Ada Kabar Baik

Ada Kabar Baik Ada Kabar Baik tentang keselamatan dari Allah, yaitu keselamatan melaui iman, bukan melalui perbuatan baik.

Ada Kabar Baik mengenai segala informasi pengajaran dan kegiatan yang diselenggarakan oleh Ada Kabar Baik agar menjadi berkat bagi setiap orang demi kemuliaan nama Yesus. Ada Kabar Baik berada di bawah naungan "Kabar Kasih Karunia & Kebenaran (4K)".

09/05/2019

"Wahai perempuan, tangisilah dirimu sendiri..."
---
Beberapa hari sebelum ditangkap, kepalanya diurapi dengan sebotol minyak yang sangat mahal, dan banyak orang yang dengan sinis berkata "Untuk apa menghamburkan uang untuk hal itu?" Tapi dia menjawab, "Biarkanlah dia melakukan hal ini, untuk mempersiapkan kematianku..." Dan benar, beberapa hari sesudahnya, dia ditangkap dan diadili secara tidak adil, atas tuduhan yang tidak dilakukannya... Dia disamakan dengan para penjahat, walaupun kesalahan tidak ditemukan padanya...
Yang ingin membunuh dia, tidak lain adalah para pemuka agama yg pada jubah putihnya tergantung tali sembahyang, yang mulutnya tak henti mengucapkan doa, tapi hatinya penuh kebencian...
Yang ingin membunuh dia, tidak lain adalah mereka yang "ditelanjangi" kesalahannya...
Ya, iblis telah menguasai hati mereka!
Di bawah pemerintah yang cuci tangan (entah demi ambisi, entah demi dalih kedamaian, entah demi kekuasaan), yang sesungguhnya tahu bahwa dia tidak bersalah, tidak berdaya, karena tekanan massa...
Keseluruhan massa? Tidak, hanya segelintir yang hatinya dirasuki Iblis, dan yang lain hanya diam, bungkam, tidak berani melawan, dan hanya menangis...
Tapi Dia dengan tegar menjalani hukumannya, bahkan berkata kepada kita, "wahai kamu perempuan, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu!"
Karena Dia tahu Dia akan bangkit, ya, pada hari ketiga dia akan bangkit... untuk KITA yang sungguh mengasihinya...

Berdoalah, karena Allah yang kita sembah HIDUP!

“Salib adalah teror Romawi bagi mereka yang melawan. Kristus mati, sebagai teror kepada pengikut-Nya. Namun Kristus suda...
16/05/2018

“Salib adalah teror Romawi bagi mereka yang melawan. Kristus mati, sebagai teror kepada pengikut-Nya. Namun Kristus sudah mengubah teror itu menjadi kemenangan. Salib yang tadinya lambang teror, menjadi lambang kemenangan dan pengharapan. Kuatkan hatimu.”

Rupanya teror penyaliban ala Romawi tidak berhasil menekan laju paham dan ideologi cinta kasih Kristus. Romawi yang tidak henti mengembangkan kekuatan dan pengaruh serta wilayah selama 7 abad dari 753BC sampai matinya Kristus, harus menyadari dalam dua abad mendatang, merekalah yang “diteror” oleh orang-orang Kristen yang tidak takut mati. Kekristenan menyebar dari Yerusalem, Yudea, Samaria, dan sampai ke ujung bumi. Kerajaan Romawi ditaklukkan oleh pengikut Kristus pada akhirnya, bukan dengan kekerasan, namun dengan cinta kasih.

Teror tidak menghentikan laju iman sejati kepada Kristus pada 2.000 tahun yang lalu. Di zaman kita, teror juga tidak akan dengan gampangnya berhenti, malah kelihatannya akan semakin terus bertambah. Iman kita harus sanggup melihat di tengah-tengah segala teror, bagaimana tangan Allah terus merajut sejarah umat manusia dengan kasih-Nya yang pada akhirnya teror akan yang diubah-Nya menjadi kemenangan dan pengharapan. Sama seperti di zaman gereja mula-mula ada Tangan yang mengubah dedengkot teroris yang mengerikan bernama Saulus, demikian jugalah hari ini Tangan yang sama yang berkuasa mengubah situasi sekelam apa pun menjadi penggenapan rencana-Nya. Sementara itu, mari terus berharaplah pada Tuhan!

http://www.buletinpillar.org/renungan/teror

GREAT "GOSPEL" T-SHIRT FOR SALE!Looking for a Guy who would die for you?Let them know about this Guy...He would die for ...
01/08/2016

GREAT "GOSPEL" T-SHIRT FOR SALE!

