Kasih Yesus Kristus

Kasih Yesus Kristus "Trimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwa

19/05/2019

Markus 12:29-31 (TB) Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."

08/04/2019

MANA LEBIH BESAR?

Pernahkah kita berdoa, "Tuhan, masalahku besar!"? Menurut kita, bagaimana perasaan Tuhan ketika mendengarnya? Bayangkan diri kita seorang hartawan. Suatu hari anak kita menangis dan berkata, "Aku sedih! Aku ingin mainan itu, tapi tak punya uang untuk membelinya!" Bagaimana perasaan kita?

Ketika kita mengatakan: "Tuhan, masalahku besar!" tanpa sadar kita sebenarnya sedang mengecilkan kuasa Tuhan di dalam hidup kita. Faktanya, Tuhan adalah Allah Mahabesar, yang mampu melakukan segala perkara! Jika demikian, mungkinkah kita memiliki masalah besar yang tidak mungkin diselesaikan? Seperti kita, murid-murid juga pernah mengalami peristiwa serupa. Sewaktu perahu mereka terombang-ambing angin topan, mereka lalu membangunkan Yesus. Menariknya, mereka berkata kepada- Nya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa" (ay. 24-25). Pertanyaannya: "Mungkinkah mereka binasa?" Setelah sebelumnya melihat berbagai mukjizat yang diperbuat Yesus, mereka tidak juga menjadi percaya! Karena itulah, Yesus menyebut mereka sebagai orang-orang yang kurang percaya (ay. 26). Dalam bahasa Inggrisnya little faith, iman yang kecil.

Ketika dihadapkan pada suatu persoalan, kita memiliki dua pilihan: memandang besar persoalan itu atau memandang Tuhan sebagai Allah yang besar! Apabila kita memilih bagian pertama, kita akan hidup dalam kepanikan. Namun, apabila kita memilih bagian kedua, kita dapat senantiasa hidup dalam ketenangan. Mana lebih besar: persoalan atau Allah? Semua tergantung cara kita memandangnya!
------------------------------------------------------------------
JIKA KITA PERCAYA KUASA TUHAN BEGITU BESAR,
TIDAK AKAN ADA LAGI MASALAH YANG TERLALU BESAR BAGI KITA!
----------------------------------------------------------

01/03/2019
08/01/2019

MENGHADAPI KEGAGALAN
Bacaan: Lukas 22:47-62
------------------------------------------------------------------
Demi memenangkan kontes, Teddy selama enam bulan tekun berlatih memainkan piano. Rupanya, perjuangannya belum membuahkan hasil. Ia kalah. Namun, ia tidak kecewa. "Sebelum mengikuti kontes, aku mempersiapkan diri bukan hanya untuk menyambut kemenangan, melainkan juga menghadapi kegagalan, " katanya.

Banyak orang hanya selalu membicarakan kemenangan sehingga tidak siap ketika menghadapi kegagalan. Karena itulah, ketika mereka gagal, kegagalan tersebut terasa begitu menyakitkan. Padahal, jika ditelusuri, kegagalan bukan sepenuhnya merupakan mimpi buruk. Berbicara mengenai kegagalan, dua murid Yesus pada perikop hari ini juga telah gagal. Bayangkan saja, Yudas menjadi pengkhianat dengan menjual Gurunya dan Petrus menjadi seorang yang menyangkal Dia! (ay. 47-48, 56-60). Bedanya, Yudas kemudian bunuh diri (Mat. 27:3-5), sedangkan Petrus menangis, menyesal, dan bertobat (ay. 61-62). Meskipun sama-sama gagal, Petrus memilih jalan yang lebih baik daripada pilihan Yudas. Peristiwa penyangkalan itu bahkan memberikan pelajaran besar baginya. Di kemudian hari, ia menjadi orang yang begitu berani memberitakan nama Yesus (lih. Kis. 2:14-36).

