30/05/2026
31 MEI
Bacaan Harian Bersama John Main
Orang sering bertanya ”Seperti apa pengalaman doa itu?” Maksud pertanyaan mereka sebenarnya, ”Apa yang terjadi?” Dalam keheningan – damai. Dalam keheningan – hadir. Dan keheningan ini semakin lama semakin dalam. Jalan menuju keheningan memerlukan kesabaran dan kesetiaan. Dalam tradisi meditasi, kita belajar mengucapkan mantra kita dengan penuh kesabaran dan kesetiaan. Seperti yang dikatakan oleh Yohanes Kasianus, mantra mengandung semua pikiran otak manusia dan semua perasaan hati manusia. Kata yang singkat itu menghantar dan membawa kita pada keheningan dengan daya cipta. Berapa lama kita dapat mencapainya itu tidak perlu kita risaukan. Bagi Tuhan seribu tahun sama dengan satu hari. ”Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari” (2 Ptr 3:8). Yang penting adalah kita berada di jalan itu dan ini berarti kesederhanaan dari meditasi harian kita, setiap pagi dan setiap petang.
Kehebatan jalan ini dapat disimak dari surat St. Paulus ke umat di Roma:
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menas i hat kan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (Rm 12: 1-2)
Moment of Christ