Gereja Regina Caeli, Pantai Indah Kapuk

Gereja Regina Caeli, Pantai Indah Kapuk ig Dibawah Keuskupan Agung Jakarta

Semboyan:
“Berakar dalam Iman, Bertumbuh dalam Persaudaraan, Berbuah dalam Pelayanan”

✨ MISA JUMAT PERTAMA ✨Mari mengawali bulan dengan datang ke hadirat Tuhan dalam Perayaan Ekaristi dan Adorasi Sakramen M...
25/09/2026

✨ MISA JUMAT PERTAMA ✨

Mari mengawali bulan dengan datang ke hadirat Tuhan dalam Perayaan Ekaristi dan Adorasi Sakramen Mahakudus. 🙏⛪️

📅 Jumat, 2 Oktober 2026

📍 Gereja Regina Caeli
🕡 06.30 WIB — Misa
🕕 18.00 WIB — Misa dan Adorasi

📍 Taman Doa Our Lady of Akita – PIK2
🕕 18.00 WIB — Misa dan Adorasi

Mari hadir dan meluangkan waktu sejenak untuk berdoa, bersyukur, serta semakin dekat dengan Tuhan dalam keheningan Adorasi. 🕊️❤️

“Tinggallah bersama Aku, Tuhan.”

OurLadyOfAkita TamanDoaAkita PIK2 GerejaKatolik Ekaristi Doa KatolikIndonesia

🌹 *PEMBUKAAN BULAN ROSARIO 2026* 🌹Bulan Oktober adalah bulan yang secara khusus kita dedikasikan untuk Doa Rosario. Mari...
24/09/2026

🌹 *PEMBUKAAN BULAN ROSARIO 2026* 🌹

Bulan Oktober adalah bulan yang secara khusus kita dedikasikan untuk Doa Rosario. Mari kita mengawali bulan yang penuh rahmat ini dengan berkumpul dalam doa, memandang kepada Bunda Maria, dan bersama-sama memohon pertolongan serta penyertaan Tuhan.

📿 *Doa Rosario bersama*
📅 *Kamis, 1 Oktober 2026*
⏰ *Pukul 18.00 WIB*
📍 *Gua Maria Regina Caeli*
✝️ *Dilanjutkan Misa di Gereja*

Mari hadir dan mengambil bagian dalam doa bersama, membawa keluarga, sahabat, serta segala intensi dan pergumulan kita kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria.

*”Maria, Bunda Rosario, doakanlah kami.”*🌹🙏

KETIKA GEREJA BELAJAR MENDENGARKANHelen Keller dan Teologi InklusiApakah kita sungguh melihat mereka yang tidak dapat me...
23/09/2026

KETIKA GEREJA BELAJAR MENDENGARKAN
Helen Keller dan Teologi Inklusi

Apakah kita sungguh melihat mereka yang tidak dapat melihat? Apakah kita sungguh mendengar mereka yang tidak dapat mendengar?

Kisah Helen Keller mengajak kita menyadari bahwa keterbatasan bukanlah keseluruhan diri seseorang. Ia tidak dapat melihat dan mendengar, tetapi menemukan jalan untuk mengenal dunia, berkomunikasi, mencintai, dan memberi makna bagi kehidupan.

Begitu p**a Gereja. Inklusi bukan sekadar membuka pintu atau memberikan bantuan. Inklusi berarti mengatakan: “Engkau adalah bagian dari kami.”

Gereja dipanggil bukan hanya untuk berbicara kepada semua orang, tetapi juga belajar mendengarkan semua orang—termasuk mereka yang berkebutuhan khusus.

Apakah liturgi, ruang gereja, pendidikan iman, dan pelayanan kita sungguh memberi kesempatan bagi mereka untuk berpartisipasi?

Mungkin, ketika Gereja belajar mendengarkan mereka, kita justru sedang belajar mendengarkan Kristus yang hadir di tengah kita.

Mari membaca dan menemukan kembali makna Gereja yang sungguh menjadi Tubuh Kristus bagi semua.