Apakah kita baru saja menghadapi kegagalan? Jika ya, jangan biarkan kegagalan itu melumpuhkan semangat kita untuk kembali bangkit dan melangkahkan kaki ke depan. Yakinkan diri bahwa kemenangan bukanlah milik orang-orang hebat, melainkan milik setiap orang yang mau bangkit meskipun telah gagal!
------------------------------------------------------------------
PELAJARAN TERBESAR DALAM KEHIDUPAN
DIPEROLEH DARI KEGAGALAN.-JOHN C. MAXWELL
------------------------------------------------------------------

06/01/2019

TAK SEJALAN DENGAN HARAPAN
Bacaan: Amsal 16:9

Bacaan setahun: Wahyu 19-20

Bu Dewi, sejak muda bercita-cita menjadi seorang misionaris di bidang kesehatan. Ia membayangkan bagaimana akan mengunjungi berbagai pulau di Indonesia sebagai dokter sembari memberitakan Injil. Tetapi Tuhan mempunyai cara lain untuk mewujudkan cita-citanya itu. Di usia 23 tahun, ia didiagnosis menderita penyakit yang membuatnya koma selama beberapa waktu. Orang-orang meragukannya bisa bertahan hidup lebih lama. Tetapi ia tidak menyerah. Selama di rumah sakit itulah ia mulai menceritakan kasih Kristus kepada orang-orang. Nyatanya Bu Dewi tidak melayani Tuhan sebagai dokter, tetapi sebagai pasien. Semangat hidupnya dan sukacitanya membuat pasien-pasien di rumah sakit itu heran. Dengan cara itulah Bu Dewi bisa menguatkan para pasien lain dan memberitakan Injil.

Tuhan tentu menghargai kerinduan kita untuk melayani-Nya. Dan kita pun mulai membangun langkah-langkah untuk mewujudkan impian kita. Namun demikian, kita perlu mengingat bahwa bagaimanapun kita menyusun rencana kita, tetapi Tuhanlah yang akan menentukan arah langkah kita (Ams. 16:9). Dan cara Tuhan bekerja bisa jadi berbanding terbalik dengan apa yang kita pikirkan, namun rencana Tuhan bagi hidup kita tetaplah akan terlaksana.

Kenyataan hidup yang kita alami sekarang mungkin tidak sejalan dengan apa yang kita harapkan. Namun, Tuhan bisa jadi merancang jalan tersebut untuk membawa kita pada tujuan-Nya. Mari ikuti rencana-Nya sebab rencana-Nya selalu lebih indah dari apa yang mampu kita pikirkan atau bayangkan.

DALAM SETIAP RANCANGAN HIDUP KITA, TUHAN BEKERJA
MENUNJUKKAN JALAN-NYA DAN TUJUAN-NYA SELALU INDAH DAN MULIA.

04/01/2019

*BACAAN PAGI:*

*Efesus 3:1-12*
3:1 Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah
3:2 -- memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu,
3:3 yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat.
3:4 Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus,
3:5 yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus,
3:6 yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.
3:7 Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya.
3:8 Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu,
3:9 dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu,
3:10 supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga,
3:11 sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
3:12 Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya.

02/01/2019

*RENUNGAN HARIAN*

Bersumpah demi Tuhan(Yosua 9:15)
Kita tdk boleh bsumpah.Mengapa?
* Krn ya di atas ya dan tdk di atas tdk selebihnya ad/ dosa.
* Krn kita bkn penguasa apapun dlm hidup ini.
* Krn penilaian kita manusia subjektif.
* Krn kita mudah ingkar janji.
Krn kita tdk boleh bsumpah,maka ada bbrp hal penting yg hrs kita sadari.
1. Kita hrs mmiliki kualitas hidup yg dpt dipercaya.
2. Kita hrs berbicara dgn jujur.
3. Kita hrs bjalan dlm kebenaran firman Tuhan.
4. Kita hrs hidup sll dlm kekudusan.
Hidup Kristen sederhana yaitu katakan YA di atas ya & TIDAK di atas tidak,kita dbebaskan utk bjalan dlm kebenaran & mlakukan ketaatan dan Tuhan yg mberikan kemampuan kpd kita dlm mnghadapi sgl perkara.Haleluya,Amin! Slmt sore,Slmt beraktivitas,GBU.

