Rohis GMI STIE IGI

Rohis GMI STIE IGI Sebuah unit kegiatan mahasiswa di sekolah tinggi ilmu ekonomi IGI bidang agama Islam

19/04/2022

Alhamdulillah tak henti-hentinya bersyukur bisa menyelenggarakan acara santunan anak yatim ini.

Terima kasih untuk semua donatur yang selalu percaya kepada GMI STIE IGI dalam menyalurkan sodaqoh jariyah nya, semoga menjadi ladang pahala untuk kita semua ๐Ÿ’š

Senyum tulus mereka membuat kami yakin hal yang kecil akan lebih indah jika kita mensyukurinya.

See u on next project, teruslah berbuat baik ๐Ÿ’ซโœจ

Selamat Hari Guru untuk semua guru dimanapun berada๐ŸŒนKebijaksanaan, dedikasi, dan kebaikan kalian kan selalu membawa kami...
25/11/2021

Selamat Hari Guru untuk semua guru dimanapun berada๐ŸŒน

Kebijaksanaan, dedikasi, dan kebaikan kalian kan selalu membawa kami ke jalan yang benar dan menginspirasi kami untuk menjadi pribadi yang lebih baik โœจ

Happy Teachers day ๐Ÿ‘จโ€๐Ÿซ๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿซ

PAHLAWAN WANITA BERKERUDUNG SYAR'I YANG TERLUPAKAN.Syaikhah(Syeh wanita) Minangkabau yang tidak pernah dimunculkan profi...
24/04/2021

PAHLAWAN WANITA BERKERUDUNG SYAR'I YANG TERLUPAKAN.

Syaikhah(Syeh wanita) Minangkabau yang tidak pernah dimunculkan profilnya. Pengaruhnya dalam dunia pendidikan begitu nyata. Bahkan sekaliber Al-Azhar Mesir pun terinpirasi dari tindakan beliau. Dan, point yang tidak kalah penting, pakaian anggun dengan kerudung yang menutup dada itu sudah lama ada sebelum Indonesia merdeka.. Allahu Akbar..

Syaikhah Hajjah Rangkayo Rahmah El Yunusiyyah (1900-1969) adalah salah satu pahlawan wanita milik bangsa Indonesia, yang dengan hijab syar'i-nya tak membatasi segala aktifitas dan semangat perjuangannya.

Rahmah, begitu ia biasa dipanggil, adalah seorang guru, pejuang pendidikan, pendiri sekolah Islam wanita pertama di Indonesia, aktifis kemanusiaan, anggota parlemen wanita RI, dan pejuang kemerdekaan Republik Indonesia.

Ketika Rahmah bersekolah, dengan bercampurnya murid laki-laki dan perempuan dalam kelas yang sama, menjadikan perempuan tidak bebas dalam mengutarakan pendapat dan menggunakan haknya dalam belajar. Ia mengamati banyak masalah perempuan terutama dalam perspektif fiqih tidak dijelaskan secara rinci oleh guru yang notabene laki-laki, sementara murid perempuan enggan bertanya. Kemudian Rahmah mempelajari fiqih lebih dalam kepada Abdul Karim Amrullah di Surau Jembatan Besi, dan tercatat sebagai murid-perempuan pertama yang ikut belajar fiqih, sebagaimana dicatat oleh Hamka.

Setelah itu, Rahmah mendirikan Madrasah Diniyah Lil Banaat (Perguruan Diniyah Putri) di Padang Panjang sebagai sekolah agama Islam khusus wanita pertama di Indonesia. Ia menginginkan agar perempuan memperoleh pendidikan yang sesuai dengan fitrah mereka dan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tekadnya, "Kalau saya tidak mulai dari sekarang, maka kaum saya akan tetap terbelakang. Saya harus mulai, dan saya yakin akan banyak pengorbanan yang dituntut dari diri saya. Jika lelaki bisa, kenapa perempuan tidak bisa?"

