23/09/2020
Sejarah berdirinya
Pondok Pesantren Bairuha’ berdiri pada tahun 1999, dengan embrio 57 santri, dan jumlah guru saat itu 3 orang, gedung yang sederhana wakaf dari bapak H. Karmorejo, dan sampai saat ini pada tahun 2020 telah meluluskan sekitar 5000 santri dan telah mengabdikan dirinya ditengah tengah masyarakat di seluruh Indonesia. Tanah bangunan saat itu berdiri merupakan wakaf dan hibah dari warga setempat, dan sampai sekarang pembangunan terus berjalan yang dananya diperoleh dari sumbangan dari berbagai sumber.
Pondok Pesantren Bairuha’ pada awalnya berada dibawah Yayasan Bairuha’, dan mulai pada tahun 2016 terbit SK Menkumham Nomor AHU-0035749.AH.01.01.Tahun2016 Tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Yayasan Budi Utomo Jatipurno yang selanjutnya menaungi Pondok Pesantren Bairuha’. Pondok Pesantren Bairuha’ didirikan atas gagasan umat islam di lingkungan P**e, Kecamatan Jatipurno yang ingin menyiarkan agama Islam secara mukhlis berpedoman kitab suci Al-Qur'an dan Al-Hadits dengan berlandaskan pada hak dasar kebebasan beragama yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945, maka diperjuangkanlah syiar agama Islam dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai kelanjutan perjuangan bangsa Indonesia untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan, mencapai cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, mutlak diperlukan partisipasi dan peran serta dari segenap lapisan masyarakat Indonesia. Memberikan peningkatan kehidupan beragama serta partisipasi pembangunan masyarakat untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur baik material maupun spiritual dan berakhlakul karimah bagi seluruh rakyat Indonesia.