Young Generation Batu Karang Church

Young Generation Batu Karang Church We share, learn and growth together in the Love of Jesus Christ

Mari kita bersyukur karena kita dipilih dan dikasihi oleh Tuhan, dan oleh karena kasih karuniaNya kita dapat beroleh kes...
05/02/2017

Mari kita bersyukur karena kita dipilih dan dikasihi oleh Tuhan, dan oleh karena kasih karuniaNya kita dapat beroleh keselamatan

14/02/2016

Sepenggal Pesran kasih yang sejati.

14/02/2016
Youth BK special Valentine ~True Love~
14/02/2016

Youth BK special Valentine ~True Love~

11/08/2015

Gambaran Yesus

Rabu, 12 Agustus 2015

Baca: Yesaya 53:4-12

53:4 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.

53:5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

53:6 Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.

53:7 Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.

53:8 Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.

53:9 Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.

53:10 Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.

53:11 Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.

53:12 Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.

Dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Indonesia (c) LAI 1974

Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. —Yesaya 53:6

Gambaran Yesus

Dalam buku Portraits of Famous American Women (Lukisan Para Wanita Amerika Tersohor), Robert Henkes menulis, “Lukisan bukanlah foto, juga bukan bayangan cermin.” Sebuah lukisan menembus penampilan luar untuk menyelami kedalaman emosional dari jiwa manusia. Dalam suatu lukisan, seorang seniman sejati mencoba untuk “mengungkapkan jati diri sebenarnya dari orang tersebut.”

Dari abad ke abad, telah banyak lukisan Yesus yang dihasilkan. Mungkin kamu pernah melihatnya di gereja atau museum atau bahkan memilikinya di rumah. Namun, tentu saja tidak satu pun di antaranya merupakan lukisan Yesus yang sebenarnya, karena kita tidak memiliki foto atau bayangan dari tampilan fisik Tuhan kita. Namun demikian, kita memiliki penggambaran yang luar biasa mengenai diri-Nya melalui kata-kata di Yesaya 53. Penggambaran yang diilhamkan Allah itu mengungkapkan dengan rinci jati diri-Nya: “Sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaran kita yang dipikulnya . . . . Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; . . . dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh” (ay.4-5).

Bagian Alkitab tersebut menolong kita untuk melihat pancaran kasih dan kesedihan, serta kepedihan dan kesengsaraan pada wajah Yesus. Namun bibir-Nya tidak mengucapkan tuduhan atau kecaman. Dia sendiri tak memiliki dosa yang perlu dihapus-Nya; dosa kita sajalah yang ditanggung-Nya. Dan jauh di dalam hati-Nya, Dia tahu bahwa “sesudah menderita sengsara, ia akan bahagia dan puas” (Yes. 53:11 BIS).

Gambaran yang luar biasa dari Juruselamat kita! —David McCasland

Alangkah luar biasanya kasih-Mu bagi kami, Yesus! Saat aku merenungkan betapa ajaibnya diri-Mu, aku tertunduk dalam keheningan di hadapan-Mu.

Kasih terbukti ketika Allah menjadi manusia.

09/08/2015

Suatu hari ada seorang anak kecil yang sedang bermain di lapangan dekat rumah... Anak kecil itu sedang melihat-lihat sekeliling dan membelakangi matahari, lalu tiba-tiba dia tertarik melihat bayangannya sendiri...

Dia berjalan mengikuti bayangannya dengan harapan dia bisa berlari mendahului bayangannya. Semakin jauh dia berjalan, semakin jauh p**a bayangan tubuhnya menjauh darinya. Semakin berlari sampai dia kecapekan tapi tak bisa-bisa dia meraih bayangannya itu. Saat itu ayahnya yang sedang mengamatinya menegurnya, "nak, apa yang kamu lakukan?", jawab sang anak "aku ingin mendahului bayanganku yah"
Tegur ayah lagi "jika kamu ingin mendahului bayanganmu, maka berlarilah menuju matahari, maka bukan kamu yang mengejar bayanganmu, melainkan bayanganmu yang mengejar kamu."
Cerita ini mengajak kita untuk merefleksikan kehidupan kita. Bayangan kita ilustrasikan sebagai angan-angan, nilai-nilai duniawi yang ingin kita raih. Sedangkan matahari adalah Tuhan. Saat kita berusaha mengejar keinginan-keinginan kita (jodoh,rejeki maupun kebahagiaan), tanpa disadari kita malah berlari meninggalkan Tuhan. Apa yang terjadi? Hal-hal yang kita inginkan itu malah semakin menjauh dari diri kita.
Yang perlu kita lakukan adalah "berbalik arah menuju matahari", yaitu kembali mengejar Tuhan, mengabdi kepadaNya dan selalu taat akan segala perintahNya maka semua apa yang kita inginkan tanpa kita sadari akan datang dengan sendirinya mengikuti kita.

