Yayasan BKS Marturia

Yayasan BKS Marturia VISI: “JEMAAT YANG BERSENDING UNTUK MENJADI BERKAT”

MISI :Penyadaran jemaat dan pelayan tentang keha

04/06/2026

JUMAT 05 JUNI 2026

MENYANGKAL DIRI DAN MEMIKUL SALIB
Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku” (Mrk. 8:34)

Mzm 136:1-13 BE. 114:3 Mat. 26:47-56

Yesus di depan murid-murid-Nya dan orang banyak itu mengatakan bahwa: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala, dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh, dan bangkit sesudah tiga hari” (Ayat 31). Itulah Misi Tuhan Yesus datang ke dunia, dan sudah terjadi seperti yang dikatakan-Nya. Yesus telah mati disalibkan sebagai tebusan atas dosa-dosa umat manusia, dan setelah tiga hari, telah bangkit dari antara orang mati, dan telah naik ke sorga menyediakan tempat bagi orang-orang percaya umat tebusan-Nya.
Bagi setiap orang yang mengikut Tuhan Yesus, Yesus mengatakan harus siap menyangkal diri dan memikul salibnya. Menyangkal diri artinya belajar taat kepada kehendak Tuhan, rela meninggalkan dosa dan kepentingan diri. Memikul salib artinya rela menanggung kesulitan karena iman, tetap setia kepada Kristus walau menghadapi tantangan, serta bersedia berkorban demi kasih dan kebenaran. Salib yang dihadapi setiap orang bisa berbeda-beda dalam bentuk penderitaan, pergumulan hidup, pelayanan atau tanggung jawab berat. Dengan percaya pada Tuhan Yesus dan mengikut Dia, beban salib itu menjadi ringan dan dapat kita pikul.
Yesus telah memberikan keteladanan menyangkal diri. Sebagai Guru dan Tuhan, Yesus rela membasuh kaki murid-murid-Nya (Yoh. 13:5-15). Yesus telah diolok-olok dan disesah oleh para imam dan orang banyak itu, memikul sendiri salib ke Golgata tempat Dia mati disalibkan untuk menebus dan menyelamatkan kita orang-orang berdosa. Marilah mengikut keteladanan Yesus dengan penuh penyerahan diri, kesetiaan, pengorbanan dan ketaatan melakukan Firman-Nya, dan kesiapan memikul salib kita masing-masing. Dengan penyangkalan diri dan kesiapan memikul salib, kita akan dikaruniai kehidupan kekal dan kemuliaan bersama Tuhan Yesus di Sorga.

Doa : Terima kasih Tuhan Yesus, yang telah rela berkorban, rela mati disalibkan untuk menebus dosa-dosa kami. Ajar kami menyangkal diri dan memikul salib kami, supaya kami layak untuk mengikut Engkau. Amin. (PJS)

03/06/2026

KAMIS 04 JUNI 2026

SABAR MENGANDALKAN TUHAN
Tuhan adalah baik bagi orang yang berharap kepadaNya,
bagi jiwa yang mencari Dia (Rat. 3:25)

Mzm. 135:15-21 BE 117:2 Mat. 26:36-46

Di tengah penderitaan dan kehancuran, ayat ini menjadi pengingat bahwa kita masih memiliki harapan. Mengapa? Pertama, karena murka Tuhan hanya berlangsung sesaat, tetapi kasih setia-Nya tidak pernah berakhir. Allah tidak menolak umat perjanjian-Nya. Ia tetap memiliki rencana yang indah bagi kita. Disiplin Tuhan bukanlah tanda penolakan, melainkan bukti kasih-Nya yang ingin memulihkan.
Kedua, kita tetap berharap karena Tuhan itu baik dan penuh belas kasihan kepada mereka yang menantikan Dia dengan rendah hati dan hati yang bertobat. Tuhan tidak senang melihat penderitaan manusia, tetapi Ia rindu menunjukkan kasih dan pengampunan setelah maksud didikan-Nya tercapai. Ia siap mengulurkan tangan-Nya kepada yang berseru kepada-Nya.
Pengharapan orang percaya bukan sekadar keinginan, melainkan keyakinan yang teguh dalam hati. Pengharapan lahir dari iman yang berlandas pada janji dan penyataan Allah. Dasar pengharapan kita adalah sifat Allah yang setia, karya Tuhan Yesus Kristus, dan Firman-Nya yang tidak berubah. Karena itu, Firman Tuhan menjadi fondasi yang kokoh bagi hidup kita.
Berharap kepada Tuhan berarti mempercayakan seluruh hidup kita kepada-Nya. Kita menjadikan Dia sumber pertolongan dan kasih karunia dalam setiap keadaan. Orang yang berharap kepada Tuhan dijanjikan kekuatan baru. Ia akan disegarkan di tengah penderitaan, dimampukan untuk bertahan, bahkan diangkat seperti rajawali yang terbang tinggi di atas badai.
Marilah kita tetap berharap dan bersandar kepada Tuhan dengan iman yang teguh. Di dalam Dia, selalu ada pengharapan yang tidak mengecewakan.
Doa : Tuhan Yesus ajar kami melalui kuasa Roh Kudus untuk berharap hanya kepada-Mu dan mempercayakan sepenuhnya kehidupan kami kepada-Mu karena Engkaulah sumber kehidupan, Amin (PMS)