10/12/2018

MEMIMPIN TANPA ANCAMAN
Bacaan: Efesus 6:5-9
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: 2 Timotius 1-4
------------------------------------------------------------------
Suatu ketika, puluhan karyawan rumah sakit diminta menghadap ke ruangan direktur utama, karena mereka kedapatan merokok di lingkungan rumah sakit. Menariknya, sang direktur tidak memarahi atau mengancam akan memecat mereka. Sebaliknya, dibuatlah kesepakatan bahwa jika pelanggaran ini diulang, maka keluarga mereka akan dipanggil untuk berbincang bersama. Jika masih tidak berubah, barulah ada tindakan lebih tegas lagi dari manajemen. Pendekatan yang halus tetapi tegas itu berdampak positif. Jumlah karyawan yang merokok menurun drastis!

Alkitab menaruh perhatian serius terhadap hubungan antara tuan dan hamba. Para hamba tak hanya diminta untuk menaati tuan (majikan) mereka, tetapi para tuan juga dilarang semena-mena kepada para hamba atau anak buah mereka. Salah satu penekanan yang diberikan oleh firman Tuhan bagi para pemimpin adalah menjauhkan ancaman dalam gaya kepemimpinan mereka. Mengapa? Karena biasanya ancaman tidak menghasilkan ketaatan, pertobatan, perubahan hidup, atau produktivitas kerja yang meningkat, tetapi hanya pura-pura taat, pura-pura berubah, tetapi memendam sakit hati dan ingin membalas perlakuan sang pemimpin.

Dalam relasi kerja, organisasi, maupun dalam keluarga, ketegasan memang diperlukan ketika ada pelanggaran peraturan. Namun, jangan pernah memilih gaya "main ancam" karena Tuhan tidak menyukai hal itu. Yakinlah masih ada cara lain yang dapat kita pakai untuk menegakkan peraturan, tanpa harus membuat orang lain merasa terancam.
------------------------------------------------------------------
ANCAMAN TAKKAN PERNAH MENGHASILKAN PERUBAHAN YANG SEJATI
DAN TIDAK BERTAHAN DALAM JANGKA PANJANG.
------------------------------------------------------------------

22/08/2018

Sukacita Datang di Pagi hari
"... sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak sorai." (Mazmur 30 : 5b)

Alkitab mengatakan dalam Mazmur bahwa sukacita datang di pagi hari. Ketika Anda bangun setiap pagi, Allah mengirim paket khusus sukacita. Datang mengetuk di depan pintu Anda. Ketika Anda bangun dalam iman dan membuat pernyataan bahwa "ini akan menjadi hari yang baik," - kau tahu apa yang baru saja Anda lakukan?- dengan pernyataan tersebut sesungguhnya Anda telah membuka pintu bagi sukacita yang akan menghampiri anda. Anda baru saja menerima karunia sukacita yang Allah kirimkan kepada Anda. Masalahnya adalah bahwa beberapa orang tidak pernah membukakan pintu.
Sukacita telah mengetuk selama berbulan-bulan, bertahun-tahun dan berkata, "Ayo Biarkan aku masuk!! Anda bisa bahagia! Anda dapat ceria! Anda dapat menikmati hidup Anda!" Tapi kenyataannya orang-orang tersebut tidak mau membukakan pintu...
Aku tidak tahu tentang Anda, tapi aku memutuskan bahwa aku akan membuka pintu untuk kegembiraan/sukacita. Aku akan bangun setiap pagi dan berkata, "Bapa, terima kasih atas hari yang indah bagiku. Aku akan bahagia, Aku akan menikmati hari ini. Aku akan mencerahkan kehidupan orang lain. Aku memilih untuk menerima hadiah sukacita yang dari pada-MU, hari ini! "

Doa untuk hari ini :
Bapa Surgawi, terima kasih atas sukacita. Terima kasih untuk perdamaian. Terima kasih telah berjalan bersama saya melalui masa-masa sulit. Mulai hari ini saya memilih untuk selalu membuka pintu untuk kegembiraan setiap pagi , sehingga saya dapat berjalan dalam kekuatan Tuhan yang telah Engkau berikan kepada saya. Dalam Nama Yesus '. Amin.

