Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia(pmii)

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia(pmii) pergerakan mahasiswa islam PMII adalah bagian dari sejarah Indonesia. Selain itu, PMII juga sejarah bagi dirinya sendiri. Namun, IMANU tidak berumur panjang.

Mulai dari awal proses kemunculannya, proses lahirnya, sampai proses perjalanannya hingga sekarang, PMII telah menjadi saksi dari sejarah perjalanan Indonesia. PMII pernah jaya dan pernah p**a terpuruk. PMII pernah bersitegang akibat perdebatan tentang politik praksis, dan PMII pernah ditendang dari wilayah strategis. Semua itu bagian dari sejarah yang tak terpisahkan dari perjalanan PMII. Dalam p

roses pemunculannya, PMII tidak bisa dipisahkan dari kondisi sosial politik tahun 1950-an. Ketika itu, telah muncul organisasi-organisasi kepemudaan seperti HMI (ketika itu underbow Masyumi) SEMMI (dengan PSII) KMI (dengan PERTI) dan HIMMA (dengan Wasillah). Banyaknya organisasi tersebut, membuat anak-anak NU ingin mendirikan wadah yang bernaung di bawah panji bola dunia. Akhirnya, pada tahun 1955 didirikanlah IMANU (Ikatan Mahasiswa NU) oleh tokoh-tokoh PP-IPNU. Sebab, PBNU tidak merestui dengan alasan yang sangat logis: “IPNU didirikan baru tanggal 24 Februari 1954 dan dengan pertimbangan waktu, pembagian tugas dan efektifitas organisasi”. Tetapi sampai pada Kongres IPNU ke-2 (awal 1957 di Pekalongan) dan ke-3 (akhir 1958 di Cirebon), NU masih memandang belum perlu adanya organisasi kemahasiswaan. Baru kemudian pada tahun 1959 IPNU membuat departemen, kemudian dikenal dengan Departemen Perguruan Tinggi (DPT) IPNU. Satu tahun kemudian setelah Departemen Perguruan Tinggi IPNU ini dianggap tidak efektif dan tidak cukup menampung aspirasi mahasiswa NU, maka pada Konferensi Besar IPNU (14-16 Maret 1960) di Kaliurang menyepakati untuk mendirikan organisasi tersendiri. Rekomendasi ini dimanfaatkan dengan baik oleh 13 tokoh, yakni; Chalid Mawardi (Jakarta), Said Budairy (Jakarta), M. Shabih Ubaid (Jakarta), Makmun Syukri BA. (Bandung), Hilman (Bandung), H. Ismail Makky (Yogyakarta), Munsif Nachrawi (Yogyakarta), Nurilhuda Suady HA. (Surakarta), Laily Mansyur (Surakarta), Abdul Wahab Djailani (Semarang), Hisbullah Huda (Surabaya), M. Chalid Marbuko (Malang), dan Ahmad Husein (Makasar). Pada tanggal 14-16 April 1960, mereka menggodok organ baru di TPP Khadijah Surabaya. Akhirnya, tanggal 17 April 1960 lahirlah organisasi mahasiswa NU yang diberi nama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Dalam perjalanan selanjutnya, PMII merasa tidak strategis dan mengalami keterbatasan langkah di bawah naungan NU yang ketika itu berfusi ke PPP. Maka pada tahun 1972, PMII mendeklarasikan Independensi dari NU dalam ajang Munas di Murnajati. Deklarasi ini terkenal dengan Deklarasi Murnajati. Adapun tim perumus Deklarasi Murnajati adalah; Umar Basalin (Bandung), Madjidi Syah (Bandung), Slamet Efendi Yusuf (Yogyakarta), Man Muhammad Iskandar (Bandung), Choirunnisa’ Yafizhan (Medan), Tatik Farikhah (Surabaya), Rahman Indrus dan Muiz Kabri (Malang). Sejauh pertimbangan-pertimbangan yang terekam dalam dokumen historis, sikap independensi itu tidak lebih dari dari proses pendewasaan. PMII sebagai generasi muda bangsa yang ingin lebih eksis di mata masyarakat bangsanya. Ini terlihat jelas dari tiga butir pertimbangan yang melatar belakangi sikap independensi PMII tersebut. Pertama, PMII melihat pembangunan dan pembaharuan mutlak memerlukan insan-insan Indonesia yang berbudi luhur, taqwa kepada Allah SWT, berilmu dan cakap serta tanggung jawab, bagi keberhasilan pembangunan yang dapat dinikmati secara merata oleh seluruh rakyat. Kedua, PMII selaku generasi muda Indonesia sadar akan perannya untuk ikut serta bertanggungjawab, bagi keberhasilan pembangunan yang dapat dinikmati secara merata oleh seluruh rakyat. Ketiga, bahwa perjuangan PMII yang senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan idealisme sesuai deklarasi Tawangmangu, menuntut berkembangnya sifat-sifat kreatif, keterbukaan dalam sikap, dan pembinaan rasa tanggungjawab. Berdasarkan pertimbangan itulah, PMII menyatakan diri sebagai organisasi Independen, tidak terikat baik sikap maupun tindakan kepada siapapun, dan hanya komitmen terhadap perjuangan organisasi dan cita-cita perjuangan nasional yang berlandaskanPancasila. Identitas dan Citra Diri PMII

