Pemikiran-Pemikiran OSHO

Pemikiran-Pemikiran OSHO Berisi terjemahan pemikiran-pemikiran OSHO yang dituliskan dalam berbagai buku

Aku akan memberimu (tehnik) meditasi baru. Sejak Buddha Gautama, tidak ada satu pun meditasi baru yang berkembang. Medit...
07/03/2024

Aku akan memberimu (tehnik) meditasi baru. Sejak Buddha Gautama, tidak ada satu pun meditasi baru yang berkembang. Meditasi ini akan menjadi kata pengantar untuk seri Zen yang akan datang.

Zen berarti esensimu, esensi keberadaanmu.

Tehnik meditasi ini memiliki empat langkah. Semuanya dirancang untuk tujuan tertentu: untuk mengeluarkan semua racun dari dalam dirimu yang telah disuntikkan oleh setiap generasi selama berabad-abad.

Tertawa adalah langkah pertama. Salah satu penulis hebat, Norman Cousins, baru saja menulis tentang eksperimen seumur hidupnya: bahwa jika dia tertawa selama dua puluh menit tanpa alasan apa pun, semua ketegangannya akan hilang. Kesadarannya tumbuh, kotoran (batin)nya hilang.

Engkau akan melihatnya sendiri hasilnya. Jika engkau bisa tertawa tanpa alasan apa pun, engkau akan melihat sesuatu (yang selama ini) tertekan di dalam dirimu. Sejak masa kanak-kanakmu, engkau telah diberitahu untuk tidak tertawa, untuk selalu serius! Engkau harus keluar dari kondisi yang represif itu.

Langkah kedua adalah menangis. Air mata telah ditahan terus selama ini. Selalu diberitahukan kepada kita bahwa air mata adalah tanda kelemahan, padahal sebenarnya bukan. Air mata tidak hanya dapat membersihkan matamu, tetapi juga hatimu. Air mata melunakkanmu. Air mata adalah strategi biologis untuk menjaga dirimu tetap bersih, agar engkau tidak terbebani.

Sekarang sudah menjadi fakta umum bahwa lebih sedikit perempuan yang menjadi gila dibandingkan laki-laki. Dan alasannya karena wanita lebih mudah menangis dibandingkan pria. Bahkan kepada anak kecil pun dikatakan, “Jadilah laki-laki, jangan menangis seperti perempuan!”

Padahal jika engkau melihat fisiologi tubuhmu, semua orang memiliki kelenjar yang penuh dengan air mata, baik pria maupun wanita.

Telah ditemukan juga bahwa lebih sedikit perempuan yang melakukan bunuh diri dibandingkan laki-laki. Dan tentu saja, tidak ada dalam sejarah perempuan yang menjadi penyebab berdirinya agama yang penuh kekerasan, peperangan dan pembantaian. Jika seluruh dunia bisa belajar menangis, maka hal itu akan menjadi sebuah transformasi yang luar biasa, sebuah metamorfosis.

Langkah ketiga adalah diam (hening). Aku menyebutnya 'Si Pengamat di Perbukitan'. Menjadi senyap seolah-olah engkau sendirian di puncak Himalaya, benar-benar hening dan sendirian, hanya mengamati, mendengarkan. Peka, namun hening.

Dan langkah keempat adalah melepaskan.

OSHO
This, This, A Thousand Times This: The Very Essence of Zen
Chapter Zen - Your Very Essence

Alamiahnya, jika engkau tidak mencari, tidak meminta, tidak menginginkan, tidak bermimpi, untuk sesaat pikiran menjadi h...
05/03/2024

Alamiahnya, jika engkau tidak mencari, tidak meminta, tidak menginginkan, tidak bermimpi, untuk sesaat pikiran menjadi hening. Pikiran diam. Tidak ada hal yang perlu dirindukan, tidak ada hal yang perlu diributkan, tidak ada hal yang perlu diharapkan, dan tidak ada hal yang perlu membuat frustrasi. Untuk sesaat, pikiran berhenti mengejarnya setelah ia sibuk mencari dan mengejar.