Looking for a Guy who would die for you?

Let them know about this Guy...
He would die for you.
He is the One you worth loving for...
His name is JC, find Him quick and be blessed!

Available in colors and styles for sale....
Click to buy:
https://teespring.com/WouldDieForYou

"Share" if you like!

3-menit "Membaca" Seluruh Alkitab"The Greatest Story Ever Told", are you the part of it?https://youtu.be/fFq6TD-jBbU
27/04/2015

3-menit "Membaca" Seluruh Alkitab
"The Greatest Story Ever Told", are you the part of it?

https://youtu.be/fFq6TD-jBbU

THE COMPLETE BIBLE STORY IN 3 MINS - THE GREATEST STORY EVER TOLD.... (GENESIS -- REVELATION) Hear it,Know it,Live it. Now we have the chance to change the w...

03/04/2015

...yang terpenting adalah bagaimana salib itu ada dalam hidup kita. Karena dengan salib itu, murka Allah dipadamkan, kita diperdamaikan dan tidak dihukum sebab dosa kita telah diampuni, bahkan kita memperoleh hidup baru dari Allah di dalam Kristus yang mengasihi kita...
Selamat beribadah memperingati Jumat Agung!

05/01/2015

TAHUKAH ANDA?
==============
“Tanpa melalui Aku, tidak ada seorang pun yang akan bisa sampai kepada Bapa. Bagaimana Yesus bisa mengatakan kalimat yang begitu sombong ini?"
Seorang pujangga besar abad ke-20, yang bernama C.S. Lewis, pada masa mudanya ia adalah seorang ateis, yang tidak mau ke gereja, dan tidak mau percaya Tuhan. Ketika ia menemukan kalimat Tuhan Yesus ini, ia menemukan secara logika ada empat kemungkinan. Kemungkinan pertama,Yesus adalah orang gila. Kemungkinan kedua, Yesus adalah orang sombong yang tak bermoral. Kemungkinan ketiga, Yesus adalah seorang penipu. Dan kemungkinan keempat, Yesus benar-benar adalah Allah yang berinkarnasi, yang memang layakmengatakan kalimat demikian.

Jadi apakah Yesus seorang penipu? Tidak pernah ada gejala atau tanda apa pun yang bisa memberikan indikasi ke arah itu. Dari setiap perkataan yang Yesus katakan, tidak ada seorang pun yang bisa menemukan ada kalimat yang tidak jujur yang dikatakan oleh-Nya. Apakah Yesus sedemikian sombong, angkuh dan tidak bermoral? Justru fakta membuktikan sebaliknya. Di sepanjang hidup-Nya, Yesus sedemikian rendah hati dan sedemikian murah hati. Dia penuh kesucian dan konsisten hidupnya. Apakah Yesus orang gila? Tidak mungkin, karena Yesus memiliki pemikiran-pemikiran yang sedemikian tajam, mempunyai pengajaran yang begitu indah, dan logika yang begitu kuat. Akhirnya C.S. Lewis menulis dalam bukunya, yang membuat saya sangat terkejut, yaitu: “Jika Yesus bukan Allah, lalu siapakah Dia?” Dia menantang manusia, bahkan dirinya sendiri. Jika Yesuis bukan orang gila, Yesus bukan orang sombong, Yesus bukan pembohong, maka tidak ada kemungkinan lain, kalimat-kalimat-Nya membuktikan bahwa Dia adalah Allah. Jika sebelumnya C.S. Lewis tidak percaya Yesus adalah Allah, kini dia betul-betul sadar bahwa tidak ada kemungkinan lain kecuali Yesus memang benar-benar Allah.

06/11/2014

Pembenaran kita oleh Allah bukanlah proses melainkan suatu kejadian/seketika (eventual).

