16/03/2026
Anak Ini Memang Istimewa
Dalam banyak kesempatan, saya melihatnya langsung. Rumahnya berjarak sekitar 250 meter dari masjid, setiap 5 waktu dia pergi ke masjid dengan berjalan kaki, termasuk shubuh. Dia selalu berjalan kaki ke masjid dan sendirian, menembus gelapnya waktu menjelang fajar.
Dia juga rajin belajar tahsin, belajar membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar di LBQ (Lembaga Bimbingan Qur'an) Masjid Al-Muhajirin. Tingkat kehadirannya tinggi, saya tanya ke guru ngajinya, perkembangannya bagus dan disiplin.
Saya juga mendengar, di sekolahnya cukup berprestasi, dia kelas 6 SD. Pernah menjuarai OSN, Olimpiade Sains Nasional. Sehingga direkomendasikan untuk melanjutkan ke salah satu pesantren dengan beasiswa.
Malam ini, dan di malam-malam sebelumnya, saya melihatnya selalu ber-i'tikaf di 10 hari terakhir Ramadhan. Dia berjalan sendirian menuju masjid, sekitar jam 10 malam. Sesampainya di masjid, dia menyiapkan perbekalan yang dibawa, tas pakaian, mushaf dan bekal i'tikaf lainnya. Lalu dia ambil dudukan mushaf, dan duduk sambil membaca Qur'an, saya amati sudah hampir 30 menit berlalu, dia masih membaca Qur'an. Kadang kalau capek dia rebahan sebentar, lalu duduk lagi melanjutkan tilawahnya. Seringnya di posisi sebelah kiri masjid.
Istimewa, sekali lagi istimewa. Di usianya yang masih SD kelas 6, kemandiriannya sangat bagus. Ikatan hatinya dengan masjid juga kuat. Entah bagaimana orangtuanya mendidiknya.
Tetap istiqomah ya nak, kelak dunia ini akan semakin penuh tantangan. Engkaulah yang akan mengemban amanah membangun peradaban, dan mulailah semua itu dari masjid !
Malam ke-27 Ramadhan 1447H
Masjid Al-Muhajirin PGP