GPdI Antiokhia Tebet

GPdI Antiokhia Tebet GPdI Antiokhia

*G.I.A.T**(GEMA INJIL ANTIOKHIA TEBET)**RABU, 23 JUNI 2021**AMSAL 24:14* *Ketahuilah, demikian hikmat untuk jiwamu: Jika...
23/06/2021

*G.I.A.T*
*(GEMA INJIL ANTIOKHIA TEBET)*

*RABU, 23 JUNI 2021*

*AMSAL 24:14*
*Ketahuilah, demikian hikmat untuk jiwamu: Jika engkau mendapatnya, maka ada masa depan, dan harapanmu tidak akan hilang.*

*MENCARI HIKMAT*

Hikmat secara sederhana dapat dipahami sebagai pengertian, kebijakan atau bijaksana. Hikmat yang benar akan memberikan kepuasan bagi jiwa manusia. Hikmat yang benar tentulah berasal dari Allah dan firmanNya. Karena Allah yang menciptakan, maka tentu Dia mengerti secara persis bagaimana caranya memuaskan jiwa dan roh manusia. Allah menyediakan segala kepuasan bagi jiwa dan roh manusia yang mau mencari dan dekat padaNya.

Iblis memahami hal ini, itulah sebabnya dia meniru cara kerja Allah. Jika Allah menyediakan yang benar, maka iblis memberikan yang palsu dan kosong. Sehingga jiwa manusia yang terjebak olehnya menjadi semakin dahaga dan selalu mencari pelampiasan. Itulah sebabnya jangan pernah bermain-main dengan iblis dan segala pengaruhnya. Anak-anakNya harus mencari dan mendapatkan hikmat yang benar dari Allah.

Masa depan dalam kalimat ini diartikan sebagai upah. Orang yang senang untuk mencari hikmat Allah pasti akan mendapatkan upahnya. Karena Allah sumber kebenaran, maka orang yang mencariNya pasti akan mendapatkan upahnya yaitu kebenaran yang sejati. Kebenaran dari Allah memberikan kepastian harapan dan terang yang menuntun para pemiliknya untuk dapat berjalan sesuai dengan kehendakNya. Sekalipun dunia ini gelap adanya, tetapi orang-orang yang mengandalkan Allah mampu berjalan karena terangNya yang bekerja untuk menerangi.

Imanuel,
Tuhan Yesus memberkati kita semua.


*G.I.A.T**(GEMA INJIL ANTIOKHIA TEBET)**YOHANES 7:38**Barangsiapa percaya  kepada-Ku, seperti yang dikatakan  oleh Kitab...
22/06/2021

*G.I.A.T*
*(GEMA INJIL ANTIOKHIA TEBET)*

*YOHANES 7:38*
*Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup*

*PERCAYALAH HANYA KEPADA-NYA*

Kita pasti memiliki teman, sahabat atau anggota keluarga yang dapat kita percayai sehingga kita dapat dengan leluasa bercerita tentang segala hal baik yang bersifat pribadi maupun secara umum. Kita akan bercerita dengan mereka tanpa memikirkan sesuatu yang buruk akan terjadi karena kita percaya mereka akan menjaga rahasia pembicaraan tersebut dengan baik. Tetapi toh sekalipun mereka dapat dipercaya tetapi kita tidak bisa mempercayakan setiap masalah kita sepenuhnya kepada manusia.

Hanya kepada Tuhan sajalah kita dapat mempercayakan hidup kita sepenuhnya. Mengapa? Sebab IA adalah Allah yang tidak pernah ingkar janji, bahkan setiap perkataan dan janjiNya pasti digenapi sesuai dengan kehendak dan waktuNya. Inilah yang harus kita miliki dalam hidup kita yaitu percaya kepadaNya dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan kita. Percayalah bahwa setiap perkataanNya adalah kebenaran yang memberikan kita kehidupan.

