Ronald Manalu

Ronald Manalu life must go on

03/12/2025

Kamis, 4 Desember 2025

SHALOM AMANG-INANG DAN SALAM SEHAT SELALU

Marilah kita membaca firman Tuhan yang tertulis dalam Efesus 4 : 2
"Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu"

KRISTUS TELADAN HIDUP KITA
Saudara yang terkasih, dalam renungan ini Paulus mengingatkan bahwa kualitas hubungan Kristen tidak diukur dari berapa banyak kita melayani, tetapi seberapa dalam karakter Kristus memengaruhi cara kita memperlakukan orang lain. Rendah hati berarti tidak merasa lebih benar atau lebih berharga dari sesama. Lemah lembut bukan berarti lemah, tetapi mampu mengendalikan diri meski berada di posisi untuk membalas. Sabar berarti tidak mudah frustrasi dengan kelemahan orang lain. Menolong dengan kasih berarti hadir untuk mengangkat, bukan menghakimi; memahami, bukan menjatuhkan. Ketika karakter-karakter ini menjadi pola hidup kita, relasi dipulihkan, konflik diredam, dan kasih Tuhan nyata bagi dunia di sekitar kita. Kita menjadi saksi Kristus bukan hanya melalui kotbah, tetapi melalui sikap dan tindakan setiap hari.

Saudara yang terkasih, renungan ini menegaskan bahwa bukti nyata kehidupan Kristen bukan hanya melalui pelayanan atau perkataan, tetapi melalui karakter kita dalam memperlakukan orang lain. Dengan rendah hati, lemah lembut, sabar, dan saling membantu dalam kasih, kita memancarkan karakter Kristus dan menjadi berkat dalam setiap relasi. Ketika kita memilih untuk mengasihi bukan dengan perasaan, tetapi dengan karakter Kristus yang bekerja di dalam kita, hubungan dipulihkan dan nama Tuhan dimuliakan.

Selamat beraktivitas amang-inang dan Tuhan memberkati kita sekalian. Amin

13/10/2025

Selasa, 14 Oktober 2025

SHALOM AMANG-INANG DAN SALAM SEHAT SELALU

Marilah kita membaca firman Tuhan yang tertulis dalam Yesaya 43 : 18 - 19
"firman-Nya: "Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala!. Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara"

MENJADI BARU
Saudara yang terkasih, renungan ini adalah bagian dari pesan yang disampaikan nabi Yesaya kepada bangsa Israel yang sedang berada dalam pembuangan di Babel. Mereka merasa putus asa, seakan-akan Tuhan telah meninggalkan mereka. Namun melalui nabi Yesaya, Tuhan mengingatkan bahwa Dia belum selesai dengan umat-Nya. Tuhan yang dahulu membebaskan Israel dari Mesir, kini berjanji akan melakukan pembebasan yang baru, bahkan lebih besar dari sebelumnya. Ia akan membuat “jalan di padang gurun” yaitu simbol dari pemulihan dan harapan di tengah keadaan mustahil. Allah berfirman: “Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru”, inilah janji pembaruan dari Tuhan. Ia adalah Allah yang dinamis yang selalu bekerja menciptakan hal-hal baru dalam hidup umat-Nya. Ia hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara. Padang gurun melambangkan kesulitan, kekeringan, dan ketidakpastian. Namun Tuhan berjanji akan membuat jalan di tempat yang tidak mungkin ada jalan, bahkan memberi aliran air di tempat yang tandus. Ini menggambarkan pemeliharaan dan kuasa Tuhan yang melampaui logika manusia.

Saudara yang terkasih, Tuhan yang berbicara melalui Yesaya adalah Allah yang tidak berubah dalam kasih-Nya, tetapi selalu baru dalam cara-Nya bekerja. Ia tidak pernah kehabisan cara untuk menolong umat-Nya. Dia tidak hanya bekerja di masa lalu, tetapi juga hari ini dan seterusnya. Tuhan mengajarkan bahwa setiap masa sulit bukan titik akhir, melainkan titik awal dari sesuatu yang baru. Tuhan tidak ingin kita terus menoleh ke belakang, baik kepada masa lalu yang menyakitkan maupun kepada keberhasilan yang membuat kita lupa untuk melangkah lebih jauh. Tuhan ingin membawa kita ke musim yang baru, tetapi kita harus bersedia melepaskan yang lama untuk menerima yang baru.

