Yayasan BKS Marturia

Yayasan BKS Marturia VISI: “JEMAAT YANG BERSENDING UNTUK MENJADI BERKAT”

MISI :Penyadaran jemaat dan pelayan tentang keha

06/09/2026

SENIN 07 SEPTEMBER 2026

YESUS, ADALAH ALFA, DAN OMEGA
Firman-Nya lagi kepadaku: Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega. Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. (Why 21:6)

Ams. 29:1-13 BE. 774: 1 Mrk. 12: 35-37

Ayat ini diambil dari Perikop dengan judul: "Langit yang baru dan bumi yang baru". Di dunia ini kita sering merasa haus, haus akan damai, haus akan pengharapan, haus akan kasih, haus akan penerimaan, dan haus akan tujuan hidup. Tidak jarang kita mencoba memuaskan "kehausan" itu melalui keberhasilan, harta, atau pengakuan orang lain. Namun semua itu hanya memberi kepuasan sementara.
Dalam ayat ini, Tuhan menyatakan diri-Nya sebagai Alfa dan Omega. Yang Awal dan Yang Akhir. Artinya, Dia berdaulat atas seluruh perjalanan hidup kita. Tidak ada satu pun bagian hidup yang berada di luar kendali-Nya. Apa yang telah Dia mulai, Dia sanggup menyelesaikannya.
Janji berikutnya sangat indah: kepada setiap orang yang haus, Tuhan memberikan air kehidupan dengan cuma-cuma. Kasih karunia-Nya tidak perlu dibeli atau diperoleh melalui usaha manusia. Yang Tuhan kehendaki adalah hati yang datang kepada-Nya dengan kerinduan dan iman.
Ketika kita merasa lelah, kecewa, atau kehilangan arah, Tuhan mengundang kita untuk datang kepada-Nya. Di dalam Dia ada kehidupan yang memulihkan, damai yang melampaui keadaan, dan pengharapan yang tidak pernah mengecewakan.
Hari ini, marilah kita tanya diri kita sendiri. Di mana saya sedang mencari kepuasan hidup? Apakah saya sudah datang kepada Tuhan Yesus sebagai sumber air kehidupan yang sejati?

Doa : Tuhan Yesus, Engkau adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Terima kasih karena Engkau mengundang kami datang kepada-Mu ketika jiwa kami haus. Tolong kami agar tidak mencari kepuasan di tempat yang salah, tetapi datang kepada-Mu. Penuhi hati kami dengan kasih karunia-Mu. Amin. (RP)

05/09/2026

MINGGU 06 SEPTEMBER 2026

Minggu Keempat belas Sesudah Trinitatis
KASIH KEPADA ALLAH DAN SESAMA MANUSIA
Ep. Ulangan 11: 13 - 21

Kasih kepada Allah bukan sekadar perasaan, melainkan sebuah keputusan untuk menempatkan Dia sebagai yang terutama dalam seluruh kehidupan. Dalam Ulangan 11:13–21, Musa mengingatkan bangsa Israel bahwa berkat Tuhan akan mereka alami apabila mereka sungguh-sungguh mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan segenap jiwa. Tuhanlah yang memberikan hujan pada waktunya, menyuburkan tanah, dan mencukupkan segala kebutuhan umat-Nya. Semua itu menunjukkan bahwa hidup manusia sepenuhnya bergantung kepada pemeliharaan Allah.
Namun kasih kepada Allah tidak berhenti pada ibadah atau pengakuan di bibir. Kasih itu harus nyata dalam ketaatan kepada firman-Nya. Firman Tuhan harus memenuhi hati, menjadi bahan percakapan di rumah, diajarkan kepada anak-anak, dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua dipanggil menjadi guru iman yang pertama bagi keluarganya, sebab teladan hidup jauh lebih kuat daripada nasihat yang hanya diucapkan. Ketika anak-anak melihat orang tuanya mengasihi Tuhan, mereka akan lebih mudah belajar melakukan hal yang sama.
Kasih kepada Allah harus menghasilkan kasih kepada sesama. Orang yang mengutamakan Tuhan akan belajar menghormati, mengampuni, menolong, dan melayani orang lain. Itulah inti hidup orang percaya: mengasihi Allah dengan segenap hidup dan mengasihi sesama seperti diri sendiri.
Di tengah dunia yang semakin sibuk, individualistis, dan penuh godaan untuk menjauh dari Tuhan, marilah kita tetap setia. Jadikan firman Tuhan sebagai pedoman hidup, bangun keluarga yang berpusat pada Kristus, dan hiduplah menjadi berkat bagi sesama. Tuhan yang memelihara Israel tetap memelihara kita hari ini dan akan terus menyertai setiap langkah orang yang mengasihi-Nya.

