24/05/2026
Alhamdulillah.
Kajian Teks ini membahas *2 sifat wajib bagi Allah*: _Qiyamuhu binafsih_ dan _Al-Wahdaniyyah_. Ini bahasan aqidah Asy’ariyah/Maturidiyah, biasanya di kitab _Jauharatut Tauhid_ atau _Sullamut Taufiq_.
Aku ringkas dan jelasin biar mudah:
1. *Sifat Wajib: Qiyamuhu binafsih - Berdiri Sendiri*
*Makna:* Allah tidak butuh apa-apa untuk wujud dan tetap ada.
Dijelaskan dengan 2 hal:
1. *Tidak butuh tempat/mahall* untuk berdiri.
Allah bukan sifat yang menempel pada dzat lain. Kalau butuh tempat, berarti Dia sifat, bukan Dzat. Padahal kalau Allah sifat, Dia nggak bisa punya sifat ma’ani dan ma’nawiyah. Itu batal. Jadi Allah mustahil butuh tempat.
2. *Tidak butuh _mukhasshis_ / yang mewujudkannya.*
Allah tidak butuh pencipta. Kalau butuh, berarti Dia _hadits_/baru. Padahal sudah terbukti Allah itu _qadim_ dan wajibul wujud.
*Dalilnya singkat:*
Kalau Allah butuh tempat → Dia sifat → mustahil.
Kalau Allah butuh pencipta → Dia hadits → mustahil.
Jadi terbukti Allah _Qa’im binafsih_.
2. *Sifat Wajib: Al-Wahdaniyyah - Maha Esa*
Esa di 3 sisi:
Jenis Wahdaniyyah Makna Penjelasan
**Wahdaniyyah Dzat** Allah tidak tersusun dari bagian-bagian Disebut *kam muttashil* dalam dzat. Juga tidak ada dzat lain yang serupa dengan-Nya → *kam munfashil*. Ini sudah masuk dalam sifat *Mukhalafah lil hawadits*.
**Wahdaniyyah Sifat** Sifat Allah tidak berlipat dan tidak ada yang menyamai 1. Tidak ada 2 sifat sejenis bagi Allah, contoh 2 kekuasaan, 2 ilmu. Ini *kam muttashil* dalam sifat. 2. Tidak ada makhluk yang punya sifat sama seperti Allah → *kam munfashil*.
**Wahdaniyyah Af’al** Tidak ada selain Allah yang punya perbuatan hakiki Disebut *kam munfashil* dalam af’al. Kalau *kam muttashil* dalam af’al itu mustahil, karena perbuatan Allah memang banyak: menciptakan, memberi rezeki, menghidupkan, mematikan, dll. Tapi semua itu hanya dari Allah, tidak ada yang ikut campur.
*Kesimpulan:*
Allah itu Esa dalam Dzat, Sifat, dan Perbuatan. Dia berdiri sendiri, tidak butuh tempat dan tidak butuh pencipta. Ini pondasi tauhid rububiyyah, uluhiyyah, dan asma’ wa sifat.