17/04/2026
Kembali kepada Bapa
Lukas 15:20-24
“Jadi kita bisa ambil bagaimana si anak ini ajaran bapaknya ini cukup baik gitu ya. Meskipun sebenarnya dia memberikan tanggung-jawab “Kan kamu bebas, mau ngapain aja terserah.” Begitu juga dengan Tuhan. Tapi ternyata anak ini bisa mengintrospeksi dirinya. Pada saat dia jatuh, hancur, dia tetap bisa mengintrospeksi. Nah, itu yang Tuhan mau juga buat kita. Tuhan nggak mau kita udah jatuh terus kita nggak introspeksi, kita malah nyalah-nyalahin terus gitu. Nggak gitu ya, tapi kita introspeksi. Kita bisa mengetahui bahwa “Oh, ya, saya salah.” Kalau kita bisa tahu bahwa kita salah, kita akan datang minta ampun dengan sepenuh hati. Kalau kita nggak introspeksi, kita tahu kita salah cuman sekedar “Oh, ya, saya salah.” Datang minta maaf ya cuma “Sori ya, maaf ya.” Seadanya gitu ya. Tapi kalau dengan sungguh-sungguh, dengan introspeksi, “Oh, ya, ya, ternyata apa yang sudah aku buat ini hasilnya kayak gini loh dan aku sudah menyakiti hati yang memberi.” Nah, itu akan kita akan dengan sungguh-sungguh.”
“Begitu kita dapat pengampunan, kita akan bersukacita dan merayakannya bersama Tuhan. Karena tadi Tuhan sudah bilang, “Aku membawamu kembali kepada Bapa dengan pengorbanan diriKu. Aku sudah mati di kayu salib buat menebus dosamu, makanya sekarang kamu hidup dengan penuh sukacita.” Jadi pengorbanan Tuhan Yesus mati di kayu salib jangan dibuat sia-sia. “Memang itu tugasnya Tuhan Yesus menebus saya.” Enggak gitu ya. Tuhan Yesus karena mengasihi kita, Tuhan Yesus menunggu kita, “Yuk kamu kembali.” Oke, sekarang saatnya kamu kembali, kita kembali, kita akan merayakannya bersama nanti di surga.