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Matius 6:33)

09/08/2015

Aku Datang untuk Menolong

Senin, 10 Agustus 2015

Baca: Yakobus 1:19-27

1:19 Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;

1:20 sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.

1:21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

1:22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

1:23 Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin.

1:24 Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.

1:25 Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.

1:26 Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.

1:27 Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.

Dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Indonesia (c) LAI 1974

Hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. —Yakobus 1:22

Aku Datang untuk Menolong

Penggambaran yang gamblang dari wartawan Jacob Riis tentang kemiskinan di kota New York pada abad ke-19 menimbulkan kengerian dalam diri warga kota yang terbiasa hidup nyaman. Buku berjudul How the Other Half Lives (Bagaimana Orang Lain Hidup) yang memadukan tulisannya dengan foto-foto jepretannya sendiri itu memberikan gambaran yang sangat gamblang akan kondisi kemiskinan yang sedemikian parah sehingga warga setempat tidak bisa lagi mengabaikan keberadaannya. Sebagai anak ketiga dari 15 bersaudara, Riis bisa menulis dengan begitu efektif karena ia sendiri pernah menjalani hidup di tengah keadaan yang mengenaskan tersebut.

Tak lama setelah bukunya beredar, ia menerima sepucuk kartu dari seorang pemuda yang baru saja membangun karier politiknya. Pesannya sederhana, “Saya telah membaca bukumu, dan saya tergerak untuk membantu. Theodore Roosevelt.” (Politikus itu di kemudian hari menjadi Presiden Amerika Serikat.)

Iman yang sejati akan menjawab kebutuhan orang lain, seperti yang ditulis oleh Yakobus (1:19-27). Kiranya hati kita digerakkan untuk bertindak, tidak hanya berupa kata-kata, tetapi juga dalam bentuk perbuatan nyata. Tindakan yang penuh belas kasih tidak hanya akan menolong mereka yang tengah terperosok dalam kesulitan hidup, tetapi juga dapat membuat mereka terbuka untuk menerima pesan agung dari Juruselamat kita yang mengetahui kebutuhan mereka dan yang sanggup melakukan jauh lebih banyak lagi bagi mereka. —Randy Kilgore

Ya Tuhan, begitu mudahnya kami merasa terbebani atau justru menghakimi orang lain sehingga tidak membantu mereka. Buatlah kami agar tidak hanya melihat pemikiran dan keadaan kami sendiri, dan tolonglah kami untuk peduli sebagaimana Engkau peduli.

Orang lain akan memahami arti “Allah adalah kasih” ketika mereka melihat kasih itu di dalam kehidupan kita.

08/08/2015

Yang Tak Terduga

Sabtu, 8 Agustus 2015

Baca: Mazmur 46

46:1 Untuk pemimpin biduan. Dari bani Korah. Dengan lagu: Alamot. Nyanyian.46:2 Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.

46:3 Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut;

46:4 sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya. Sela

46:5 Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, dis**akan oleh aliran-aliran sebuah sungai.

46:6 Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi.

46:7 Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang, Ia memperdengarkan suara-Nya, dan bumipun hancur.

46:8 TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub. Sela

46:9 Pergilah, pandanglah pekerjaan TUHAN, yang mengadakan pemusnahan di bumi,

46:10 yang menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi, yang mematahkan busur panah, menumpulkan tombak, membakar kereta-kereta perang dengan api!

46:11 “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!”

46:12 TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub. Sela

Dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Indonesia (c) LAI 1974

Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi! —Mazmur 46:11

Yang Tak Terduga

Dalam turnamen golf wanita Amerika Terbuka tahun 2003, Hilary Lunke, seorang pegolf wanita yang tidak begitu dikenal, berhasil meraih gelar paling bergengsi sekaligus menggoreskan namanya dalam catatan sejarah golf wanita. Gelar juara itu direbut Lunke melalui babak final 18 lubang, dan menjadi satu-satunya gelar yang diraihnya di tingkat profesional. Kemenangan Lunke yang mengejutkan dan menginspirasi itu menegaskan fakta bahwa salah satu hal yang membuat olahraga itu seru adalah hasilnya yang tidak terduga.

