Gereja Katolik Indonesia

Gereja Katolik Indonesia Mewartakan ajaran iman gereja katolik di bumi nusantara. Pewartaan iman dan ajaran katolik kepada umat melalui sosial media.
(2)

Gereja Katolik menjawab tantangan dunia!
26/05/2026

Gereja Katolik menjawab tantangan dunia!

25/05/2026

Gereja utama di wilayah Serra GaΓΊcha, Brasil, terbakar pada siang hari Senin (25).

Gambar yang direkam oleh warga setempat menunjukkan api melahap atap bangunan. Dari struktur gereja, hanya dinding yang tersisa, selain altar utama dan patung Kristus, yang masih utuh.
Share & follow:

25/05/2026

Kadang kita perlu refleksi. Bahkan orang lain bisa menuntut kita untuk refleksi. Film Pesta Babi, mencuri perhatian rakyat Indonesia.

13/05/2026

Keberanian siswi ini patut dicontoh para omk. Berani dan cerdas!

08/05/2026

Udah satu tahun sejak di umumkannya Paus Leo XIV sebagai pemimpin Gereja Katolik.

07/05/2026

Sebanyak 28 rekrutan baru Garda Swiss mengucapkan sumpah setia mereka.

Paus Leo menyapa Presiden Swiss yang turut hadir dalam kesempatan tersebut, dan menyampaikan β€œpenghargaan serta rasa terima kasih”-Nya kepada para rekrutan yang baru saja mengucapkan sumpah.

Sang Paus mengatakan bahwa sumpah yang diikrarkan para Garda baru itu merupakan kesaksian tentang kesetiaan yang lahir dari semangat kaum muda, iman kepada Allah, dan cinta terhadap Gereja.

Sumber: Vatican News

19/04/2026

Canda dan kegembiraan adalah bagian dari espiritualitas hidup membiara.

Semangat terus para suster!!

18/04/2026

Paus Leo XIV memimpin Misa di stadion besar di Douala yang dihadiri sekitar 120.000 umat. Dalam homilinya, ia membawa pesan kuat tentang iman, harapan, dan kehidupan rohani di tengah kesulitan hidup.

Banyak kendala sehingga frater Christopher belum ditemukanHingga Rabu, 16 April 2026, tim SAR gabungan, Basarnas Ajibata...
16/04/2026

Banyak kendala sehingga frater Christopher belum ditemukan
Hingga Rabu, 16 April 2026, tim SAR gabungan, Basarnas Ajibata, dan tim penyelam masih terus melakukan pencarian terhadap jasad Frater Christopher.

Kesulitannya banyak.
Titik pencarian di sekitar Air Terjun Situmurun diketahui memiliki palung sedalam 100 hingga 150 meter. Kedalaman ini melampaui batas kemampuan penyelaman konvensional, yang biasanya hanya efektif hingga kedalaman 40-50 meter.

Semakin dalam, suhu air biasanya semakin dingin secara drastis, yang bisa memicu hipotermia meski penyelam menggunakan baju khusus.

Kondisi air yang keruh di dasar danau menghambat jarak pandang para penyelam, sehingga menyulitkan deteksi objek secara visual. Partikel sedimen di dasar danau seringkali membuat jarak pandang menjadi nol (zero visibility) saat tersentuh

Dasar Danau Toba tidak rata; banyak terdapat celah bebatuan dan lumpur tebal yang bisa "menyembunyikan" objek.
Biasanya, untuk kedalaman seperti ini, tim penyelamat harus mengandalkan alat canggih seperti ROV (Remotely Operated Vehicle) atau robot bawah air dan side scan sonar untuk memetakan dasar danau tanpa membahayakan nyawa penyelam.

Adanya tebing batu dan arus bawah yang cukup kuat di area palung membuat penyelaman menjadi sangat berisiko bagi keselamatan tim SAR.

Tim SAR memaksimalkan penggunaan teknologi, seperti Aqua Eye dan sonar, untuk memindai dasar danau yang dalam tersebut.

Hingga hari keempat pencarian (15 April 2026), tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Kepolisian, dan unsur terkait terus berupaya memperluas radius pencarian

Frater Christopher dinyatakan tenggelam pada Sabtu, 11 April 2026, sekitar pukul 12.00 WIB, di kawasan Air Terjun Situmurun, Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Toba, Sumatera Utara.πŸ™

15/04/2026

Gereja tetap berdiri teguh sebagai suara yang menyerukan kebenaran dan perdamaian di tengah dunia yang dilanda konflik, serta dengan tegas menolak segala bentuk perang dan kekerasan. Dalam setiap situasi, Gereja dipanggil untuk menjadi tanda harapan, membela martabat manusia, dan mengajak semua orang untuk membangun dialog, rekonsiliasi, dan persaudaraan sejati demi kebaikan bersama.

