Gkipiweb

Gkipiweb Situs Komunitas Jemaat - Gereja Kristen Indonesia - Pondok Indah - Jakarta

Injil Matius menekankan pentingnya menjaga keharmonisan relasi dalam jemaat dengan cara menegur kesalahan secara bertaha...
06/09/2026

Injil Matius menekankan pentingnya menjaga keharmonisan relasi dalam jemaat dengan cara menegur kesalahan secara bertahap. Pertama, teguran dilakukan secara pribadi, empat mata, dengan tujuan membawa orang itu pada pertobatan. Jika tidak berhasil, langkah berikutnya adalah melibatkan dua atau tiga orang agar kesalahan lebih jelas tanpa mempermalukan. Bila masih belum ada perubahan, barulah jemaat atau majelis dilibatkan. Namun, jika sampai tahap akhir seseorang tetap tidak mau berubah, hal itu bisa menimbulkan kegelisahan dan mengancam keutuhan persekutuan. https://buff.ly/7topIGw

Matius 18:15-20 menyebutkan beberapa tahapan dalam menegur orang yang melakukan kesalahan. Yang pertama, tegurlah empat ...
05/09/2026

Matius 18:15-20 menyebutkan beberapa tahapan dalam menegur orang yang melakukan kesalahan. Yang pertama, tegurlah empat mata. Artinya, bicaralah berdua, bukan di depan orang banyak. Kedua, jika ternyata orang yang bersalah itu tidak mengaku, maka ajaklah satu atau dua orang lagi. Selanjutnya, jika ia tetap tidak mau mengakui kesalahannya, maka bawalah persoalan ini kepada jemaat atau orang banyak.

Menegur orang yang berbuat salah adalah sebuah tanggung jawab iman. Namun, kita diajar untuk menegur dengan kasih dan tidak mempermalukan. https://buff.ly/Xug4hjc

Orang Farisi dan para ahli Taurat kerap dikategorikan sebagai orang munafik. Mereka memahami Taurat dengan baik, menafsi...
04/09/2026

Orang Farisi dan para ahli Taurat kerap dikategorikan sebagai orang munafik. Mereka memahami Taurat dengan baik, menafsirkan, mengajar, dan menerapkan hukum Yahudi serta Taurat secara ketat. Keketatan dan ketaatan pada Taurat cenderung membuat mereka merasa benar dan menghakimi orang lain. Mereka merasa sebagai pihak yang paling saleh dan paling setia menjalankan hukum. Namun, dalam kenyataannya mereka tidak menjadi berkat; sebaliknya mereka menjadi batu sandungan bagi orang percaya pada saat itu. Sungguh sangat miris. https://buff.ly/XnAwUpG

Dalam kehidupan rohani, kita meyakini bahwa Kristus adalah Sang Sumber Terang. Pertanyaannya, jika kita tidak pernah ber...
04/09/2026

Dalam kehidupan rohani, kita meyakini bahwa Kristus adalah Sang Sumber Terang. Pertanyaannya, jika kita tidak pernah berhubungan dengan Sang Sumber Terang, bagaimana mungkin hidup kita menjadi terang? Jika kita tidak memiliki hubungan yang stabil dengan Kristus, maka tidak akan ada cahaya dalam ruang batin kita; yang ada hanyalah kegelapan. Kegelapan rohani jauh lebih berbahaya daripada kegelapan secara kasatmata, karena kegelapan rohani dapat menjerumuskan kita ke dalam dosa dan kehancuran. Kiranya kita terus belajar menjalin hubungan yang erat dengan Kristus, Sang Sumber Terang. https://buff.ly/Vp6Hc0r

Kita adalah manusia yang hidup di tengah dunia yang cepat dan sibuk. Waktu 24 jam sehari sering kali terasa kurang. Isti...
03/09/2026

Kita adalah manusia yang hidup di tengah dunia yang cepat dan sibuk. Waktu 24 jam sehari sering kali terasa kurang. Istilah "pengacara" yang merupakan kependekan dari "pengangguran banyak acara" menunjukkan bahwa kesibukan menjadi gambaran manusia modern. Kesibukan dalam keseharian kita kerap merupakan rutinitas. Kita sudah memiliki pola kehidupan. Pola itu berulang. Kita terhisap dalam putaran kehidupan yang terus berputar. Di tengah kesibukan tersebut, dan bagaimana kita terhisap di dalamnya, saya mengajak kita sejenak bertanya pada diri sendiri mengenai rasa: apakah kita bers**acita? https://buff.ly/jyfl3cI

