06/08/2026
JUMAT 07 AGUSTUS 2026
MEMBERI DENGAN TULUS DAN SUKACITA
“Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan s**acita.” (2 Kor. 9:7)
Ams. 17:1-14 BE. 122: 6+8 Mrk. 8:14-21
Rasul Paulus mengajarkan bahwa yang terutama dalam memberi bukanlah besar kecilnya pemberian, melainkan sikap hati. Segala sesuatu yang kita miliki berasal dari Tuhan. Karena itu, ketika kita memberi, sesungguhnya kita sedang mengembalikan sebagian dari berkat yang telah dipercayakan-Nya kepada kita.
Ayat ini mengajarkan bahwa kemurahan hati yang berkenan kepada Allah harus memenuhi tiga syarat. Pertama, tulus dan rela. Memberi harus sesuai dengan keputusan hati, bukan karena tekanan atau keinginan menyenangkan orang lain. Kedua, tidak terpaksa. Pemberian yang disertai rasa berat hati atau keluhan kehilangan nilai rohaninya. Ketiga, disertai s**acita. Allah mengasihi orang yang memberi dengan hati yang gembira, karena s**acita menunjukkan iman dan rasa syukur kepada-Nya.
Namun, memberi bukan hanya tentang uang. Kita juga dapat memberi waktu, perhatian, tenaga, penghiburan, pengampunan, dan kasih kepada sesama. Inilah wujud nyata kasih yang diajarkan Tuhan Yesus. Dalam Matius 22:39, Yesus berkata, "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Hukum ini sama pentingnya dengan mengasihi Allah. Karena itu, kita memberi bukan untuk pamer atau mencari pujian, melainkan sebagai ungkapan kasih dan kesempatan menjadi rekan sekerja Allah dalam memberkati dunia.
Ketika kita memberi dengan s**acita, kita sedang menabur benih kebaikan yang mendatangkan s**acita, baik bagi penerima maupun bagi diri kita sendiri. Marilah kita mengasihi sesama tanpa memandang suku, ras, latar belakang, ataupun status sosial. Relakan hati untuk berkorban dan mengampuni, sebab kasih kepada sesama adalah bukti nyata kasih kita kepada Allah yang tidak terlihat.
Yesus telah lebih dahulu mengasihi kita dengan mengorbankan diri-Nya di kayu salib. Karena itu, marilah kita melakukan perintah-Nya: "Supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu." (Yohanes 13:34).
Doa : Tuhan, ajar kami untuk memberi sesuai kehendak-Mu. Ampuni kami jika melenceng dari ajar-Mu. AMIN. (Del)