23/04/2018

Santapan Harian
Tanggapan Positif
Kejadian 4:1-16

Adam dan Hawa dianugerahi dua orang anak, yaitu Kain yang menjadi petani dan Habel yang menjadi peternak (2). Keduanya memberikan persembahan dari hasil kerja mereka (3-4). Tanpa disebutkan alasannya, persembahan Habel diterima, sedang Kain ditolak. Hal itu membuat Kain marah (6) sehingga membunuh Habel (8). Akhirnya Kain menerima murka Tuhan. Ia menjadi pelarian dan pengembara (14). Itu berarti ia tidak lagi memiliki hak atas tanah warisan.

Apa yang membuat persembahan Kain ditolak? Banyak kemungkinan jawaban yang dipikirkan oleh para pembaca Alkitab. Sebenarnya, Alkitab sendiri tidak memberikan jawaban yang terang. Ada yang mengatakan karena Kain memiliki sifat buruk, yaitu iri hati. Hal itu ditandai dengan muramnya wajah Kain (7). Namun, wajah yang muram baru muncul karena ia merasa ditolak. Dalam catatan Alkitab tidak disebutkan sebelumnya soal karakter, baik Kain maupun Habel. Yang disebutkan adalah pekerjaan mereka. Jadi, kita bisa mengatakan bahwa ditolak atau diterimanya persembahan adalah hak Tuhan. Yang penting bukanlah mencari alasan mengapa persembahan ditolak, melainkan bagaimana respons seseorang. Kain memberikan tanggapan negatif. Hal itu ditandai dengan hatinya panas dan wajah muram. Keadaan ini menarik perhatian Tuhan dan Ia menasihati Kain bahwa dengan hati semacam itu akan membuka peluang bagi kuasa dosa (7). Teguran Tuhan ditampik oleh Kain. Tanpa mengenal belas kasih, Kain membunuh adiknya. Ia merasa bahwa tindakannya tidak diketahui oleh siapa pun. Namun, darah adiknya berseru kepada Tuhan (10).

Hidup tidak selamanya sesuai dengan keinginan kita. Setidaknya ada dua tanggapan atas keadaan hidup. Pertama, tanggapan negatif telah diperlihatkan oleh Kain. Kedua, tanggapan positif dengan melihat hidup dalam rencana Tuhan. Kalau pun saat ini hidup tidak berjalan dengan baik, kita percaya kepada pemeliharaan Tuhan bahwa Ia senantiasa menopang hidup kita. Hal semacam ini yang dapat membuat hati bergembira.

17/04/2018

Batu Hidup
1 Petrus 2:1-10

Sekarang ini banyak model bangunan rumah yang unik dan indah. Rumah memang tempat untuk berteduh, tetapi rumah zaman sekarang juga merupakan ekspresi dari penghuninya. Bagaimanapun bentuk bangunan rumah, yang terpenting adalah rumah tersebut kuat, kukuh, dan indah.Sehingga saat menghadapi berbagai macam cuaca hidup, rumah tersebut tetap berdiri. Hal terpenting yang dilakukan oleh seseorang adalah meletakkan batu untuk dijadikan batu penjuru. Jika orang tidak mau menggunakan batu penjuru, bangunan yang hendak dibangun dapat dipastikan tidak sesuai dengan harapan pemiliknya.