π™ˆπ™šπ™£π™Ÿπ™–π™¬π™–π™— π™‡π™€π™œπ™žπ™ π™– 𝙋𝙧𝙀𝙩𝙖𝙨 3Membaca argumen dalam SS ini rasanya seperti melihat seseorang mencoba menjelaskan fisika kuantu...
15/04/2026

π™ˆπ™šπ™£π™Ÿπ™–π™¬π™–π™— π™‡π™€π™œπ™žπ™ π™– 𝙋𝙧𝙀𝙩𝙖𝙨 3

Membaca argumen dalam SS ini rasanya seperti melihat seseorang mencoba menjelaskan fisika kuantum menggunakan sempoa anak TK. Terlalu sederhana, sangat naif, dan luar biasa reduktif.
​Mari kita bedah pandangan yang sangat "instan" ini. Penulis komentar dengan begitu percaya diri melempar rumus teologis: Yesus = 100% Allah + 100% Manusia, dan Maria = sekadar manusia berdosa biasa. Sungguh sebuah pandangan yang sangat nyaman untuk menyederhanakan misteri Inkarnasi menjadi seperti merakit perabotan yang tinggal pasang tanpa memikirkan proses materialnya.

Mari kita bedah logika tersebut, khususnya terkait peran Bunda Maria:

​1. Teori "Inkubator Pinjaman" yang Menggelikan

​Pandangan ini secara tidak langsung mereduksi peran Bunda Maria menjadi tidak lebih dari sekadar "ibu tunda surgawi" atau inkubator pinjaman sementara. Seolah-olah Allah berkata, "Terima kasih atas rahimnya selama sembilan bulan, Maria, sekarang silakan kembali menjadi pendosa biasa bersama yang lain." Jika Maria benar-benar hanya manusia berdosa yang penuh dengan noda dosa asal warisan Adam, lalu bagaimana Yang Maha Suci bisa berdiam, mengambil daging, dan menyatu dalam darah dari wadah yang cacat dan penuh dosa? Mengklaim Yesus sungguh suci namun menempatkan-Nya di dalam "Tabut Perjanjian" yang kotor adalah sebuah ironi teologis yang menggelikan. Apakah Roh Kudus tiba-tiba melakukan trik sulap mencuci wadah kotor sedetik sebelum digunakan?

​2. Logika Kemanusiaan yang Terputus

​Penulis dengan gagah berani menyebut Yesus "100% Manusia". Pertanyaannya: dari mana Yesus mendapatkan 100% kemanusiaan-Nya itu? Ia tidak jatuh dari langit membawa tubuh fisik buatan surga. Ia mengambil daging dari Maria. Jika daging Maria sepenuhnya tunduk pada dosa asal warisan Hawa, lalu dengan logika biologi dan spiritual macam apa kemanusiaan Yesus bisa bebas dari dosa tersebut jika Ia mengambil natur kemanusiaan-Nya dari Maria? Pandangan ini gagal menyadari bahwa kesucian Maria bukanlah upaya untuk menyaingi Yesus, melainkan prasyarat mutlak agar Allah dapat menjelma menjadi manusia yang murni tanpa terkontaminasi.

​3. Mengerdilkan Kuasa Allah Sendiri

​Argumen "pokoknya selain Yesus, semua manusia berdosa" adalah penalaran biner yang malas. Logika ini seolah-olah mengerdilkan kuasa Allah sendiri. Ia menganggap bahwa Allah, Sang Pencipta, tidak mampu membebaskan satu manusia pun (Maria) dari cengkeraman dosa asal sejak dalam kandungan demi mempersiapkan kediaman yang layak bagi Putra-Nya. Seolah dosa Adam jauh lebih kuat daripada kemampuan Allah untuk menyucikan bejana bagi inkarnasi-Nya.

Argumen ini mungkin terdengar sangat rohani bagi mereka yang malas berpikir lebih dalam. Namun pada kenyataannya, merendahkan Maria dan mereduksi perannya sebagai sekadar "perantara numpang lewat" yang berdosa sama sekali tidak membuat Yesus terlihat lebih agung. Hal itu justru membuat narasi penyelamatan terdengar seperti skrip amatir yang penuh dengan lubang plot logika.

Fb . Pater Jack dambe cjd

Address

Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gereja Katolik Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Gereja Katolik Indonesia:

Share