APA itu identitas PMII? Seperti empat huruf dalam ‘PMII’, yaitu Suatu wadah/ perkump**an/ organisasi kemahasiswaan dengan label ‘Pergerakan’ yang Islam dan Indonesia yang mempunyai tujuan: Terbentuknya Pribadi Muslim Indonesia Yang Bertaqwa kepada Allah SWT, Berbudi Luhur, Berilmu, Cakap, Bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya dan komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia (Bab IV AD PMII). Menuju capaian ideal sebagai mahluk Tuhan, sebagai ummat yang sempurna, yang kamil, yaitu mahluk Ulul Albab. Kata ‘Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia’ jika diudar lebih lanjut adalah sebagai berikut :
1. Pergerakan bisa didefinisikan sebagai ‘lalu-lintas gerak’, gerak dalam pengertian fisika adalah perpindahan suatu titik dari ordinat A ke ordinat B. Jadi ‘Pergerakan’ melampaui ‘gerak’ itu sendiri, karena pergerakan berarti dinamis, gerak yang terus-menerus. Ilustrasinya demikian, Misalnya seorang Alexandro Nesta menendang bola, mengarahkannya kepada Zambrotta, itu berarti suatu gerakan bola dari Nesta ke Zambrotta (hanya itu). Bandingkan, Nesta menendang bola ke Zambrotta, lalu mengoperkan bola itu kepada Vieri, dengan trik cantik Vieri menendang bola persis di pojok atas kanan gawang dan …… Itu yang namanya pergerakan bola. Kesimp**annya, pergerakan meniscayakan dinamisasi, tidak boleh stagnan (berhenti beraktivitas) dan beku, beku dalam pengertian kaku, tidak kreatif-inovatif. Prasyarat kreatif-inovatif adalah kepekaan dan kekritisan, serta kekritisan butuh kecerdasan. Kenapa ‘Pergerakan’ bukan ‘Perhimpunan’?, kalau berhimpun terus kapan bergeraknya….. Artinya bahwa, ‘pergerakan’ bukan hanya menerangkan suatu perkump**an/organisasi, tetapi juga menerangkan sifat dan karakter organisasi itu sendiri.
2. Mahasiswa, mahasiswa adalah sebutan orang-orang yang sedang melakukan studi di perguruan tinggi, dengan predikat sebutan yang melekat, mahasiswa sebagai ‘wakil’ rakyat, agen perubahan, komunitas penekan terhadap kebijaakan penguasa dll.
3. Islam, Agama Islam yang dijadikan basis landasam sekaligus identitas bahwa PMII adalah organisasi mahasiswa yang berlandaskan agama. Karenanya jelas bahwa rujukan PMII adalah kitab suci agama Islam ditambah dengan rujukan selanjutnya, sunnah nabi dan para sahabat, yang itu terangkum dalam pemahaman jumhur, yaitu ahlussunnah waljama’ah. Jadi Islam ala PMII adalah Islam yang mendasarkan diri pada aswaja –dengan varian didalamnya– sebagai landasan teologis (keyakinan keberagamaan).
4. Indonesia. Kenapa founding fathers PMII memasukkan kata ‘Indonesia’ pada organisasi ini? Hal ini tidak lain untuk menunjukkan sekaligus mengidealkan PMII sebagai organisasi kebangsaan, organisasi mahasiswa yang berpandangan nasionalis, punya tanggungjawab kebangsaan, kerakyataan dan kemanusiaan. Juga tidak tepat jika PMII hanya dipahami sebagai organisasi keagamaan semata. Jadi keislaman dan keindonesiaan sebagai landasan PMII adalah seimbang (kalau mencari organisasi mahasiswa yang nasionalis dan agamis maka pilihan itu jatuh pada PMII). Jadi PMII adalah pergerakan mahasiswa yang Islam dan yang Indonesia, yang mendasarkan pada agama Islam dan sejarah, cita-cita kemerdekan dan laju perjalanan bangsa ini kedepan. Islam Indonesia (dua kata digabung) juga bisa dimaknai Islam yang bertransformasi ke ranah Nusantara/ Indonesia, Islam Indonesia adalah Islam lokal –bukan Islam Arab secara persis–, tapi nilai universalitas Islam atau prinsip nilai Islam yang ‘bersinkretisme’ dengan budaya nusantara menjadi Islam Indonesia. Ini adalah karakter Islam PMII yang sejalan dengan ajaran Aswaja

