah digadaikan dengan karir dan ketenaran.

Putriku, Sungguh itulah bahasa cinta dan kasihku yang engkau butuhkan saat ini.Aku sadar bahwa engkau saat ini sudah tidak butuh orang tua yang hanya bisa memanjamu. Akan tetapi saat ini engkau butuh orang tua yang mendidikmu dan menuntunmu kepada kemulyaan.
Jangan heran jika aku kadang cerewet wahai putriku dan songsonglah masa depanmu dengan kemulyaan. Wallahu a'lam bishshowab

Kegiatan belajar mengajar membaca quran dengan tajwid bersama santri putra dan putri musholla Safinatun Najah ba'da magh...
24/07/2016

Kegiatan belajar mengajar membaca quran dengan tajwid bersama santri putra dan putri musholla Safinatun Najah ba'da maghrib.

Semoga Allah memberikan kepada mereka ilmu yang bermanfaat dan menjadikan mereka pejuang-pejuang penerus da'wahnya rasulullah saw.

23/07/2016

Assalamualaikum…

Para pecinta Rasululloh dan ilmu Rasululloh SAW.
Imam Malik jika kedatangan tamu selalu bertanya tentang tujuan kedatanganya. Jika untuk urusan dunia Imam Malik langsung meneruskan pertemuannya. Dan jika tujuanya ingin belajar ilmu Imam Malik masuk ke kamar beliau kemudian keluar lagi menemui tamu tersebut dengan dandanan yang paling bagus dan minyak wangi yang paling harum kemudian menoleh ke kubur Rasulullah SAW lalu memulai menyampaikan ilmu dan hadits Nabi saw. Begitulah cara Imam Malik dan para ulama dalam menghormati ilmu dan Rasululloh SAW.

Di kisahkan bahwa Imam Muhammad Al Baqir setiap membaca hadits Nabi SAW wajahnya pucat seperti orang yang ketakutan, karena begitu mengagungkan Rosululloh SAW hingga seolah-olah Nabi SAW hadir di hadapannya saat membaca ucapan Rasululloh SAW.

Inilah yang harus kita contoh dalam menyampaikan dan mengambil ilmu. Kita harus hormati majlis ilmu dan mulyakan majlis ilmu. Jangan sampai kita menyampaikan ilmu dengan merendahkan majlis dengan omongan jorok atau guyonan yang berlebihan. Semoga Alloh mengampuni kita dan sebagian para ustadz yang kadang membawakan ayat Al-Qur’an atau Hadits dengan guyonan dan tidak hormat kepada Al-Qur’an dan Rosululloh SAW. Tidak akan manfaat ilmu yang diambil atau disampaikan dengan cara yang tidak baik tersebut. Bahkan itu adalah ke-kurangajar-an kepada Al-Qur’an dan Rasululloh SAW yang mengundang murka Alloh SWT. Rasululloh SAW pernah mengingatkan bahwa hati akan memuntahkan ilmu dan hidayah yang di sampaikan dengan guyonan dan tanpa adab. Wallohu a’lam bishshowab

Kegiatan belajar hafalan surat-surat pendek dan bacaan shalat santri putra dan putri musholla safinatun najah.Rutin diad...
23/07/2016

Kegiatan belajar hafalan surat-surat pendek dan bacaan shalat santri putra dan putri musholla safinatun najah.
Rutin diadakan setiap ba'da maghrib.

Semoga Allah menjadikan mereka hamba-hamba yang di berikan ketulusan dan keikhlasan dalam menuntut ilmu dan semoga Allah mengirim orang-orang tulus ikhlas ahli surga yang bisa berjuang di tempat ini dan jadikan kami bersama mereka.

HUKUM TUKAR CINCIN DALAM ISLAM(Buya Yahya Menjawab)Assalamu ‘Alaikum WR. WB.Buya saya pernah mendengar bahwasannya: “Kal...
20/07/2016

HUKUM TUKAR CINCIN DALAM ISLAM
(Buya Yahya Menjawab)

Assalamu ‘Alaikum WR. WB.
Buya saya pernah mendengar bahwasannya: “Kalau tukar cincin itu tidak ada dalam tradisi islam sehingga tidak boleh dilaksanakan”. Benarkah seperti itu Buya? lalu bagaimana jika cincin yang dikenakan bukan dari emas apakah tetap tidak boleh?

Wa’alaikum Salam WR. WB.
Tukar cincin bukanlah tradisi dalam Islam akan tetapi itu bisa kita masukkan dalam masalah tukar menukar hadiah yang sangat dianjurkan oleh Rasululloh Saw. Artinya seorang calon suami memberi hadiah cincin kepada calon istri dalam acara khitbah atau tunangan,dan calon istripun demikian.
Akan tetapi ada hal yang perlu diperhatikan bersama proses pertunangan dan tukar cincin ini.
1. Pertunangan adalah kesepakatan dan janji untuk menikah artinya pertunangan belum pernikahan.Jadi semua yang haram sebelum tunangn tetap haram setelah tunangan.Kedua calon tidak boleh berduaan,tidak boleh melihat aurat calon pasanganya.
2. Karena masing-masing calon belum halal,maka saat tukar hadiyahpun tidak boleh saling memegang tangan calon pasanganya.
3. Cincin yang diberikan kepada Calon mempelai pria bukan dari emas,sebab emas haram hukumnya jika di kenakan oleh kaum pria. Sebaiknya cincin dari perak agar sesuai anjuran nabi agar kalau kaum pria memakai cincin dengan cincin dari perak.
4. Hadiah yang diberikan jangan sampai memberatkan kedua belah pihak. Dan hadiahpun tidak harus berupa cincin boleh barang-barang yang lainya.
Wallahu a’lam bishshowab

19/07/2016

7 TUJUH GOLONGAN YANG AKAN DINAUNGI OLEH ALLAH TA’ALA DI BAWAH NAUNGAN-NYA.
1.Pemimpin yang adil.

2. pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah Ta’ala.

3. seorang laki-laki yang hatinya selalu terpaut pada masjid.

4.dua orang yang saling mencintai karena Allah Ta’ala, yang bertemu dan berpisah karena-Nya.

5. seorang laki-laki yang diajak berzina oleh wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan, namun ia menjawab, “Sesungguhnya aku takut kepada Allah Ta’ala.”

6. seorang laki-laki yang bersedekah, kemudian ia menyembunyikan sedekahnya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfaqkan oleh tangan kanannya.

7. seorang laki-laki yang menyebut nama Allah Ta’ala dalam keadaan sendirian, lalu berlinanglah air matanya. (Hr. Bukhari dan Muslim)
Semoga Allah Ta’ala memberikan hidayah dan kekuatan kepada kita untuk melakukan amalan-amalan tersebut dan semoga Allah Ta’ala memberikan rahmat-Nya sehingga kita layak memasuki surga-Nya yang penuh kenikmatan. Aamiin.

19/07/2016

Address

Palimanan Cirebon
Jawa
45161

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when D'Safnaj "Thelegation of Safinatun Najah" posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share