MENGAMPUNI KARENA KITA TELAH DIAMPUNIBerapa kali kita harus mengampuni? Yesus menjawab, “Tujuh puluh kali tujuh kali.” B...
23/09/2026

MENGAMPUNI KARENA KITA TELAH DIAMPUNI

Berapa kali kita harus mengampuni? Yesus menjawab, “Tujuh puluh kali tujuh kali.” Bukan karena kesalahan orang lain tidak berarti, melainkan karena belas kasih Allah kepada kita jauh lebih besar daripada dosa dan kegagalan kita.

Sering kali kita memohon, “Tuhan, ampunilah aku,” tetapi masih menyimpan daftar kesalahan orang lain. Kita ingin Allah memberi kesempatan kedua kepada kita, namun sulit memberikan kesempatan yang sama kepada sesama.

Mengampuni bukan berarti membenarkan kesalahan atau melupakan luka begitu saja. Pengampunan adalah keputusan untuk tidak membiarkan dendam menguasai hati. Kadang dimulai dengan langkah sederhana: tidak membalas, menyerahkan semuanya kepada Tuhan, lalu membiarkan-Nya menyembuhkan hati kita.

Dalam Ekaristi, kita menerima Kristus yang mengampuni. Maka, mari belajar menjadi pribadi yang juga menghadirkan pengampunan.

Kita mengampuni bukan karena kesalahan itu kecil, tetapi karena kasih Allah kepada kita jauh lebih besar.

BELAJAR BERSYUKUR, BUKAN MEMBANDINGKANPerumpamaan tentang para pekerja di kebun anggur mengajak kita melihat hidup denga...
23/09/2026

BELAJAR BERSYUKUR, BUKAN MEMBANDINGKAN

Perumpamaan tentang para pekerja di kebun anggur mengajak kita melihat hidup dengan cara Allah. Para pekerja yang datang pagi-pagi merasa pantas menerima lebih karena bekerja lebih lama. Ketika menerima upah yang sama dengan mereka yang datang belakangan, muncullah rasa iri.

Bukankah kita pun sering demikian? Kita membandingkan pelayanan, keberhasilan, penghargaan, bahkan berkat yang diterima orang lain. Kita merasa, “Saya sudah berbuat banyak, mengapa dia mendapat lebih?”

Yesus mengingatkan bahwa kasih dan kemurahan hati Allah bukanlah sesuatu yang dapat kita hitung dengan ukuran jasa manusia. Allah tidak pernah kekurangan kasih. Berkat bagi orang lain tidak mengurangi berkat yang disediakan-Nya bagi kita.

Hari ini, mari belajar berhenti membandingkan dan mulai bersyukur. Setiap orang memiliki waktu, jalan, dan panggilan yang berbeda. Yang terutama bukan siapa yang datang lebih dahulu atau mendapat lebih banyak, melainkan apakah kita setia menjawab undangan Tuhan untuk bekerja di kebun anggur-Nya.

Ketika hati dipenuhi syukur, keberhasilan orang lain tidak lagi menjadi ancaman, melainkan alasan untuk ikut bersukacita. Simak tulisan Joseph Joemardy Masri berikut ini.

MENGAMPUNI TANPA BATAS“Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.”— Mat. 18:22Berapa kali ki...
15/09/2026

MENGAMPUNI TANPA BATAS

“Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.”
— Mat. 18:22

Berapa kali kita harus mengampuni? Bagi Petrus, tujuh kali mungkin sudah terasa sangat murah hati. Namun bagi Yesus, pengampunan tidak pernah berhenti pada hitungan.

Dalam perumpamaan tentang hamba yang berutang, kita melihat kontras yang tajam: ia telah menerima pengampunan atas utang yang begitu besar, tetapi justru tidak mampu mengampuni sesamanya yang berutang jauh lebih kecil kepadanya.

Bukankah kita pun sering demikian? Kita datang kepada Tuhan membawa dosa, kelemahan, dan kesalahan. Dalam Sakramen Tobat, kita mengalami kerahiman-Nya yang mengampuni dan memulihkan. Tetapi setelah itu, mampukah kita meneruskan kerahiman yang sama kepada orang yang melukai kita?

