Masjid Al-Muqorrobin

Masjid Al-Muqorrobin kami adalah orang-orang yang selalu ingin dekat dengan A-kholiq

kami adalah para mujahidin sejati yang ingin nensejahterakan peradaban manusia yang semakin pelik.

28/07/2013

JANGAN AJARI KAMI BERPUASA (fatwi Zandos)

Ini pengalaman teman saya saat ia hendak berbuka ke tempat keluarga.

Ceritanya, ketika akan pergi ke tempat saudaranya itu, ia memutuskan menumpang becak dari jalan besar.

Ketika enak-enaknya berada dalam becak, teman saya itu menangkap suara kunyahan begitu jelas dari arah belakang. Ia melihat si abang, sambil mengayuh becak, tengah menyuap potongan terakhir pisang goreng di tangannya. Sementara tangan satunya tetap memegang kemudi.

Teman saya tadi jadi timbul geram, "Seenaknya saja makan, nggak lihat apa orang lagi berpuasa.."

Teman saya tadi jadi tambah penasaran bin gondok bukan main, ketika ia lihat si Abang Tukang Becak mengambil satu lagi pisang goreng dari kantong plastik yang disangkutkan di dekat kemudi becaknya, dan untuk kedua kalinya teman saya tsb menelan ludah menyaksikan pemandangan yang bisa dianggap tidak sopan dilakukan pada saat kebanyakan orang tengah berpuasa.

"Abang, muslim bukan?” teman saya pun bertanya ragu-ragu.

"Ya dik, saya muslim .." jawabnya terengah sambil terus mengayuh.

"Tapi kenapa Abang tidak puasa ? Abang tahu kan ini bulan Ramadhan.Sebagai muslim seharusnya abang berpuasa. Kalau pun abang tidak berpuasa, setidaknya hormatilah orang yang berpuasa. Jadi abang jangan seenaknya saja makan di depan banyak orang yang berpuasa", geram teman teman saya tak terbendung lagi.

Tukang becak itu langsung menghentikan kunyahannya dan membiarkan sebagian pisang goreng itu masih menyumpal mulutnya.

Sesaat kemudian ia berusaha menelannya sambil memperhatikan wajah garang teman saya yang sejak tadi menghadap ke arahnya.

"Dua hari pertama puasa kemarin abang sakit dan tidak bisa narik becak. Jujur saja dik, abang memang tidak puasa hari ini karena pisang goreng ini makanan pertama abang sejak tiga hari ini."

"Tak perlu ajari abang berpuasa, orang-orang seperti kami sudah tak asing lagi dengan puasa," jelas Abang tukang becak itu.

"Maksud Abang ?"

"Dua hari pertama puasa, orang-orang berpuasa dengan sahur dan berbuka. Kami berpuasa tanpa sahur dan tanpa berbuka. Kebanyakan orang seperti adik berpuasa hanya sejak Subuh hingga Maghrib,sedangkan kami kadang harus tetap berpuasa hingga keesokan harinya"

"Jadi ...,"

"Orang-orang berpuasa hanya di bulan Ramadhan, padahal kami terus berpuasa tanpa peduli bulan Ramadhan atau bukan. Abang sejak siang tadi bingung dik mau makan dua potong pisang goreng ini, malu rasanya tidak berpuasa. Bukannya abang tidak menghormati orang yang berpuasa, tapi..." kalimatnya terhenti seiring dengan tibanya teman saya di tempat tujuan.

Serentak, perasaan menyesal menyeruak dalam hati teman saya tsb karena merasa telah menceramahinya…

" Ini Bang, uang becaknya "

"Maaf Dik, abang masih belum ada uang kembaliannya "

" Ga usah Bang, biar buat Abang utk Sahur nanti aja " kata teman saya yang langsung berlari karena takut tdk bisa menahan air matanya yg hampir jatuh....

* * *

Sobat, kisah di atas benar-benar terjadi. Bukan karangan saya. Saya tidak ingin menghakimi teman saya itu. Lebih baik ambil hikmahnya dan jadikan cermin untuk amal kita selanjutnya.