Seperti dikatakan dalam alkitab "Kita diselamatkan oleh iman karena kasih karunia, itu semata2 adalah perbuatan Allah, jangan ada yg memegahkan diri (Ef 2:8-9)" Karena tidak ada seorangpun yang dianggap benar di hadapan Allah, hanya Kristus saja. Jadi pembenaran/justification adalah sungguh2 suatu kejadian, bukan proses, yaitu ketika dengan iman terhadap PERBUATAN Kristus, Roh Kudus SEKETIKA melahirbarukan seseorang (bukan dengan baptisan air karena baptisan air seharusnya hanya sebagai bukti bahwa kita telah memiliki iman). Dengan iman, Roh Kudus membawa seseorang kepada salib Yesus 2000 tahun silam, dan membawa orang itu bersatu dengan Kristus, sehingga ketika itulah ia menerima pembenaran/dipandang benar di hadapan Bapa, dan dosa asalnya sebagai keturunan Adam dihapuskan, dan upahnya adalah keselamatan/sorga/hidup kekal. Jadi, bakti Yesus saja CUKUP untuk menyelamatkan kita.

Untuk kelanjutannya, selama Allah masih memberikannya hidup, manusia yang lemah karena daging masih dapat berdosa dengan keinginannya sendiri (bukan lagi dosa keturunan Adam). Untuk itu, manusia harus tetap bersandar kepada kasih dan kemurahan Allah dalam hidupnya dengan memohon pengampunan atas kesalahan2 yg masih diperbuatnya dan memohonkan Roh Kudus menuntun hidupnya lebih kudus kian hari (hidup untuk roh bukan untuk daging). Karenanya ketika hendak melakukan kesalahan, Roh Kudus selalu berbisik dan mengingatkan kita, tergantung kita mau taat atau tidak, ini mutlak pilihan manusia. Inilah sactification. Tindakan/pilihan ini tidak lagi untuk memperoleh keselamatan, karena keselamatan sudah diperoleh, melainkan untuk pertanggungjawaban kita di hadapan Allah kelak.

Jika mengatakan bahwa pembenaran adalah proses, kita akan jatuh kepada pembenaran berdasarkan perbuatan, alias sama seperti agama2 lain yang berharap masuk sorga dengan amal atau berbuat baik.

19/07/2014

"MORMONISME"
=============

Apakah Mormonisme ajaran sesat? Apa yang dipercaya penganut Mormon? Agama Mormon didirikan kurang dari 200 tahun lalu oleh seorang yang bernama Joseph Smith. Dia mengklaim telah menerima kunjungan pribadi dari Allah Bapa dan Yesus Kristus dan menyatakan semua gereja dan pengakuan iman mereka adalah merupakan kekejian bagi Tuhan. Joseph memperkenalkan agama baru yang mengklaim sebagai “satu-satunya gereja yang benar di bumi ini.” Masalahnya ajaran Mormonisme bertentangan dengan, memodifikasi dan mengembangkan Alkitab. Orang-orang Kristen tidak punya alasan untuk percaya bahwa Alkitab tidak benar dan tidak cukup. Percaya kepada Allah berarti percaya kepada FirmanNya. Dan setiap ayat Alkitab diinspirasikan oleh Allah, yang berarti berasal dari Allah (2 Timotius 3:16).

Para penganut Mormon percaya bahwa ada empat sumber firman yang diinspirasikan Allah dan bukan hanya satu. 1). Alkitab, “sejauh diterjemahkan dengan tepat.” Ayat-ayat mana yang diterjemahkan dengan tidak tepat tidak selalu jelas. 2) Kitab Mormon yang “diterjemahkan” oleh Smith dan diterbitkan pada tahun 1830. Smith mengklaim kitab ini sebagai “kitab yang paling benar” di dunia, dan dengan mengikuti aturan-aturannya orang dapat menjadi lebih dekat kepada Allah dibanding dengan “mengikuti kitab-kitab lain.” 3). The Doctrine and Covenants (Doktrin dan Perjanjian) dianggap oleh penganut Mormon sebagai kitab suci dan mengandung kumpulan wahyu modern yang berkaitan dengan Gereja Yesus Kristus yang telah dipulihkan.” 4) The Pearl of the Great Price (Mutiara Yang Berharga) dianggap oleh para penganut Mormon sebagai “klarifikasi” doktrin dan pengajaran-pengajaran yang telah hilang dari Alkitab dan juga tambahan informasi mengenai penciptaan bumi.