semoga amanah
21/05/2017

semoga amanah

Kongres PMII XIX di Palu,Sulawesi Tengah. 15-19 MEI 2017"Meneguhkan konsensus Bernegara untuk Indonesia Berkeadaban"
16/05/2017

Kongres PMII XIX di Palu,Sulawesi Tengah. 15-19 MEI 2017"Meneguhkan konsensus Bernegara untuk Indonesia Berkeadaban"

17/09/2014

BPH PB PMII 2014-2016

Berikut ini merupakan Struktur Organisasi BPH PB PMII 2014-2016 :

» Ketua Umum : Aminuddin Ma'ruf, (Jaktim)
» Sekjend : Abd Haris Wally (Sulawesi Tenggara ),
» Ahmad Ridwan H (Bendum/ Medan sumut).
1.Kabid kaderisasi : Munandar N (Jaksel),

2.kabid aparatur : Erfandi (Bangkalan Jatim),

3. Kabid Agama dan hubungan antar agama : Sulianta Rudin /Mastur (Serang Banten),

4. kabid HI : agus herlambang (Jombang /Jatim),

5. Kabid pengembangan ekonomi : Mukafi Makki/Jayen (Surabaya /Jatim),

6. Kabid OKP : Ishak A Tuan Kota /Bimbi (Jakpus/jkrta ),

7.kabid Hukum & HAM : M. Halman Muhdar (ternate /Malut),

8.Kabid pengembangn jrgn kampus & profesi akademik : Ahmad Kaelani (Cirebon /Jabar),

9. Kabid Kajian & Pengembangn SDA : LR Zulkarnaim / Ijonk (Lotim NTB),

10.Kabid Pendidikn Riset & Teknologi : Munawir Arafat/Mumun (Makassar/Sulsel),

11. Kabid Media & Komunikasi Publik: Ahmad M Karomah (sintang/Kalbar),

12. Kabid Seni,Olahraga : Bambang Irawan (Tegal / Jateng),

13. Kabid Advoka KP : Bambang Tri Anggono (Purwokerto /Jateng),

14. Kabid Pengembangn kawasaN maritim & daerah perbatasan : Mu'takin (Bandar Lampung),

15.kabid Lingkungan hidup & kwsn agraris : Syarif Susanto (kota Jambi)

WASEKJEND

1. Ikbal Alam Islami (Ciputat)

2. Luqi sa adillah (Garut / Jabar)

3. M. Amal Amrullah (Tulung Agung / Jatim)

4. Idem robert ulum /karebet (Kota malang / jatim),

5. Ade deri (Sukabumi / jabar),

6. Kaka Hanifah (Ciputat)

7. Muh.Risal / Iccank (Pinrang /Sulsel)

8. Yakin simatupang (Jaksel),

9. Radini (Banjarmasin / Kalsel)

10. Zainal Arifin (solo/ jateng),

11. Risavan zufi Thoriqi (Jogja)

12. Ulil Amri (Kota Padang/Sumbar),

13.Atik H ummah (Kota Malang / Jatim),

14. Nina Batulase (Buruh/Maluku),

15. Taufiq N Rahim (Bandung / Jabar),

WABENDUM
1. Eva Juhaefa (Jaktim)