Betapa, sering kita merasa bangga dengan ibadah puasa kita. Merasa telah melalui perjuangan sedemikian berat, melalui rintangan puasa di hari terik dan cuaca kemarau yang menyiksa. Menahan dahaga yang mencekik, pahitnya lidah serta lapar yang membelit.

Akan tetapi, begitu beduk Maghrib berkumandang maka selesailah ujian puasa kita hari ini. Musnah p**a benteng hawa nafsu yang kita bangun seharian penuh, sejak fajar menyingsing. Berganti dengan amuk nafsu yang ingin menjejalkan segala macam hidangan pembuka ke dalam perut.

Rasulullah saw, telah mengingatkan, seburuk-buruk tempat dalam tubuh manusia adalah perutnya…

Lantas, bagaimana dengan abang becak tadi. Sudahlah ia harus menanggung malu karena makan di tempat terbuka, ia harus mendapatkan omelan dan cacian dalam hati kita. Meminta kita dihormati. Padahal pernahkah kita menghormati mereka ?

Pernahkah kita sedikit bersabar mengalah, tatkala becak yang mereka kendarai menghalangi laju kendaraan kita ?

Pernahkah kita mengetahui, dengan apa mereka makan hari ini?

Padahal inti dari berpuasa adalah merangsang kepedulian sosial kita. Ikut merasakan kepedihan seperti yang mereka rasakan.

Tatkala perut lapar minta diisi sedangkan tidak ada lagi uang yang ada di kantong. Tak ada lagi warung yang berbaik hati meminjamkan beras, sekedar untuk mengganjal perutnya dan perut anak-anaknya malam itu…

Kemana kita pada saat itu ?

31/05/2013

*Ujian cinta yang sebenarnya

Siapa yang pernah kehilangan harta benda?
Kehilangan HP, laptop, dompet?
Maka jangan pernah sekali-kali menyalahkan Allah
Duhai, Allah terlalu kaya untuk mengambil harta kita
Dialah yang memiliki semesta alam

Siapa yang pernah kehilangan kesempatan?
Kesempatan sekolah, kesempatan pekerjaan?
Maka jangan sedikitpun menyalahkan Allah
Wahai, Allah terlalu pemurah untuk menutup kesempatan kita
Sungguh Dialah yang menciptakan kehidupan,
yang darinya muncul berjuta kesempatan

Siapa yang pernah kehilangan orang yang disayangi?
Suami? Istri? Anak?
Maka jangan tergoda menyalahkan Allah
Sungguh, Allah terlalu penyayang untuk mengambil orang yang kita sayangi
Dialah yang masih pengasih dan penyayang

Siapa yang pernah gagal rencananya?
Gagal semua yang sudah disusun?
Maka jangan pernah menyalahkan Allah
Sungguh, Allah terlalu sempurna rencananya untuk gagal
Dialah yang maha merencanakan, dan pasti sempurna sudahlah

Lantas kenapa beban kehidupan itu datang?
Silih berganti terasa, menghimpit dada rupanya, dan membuat sesak?
Kemudian kenapa semua kejadian harus terjadi?
Membuat kaki melangkah berat, nafas menghela panjang?

Karena Allah mencintai kita.
Di mana-mana, tentu saja, cinta itu harus diuji.
Mengertilah, hal yang sangat sederhana ini
Allah mencintai kita, maka Allah menguji kita
Sungguh tidakkah kita ingin membalas cinta tersebut?
Dengan selalu mengingat, menyebut, bersama
Maka semoga kita bisa membalas rasa cinta itu dengan baik

17/05/2013

*Kalian tahu persamaan antara mafia dan pacaran?