Selamat beraktivitas amang-inang dan Tuhan memberkati kita sekalian. Amin

30/09/2025

Rabu, 1 Oktober 2025

SHALOM AMANG-INANG DAN SALAM SEHAT SELALU

Marilah kita membaca firman Tuhan yang tertulis dalam Kolose 2 : 14
"Dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib"

HUTANG DOSA TELAH LUNAS
Saudara yang terkasih, Surat Kolose ditulis oleh rasul Paulus kepada jemaat di Kolose untuk meneguhkan iman mereka di dalam Kristus. Jemaat saat itu sedang diperhadapkan pada ajaran-ajaran sesat (sinkretisme, filsafat kosong, dan tuntutan hukum Taurat) yang berusaha melemahkan iman mereka. Dalam pasal 2, Paulus menegaskan supremasi karya Kristus di kayu salib yang meniadakan segala tuduhan dan hutang dosa manusia. Ayat ini menjadi inti pengajaran tentang pembebasan total dari kuasa dosa dan hukum melalui salib Kristus. Dalam renungan ini ditegaskan bahwa Yesus Kristus telah membatalkan "surat utang" dosa dan kewajiban-kewajiban hukum yang menentang kita, dengan memakukannya pada kayu salib. Ini berarti semua tuntutan hukum Allah terhadap dosa manusia telah dihapus dan digenapi oleh kematian Kristus, sehingga kita tidak lagi dihukum oleh dosa dan dapat hidup dalam kebebasan dan pengampunan. "Surat utang" adalah metafora untuk dosa dan pelanggaran kita terhadap hukum Tuhan. Dosa itu mengikat kita dan menciptakan kewajiban yang tidak dapat kita penuhi sendiri, yang mengarah pada hukuman. Sedangkan "Ketentuan-ketentuan hukum" merujuk pada hukum Taurat yang tidak bisa dipenuhi oleh manusia dan menghasilkan kematian bagi pelanggar. Terakhir, kalimat "Memakukannya pada kayu salib" menjadi pembayaran penuh atas utang dosa kita. Tindakan ini secara efektif "menghapus" dan menghapus surat utang tersebut. Kematian Kristus adalah pengampunan dosa kita yang dijamin olehNya.

Saudara yang terkasih, Kolose 2:14 menegaskan bahwa karya Kristus di salib bukan sekadar simbol, melainkan tindakan nyata Allah untuk menghapus hutang dosa manusia secara tuntas. Hutang dosa itu ibarat catatan resmi di hadapan Allah yang terus mendakwa manusia. Kita tidak memiliki kemampuan untuk membayar atau menebusnya dengan usaha, kebaikan, atau ritual keagamaan apa pun. Namun, Allah sendiri melalui Yesus Kristus mengambil alih seluruh hutang itu dan membatalkannya.Ketika Paulus berkata “dipakukan pada kayu salib”, ini bukan hanya bahasa kiasan, tetapi gambaran nyata: Semua dosa, kesalahan, dan kutukan yang seharusnya menimpa kita telah dipindahkan kepada Yesus. Salib menjadi bukti bahwa hukuman sudah dijatuhkan bukan kepada kita, tetapi kepada Kristus sebagai pengganti kita. Artinya, tidak ada lagi catatan kesalahan yang dapat digunakan oleh iblis untuk menuduh kita di hadapan Allah. Dengan demikian, salib Kristus adalah titik balik hidup orang percaya. Dari terdakwa menjadi dibenarkan, dari terikat menjadi bebas, dari terhukum menjadi anak yang dikasihi. Itu berarti identitas kita bukan lagi ditentukan oleh masa lalu atau kegagalan, melainkan oleh kemenangan Kristus yang sudah memakukan semuanya di kayu salib.