Doa: Ya Tuhan, ajarlah kami mengasihi Engkau dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan kami. Tolong kami hidup taat kepada firman-Mu, menjadi teladan bagi keluarga kami, serta mengasihi dan melayani sesama dengan tulus. Pakailah hidup kami menjadi saluran berkat bagi banyak orang. Amin. (STPS)


Minggu Keempat belas Sesudah Trinitatis
KASIH KEPADA ALLAH DAN SESAMA MANUSIA
Ev. Lukas 10: 25 - 37

Kasih kepada Allah tidak dapat dipisahkan dari mengasihi sesama. Itulah pesan utama perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati. Ketika seorang ahli Taurat bertanya, "Siapakah sesamaku?", Yesus tidak menjawab dengan sebuah definisi, melainkan dengan sebuah tindakan. Sesama adalah siapa pun yang membutuhkan pertolongan kita.
Dalam perumpamaan itu, imam dan orang Lewi melihat korban yang tergeletak di jalan, tetapi memilih lewat. Mereka mungkin memiliki banyak alasan: takut, sibuk, atau merasa tidak ingin direpotkan. Namun kasih yang sejati tidak berhenti pada pengetahuan atau alasan. Kasih selalu diwujudkan dalam tindakan. Sebaliknya, orang Samaria, yang dipandang rendah oleh masyarakat saat itu, justru menunjukkan belas kasihan. Ia menghampiri, merawat luka korban, membawa ke tempat penginapan, bahkan menanggung biayanya. Itulah kasih yang hidup.
Demikian p**a Yesus telah mengasihi kita. Ketika kita masih berdosa, Dia datang menolong, menyelamatkan, dan mengorbankan diri-Nya bagi kita. Karena itu, setiap orang percaya dipanggil untuk menjadi sahabat bagi mereka yang menderita, sakit, miskin, kesepian, atau membutuhkan pertolongan. Iman yang sejati bukan hanya tampak dalam ibadah di gereja, tetapi juga dalam kepedulian kepada sesama. Hari ini, mungkin Tuhan menghadirkan seseorang yang membutuhkan perhatian, waktu, tenaga, atau bantuan kita. Jangan hanya berkata, "Semoga Tuhan menolongmu," tetapi jadilah jawaban doa bagi orang tersebut. Ketika kita mengasihi sesama dengan tulus, kita sedang menyatakan kasih kita kepada Allah dan memuliakan nama-Nya.
Di Tahun Pengajaran Iman Di Tengah Keluarga ini, semua orang tua hendaknya mendidik anak-anaknya menjadi orang yang tulus berbelas kasih. Gereja juga sebagai institusi perlu membuat program membangun karakter berbelas kasih pada anak-anak sejak usia dini, sehingga berbelas kasih menjadi budaya hidup mereka. Karena Tuhan kita Yesus mengatakan: Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati." (Lukas 6, 36).