Kita sebut saja abang kita ini namanya abang Togar--saya minta maaf jika ada yg namanya Togar, ini hanya cerita. Abang Togar kita ini s**a sekali mabuk-mabukkan,nongkrong di lapo pinggir jalan dekat pasar inpres. Alkisah, pada suatu hari Abang Togar pesan itu tuak dua botol. Di minum sama dia, tertawa-tawa, sudah siap mabuk, aduh, sialan kata Abang Togar, ternyata tuak itu palsu, bukannya mabuk, cuma kembung perutnya. Maka marahlah abang Togar, ngamuk2 di lapo itu, "Kurang ajar, siapa ini yg berani jual tuak palsu, dasar penipu, pengkhianat, tdk tahu malu. Saya sudah rajin minum di sini, setia sekali minum di sini, ternyata dikhianati. Dasar tidak berperasaan. Saya benci."

Puuh, kita lupakan dulu Abang Togar--biarkan dia terus ngoceh, marah2, di depan lapo itu, ditonton sepasar inpres.

Tokoh kedua kita, sebut saja namanya Mas Joko--lagi2 saya minta maaf jika ada yang namanya Joko, ini hanya cerita. Mas Joko ini s**a sekali membeli DVD bajakan. Wah, tak terbilang, film2 asing, film2 lokal, apalagi film dari novel tere liye, lebih semangat dia bajak, pergi dia ke sekitaran glodok Jakarta yg ngetop itu. Alkisah, pada suatu hari Mas Joko membeli 20 film, dibawa p**ang, siap2 ditonton, ternyata DVD itu rusak semua, bukannya asyik nonton, malah jengkel marah2, melempar dvd player. Maka marahlah mas Joko, ngamuk2 di lapak penjual dvd bajakan, "Dasar kau pengkhianat, setiap minggu sy beli dvd di sini. Dasar tidak tahu malu, saya sudah setia beli sama kamu, ternyata kau penipu. Dasar tidak berperasaan. Saya benci."

Aduh, sudahlah, kita tinggalkan dulu Mas Joko--biarkan dia ngamuk2 di lapak dvd bajakan, membuat ramai glodok, ditonton banyak orang.

Kita bergerak ke inti kenapa tulisan ini dibuat. Kita sebut saja namanya, eh, banyak ternyata, susah sy sebut satu2. Kita sebut saja Mr. X dan Miss Y. Wuih, Mr X dan Miss Y ini adalah orang2 yg pacaran. Lihatlah, banyak sekali yang pacaran, mesra benar di dunia maya, bilang I love U setiap hari, mengganti nama demi pasangannya, pasang foto paling romantis sedunia, sudah kayak menikah seratus tahun saja betapa mesranya orang2 ini. Alkisah, pada suatu hari Mr X dan Miss Y bertengkar, lantas putus, 'lo gue end', gamer over. Maka apa yang terjadi, hilang sudah semua kata mesra yang pernah ada, dinding facebook mereka sekarang dipenuhi dengan makian, "Dasar kau pengkhianat cinta, setiap hari gue perhatiin, ternyata penipu. Dasar tidak tahu malu, saya sudah setia mati2an, ternyata selingkuh. Dasar tidak berperasaan. Saya benci."

Weleh, weleh, beda dengan Abang Togar yg ngoceh di depan lapo tuak sahaja, bikin ramai pasar, beda juga dengan Mas Joko yg cuma ngamuk di lapak dvd, bikin hangat suasana glodok, Mr X dan Miss Y ini ngoceh ke "seluruh dunia", bisa dilihat orang2 dari London, New York, hingga pelosok2 kampung--jika ada yg mau lihat sih. Seru sekali menontonnya.

Tapi, tapi oh tetapi ketiga hal ini, jelas ada samanya, jelas sekali ada benang merahnya, apa itu? yaitu: mereka ini sama2 protes/marah2 untuk hal yg sebenarnya aduh kita tahu sendirilah. Bersikukuh setia, loyal, menggunakan etika/standar, untuk hal yg sebenarnya tidak pada tempatnya.

Saya masih mending lihat etika di dunia mafia, saat salah-satu mafioso-nya memutuskan berkhianat, dia hanya tersenyum, mencabut pistol, "Ini semua hanya bisnis. Jangan dimasukkan ke hati." Begitulah, namanya juga mafioso, mau berkhianat, ya silahkan. Jangan diambil hati. Nah, namanya juga pacaran, mau berkhianat, ya silahkan. Tidak ada satupun hukum dunia dan akherat yg merestui mafia, sama dengan merestui pacaran.

