14/07/2026
Hidup Kudus di Dunia yang Cemar
Imamat 20:26 (TB2)
"Kamu harus menjadi kudus bagi-Ku, sebab Aku ini kudus, dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku."
Keadaan dunia kita saat ini, jika ditinjau dari sudut moralitas, menunjukkan dua sisi yang berbeda. Di satu sisi, terdapat kemajuan dalam kepedulian terhadap hak asasi manusia, pendidikan, dan pelayanan kemanusiaan. Namun, di sisi lain, relativisme moral juga semakin meningkat, bahkan telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Standar kebenaran menjadi kabur karena benar dan salah ditentukan oleh masing-masing pribadi sesuai kepentingannya. Hal-hal yang dahulu dianggap salah, kini oleh banyak orang dipandang sebagai sesuatu yang wajar. Menurunnya, bahkan hilangnya, integritas membuat orang tidak lagi segan melakukan korupsi, manipulasi, menyalahgunakan jabatan, serta saling menjatuhkan, bukan saling menegur dan mengingatkan.
Ketika firman ini disampaikan, bangsa Israel sedang berada dalam perjalanan menuju Tanah Perjanjian. Mereka hidup di tengah bangsa-bangsa dengan budaya dan cara hidup yang berbeda. Karena itu, Tuhan lebih dahulu membekali dan melatih mereka agar kelak mereka hidup sesuai dengan kehendak-Nya.
Pesan yang sama juga ditujukan kepada kita pada hari ini. Di tengah dunia yang semakin cemar oleh perilaku manusia yang kehilangan moral dan integritas, kita dipanggil untuk hidup kudus. Menguduskan hidup tidak cukup hanya dengan tidak ikut melakukan perbuatan yang mencemarkan diri. Kita juga harus taat kepada perintah Allah sebagai wujud nyata dari kehidupan yang kudus dan hubungan yang benar dengan Tuhan.
Selanjutnya, kekudusan juga harus nyata dalam relasi kita dengan sesama. Di lingkungan pekerjaan, di rumah, maupun di mana pun kita berada, kita dipanggil untuk hidup benar. Hidup benar berarti mengasihi dengan kasih yang tulus dan tanpa memandang bulu.
Paulus menasihati jemaat di Roma, "Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik" (Roma 12:9, TB). Kasih yang tulus memiliki kuasa yang luar biasa. Bahkan, kasih memampukan seseorang memberkati orang yang menganiaya dirinya.
Amin.
Selasa, 14 Juli 2026
Doa Syafaat Kita:
Berdoa agar seluruh jemaat memiliki kerinduan untuk merenungkan firman Tuhan dan bertekun dalam doa.
Berdoa bagi jemaat dan setiap keluarga. Jika ada anggota keluarga yang telah cukup umur untuk menikah, kiranya Tuhan menyediakan pasangan hidup yang sepadan menurut kehendak-Nya.
Berdoa untuk Pelayanan PI bagi Suku Banten rumpun Sunda Betawi di Provinsi Banten (populasi sekitar 265.000 jiwa). Kiranya Tuhan memakai hamba-hamba-Nya untuk menyampaikan berita pengampunan dosa kepada mereka, sehingga mereka mengalami pemulihan dari Tuhan. Doakan juga anggota ULB yang sedang melayani di sana agar Tuhan terus memperlengkapi dan menguatkan mereka.
Berdoa memohon berkat Tuhan atas masyarakat yang tinggal di sekitar kita.
Tuhan, ajarlah kami berdoa.