Jangan ragu dengan kesetiaan-Nya, kekuatan-Nya, kuasa-Nya dan kasih-Nya. Percaya dan tekun melakukan kehendakNya maka kita akan memiliki hidup yang penuh dengan pengharapan, damai sejahtera dan sukacita. Hal-hal inilah yang akan dirasakan oleh orang-orang disekeliling kita bahwa kita adalah benar orang-orang yang percaya kepada Tuhan yang hidup dan hal tersebut akan mengalir di dalam kehidupan kita yang dapat menjadi berkat bagi sekeliling kita. Percayalah hanya kepada-Nya!

Imanuel,
Tuhan Yesus memberkati kita semua.


G.I.A.T(GEMA INJIL ANTIOKHIA TEBET)SELASA, 15 JUNI 2021MARKUS 5:36"Jangan takut, percaya saja”JANGAN TAKUT, PERCAYA SAJA...
17/06/2021

G.I.A.T
(GEMA INJIL ANTIOKHIA TEBET)

SELASA, 15 JUNI 2021

MARKUS 5:36
"Jangan takut, percaya saja”

JANGAN TAKUT, PERCAYA SAJA

Percaya memang bukanlah lawan kata dari kata takut. Dalam pandangan umum, lawannya takut biasanya adalah berani. Tetapi Alkitab memberikan sebuah pelajaran penting bagi anak-anakNya. Sesungguhnya perasaan takut dapat muncul ketika Tuhan tidak hadir dan menyertai kehidupan kita. Kapankah Allah tidak hadir dalam hidup? Jawabannya adalah tatkala kita tidak percaya sepenuhnya kepada Dia. Ketika kita meragukan akan segala kebaikan dan kuasaNya.

Memang bukanlah hal yang mudah untuk percaya sepenuhnya, karena Allah tidak terlihat, sementara kecenderungan mata manusia selalu terpaku kepada realita yang sedang terjadi dan terlihat oleh mata. Sedangkan iman melihat jauh ke depan dibalik semua yang terlihat dan percaya penuh bahwa Tuhan ada dan mempersiapkan segala hal yang baik di depan sekalipun harus melewati ketidakbaikan pada saat ini. Iman selalu percaya bahwa Tuhan merancang segala sesuatunya untuk kebaikan kita.

Jika segala sesuatunya harus dilatih untuk menjadi kuat, demikian p**a dengan iman. Kedekatan dengan Tuhan menjadi mutlak bagi orang percaya. Dunia tidak dapat menghilangkan rasa takut, malah sebaliknya ia menghadirkan berbagai ketakutan. Hanya Tuhan sajalah yang dapat melenyapkan rasa takut. Ia menghilangkan rasa takut dengan menanamkan benih iman dan memberikan pertumbuhan dan perawatan sehingga menghasilkan buah-buah yang lebat dalam hidup kita. Hari ini, besok dan seterusnya jangan takut, percaya saja.

Imanuel,
Tuhan Yesus memberkati kita semua.


G.I.A.T(GEMA INJIL ANTIOKHIA TEBET)SENIN, 14 JUNI 2021MAZMUR 73:26Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung bat...
14/06/2021

G.I.A.T
(GEMA INJIL ANTIOKHIA TEBET)

SENIN, 14 JUNI 2021

MAZMUR 73:26
Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.

TETAP ALLAH SELAMANYA

Salah satu pergumulan hebat yang kerap membuat anak Tuhan gagal adalah ketika mencoba membandingkan dirinya dengan orang lain. Yang menambah peliknya lagi, ketika membandingkannya dengan keberadaan orang fasik, terhadap mereka yang tidak peduli tentang hubungannya dengan Tuhan. Apalagi jika anak Tuhan itu adalah seorang yang aktif beribadah, giat dalam berkorban serta melayani sesama. Memang tidak mudah dalam menyikapi hal ini.

Sesungguhnya, jawabannya adalah kembali kepada hubungan yang benar dengan Tuhan. Seorang anak Tuhan yang memiliki hubungan yang benar dengan Bapa, pasti percaya akan segala sesuatu yang dikerjakanNya adalah baik dan benar. Tidak pernah Dia merancang sebuah kecelakaan atau sesuatu yang bersifat tidak benar. Orang yang percaya sungguh dapat melihat dengan kacamata iman, bahwa segala sesuatunya tidaklah diukur dengan hal-hal yang bersifat lahiriah belaka.

