Oikos Ekklesia - OKE

Oikos Ekklesia - OKE Berbagi info tentang Persekutuan Oikos Ekklesia (OKE) & Memberkati jemaat melalui Renungan setiap hari.

23/09/2024

Hanya SETAN yang melarang manusia beribadah kepada TUHAN

https://www.youtube.com/watch?v=VqBc2t-0Ok0
27/11/2015

https://www.youtube.com/watch?v=VqBc2t-0Ok0

Gereja Kemah Abraham @ Grand ITC Permata Hijau Lantai 7. Jakarta Selatan. 021 53664213 Ibadah Minggu Pukul 09.30 WIB @ Jln. Boulevard Raya DG 1 A, Kelapa Gad...

06/10/2015

DOA TERPENDEK DI DUNIA

Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “TUHAN, tolonglah aku!” (Matius 14:30)

TUHAN kita bukan TUHAN yang ribet dan yang perlu didatangi dengan segala macam kejelimetan atau dengan segala bentuk tata krama formal. Jika saja TUHAN menerapkan segala bentuk peraturan dan tata krama dalam berhubungan dengan manusia, maka Petrus sudah pasti mati tenggelam dengan muka membiru dan perut kembung.

Banyak dari kita menempatkan TUHAN sebagai yang tak terjangkau dan yang sulit didekati, padahal TUHAN telah menurunkan Yesus sebagai perantara kita yang berasal dari TUHAN itu sendiri. Sebagai manusia, Yesus paham sekali karakter, cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan manusia termasuk juga bahasa-bahasa gaul yang digunakan. Kita tidak harus bicara dalam bahasa Kromo Inggil dengan TUHAN. TUHAN bahkan sudah mengerti apa yang kita inginkan dan butuhkan sebelum kita memulai doa kita.

Beberapa orang bahkan berpikir sistematika dalam satu rangkaian doa, yang lain memikirkan tentang keindahan kata-kata yang terangkai bagai satu puisi. Ada juga yang berdoa begitu detail menyebutkan sesuatu yang diinginkan dalam kehidupannya. Semua itu tidaklah salah karena hal itu hanyalah menyangkut suatu gaya. Akan tetapi sesungguhnya TUHAN hanya ingin melihat dan mendengar kerendahan hati kita, keterbukaan kita, kejujuran kita dalam doa dan apa yang benar-benar yang kita butuhkan dalam hidup kita.

Jadi ingatlah jika kita sudah tidak bisa lagi menangis karena begitu beratnya penderitaan kita, jika kita tidak bisa lagi melangkah karena tidak ada lagi kekuatan pada kita, jika kita tidak bisa lagi berkata-kata karena begitu pahitnya kenyataan hidup yang kita jalani, kita tidak perlu memikirkan rangkaian kata dalam doa kita. Kita hanya perlu berteriak: “Yesus tolong”, maka ayat 31 adalah jawabannya: “SEGERA Yesus mengulurkan tanga-Nya”. Bukan nanti, bukan besok, bukan Yesus harus mengurus hal lain terlebih dahulu, tapi SEGERA, saat itu juga pertolongan itu datang.

Kavod Lekha, YHWH Elohenu, kavod lekha
Segala kemuliaan bagi-MU, YHWH TUHAN kami, kemuliaan bagi-MU!

02/10/2015

MENGHAMPIRI TUHAN MELALUI DOA

Bacaan: Kejadian 4 : 17-26
“…Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN” (Kejadian 4:26)

Menyembah TUHAN, yakni nama yang kudus, dapat diungkapkan dalam doa dan penyembahan. Doa juga erat hubungannya dengan persembahan korban (kej 13:14; 26:25 ; 28:20-22), sekalipun penggabungan ini muncul juga pada zaman-zaman yang kemudian. Persembahan dan doa dalam hubungannya dengan korban persembahan, memberi kesan adanya kesatuan antara kehendak manusia dan kehendak TUHAN, suatu penyerahan dan penaklukan diri manusia kepada TUHAN (sumber: ensiklopedi alkitab masa kini “ DOA” hal 249).

Doa adalah satu media untuk mendekatkan diri kita kepada TUHAN, sama halnya yang dilakukan oleh kebanyakan orang dalam cerita Alkitab, di mana doa dijadikan bagian dalam penyembahan atau juga media yang digunakan dalam berkomunikasi dengan TUHAN. Banyak petunjuk petunjuk yang diberikan TUHAN melalui doa, banyak pertolongan TUHAN melaui doa, banyak mujizat TUHAN terjadi melalui doa, ada negosiasi yang dilakukan dalam doa, meminta sesuatu kepada TUHAN melalui doa, dan banyak lagi hal yang bisa terjadi dan bisa dikaitkan dengan fungsi dan manfaat doa itu sendiri.

