Renungan Harian

Renungan Harian �

Renungan Harian👼JUMAT,25-SEPTEMBER-2026SELALU MINTA DIDOAKAN PENDETA Apa yang salah? Samasekali tidak ada yang salah ten...
25/09/2026

Renungan Harian👼
JUMAT,25-SEPTEMBER-2026

SELALU MINTA DIDOAKAN PENDETA

Apa yang salah? Samasekali tidak ada yang salah tentang hal itu. Namun jika sering meminta didoakan pendeta dengan harapan doa dari pendeta lebih mujarab, lebih didengar Tuhan, apalagi dia sendiri tidak berdos. Ini adalah tanda ketidakdewasaan rohani.
Posisi jemaat dan Pendeta dalam konteks meminta adalah SAMA. Alkitab pun mengajarkan bahwa kita bisa meminta langsung kepada Tuhan melalui doa kita.

- Matius 7:7-8 - Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.

- Yohanes 14:13-14 - Dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.
- Yohanes 15:7 - Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

- Markus 11:24 - Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

- 1 Yohanes 5:14-15 - Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya.

- Matius 21:22 - Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.

- Filipi 4:6-7 - Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
- Yeremia 33:3 - Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.

- 1 Yohanes 3:22 - Dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.
Jadi kalau hanya minta dukungan doa boleh boleh saja, tapi kuncinya doa itu lahir dari diri kita yang meminta kepada Tuhan dengan penuh iman dan percaya. Haleluyah, Tuhan Yesus Memberkati.




RABU, 23 SEPTEMBER 2026RENUNGAN HARIANBilangan 16:27-33Saat mendengar nama Korah, kita akan teringat dengan pemberontaka...
23/09/2026

RABU, 23 SEPTEMBER 2026

RENUNGAN HARIAN

Bilangan 16:27-33
Saat mendengar nama Korah, kita akan teringat dengan pemberontakannya yang menentang otoritas Tuhan melalui Musa dan Harun. Sebagai akibatnya, tanah terbelah, menelan Korah, Datan, Abiram, keluarga mereka, serta segala kepunyaan mereka (Bil. 16:31-33). Namun, kisah ini tak berhenti pada penghukuman yang berakhir begitu saja, tetapi juga menyingkap kuasa anugerah Tuhan yang mengubah sebuah generasi. Korah sendiri memimpin pemberontakan dan dihukum oleh Tuhan. Akan tetapi, anak-anak Korah tidak ikut binasa (Bil. 26:11). Keturunan mereka kemudian menjadi kelompok penting dalam pelayanan ibadah Israel. Pada masa Daud, sebagian dari mereka menjadi penyanyi, pemusik, dan penjaga pintu di Bait Suci. Mazmur-mazmur mereka kita kenal dengan judul “Mazmur bani Korah Misalnya Mazmur 42, 44-49, 84.
Kisah Korah dan keturunannya ini memberi pelajaran berharga bagi kita bagaimana masa lalu, pun keadaan keluarga yang buruk, tidak menjadi penghalang bagi masa depan yang baik. Anak-anak Korah tidak harus mengulangi kesalahan ayah mereka. Mereka dapat memiliki kesempatan untuk memilih jalan yang berbeda. Demikian p**a dengan kita. Mungkin ada warisan buruk yang kita terima, misalnya kemarahan turun-temurun, pola hidup yang tidak sehat, kepahitan, ketidaksetiaan, dan berbagai luka yang diwariskan dari keluarga kita sebelumnya. Tuhan tidak menghendaki kita hidup di bawah bayang-bayang masa lalu yang buruk. Sebaliknya, Tuhan mau kita berjalan dalam identitas baru dengan masa depan yang baik, penuh dengan harapan dari Tuhan. Apa yang rusak di generasi sebelumnya tak harus berlanjut di generasi kita. Semua itu mungkin dapat mempengaruhi kita, tetapi tidak harus mengendalikan kita. Di dalam Tuhan, selalu ada kesempatan untuk memutus kebiasaan yang salah dan membangun pola hidup yang baru. Jangan jadikan masa lalu sebagai alasan untuk tetap tinggal dalam kesalahan yang sama. Percayalah, anugerah Tuhan sanggup menulis kisah yang baru dan indah melalui hidup kita, seperti yang Ia lakukan atas keturunan Korah.
Tuhan Yesus Memberkati👼




Renungan HarianSelasa,22 September 2026KEPUTUSAN MUSA:Menolak Kesenangan DuniaIbrani 11:25 "karena ia lebih s**a menderi...
22/09/2026

Renungan Harian
Selasa,22 September 2026
KEPUTUSAN MUSA:Menolak Kesenangan Dunia

Ibrani 11:25 "karena ia lebih s**a menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa."

Orang-orang dunia acapkali menilai 'harga' seseorang dari harta, gelar, pop**aritas, pangkat atau kedudukan.
Wajarlah jika kita menilai bahwa tindakan Musa melepas kehormatan di Mesir adalah tindakan bodoh? Benarkah?

Secara duniawi, ya...tapi dari sudut pandang rohani justru Musa telah mengorbankan perkara-perkara duniawi (fana) demi mendapatkan berkat yang sifatnya kekal.