02/06/2026

RABU 03 JUNI 2026

KEGIGIHAN ANAK DALAM KASIH BAPA
“"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu." (Mat. 7:7)

Mzm. 135:1-14 BE. 813:1 Mat. 26:30-35

Bayangkan seorang anak kecil yang terus memanggil ayahnya karena menginginkan sesuatu yang ia butuhkan. Ia tidak ragu meminta, tidak lelah mencari perhatian ayahnya, dan berani mengetuk pintu ruang kerja sang ayah dengan keyakinan bahwa ayahnya ada di dalam dan pasti peduli. Keyakinan anak ini bukan lahir dari kekuatannya sendiri, melainkan karena ia tahu persis betapa besar kasih dan kebaikan hati ayahnya yang tidak akan membiarkannya kekurangan.
Tuhan Yesus memberikan jaminan ini untuk menunjukkan betapa Allah Bapa sangat terbuka terhadap seruan anak-anak-Nya. Secara teologis, perintah untuk meminta, mencari, dan mengetuk mencerminkan hubungan yang hidup dan penuh ketergantungan kepada Allah. Kita tidak sedang memohon kepada hakim yang kejam, melainkan kepada Bapa yang murah hati. Janji jawaban ini mengalir sepenuhnya dari kasih karunia TUHAN Allah Bapa yang telah nyata bagi kita melalui pengorbanan Yesus Kristus, sehingga jalan menuju takhta kasih karunia itu kini selalu terbuka lebar bagi kita.
Apakah saat ini Saudara sedang menghadapi pintu yang tertutup atau pergumulan yang berat? Sudahkah Saudara membawa kerinduan itu kepada Bapa dengan iman yang teguh, ataukah Saudara masih mencoba mencari jalan keluar dengan kekuatan sendiri? Mari kita praktikkan ketaatan hari ini dengan berdoa dan menyampaikan permohonan kita secara spesifik. Percayalah bahwa karena kasih Kristus sudah kita terima, maka Bapa tidak akan menahan hal yang baik bagi hidup kita.
Sebab pada akhirnya, kegigihan kita dalam berdoa bukanlah untuk memaksa tangan TUHAN, melainkan wujud kepercayaan mutlak bahwa pintu kasih-Nya selalu terbuka bagi setiap anak-Nya, termasuk kita, yang datang bersandar kepada-Nya melalui Kristus.

Doa : Ya Allah Bapa, terima kasih karena melalui Yesus Kristus, kami memiliki keberanian untuk datang dan mengetuk pintu rahmat-Mu. Ajarilah kami untuk bertekun terus mencari wajah-Mu dan percaya bahwa Engkau selalu memberikan yang terbaik bagi kehidupan kami demi kemuliaan-Mu di dalam Yesus Kristus. Amin! (PSW)

01/06/2026

SELASA 02 JUNI 2026

ANDALKAN TUHAN DALAM HIDUPMU
“Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah”. (Yer. 17:7-8)