Anak Tuhan yang sejati pastilah mengasihi Dia melebihi segala sesuatunya. Dalam totalitas bentuk kasihnya, ia rela kehilangan segalanya, bahkan daging dan hatinya asalkan Tuhan tetap menjadi bagiannya untuk selama-lamanya. Di tengah kondisi dunia seperti ini, dimana orang berlomba untuk mengejar hal-hal yang bersifat materi dan duniawi, anak-anak Tuhan tampil dengan sikap yang berbeda. Mengasihi Allah melebihi dari segala sesuatunya, karena kita tahu Dia telah terlebih dahulu mengasihi kita. Sekalipun segala sesuatunya hilang, habis dan lenyap, bagian kita tetaplah Allah selama-lamanya.

Imanuel,
Tuhan Yesus memberkati kita semua.


G.I.A.T(GEMA INJIL ANTIOKHIA TEBET)JUMAT, 11 JUNI 2021ROMA 4:24,25Kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesu...
11/06/2021

G.I.A.T
(GEMA INJIL ANTIOKHIA TEBET)

JUMAT, 11 JUNI 2021

ROMA 4:24,25
Kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.

PEMBENARAN ALLAH

Kematian dan kebangkitan Yesus adalah dasar dari iman kita. Sebagai orang–orang yang telah menyerahkan hidupnya pada Allah hendaknya kita melihat bahwa pelanggaran ‘kita’-lah yang membuat Kristus diserahkan ke tangan orang–orang berdosa untuk disalibkan sebagai sebuah rencana Allah yang sempurna bagi keselamatan kita. Dan ketika Allah membangkitkan Kristus dari antara orang mati menjadi sesuatu yang penting sebagai sebuah pernyataan agar kita dinyatakan “benar”. Jadi karena kasih karunia Allah-lah pembenaran bagi keselamatan umat manusia terjadi.

Kebangkitan Kristus bukan hanya membuktikan kemenangan-Nya atas kematian tetapi juga untuk memberikan kesaksian bahwa Dia telah menyelesaikan tugas penebusan yang dipercayakan Allah kepada-Nya. Bahwa kita orang berdosa dibenarkan tanpa Allah melanggar hukum-Nya sendiri atau bertentangan dengan sifat-Nya sendiri. Pembenaran tidak ada tanpa hidup, kehadiran, dan kasih karunia Yesus Kristus yang bekerja di dalam hidup kita. Oleh karena itu kita manusia harus mati atas kehidupan lamanya dan bangkit dalam manusia yang baru.

“Percaya” adalah kunci. Sehingga seharusnya kita menyadari betapa berharganya iman dan mari meresponinya dengan praktek hidup melakukan buah-buah Roh dalam kehidupan kita sehari-hari. Seseorang yang memahami bahwa ia dibenarkan oleh iman akan semakin rendah hati dan mengerti bahwa tidak ada yang perlu disombongkan dalam kehidupan ini sebab semuanya adalah hanya karena kasih karunia Allah. Haleluya!

Imanuel,
Tuhan Yesus memberkati kita semua.


G.I.A.T(GEMA INJIL ANTIOKHIA TEBET)RABU, 9 JUNI 2021FILIPI 3:14Dan berlari – lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah,...
09/06/2021

G.I.A.T
(GEMA INJIL ANTIOKHIA TEBET)

RABU, 9 JUNI 2021

FILIPI 3:14
Dan berlari – lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

BERJUANG SAMPAI AKHIR

Berlari berarti melakukan sesuatu dengan tenaga yang lebih besar dari sekedar berjalan. Hidup harus mempunyai tujuan. Tuhan mau supaya kita tidak hanya berdiam diri saja, tetapi bergerak dan terus bergerak maju mengembangkan semua talenta yang sudah Dia berikan kepada kita. Demikianlah arti dari berlari untuk suatu tujuan hidup. Lalu apakah kita sudah memiliki tujuan hidup yang sesuai dengan kehendak Allah? Tujuan hidup kita sesungguhnya adalah menjadi semakin serupa dengan Yesus.