Rahmah meluaskan penguasaannya dalam beberapa ilmu terapan agar dapat diajarkan pada murid-muridnya. Ia belajar bertenun tradisional, juga secara privat mempelajari olahraga dan senam dengan seorang guru asal Belanda. Selain itu, ia mengikuti kursus kebidanan di beberapa rumah sakit dibimbing beberapa bidan dan dokter hingga mendapat izin membuka praktek sendiri.
Berbagai ilmu lainnya seperti ilmu hayat dan ilmu alam ia pelajari sendiri dari buku. Penguasaan Rahmah dalam berbagai ilmu ini yang ia terapkan di Diniyah Putri dan dilimpahkan semua ilmunya itu kepada murid-murid perempuannya.

Pada 1926, Rahmah juga membuka program pemberantasan buta huruf bagi ibu-ibu rumah tangga yang belum sempat mengenyam pendidikan dan dikenal dengan nama Sekolah Menyesal.

Selama pemerintahan kolonial Belanda, Rahmah menghindari aktifitas di jalur politik untuk melindungi kelangsungan sekolah yang dipimpinnya. Ia memilih tidak bekerja sama dengan pemerintah penjajah. Ketika Belanda menawarkan kepada Rahmah agar Diniyah Putri didaftarkan sebagai lembaga pendidikan terdaftar agar dapat menerima subsidi dari pemerintah, Rahmah menolak, mengungkapkan bahwa Diniyah Putri adalah sekolah milik ummat, dibiayai oleh ummat, dan tidak memerlukan perlindungan selain perlindungan Allah. Menurutnya, subsidi dari pemerintah akan mengakibatkan keleluasaan pemerintah dalam memengaruhi pengelolaan Diniyah Putri.

Kiprah Rahmah di jalur pendidikan membuatnya mendapatkan perhatian luas. Ia duduk dalam kepengurusan Serikat Kaum Ibu Sumatera (SKIS). Pada 1935, ia diundang mengikuti Kongres Perempuan Indonesia di Batavia. Dalam kongres, ia memperjuangkan hijab sebagai kewajiban bagi muslimah dalam menutup aurat ke dalam kebudayaan Indonesia.
Pada April 1940, Rahmah menghadiri undangan Kongres Persatuan Ulama Seluruh Aceh. Ia dipandang oleh ulama-ulama Aceh sebagai ulama perempuan terkemuka di Sumatera.

Kedatangan tentara Jepang di Minangkabau pada Maret 1942 membawa berbagai perubahan dalam pemerintahan dan mengurangi kualitas hidup penduduk non-Jepang. Selama pendudukan Jepang, Rahmah ikut dalam berbagai kegiatan Anggota Daerah Ibu (ADI) yang bergerak di bidang sosial. Dalam situasi perang, Rahmah bersama para ADI mengumpulkan bantuan makanan dan pakaian bagi penduduk yang kekurangan. Ia memotivasi penduduk yang masih bisa makan untuk menyisihkan beras segenggam setiap kali memasak untuk dibagikan bagi penduduk yang kekurangan makanan. Kepada murid-muridnya, ia menginstruksikan bahwa seluruh taplak meja dan kain pintu yang ada pada Diniyah Putri dijadikan pakaian untuk penduduk.
Selain itu, Rahmah bersama para anggota ADI menentang pengerahan perempuan Indonesia sebagai wanita penghibur untuk tentara Jepang. Tuntutan ini dipenuhi oleh pemerintah Jepang dan tempat prostitusi di kota-kota Sumatera Barat berhasil ditutup.

Terimbas oleh Hajjah Rangkayo Rasuna Said yang terjun ke politik lebih dahulu, dan dengan kondisi Indonesia yang semakin terpuruk oleh penjajah Jepang, akhirnya Rahmah terjun ke dunia politik. Ia bergabung dengan Majelis Islam Tinggi Minangkabau yang berkedudukan di Bukittinggi. Ia menjadi Ketua Hahanokai di Padang Panjang untuk membantu perjuangan perwira yang terhimpun dalam Giyugun (semacam tentara PETA).