Mzm. 134:1-3 BE. 228: 1 Mat. 26: 26-29
Ayat ini menegaskan bahwa orang yang mengandalkan Tuhan akan diberkati. Ia digambarkan seperti pohon yang ditanam di tepi air. Pohon itu tumbuh subur, daunnya tetap hijau, tidak takut saat kemarau, dan terus berbuah. Gambaran ini menunjukkan kehidupan yang memiliki sumber kekuatan yang tidak pernah kering, yaitu Tuhan sendiri. Karena akarnya tertanam dan menjalar ke sumber air, pohon itu tetap hidup dalam segala musim.
Dalam kehidupan selalu ada dua pilihan: mengandalkan Tuhan atau mengandalkan manusia dan kekuatan diri sendiri. Firman Tuhan menjelaskan bahwa orang yang bersandar pada manusia akan mengalami kekeringan (ayat 5–6). Namun, orang yang berharap kepada Tuhan akan menerima berkat (ayat 7). Mengandalkan diri sendiri sering membawa kecemasan dan kekecewaan, tetapi bersandar pada Tuhan memberi damai dan keteguhan hati.
“Akar yang merambat ke tepi sungai” melambangkan iman yang dalam dan hubungan yang terus-menerus dengan Tuhan. Seperti akar yang mencari air, demikianlah hidup kita harus selalu mencari hadirat Tuhan melalui doa, pembacaan firman, dan ketaatan. Hidup yang berakar pada Tuhan akan tahan menghadapi panas terik kehidupan. “Daunnya tetap hijau” berarti iman tidak mudah layu walau ada masalah, krisis ekonomi, sakit, atau tantangan berat.
Tidak berhenti berbuah menunjukkan bahwa orang yang berharap kepada Tuhan tetap produktif dan menjadi berkat dalam situasi apa pun. Ia tetap berguna, kreatif, dan berdampak positif karena hidupnya bergantung pada Tuhan. Bahkan ketika keadaan tampak sulit, ia tetap percaya pada waktu dan pemeliharaan Tuhan.
Karena itu, marilah kita memilih untuk selalu mengandalkan Tuhan. Biarlah hidup kita berakar kuat di dalam Dia, sehingga kita tetap teguh, berbuah, dan diberkati dalam setiap musim kehidupan..

Doa : Tuhan, ajar aku untuk selalu mengandalkan-Mu, bukan mengandal-kan kekuatanku sendiri. AMIN (Del)

Bapak Ibu, Saudara yang dikasihi Tuhan. Kami kirimkan Renungan Harian Marturia bulan Juni 2026 dalam bentuk pdf dan eboo...
31/05/2026

Bapak Ibu, Saudara yang dikasihi Tuhan. Kami kirimkan Renungan Harian Marturia bulan Juni 2026 dalam bentuk pdf dan ebook pada link berikut ini https://bit.ly/RHMarturiaJuni2026 Kiranya menjadi berkat dengan berbagi link ini ke Grup WA lainnya

31/05/2026

KATA PENGANTAR

Menjalani empat bulan pertama dalam tahun 2026 ini kita selalu bersyukur, karena YBKSM terus melakukan pelayanannya, terutama melayani mereka yang di penjara, Rumah Tahanan (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Tanggal 12 Maret 2026 yang lalu, YBKSM telah melakukan Rapat Lengkap Pengurus yang kedua dalam tahun ini, dan telah menyepakati beberapa rencana kerja dengan lebih melibatkan generasi yang lebih muda. Ternyata banyak anggota YBKSM yang juga ikut ambil bagian dalam pelayanan yang diselenggarakan oleh Gereja masing-masing, dan banyak yang berhalangan mengikuti ibadah doa syafaat setiap Jumat malam. Pengurus menetapkan hanya melaksanakan Doa Syafaat hari Selasa malam. Tetap dilanjutkan Penelahan Alkitab dengan Rapat setiap hari Kamis pagi, melayani di Rutan dan Lapas serta pelayanan Rumah Sakit sesuai dengan jadwal, dan melakukan Pelatihan EE Dewasa, EE Kids dan EE4G sesuai permintaan Gereja-Gereja.
Dalam bulan April yang lalu kita telah merayakan hari kematian Tuhan Yesus dan kebangkitan-Nya dari antara orang mati. Melalui kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus tersebut kita orang percaya beroleh anugerah keselamatan dan hidup kekal. Di bulan Mei ini, kita merayakan kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga dan turunnya Roh Kudus yang akan memimpin dan menuntun hidup kita sebagaimana Firman Tuhan mengatakan: “Roh Tuhan akan ada pada-Nya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan Tuhan” (Yes. 11:2). Marilah tekun berdoa mohon kehadiran Roh Kudus menuntun perjalanan kita di dalam tahun 2026 ini sesuai dengan kehendak Tuhan.
Dalam menjalani seluruh tahun 2026 ini, marilah tetap berserah sepenuhnya kepada Tuhan dengan tekun melaksanakan hukum Taurat Tuhan sebagai pembimbing kita untuk tetap beriman teguh kepada Tuhan Yesus, dan menerima Dia sebagai Juru selamat kita. Firman-Nya di Roma 3:21-22 mengatakan: “Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat, kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi, yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya”. Tuhan Yesus memberkati.