Ketika kita tidak mengerti apa arti dan tujuan hidup yang kita jalani maka kita pun tidak akan pernah tau kemana kita harus melangkah dan berlari. Arah dan tujuan yang benar adalah sesuatu yang penting agar kita bisa mencapai hasil akhir yang nyata dan sesuai. Tanpa tujuan hidup mungkin kita tetap bisa melakukan banyak hal, tetapi tidak akan ada satu pun yang akan terselesaikan dengan baik.

Ketika mata kita hanya tertuju dan terarah pada fokus yang benar yaitu janji Allah di dalam Kristus bagi kita, maka kekuatan yang baru senantiasa akan Dia berikan supaya kita mampu berlari melewati segala rintangan yang menghadang jalan kita. Bahkan Ia sanggup untuk membuat jalan yang baru agar kita sampai pada tujuan kita yang mulia di dalam Dia. Bagi Dia tidak ada yang mustahil! Setiap jerih payah kita mencapai tujuan yang benar dan sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan tidak akan sia-sia. Tuhan akan perhitungkannya!. Kita tidak berlomba untuk meraih hadiah duniawi, tetapi upah yang utama adalah menikmati Dia selamanya.

Imanuel,
Tuhan Yesus memberkati kita semua.


G.I.A.T(GEMA INJIL ANTIOKHIA TEBET)2 KORINTUS 9:8Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya ...
07/06/2021

G.I.A.T
(GEMA INJIL ANTIOKHIA TEBET)

2 KORINTUS 9:8
Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.

BERLIMPAH DENGAN KEBAIKAN

Setiap anak pada umumnya pasti memiliki keinginan untuk memiliki sesuatu, baik berupa mainan, makanan atau hal yang lainnya, tetapi tidak semua orang tua sanggup untuk memberikannya. Salah satu alasannya adalah tidak mampu untuk membelinya. Hal ini terkadang membuat sang anak menjadi kecewa kepada orangtua mereka karena keinginannya tidak terpenuhi. Berbeda dengan Bapa kita yang di Sorga yang memiliki segala sesuatu, Ia sanggup dan hendak melimpahkannya kepada kita.

Bapa di dunia cenderung memberikan apa yang diinginkan sang anak pada saat itu, tetapi Bapa di Sorga memberikan apa yang diperlukan sang anak bukan hanya untuk saat itu saja tetapi juga untuk kehidupan yang kekal. Ia yang memberikan segalanya untuk anak-anakNya, bahkan Ia memberikan yang terbaik yaitu anakNya yang tunggal sebagai bentuk kasihNya kepada kita agar hidup kita melimpah dengan sukacita dan damai sejahtera.

Apa yang diberikan oleh Allah adalah sesuatu yang baik menurut pandanganNya, bukan menurut kehendak kita. Oleh sebab itu penting bagi kita untuk menyelaraskan pikiran dan hati kita denganNya. Dengan menjaga hidup kita menurut kehendakNya, maka kita akan memiliki pandangan yang sama denganNya sehingga ketika kita meminta apa saja maka IA akan memberikannya kepada kita. Jangan ragu untuk hidup menurut FirmanNya, sebab Ia adalah Bapa yang sanggup melimpahkan segala yang baik dalam hidup kita.

Imanuel,
Tuhan Yesus memberkati kita semua.


G.I.A.T(GEMA INJIL ANTIOKHIA TEBET)MINGGU, 6 JUNI 20211 TAWARIKH 16:24Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa...
06/06/2021

G.I.A.T
(GEMA INJIL ANTIOKHIA TEBET)

MINGGU, 6 JUNI 2021

1 TAWARIKH 16:24
Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di antara segala suku bangsa.

CERITAKAN PERBUATAN-NYA

Kita sebagai umatNya percaya tentang semua pekerjaan yang dilakukan Allah adalah sempurna dari awal sampai akhirnya. Namun terkadang rencana dan pekerjaan Allah yang indah menjadi musnah karena aspek lingkungan dan kesalahan diri kita sendiri. Sehingga tidak sedikit iman anak-anakNya menjadi goyah bahkan gugur karena keadaan dan situasi. Dengan demikian rencana Allah yang sempurna itu, tidak dapat berjalan dengan baik dalam hidup kita.