Seiring memuncaknya ketegangan di Padang Panjang, Rahmah membawa sekitar 100 orang muridnya mengungsi untuk menyelamatkan mereka dari serbuan tentara Jepang. Selama pengungsian, ia menanggung sendiri semua keperluan murid-muridnya. Ketika terjadi kecelakaan kereta api pada 1944 dan 1945 di Padang Panjang, Rahmah menjadikan bangunan sekolah Diniyah Putri sebagai tempat perawatan korban kecelakaan.
Hal ini membuat Diniyah Putri mendapatkan piagam penghargaan dari pemerintah Jepang. Menjelang berakhirnya pendudukan, Jepang membentuk Cuo Sangi In yang diketuai oleh Muhammad Sjafei dan Rahmah duduk sebagai anggota peninjau.

Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Setelah mendapatkan berita tentang proklamasi kemerdekaan langsung dari Ketua Cuo Sangi In, Muhammad Sjafei, Rahmah segera mengibarkan bendera Merah Putih di halaman perguruan Diniyah Putri. Ia tercatat sebagai orang yang pertama kali mengibarkan bendera Merah Putih di Sumatera Barat. Berita bahwa bendera Merah Putih berkibar di sekolahnya menjalar ke seluruh pelosok daerah.

Ketika Komite Nasional Indonesia terbentuk sebagai hasil sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 22 Agustus 1945, Soekarno yang melihat kiprah Rahmah mengangkatnya sebagai salah seorang anggota.

Pada 5 Oktober 1945, Soekarno mengeluarkan dekrit pembentukan TKR (Tentara Keamanan Rakyat). Pada 12 Oktober 1945, Rahmah memelopori berdirinya TKR untuk Padang Panjang dan sekitarnya. Ia memanggil dan mengumpulkan bekas anggota Giyugun, mengusahakan logistik dan pembelian beberapa kebutuhan alat senjata dari harta yang dimilikinya. Bersama dengan bekas anggota Hahanokai, Rahmah mengatur dapur umum di kompleks perguran Diniyah Putri untuk kebutuhan TKR. Anggota-anggota TKR ini menjadi tentara inti dari Batalyon Merapi yang dibentuk di Padang Panjang.

Ketika Belanda melancarkan Agresi Militer Belanda kedua, Belanda menangkap sejumlah pemimpin-pemimpin Indonesia di Padang Panjang. Rahmah meninggalkan kota dan bersembunyi di lereng Gunung Singgalang. Namun, ia ditangkap Belanda pada 7 Januari 1949 dan mendekam di tahanan wanita di Padang Panjang. Setelah tujuh hari, ia dibawa ke Padang dan ditahan di sebuah rumah pegawai kepolisian Belanda berkebangsaan Indonesia. Ia melewatkan 3 bulan di Padang sebagai tahanan rumah, sebelum diringankan sebagai tahanan kota selama 5 bulan berikutnya.

Pada Oktober 1949, Rahmah meninggalkan Kota Padang untuk menghadiri undangan Kongres Pendidikan Indonesia di Yogyakarta. Ia baru kembali ke Padang Panjang setelah mengikuti Kongres Muslimin Indonesia di Yogyakarta pada akhir 1949. Rahmah bergabung dengan Partai Islam Masyumi. Dalam pemilu 1955, ia terpilih sebagai anggota Konstituante mewakili Sumatera Tengah. Melalui Konstituante, ia membawa aspirasinya akan pendidikan dan pelajaran agama Islam.

Pada 1956, Imam Besar Al-Azhar, Kairo, Mesir, Abdurrahman Taj, berkunjung ke Indonesia dan atas ajakan Muhammad Natsir, berkunjung untuk melihat keberadaan Diniyah Putri. Imam Besar tersebut mengungkapkan kekagumannya pada Diniyah Putri, sementara Universitas Al-Azhar sendiri saat itu belum memiliki bagian khusus perempuan.

Pada Juni 1957, Rahmah berangkat ke Timur Tengah. Usai menunaikan ibadah haji, ia mengunjungi Mesir memenuhi undangan Imam Besar Al-Azhar. Dalam satu Sidang Senat Luar Biasa, Rahmah mendapat gelar kehormatan โ€œSyaikhahโ€ dari Universitas Al-Azhar, dimana untuk kali pertama Al-Azhar memberikan gelar kehormatan itu pada perempuan.