Selamat beraktivitas amang-inang dan Tuhan memberkati kita sekalian. Amin

26/09/2025

Sabtu, 27 September 2025

SHALOM AMANG-INANG DAN SALAM SEHAT SELALU

Marilah kita membaca firman Tuhan yang tertulis dalam Amsal 2 : 16 - 18
“Supaya engkau terlepas dari perempuan jalang, dari perempuan yang asing, yang licin perkataannya, yang meninggalkan teman hidup masa mudanya dan melupakan perjanjian Allahnya; sesungguhnya rumahnya hilang tenggelam ke dalam maut, jalannya menuju ke arwah-arwah"

HIKMAT PERISAI DARI GODAAN DOSA
Saudara yang terkasih, Kitab Amsal menekankan dua jalan hidup: jalan hikmat dan jalan kebodohan. Dalam renungan ini, Salomo memperingatkan tentang bahaya perempuan jalang sebagai gambaran dari dosa yang menggoda, manis di awal tetapi berujung pada kehancuran. Bahaya yang dimaksud bukan hanya soal hubungan yang tidak kudus, tetapi juga segala bentuk rayuan dunia yang menjauhkan kita dari Allah. Seperti perempuan asing yang melupakan perjanjian Allah, demikian p**a dosa selalu berusaha membuat kita lupa pada janji kita sebagai anak-anak Tuhan. Perempuan asing digambarkan dengan perkataan yang manis, memikat, dan menipu. Begitu p**a dengan dosa selalu tampak menyenangkan, penuh janji palsu, tetapi menutup mata kita dari akibat yang menghancurkan. Perempuan yang meninggalkan teman hidup masa mudanya adalah gambaran pengkhianatan. Demikian p**a setiap kali kita memilih dosa, kita sedang mengkhianati kasih setia Allah dan melupakan perjanjian kita di dalam Kristus. Jalan menuju rumah perempuan asing adalah jalan menuju kematian rohani. Dosa mungkin terlihat seperti jalan pintas menuju kebahagiaan, tetapi ujungnya selalu kehancuran dan keterpisahan dari Allah. Karena itu, Amsal menegaskan pentingnya hidup dalam hikmat. Hanya hikmat yang berasal dari takut akan Tuhan yang mampu menjaga kita dari rayuan yang menyesatkan.

Saudara yang terkasih, renungan ini menegaskan bahwa hikmat dari Tuhan bukan hanya sekadar ilmu atau wawasan, tetapi merupakan pelindung hidup. Hikmat itu membuat kita mampu membedakan mana yang benar dan salah, mana yang membawa kepada kehidupan, dan mana yang menjerumuskan pada kehancuran. Rayuan dosa selalu tampak indah, menyenangkan, bahkan masuk akal di mata manusia. Seperti perempuan jalang yang manis perkataannya, dosa sering datang dengan wajah yang bersahabat, menawarkan kebahagiaan instan. Tetapi firman Tuhan mengingatkan kita: akhirnya adalah maut. Jalan dosa mungkin lebar dan mudah diikuti, tetapi tidak ada kehidupan di ujungnya. Sebaliknya, ketika kita hidup dalam takut akan Tuhan dan berpegang pada firman-Nya, maka hikmat Ilahi akan menjadi pagar yang melindungi kita dari langkah yang salah. Hikmat itu bukan sekadar melarang, melainkan membimbing agar kita tetap berjalan di jalan yang aman dan penuh berkat. Hikmat Tuhan adalah benteng yang menjaga kita dari rayuan dosa.

Selamat berakhir pekan amang-inang bersama keluarga dan Tuhan memberkati kita sekalian. Amin

12/09/2025

Sabtu, 13 September 2025

SHALOM AMANG-INANG DAN SALAM SEHAT SELALU

Marilah kita membaca firman Tuhan yang tertulis dalam Yesaya 41 : 13
"Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau."