2. Irfana Mutia (Jogja),

3. Hamidi (Pontianak / Kalbar),

4. M. Zein (Jember/jatim),

5. Septi Rahmawati (Metro Lampung),

6. Huda Kalimullah (Blora /Jateng),

7. Wahyu Satriadi (Mataram /NTB).

8. Ahmad Junaedi (Semarang/jateng),

9. Wersaman (fak-fak / Papua):)

selamat kepada aminudin ma'ruf (jakarta timur) dan ai rahmayanti (jawa barat) terpilih menjadi ketum PB PMII dan ketum P...
12/06/2014

selamat kepada aminudin ma'ruf (jakarta timur) dan ai rahmayanti (jawa barat) terpilih menjadi ketum PB PMII dan ketum PB KOPRI PMII, semoga amanah menjalankannya dan menjadikan pmii makin jaya,,

31/05/2014

15 Kandidat PB PMII di Kongres PMII XVIII :
1. A. Jabidi Ritonga (Medan)
2. Mukaffi Makki (Surabaya)
3. M Zaini Mustakim (Kota Malang)
4. Yek Agif Al Gadri (Mataram)
5. Abdul Aziz (Jombang)
6. M Zaid (Ciputat)
7. Ahmad Nurkholid (Ciputat)
8. Bambang Tri Anggono (Purwokerto)
9. Erfandi (Bangkalan)
10. Miftakhul Aziz (Yogyakarta)
11. Aminudin Ma’ruf (Jakarta Timur)
12. Ahmad Miftahul Karomah (Sintang)
13. M Faishal ((Sintang)
14. M Jaelani SF (Kendari)
15. Muammarulloh Umam (Sukabumi)

21/04/2014

PEMBERITAHUAN / SOSIALISASI :
PMII akan menggelar Halaqoh Akbar & Kongres XVIII PMII yang dilaksanakan pada :

Hari/ tgl : Selasa, 20 - 26 Mei 2014
Tempat : Asrama Haji Kota Jambi - Prov Jambi

Thema : "Harmoni Bernegara Untuk Kejayaan Indonesia"

Demikianlah pemberitahuan ini kami sampaikan kepada PKC.PMII, PC.PMII, Kader, Alumni, tokoh, OKP Nasional dll

11/05/2013

Terorisme di dunia bukanlah merupakan hal baru, namun menjadi aktualterutama sejak terjadinya peristiwaWorld Trade Centre (WTC)diNew York ,Amerika Serikat pada tanggal 11 September 2001, dikenal sebagai “September Kelabu”, yang memakan 3000korban. Serangan dilakukan melalui udara, tidak menggunakan pesawat tempur, melainkanmenggunakan pesawat komersil milik perusahaan Amerika sendiri, sehingga tidak tertangkapoleh radar Amerika Serikat. Tiga pesawat komersil milik Amerika Serikat dibajak, duadiantaranya ditabrakkan ke menara kembar Twin Towers World Trade Centre dan gedungPentagon.Kejadian ini merupakan isu global yang mempengaruhi kebijakan politik seluruhnegara-negara di dunia, sehingga menjadi titik tolak persepsi untuk memerangi Terorismesebagai musuh internasional. Pembunuhan massal tersebut telah mempersatukan dunia melawanTerorisme Internasional. Terlebih lagi dengan diikuti terjadinya Tragedi Bali I, tanggal 12Oktober 2002 yang merupakan tindakan teror, menimbulkan korban sipil terbesar di dunia, yaitumenewaskan 184 orang dan melukai lebih dari 300 orang.Menyadari sedemikian besarnya kerugian yang ditimbulkan oleh suatu tindak Terorisme, serta dampak yang dirasakan secara langsung oleh Indonesia sebagai akibat dariTragedi Bom Bali I, merupakan kewajiban pemerintah untuk secepatnya mengusut tuntasTindak Pidana Terorisme itu dengan memidana pelaku dan aktor intelektual dibalik peristiwatersebut. Hal ini menjadi prioritas utama dalam penegakan hukum. Untuk melakukan pengusutan, diperlukan perangkat hukum yang mengatur tentang Tindak Pidana Terorisme.Menyadari hal ini dan lebih didasarkan pada peraturan yang ada saat ini yaitu Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) belum mengatur secara khusus serta tidak cukup memadaiuntuk memberantas Tindak Pidana Terorisme, Pemerintah Indonesia merasa perlu untuk membentuk Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, yaitu dengan menyusunPeraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) nomor 1 tahun 2002,