Belajar dari kebenaran Alkitab, mari kita meneladani dari contoh yang ada dalam Alkitab, di mana Berdoa dijadikan sebagai media dalam mendekatkan diri kepada TUHAN atau alat komunikasi kita kepada TUHAN. Melalui doa kita bisa menghampiri TUHAN, kita bisa merasakan kehadiran TUHAN, melalui doa kita memohon segala sesuatu kepada TUHAN. Jadikan doa sebagai gaya hidup dalam berkomunikasi dan media menaikkan pujian dan penyembahan kita kepada TUHAN, jadi pegangan hidup kita sebagai orang yang beriman dan percaya kepada TUHAN, dan DOA adalah sesuatu yang wajib ada, mustahil ditiadakan dan selalu ada dalam hidup kita, Amin.

Kavod Lekha, YHWH Elohenu, kavod lekha
Segala kemuliaan bagi-MU, YHWH TUHAN kami, kemuliaan bagi-MU!

30/09/2015

DI UJI UNTUK DIPULIHKAN

Bacaan: Yeremia 29:1-14
“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberi kamu hari depan yang penuh harapan”. (Yeremia 29:11)

Firman TUHAN yang disampaikan melalui nabi Yeremia ini merupakan suatu penghiburan sekaligus penegasan bagi orang-orang Israel yang berada di pembuangan. Tatkala orang Israel mengalami suatu goncangan batin dalam menjalani hari-hari mereka di negeri asing. Sebagai bangsa yang terpilih kini menjadi tawanan dan dibuang ke negeri penyembah berhala. Ini merupakan suatu tantangan yang paling berat dan sulit untuk diterima oleh bangsa Israel. Seolah-olah TUHAN telah meninggalkan mereka dan menghapus segala perjanjian kepada leluhur mereka.

Namun, melalui firman TUHAN kepada Yeremia, mengingatkan bangsa itu bahwa TUHAN masih ada bersama mereka. Pembuangan orang Israel ke Babilonia bukan karena TUHAN meninggalkan mereka. Tetapi TUHAN mempunyai rancangan baru yang menentukan masa depan bangsa Israel. Dan untuk menerima kembali masa depan yang penuh harapan itu, TUHAN menguji bangsa Israel. Sebab TUHAN menginginkan bangsa pilihannya tetap setia dan taat kepada-Nya.

Demikian juga kita pada masa sekarang. Sebagai anak-anak TUHAN tentu kita akan dibentuk dan diproses untuk menjadi yang terbaik. Kita mau diberkati oleh TUHAN, taraf kehidupan meningkat, tetapi kita tidak siap untuk menerima berkat itu. Karena berkat yang TUHAN berikan terkadang harus melalui ujian dan tantangan, yang ada kita sering lari dan menghindar dari ujian yang diizinkan TUHAN dalam hidup kita.

Betapa sayangnya apabila kita melewatkan rancangan yang terbaik ini dalam perjalanan hidup kita. Ada banyak orang yang belum mengetahui apa yang menjadi rencana TUHAN dalam hidup kita. Terkadang ketika masalah itu datang kepada kita, kita berkata kepada TUHAN, kenapa Engkau izinkan terjadi pada diriku, akibatnya semakin menjauh dari TUHAN. Tetapi jika kita mengetahui bahwa rancangan TUHAN baik adanya, maka hidup kita selalu diberkati. Sebab, rancangan TUHAN adalah rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberi kamu hari depan yang penuh harapan.

Kavod Lekha, YHWH Elohenu, kavod lekha
Segala kemuliaan bagi-MU, YHWH TUHAN kami, kemuliaan bagi-MU!

29/09/2015

PEMULIHAN BERASAL DARI PADA-NYA

“Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit.” (Yohanes 6:2)

Pastinya kita masih ingat tentang kisah Yesus yang memberikan makan lebih dari lima ribu orang ketika Ia berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias. Banyak orang yang mengikuti Dia untuk mendengarkan setiap ucapan yang keluar dari mulut-Nya. Salah satunya adalah ketika Yesus bersaksi tentang diri-Nya sendiri (Yoh.5:19). Kesaksian tentang diri-Nya tersebut bukan dalam hal membanggakan apa yang ada padanya, melainkan setiap ucapan yang keluar dari mulut Yesus berasal dari Bapa.

Saudaraku, kita sering bersaksi tentang diri sendiri. Baik di kalangan keluarga, tempat kerja, teman, bahkan di ibadah-ibadah keluarga. Ada yang bersaksi tentang penyertaan TUHAN yang sempurna. Ada juga yang bersaksi tentang pemulihan dari penyakit yang sudah lama diderita. Ada juga yang bersaksi tentang TUHAN melindungi keluarga. Semuanya bersaksi sesuai dengan yang dialami.

Kesaksian itu merupakan suatu tempat dimana kita dapat berbagi pengalaman rohani kepada orang lain, dalam arti menguatkan dan memberikan pengharapan penuh kepada orang yang mendengarkan kesaksian kita. Sehingga orang yang mendengarkan kesaksian kita bisa kembali pulih dan kembali berharap kepada TUHAN.

Saudaraku, masalah memang selalu ada. Tetapi bagaimana kita bisa keluar dari masalah, itu berkat campur tangan TUHAN. Sering kita beranggapan bahwa kita tak mampu menyelesaikan bahkan melewati masalah. Tetapi ketika bersama dengan-Nya, tiada yang mustahil bagi-Nya, Amin.