St. Prof. Dr. Payaman J. Simanjuntak
Pemimpin Umum dan Dewan Redaksi
[email protected]

SENIN 01 JUNI 2026

MEMBUKA PINTU BAGINYA MENEMUI KITA
Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok, jikalau ada orang yang mendengar suaraKu dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia dan ia bersama-sama dengan Aku (Why 3:20)

Mzm 133:1-3 BE 411:1 Mat 26:17-25
Ayat ini diambil dari perikop yang oleh LAI diberi judul: "Kepada jemaat di Laodikia". Ayat ini merupakan bagian dari pesan Tuhan Yesus kepada jemaat Laodikia. Jemaat ini dikenal sebagai jemaat yang suam-suam kuku, yang hati mereka mulai menjauh dari Tuhan. Di tengah keadaan itu, Tuhan Yesus memberikan gambaran yang sangat menyentuh. Ia berdiri di depan pintu dan mengetok. Ini menunjukkan kasih dan kerinduan Tuhan untuk kembali bersekutu dengan umat-Nya. Ia tidak memaksa masuk, tetapi dengan sabar mengetok dan menunggu tanggapan dari hati manusia.
Pintu yang dimaksud di sini ialah pintu hati kita. Dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak hal yang bisa membuat hati kita tertutup bagi Tuhan seperti dosa, dan kesibukan. Tanpa disadari, kita bisa menjalani kehidupan rohani yang bersifat rutinitas. Namun Tuhan Yesus tidak meninggalkan kita. Ia terus mengetok melalui firman Tuhan, melalui suara hati kita, atau nasihat orang lain. Ketika kita mendengar suara-Nya dan membuka hati, Ia berjanji akan masuk dan makan bersama-sama dengan kita.
Gambaran "makan bersama-sama" dalam ayat ini melambangkan hubungan yang akrab. Tuhan tidak hanya ingin kita mengenal-Nya dari jauh, tetapi Ia ingin berjalan bersama kita setiap hari, dalam pekerjaan, keluarga, pergumulan, dan sukacita. Ayat ini mengajak kita untuk berhenti sejenak dan memeriksa hati kita. Apakah pintu hati kita masih terbuka bagi Tuhan? Apakah kita memberi waktu mendengar suara-Nya? Hari ini, mari kita membuka pintu hati kita bagi Tuhan Yesus dan mengijinkan Dia masuk mendapatkan kita, dan makan bersama-sama dengan kita. Mari kita ijinkah Tuhan Yesus memimpin hidup kita.

Doa : Tuhan Yesus. Tuntun kami agar hati kami peka mendengar ketukkan-Mu, dan membuka pintu hati kami. Masuklah engkau Tuhan ke dalam hati kami, dan makan bersama-sama dengan kami. Amin. (RP)