24/04/2013

ibu kartini/kenapa harus kartini

Hari Kartini. Ada sebagai penghormatan atas wujud perjuangan kaum perempuan, simbol persamaan gender, emansipasi wanita. Kartini ada sebagai pahlawan, bukan dengan tindakan kekerasan, tapi tetap radikal, demi memperjuangkan kebenaran yang dipercayainya.

Beberapa dekade setelah beliau meninggal, pergerakan wanita semakin terasa dan membawa dampak luar biasa. Saat ini, melihat kaum perempuan berada di posisi kepemimpinan bukanlah hal yang begitu tabu lagi, meskipun adat ketimuran yang bangsa ini punya juga tidak sepenuhnya punah, terutama budaya patriarki.

Hari Kartini, di berbagai daerah diperingati dengan cara menggunakan baju adat daerah-daerah yang ada di Indonesia. Entah kenapa juga, apakah ada relasi antara baju adat dan perjuangan R. A. Kartini itu sendiri.

Suatu fenomena menarik aku dengar dari ayahku. Di sebuah sekolah dasar di Surabaya Timur, dilakukan juga perayaan serupa. Hari itu, seluruh murid kelas 1 menggunakan baju daerah. Sifat ayahku yang supel membuatnya bisa dekat dengan anak-anak di sana. Ia bertanya pada beberapa anak, “Wah, bagus-bagus ya bajunya…” “Ini dari Sunda ya?”, seraya bertanya kepada salah 1 anak. Sang anak pun menjawab “Iya, om…”

Pertanyaan serupa diberikan kepada beberapa anak. Sampai kepada seorang anak, “Wah, ini bagus sekali, bajunya dari Jogja ya?” Dengan yakinnya, sang anak menjawab, “Lhoo, bukan! Ini dari Pasar Atom!!! Enak aja!!!” Kejadian yang aneh dan lucu, tapi nyata. Baru saja terjadi.

Jadi sebenarnya apa makna hari Kartini sebenarnya? Apakah bajunya? Kadang kita lupa akan makna dari hal-hal yang kita peringati. Padahal negara ini bisa lahir dan terus bertumbuh akibat momentum-momentum bersejarah.

Setidaknya, momentum ini bisa membuat rasa nasionalisme kita ada dan bertumbuh, untuk menyegarkan semangat kita untuk membangun bangsa kita, dan terutama kota kita tercinta, dan tidak menyerah dengan keadaan yang serba sulit seperti saat ini.

17/04/2013

Usia boleh tua, tapi jiwa harus muda. Teruslah bergerak dalam kesinambungan napas Indonesia dan Islam Aswaja.

Selamat Harlah Sahabat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ke 53 Tahun..Ilmu dan Bakhti Kuberikan Untuk Rakyatku.. Adil dan Makmur Kuperjuangkan Untuk Negeriku..

14/04/2013

2 hari menuju harlah,tahun ini kayaknya sepi,,tapi kayaknya pasti,,,

53 tahun dalam semangat perubahan,,,

10/04/2013

KETIKA POLITIK INTERVENSI DUNIA USAHA

Lemahnya daya saing perekonomian di Indonesia terjadi ketika politik intervensi kedalam dunia usaha. Daya saing yang lemah berakibat terhadap pertumbuhan dan dampaknya sangat terasa terhadap kemandirian eknomi bangsa. Intervensi politik sejatinya lebih dahsyat menggerogoti ketahanan dan kedaulatan nasional dibanding sengketa wilayah atau perbatasan dengan negara tetangga.