Mengampuni bukan berarti mengatakan bahwa luka itu tidak berarti. Mengampuni berarti memilih untuk tidak membiarkan luka menguasai hati. Sebab kita sendiri hidup dari pengampunan Allah.

Hari ini, mungkin ada seseorang yang sulit kita ampuni. Bawalah namanya dalam doa. Mintalah rahmat agar hati kita perlahan-lahan dibebaskan dari dendam dan digantikan oleh belas kasih.

Karena orang yang sungguh mengalami kerahiman Allah, dipanggil untuk menjadi wajah kerahiman itu bagi sesamanya. Simak tulisan Romo Jacobus Tarigan, Pr berikut ini.

HATI BARU UNTUK RAHMAT YANG BARUDi tengah dunia yang bergerak semakin cepat, kita sering memperbarui banyak hal, tetapi ...
15/09/2026

HATI BARU UNTUK RAHMAT YANG BARU

Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, kita sering memperbarui banyak hal, tetapi lupa memperbarui hati. Kita mudah mengikuti teknologi dan tren, namun sulit mengampuni, berubah, dan membuka diri pada kehendak Tuhan. Sabda Yesus hari ini mengingatkan: “Anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru.” Jumat Pertama menjadi kesempatan untuk datang kepada Hati Kudus Yesus dan memohon pembaruan. Tuhan tidak hanya mencari keberhasilan, melainkan hati yang setia dan dapat dipercaya. Mari kita menjadi manusia yang terbuka terhadap rahmat, lentur untuk bertobat, dan berani berubah. Hati Kudus Yesus, perbaruilah hati kami. Amin.

15/09/2026

Salah Satu rangkaian acara Puncak Pesta Nama Regina Caeli dirayakan dengan sederhana namun penuh makna: makan bersama sebagai satu keluarga besar Paroki Regina Caeli.

Karena dalam kebersamaan, kita bukan hanya berbagi makanan, tetapi juga berbagi sukacita, tawa, dan kasih.

Terima kasih untuk seluruh umat yang telah hadir dan ikut memeriahkan Pesta Rakyat Regina Caeli.

Selamat Pesta Nama Regina Caeli!
Bersama, kita adalah keluarga.

BersamaDalamSukacita

KEJUJURAN MATERIAL: KEINDAHAN YANG TIDAK PERLU BERPURa-PURAGereja yang indah tidak harus dibangun dengan material mahal ...
14/09/2026

KEJUJURAN MATERIAL: KEINDAHAN YANG TIDAK PERLU BERPURa-PURA

Gereja yang indah tidak harus dibangun dengan material mahal atau kemewahan yang mencolok. Beton boleh tampil sebagai beton, kayu menunjukkan serat alaminya, dan baja memperlihatkan kekuatannya. Keindahan sejati lahir dari kejujuran, proporsi, kualitas pengerjaan, cahaya, serta keselarasan antara bentuk, fungsi, dan makna.

Dalam ruang sakral, material bukan sekadar bahan bangunan, melainkan bahasa yang berbicara tanpa kata. Kejujuran material mengingatkan kita: sesuatu tidak perlu berpura-pura menjadi lebih mewah untuk memiliki martabat. Sebab, keindahan yang luhur lahir bukan dari kepalsuan, melainkan dari kebenaran yang diolah dengan kasih dan penghormatan terhadap misteri iman.

12/09/2026

Satu iman, satu hati, dalam sukacita kebersamaan.

Misa Puncak Pesta Nama Gereja Regina Caelu menjadi momen penuh syukur dalam rangkaian Puncak PENA 2026

Merayakan karya, kebersamaan, dan kasih Tuhan yang menyatukan kita sebagai satu komunitas.

Selamat Pesta Nama Regina Caeli!

Address

Jalan Mediterania Boulevard No. 1/Pantai Indah Kapuk
Jakarta
14460

Opening Hours

Monday 08:00 - 15:00
Tuesday 08:00 - 15:00
Wednesday 08:00 - 15:00
Thursday 08:00 - 15:00
Friday 08:00 - 03:00
Saturday 08:00 - 03:00
Sunday 10:30 - 13:00

Telephone

+628111080120

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gereja Regina Caeli, Pantai Indah Kapuk posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share