Namun demikian, ketidakpastian dalam hidup tidaklah selalu menyenangkan. Kita berusaha merancang dan menyusun strategi. Kita merencanakan, memperkirakan, dan mengusulkan apa yang kita inginkan terjadi dalam hidup kita, tetapi sering kali kita seperti menebak-nebak saja. Kita tidak mempunyai gambaran apa pun tentang apa yang akan terjadi dalam satu tahun, satu bulan, satu Minggu, bahkan satu hari ke depan. Maka kita pun berdoa dan berencana, untuk kemudian mempercayai Allah yang mengetahui dengan sepenuhnya dan seutuhnya segala sesuatu yang tidak bisa kita perkirakan. Oleh karena itulah saya menyukai janji dalam Mazmur 46:11, “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!”

Jalan hidup kita tidak dapat diduga. Ada begitu banyak hal yang tidak akan pernah saya ketahui secara pasti. Namun demikian, saya mengetahui bahwa ada Allah yang mengetahui segalanya dan mengasihi saya sepenuhnya. Dan dengan mengenal Dia, saya dapat “diam” dengan tenteram. —Bill Crowder

Apa sajakah rencana yang perlu kamu serahkan kepada Allah hari ini?

Pemeliharaan Allah adalah kepastian yang dapat kita andalkan dalam ketidakpastian hidup.

08/08/2015

Pencari Kesalahan yang Bertobat

Jumat, 7 Agustus 2015

Baca: Filipi 1:1-11

1:1 Dari Paulus dan Timotius, hamba-hamba Kristus Yesus, kepada semua orang kudus dalam Kristus Yesus di Filipi, dengan para penilik jemaat dan diaken.

1:2 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.

1:3 Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu.

1:4 Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan s**acita.

1:5 Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini.

1:6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.

1:7 Memang sudahlah sepatutnya aku berpikir demikian akan kamu semua, sebab kamu ada di dalam hatiku, oleh karena kamu semua turut mendapat bagian dalam kasih karunia yang diberikan kepadaku, baik pada waktu aku dipenjarakan, maupun pada waktu aku membela dan meneguhkan Berita Injil.

1:8 Sebab Allah adalah saksiku betapa aku dengan kasih mesra Kristus Yesus merindukan kamu sekalian.

1:9 Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian,

1:10 sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus,

1:11 penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah.

Dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Indonesia (c) LAI 1974

Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian. —Filipi 1:9

Pencari Kesalahan yang Bertobat

Seperti banyak orang, ketika saya membaca surat kabar atau majalah, saya sering menemukan kesalhaan dalam tata bahasa dan ejaan. (Kamu menyadarinya, bukan?) Saya tidak sedang berusaha mencari-cari kesalahan; tetapi kesalahan itu begitu mencolok sehingga tidak mungkin saya lewatkan! Reaksi saya biasanya adalah mengkritik redaksi terbitan itu. “Apa susahnya bagi mereka untuk menggunakan perangkat pengecek ejaan atau menyewa seorang penyelaras bahasa?”

Kamu mungkin pernah mengalami hal serupa dalam bidang yang kamu kuasai. Sepertinya, semakin tahu kita tentang sesuatu, semakin cepat kita menghakimi kesalahan yang kita temukan. Sikap itu juga dapat merusak hubungan kita dengan orang lain.

Namun Filipi 1:9 memberikan pendekatan yang berbeda. Paulus menulis, “Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian.” Allah menghendaki agar semakin kita tahu dan mengerti kebenaran, semakin p**a kita mengasihi. Daripada memupuk sifat s**a mengkritik atau berpura-pura tidak peduli, pengertian yang kita miliki sepatutnya mendorong kita untuk semakin berempati. Kritik pun tergantikan dengan kasih sayang.

Daripada menjadi pencari kesalahan, kita dipanggil Tuhan supaya “penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah” (ay.11).

Ketika Tuhan menguasai hati kita, kita dapat mengabaikan kesalahan, menahan diri dari sifat mengkritik, dan menunjukkan kasih kepada orang lain, yang jauh maupun yang dekat. —David McCasland

Ya Tuhan, dengan rahmat-Mu, ubahlah sifatku yang s**a mengkritik dengan kasih-Mu dan belas kasihan-Mu bagi sesama.

Berbuat salah itu manusiawi; mengampuni itu ilahi. —Alexander Pope

05/08/2015

Khusus Anggota Keluarga

Kamis, 6 Agustus 2015

Baca: Yohanes 1:6-14

1:6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;

1:7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.

1:8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.

1:9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.

1:10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.

1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.