30/05/2026

MINGGU 31 MEI 2026

Minggu Trinitatis
MENJADI SAKSI ALLAH TRITUNGGAL
Ep. Yesaya 44 :1 - 8

Di Minggu Trinitatis ini kita diingatkan bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah yang hidup dalam kesatuan Bapa, Anak, dan Roh Kudus—Allah yang menyatakan diri-Nya, yang memelihara, yang menyelamatkan dan menguduskan umat-Nya. Dan hari ini, Allah Tritunggal itu meyakinkan kita: Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya.
Bangsa Israel saat itu berada dalam masa pembuangan. Mereka kehilangan harapan dan mulai meragukan kasih Tuhan. Namun di tengah keadaan itu, Tuhan berkata: “Jangan takut, hai hamba-Ku.” Ini adalah penegasan bahwa identitas mereka tidak berubah—mereka tetap milik Tuhan.
Dalam terang Trinitas, kita melihat karya Allah yang utuh. Bapa memilih dan mengasihi, Anak menyelamatkan, dan Roh Kudus menghidupkan. Janji “mencurahkan air ke atas tanah yang haus” menggambarkan Roh Kudus yang memulihkan kehidupan yang kering.
Apa relevansinya bagi kita hari ini? Manusia modern sering hidup seperti dalam “pembuangan”, menderita karena tekanan ekonomi, kecemasan masa depan, krisis identitas, dan kelelahan batin. Banyak orang mencari pegangan pada hal-hal sementara—uang, jabatan, popularitas—namun tetap jiwanya tetap merasa kosong.
Firman Tuhan hari ini mengajak kita kembali kepada sumber yang sejati. Pertama, kita dipanggil untuk tidak takut menghadapi ketidak-pastian hidup, sebab Tuhan memegang awal dan akhir. Kedua, kita diajak membuka hati bagi karya Roh Kudus, yang sanggup memulihkan hati yang kering dan memberi kekuatan baru. Ketiga, kita dipanggil menjadi saksi di tengah dunia modern, melalui cara hidup yang jujur, mengasihi, dan membawa damai, sebagai tanda bahwa kita milik Tuhan. Di tengah dunia yang bising dan penuh ketakutan, hidup kita seharusnya menjadi kesaksian yang tenang namun kuat: bahwa hanya Tuhanlah Allah yang sejati, dan di dalam Dia ada pengharapan.
Maka pada Minggu Trinitatis ini, marilah kita percaya penuh kepada Allah yang esa dalam tiga pribadi. Ia setia, Ia memulihkan, dan Ia menyertai setiap langkah hidup kita—dulu, sekarang, dan selamanya.

Doa: Terima kasih Allah Tritunggal yang memastikan bahwa Engkau yang memegang kendali atas hidup kami, tidak pernah meninggalkan kami; Apa pun yang terjadi, kami tetap umat-Mu. Amin (STPS)


Minggu Trinitatis
MENJADI SAKSI ALLAH TRITUNGGAL
Ev. Matius 28, 16-20

Perikop ini sering disebut “Amanat Agung”, penugasan yang disampaikan Yesus sesaat sebelum Dia naik ke surga. Perikop ini berisikan sedikitnya tiga hal. Pertama, menyatakan bahwa Yesus telah diangkat menjadi Penguasa atas segala sesuatu (ay. 18 – band. Ef. 1,21-22; Fil. 2,9-11). Kedua, dengan otoritas itulah kita diutus. Kita tidak diutus dengan kekuatan sendiri, tetapi dalam otoritas Kristus yang adalah Penguasa atas segala sesuatu. Lalu yang ketiga: Yesus memerintahkan: “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.” Perhatikan, dikatakan: “nama” (tunggal), bukan “nama-nama” (jamak). Ini menegaskan bahwa Allah itu esa, namun hadir dalam tiga pribadi: Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Bapa adalah Pencipta dan Pemelihara, juga yang membuat Rencana Keselamatan; Karena kasih-Nya, Allah mengutus Anak, yaitu Yesus Kristus, yang mati dan bangkit kembali untuk menyediakan keselamatan bagi dunia; dan kemudian, Allah hadir dalam Roh Kudus, Pribadi yang bekerja di dalam hati manusia agar mau percaya kepada Yesus..
Allah dalam Yesus dan Roh Kudus yang menyelamatkan itulah yang harus kita beritakan. Itulah Amanat Agung Tuhan Yesus. Itulah tugas Pekabaran Injil. Dan itu adalah keharusan; bahkan kita akan celaka bila tidak melakukan tugas itu (baca 1 Kor. 9,16). Memberitakan Injil adalah tugas utama bagi semua orang percaya yang berhimpun dalam Gereja.
Tujuannya bukan untuk menambah jumlah orang Kristen atau gedung gereja – tetapi supaya semua orang mendengarkan bahwa dalam Yesus telah tersedia keselamatan sempurna – agar mereka mau percaya dan menerima Tuhan Yesus menjadi Tuhan dan Juru selamatnya. Karena Kristus akan datang kedua kali untuk menghakimi semua manusia. Hanya orang yang percaya saja yang akan menerima anugerah hidup kekal. Karena itu, kita harus memberitakan Injil agar orang-orang terhindar dari hukuman neraka kekal.
Tugas itu tidaklah mudah, akan banyak tantangan. Namun, Yesus Penguasa segala sesuatu itu mengatakan: “Aku akan menyertai kami” sampai akhir zaman. Kuasa dan penyertaan-Nya itulah andalan kita.