Namun demikian Allah tetap setia, sekalipun manusia gagal dan tidak setia. Ia selalu mengingat akan janji-janjiNya yang telah diucapkan dahulu kala. PerjanjianNya melintasi berbagai generasi bahkan menjadi sebuah ketetapan akan perjanjian yang kekal. Sehingga semua lapisan generasi manusia dapat mengecap betapa baiknya Allah kepada manusia. Sudah menjadi sebuah keharusan bagi kita sebagai orang percaya untuk menceritakan tentang kemuliaan dan perbuatan-perbuatanNya yang ajaib.

Dunia yang berada di era komunikasi digital seperti ini, harusnya membuat diri kita juga semakin mudah untuk memberikan kesaksian tentang kebaikan Tuhan. Sosial media atau berbagai sarana apapun dapat kita pergunakan sebaik-baiknya untuk kemuliaan nama Tuhan. Melalui sikap dan tindakan hidup, serta integritas yang nyata kemuliaan Allah dapat disaksikan. Mulailah dengan hal yang kecil dan sederhana, sampai kita terlatih dan terbiasa untuk memuliakan nama Tuhan dalam setiap langkah dan gerak kita.

Imanuel,
Tuhan Yesus memberkati kita semua.

G.I.A.T(GEMA INJIL ANTIOKHIA TEBET)JUMAT, 4 JUNI 2021MAZMUR 86:11Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hi...
04/06/2021

G.I.A.T
(GEMA INJIL ANTIOKHIA TEBET)
JUMAT, 4 JUNI 2021

MAZMUR 86:11
Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu.

BULATKANLAH HATIKU

Ada peribahasa terkenal yang mengatakan “malu bertanya sesat di jalan.” Artinya tentulah bernada baik. Apabila kita menuju ke tempat yang belum kita kenal dan ketahui, sebaiknya bertanya kepada penduduk setempat atau orang lain yang lebih mengenalnya, supaya kita tidak tersesat. Karena jika hanya mengandalkan ingatan tentunya akan mudah lupa. Zaman now menjadi lebih mudah karena memang ada aplikasi penunjuk arah, sehingga arah pertanyaan kita biasanya kepada perangkat beserta aplikasinya.

Demikianlah bayangan kehidupan anak-anak Tuhan. Setiap waktu dan kesempatan merupakan sesuatu yang baru, yang kita tidak dapat memahami apa yang akan terjadi beberapa saat ke depan. Itulah sebabnya dalam setiap langkah dan perencanaan, kita harus bertanya kepada Tuhan, yang memang mengetahui segala-galanya. Tanpa Tuhan kita akan tersesat, tanpa terang firmanNya setiap jalan kita hanya diwarnai dengan kegelapan tanpa kebenaran.

Adalah penting untuk memohon kepada Tuhan untuk setiap saat membulatkan hati kita. Kata membulatkan disini tidak ada hubungannya dengan bentuk, melainkan sebuah sikap hati yang utuh tanpa keraguan sedikitpun terhadap Tuhan dan segala perbuatanNya. Kita memang tidak dapat melihat jalan hidup kita di depan, tetapi kita dapat mempercayakan hidup ini untuk dipimpin oleh Tuhan yang maha mengetahui. Dia pasti akan membawa kita kepada segala kebenaranNya, disana kita dapat menikmati kebaikan dan kemurahan Allah yang melimpah.

Imanuel,
Tuhan Yesus memberkati kita semua.