Pada saat hening itu engkau berada di tempat yang asing, engkau berada di ruang yang tidak diketahui, belum pernah diketahui sebelumnya. Sebuah pintu baru telah terbuka. Untuk saat ini, pikiran diam dan hadir.

Untuk saat ini, di sini dan saat ini, dunia nyata menunjukkan, dan lihatlah: di sini dan saat ini sudah dan selalu merupakan semua yang kucari dan perjuangkan di tempat lain dan terpisah. Lebih dari itu: Aku memburu bayangan; realitas ada di sini, di tempat yang diterangi matahari ini, di seruan burung, di saat sekarang. Pencarianku terhadap kenyataan itulah yang menjauhkanku darinya; keinginan membuatku tuli. Burung itu terus bernyanyi di sini.

"Jika aku diam dan tidak mencari kebahagiaan, maka kebahagiaan itu seakan-akan mampu menemukanku. Ya, jika aku benar-benar diam, diam seperti kematian – jika aku benar-benar mati, di sini dan saat ini, (maka kebahagiaan itu muncul sendiri)."

Kebahagiaan tiba-tiba menghampirimu. Ketika keinginan lenyap, kebahagiaan muncul. Ketika perjuangan tidak ada lagi, untuk pertama kalinya engkau melihat siapa dirimu.

OSHO
This Very Body The Buddha
Chapter The Lion's Roar

Kebahagiaan adalah fungsi kesadaranmu saat engkau sadar. Ketidakbahagiaan adalah fungsi kesadaranmu saat engkau tidak sa...
01/03/2024

Kebahagiaan adalah fungsi kesadaranmu saat engkau sadar. Ketidakbahagiaan adalah fungsi kesadaranmu saat engkau tidak sadar. Ketidaksadaran adalah cerminmu yang terbebani dengan banyak debu dan barang bawaan serta masa lalu. Kebahagiaan adalah ketika beban telah dibuang dan cermin telah dibersihkan kembali. Dan cerminmu dapat memantulkan pepohonan, matahari, pasir, laut, dan bintang-bintang.

Saat engkau kembali menjadi murni, saat engkau kembali memiliki mata anak kecil – dalam kejernihan itu engkau berbahagia.

OSHO
This Very Body The Buddha
Chapter The Lion's Roar

Cintaku, Aku mencintai kalian. Cinta adalah pesanku – biarlah itu menjadi pesanmu juga. Cinta adalah warna dan suasanaku...
28/02/2024

Cintaku, Aku mencintai kalian. Cinta adalah pesanku – biarlah itu menjadi pesanmu juga. Cinta adalah warna dan suasanaku. Bagiku, cinta adalah satu-satunya agama. Yang lainnya hanyalah sampah, hanya mimpi yang menggetarkan pikiran.

Cinta adalah satu-satunya hal penting dalam hidup, yang lainnya hanyalah ilusi. Biarkan cinta tumbuh dalam dirimu dan Tuhan akan tumbuh dengan sendirinya. Jika engkau merindukan cinta, engkau akan merindukan Tuhan dan segalanya.

Tidak ada jalan menuju Tuhan tanpa cinta. Tuhan bisa dilupakan jika cinta diingat. Tuhan akan terjadi sebagai konsekuensi cinta. Tuhan adalah keharuman cinta dan tidak ada yang lain.

Sebenarnya tidak ada Tuhan (sebagai sosok), yang ada hanya keilahian (keu-Tuhan). Tidak ada orang seperti Tuhan di mana pun. Hilangkan semua sikap kekanak-kanakan, jangan terus mencari ayah. Keilahian (keu-Tuhan) ada, Tuhan tidak.

Ketika aku mengatakan bahwa keilahian (keu-Tuhan) ada, maksudku adalah, apa pun yang ada, penuh dengan Tuhan. Hijaunya pepohonan, merah dan keemasan cahaya matahari, burung gagak, burung gereja, seorang anak yang cekikikan, seekor anjing yang menggonggong – semuanya keilahian (keu-Tuhan). Tidak ada hal lain yang ada.