Hamka mencatat, Diniyah Putri mempengaruhi pimpinan Al-Azhar untuk membuka Kuliyah Qismul Banaat (kampus khusus wanita) di Universitas Al-Azhar. Sejak saat itu Universitas Al-Azhar yang berumur 11 abad membuka kampus khusus wanita, yang diinspirasi dari Diniyah Putri di Indonesia yang baru seumur jagung.

Sebelum kepulangannya ke Indonesia, Rahmah mengunjungi Syria, Lebanon, Jordan, dan Iraq atas undangan para pemimpin negara tersebut.

Sekembalinya dari kunjungan ke berbagai negara di Timur Tengah, Rahmah merasa bahwa Soekarno telah terbawa arus kuat PKI. Ia merasa tidak nyaman berjuang di Jakarta, kemudian memilih kembali pulang ke Padang Panjang. Rahmah melihat bahwa mencurahkan perhatiannya untuk memimpin perguruannya akan lebih bermanfaat daripada duduk di kursi parlemen sebagai anggota DPR yang sudah dikuasai komunis. Ketika terjadi PRRI di Sumatera Tengah akhir 1958, akibat ketidaksetujuan atas sepak terjang Soekarno, Rahmah ikut bergerilya di tengah rimba bersama tokoh-tokoh PRRI dan rakyat yang mendukungnya.

Pada 1964, ia menjalani operasi tumor payudara di RS Pirngadi, Medan. Sejak itu hingga akhir hayatnya, hidupnya didedikasikan kembali sepenuhnya untuk Diniyah Putri.

Tampak pada foto, pahlawan ini mengenakan hijab syar'i dan baju kurung basiba dengan cara yang anggun, elegan dan modern yang menampakkan kecerdasannya dan kemajuannya dalam berpikir.

(-diringkas dari berbagai sumber)

22/04/2021
03/12/2020

https://www.facebook.com/405218379559341/posts/3503881063026375/

Al ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri Hafidzahullah

Resolusi Jihad Mbah Kiyai Hasyim Asy'ari, salah satu pilar kemerdekaan NKRI dari penjajah.

Hari ini, anda dan seluruh ummat Islam di Nusantara dapat menghirup udara kemerdekaan dan menikmati keberkahan negri sendiri.

Tahukah anda bahwa salah satu pilar terwujudnya kemerdekaan tersbeut adalah Rasolusi Jihad yang digelorakan oleh saudara saudara kita dari ormas NU?

Di bawah komando HADRATUL SYEIKH K.H. HASYIM ASY'ARI, resolusi jihad ini lahir dan berhasil membakar semangat jihad seluruh ummat islam di negri tercinta ini. Setiap muslim yang dalam dirinya masih menyala keimanan dan bebas dari jelaga "memperbudak diri" kepada penjajah, bangkit berjihad melawan ribuan pasukan sekutu yang diboncengi oleh pasukan Belanda.

Resolusi Jihad NU memicu terjadinya pertempuran hebat beberapa hari di kota Surabaya, sampai sampai tentara sekutu di bawah komando Inggris KEWALAHAN .

Dan dari resolusi Jihad ini, kemudian berlanjut dengan insiden Jembatan Merah, dan dilanjutkan dengan perlawanan arek arek Suroboyo pada 10 November yang kemudian di kenal sebagai Hari Pahlawan.

Semoga Allah Ta'ala merahmati Mbah Kiyai Hasyim Asy'ari yang mempelopori resolusi Jihad dan juga seluruh syuhada' dalam jihad melawan penjajah.

Kawan, kita bisa saja berbeda, bukan berarti harus berperang dengan saudara sendiri, hanya karena perbedaan tersebut, selama rumah besar kita yaitu Islam masih menampung kita semua.

Mengapa demikian? Kawan ingatlah selalu bahwa sampai kapanpun kita memiliki musuh bersama yang siap membumi hanguskan kita dan saudara-saudara kita yang berbeda pemahaman dan amaliyah.

Status ini, bukan berarti kita tidak boleh saling menasehati atau menegakkan syari'at amar ma'ruf dan nahi mungkar di tengah tengah rumah besar kita bersama yaitu Islam.