Semoga paham. Nggak paham, ya kelewatan banget.

*repost

08/05/2013

*Oshin

Kalian kenal Oshin? Mungkin ada yang kenal, mungkin ada yang tidak. Maka akan saya ceritakan siapa si Oshin ini.

Usianya baru 7 tahun saat ayahnya menyuruh Oshin menjadi babysitter, untuk membantu keluarganya yang hidup susah di tahun 1907. Di usia sekecil itu, Oshin harus menerima perlakuan kasar secara fisik dan kata2 merendahkan dari kepala pelayan di rumah majikan tersebut. Tapi Oshin bertahan, demi keluarganya. Hingga suatu hari dia dituduh mencuri, Oshin tidak terima, semiskin apapun keluarganya, dia tidak akan mencuri. Dia bisa tegar bekerja dibawah cacian. Tapi tidak dengan tuduhan mencuri. Oshin pergi dari rumah majikan tersebut. Kabur, p**ang ke rumahnya. Jaman itu, bukan perkara mudah melakukan perjalanan meski hanya hitungan puluhan kilometer.

Musim dingin, badai salju, hampir mati membeku, Oshin yg kedinginan diselamatkan oleh tentara deserter. Oshin tinggal bersama tentara itu hingga musim dingin berlalu, salju mencair.

Cerita Oshin ini panjang sekali; berganti majikan, tumbuh menjadi remaja, bercita-cita menjadi penata rambut, kabur ke Tokyo menolak menjadi pelayan bar, menikah, dibenci oleh mertuanya, membesarkan anak, memiliki toko ikan, melewati gempa bumi besar, perang, kesusahan hidup datang silih berganti. Hingga akhirnya kebahagiaan sejati tiba.

Oshin adalah drama mengharu biru televisi Jepang.

Sebagian penduduk Jepang dibesarkan oleh cerita ini (diputar di televisi Jepang tahun 1983), banyak sekali penduduk Jepang yang jatuh cinta pada Oshin kecil dan perjuangan hidupnya. Wanita yang tidak pernah menyerah, tidak akan, sesulit apapun. Wanita yang memiliki kehormatan dan sungguh2 menjaganya. Ibu rumah tangga yang tangguh, semuanya tumplek blek di tontonan ini. Serial televisi ini pernah menguasai hingga 63% share penonton televisi Jepang, angka yang fantastis. Saya tidak tahu seberapa besar pengaruhnya terhadap etos kerja penduduk Jepang, boleh jadi signifikan. Itu termasuk rangkaian tahun2 penting bangkitnya Jepang sebagai raksasa ekonomi baru setelah negaranya hancur lebur oleh bom atom.

Oshin, adalah salah satu cara efektif menanamkan pemahaman hidup yang baik. Tidak terbayangkan, kalau stasiun televisi kita punya 10 drama seperti Oshin, mungkin kita bisa berhenti mencemaskan banyak hal. Keluarga memiliki serial favorit yang penuh pesan moral. Anak2, remaja2, hingga ibu rumah tangga punya tontonan kesayangan yang bertenaga menanamkan pesan positif.

Maka, semoga besok lusa, masih tersisa orang2 yang peduli, menyiapkan rencana untuk memberikan tontonan alternatif yang bermanfaat bagi banyak orang di televisi kita

07/05/2013

*Kenapa tidak

Kenapa Tuhan tidak memberikan mekanisme sederhana: jika orang berbohong, maka hidungnya akan bertambah panjang. Macam Pinokio itu, semakin banyak bohongnya, semakin panjang hidungnya. Keren bukan? Dengan begitu, tidak akan ada yang coba-coba berdusta.

