Masjid Nur Ala Nur

Masjid Nur Ala Nur Masjid yang ditegakkan Sunnah-sunnah Rasulullah Salallahu alaihi wasallam dengan pemahaman Sahabat

Masjid dimana ditegakkannya sunnah Nabi Shalallahu alaihi wasallam. https://www.google.co.id/maps/@-6.2056574,106.8525882,3a,75y,149.24h,81.84t/data=!3m6!1e1!3m4!1s-llZK572WqjBlIpmQ7xTMg!2e0!7i13312!8i6656!6m1!1e1?hl=en-ID

Amalan yang paling dicintai Allah pada sepuluh hari (pertama) bulan Dzulhijjah. Jangan sampai Anda melewatkan amalan-ama...
13/05/2026

Amalan yang paling dicintai Allah pada sepuluh hari (pertama) bulan Dzulhijjah. Jangan sampai Anda melewatkan amalan-amalan ini
Sungguh beruntung (demi Allah) bagi orang yang menjaganya

https://www.youtube.com/watch?v=tKGlqDcZOyw

Syaikh Abdurrazzaq Al Badr

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada beliau, keluarga, dan seluruh sahabatnya.

Ya Allah, ajarkanlah kepada kami ilmu yang bermanfaat, berilah manfaat kepada kami dengan ilmu yang telah Engkau ajarkan, tambahkanlah ilmu kepada kami, perbaikilah seluruh urusan kami, dan jangan Engkau serahkan kami kepada diri kami sendiri walau sekejap mata. Ya Allah, pahamkanlah kami dalam agama dan berilah kami taufik untuk mengikuti petunjuk Nabi-Mu yang mulia ﷺ.

Amma ba’du.

Kita masih berada pada pembahasan kedua dari kitab Kifâyatul Muta‘abbid karya Al-Mundziri, yang berkaitan dengan keutamaan puasa.

Penulis رحمه الله menyebutkan sejumlah keutamaan yang berkaitan dengan puasa secara umum, dan juga puasa pada hari-hari tertentu dalam setahun, sebulan, maupun sepekan. Beliau juga membawakan hadis tentang amal pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, yaitu hadis umum tentang keutamaan amal saleh pada hari-hari tersebut.

Disebutkannya hadis itu dalam bab keutamaan puasa karena di antara amal saleh yang dilakukan pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah puasa. Puasa termasuk amal saleh yang dicakup dalam sabda Nabi ﷺ:

“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh pada hari-hari itu lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini.”

Maka puasa termasuk amal saleh yang dianjurkan pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah.

Sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah hari-hari terbaik dalam setahun, sebagaimana sepuluh malam terakhir Ramadan adalah malam-malam terbaik dalam setahun. Jadi:

Hari-hari terbaik setahun: sepuluh hari pertama Dzulhijjah.

Malam-malam terbaik setahun: sepuluh malam terakhir Ramadan.

Di sepuluh malam terakhir Ramadan terdapat malam Lailatul Qadar yang lebih baik daripada seribu bulan. Sedangkan di sepuluh hari pertama Dzulhijjah terdapat Hari Arafah, yaitu penghulu hari dan hari paling utama.

Kesimp**annya, sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah hari-hari yang mulia, agung, dan penuh berkah. Hari-hari itu adalah waktu terbaik untuk beramal saleh. Seorang muslim hendaknya memanfaatkan kesempatan tersebut dengan memperbanyak shalat, puasa, sedekah, dan berbagai ketaatan lainnya.

Kemudian beliau membawakan hadis Ibnu Abbas رضي الله عنهما bahwa Nabi ﷺ bersabda:

“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh pada hari-hari itu lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari ini (yakni sepuluh hari pertama Dzulhijjah).”

Para sahabat bertanya:

“Wahai Rasulullah, tidak juga jihad di jalan Allah?”

Beliau menjawab:

“Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali sedikit pun dari keduanya.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari.