Saat engkau bertanya 'Di manakah Tuhan?', engkau telah mengajukan pertanyaan yang salah. Karena Tuhan tidak dapat ditunjukkan dimanapun. Dia tidak berada pada suatu arah tertentu, Dia bukanlah sesuatu yang tertentu, Dia bukanlah makhluk yang tertentu. Tuhan adalah universalitas. Bertanyalah apakah Tuhan tidak ada, maka engkau telah menanyakan pertanyaan yang tepat.

Namun untuk pertanyaan yang tepat itu engkau harus mempersiapkan lahan hatimu. Itulah yang kumaksud dengan cinta – mempersiapkan lahan hatimu. Jika engkau penuh cinta, dunia ini penuh dengan Tuhan – semuanya berjalan paralel, Tuhan dan cinta adalah bagian dari satu simfoni.

Tuhan adalah gema dari alam semesta. Saat engkau penuh cinta, gaungnya ada di sana. Jika engkau tidak penuh cinta, bagaimana bisa ada gaungnya? Hanya dirimu yang terpantul lagi dan lagi dalam jutaan cara. Engkau terlempar kembali ke dirimu lagi dan lagi.

Jika engkau penuh cinta, Tuhanlah cinta. Jika engkau tidak penuh cinta, lalu apa yang harus kau katakan tentang Tuhan?

OSHO
This Very Body the Buddha
Chapter Lion's Roar

Pikiran adalah akumulator terbesar. Pikiran terus terakumulasi, bahkan ketika engkau tidak sadar, bahkan ketika engkau s...
27/02/2024

Pikiran adalah akumulator terbesar. Pikiran terus terakumulasi, bahkan ketika engkau tidak sadar, bahkan ketika engkau sedang tidur. Engkau mungkin tidak menyadarinya. Saat engkau tertidur dan ada kebisingan di jalan, pikiran terakumulasi.

Pikiran tidak membutuhkan kesadaranmu untuk terakumulasi. Bahkan ketika engkau berada di dalam rahim ibumu, pikiranmu terus terakumulasi. Melalui hipnotis, kenangan hari-harimu di dalam kandungan ibumu bisa terbangun. Engkau tidak ingat apa pun tentang kelahiran, tetapi pikiran terakumulasi. Apa pun yang terjadi, pikiran terakumulasi.

Bagaimana si aku, ego, diciptakan? Kesadaran ada di dalam dirimu. Di sekitar kesadaran, semua ingatan ini terakumulasi dan berada di pinggiran. Pikiran yang terakumulasi ini berguna, engkau tidak dapat bertahan hidup tanpanya, mereka dibutuhkan, tetapi kemudian terjadi hal baru di antara keduanya, sebuah fenomena epi-fenomena.

Kesadaran ada di dalam, engkau berada di dalam, tanpa aku. Tidak ada aku di dalam. Engkau ada, tanpa pusat. Di pinggiran, pengetahuan, pengalaman, kenangan terakumulasi setiap saat. Inilah pikiran.

Dan setiap kali engkau melihat dunia, engkau melihat melalui pikiran. Setiap kali engkau melewati sebuah pengalaman baru, engkau melihat dan menafsirkannya melalui kenangan. Engkau melihat segala sesuatu melalui masa lalu. Masa lalu menjadi mediator.

Kapan pun engkau teridentifikasi dengan memori apa pun, pengetahuan apa pun, pengalaman apa pun, nama dan wujud apa pun, maka si aku (ego) dilahirkan. Sehingga ada engkau masih muda atau engkau tua; engkau kaya atau engkau miskin; engkau cantik atau tidak cantik; engkau terpelajar atau tidak berpendidikan; engkau dihormati atau tidak dihormati.

Engkau terus teridentifikasi dengan hal-hal yang menumpuk di sekitarmu dan ego pun lahir. Ego adalah identifikasi dengan pikiran.

Itu sebabnya ketika engkau hening, ego tidak ada, karena ketika engkau hening pikiran tidak berfungsi. Itulah arti hening.