Syari'at amar ma'ruf dan nahi mungkar haruslah dikobarkan, sampaipun dalam keluarga kita sendiri, apalagi di tengah tengah masyarakat yang majemuk.

Dan ketahuilah bahwa resolusi jihad ala Mbah Hasyim Asy'ari yang mampu mengesampingkan perbedaan internal, dan mengedepankan kepentingan yang lebih besar adalah teladan kebesaran jiwa beliau dalam menerapkan syari'at amar ma'ruf dan nahi mungkar tersebut di tengah ummat.

Ingat ya, kala itu di negri kita sudah ada Muhammadiyah, Persis, Al Irsyad, yang secara amaliyah dan akidah memiliki banyak perbedaan dengan ormas NU yang dipimpin oleh Mbah Kiyai Hasyim Asy'ari.

Namun ketika musuh bersama datang mengancam, maka Mbah Hasyim Asy'ari rahimahullah membuktikan kebesaran jiwa beliau sebagai seorang panutan ummat dan ahli agama.

Perbedaan dengan sekutu yang membawa agama lain, jelas lebih berbahaya dibanding perbedaan dengan sesama keluarga besar Islam, dengan segala isu yang ada, baik isu wahabi, isu bid'ah, atau isu isu serupa lainnya.

Kawan, yuk kita jaga dan kita benahi dengan penuh kasih sayang rumah besar kita, yaitu rumah besar Islam.

Semoga Allah merahmati semua saudara kita sesama ummat Islam yang telah terlebih dahulu menghadap kepada Allah Ta'ala dan menghilangkan kebencian dan permusuhan dari diri kita kepada sesama anggota rumah besar Islam yang masih mendampingi derap langkah kita di dunia ini.

Kawan! yuk renungkan dan amalkan firman Allah Ta'ala berikut ini:
ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุฌูŽุงุคููˆุง ู…ูู† ุจูŽุนู’ุฏูู‡ูู…ู’ ูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูˆูŽู„ูุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ูู†ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุณูŽุจูŽู‚ููˆู†ูŽุง ุจูุงู„ู’ุฅููŠู…ูŽุงู†ู ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุฌู’ุนูŽู„ู’ ูููŠ ู‚ูู„ููˆุจูู†ูŽุง ุบูู„ู‘ู‹ุง ู„ู‘ูู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุฑูŽุคููˆููŒ ุฑู‘ูŽุญููŠู…ูŒ
Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa: "Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang". (Al Hasyer 10)

Semoga melunakkan hati hati kita yang terlanjur keras dan membangunkan diri kita yang telah lama terlelap tidur dalam kelalaian. Amiin

11/07/2020

*Bacaan Alfatihah atau Alqur'an untuk mayyit, Pahalanya sampai dan boleh*

Literasi #1

Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin (w. 1421 H)

Dalam hal ini, Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin (w. 1421 H) lebih memilih bahwa bacaan al-Quran itu sampai dan boleh.

ุงู„ู‚ูˆู„ ุงู„ุซุงู†ูŠ: ุฃู†ู‡ ูŠู†ุชูุน ุจุฐู„ูƒ ูˆุฃู†ู‡ ูŠุฌูˆุฒ ู„ู„ุฅู†ุณุงู† ุฃู† ูŠู‚ุฑุฃ ุงู„ู‚ุฑุขู† ุจู†ูŠุฉ ุฃู†ู‡ ู„ูู„ุงู† ุฃูˆ ูู„ุงู†ุฉ ู…ู† ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู†ุŒ ุณูˆุงุก ูƒุงู† ู‚ุฑูŠุจุง ุฃูˆ ุบูŠุฑ ู‚ุฑูŠุจ. ูˆุงู„ุฑุงุฌุญ: ุงู„ู‚ูˆู„ ุงู„ุซุงู†ูŠ ู„ุฃู†ู‡ ูˆุฑุฏ ููŠ ุฌู†ุณ ุงู„ุนุจุงุฏุงุช ุฌูˆุงุฒ ุตุฑูู‡ุง ู„ู„ู…ูŠุช

