05/09/2026
MINGGU 06 SEPTEMBER 2026
Minggu Keempat belas Sesudah Trinitatis
KASIH KEPADA ALLAH DAN SESAMA MANUSIA
Ep. Ulangan 11: 13 - 21
Kasih kepada Allah bukan sekadar perasaan, melainkan sebuah keputusan untuk menempatkan Dia sebagai yang terutama dalam seluruh kehidupan. Dalam Ulangan 11:13–21, Musa mengingatkan bangsa Israel bahwa berkat Tuhan akan mereka alami apabila mereka sungguh-sungguh mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan segenap jiwa. Tuhanlah yang memberikan hujan pada waktunya, menyuburkan tanah, dan mencukupkan segala kebutuhan umat-Nya. Semua itu menunjukkan bahwa hidup manusia sepenuhnya bergantung kepada pemeliharaan Allah.
Namun kasih kepada Allah tidak berhenti pada ibadah atau pengakuan di bibir. Kasih itu harus nyata dalam ketaatan kepada firman-Nya. Firman Tuhan harus memenuhi hati, menjadi bahan percakapan di rumah, diajarkan kepada anak-anak, dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua dipanggil menjadi guru iman yang pertama bagi keluarganya, sebab teladan hidup jauh lebih kuat daripada nasihat yang hanya diucapkan. Ketika anak-anak melihat orang tuanya mengasihi Tuhan, mereka akan lebih mudah belajar melakukan hal yang sama.
Kasih kepada Allah harus menghasilkan kasih kepada sesama. Orang yang mengutamakan Tuhan akan belajar menghormati, mengampuni, menolong, dan melayani orang lain. Itulah inti hidup orang percaya: mengasihi Allah dengan segenap hidup dan mengasihi sesama seperti diri sendiri.
Di tengah dunia yang semakin sibuk, individualistis, dan penuh godaan untuk menjauh dari Tuhan, marilah kita tetap setia. Jadikan firman Tuhan sebagai pedoman hidup, bangun keluarga yang berpusat pada Kristus, dan hiduplah menjadi berkat bagi sesama. Tuhan yang memelihara Israel tetap memelihara kita hari ini dan akan terus menyertai setiap langkah orang yang mengasihi-Nya.
Doa: Ya Tuhan, ajarlah kami mengasihi Engkau dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan kami. Tolong kami hidup taat kepada firman-Mu, menjadi teladan bagi keluarga kami, serta mengasihi dan melayani sesama dengan tulus. Pakailah hidup kami menjadi saluran berkat bagi banyak orang. Amin. (STPS)
Minggu Keempat belas Sesudah Trinitatis
KASIH KEPADA ALLAH DAN SESAMA MANUSIA
Ev. Lukas 10: 25 - 37
Kasih kepada Allah tidak dapat dipisahkan dari mengasihi sesama. Itulah pesan utama perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati. Ketika seorang ahli Taurat bertanya, "Siapakah sesamaku?", Yesus tidak menjawab dengan sebuah definisi, melainkan dengan sebuah tindakan. Sesama adalah siapa pun yang membutuhkan pertolongan kita.
Dalam perumpamaan itu, imam dan orang Lewi melihat korban yang tergeletak di jalan, tetapi memilih lewat. Mereka mungkin memiliki banyak alasan: takut, sibuk, atau merasa tidak ingin direpotkan. Namun kasih yang sejati tidak berhenti pada pengetahuan atau alasan. Kasih selalu diwujudkan dalam tindakan. Sebaliknya, orang Samaria, yang dipandang rendah oleh masyarakat saat itu, justru menunjukkan belas kasihan. Ia menghampiri, merawat luka korban, membawa ke tempat penginapan, bahkan menanggung biayanya. Itulah kasih yang hidup.
Demikian p**a Yesus telah mengasihi kita. Ketika kita masih berdosa, Dia datang menolong, menyelamatkan, dan mengorbankan diri-Nya bagi kita. Karena itu, setiap orang percaya dipanggil untuk menjadi sahabat bagi mereka yang menderita, sakit, miskin, kesepian, atau membutuhkan pertolongan. Iman yang sejati bukan hanya tampak dalam ibadah di gereja, tetapi juga dalam kepedulian kepada sesama. Hari ini, mungkin Tuhan menghadirkan seseorang yang membutuhkan perhatian, waktu, tenaga, atau bantuan kita. Jangan hanya berkata, "Semoga Tuhan menolongmu," tetapi jadilah jawaban doa bagi orang tersebut. Ketika kita mengasihi sesama dengan tulus, kita sedang menyatakan kasih kita kepada Allah dan memuliakan nama-Nya.
Di Tahun Pengajaran Iman Di Tengah Keluarga ini, semua orang tua hendaknya mendidik anak-anaknya menjadi orang yang tulus berbelas kasih. Gereja juga sebagai institusi perlu membuat program membangun karakter berbelas kasih pada anak-anak sejak usia dini, sehingga berbelas kasih menjadi budaya hidup mereka. Karena Tuhan kita Yesus mengatakan: Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati." (Lukas 6, 36).
Doa: Tuhan Yesus, Ajarlah kami bukan hanya pandai berbicara tentang kasih, tetapi juga setia melakukannya. Bukalah mata dan hati kami untuk melihat mereka yang membutuhkan pertolongan, sehingga melalui hidup kami, kasih-Mu nyata bagi dunia. Amin. (STPS)