Perusahaan dengan koneksi ke pemerintah bisa dipastikan mempunyai tingkat inovasi dan produktivitas yang rendah. Sederhananya, setiap intervensi politik membuat perusahaan menjadi rabun strategis terhadap upaya pengelolaan investasi dalam rangka mempertahankan pertumbuhan jangka panjang perusahaan karena terkunci dengan pola imbal jasa antara pengusaha dan pemangku kebijakan politik. Hasilnya bisa kita duga akan mengakibatkan biaya produksi yang rendah, kemudian kualitas pekerjaan yang buruk dan ujungnya kerugian bagi semua pihak baik pemerintah nya itu sendiri maupun masyarakat.

Orang politik sangat s**a perusahaan yang bisa diatur dan diikat dengan iming – iming proyek yang harus dikembalikan dalam bentuk iming – iming imbalan dari pengusaha kepada mereka. Baku atur dan baku urus alias sindikasi tidak sehat antara politik dan bisnis merupakan penyakit sosial masyarakat yang parah. Sama parahnya atau mungkin dalam kasus – kasus tertentu lebih parah dari narkoba. Nikmat sesaat lantas sengsara berkepanjangan. Baku atur disini pada akhirnya akan memporak porandakan aturan resmi yang dibuat oleh orang politik dan ini menjadi awal tragedi kehancuran kedaulatan tata negara suatu bangsa. Ya iyalah mana adalagi respek dan kepatuhan terhadap pengatur kebijakan politik seperti itu.

Lebih parah lagi, penyakit ini akan melahirkan budaya hipokrit, bicara peraturan tapi pekerjaannya melanggar peraturan. Adakah yang lebih parah dari kondisi negara seperti itu? Ada, jika keadaannya sudahlah begitu, lalu pejabat – pejabat yang notabene dari orang politik tersebut berkelakuan bak pengusaha kaya, hedonis dan biasanya makin arogan. Julukan apalagi yang paling sesuai kalau bukan devil politician, politik para setang (baca setan), kata orang makassar.

Bagi pengusaha yang sudah kadung tidak kreatif apalagi inovatif karena mengandalkan kemudahan hubungan baku atur tadi, akan terasa nikmatnya berbisnis. Untuk mempertahankan kenikmatan tersebut, tidak heran jika para pengusaha jaman sekarang mempunyai banyak urusan politik. Menjadi pengurus partai, menjadi tim sukses pilkada dan yang bermodal besar, menjadi cukong – cukong pemimpin – pemimpin baru.

Disaat mereka merasa terhormat dengan jabatan politisnya, para pengusaha tersebut justru sedang mengkhianati tujuan politik yang sebenarnya. Apa lagi kalau bukan pengkhianatan jika mereka dengan mudah melakukan penggelapan (pengaturan) pajak, menang tender tanpa kualifikasi layak, membuat proyek bodong dan akhirnya merusak kemajuan perekonomian dan perindustrian negara.

Tuduhan berlebihan? Terserah anda menilainya. Yang pasti, tidak ada itu ciri – ciri negara mau maju ketika politik intervensi dunia usaha. Mana ada lagi yang namanya inovasi, manajemen transformasi, transparansi, kompetisi, add value, fair play, pemerataan kesempatan, apalagi kreativitas untuk bahu membahu menyelesaikan persoalan ekonomi kemasyarakatan. Yang ada adalah pelanggaran hukum, etika, kroni, kolusi dan seperti film action murahan, kita bisa langsung menebak ujung ceritanya, Korupsi! Akhir cerita menyebalkan yang terulang dan terulang lagi selama politik intervensi dunia usaha. Demikian tulisan kali ini, bukan konsumsi orang politik dan pengusaha antek politik. Hanya untuk warga negara yang masih punya jiwa patriotisme dan yakin bahwa perubahan akan datang untuk Indonesia yang lebih baik. Sekian

10/04/2013

Tak ada yang abadi kecuali keabadian itu sendiri,,

Address

Https://www. Facebook. Com/pages/edit/?id=380909778652814&sk=basic#
Jakarta
38090

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia(pmii) posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share