TANGAN TUHAN YANG MEMEGANG KITA
Saudara yang terkasih, Kitab Yesaya ditulis di tengah situasi bangsa Israel yang sedang menghadapi penderitaan, pembuangan, dan tekanan dari bangsa-bangsa lain. Pada masa itu, bangsa Yehuda sedang berada dalam situasi yang sangat sulit: Mereka menghadapi ancaman besar dari kerajaan-kerajaan kuat, khususnya Babel. Banyak yang sudah dibuang ke negeri asing, dan sebagian masih menanti-nantikan kejatuhan mereka sendiri. Secara rohani, mereka juga bergumul karena merasa ditinggalkan Tuhan akibat dosa dan penyembahan berhala. Dalam kondisi itu, mereka diliputi ketakutan, kehilangan arah, dan merasa tanpa harapan. Namun, melalui Yesaya, Allah menyampaikan janji penghiburan: Ia sendiri yang akan mendampingi, menopang, dan menolong umat-Nya. Pertolongan-Nya bukan bergantung pada kekuatan Israel, tetapi pada kasih setia-Nya yang tidak berubah. Firman Tuhan ini menjadi penguatan di tengah kelemahan dan ketakutan umat Allah, sebuah janji bahwa Dia bukan hanya menguatkan dari jauh, tetapi hadir secara pribadi untuk menggandeng tangan mereka.

Saudara yang terkasih, renungan ini menegaskan bahwa Allah tidak pernah membiarkan umat-Nya berjalan sendirian. Janji-Nya: “Aku memegang tangan kananmu” menunjukkan kedekatan dan kepedulian-Nya yang personal. Dia bukan hanya Allah yang berkuasa mengatur bangsa-bangsa, tetapi juga Allah yang hadir dalam kehidupan pribadi setiap orang percaya.Allah yang Mahakuasa juga adalah Allah yang dekat. Ia bukan hanya mengendalikan sejarah besar dunia, tetapi juga peduli pada detail hidup kita. Ketakutan manusia tidak dapat mengalahkan janji Allah. Situasi Israel yang terjepit, ditawan, dan kehilangan harapan menjadi gambaran bahwa dalam kelemahan terbesarpun, Allah tetap hadir sebagai penolong. Pertolongan Allah selalu nyata dan tepat waktu. Pegangan tangan kanan adalah simbol bahwa Dia tidak hanya memberi perintah dari jauh, tetapi turut menyertai langkah demi langkah kita, sehibgga mampu menghadapai masa depan dengan tenang bukan karena kekuatan kita sendiri, melainkan karena keyakinan bahwa Tuhan berjalan bersama kita.

Selamat berakhir pekan amang-inang bersama keluarga dan Tuhan memberkati kita sekalian. Amin

26/08/2025

Rabu, 27 Agustus 2025

SHALOM AMANG-INANG DAN SALAM SEHAT SELALU

Marilah kita membaca firman Tuhan yang tertulis dalam Efesus 3 : 20 - 21
"Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin."

BETAPA AGUNG KASIH TUHAN
Saudara yang terkasih, salah satu tujuan surat ini adalah meneguhkan iman jemaat Efesus dan memperlihatkan betapa agungnya kasih karunia Allah di dalam Kristus. Pasal 3 ini berisi doa Paulus bagi jemaat, supaya mereka dikuatkan oleh Roh Kudus, berakar dalam kasih, dan mengenal betapa besar kasih Kristus. Puncak doa Paulus adalah ayat 20–21, yang merupakan sebuah doksologi yaitu pujian kepada Allah yang menegaskan bahwa Allah bukan hanya mendengar doa, tetapi melakukan jauh melebihi apa yang manusia bisa minta atau pikirkan. Segala karya Allah, jawaban doa, mujizat, maupun perubahan hidup, bertujuan untuk memuliakan Allah. Kemuliaan itu bukan hanya di surga, tetapi nyata dalam kehidupan jemaat yang hidup dalam kasih dan ketaatan. Kemuliaan Allah tidak berhenti pada satu generasi saja, melainkan akan terus bergema dalam sejarah, bahkan sampai kekekalan.

Saudara yang terkasih, renungan ini meneguhkan kita bahwa Allah sanggup melakukan lebih dari yang kita pikirkan. Dalam pergumulan hidup, pekerjaan, kesehatan, pelayanan, dan keluarga, kita harus datang dengan iman bahwa Allah sanggup melakukan yang mustahil. Segala berkat, jawaban doa, maupun mujizat, bukan untuk kesombongan kita, melainkan untuk kemuliaan Allah. Oleh sebab itu, setiap keberhasilan dan kemenangan hidup harus kita kembalikan kepada Tuhan dengan ucapan syukur dan kesaksian yang memuliakan Dia.