Kapan pun pikiran berfungsi, engkau tidak hening. Engkau tidak bisa menjadi hening (kalau pikiran berfungsi) karena berfungsinya pikiran adalah kebisingan batin, percakapan dan obrolan terus-menerus di dalam dirimu. Ketika obrolan berhenti, atau obrolan tersebut tidak ada, atau engkau telah melampauinya atau engkau telah masuk ke dalam dan bergerak ke dalam, maka ada keheningan.

Dan di dalam keheningan itu, tidak ada ego.

OSHO
Vigyan Bhairav Ta**ra Vol. 2
Chapter From Death to Deathless

Hidup bukanlah masalah yang harus diselesaikan. Hidup adalah misteri yang harus dijalani. Hanya orang bodoh yang terus b...
26/02/2024

Hidup bukanlah masalah yang harus diselesaikan. Hidup adalah misteri yang harus dijalani. Hanya orang bodoh yang terus bertanya dan berpikir bahwa suatu jawaban akan membantumu.

Tidak ada jawaban yang akan membantumu. Setiap jawaban akan menciptakan lebih banyak pertanyaan.

Buddha dilaporkan mengatakan bahwa meditator kehilangan semua pertanyaannya. Akan tiba saatnya ketika tidak ada lagi pertanyaan yang tersisa dan itulah saat ketika engkau mencapai kebijaksanaan.

Kebijaksanaan bukanlah sebuah jawaban. Ini adalah pengungkapan kesadaranmu.

(Kebijaksanaan) Bukan berarti engkau mengetahui sesuatu, tetapi engkau mulai mengalami hidup secara keseluruhan. Ini bukanlah sebuah jawaban, ini adalah sebuah pengalaman.

Dan pengalaman itu terus berkembang sehingga bukan merupakan sebuah pengalaman lagi. Ini lebih bersifat mengalami (secara terus menerus). Mengalami (hidup) adalah sebuah proses (terus menerus), bukan sebuah peristiwa.

OSHO
Guida Spirituale
Chapter Surprise Me!

Semua orang yang tercerahkan, semua agama, hanya sepakat pada satu hal. Ada banyak perbedaan pendapat di antara mereka, ...
22/02/2024

Semua orang yang tercerahkan, semua agama, hanya sepakat pada satu hal. Ada banyak perbedaan pendapat di antara mereka, namun ada satu kesepakatan di antara mereka semua, yaitu bahwa manusia, karena egonya, tertutup (penglihatannya) terhadap realitas. Ego adalah satu-satunya penghalang; ego adalah perasaan AKU.

Dalam hal ini para Buddha, Kristus, dan Krishna semuanya sepakat. Dan karena mereka semua sepakat, menurutku ini adalah hal mendasar dalam semua agama. Semua (perbedaan) lainnya tidak disengaja. Satu-satunya yang penting adalah bahwa engkau dihalangi (untuk melihat realitas) oleh egomu sendiri.

Apa itu ego? Terdiri dari apa? Bagaimana ego itu timbul? Dan mengapa ego ini menjadi begitu penting?

Lihatlah pikiranmu. Karena engkau tidak dapat memahami fenomena ego secara teoritis, maka engkau hanya dapat memahaminya secara eksistensial.

Lihatlah pikiranmu, amati, dan engkau akan mencapai pemahaman yang mendalam. Dan jika engkau dapat memahami apa yang dimaksud dengan ego, ego tidak lagi menjadi masalah. Ego bisa dijatuhkan dengan mudah.

Tidak perlu membuang ego. Jika engkau dapat memahaminya, maka pemahaman itu sendiri menjadi kejatuhan ego, karena ego tercipta melalui ketidakpahamanmu, ia tercipta melalui kelelapan tidurmu.

Jika engkau menyadari ego, jika engkau memusatkan kesadaranmu padanya, maka ego akan lenyap. Ia menghilang – sama seperti ketika engkau membawa cahaya ke dalam ruangan dan kegelapan menghilang.

Bahkan jika engkau membawa cahaya untuk melihat kegelapan, untuk melihat apa itu kegelapan, maka kegelapan itu akan hilang.