Doa: Tuhan Yesus, Ajarlah kami bukan hanya pandai berbicara tentang kasih, tetapi juga setia melakukannya. Bukalah mata dan hati kami untuk melihat mereka yang membutuhkan pertolongan, sehingga melalui hidup kami, kasih-Mu nyata bagi dunia. Amin. (STPS)

04/09/2026

SABTU 05 SEPTEMBER 2026

MENYESAL DAN BERTOBAT KEPADA TUHAN
Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada Tuhan! Katakanlah kepadaNya: Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami (Hosea 14:3)

Ams. 28:15-28 ΒΕ. 404:1-2 Mrk.12:28-34

Bangsa Israel di Samaria diibaratkan oleh Tuhan sebagai perempuan sundal, karena mereka mempersembahkan korban bakaran kepada Tuhan, tetapi juga memberi persembahan kepada dewa Baal. Mereka tidak setia dan tidak taat kepada Tuhan. Mereka mengutuk, berbohong, mencuri, berzinah, melakukan kekerasan, penumpahan darah. Mereka membuat patung berhala dari perak untuk disembah. Tuhan mengutus nabi Hosea untuk menyerukan supaya mereka menyesali perbuatannya dan bertobat. Ada sedikit yang pura-pura bertobat, dan lebih banyak yang mengeraskan hati tidak mau bertobat.
Melalui nabi Hosea, Tuhan menjanjikan, bila mereka menyesali perbuatannya dan mau bertobat, Tuhan akan mengampuni segala kesalahan mereka, memberikan segala yang baik, mengasihi dan memulihkan bangsa Israel. Tuhan akan menjadi seperti embun menyuburkan tanaman mereka, berbunga seperti bunga bakung, seperti pohon zaitun yang akarnya menjulur dan rantingnya merambak. Mereka akan kembali dan diam dalam naungan kasih setia Tuhan (Ayat 6-8). Tuhan akan memelihara dan melindungi mereka, memberkati hidup mereka dan pekerjaan mereka.
Firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa kita semua adalah orang berdosa, sebagaimana Firman-Nya mengatakan: “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Roma 3:23). Dan Firman Tuhan hari ini mengajak supaya kita bertobat dengan menyesali segala dosa perbuatan kita, maka Tuhan yang penuh kasih setia itu akan membasuh dosa kejahatan kita dengan darah Yesus yang tercurah di Golgota. Maka kita dilayakkan menjadi anak Allah, beroleh kelimpahan berkat dan pewaris kerajaan-Nya, beroleh kehidupan kekal.

Doa : Tuhan, kami datang kepada-Mu menyesali segala dosa dan kejahatan kami. Tuntun kami supaya tetap setia kepada-Mu, dan memuji memuliakan Engkau saja. Amin. (PJS)

03/09/2026

JUMAT 04 SEPTEMBER 2026

MENEGUHKAN PANGGILAN DAN PILIHAN KITA
Karena itu saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juru selamat kita, Yesus Kristus (2 Pet.1:10-11)

Ams. 28:1-14 ΒΕ. 681:1 Mrk.12:18-27
Rasul Petrus mengirimkan surat ini untuk meneguhkan iman percaya jemaat yang telah terpanggil dan memilih Tuhan Yesus menjadi Juru selamatnya. Petrus menasehatkan supaya iman itu tetap dipelihara dan diteguhkan dengan menambah-nambahkan kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kasih kepada saudara-saudara, dan kasih kepada semua orang. Dengan memiliki semuanya itu, jemaat boleh mengambil bagian dalam kodrat Ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan, serta menjadi giat dan berhasil dalam pengenalan dan penerimaan akan Yesus Kristus Tuhan kita (Ayat 4-8).
Panggilan dan pilihan berasal dari Allah, yaitu tindakan Allah memanggil dan memilih orang percaya menjadi milik-Nya. Ini merupakan anugerah Allah, bukan hasil usaha manusia. Yang kita usahakan adalah memelihara dan membuktikan panggilan itu, yaitu dengan menambah-nambahkan pada iman kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kasih akan saudara, dan kasih kepada semua orang. Dengan demikian iman akan terus bertumbuh semakin teguh. Iman yang teguh artinya, buah iman yang dapat disaksikan oleh orang lain, tidak mudah jatuh atau tersandung dalam dosa atau meninggalkan Tuhan.
Firman Tuhan hari ini mengajak setiap orang beriman untuk hidup kudus dan taat kepada Tuhan, terus bertumbuh dalam karakter Kristus, tidak merasa cukup hanya dengan mengaku beriman, tetapi membuktikan buah iman melalui kehidupan kita sehari-hari. Marilah hidup dengan tekun dalam iman dan bertumbuh dalam karakter Kristus, sehingga nyata bahwa Allah telah memanggil dan memilih kita menjadi pewaris Kerajaan-Nya.