Di tengah kehidupan kita, kita mungkin pernah memiliki rasa tidak s**a terhadap seseorang. Jika kita tidak dapat mengend...
02/09/2026

Di tengah kehidupan kita, kita mungkin pernah memiliki rasa tidak s**a terhadap seseorang. Jika kita tidak dapat mengendalikan ketidaks**aan tersebut, tidak menutup kemungkinan kita akan berlaku seperti orang Farisi: menjadi orang yang berprasangka buruk dan tidak mampu melihat secara objektif kebaikan dari orang yang tidak kita s**ai. Kita bahkan mungkin tidak mampu menghargai kebaikan yang dilakukan orang lain, terlebih jika kita tidak menyukai mereka. Mari belajar melihat secara objektif, sehingga perasaan kita tidak menjadi penghalang untuk melihat kebaikan dengan jernih. https://buff.ly/GyZVQi0

Pemazmur menceritakan dengan rinci pahit getir penderitaan yang dialaminya akibat persekongkolan bangsa-bangsa yang memu...
30/08/2026

Pemazmur menceritakan dengan rinci pahit getir penderitaan yang dialaminya akibat persekongkolan bangsa-bangsa yang memusuhi umat Allah. Ia bahkan menyebutkan siapa saja yang memeranginya. Dalam harapannya, sebagai Pelindung yang perkasa, Allah akan membalas penderitaan itu setimpal. Sikap ini sangat manusiawi. Pemazmur berdoa agar TUHAN "menegur" mereka yang menganiayanya. https://gkipi.org/ketika-kita-tersakiti/

Petrus baru saja mengaku bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Namun ketika Yesus mulai menjelaskan bahwa la...
30/08/2026

Petrus baru saja mengaku bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Namun ketika Yesus mulai menjelaskan bahwa la harus pergi ke Yerusalem, menderita, dibunuh, dan dibangkitkan, Petrus menarik-Nya ke samping dan menegur-Nya. la menerima gelar Mesias, tetapi menolak jalan yang akan ditempuh Sang Mesias.

Jawaban Yesus terdengar sangat keras: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku." Namun ada detail yang mudah terlewat. Secara harfiah Yesus berkata, "Pergilah ke belakang-Ku." Sesudah itu la berkata kepada para murid, "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku." Ungkapan "di bclakang-Ku" muncul kembali. https://gkipi.org/mengikut-tanpa-jalan-pintas/

Sebutan "anak-anak Tuhan" bagi para pengikut Kristus seharusnya memotivasi kita untuk mengalami proses imitasi, yaitu me...
27/08/2026

Sebutan "anak-anak Tuhan" bagi para pengikut Kristus seharusnya memotivasi kita untuk mengalami proses imitasi, yaitu menyerap berbagai aspek perilaku yang diteladankan oleh Yesus. Dengan demikian, kita tidak lagi hidup dalam percabulan, segala bentuk kecemaran, maupun keserakahan. Jika Yesus menjadi teladan dalam hidup kita, tidak pantas lagi kita berkata-kata kotor, kasar, atau membual. Sebaliknya, kita menjadi pribadi yang gemar mengucap syukur dan rela berkorban seperti Yesus. https://gkipi.org/imitasi/

Ketika kita sungguh mencintai orangtua, pasangan, atau anak, kita akan bekerja, berusaha, dan memberikan yang terbaik ba...
26/08/2026

Ketika kita sungguh mencintai orangtua, pasangan, atau anak, kita akan bekerja, berusaha, dan memberikan yang terbaik bagi mereka. Dalam situasi seperti itu, apakah kita merasa sedang berkorban? Kebanyakan orang justru berkata, "Saya tidak pernah merasa berkorban. Apa yang saya lakukan sederhana, yaitu ingin orang yang saya cintai bahagia." Jika kita mencintai seseorang dengan sepenuh hati, pemberian waktu, tenaga, atau harta yang terbaik tidak akan terasa sebagai pengorbanan. https://gkipi.org/cinta-dan-pengorbanan/

Address

Jalan Sekolah Kencana IV/TN-7 Pondok Indah
Jakarta
12310

Telephone

+62217505811

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gkipiweb posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Gkipiweb:

Shortcuts

Share