Ego ada karena engkau tidak pernah menyadari keberadaanmu. Ego adalah bayangan ketidaksadaraanmu. Jadi sebenarnya ego tidak perlu dibuang. Kalau dilihat dengan jelas, ego akan jatuh dengan sendirinya.

OSHO
Vigyan Bhairav Ta**ra Vol. 2
Chapter From death to deathlessness

Semua orang menderita dan merasa rendah diri. Ini sungguh situasi yang aneh Tidak ada yang lebih rendah dan tidak ada ya...
21/02/2024

Semua orang menderita dan merasa rendah diri. Ini sungguh situasi yang aneh Tidak ada yang lebih rendah dan tidak ada yang lebih tinggi karena setiap individu adalah unik – tidak ada perbandingan yang bisa dilakukan. Engkau adalah engkau, dan engkau hanyalah engkau, engkau tidak bisa menjadi orang lain. Dan itu juga tidak perlu.

Engkau tidak perlu menjadi terkenal, tidak perlu sukses di mata dunia. Ini semua adalah gagasan yang bodoh.

Yang kau butuhkan hanyalah menjadi kreatif, penuh kasih sayang, sadar, dan meditatif. Jika engkau merasakan puisi muncul dalam dirimu, tulislah (puisi) untuk dirimu sendiri, untuk suamimu, untuk anak-anakmu, untuk teman-temanmu – dan lupakan semuanya!

Nyanyikan lagumu sendiri dan jika tidak ada yang mendengarkan, nyanyikan sendiri dan nikmatilah (sendiri). Pergilah ke pepohonan dan mereka akan bertepuk tangan dan menghargainya. Atau berbicaralah dengan burung dan hewan, dan mereka akan memahami jauh lebih banyak daripada manusia yang telah diracuni selama berabad-abad dengan konsep hidup yang salah.

Orang yang ambisius itu menjadi penyakit. Engkau merasa negatif terhadap diri sendiri karena itulah yang kau rasakan.

Pendekatanku secara keseluruhan adalah bahwa keberadaan itu secara intrinsik berharga. Hanya keberadaanmu yang merupakan anugerah dari keberadaan, apa lagi yang bisa kau minta? Menghirup keberadaan indah ini saja sudah cukup menjadi bukti bahwa keberadaan mencintaimu, bahwa ia membutuhkanmu; jika tidak, engkau tidak akan berada di sini.

Keberadaan telah melahirkanmu. Pasti ada kebutuhan yang sangat besar dan kau telah mengisi kekosongan tersebut. Tanpamu, keberadaan tidak lengkap.

Ketika Aku mengatakan ini, Aku mengatakannya bukan hanya kepadamu: Aku mengatakannya kepada pohon-pohon, kepada burung-burung, kepada binatang-binatang, kepada kerikil-kerikil di tepi pantai. Kurang satu kerikil saja di pantai yang luas, maka pantai itutidak akan sama. Kurang satu bunga saja dan alam semesta akan merindukannya.

Engkau harus belajar bahwa dirimu berharga sebagaimana adanya. Aku tidak mengajarimi untuk menjadi egois – justru sebaliknya. Jika engkau merasa bahwa dirimu berharga sebagaimana adanya, engkau juga akan merasa bahwa orang lain juga berharga.

Hidup ini indah dengan segala ketidaksempurnaannya. Tidak ada yang sempurna. Izinkan aku mengatakan kepadamu: bahkan Tuhan pun tidak sempurna – karena jika Tuhan itu sempurna maka Friedrich Nietzsche benar (yang mengatakan) bahwa Tuhan sudah mati. Kesempurnaan berarti kematian! Kesempurnaan berarti tidak ada kemungkinan pertumbuhan lebih lanjut. Kesempurnaan berarti sekarang semuanya sudah selesai.

Ketidaksempurnaan berarti ada kemungkinan untuk berkembang. Ketidaksempurnaan berarti kegembiraan akan padang rumput baru, ekstasi, petualangan. Ketidaksempurnaan berarti engkau hidup, bahwa hidup akan terus berlanjut.