Hadis ini menunjukkan dengan jelas keutamaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah dan besarnya kedudukan hari-hari tersebut. Amal saleh pada hari-hari itu adalah amal yang paling utama. Karena itu seorang muslim hendaknya memanfaatkan hari-hari tersebut sebaik-baiknya. Di antara amal saleh yang sangat dianjurkan pada hari-hari itu adalah puasa.

Keutamaan Puasa Arafah, Tiga Hari Setiap Bulan, dan Hari Senin

Penulis رحمه الله berkata:

“Bab tentang puasa Hari Arafah, tiga hari setiap bulan, dan hari Senin.”

Diriwayatkan dari Abu Qatadah رضي الله عنه bahwa Rasulullah ﷺ pernah ditanya tentang puasa beliau. Maka Rasulullah ﷺ marah. Lalu Umar رضي الله عنه berkata:

“Kami ridha Allah sebagai Rabb kami, Islam sebagai agama kami, Muhammad sebagai Rasul kami, dan baiat kami sebagai baiat yang benar.”

Lalu beliau ditanya tentang puasa sepanjang tahun. Beliau bersabda:

“Ia tidak berpuasa dan tidak p**a berbuka.”

Atau beliau bersabda:

“Ia tidak puasa dan tidak berbuka.”

Perawi ragu.

Kemudian beliau ditanya tentang puasa dua hari dan berbuka satu hari. Beliau bersabda:

“Siapa yang mampu melakukan itu?”

Beliau ditanya lagi tentang puasa sehari dan berbuka dua hari. Beliau bersabda:

“Andai Allah menguatkan kami untuk itu.”

Kemudian beliau ditanya tentang puasa sehari dan berbuka sehari. Beliau bersabda:

“Itulah puasanya saudaraku Dawud عليه السلام.”

Beliau juga ditanya tentang puasa hari Senin. Maka beliau bersabda:

“Itu adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus, dan hari diturunkannya wahyu kepadaku.”

Beliau bersabda lagi:

“Puasa tiga hari setiap bulan dan Ramadan ke Ramadan adalah seperti puasa sepanjang masa.”

Beliau ditanya tentang puasa Asyura. Beliau bersabda:

“Puasa itu menghapus dosa setahun yang lalu.”

(HR Muslim)

Hadis Abu Qatadah رضي الله عنه ini mencakup banyak keutamaan puasa:

Keutamaan puasa Arafah.

Keutamaan puasa tiga hari setiap bulan.

Keutamaan puasa hari Senin.

Beberapa hukum dan adab puasa lainnya.

Ketika Nabi ﷺ ditanya tentang cara beliau berpuasa, beliau marah karena pertanyaan itu tidak tepat. Sebab puasa adalah ibadah yang luas dan manusia berbeda-beda kemampuan dalam melaksanakannya. Yang lebih tepat adalah seseorang bertanya:

“Berapa banyak aku sebaiknya berpuasa?”

Lalu Nabi ﷺ akan menjawab sesuai kemampuan orang tersebut.

Karena Nabi ﷺ mampu melakukan puasa yang tidak mampu dilakukan umatnya. Dalam hadis disebutkan:

“Aku bermalam di sisi Rabbku, Dia memberiku makan dan minum.”

Karena itulah beliau tidak menyukai pertanyaan tentang bagaimana persisnya beliau berpuasa.

Melihat kemarahan Nabi ﷺ, Umar رضي الله عنه berkata:

“Kami ridha Allah sebagai Rabb kami, Islam sebagai agama kami, dan Muhammad ﷺ sebagai Rasul kami.”

Ucapan ini mengandung seluruh pokok agama. Agama berdiri di atas tiga landasan:

Ridha Allah sebagai Rabb.

Ridha Islam sebagai agama.

Ridha Muhammad ﷺ sebagai Rasul.

Tiga hal ini p**a yang akan ditanyakan kepada manusia di alam kubur:

Siapa Rabbmu?

Apa agamamu?

Siapa nabimu?

Yang mampu menjawab dengan benar adalah orang yang benar-benar ridha dengan tiga perkara tersebut semasa hidupnya.