Doa : Tuhan, terima kasih telah memanggil dan memilih kami menjadi umat-Mu. Ajar kami untuk memelihara dan meneguhkan iman kami kepada-Mu dan Yesus Juru selamat kami. Amin. (PJS)

02/09/2026

KAMIS 03 SEPTEMBER 2026

HIDUP DALAM NAUNGAN YANG MAHA KUASA
Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan. (Dan. 6:23)

Ams. 27:14-27 BE 695:3-4 Mrk. 12:13-17

Daniel dilemparkan ke dalam gua singa karena tetap setia berdoa kepada Allah. Gua singa itu terletak di bawah tanah dengan bagian atasnya terbuka. Sebuah batu besar yang ceper diletakkan di atas lubang itu, lalu dimeteraikan dengan meterai raja, sehingga tidak seorang pun dapat membukanya tanpa izin raja. Secara manusia, tidak ada lagi jalan keluar bagi Daniel.
Namun, Raja Darius sebenarnya telah mengagumi Daniel. Karena roh yang luar biasa dan integritasnya, raja juga mulai menghormati Allah yang disembah Daniel. Itulah sebabnya ketika Daniel dimasukkan ke dalam gua singa, raja masih berharap Allah akan melepaskannya. Mungkin ia teringat kisah tiga sahabat Daniel yang diselamatkan Allah dari perapian yang menyala-nyala.
Pada malam itu Allah mengutus malaikat-Nya. Kita tidak mengetahui apakah Daniel melihat malaikat itu atau tidak. Yang jelas, malaikat itu bukan hanya mengatupkan mulut singa, tetapi juga menjinakkan binatang-binatang buas itu sehingga tidak menerkam, mencakar, ataupun meremukkan Daniel. Allah benar-benar menjaga hamba-Nya. Ia memang menugaskan malaikat-malaikat-Nya untuk mengawasi dan melindungi orang-orang yang hidup percaya kepada-Nya.
Ketika fajar menyingsing, Daniel ditemukan tetap hidup. Allah yang mengetahui hati manusia menyatakan bahwa Daniel tidak bersalah di hadapan-Nya. Kesetiaan Daniel tampak dari kehidupannya yang tetap berdoa tiga kali sehari meskipun ancaman hukuman telah menantinya. Ia lebih memilih taat kepada Allah daripada mencari keselamatan dengan mengorbankan imannya.
Renungan ini mengingatkan kita bahwa pertolongan Allah tidak selalu mencegah kita memasuki "gua singa", tetapi Allah sanggup menyertai dan memelihara kita di dalamnya. Karena itu, marilah kita mempertahankan integritas, tetap setia berdoa, dan percaya kepada Tuhan dalam setiap keadaan. Ia tidak pernah meninggalkan orang yang hidup benar di hadapan-Nya

Doa : Tuhan Yesus, kami bersyukur atas perlindungan-Mu dan mengangkat kami dalam kesulitan dan memberikan dukungan ketika kami menghadapi musuh-musuh kami, Amin (PMS)

01/09/2026

RABU 02 SEPTEMBER 2026

MELEPAS BEBAN DI TANGAN YANG TEPAT
“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia
yang memelihara kamu.” (1 Pet. 5:7)