Kenapa Tuhan tidak memberikan mekanisme simpel: jika orang mencuri, maka kupingnya akan semakin lebar. Semakin sering dia mencuri, macam mencuri waktu kerja, asyik main internetan pas jam kerja, kupingnya semakin lebaaaar, sudah kayak jendela rumah, atau kayak daun talas, gede banget. Keren, kan? Dengan begitu, tidak akan ada yang coba-coba mencuri.

Kenapa Tuhan tidak memberikan mekanisme kecil: jika orang bergunjing, s**a menjelek2an, s**a berkata jorok, tukang fitnah, dsbgnya, bibirnya tambah memble. Semakin sering, maka bibirnya dower ampun2an, sampai menjuntai ke lantai saking dowernya. Yakin deh, orang2 pasti kapok, nggak akan berani coba2.

Kenapa?

Atau, kenapa Tuhan tidak memberikan mekanisme canggih: jika orang berbuat jahat, macam pemerkosa, tiba-tiba saja petir menyambar dari langit, membakar tubuhnya hingga jadi abu. Atau jika ada orang yang membunuh, merampok, tiba-tiba tanah terbelah, dan dia ditelan mentah2, musnah sudah dari muka bumi? Apa susahnya bagi Tuhan yang maha perkasa menciptakan mekanisme itu? Tapi kenapa tidak ada?

Jawaban persisnya saya tidak tahu. Tapi saya menggigit kuat2, bahwa Allah selalu punya rencana terbaik bagi semua orang. Pertanyaan2 ini tidak dalam rangka mempertanyakan banyak hal lantas kehilangan esensi iman, pertanyaan2 ini justeru menumbuhkan kesadaran betapa tingginya Allah, dan memperkokoh keyakinan dalam hati. Menambah kecintaan atas agama ini.

Maka, jawabannya, mungkin karena Allah memberikan kita semua kesempatan untuk berubah. Allah menutup aib kita, menutup dusta kita, maksiat, kebiasaan buruk kita, agar kita semua sempat berubah. Sungguh kasih sayang Allah itu tidak terhingga. Coba lihat, kita menantang Allah, dengan sombong sekali melakukan kejahatan, nyatanya tidak diambil oksigen di sekitar kita, manusia tetap bisa bernafas. Kita munafik sekali, barusan korup, kemudian shalat santai2 saja, nyatanya, Allah tidak membuat jantung kita berhenti berdetak. Padahal, bukankah kita seperti sedang mengolok2 Allah, memangnya Allah tidak bisa melihat kita korup barusan seperti Allah melihat kita shalat?

Maka, jawabannya, mungkin karena Allah selalu menyayangi kita semua. Pintu untuk memperbaiki selalu terbuka, selalu, selalu, dan selalu. Semoga kita tidak terlambat melakukannya. Karena sekali pintu itu sudah tertutup. Aduhai, sungguh azab dari langit itu pedih sekali. Lebih pedih dibanding disambar petir menjadi debu, lebih pedih dibanding ditelan bumi. Dan jelas, tidak ada orang yang bisa lari menghindar.Suka
·Komentari
·Bagikan
·Ikuti
""1.436 orang
menyukai ini.""Lihat komentar sebelumnya…
""
Buneofa Supriyono

Kalau itu terjadi maka apa arti Tuhan mencipta dunia??

04/05/2013

Ya Allah,
Sekolah kami, yang penting prosesnya,
Akhir yang baik terserah Engkau pemilik alam

Wahai Allah,
Pekerjaan kami, yang penting menjalaninya
Akhir yang hebat, terserah Engkau yang maha memiliki

Ya Rabb
Jodoh kami, yang penting usahanya,
Akhir yang sakinah, terserah Engkau yang memiliki kasih sayang

Wahai ya Alllah,
Hidup ini, yang penting prosesnya, menjalaninya dari hari ke hari,
Tapi wahai yg maha memiliki segalanya, duhai yang maha perkasa,
Akhir yang baik, sungguh berikanlah,
Jadikanlah kami khusnul khatimah,
Berikanlah...

Ya Allah biha, ya Allah biha, ya Allah bi khusnul khatimah.