Penganut Mormon percaya hal-hal berikut ini tentang Allah: bahwa Allah tidak selamanya merupakan Mahkluk yang Tertinggi dalam alam semesta ini, namun Dia mencapai status itu melalui hidup yang benar dan usaha yang terus menerus. Mereka percaya Allah Bapa memiliki “tubuh dari darah dan daging yang persis sama dengan yang dimiliki oleh manusia.” Sekalipun kemudian ditinggalkan oleh pemimpin-pemimpin Mormon di zaman modern, Brigham Young mengajarkan bahwa Adam sebenarnya adalah Allah dan bapa dari Yesus Kristus. Orang-orang Kristen mengetahui hal-hal berikut ini tentang Tuhan: hanya ada Satu Allah yang sejati (Ulangan 6:4, Yesaya 43:10, 44:6-8), bahwa Dia ada untuk selama-lamanya (Ulangan 33:27; Mazmur 90:2; 1 Timotius 1:17), Dia tidak diciptakan, namun adalah Pencipta (Kejadian 1, Mazmur 24:1, Yesaya 37:16). Allah sempurna dan tidak ada yang setara denganNya (Mazmur 86:8, Yesaya 40:25). Allah Bapa bukanlah manusia dan tidak pernah merupakan manusia (Bilangan 23:19, 1 Samuel 15:29, Hosea 11:9). Allah itu Roh (Yohanes 4:24) dan Roh tidak terbuat dari darah dan daging (Lukas 24:39).

Mormon percaya bahwa ada tingkatan atau kerajaan yang berbeda-beda setelah kematian: Kerajaan Langit , Kerajaan Bumi dan Kerajaan Bintang dan Kegelapan. Di mana orang akan berada setelah mati bergantung pada apa yang mereka percaya dan lakukan dalam hidup ini. Alkitab memberitahukan bahwa setelah mati kita akan masuk Surga atau Neraka, tergantung pada apakah kita beriman pada Yesus atau tidak. Beralih dari tubuh ini berarti berada bersama dengan Tuhan (2 Korintus 5:6-8). Orang yang tidak percaya akan masuk ke Neraka, atau alam maut (Lukas 16:22-23). Ketika Yesus datang untuk kedua kalinya, kita akan menerima tubuh baru (1 Korintus 15:50-54). Akan ada Langit Baru dan Bumi Baru untuk orang-orang percaya (Wahyu 21:1) dan orang-orang yang tidak percaya akan dilemparkan ke dalam lautan api yang kekal (Wahyu 20:11-15). Tidak ada kesempatan lain untuk penebusan setelah kematian (Ibrani 9:27).

Para pemimpin Mormon mengajarkan bahwa inkarnasi Yesus adalah hasil hubungan fisik antara Allah Bapa dan Maria. Mereka percaya bahwa Yesus adalah Allah, namun setiap manusia juga dapat menjadi allah. Secara historis keKristenan mengajarkan Tritunggal/Trinitas dan bahwa Allah berada untuk selama-lamanya sebagai Bapa, Anak, dan Roh Kudus (Matius 28:190. Tidak seorangpun dapat menjadi Allah, hanya Allahlah yang kudus (1 Samuel 2:2). Kita hanya dapat menjadi suci dalam pandangan Allah melalui iman kepadaNya (1 Korintus 1:2) Yesus adalah satu-satuNya Anak Tunggal Allah (Yohanes 3:16) dan satu-satunya yang pernah hidup tanpa dosa, tanpa cacat cela, dan sekarang menduduki tempat yang paling terhormat di Surga (Ibrani 7:26). Yesus dan Allah secara esensi adalah satu, Yesus adalah Dia yang sudah ada sebelum dilahirkan secara fisik (Yohanes 1:1-8, 8:56). Yesus memberi diriNya kepada kita sebagai korban, dan Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan kelak setiap orang akan mengakui Yesus Kristus adalah Tuhan (Filipi 2:6-11). Yesus memberitahu bahwa tidak mungkin seseorang masuk ke Surga melalui perbuatan baiknya sendiri, hanya dengan iman di dalam Dia barulah hal itu dimungkinkan (Matius 19:26). Dan banyak orang tidak akan memilih dia. Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya” (Matius 7:13). Kita semua pantas menerima hukuman kekal untuk dosa-dosa kita,namun kasih dan anugrah Allah yang tidak terbatas telah memberi jalan keluar kepada kita. “ Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Roma 6:23).