Pendapat kedua, adalah mayyit bisa mendapat manfaat dari apa yang dikerjakan orang yang masih hidup. Hukumnya boleh, orang membaca al-Quran lantas berkata; โ€œSaya niatkan pahala ini untuk fulan atau fulanah. Baik orang itu kerabat atau bukan. Ini adalah pendapat yang rajih. (Muhammad bin Shalih al-Utsaimin w. 1421 H, Majmuโ€™ Fatawa wa Rasail, h. 7/ 159)

17/06/2020

Membanggakan, Dosen Farmasi UM Purwokerto Jadi Pakar PCR Covid-19 di Inggris

MUHAMMADIYAH.ID, PURWOKERTO - Dosen Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Susanti tergabung menjadi anggota Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 di bawah Kementerian Riset dan Teknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (Ristek BRIN).

Susanti saat ini sedang menempuh studi Doktor di University of Nottingham, Inggris. Lulusan S-2 The John Curtin School of Medical Research, The Australian National University (ANU) ini merupakan pakar uji polymerase chain reaction (PCR) untuk tes Covid-19 yang diakui dunia.

Jauh sebelum Covid-19 meluas, Susanti telah akrab dengan uji PCR. Studinya di kampus ternama di Inggris tersebut meneliti tentang genetik pada kanker usus besar dengan menggunakan PCR.

โ€œTes PCR itu kegiatan sehari-hari saya,โ€ ujar Susanti, Sabtu (13/6).

Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof Ali Ghufron Mukti mengajak Susanti sebagai salah satu diaspora peneliti. Kini dia telah melatih hampir seribu petugas laboratorium di seluruh Indonesia secara daring.

Tugas besar Susanti di antaranya merumuskan metode PCR yang efektif dalam mendeteksi Covid-19. Selain itu, bersama tim peneliti University of Nottingham dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengembangkan cara sequencing untuk mengenali virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19.

Selengkapnya http://m.muhammadiyah.or.id/id/news-19234-detail-membanggakan-dosen-farmasi-um-purwokerto-jadi-pakar-pcr-covid19-di-inggris.html

Seiring berjalannya waktu timbul lah rasa cemburuIngin ini ingin itu namun tak tentuYang ada hanya berlalu             M...
22/04/2020

Seiring berjalannya waktu timbul lah rasa cemburu
Ingin ini ingin itu namun tak tentu
Yang ada hanya berlalu
Minggu yg kelabu tak menyurutkan kalbu Kuuyyy kita bersatu jalan2 ke puncak gunung melupakan sejenak ronta2 penatnya kota-mu...



21/02/2020

Fatwa Muhammadiyah : *Sampaikah Kirim Al-Fatihah Kepada Orang Meninggal ?*

Untuk meringankan dosa-dosa orang yang sudah meninggal dunia, banyak orang secara individu maupun secara berjamaah membacakan suratul Fatihah yang pahala bacaannya dipersembahkan kepadanya. Apakah amalan ibadah yang mereka lakukan itu benar menurut Sunah Rasul?