Ams. 27:1-13 BE. 279 : 1+5 Mrk. 12:1-12

Pernahkah Anda melihat seorang anak kecil yang mencoba mengangkat koper yang sangat berat milik ayahnya? Ia terengah-engah dan kelelahan, padahal sang ayah tepat berada di sampingnya, siap untuk mengambil alih beban itu. Sering kali kita seperti anak itu; kita memikul beban kekuatiran hidup sendirian sampai merasa remuk, seolah-olah kita tidak memiliki Bapa yang sanggup menopang segalanya.
Rasul Petrus mengingatkan bahwa kita punya pilihan untuk melepaskan beban itu kepada Tuhan Allah. Secara teologis, kata "menyerahkan" berarti melemparkan seluruh kecemasan kita ke pundak TUHAN. Kita berani melakukannya karena kita tahu bahwa Dia bukan hanya Allah yang berkuasa, tetapi Bapa yang memelihara. Kasih pemeliharaan ini telah dibuktikan secara sempurna melalui pengorbanan-Nya melalui Yesus Kristus di kayu salib, yang telah menanggung beban dosa terbesar kita agar kita hidup dalam kemerdekaan yang sejati.
Apa yang sedang membuat hati Anda sesak dan kuatir hari ini? Maukah Anda berhenti mencoba mengatur segala sesuatu dengan kekuatan sendiri dan mulai meletakkan daftar kecemasan itu di bawah kaki-Nya? Mari kita praktikkan ketaatan hari ini dengan berdoa secara spesifik, mengakui bahwa kita butuh pertolongan Bapa yang sangat mengasihi kita.
Sebab pada akhirnya, kekuatiran tidak akan pernah menyelesaikan masalah hari ini dan hari esok, namun berserah kepada Tuhan Allah Bapa melalui Yesus Kristus pasti akan memberikan kedamaian untuk menghadapi hari ini dengan kekuatan baru.

Doa : Ya TUHAN Allah Bapa, ampunilah kami yang sering kali mencoba memikul beban hidup sendirian. Kami menyerahkan setiap kekuatiran kami ke dalam tangan pemeliharaan-Mu yang setia, karena kami percaya di dalam Yesus Kristus, Engkau selalu menjaga dan mencukupi segala kebutuhan kami hari ini dan di sepanjang hidup kami di dunia fana ini. Amin. (PSW)

31/08/2026

SELASA 01 SEPTEMBER 2026

HATI YANG BARU DAN ROH YANG BARU
“Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.” (Yeh. 36:26)

Ams. 26:16-28 BE. 465:4 Mrk. 11:27-33

Ayat ini menegaskan bahwa hanya Allah yang sanggup melakukan "operasi rohani" untuk mengganti hati manusia yang keras menjadi hati yang lembut dan taat pada firman Tuhan, sehingga kita mampu hidup seturut dengan kehendak-Nya melalui karya Roh Kudus.
Manusia secara natur sering memiliki hati yang bebal, sombong, mudah marah, selalu ingin memberontak dan tidak mau mengikuti perintah Tuhan. Inilah masalah manusia sebagai akibat dari dosa yang mengungkungnya. Hati yang demikian ini tidak bisa di ubah oleh kekuatan manusia itu sendiri. Sebab itu Allah berinisiatif memberikan hati yang baru dan roh yang baru.
Ayat bacaan ini adalah janji anugerah Allah untuk manusia. Tuhan tidak menuntut manusia mengubah hatinya sendiri, melainkan Tuhan sendiri yang berinisiatif untuk turun tangan, dan berjanji akan memberikan “hati yang baru” dan “roh yang baru” di dalam batin kita. Allah berjanji mengambil hati yang keras dari batin kita, dan menggantinya dengan hati yang taat dan responsif terhadap pimpinan Allah. Dan Allah sendiri akan merubah secara radikal hati kita yang keras itu menjadi hati yang taat, sehingga memampukan kita untuk hidup kudus.
Pembaruan batin ini tidak terjadi karena pemaksaan atau aturan-aturan dunia yang harus di taati. Perubahan hati ini betul-betul murni dikerjakan oleh Roh Kudus. Sebab itu, jangan pernah putus asa, tetaplah hidup dalam pengharapan, karena tidak ada manusia yang terlalu berdosa atau terlalu bebal untuk diubah oleh Tuhan Allah. Dia sanggup memulihkan kehidupan yang paling hancur sekalipun, asalkan kita hidup bergantung pada Roh Kudus.
Sebagai respons atas anugerah Allah ini, mari kita tetap tekun berdoa memohon pimpinan Roh Kudus setiap saat, agar kita dimampukan untuk selalu hidup menurut ketetapan Tuhan.