Sudah jelas bahwa hanya ada satu cara untuk menerima keselamatan, yaitu mengenal Allah dan PutraNya, Yesus (Yohanes 17:3). Bukan melalui perbuatan, namun melalui iman (Roma 1:17; 3:28). Ketika kita beriman, kita akan menaati hukum-hukum Tuhan dan dibaptiskan karena mencintai Dia, bukan karena baptisan adalah syarat untuk mendapat keselamatan. Kita menerima karunia ini siapapun kita atau apapun yang sudah kita lakukan (Roma 3:22). “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kisah 4:12). Sekalipun penganut Mormon biasanya adalah orang-orang yang s**a berkawan, pengasih dan baik, mereka ambil bagian dalam agama yang sesat yang mengubah natur Allah, Pribadi dari Yesus Kristus dan jalan keselamatan.

Source: http://www.gotquestions.org/Indonesia/Mormonisme.html

Apakah Mormonisme ajaran sesat? Apakah kitab Mormon benar?

17/07/2014

"WHAT REALLY COUNTS"
=====================

Pemilu 2014 menjadi Pemilu yang sangat memilukan hati rakyat Indonesia. Kedua calon pasangan saling mengklaim merekalah yang menang, dan rakyat dibuat pusing dan bingung.

Kita berulang kali melihat sejarah terus berulang, raja yang dikehendaki dan dipilih rakyat kemudian ditinggalkan dan dilawan oleh rakyat. Saul yang menjadi pilihan rakyat karena
“ketika ia berdiri di tengah-tengah orang-orang sebangsanya, ternyata ia dari bahu ke atas lebih tinggi dari pada setiap orang sebangsanya. Dan Samuel berkata kepada seluruh bangsa itu: “Kamu lihatkah orang yang dipilih TUHAN itu? Sebab tidak ada seorang pun yang sama seperti dia di antara seluruh bangsa itu.” Lalu bersoraklah seluruh bangsa itu, demikian: “Hidup raja!” – 1 Samuel 10:23b-24
tetapi kemudian kita melihat rakyat meninggalkan Saul. Namun hal ini bukanlah alasan kekalahan Saul. Bukan karena tidak ada dukungan rakyat, bukan karena bangsa Filistin lebih kuat, tetapi karena
“TUHAN telah undur dari padamu dan telah menjadi musuhmu? TUHAN telah melakukan kepadamu seperti yang difirmankan-Nya dengan perantaraanku, yakni TUHAN telah mengoyakkan kerajaan dari tanganmu dan telah memberikannya kepada orang lain, kepada Daud.” – 1 Samuel 28:16-17
Beberapa puluh tahun kemudian, Raja Daud, seseorang yang berkenan di hati Tuhan pun harus terbirit-birit kabur meninggalkan istananya karena ia telah mendapatkan kabar bahwa “hati orang Israel telah condong kepada Absalom”. Tetapi nasib Daud berbeda dengan nasib Saul, Daud melewati pemberontakan demi pemberontakan dengan tetap bersandar kepada Tuhan. Daud sampai matinya tetap adalah seorang yang berkenan di hati Tuhan dan dia berada di atas takhtanya.

Terkadang suara rakyat yang mengelu-elukan seorang raja dengan antusias dapat berubah dengan cepat menjadi protes bahkan kutukan. Ketika Yesus menaiki seekor keledai memasuki kota Yerusalem,
orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!” - Matius 21:9
Yesus disambut bagaikan raja oleh orang banyak. Namun hal itu pulalah yang menyebabkan Dia harus naik ke kayu salib.
Dan di atas kepala-Nya terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa Ia dihukum: “Inilah Yesus Raja orang Yahudi.” - Matius 27:37
Mengerikan dalam hitungan hari, rakyat yang berteriak “Hosana bagi Anak Daud di gerbang Yerusalem”, sekarang berteriak “Salibkan Dia, bebaskan Barabas!” di pelataran tempat Pilatus mengadili Yesus.
Dan seluruh rakyat itu menjawab: “Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!” - Matius 27:25

Perbedaan quick count memang menyita waktu dan perhatian rakyat indonesia, namun what really counts adalah apakah pemimpin rakyat yang akan naik diperkenan oleh Tuhan sendiri atau tidak.

Source: http://www.buletinpillar.org/renungan/what-really-counts

Pemilu 2014 menjadi Pemilu yang sangat memilukan hati rakyat Indonesia. Kedua calon pasangan saling mengklaim merekalah yang menang, dan rakyat dibuat pusing dan bingung.

26/04/2014

Roh Kudus adalah Roh Allah yang diberikan bagi kita orang percaya. Dan tidak hanya itu, Dia bahkan akan tinggal bersama-sama dengan kita dan menjadi Penolong kita sampai selamanya. Sudah kenalkah saudara akan pribadi Allah yang ke-3 ini?