Kavod Lekha, YHWH Elohenu, kavod lekha
Segala kemuliaan bagi-MU, YHWH TUHAN kami, kemuliaan bagi-MU!

25/09/2015
09/01/2015

IMAN DAUD

Bacaan; 1 Sam. 17:20-37
P**a kata Daud : “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” (1Sam. 17:37a)

Pernahkah anda takut dalam menghadapi masalah atau tantangan? Apalagi masalah itu memang masalah yang sangat besar sehingga kita ragu akan bisa menghadapinya. Lazimnya memang orang akan sangat takut bahkan kalau perlu menghindari dari masalah atau tantangan yang tidak mampu untuk diatasi. Lain halnya dengan Daud dalam bacaan ini. Seolah-olah Daud ingin mencari masalah atau tantangan tersendiri yang tentunya akan membahayakan kehidupannya. Namun bukan di situ letak persoalannya, bagi Daud, perkataan Goliat yang mencemooh barisan Israel (ay. 23) serta sejarah iman Daud dalam hidup menggembalakan domba-domba ayahnya dan mendapat pertolongan TUHAN (ay. 34-36) membuat Daud berubah pikiran untuk melawan Goliat tersebut.

Masalah dan tantangan tidak akan pernah hilang dalam kehidupan manusia, bahkan akan selalu ada selama manusia hidup. Seringkali kita gentar dalam menghadapi masalah seperti barisan Israel dalam menghadapi Goliat, namun semakin ditakuti masalah itu akan semakin menjadi-jadi dan akan terus menghantui kehidupan kita. Ketakutan yang timbul dalam menghadapi masalah adalah buah dari pikiran yang mengendalikan diri kita bahwa masalah itu jauh lebih besar dan kuat dari kemampuan kita. Pikiran seperti ini yang harus diubah, karena tidak akan menyelesaikan persoalan.

Bagaimana anda harus menghadapinya? Belajarlah dengan Daud yang memiliki iman sedemikian teguh kalau TUHAN pasti akan menolong dia saat bergumul dengan masalahnya. Sejarah membuktikan bahwa TUHAN selalu hadir dalam setiap kehidupan manusia, bahkan tangan-Nya yang kuat itu siap menopang dan memimpin kita. Pikiran yang dikuasai oleh iman dan diperkaya dengan pengalaman iman dalam rangkaian keakraban dengan TUHAN akhirnya mampu mengalahkan persoalan dan tantangan yang ada, dan perlu diingat tantangan dibutuhkan untuk mendewasakan iman kita. Daud akhirnya keluar sebagai pemenang dalam tantangan ini dan sekaligus mengangkat dia menjadi raja Israel yang sangat terkenal. Anda siap menghadapi tantangan? Jangan takut, TUHAN bersama anda!!

Kavod Lekha, YHWH Elohenu, kavod lekha
Segala kemuliaan bagi-MU, YHWH TUHAN kami, kemuliaan bagi-MU!

08/01/2015

MOTIVASI YANG KUAT

Bacaan: Filipi 2:1-11
“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.” (Filipi 2:5)

Sebagai murid Kristus, kita mempunyai tugas dan tanggung jawab seperti Kristus sang guru. Pola pikir kita harus berubah sesuai teladan yang telah diberikan Kristus kepada kita. Untuk merubah pola pikir perlu sekali kita membaca dan memahami Firman, dan tidak sampai di situ saja tetapi juga untuk memperbaiki pola pikir kita, dan selanjutnya mengubah kehidupan kita.Seluruh Alkitab berpusat kepada karya Kristus, maka kehidupan Kristus dan ajaran-Nya merupakan landasan bagi orang percaya dalam kehidupan hari lepas hari.

Rasul Paulus menitikberatkan bagaimana Yesus meninggalkan kemuliaan yang tiada taranya di sorga dan mengambil kedudukan yang hina sebagai hamba, serta taat sampai mati untuk kepentingan orang lain (Filipi 2:5-8). Rasul Paulus juga mengatakan hendaklah kita sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri.

Teladan Kristus dan nasehat Rasul paulus seharusnya merupakan motivasi yang kuat bagi kita semua untuk memperbaiki pola pikir. Hidup itu tidak terpusat pada diri sendiri, melainkan lebih mengutamakan dan menganggap orang lain lebih utama daripada dirinya sendiri. Tidak mudah, perlu kerendahan hati dan pikiran Kristus dalam diri pribadi kita. Marilah berjuang bersama, melakukan kehendak-Nya agar TUHAN dimuliakan dalam kehidupan kita.

Kavod Lekha, YHWH Elohenu, kavod lekha!
Segala kemuliaan bagi-MU, YHWH TUHAN kami, kemuliaan bagi-MU!

18/10/2014

Kami mengajak kaum muda untuk menghadiri acara kami yang akan dilaksanakan pada: Hari: Jumat, 28 Oktober 2014 Pukul: 18.00 - Selesai Tempat: Gereja Kemah Abr...

Address

Jakarta
12210

Opening Hours

Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00

Telephone

02153664213

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Oikos Ekklesia - OKE posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share