Selamat beraktivitas amang-inang dan Tuhan memberkati kita sekalian. Amin

26/07/2025

Minggu, 27 Juli 2025

SELAMAT PAGI AMANG-INANG DAN SALAM SEHAT SELALU

MINGGU VI SETELAH TRINITATIS
Topik: DOA MEMOHON KESELAMATAN
Nas Khotbah: Kejadian 18 : 22 - 33

Saudara yang terkasih, khotbah minggu ini menyoroti percakapan antara Tuhan dan Abraham tentang pemusnahan S***m dan Gomora. Abraham, dengan berani dan rendah hati, memohon kepada Tuhan untuk tidak memusnahkan kota itu jika ada sejumlah orang benar di dalamnya, meskipun ia tahu kota itu penuh dosa. Abraham percaya bahwa Tuhan adalah Hakim seluruh bumi dan tidak akan menghukum orang benar bersama-sama dengan orang jahat. Ini menyoroti keadilan Allah yang tidak memihak dan tidak mau menyamaratakan orang benar dengan orang fasik. Abraham tidak takut untuk meminta dan bahkan bernegosiasi dengan Tuhan dalam doanya. Ini mengajarkan bahwa kita juga boleh berani meminta apa yang kita butuhkan dari Tuhan dengan penuh iman dan harapan. Meskipun Abraham tidak mendapatkan semua yang dia inginkan, Tuhan tetap mendengarkan dan menjawab doanya. Ini menunjukkan bahwa Tuhan selalu mendengarkan doa kita, meskipun jawaban-Nya mungkin tidak selalu seperti yang kita harapkan.

Saudara yang terkasih, kotbah ini menekankan pentingnya doa. Kita perlu menyadari bahwa Allah terus melatih kita dengan tujuan membentuk kita agar sesuai dengan panggilannya bagi kita. Maka kita perlu belajar peka terhadap setiap bentuk pelatihan dari Tuhan. Jangan sia-siakan setiap kesempatan yang Tuhan berikan dengan menaati kehendak-Nya. Untuk itu, melalui doa Abraham ini kita mau belajar, agar kita juga boleh berdoa dengan iman, kerendahan hati, tekun serta mendoakan keselamatan saudara- saudara kita yang lain. Sebagai orang yang percaya kita memiliki tanggung jawab untuk mendoakan sekitar kita dan bangsa kita, dan memberikan waktu kita untuk melihat orang-orang di sekitar kita, se-bangsa kita dan mau memberikan waktu kita untuk mendoakannya supaya semuajya dalam perlindungan Tuhan.

Selamat beribadah amang-inang dan Tuhan memberkati kita sekalian. Amin

24/06/2025

Rabu, 25 Juni 2025

SHALOM AMANG-INANG DAN SALAM SEHAT SELALU

Marilah kita membaca firman Tuhan yang tertulis dalam Mazmur 117 : 2
"Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya"

KESETIAAN TUHAN UNTUK SELAMANYA
Saudara yang terkasih, kitab Mazmur 117 ini adalah Mazmur yang paling pendek dari keseluruhan Mazmur, mengajak seluruh bangsa untuk memegahkan Tuhan dalam gema sorak: “bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.” “Segala bangsa” di sini adalah seluruh bangsa, termasuk orang-orang dari bangsa bukan Yahudi. Segala bangsa diajak karena pujian ini merupakan jawaban atas keyakinan bahwa Tuhan memerintah seluruh dunia. Dalam Keluaran 19:4-6 dengan jelas memaparkan tujuan Allah menyelamatkan Israel keluar dari perbudakan Mesir, yaitu menjadikan mereka bangsa khusus milik Allah di tengah-tengah bangsa-bangsa lain. Kasih setia Allah atas mereka (Mzm. 117:2) adalah untuk dibagikan kepada bangsa-bangsa lain. Israel dipanggil untuk menjadi kerajaan imamat dan bangsa yang kudus. Sebagai kerajaan imamat, mereka berfungsi memperkenalkan bangsa-bangsa kafir kepada Allah sejati, pencipta langit dan bumi, yaitu Tuhan Israel. Dengan demikian semua bangsa berkesempatan menyembah Allah Israel.