Doa: Ya Allah Tritunggal, korbarkanlah hati semua umat-Mu agar semuanya bersegera bangkit memberitakan Injil-Mu agar seluruh dunia selamat dan menerima anugerah hidup kekal. Amin (STPS)

29/05/2026

SABTU 30 MEI 2026

JANJI TUHAN MENGAMPUNI DOSA KITA
Marilah, baiklah kita beperkara! firman Tuhan. Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba (Yes. 1:18)

Mzm. 132:11-18 BE.107:3 Mat. 26:14-16

Firman Tuhan hari ini adalah sebuah undangan yang penuh kasih dari Tuhan untuk segera bertobat. Allah yang kudus tidak menutup pintu bagi umat-Nya yang berdosa, tetapi justru memanggil mereka untuk datang dan meninggalkan hidupnya yang penuh cacat merah karena dosanya. Dosa manusia digambarkan merah seperti kirmizi, pekat seperti kain kesumba. Tetapi dosa kita itu dapat dimurnikan menjadi putih bersih seperti salju asal kita datang kepada Tuhan dan meninggalkan kebiasaan perbuatan dosa kita. Kita bertobat.
Manusia sering mencoba menutupi dosa dengan berbagai cara. Ada yang menyembunyikannya di balik kesibukan, ada yang menutupinya dengan perbuatan baik, bahkan dengan kegiatan keagamaan. Namun di hadapan Allah yang melihat sampai ke kedalaman hati, tidak ada yang tersembunyi. Semua terbuka di hadapan-Nya. Dosa tetap meninggalkan bekas yang tidak dapat dibersihkan oleh kekuatan manusia sendiri. Tuhan yang Maha Kasih itu rela setiap saat memulihkan kita, menghapuskan dosa pelanggaran kita, sebagaimana Firman-Nya mengatakan: “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1Yoh. 1:9).
Allah tidak hanya setia, tetapi juga adil. Kesetiaan-Nya terlihat ketika Ia tidak meninggalkan manusia dalam dosa, dan keadilan-Nya dinyatakan ketika Ia menyucikan hidup manusia melalui pengampunan yang telah disediakan Tuhan Yesus bagi kita. Karena itu firman ini menjadi panggilan bagi setiap orang percaya: jangan menjauh dari Tuhan karena dosa, tetapi datanglah kepada-Nya dengan hati yang jujur. Sebab di tangan-Nya, hidup yang ternoda dapat dipulihkan, dan hati yang gelap dapat dibuat terang oleh kasih-Nya. Tuhan setia pada janji-Nya memberikan pengampunan dan pemulihan bagi umatnya yang bertobat.

Doa : Terima kasih Tuhan yang rela mengampuni dosa-dosa kami. Ajari kami datang kepada-Mu dengan kerendahan hati dan pertobatan yang sungguh-sungguh. Amin. (Lastri)

28/05/2026

JUMAT 29 MEI 2026

TETAP TEGUH DALAM IMAN DI TENGAH PENYESATAN
Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal. (Jud 1:20-21)

Mzm. 132:1-10 BE 102:1 Mat. 26: 6-13

Surat Yudas ditulis ketika jemaat sedang menghadapi ancaman dari guru-guru palsu yang menyusup ke dalam persekutuan. Mereka hidup sembarangan, menyalahgunakan kasih karunia Allah, dan menyesatkan banyak orang. Karena itulah Yudas menasihati jemaat agar tetap teguh dan tidak hanyut oleh arus yang salah.
Firman Tuhan berkata: “Bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci.” Ini berarti iman tidak boleh dibiarkan lemah. Di tengah banyaknya ajaran yang menyesatkan, orang percaya harus secara sadar membangun imannya di atas kebenaran firman Tuhan. Iman harus dirawat, diperkuat, dan dijaga setiap hari.
Kemudian Yudas berkata: “Berdoalah dalam Roh Kudus.” Ketika ada ajaran yang membingungkan, berdoalah dengan tekun kepada Allah. Doa dalam Roh Kudus berarti kita membuka diri dipimpin oleh Roh, sehingga hidup kita tetap berada dalam kehendak Tuhan.
Selanjutnya, “peliharalah dirimu dalam kasih Allah.” Dunia di sekitar jemaat waktu itu penuh dengan kepalsuan dan kejahatan. Karena itu, orang percaya harus tetap tinggal dalam kasih Allah. Kasih ini bukan hanya untuk dirasakan, tetapi juga untuk dihidupi dalam relasi dengan sesama.
Akhirnya, Yudas mengingatkan: “nantikanlah rahmat Tuhan kita Yesus Kristus untuk hidup yang kekal.” Ini adalah pengharapan yang menguatkan. Di tengah tekanan dan tantangan, orang percaya diarahkan untuk melihat kepada masa depan yang pasti bersama Kristus.
Saudaraku! Situasi zaman Yudas mirip dengan zaman kita. Banyak suara yang menyesatkan, banyak godaan yang melemahkan iman. Karena itu, firman ini mengajak kita untuk tetap teguh: membangun iman, hidup dalam doa, tinggal dalam kasih Allah, dan berpegang pada pengharapan akan Kristus. Inilah jalan agar kita tidak tersesat, tetapi tetap setia sampai akhir.