G.I.A.T(GEMA INJIL ANTIOKHIA TEBET)KAMIS, 3 JUNI 2021ROMA 14:17Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman,  ...
03/06/2021

G.I.A.T
(GEMA INJIL ANTIOKHIA TEBET)

KAMIS, 3 JUNI 2021

ROMA 14:17
Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

HARTA YANG BERHARGA

Bicara Kerajaan Allah, Alkitab sudah jelas mengatakan, bukanlah tentang hal-hal duniawi seperti makanan dan minuman. Yesus mengumpamakan hal Kerajaan Sorga seperti harta yang terpendam, mutiara yang indah dimana seseorang akan melakukan segala sesuatunya bahkan rela untuk menjual segala yang dimilikinya dengan tujuan untuk memiliki harta atau mutiara tersebut. Kerajaan Allah itu memiliki nilai yang sangat berharga bagi setiap orang yang mencari dan menemukannya.

Oleh anugrahNya yang luar biasa kita boleh menjadi ahli waris dari Kerajaan Allah sejak kita percaya dan menerima Kristus serta hidup baru di dalamNya. Itu artinya kita menjadi warga kerajaanNya. Dengan demikian perilaku kita juga harus menunjukan, benar adanya sebagai anak Raja yang memang layak untuk tetap tinggal di dalamnya. Kita tidak lagi hidup dalam kehendak dan kemauan diri yang penuh dengan keegoisan, tetapi hidup dalam kebenaran kehendakNya.

Tentu saja hanya orang-orang yang hidupnya dipimpin oleh Roh Kudus yang akan mampu berada dalam kebenaran seperti yang Allah mau. Ketika Kebenaran itu menguasai kita maka damai sejahtera dan sukacita itu sudah pasti akan memenuhi hati kita selalu. Sebab dimana ada kebenaran disitu ada damai sejahtera. Jadi jangan pernah lelah untuk melakukan kebenaran kehendak Allah karena kita adalah warga kerajaanNya. Itulah juga yang menjadi harta yang teramat berharga bagi kita sebagai milikNya.

Imanuel,
Tuhan Yesus memberkati kita semua.

G.I.A.T(GEMA INJIL ANTIOKHIA TEBET)SELASA, 1 JUNI 2021YAKOBUS 1:22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan...
01/06/2021

G.I.A.T
(GEMA INJIL ANTIOKHIA TEBET)

SELASA, 1 JUNI 2021

YAKOBUS 1:22
Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja

MENJADI PELAKU FIRMAN

Mungkin dari sejak kecil, sering sekali terlintas dalam benak kita untuk selalu mengingat semua pesan, didikan dan ajaran yang disampaikan oleh orang tua. Semua ajaran itu disampaikan dengan tujuan supaya anaknya kelak nanti menjadi anak yang dapat dibanggakan dan berdiri mapan dalam kebenaran. Ketika mengalami kesalahan, ganjaran juga didapat. Harapannya adalah supaya ada efek jera dan tidak lagi mengulang kembali kesalahan yang sama.

Bagi orang percaya Tuhan digambarkan sebagai seorang Bapa yang penuh dengan kuasa dan kasih. Dia Bapa yang mengajar dan mendidik anak-anakNya. PengajaranNya sudah disampaikan sejak awal nenek moyang manusia ada, dahulu sampai sekarang. Oleh karunia Tuhan, firmanNya kini telah dibukukan, bahkan sekarang telah ada dalam format digital yang dapat kita akses setiap saat dan waktu. Permasalahannya adalah sudahkan kita membaca, mendengar dan mencoba untuk terus memahaminya, bahkan melakukannya?

Jika kita mengasihi Bapa yang telah terlebih dahulu mengasihi anak-anakNya, maka setiap perkataanNya akan menjadi kesukaan dan selalu disimpan dalam relung hati kita yang paling dalam. Tidak berhenti disitu, setiap firmanNya juga akan menjadi hembusan nafas hidup yang akan menggerakan langkah kehidupan kita. Tutur kata dan perbuatan akan berlandaskan kebenaran firman Tuhan. Mendengar firman adalah baik, tetapi melakukan firman itulah yang dikehendaki oleh Tuhan.

Imanuel,
Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Address

Jakarta
12810

Opening Hours

08:00 - 19:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GPdI Antiokhia Tebet posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to GPdI Antiokhia Tebet:

Share