1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

1:13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan p**a secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Indonesia (c) LAI 1974

Semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya. —Yohanes 1:12

Khusus Anggota Keluarga

Dahulu ketika masih bersekolah dasar di Ghana, saya pernah tinggal jauh dari orangtua dan hidup bersama sebuah keluarga yang harmonis dan penuh perhatian. Suatu hari, semua anak-anak dikumpulkan untuk sebuah pertemuan keluarga khusus. Awalnya kami semua diminta menceritakan pengalaman pribadi kami masing-masing. Namun di lain waktu, ketika hanya “anak kandung” yang diharuskan hadir, saya pun tidak diikutsertakan. Kenyataan yang jelas itu begitu menyentak saya: saya menyadari bahwa saya bukanlah “anak dalam keluarga” itu. Meskipun mereka mengasihi saya, keluarga itu meminta saya dengan hormat untuk tidak ikut serta karena saya hanya menumpang di rumah itu dan bukan anggota sah dari keluarga mereka.

Kejadian tersebut mengingatkan saya tentang Yohanes 1:11-12. Yesus, Anak Allah, datang kepada umat-Nya sendiri, dan mereka menolak Dia. Namun semua orang yang menerima-Nya, pada saat itu maupun pada saat ini, diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah. Pada saat kita diadopsi ke dalam keluarga-Nya, “Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah” (Rm. 8:16).

Yesus tidak membeda-bedakan setiap orang yang diadopsi oleh Bapa-Nya. Dia menyambut kita sebagai anggota keluarga-Nya yang tetap. “Semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya” (Yoh. 1:12). —Lawrence Darmani

Terima kasih, Bapa, karena telah memungkinkanku menjadi anak-Mu. Aku bersyukur karena menjadi milik-Mu dan aku tak perlu khawatir Engkau akan membuangku dari anggota keluarga-Mu. Aku milik-Mu dan Engkau milikku.

Kepastian keselamatan tidak terletak pada apa yang kamu ketahui, melainkan pada siapa yang kamu kenal.

04/08/2015

Master Catur

Rabu, 5 Agustus 2015

Baca: Roma 8:18-25

8:18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

8:19 Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.

8:20 Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya,

8:21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.

8:22 Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.

8:23 Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.

8:24 Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?

8:25 Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.

Dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Indonesia (c) LAI 1974

Sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. —2 Petrus 3:13

Master Catur

Semasa di SMA, saya sangat bangga pada kemahiran saya bermain catur. Saya bergabung dengan klub catur, dan saat istirahat makan siang saya biasa duduk bersama sesama anggota klub untuk membahas buku-buku catur seperti Classic King Pawn Openings (Pembukaan Bidak Raja Klasik). Saya mempelajari teknik permainannya dan memenangi sebagian besar pertandingan yang saya ikuti, tetapi setelah itu saya tidak lagi bermain catur selama 20 tahun. Suatu waktu saya bertemu dengan seorang pecatur hebat yang terus mengasah keahliannya sejak SMA, dan saat itulah saya merasakan bagaimana bertanding melawan seorang master. Meskipun saya sepenuhnya bebas menentukan langkah, tetap saja strategi saya tidak berarti banyak. Kemampuan beliau yang lebih unggul dari saya memastikan bahwa langkah-langkah yang saya ambil untuk menang justru pada akhirnya menggenapi kemenangan lawan saya itu.

Rasanya ada pelajaran iman bagi kita dalam gambaran itu. Allah memberi kita kebebasan untuk menentang rancangan-Nya yang mula-mula. Namun meski kita berbuat demikian, pada akhirnya, kita justru menggenapi pemulihan yang dimaksudkan-Nya (Rm. 8:21; 2Ptr. 3:13; Why. 21:1). Cara pandang saya terhadap apa yang baik dan buruk pun berubah. Hal-hal yang baik—kesehatan, talenta, dan uang—dapat saya persembahkan kepada Allah untuk memenuhi tujuan-Nya. Dan hal-hal yang buruk— keterbatasan fisik, kemiskinan, keretakan keluarga, kegagalan—dapat “dipakai” sebagai sarana yang justru mendekatkan saya kepada Allah.

Bagaimanapun keadaan yang tengah kita hadapi, bersama Allah, Sang Grand Master, kemenangan kita telah dijamin. —Philip Yancey

Bapa, aku bersyukur karena dalam segala keadaan, tujuan-Mu selalu tergenapi. Kiranya aku belajar terbuka menerima apa pun yang Kau berikan kepadaku dan melepas apa pun yang Kau minta dariku. Tolong aku untuk mempercayai hati-Mu.

Saat kita tak dapat melihat tangan-Nya, kita dapat mempercayai hati-Nya.

Address

Jakarta Timur
Jakarta

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Young Generation Batu Karang Church posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share