07/03/2024
Aku akan memberimu (tehnik) meditasi baru. Sejak Buddha Gautama, tidak ada satu pun meditasi baru yang berkembang. Meditasi ini akan menjadi kata pengantar untuk seri Zen yang akan datang.
Zen berarti esensimu, esensi keberadaanmu.
Tehnik meditasi ini memiliki empat langkah. Semuanya dirancang untuk tujuan tertentu: untuk mengeluarkan semua racun dari dalam dirimu yang telah disuntikkan oleh setiap generasi selama berabad-abad.
Tertawa adalah langkah pertama. Salah satu penulis hebat, Norman Cousins, baru saja menulis tentang eksperimen seumur hidupnya: bahwa jika dia tertawa selama dua puluh menit tanpa alasan apa pun, semua ketegangannya akan hilang. Kesadarannya tumbuh, kotoran (batin)nya hilang.
Engkau akan melihatnya sendiri hasilnya. Jika engkau bisa tertawa tanpa alasan apa pun, engkau akan melihat sesuatu (yang selama ini) tertekan di dalam dirimu. Sejak masa kanak-kanakmu, engkau telah diberitahu untuk tidak tertawa, untuk selalu serius! Engkau harus keluar dari kondisi yang represif itu.
Langkah kedua adalah menangis. Air mata telah ditahan terus selama ini. Selalu diberitahukan kepada kita bahwa air mata adalah tanda kelemahan, padahal sebenarnya bukan. Air mata tidak hanya dapat membersihkan matamu, tetapi juga hatimu. Air mata melunakkanmu. Air mata adalah strategi biologis untuk menjaga dirimu tetap bersih, agar engkau tidak terbebani.
Sekarang sudah menjadi fakta umum bahwa lebih sedikit perempuan yang menjadi gila dibandingkan laki-laki. Dan alasannya karena wanita lebih mudah menangis dibandingkan pria. Bahkan kepada anak kecil pun dikatakan, “Jadilah laki-laki, jangan menangis seperti perempuan!”
Padahal jika engkau melihat fisiologi tubuhmu, semua orang memiliki kelenjar yang penuh dengan air mata, baik pria maupun wanita.
Telah ditemukan juga bahwa lebih sedikit perempuan yang melakukan bunuh diri dibandingkan laki-laki. Dan tentu saja, tidak ada dalam sejarah perempuan yang menjadi penyebab berdirinya agama yang penuh kekerasan, peperangan dan pembantaian. Jika seluruh dunia bisa belajar menangis, maka hal itu akan menjadi sebuah transformasi yang luar biasa, sebuah metamorfosis.
Langkah ketiga adalah diam (hening). Aku menyebutnya 'Si Pengamat di Perbukitan'. Menjadi senyap seolah-olah engkau sendirian di puncak Himalaya, benar-benar hening dan sendirian, hanya mengamati, mendengarkan. Peka, namun hening.
Dan langkah keempat adalah melepaskan.
OSHO
This, This, A Thousand Times This: The Very Essence of Zen
Chapter Zen - Your Very Essence