Doa: Ya Tuhan, berikan kami Roh-Mu agar kami tetap teguh dalam iman yang benar ketika muncul penyesat-penyesat. Amin (STPS)

27/05/2026

KAMIS 28 MEI 2026

KASIH YANG TAK TERPADAMKAN
Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN! (Kid 8:6)

Mzm. 131:1-3 BE 132:1 Mat. 26: 1-5

Kasih sejati yang berasal dari Allah tidak dapat dikalahkan oleh penderitaan, konflik, atau kematian. Salomo menulis ayat ini sebagai puisi cinta yang menggambarkan hubungan antara mempelai pria dan mempelai wanita. Dalam tradisi Kristen, Kasih sering dilihat sebagai gambaran kasih Kristus kepada gereja-Nya. Kasih digambarkan sangat kuat dan tidak bisa dihancurkan. Dalam bahasa Ibrani, kasih ini bukan sekadar emosi manusia, tetapi api dari Allah sendiri.
Kasih sejati adalah komitmen yang dimeteraikan. “Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu.” Meterai menandakan kepemilikan dan kesetiaan. Artinya kasih bukan hanya perasaan, Kasih adalah komitmen yang dipegang di hati dan diwujudkan dalam tindakan. Dalam keluarga, Kasih suami-istri, Kasih orang tua-anak, Kesetiaan dalam relasi, Kasih yang sejati selalu meninggalkan tanda atau meterai di hati.
“Kasih kuat seperti maut.” Menunjukkan kasih lebih kuat dari kemati-an. Tidak ada yang bisa menolak kematian. Demikian juga kasih sejati tidak bisa dihancurkan oleh keadaan. Inilah gambaran terbesar dari kasih Allah yang dinyatakan dalam Kasih itu membawa Yesus sampai ke salib. Dunia penuh konflik, keluarga bisa retak, saling melukai, Tetapi kasih Allah tetap bertahan.
“Nyalanya adalah nyala api Tuhan.” Menunjukkan bahwa kasih dari Tuhan adalah api yang menyala. Memiliki sifat: menghangatkan, memurnikan, memberi terang. Tidak bisa dipadamkan oleh masalah keluarga, kesulitan hidup. Kasih Tuhan selalu memulihkan manusia. Kasih sejati tidak bisa dibeli dengan kekayaan, status atau kekuasaan. Demikianlah kasih Tuhan kepada manusia. Walau manusia jatuh dalam dosa, Tuhan tidak meninggalkan kita. Dia mengirim Anak-Nya untuk menyelamatkan kita. Dunia sedang mencari kasih. Keluarga sedang merindukan kasih. Dan ketika kasih Tuhan memenuhi hati kita, keluarga dipulihkan, luka disembuhkan, dan harapan kembali hidup. Biarlah kasih Tuhan menjadi meterai di hati kita.

Doa : Terima kasih Tuhan atas Kasih yang dianugerahkan kepada kami untuk kami nyatakan kepada keluarga kami, kepada dunia ini. Tuntun kami terus untuk mengobarkan kasih Tuhan kepada dunia sekitar kami, Amin (DSim)

Address

Jalan Delima Raya Rt 13/Rw 3 No 3 Kel Malaka Sari, Kec. Duren Sawit Jakarta Timur
Jakarta
13460

Opening Hours

Monday 15:00 - 17:00
Thursday 10:00 - 15:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yayasan BKS Marturia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Yayasan BKS Marturia:

Share