Penulis Kitab Petrus menggunakan gambaran ini untuk menjelaskan siapakah Yesus. Tuhan Yesus adalah batu penjuru yang diletakkan Allah di tengah umat-Nya. Batu yang seharusnya menjadi pijakan dan dasar bagi sebuah bangunan hidup. Sayangnya banyak orang yang justru menganggapnya sebagai batu sentuhan. Mereka merasa tersandung dengan kehadiran Yesus. Ketidaktaatan mereka akan Allah membuat mreka menyingkirkan batu ini jauh-jauh dari kehidupan mereka.

Mereka yang mau menerima dan menjadikan Yesus sebagai batu penjuru disebut sebagai orang pilihan. Keterpilihan ini di satu sisi membawa berkat atas hidupnya, sedangkan di sisi lain membawa sebuah tanggung jawab, yaitu menjadi imamat rajani.

Arti imamat rajani berasal dari kata imam, yaitu sebuah jabatan yang mengandung konsekuensi pelayanan kurban persembahan kepada Tuhan. Sedangkan rajani berasal dari kata raja, jabatan yang dipercayakan oleh Allah untuk memimpin, mengelola, dan mengarahkan kehidupan sesuai dengan kehendak Tuhan. Imamat rajani berarti sebuah tanggung jawab melayani Tuhan dengan segala talenta yang kita miliki untuk menyatakan perbuatan Allah kepada dunia.

Kita diumpamakan sebagai batu-batu yang hidup, yang diletakkan untuk membangun bangunan rohani yang layak bagi Tuhan. Karena itu, menjadi penting untuk selalu melihat batu penjuru sebagai pijakan dan arah hidup kita.

14/04/2018

Taatilah Tuhanmu
1 PETRUS 1 1-2
Dalam budaya Jawa dikenal kata "ruwatan", yaitu sebuah tradisi yang dilakukan sebagai sarana pembebasan dan penyucian manusia atas dosa atau kesalahannya yang berdampak kesialan atau penyakit dalam diri seseorang. Tradisi ini bisa dikenakan terhadap manusia dan juga kepada benda. Meskipun kita berada pada zaman pascamodern, tradisi ini masih dipraktikkan oleh masyarakat di berbagai daerah.
Surat Petrus disebut sebagai surat am, artinya surat terbuka yang ditujukan kepada jemaat di Asia kecil, yang sedang mencari jati diri di tengah kehidupan baru. Penulis mengingatkan bahwa mereka kini sudah disebut sebagai jemaat yang kudus. Arti kudus tidak dimaksudkan sebagai orang yang tidak bercela dan tidak berdosa. Kata "kudus" di sini berarti bahwa segala pelanggaran dan dosa yang telahdiperbuat telah diampuni dalam Tuhan Yesus. Karena itu percikan darah-Nya adalah tanda pengampunan, penahiran atas segala dosa yang dilakukan manusia. Jemaat juga diingatkan bahwa mereka adalah orang-orang pilihan Allah untuk mendapatkan anugerah pembebasan. Sebagai orang-orang yang telah dikuduskan, hendaknya mereka hidup demi Kristus dengan cara hidup dalam ketaatan.
Seorang murid yang berhasil adalah murid yang taat kepada gurunya. Olahragawan yang berhasil adalah seorang yang bersedia taat kepada instrukturnya. Ketaatan yang dilakukan orang kristen bukan dengan pamrihtertentu, tetapi lebih sebagai ucapantertentu, tetapi lebih sebagai ucapan syukur dan penyerahan diri kepada Yesus yang telah membebaskan kita dari belenggu dosa.Hidup taat kepada Yesus merupakan hal yang harus diperjuangkan. Sebab pada umumnya manusia lebih tunduk kepada keinginannya sendiri, atau pun taat kepada penguasa yang terkadang berbeda dari Kristus. Taat kepada Yesus membutuhkan perjuangan dengan segenap hati, jiwa, akal dan budi kita serta dukungan semua pihak.
Marilah kita taat kepada Yesus sebagai ucapan syukur atas kebaikan dan pengorbanan-Nya bagi kita. [AHH]

Address

Medan
Jambi
36142

Telephone

082183011720

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kasih Yesus Kristus posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share