03/12/2016
Tuhan Memimpin Kita kepada Kepercayaan Sempurna
Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN. Maleakhi 3:3
*Melalui percobaan Tuhan memimpin anak-anak-Nya untuk kepercayaan yang sempurna.* "Dalam dunia kamu menderita penganiayaan," Kristus berkata; "Tapi di dalam Aku kamu akan memiliki kedamaian." Dengan melalui banyak kesusahanlah, maka kita masuk ke dalam Kerajaan Tuhan. . . .
*Tidak ada salib, tidak ada mahkota. Bagaimana bisa kita menjadi kuat di dalam Tuhan tanpa percobaan? Untuk memiliki kekuatan fisik, kita harus olah raga. Untuk memiliki iman yang kuat, kita harus ditempatkan dalam keadaan di mana iman kita akan diuji.* _Setiap godaan yang ditolak, setiap percobaan yang ditanggung dengan berani, memberi kita pengalaman baru, dan memajukan kita dalam pekerjaan membangun karakter._ Juruselamat kita dicobai dengan segala cara, namun Dia menang dalam Tuhan terus-menerus. *Adalah kehormatan bagi kita dalam semua keadaan menjadi kuat dalam kekuatan Tuhan, dan bermegah dalam salib Kristus.*
*Melalui penderitaan, Tuhan mengungkapkan kepada kita noda-noda celaka dalam karakter kita, supaya dengan kasih karunia-Nya kita dapat menaklukkan kesalahan-kesalahan kita.* _Babak-babak yang tidak diketahui mengenai diri kita sendiri terbuka bagi kita, dan ketika ujian itu datang, apakah kita akan menerima teguran dan nasihat Tuhan._ *Ketika dibawa ke dalam percobaan, kita tidak harus resah dan khawatir. Kita tidak seharusnya memberontak, atau mengkhawatirkan diri kita dari tangan Kristus. Kita harus merendahkan hati dan jiwa kita di hadapan Tuhan.*
_Cara-cara Tuhan tidak jelas bagi mereka yang rindu untuk melihat dalam terang yang menyenangkan dirinya sendiri._ *Cara-cara Tuhan tampak gelap dan tidak bersuka cita bagi sifat alami alami manusia kita. Tapi cara-cara Tuhan adalah cara-cara belas kasihan dan ujungnya adalah keselamatan.*
Elia tidak tahu apa yang sedang dia lakukan ketika di padang gurun ia berkata bahwa ia sudah lelah untuk hidup, dan berdoa bahwa ia akan mati. Tuhan dalam rahmat-Nya tidak memenuhi permintaan Elia dengan firman-Nya. Ada pekerjaan besar yang Elia harus lakukan; dan ketika pekerjaannya selesai dilakukan, ia tidak binasa dalam kekecewaan dan kesendirian di padang gurun. Bukan bagian Elia turun ke dalam debu tanah, namun naik dalam kemuliaan, dengan konvoi kereta surgawi ke tahta yang tinggi. . . .
*"Berbahagialah manusia yang dikoreksi Tuhan (Ayub 5:17)... Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat; Dia yang memukuli, tetapi yang tangan-Nya menyembuhkan p**a. " (Ayub 5:18)* . . . Untuk seseorang yang terluka, Yesus datang dengan pelayanan penyembuhan. Kehidupan yang berkabung, pedih, dan menderita dapat diterangi dengan mengungkapkan hadirat-Nya. yang berharga.--Signs of the Times, Feb. 5, 1902.
Reflecting Christ, Dec. 1st