04/05/2013

*cerita seekor kambing dan dua remaja yg cantik hatinya

Ada dua kakak-adik perempuan, satu namanya Puteri (usia 13 tahun, SMP), satu lagi namanya Ais (usia 16 tahun, SMA). Mereka tidak beda dengan jutaan remaja lainnya, meski tdk berlebihan, juga ikutan gelombang remaja yg menyukai budaya populer saat ini, seperti lagu2, boyband, film2, dsbgnya. Kabar baiknya, dua anak ini memiliki pemahaman yg baik, berbeda, dan itu akan menjadi bagian penting dalam cerita ini.

Suatu hari, guru agama di sekolah Puteri menyuruh murid2nya utk membuat karangan tentang berkurban. Ini jadi muasal cerita, jika murid-murid lain hanya sibuk membaca sejarah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, lantas menulis karangan, Puteri, entah apa pasal, memasukkan cerita hebat itu sungguh2 dalam hatinya. Tercengang. Dia bahkan bertanya pd orang tuanya, di meja makan, apakah keluarga mereka pernah berkurban. Setelah saling tatap sejenak, orang tua mereka menggeleng, tidak pernah. Ayah mereka buruh pabrik, Ibu mereka karyawan honorer, ibarat gentong air, jumlah rezeki yg masuk ke dalam gentong, dengan jumlah yg keluar, kurang lebih sama, jd mana kepikiran untuk berkorban.

Puteri memikirkan fakta itu semalaman, dia menatap kertas karangannya, bahwa keluarga mereka tidak pernah berkorban, padahal dulu, Nabi Ibrahim taat dan patuh mengorbankan anaknya. Bagaimana mungkin? Tidakkah pernah orang tua mereka terpikirkan untuk berkorban sekali saja di keluarga mereka? Puteri mengajak bicara kakaknya Ais. Dan seperti yg saya bilang sebelumnya, dua anak ini spesial, mereka memiliki pemahaman yg baik, bahkan lebih matang dibanding orang2 dewasa. Maka, mereka bersepakat, mereka akan melakukan sesuatu.

Uang jajan Puteri sehari 8.000 perak, dikurangi untuk naik angkot, bersisa 4.000 utk jajan dan keperluan lain. Uang jajan Ais, 10.000 perak, dikurangi untuk naik angkot, bersisa 6.000, juga utk jajan dan keperluan lain. Mereka bersepakat selama enam bulan ke depan hingga hari raya kurban, akan menyisihkan uang jajan mereka. Puteri memberikan 2.000, Ais memberikan 3.000 per hari.

Enam bulan berlalu, mereka berhasil mengumpulkan uang 1,1 juta rupiah. Menakjubkan. Sebenarnya dari uang jajan, mereka hanya berhasil menabung 600.000, mereka juga harus mengorbankan banyak kesenangan lain. Membeli buku bacaan misalnya, seingin apapun mereka memiliki novel2 baru, jatah bulanan utk membeli buku mereka sisihkan, mending pinjam, atau baca gratisan di page/blog, sama saja. Mereka juga memotong besar2an jatah pulsa dari orang tua, itu juga menambah tabungan. Juga uang hadiah ulang tahun dari tante/om/pakde/bude. Alhasil, enam bulan berlalu, dua minggu sebelum hari raya kurban, mereka punya uang 1,1 juta.

Aduh, ternyata, saat mereka mulai nanya2, harga kambing di tempat penjualan2 kambing itu minimal 1,3 juta. Puteri sedih sekali, uang mereka kurang 200rb. Menunduk di depan barisan kambing yg mengembik, dan Mamang penjualnya sibuk melayani orang lain. Tapi kakaknya, Ais, yg tidak kalah semangat, berbisik dia punya ide bagus, menarik tangan adiknya utk p**ang. Mereka survei, cari di internet. Tidak semua harga kambing itu 1,3 juta. Di lembaga amil zakat terpercaya, dengan aliansi bersama peternakan besar, harga kambing lebih murah, persis hanya 1.099.000. Dan itu lebih praktis, tdk perlu dipotong di rumah. Dan tentu saja boleh2 saja nyari harga kambing yg lebih murah sepanjang memenuhi syarat kurban. Senang sekali Puteri dan Ais akhirnya membawa uang tabungan mereka ke counter tebar hewan kurban tsb. Uang lembaran ribuan itu menumpuk, lusuh, kusam, tapi tetap saja uang, bahkan aromanya begitu wangi jika kita bisa mencium ketulusan dua kakak-adik tsb.