Doa : Tuhan, hanya Engkau yang sanggup merubah sifat dan perilaku kami dari yang bebal menjadi manusia yang patuh pada firman-Mu. Kasihanilah kami, kuasai hati dan pikiran kami agar kami selalu patuh pada ajaran-Mu, kapan pun dan di mana pun kami berada. Terima kasih Tuhan. Amin. (Del)

26/08/2026

MINGGU 30 AGUSTUS 2026

Minggu Ketiga belas Sesudah Trinitatis
FIRMAN TUHAN MENJADI KEGIRANGAN BAGIMU
Ep. 2 Timotius 4 : 6 – 8

Sebagai orang beriman yang percaya kepada Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus, kita harus tetap berpegang pada Firman Tuhan. Firman Tuhan menjadi dasar kehidupan kita. Firman-Nya adalah pelita bagi kaki kita dan terang bagi jalan kita. Oleh sebab itu, Firman Tuhan bukan hanya menjadi pedoman hidup, tetapi juga menjadi sumber sukacita, kegembiraan, dan pengharapan. Itulah sebabnya topik renungan hari ini mengingatkan kita: “Firman Tuhan Menjadi Kegirangan Bagimu.” Melalui firman ini, kita diajak untuk tetap bersukacita di dalam Tuhan dan menjadikan Firman-Nya sebagai kekuatan dalam setiap langkah kehidupan.
Firman Tuhan mengajarkan beberapa sikap yang harus kita tunjukkan. Pertama, hidup sebagai persembahan kepada Tuhan. Rasul Paulus berkata bahwa darahnya sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan. Hal ini mengingatkan kita bahwa hidup bukanlah milik kita sendiri, melainkan sepenuhnya milik Tuhan. Karena itu, setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan hendaknya menjadi persembahan yang berkenan kepada-Nya.
Kedua, memiliki kesadaran akan akhir hidup. Paulus berkata, “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” Pernyataan ini mengingatkan bahwa setiap hari membawa kita semakin dekat kepada akhir kehidupan. Karena itu, kita dipanggil untuk menjalani pertandingan iman dengan setia, tidak menyerah di tengah jalan, tetap memelihara iman, hidup dengan bijaksana, dan selalu mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Tuhan.
Ketiga, memiliki pengharapan akan upah yang dijanjikan Tuhan. Paulus yakin bahwa telah tersedia baginya mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan oleh Tuhan, Hakim yang adil. Keyakinan yang sama juga menjadi milik setiap orang percaya. Tuhan tidak pernah melupakan jerih lelah umat-Nya dan menyediakan mahkota kehidupan bagi mereka yang tetap setia. Karena itu, marilah kita terus berpegang teguh pada Firman Tuhan. Jadikan Firman-Nya sebagai kegirangan hati, sebab Firman itu menuntun kita hidup benar, menguatkan dalam setiap pergumulan, dan mengarahkan kita kepada kemuliaan yang telah Tuhan sediakan.

Doa: Ya Tuhan, terima kasih atas Firman-Mu yang menjadi pelita bagi kaki kami dan terang bagi jalan kami. Tolong kami tetap setia berpegang pada Firman-Mu hingga akhir, sehingga kami memperoleh mahkota kehidupan yang telah Engkau sediakan. Amin.( PES )