Ikuti seri lanjutan seminar 4K dengan tema:
"ROH KUDUS & ALKITAB"
dan temukan apa yang Alkitab ajarkan tentang Roh Kudus...

Hari ini, 26 April 2014, jam 3 sore
Di Ruang Anggrek 1, lt. 7 Mal Taman Anggrek, Jakarta

Pembicara: Pdt. Junaidi Tjendra dan Pdt. Manganda Lumbanraja

Seminar ini gratis dan terbuka untuk umum.
Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:
0812-9887-1060 / 021-3011-9616

Diselenggarakan oleh: Yayasan Karisma Anak Bangsa.
Tuhan Yesus memberkati!

03/07/2013

Renungan:
--------------------
"TITIK BALIK KEDUA"

Pada suatu sore musim semi tahun 1960-an, Os Guinness mengisi bensin di salah satu p***a bensin di kota Southampton, Inggris. Saat itu, p***a bensin di Inggris belum menggunakan sistem swalayan, sehingga pelanggan masih dilayani oleh petugas p***a bensin. Os Guinness mempunyai kesempatan untuk melakukan perbincangan yang sangat menyenangkan selama sepuluh menit dengan seorang petugas yang ramah di situ. Seusai pembicaraan, Os Guinness masuk kembali ke mobil tuanya, dan saat menyalakan mesin, dia mendadak sadar akan suatu hal yang akhirnya mendatangkan transformasi, yang dapat juga kita sebut titik balik kedua dalam hidupnya sebagai seorang Kristen. Apa itu titik balik kedua?

Setiap orang Kristen, pasti akan mengalami titik balik dalam hidup mereka. Mereka awalnya adalah orang yang terbelenggu oleh dosa. Mereka tinggal di dalam kegelapan, tidak berpengharapan, dan menjalani hidup yang sia-sia. Namun, pada waktu yang ditentukan oleh Tuhan, mereka dibawa oleh Roh Kudus untuk bertemu dengan Kristus, dan oleh karya penebusan Kristus di atas kayu salib, dosa mereka diampuni, mereka disucikan, dan mereka diubahkan dari anak-anak kegelapan menjadi anak-anak terang. Kini mereka hidup di dalam jaminan keselamatan Kristus. Inilah titik balik pertama orang Kristen.

Titik balik pertama ini sudah dialami oleh Guinness. Dia sudah menjadi seorang Kristen yang baik selama bertahun-tahun. Bahkan, karena konsep bahwa pendeta purna waktu adalah pekerjaan yang paling mulia bagi seorang Kristen, dia sedang menggumulkan untuk menjadi pendeta. Namun, momen di p***a bensin saat itu telah menyalakan sebuah api baru dalam hatinya. Seusai pembicaraan itu, dia dikagetkan dengan sebuah kesadaran bahwa petugas p***a bensin itu adalah orang pertama yang diajak bicara dalam minggu itu yang bukan anggota gereja. Secara tidak sadar, Guinness telah mengisolasikan dirinya di lingkungan gereja, sehingga kehilangan kontak dengan dunia di luar gereja yang telah tersekularisasi dengan luas pada saat itu. Pembicaraan dengan orang di dunia sekuler membangkitkan sebuah hasrat dalam dirinya untuk menghubungkan dunia gereja dengan dunia sekuler. Guinness untuk pertama kali tahu dan yakin, “… sekali untuk selamanya, bahwa saya tidak dibentuk untuk menjadi seorang pendeta.” Dia telah menemukan panggilan khususnya. Itulah titik balik kedua dalam hidup Guinness.

Sejak saat itu, Guinness tahu dengan jelas untuk apa dia ada di dunia ini, yaitu untuk memperjuangkan suara dan pengaruh Kristiani di dunia sosial dan politik yang sudah digerogoti oleh sekularisme. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda, seorang Kristen yang sudah menerima tebusan Tuhan Yesus, pernah bergumul di hadapan Tuhan mengenai panggilan khusus Anda? Banyak orang Kristen yang mengabaikan hal ini. Apakah Anda dapat berkata dengan yakin bahwa Anda diciptakan dan ditempatkan oleh Allah Bapa di dunia ini untuk mengerjakan pekerjaan Anda yang sekarang?

Sumber: www.buletinpillar.org

Address

Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ada Kabar Baik posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share