Dzikir ini juga dianjurkan dibaca setelah menjawab azan:

“Aku ridha Allah sebagai Rabbku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad ﷺ sebagai Rasulku.”

Dengan itu seorang muslim memperbarui iman dan keridhaannya kepada Allah dan Rasul-Nya.

Larangan Puasa Setahun Penuh

Nabi ﷺ ditanya tentang puasa sepanjang tahun. Beliau menjawab:

“Tidak puasa dan tidak berbuka.”

Maksudnya, orang yang berpuasa sepanjang tahun tidak mendapatkan pahala puasa yang sempurna karena menyelisihi sunnah Nabi ﷺ. Dalam hadis lain beliau bersabda:

“Barang siapa membenci sunnahku maka ia bukan golonganku.”

Beliau sendiri berpuasa dan juga berbuka. Maka orang yang terus-menerus puasa tanpa berbuka telah menyelisihi petunjuk beliau.

Puasa Nabi Dawud عليه السلام

Ketika Nabi ﷺ ditanya tentang puasa sehari dan berbuka sehari, beliau bersabda:

“Itulah puasanya saudaraku Dawud.”

Ini menunjukkan bahwa puasa terbaik adalah puasa Nabi Dawud عليه السلام, yaitu sehari puasa dan sehari berbuka.

Keutamaan Puasa Hari Senin

Nabi ﷺ bersabda tentang hari Senin:

“Itulah hari aku dilahirkan, hari aku diutus, dan hari diturunkannya wahyu kepadaku.”

Ini menunjukkan keutamaan puasa hari Senin setiap pekan.

Keutamaan Puasa Tiga Hari Setiap Bulan

Beliau ﷺ bersabda:

“Puasa tiga hari setiap bulan dan Ramadan ke Ramadan seperti puasa sepanjang masa.”

Karena satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali. Maka tiga hari setiap bulan sama dengan tiga puluh hari pahala puasa. Jika dilakukan terus-menerus, seakan-akan seseorang berpuasa sepanjang hidupnya.

Tidak disyaratkan tiga hari itu harus berurutan. Boleh:

di awal bulan,

di tengah bulan,

di akhir bulan,

atau dipisah-pisah.

Semuanya tetap mendapatkan keutamaan tersebut.

Hadis Aisyah رضي الله عنها

Mu’adzah رحمه الله berkata:

Aku bertanya kepada Aisyah رضي الله عنها:

“Apakah Rasulullah ﷺ berpuasa tiga hari setiap bulan?”

Beliau menjawab: “Ya.”

Aku bertanya: “Pada hari-hari apa beliau berpuasa?”

Aisyah menjawab:

“Beliau tidak mempedulikan hari apa dalam bulan itu beliau berpuasa.”

(HR Muslim)

Para sahabat bertanya seperti ini karena ingin mengikuti sunnah Nabi ﷺ, bukan sekadar ingin mengetahui informasi.

Hadis ini menunjukkan bahwa puasa tiga hari setiap bulan tidak harus pada hari tertentu.

Namun terdapat hadis dari Abu Dzar رضي الله عنه bahwa Nabi ﷺ bersabda:

“Jika engkau berpuasa tiga hari setiap bulan, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15.”

Hari-hari itu disebut Ayyâmul Bidh (hari-hari putih), karena cahaya bulan sangat terang pada malam-malam tersebut.

Maka:

Jika seseorang puasa tiga hari kapan saja dalam bulan → ia mendapat keutamaannya.

Jika ia memilih tanggal 13, 14, dan 15 → itu lebih utama karena menggabungkan semua hadis.

Kemudian disebutkan perkataan Abdul Aziz bin Baz رحمه الله:

“Hadis-hadis sahih yang banyak dari Rasulullah ﷺ tidak menyebutkan secara khusus hari-hari putih. Seseorang boleh berpuasa kapan saja dalam bulan itu. Namun jika puasanya bertepatan dengan hari-hari putih, maka itu lebih utama karena menggabungkan seluruh dalil.”