*Jawaban:*

Saudara yang terhormat, berikut ini jawaban atas pertanyaan saudara:
1. Pertanyaan pertama saudara ini sudah berulangkali ditanyakan dan sudah dijawab oleh Tim Fatwa Agama. Kesimpulannya, mendoakan orang yang sudah meninggal dunia itu ada tuntunannya. Adapun menghadiahkan pahala bacaan al-Quran โ€“termasuk surah al-Fatihah, surah Yasin dan lainnyaโ€” itu adalah masalah khilafiyah (masalah yang diperselisihkan oleh para ulama). Sebagian ulama seperti Imam Ahmad bin Hambal mengatakan pahalanya sampai kepada si mayit. Dan sebagian ulama lainnya seperti Imam Malik dan Imam Syafiโ€™i mengatakan tidak sampai. Tim Fatwa Agama cenderung kepada pendapat yang kedua ini karena beberapa alasan, antara lain:
Pertama, tidak terdapat ayat al-Qurโ€™an atau hadis Nabi Muhammad saw yang dapat dijadikan dasar yang kuat untuk melakukannya. Bahkan di dalam al-Quran Allah menyatakan bahwa manusia tidak akan memperolehi balasan di akhirat melainkan apa yang diusahakannya sendiri ketika masih di dunia. Firman-Nya:
ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ูู„ู’ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ู…ูŽุง ุณูŽุนูŽู‰. ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽ ุณูŽุนู’ูŠูŽู‡ู ุณูŽูˆู’ููŽ ูŠูุฑูŽู‰. ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูุฌู’ุฒูŽุงู‡ู ุงู„ู’ุฌูŽุฒูŽุงุกูŽ ุงู’ู„ุฃูŽูˆู’ููŽู‰. [ุงู„ู†ุฌู…ุŒ 53: 39-41]
Artinya: โ€œDan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihat (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna,โ€ [QS. an-Najm (53): 39-41].
Dan di dalam sebuah hadis, Rasulullah saw memberi peringatan agar supaya kita tidak melakukan hal-hal yang tidak ada tuntunannya. Hadis tersebut berbunyi:
ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’: ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ: ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุญู’ุฏูŽุซูŽ ูููŠ ุฃูŽู…ู’ุฑูู†ูŽุง ู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูŽุง ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ูููŠู‡ู ููŽู‡ููˆูŽ ุฑูŽุฏู‘ูŒ. [ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ูˆู…ุณู„ู…]
Artinya: โ€œDiriwaytkan dari Aisyah r.a. katanya: Rasulullah saw bersabda: โ€œBarang siapa yang mengada-adakan sesuatu dalam agama kita ini yang tidak berasal darinya maka perbuatan itu ditolak.โ€ [HR. al-Bukhari dan Muslim]
Kedua, para sahabat tidak melakukan hal itu karena memang tidak ada tuntunannya dari al-Quran dan Hadis.
Ketiga, kita tidak bisa memastikan apakah ketika kita membaca al-Quran itu kita mendapat pahala sehingga bisa menghadiahkan pahala tersebut kepada orang lain atau tidak.
Keempat, menganut pendapat sampainya pahala bacaan kepada orang lain sering kali berakibat negatif, yaitu orang yang kurang beramal saleh mengharapkan hadiah pahala dari orang lain.
Memperhatikan alasan-alasan di atas, maka lebih baik kita tidak melakukan yang tidak ada tuntunannya, dan mencukupkan diri dengan yang jelas ada tuntunannya, yaitu mendoakan orang yang meninggal dunia.

*Tim Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah*

VIRUS CORONA...Wuhan...Begitu nama kota padat itu.Ia adalah kota terpadat di pusat Ibukota Tiongkok.Setidaknya ada 11 ju...
25/01/2020

VIRUS CORONA...

Wuhan...
Begitu nama kota padat itu.
Ia adalah kota terpadat di pusat Ibukota Tiongkok.
Setidaknya ada 11 juta jiwa hidup di sana.

Tapi hari ini,
Wuhan menjadi sangat mencekam.
Wuhan diisolir oleh Penguasa Tiongkok.
Pergerakan transportasi ditutup.
Bus, kereta api, bahkan pesawat terbang;
semuanya dilarang bergerak.

Virus Corona-lah pangkal soalnya.
Setidaknya 570 manusia telah terinfeksi.
Dan 17 orang telah meninggal karenanya.
Para ahli menyamakan Corona
dengan SARS yang pernah mewabah sekitar 2002-2003.

***

Apapun itu...
Virus Corona hanyalah makhluk Allah yang kecil.
Tapi hari ini,
Allah mengirimkannya sebagai tentaraNya ke sana:
ke negara paling diktator dan angkuh itu
sebagai โ€œperingatan kecilโ€ untuk tidak main-main dengan Allah!

Virus Corona hanyalah โ€œsebaris pesanโ€ untuk mengingatkan
bahwa Negara zhalim itu terlalu mudah binasa
jika tak hentikan kekejamannya pada Muslim Uighur!

Corona, makhluk renik itu seakan berkata:
โ€œUighur kalian tindas, Wuhan kami habisi!โ€

Al-Ustadz,
Muhammad Ihsan Zainuddin

FB Ibnu Yusuf

Address

Jalan Anggrek Cendrawasih VIII A/1
Jakarta
11480

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rohis GMI STIE IGI posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share