Saudara yang terkasih, kebaikan, kemurahan, kesetiaan, pemeliharaan dan perlindungan Tuhan atas kita sungguh tiada terbilang... "...betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan di dalamnya kasih Kristus," (Efesus 3:18). Namun seringkali kita kurang menyadarinya, yang kita ingat hanyalah besarnya masalah dan kesulitan-kesulitan yang kita alami. Kasih Tuhan sangat luar biasa dalam hidup kita, karena Dia rela mengorbankan nyawa-Nya menebus dosa-dosa kita, mengampuni kesalahan kita, memerdekakan kita dari segala kutuk, dan karena kasih-Nya kita diangkat menjadi anak-anak-Nya. Marilah kita mensyukuri kasih dan kesetiaan Tuhan dengan nyanyian pujian bagi Dia, kesetiaan iman yang kuat, serta komitmen untuk terus memberitakan kasih Tuhan kepada semua orang.

Selamat beraktivitas amang-inang dan Tuhan memberkati kita sekalian. Amin

06/06/2025

Sabtu, 7 Juni 2025

SHALOM AMANG-INANG DAN SALAM SEHAT SELALU

Marilah kita membaca firman Tuhan yang tertulis dalam Mazmur 103 : 2 + 4
"Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat"

MAHKOTA KASIH SETIA
Sauara yang terkasih, Pemazmur berbicara kepada batinnya tentang kebaikan yang sudah dilakukan Tuhan di dalam hidupnya. Perkara yang paling mendasar adalah pengampunan Tuhan. Pengampunan membuat hidup pemazmur mengalami penyembuhan total dari segala penyakit sehingga hidupnya diperbarui dan dibebaskan dari kematian yang sudah begitu dekat. Hidup yang sudah diperbarui, dipulihkan kini dimahkotai dengan kasih setia dan rahmat. Hidup pemazmur dipuaskan dengan kebaikan dan ia menjadi kuat, gagah perkasa seperti burung rajawali. Sebab itu pemazmur menyatakan syukur dengan pujian kepada TUHAN yang kudus. Kasih setia dan rahmat Tuhan yang memahkotai kehidupan umat-Nya memberikan pemahaman dan perspektif yang segar tentang kehidupan di hadapan Dia yang kudus. Tuhanlah yang melakukan dan memberikan segala yang baik kepada manusia.

Saudara yang terkasih, Allah menghendaki kita secara nyata merasakan pengampunan-Nya. Meski kita seringkali ingkar terhadap Tuhan dan tidak setia melakukan kehendak-Nya, Tuhan menunjukkan kesetiaan-Nya. "jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya." (2 Timotius 2:13). Siapakah seperti Tuhan kita yang tak pernah berakhir kasih setia-Nya? Di saat kita menghadapi pergumulan yang hebat, saat pertolongan manusia sudah tidak mungkin diperoleh, Tuhan dengan penuh kasih mengulurkan tangan-Nya menolong kita, Ia tidak pernah menolak kita.

Selamat beraktivitas amang-inang dan Tuhan memberkati kita sekalian. Amin

22/05/2025

Jumat, 23 Mei 2025

SHALOM AMANG-INANG DAN SALAM SEHAT SELALU

Marilah kita membaca firman Tuhan yang tertulis dalam Matius 9 : 22
"Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu"