Di akhir pelajaran, beliau berdoa:

“Kami memohon kepada Allah Yang Maha Mulia, Rabb Pemilik Arsy yang agung, agar memberi manfaat kepada kami dengan ilmu yang telah Dia ajarkan, menambah ilmu kepada kami, memperbaiki seluruh urusan kami, tidak menyerahkan kami kepada diri kami sendiri walau sekejap mata, memberi kami petunjuk ke jalan yang lurus, mengampuni kami, kedua orang tua kami, para guru kami, para pemimpin kami, serta seluruh kaum muslimin dan muslimat, yang hidup maupun yang telah wafat.”

Beliau juga membaca doa-doa yang agung seperti:

“Ya Allah, berilah jiwa kami ketakwaannya dan sucikanlah ia. Engkau sebaik-baik yang menyucikannya. Engkaulah pelindung dan penolongnya.”

“Ya Allah, kami memohon petunjuk, ketakwaan, kesucian diri, dan kecukupan.”

“Ya Allah, jadikan dunia bukan tujuan terbesar kami dan bukan puncak ilmu kami.”

Kemudian ditutup dengan:

“Mahasuci Engkau ya Allah dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Dan shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, dan para sahabat beliau.

الشيخ عبد الرزاق البدر

11/05/2026
📡 _Live Kajian_🗒️ SABTU, 14 Dzulqo'dah 1447 H🗒️Tgl 2 Mei 2026, Duha✒️ _Thema / Materi Kajian_📖 Kitab : *FIQIH IBADAH QUR...
02/05/2026

📡 _Live Kajian_
🗒️ SABTU, 14 Dzulqo'dah 1447 H
🗒️Tgl 2 Mei 2026, Duha

✒️ _Thema / Materi Kajian_
📖 Kitab : *FIQIH IBADAH QURBAN*

Bersama :
*Al Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as Sidawi* _hafidzhahullaah_
Alumni Markaz ad Da'wah Fadhilatus Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin, Unaisah, KSA

🖥️ Live kajian:
https://youtube.com/live/7jnSyAOMU1k?feature=share

⭕ _Live dari :_
Masjid Nur Ala Nur
Jakarta Pusat

Semoga manfaat
Baarokallaahu fiikum.

----
Streaming live by:
*YAU - Contributor*

❇️❇️❇️❇️

FIQIH IBADAH QURBAN II Kajian bersama : Al Ust. Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar As Sidawi

Insya Allaah Magrib nanti, ada kajian di Masjid Nur Ala Nur Jl. matraman dalam III Jakarta, bersama Syaikh abu Laila al ...
07/10/2025

Insya Allaah Magrib nanti, ada kajian di Masjid Nur Ala Nur Jl. matraman dalam III Jakarta, bersama Syaikh abu Laila al atsari dari Yordania, sahabat dan murid Syaikh Albani dengan tema: Mengenal kehidupan Syaikh Albani. Penterjemah: ustadz adam hafidzahumallah.
https://youtu.be/ZaAuO7gPEfs?si=g5SxjMZkz7ZnjIps

Kurang lebih begini gambaran kajian beliau inshaallah

{الموقعُ الرّسميُّ لِلتسجيلاتِ الأصليَّة للإمامِ العلاّمة محمّد ناصرِ الدّينِ الألبانيِّ رحمهُ الله}http://d3watuna.com/index.phphttps://web.facebook.com/d3w...

06/02/2025

Live: Iman terhadap taqdir (Muqaddimah lanjutan)

Welcome back to Instagram. Sign in to check out what your friends, family & interests have been capturing & sharing around the world.

Live: hadits ke-30 (lanjutan)
05/02/2025

Live: hadits ke-30 (lanjutan)

Address

Jalan Matraman Dalam III No. 14 RT 7/7 Pegangsaan
Jakarta
10320

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Masjid Nur Ala Nur posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Masjid Nur Ala Nur:

Share

Category