Mereka berdua tdk pernah bercerita ke orang tua soal kurban itu. Mereka sepakat melupakannya, hanya tertawa setelah p**ang, saling berpelukan bahagia. Dua bulan kemudian, saat laporan kurban itu dikirim lembaga amil zakat tersebut ke rumah, Ibunya yang menerima, membukanya--kedua anak mereka lagi main ke rumah tetangga, numpang menonton dvd film, Ibunya berlinang air mata, foto2, tempat berkurban, dan plang nama di leher kambing terpampang jelas, nama Ibunya.

Itu benar, dua kakak-adik itu sengaja menulis nama ibunya. Itu benar, dua kakak-adik itu ingin membahagiakan kedua orang tuanya. Tapi di atas segalanya, dua kakak-adik itu secara kongkret menunjukkan betapa cintanya mereka terhadap agama ini. Mereka bukan memberikan sisa2 utk berkorban, mereka menyisihkannya dengan niat, selama enam bulan.

Itulah kurban pertama dr keluarga mereka. Sesuatu yg terlihat mustahil, bisa diatasi oleh dua remaja yg masih belia sekali. Besok lusa, jika ada tugas mengarang lagi dari gurunya, Puteri tdk akan pernah kesulitan, karena sejak tahun itu, Ibu dan Ayah mereka meletakkan kaleng di dapur, diberi label besar2: 'Kaleng Kurban' keluarga mereka.

*Masih berbulan2 lagi hari raya kurban, tapi itulah poin kenapa tulisan ini di repost berkali2 jauh hari. Semoga ada yg tergerak setelah membaca cerita ini. Jika kita menghabiskan uang 100rb lebih setiap bulan utk pulsa internetan, dll, maka tidak masuk akal kita tdk punya uang utk berkorban. Belum lagi ratusan ribu buat makan di luar, nonton, jutaan rupiah buat beli gagdet, pakaian, dll. Begitu banyak rezeki, nikmat dari Tuhan, jangan sampai seumur hidup kita tdk pernah berkurban. Beli pulsa itu setelah menabung utk kurban, bukan sebaliknya berkurban datang dari sisa2 beli pulsa. Tabung dari sekarang. Sisihkan dengan hati lapang.

05/04/2013

apa kabar nya hari ini ?

06/11/2011

alhamdulillah panitia qurban masjid al-muqorrobin 2011 dititipi 3 ekor sapi dan 2 ekor kambing .
yang insya Allah akan didistribusikan hari ini juga ke mustahik di sekitar masjid .
mhon doanya agar acara ini berlangsung dengan baik tanpa ada halangan.

30/10/2011

Iftah baaban waajidan tuftah lakal abwaab
"Buka satu pintu, niscaya pintu-pintu yang lainnya akan terbuka"

29/10/2011

Asalamualaikum...
sehubungan pada tanggal 6 November 2011 adalah lebaran qurban, kita panitia Quran akan melaksanakan penyembelihan hewan qurban yang sebalumnya kita memfasilitasi shalat ied .
semoga kegiatan ini selalu diberkati Allah swt.

29/10/2011

halo... salam semangat badar buat sohib semua semoga kita selalu merasa dekat dengan Allah swt. ini halaman Masjid Al-muqorrobin yang syah, tolong invite sohib2 yang lainnya agar kita semua bisa ngupdate apa aja yang ada di Masjid kita tercinta ini.

Address

Perumahan Jatiwaringin Permai
Jakarta
13620

Telephone

+622186603989

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Masjid Al-Muqorrobin posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Masjid Al-Muqorrobin:

Share

Category