FIRMAN TUHAN MENJADI KEGIRANGAN BAGIMU
Ev. Yeremia 15 : 15 – 21

Setiap orang di dunia ini, baik kaya maupun miskin, pejabat ataupun masyarakat, anggota jemaat maupun pelayan Tuhan, pasti menghadapi tantangan dan persoalan hidup. Firman Tuhan hari ini menunjukkan bahwa Nabi Yeremia pun tidak terlepas dari penderitaan. Namun, sebagai orang percaya, kita memiliki pegangan yang kokoh, yaitu Firman Tuhan. Firman-Nya menjadi pedoman yang menuntun kita menghadapi setiap pergumulan hidup.
Sebagai orang beriman kepada Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus, kita harus tetap berpegang pada Firman Tuhan. Mazmur 119:105 berkata, “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” Firman Tuhan bukan hanya memberi arah, tetapi juga menjadi sumber sukacita, sesuai tema minggu ini: “Firman Tuhan Menjadi Kegirangan Bagimu.”
Firman Tuhan mengajarkan beberapa sikap penting. Pertama, hiduplah dalam kerendahan dan ketulusan hati dengan mengungkapkan setiap pergumulan kepada Tuhan. Yeremia dengan jujur menyampaikan rasa sakit, kecewa, dan penderitaannya karena kesetiaannya kepada Tuhan. Namun ia tidak meninggalkan Tuhan, melainkan mencurahkan seluruh isi hatinya kepada-Nya. Iman yang sejati tidak menutupi luka, tetapi membawanya kepada Tuhan.
Kedua, bersedialah mendengar suara Tuhan melalui Firman-Nya. Yeremia berkata, “Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku dan menjadi kesukaan hatiku.” Firman Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi kehidupan orang percaya.
Ketiga, terimalah teguran dan panggilan Tuhan untuk bertobat. Tuhan mengajak kita meninggalkan segala perbuatan yang bertentangan dengan kehendak-Nya dan hidup sesuai Firman-Nya.
Jika Firman Tuhan menjadi kegirangan dalam hidup kita, kita memiliki pengharapan akan mahkota kebenaran yang dijanjikan Tuhan. Tuhan adalah Hakim yang adil dan tidak melupakan jerih lelah umat-Nya. Karena itu, tetaplah setia berpegang kepada Firman Tuhan, sebab Dia menyediakan mahkota kehidupan bagi setiap orang yang setia.

Doa: Ya Tuhan, terima kasih atas Firman-Mu yang menjadi pelita bagi langkah kami. Mampukan kami tetap setia, hidup menurut kehendak-Mu, dan bersukacita dalam Firman-Mu sampai memperoleh mahkota kehidupan. Amin.( PES )

26/08/2026

SENIN 31 AGUSTUS 2026

TUNDUKLAH KEPADA ALLAH, DAN LAWANLAH IBLIS
Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah iblis,
maka ia akan lari dari padamu (Yak 4:7)

Ams 26:1-15 BE 785:1 Mrk 11:20-26

Ayat ini mengandung dua perintah yang berkaitan yaitu tunduk kepada Allah dan melawan iblis. Keduanya bukan pilihan terpisah, melainkan satu kesatuan sikap dalam kehidupan orang percaya. Urutannya sangat penting. Yakobus tidak mengatakan kita harus melawan iblis lebih dulu, tetapi dimulai dengan tunduk atau taat kepada Allah. Ini menunjukkan bahwa kemenangan rohani tidak berasal dari kekuatan diri kita sendiri, tetapi dari hubungan karib atau ketaatan kita kepada Tuhan. "Tunduk atau taat kepada Allah" berarti menyerahkan kehendak kita kepada kehendak-Nya. Ini adalah sikap hati yang mengakui bahwa Tuhanlah yang mempunyai otoritas tertinggi dalam hidup kita.
Dalam hidup sehari-hari, kita memilih kejujuran, rela mengampuni, kesetiaan kepada Tuhan walaupun ada godaan. Ketaatan menuntut kerendahan hati, untuk melakukan perintah Tuhan. Setelah kita hidup dalam ketaatan, barulah kita diminta untuk "melawan iblis". Melawan di sini bukan dengan kekuatan fisik tetapi dengan iman, kebenaran firman Tuhan, dan keteguhan hati, atau memilih mengandalkan Tuhan dalam kehidupan kita. Iblis sering melakukan godaan, termasuk menyodorkan pikiran negatif atau sikap ragu. Namun ayat ini memberikan janji yang luar biasa kepada kita. Ketika kita melawan iblis dalam posisi tunduk kepada Allah, iblis akan lari. Bukan kita yang kalah tetapi musuh si iblis yang mundur.
Renungan ini mengajak kita memeriksa diri kita: Apakah kita sungguh-sungguh tunduk kepada Allah? Atau kita masih mengandalkan diri sendiri sambil berharap Tuhan memberkati pilihan kita? Kemenangan hanya datang dari Tuhan, karena itu mari kita sungguh-sungguh berserah kepada Tuhan Yesus. Hidup orang Kristen adalah hidup yang terus bersandar kepada Tuhan Yesus. Bersama Tuhan Yesus, kita lebih dari pemenang.