IMAN YANG MENYELAMATKAN
Saudara yang terkasih, kisah kepala rumah ibadat dan seorang perempuan yang sakit pendarahan dua belas tahun lamanya menunjukkan betapa Yesus berkuasa atas penyakit dan kematian. Iman kepada Yesus dinyatakan oleh kepala rumah ibadat yang datang menyembah dan memohon belas kasihan Yesus untuk menghidupkan anaknya yang mati. Sesampai di rumah tersebut, suasana berkabung diubah Yesus menjadi sukacita (bdk. Yes. 61:1-3). Iman yang sama juga terlihat dari kisah perempuan yang sakit pendarahan selama dua belas tahun lamanya. Berdasarkan ajaran agama Yahudi, perempuan ini tahu penyakitnya menyebabkan kenajisan bagi orang lain jika berada bersama-sama, apalagi menyentuh orang lain (Im. 15:25-33). Keyakinannya atas kuasa Yesus yang membuat dirinya berani menjamah jumbai jubah Yesus. Yesus tidak hanya menyembuhkan penyakitnya, tetapi juga menahirkannya. Iman menuntun seseorang kepada sebuah tindakan konkret. Di tengah-tengah kondisi yang pelik, memilih mencari, berharap, dan beriman kepada Yesus. Mereka percaya bahwa Yesus adalah satu-satunya solusi yang dapat memberikan pengharapan kepada mereka.

Saudara yang terkasih, renungan ini mengajarkan kita tentang kekuatan iman dan kepercayaan kepada Yesus. Problem kehidupan dapat menyebabkan seseorang kehilangan iman kepada Allah. Kita lupa bahwa Allah dalam Kristus mampu membawa kita keluar dari permasalahan yang ada, asalkan kita datang memohon dan berserah diri kepada Tuhan. Iman memberi kita keberanian untuk memohon kepada Allah. Tanpa iman kita tidak akan pernah melihat dan mengalami mujizat Tuhan dinyatakan, sebab "Orang benar akan hidup oleh iman." (Roma 1:17). Karena itu jangan pernah berhenti berharap kepada Tuhan dan jangan pernah menyerah sampai kita melihat Tuhan bekerja.

Selamat beraktivitas amang-inang dan Tuhan memberkati kita sekalian. Amin

12/05/2025

Selasa, 13 Mei 2025

SHALOM AMANG-INANG DAN SALAM SEHAT SELALU

Marilah kita membaca firman Tuhan yang tertulis dalam Mazmur 115 : 14
"Kiranya TUHAN memberi pertambahan kepadamu, kepadamu dan kepada anak-anakmu,"

TUHAN SUMBER BERKAT
Saudara yang terkasih, renungan hari ini adalah doa dan janji berkat bagi umat Tuhan yang mengungkapkan harapan untuk pertumbuhan dan peningkatan, baik secara rohani maupun duniawi, bagi individu dan keturunannya. Pemazmur mengajak Israel dan kaum Harun agar tidak mencondongkan hati kepada berhala, melainkan harus percaya kepada Tuhan. Tuhan Allah tidak pernah lupa akan umat-Nya. Ia selalu ingat akan mereka. Karena itulah Ia memberi berkat dan berkat itu berlaku untuk semua orang, baik yang kecil maupun yang besar. Pertambahan berkat yang diminta dapat mencakup pertumbuhan rohani, karunia Roh Kudus, dan juga berkat duniawi seperti kesehatan, kekayaan, dan kebahagiaan. Pemazmur menegaskan untuk mengalami berkat Tuhan, kuncinya adalah takut akan Tuhan.

Saudara yang terkasih, renungan ini mendorong kita untuk berdoa agar Tuhan memberikan pertumbuhan dan keberkahan bagi diri kita dan keluarga kita, dan untuk percaya bahwa berkat sejati berasal dari Tuhan. Renungan ini juga merupakan pengingat bahwa berkat sejati berasal dari Tuhan, bukan dari usaha manusia semata. Berbicara tentang berkat bukan berarti terbebas dari masalah dan persoalan; bukan berarti di depan kita tidak akan ada tantangan; bukan berarti kita akan melihat langit selalu biru. Mengharap berkat tetapi harus diikuti dengan ketaatan mengikuti jalan Tuhan, sebab: "Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya." (Mazmur 25:10).

Selamat beraktivitas amang-inang dan Tuhan memberkati kita sekalian. Amin

Address

Jalan Bunga Rampai X No. 6 Kel. Malaka Jaya
Jakarta

Telephone

+6282272523440

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ronald Manalu posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Ronald Manalu:

Share