Keputusan Musa ini tak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Paulus, yang rela melepaskan semuanya demi Kristus,yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,Filipi 3:7-8

Adalah mudah bagi seseorang yang tidak memiliki harta atau segala sesuatu yang berharga di dunia ini untuk membuat keputusan mengikut Tuhan dan mengerjakan panggilan-Nya.
Sebaliknya teramat sulit bagi orang seperti Musa yang memiliki segala-galanya, apalagi dalam usia 40 tahun tentunya sudah banyak menikmati kenyamanan.
Demi merespons panggilan Tuhan Musa memutuskan meninggalkan segala kesenangan duniawi.Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.1 Yohanes 2:15-16
Dari semula kesenangan duniawi memikat hati dan menyilaukan mata manusia. Karena itu banyak orang memilih bersahabat dengan dunia ini dan menjadi musuh Allah. Mereka lupa bahwa dampak dosa sangat mengerikan,
Sebab upah dosa ialah maut;Roma 6:23
Kehidupan orang fasik itu akan berujung kepada maut, tapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya." 1 Yohanes 2:17
Mana yang kita pilih? Memilih kesenangan dunia tapi berujung maut atau kita bertekad untuk meninggalkan dosa seperti Musa?




Renungan Harian👼Sabtu,19 September 2026MEMAHAMI CARA TUHAN BEKERJAYesaya 55:8 "Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, ...
19/09/2026

Renungan Harian👼
Sabtu,19 September 2026

MEMAHAMI CARA TUHAN BEKERJA

Yesaya 55:8 "Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN."
Situasi dan kondisi sekitar kita seringkali membentuk sikap hati dan pikiran kita, bahkan turut menentukan besar kecilnya iman kita kepada Tuhan.
Mengapa?
Karena dengan melihat, ukuran yang kita pakai adalah sudut pandang manusia, sehingga pancaindera kita yang berbicara: ia mengendalikan s**acita kita, mengendalikan ketenangan kita, mengendalikan damai sejahtera kita, mengendalikan semangat dan motivasi kita.
Akhirnya banyak orang Kristen menjalani hidupnya dengan letih lesu, keluh-kesah, persungutan, muram dan penuh omelan
"Orang bahagia bukanlah orang pada lingkungan tertentu, melainkan pada sikap-sikap tertentu."

Ketika menderita sakit parah kita menyerah dan putus asa; ketika rumah tangga goncang, hubungan suami-isteri tidak harmonis, secepat kilat kita memutuskan bercerai; ketika ekonomi sulit dan mengalami krisis kita pun berusaha mencari pertolongan kepada dunia, tidak peduli jalan itu sesat.
Rasul Paulus mengingatkan seharusnya kita hidup karena percaya, bukan karena melihat
2 Korintus 5:7
Selama fokus kita kepada apa yang terlihat oleh mata, maka kita akan menjalani hari-hari dengan penuh ketakutan, kekuatiran dan kecemasan.
Ayub berkata,yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku. Aku tidak mendapat ketenangan dan ketenteraman; aku tidak mendapat istirahat, tetapi kegelisahanlah yang timbul."_Ayub 3:25-26

Namun jika kita hidup karena percaya, maka kita akan memahami cara Tuhan bekerja. Dan cara Tuhan itu selalu heran dan ajaib."Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN?"
Kejadian 18:14a
Semakin kita memahami cara Tuhan bekerja, semakin kita berjalan dalam iman dan memiliki penyerahan diri penuh kepada-Nya.
Dengan iman kita beroleh kemampuan Ilahi untuk melihat apa yang tidak sanggup dilihat oleh mata jasmani. Hal itu menjadikan kita tetap sabar dan terus bertekun menantikan-nantikan Tuhan.

”Tuhan selalu punya cara untuk menolong kita, karena itu jangan batasi dengan logika kita!

Renungkanlah Firman Tuhan setiap hari,agar hidup ini senantiasa dipimipin oleh tuntutan penyertaan Tuhan📖

TUHAN YESUS Memberkati 👼




18/09/2026

Ketika dunia terasa tidak aman, kepada siapa kita harus berlindung? Hanya Yesus yang menjadi Pelindung kita yang sejati.
Ada saatnya kita merasa takut, lemah dan tidak tahu harus mengandalkan siapa. Manusia bisa mengecewakan, keadaan bisa berubah dan apa yang kita miliki tidak selalu mampu menjamin keamanan hidup kita. Tetapi satu hal yang pasti bahwa Yesus tidak pernah meninggalkan kita.
Ketika kita menjadikan-Nya tempat perlindungan, hati kita belajar untuk tetap tenang sekalipun menghadapi badai kehidupan.
Biarlah kita tidak hanya mengandalkan kekuatan sendiri. Serahkan setiap kekhawatiran, pergumulan dan perjalanan hidup kita ke dalam tangan Tuhan.
Hanya Yesus Pelindung yang sejati. Tetap percaya, tetap berdoa dan tetap berjalan bersama-Nya




18/09/2026
18/09/2026

Berserah dan percayalah kepada Tuhan, dan biarkan Dia yang menuntun langkah hidupmu, dan apa saja yang benar-benar kamu butuhkan Dia pun selalu setia mencukupkannya bagimu.




18/09/2026

Jangan sampai kita punya waktu untuk banyak hal, tetapi tidak punya waktu untuk Tuhan yang memberikan kita kehidupan.
Ibadah bukan sekadar kewajiban yang harus diselesaikan. Kita datang kepada Tuhan untuk menyembah, mendengar firman-Nya, dan mengingat kembali siapa yang menjadi pusat hidup kita. “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” - Matius 6:33




Address

Jakarta

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Renungan Harian posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share