Doa : Tuhan Yesus. Tuntun kami untuk taat selalu kepada-Mu. Sertai kami selalu agar kami hidup berkemenangan melawan iblis si jahat itu. Amin. (RP)

26/08/2026

KAMIS 27 AGUSTUS 2026

JANGAN TAKUT, TUHAN MEMEGANG TANGANMU
Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan. (Yes 41:10)

Ams 25:1-7 BE 403:1-2 Mrk 11:1-10

Tuhan berkata: “Janganlah takut…”Ini menunjukkan bahwa Tuhan mengerti manusia sering hidup dalam kekhawatiran, tekanan, ketidakpastian. Ketakutan akan masa depan, kehilangan, kegagalan, dan berbagai persoalan hidup. Bahkan bagi orang percaya pun dapat mengalami ketakutan. Ketakutan akan menghancurkan iman bila manusia berjalan sendiri tanpa Tuhan. Namun Tuhan tidak meninggalkan kita sendirian menghadapi hidup. Datanglah kepada Tuhan dengan jujur tentang ketakutan kita. Jangan memendam kecemasan tanpa doa. Tuhan berkata: “Sebab Aku menyertai engkau.” Ini inti kekuatan dari orang percaya. Bukan berarti: masalah hilang, badai berhenti, atau hidup selalu mudah. Tetapi ada kepastian: Tuhan hadir di tengah badai. Damai sejati bukan hidup tanpa masalah, tetapi hidup bersama Tuhan di tengah masalah.
Firman Tuhan berkata: “Aku akan meneguhkan…” Manusia bisa lelah secara fisik, emosional, rohani, bahkan kehilangan semangat hidup. Tetapi Tuhan sanggup menguatkan hati yang patah, memberi harapan baru, memulihkan jiwa yang lemah. Jangan mengandalkan kekuatan sendiri. Belajar bersandar kepada Tuhan setiap hari.
Tuhan berkata: “Aku akan menolong engkau.” Iman Kristen bukan sekadar kata-kata penghiburan. Tuhan bekerja nyata: membuka jalan, memberi hikmat, menopang, menyediakan kebutuhan, bahkan mengangkat kita dari keterpurukan. Tidak ada lembah terlalu gelap bagi tangan Tuhan untuk menjangkau kita. Percayalah bahwa pertolongan Tuhan sering datang pada waktu yang tepat. Tetap setia meski belum melihat jawaban.
Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan. Tuhan tidak hanya melihat dari jauh, Tuhan memegang, menopang, dan memimpin hidup anak-anak-Nya. Tangan Tuhan: lebih kuat dari ketakutan, lebih besar dari masalah. Kemenangan ada di tangan Tuhan yang memegang kita.

Doa: Terima kasih Tuhan atas penyertaan dan pertolongan Tuhan. Ajar kami untuk percaya kepada-Mu. Kuatkan hati kami, tuntun langkah kami, dan ingatkan kami bahwa tangan-Mu tidak pernah melepaskan kami. Amin (DSim)

Address

Jalan Delima Raya Rt 13/Rw 3 No 3 Kel Malaka Sari, Kec. Duren Sawit Jakarta Timur
Jakarta
13460

Opening Hours

Monday 15:00 - 17:00
Thursday 10:00 - 15:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yayasan BKS Marturia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Yayasan BKS Marturia:

Shortcuts

Share