Hidup itu abadi, oleh karena itu kukatakan hidup itu tidak sempurna selamanya. Tidak ada salahnya menjadi tidak sempurna. Terimalah ketidaksempurnaanmu dan gagasan bersikap negatif terhadap diri sendiri akan hilang. Terimalah keadaanmu saat ini dan jangan bandingkan (dirimu sekarang) dengan kesempurnaan masa depan atau cita-cita masa depan.

Jangan berpikir tentang bagaimana seharusnya engkau menjadi. Itu adalah akar dari semua penyakit. Hilangkan itu. Hiduplah seperti dirimu hari ini, dan besok engkau mungkin berbeda. Namun engkau tidak dapat memprediksinya saat ini, dan tidak perlu merencanakannya juga.

Jalani hari ini dengan segala keindahannya, dengan segala kegembiraannya, dengan segala kepedihannya, penderitaannya, keriangannya. Jalani secara totalitas – dalam kegelapan, dalam terang. Jalani kebencian dan jalani cinta. Jalani kemarahan dan jalani kasih sayang.

Jalani apapun yang ada saat ini.

OSHO
Meditation for Busy People
Chapter 1 Understanding The Root of Stress

Kebenaran (ultimate) itu tidak bisa dijelaskan. Gampangnya, tidak ada yang bisa dikatakan tentang kebenaran (ultimate). ...
19/02/2024

Kebenaran (ultimate) itu tidak bisa dijelaskan. Gampangnya, tidak ada yang bisa dikatakan tentang kebenaran (ultimate). Apa pun yang dikatakan tentang kebenaran (ultimate), akan memalsukan hal itu.

Tidak perlu penjelasan apa pun. Tidak dapat dijelaskan, benar-benar langsung (dipahami). Kebenaran (ultimate) itu mengelilingimu, ada di dalam dirimu, tanpa (kebenaran ultimate) engkau tidak ada.

Tidak perlu mengambil kesimpulan apa pun tentang kebenaran (ultimate) itu. Ini sudah selesai! Engkau berada di dalamnya. engkau tidak bisa (ada) tanpanya. Tidak ada cara untuk kehilangannya. Tidak ada cara untuk mengalihkan perhatian darinya.

Engkau mungkin tertidur lelap, tidak menyadarinya, namun engkau tetap berada di dalamnya.

Jadi mereka yang mengetahui kebenaran (ultimate) tahu betul bahwa filsafat tidak akan membantu. Semakin engkau mencoba mengetahui kebenaran, semakin engkau terlelap. Upaya untuk mengetahui justru menyesatkanmu.

Kebenaran bisa dirasakan tetapi tidak bisa diketahui. Ketika aku berkata hal itu bisa dirasakan, maksudku adalah engkau bisa hadir padanya, itu bisa hadir untukmu. Ada kemungkinan pertemuan. Ada kemungkinan untuk menjadi satu dengannya. Tapi tidak ada cara untuk mengetahuinya.

Kebenaran tidak bisa diobjektifikasi. Engkau tidak dapat meletakkannya di sana dan melihatnya. Engkau tidak dapat memegangnya di tanganmu dan memandangnya. Engkau tidak dapat memeriksanya dari luar. Engkau hanya dapat memahaminya dari dalam. Hanya dengan menyatu dengannya, engkau dapat merasakannya.

Rasa adalah satu-satunya pengetahuan yang mungkin (digunakan untuk memahami kebenaran ultimaate). Oleh karena itu, orang-orang yang mengetahui berkata: Cinta adalah jalannya.

OSHO
Sudden Clash of Thunder
Chapter A Sudden Clash of Thunder

Pencerahan selalu terjadi secara tiba-tiba. Tidak ada perkembangan bertahap ke arah itu, karena semua tahapan adalah mil...
15/02/2024

Pencerahan selalu terjadi secara tiba-tiba. Tidak ada perkembangan bertahap ke arah itu, karena semua tahapan adalah milik pikiran dan pencerahan bukanlah milik pikiran. Semua tingkatan adalah milik pikiran dan pencerahan melampauinya.

Engkau tidak bisa berkembang menuju pencerahan. Engkau langsung terjun ke dalamnya. Engkau tidak bisa bergerak selangkah demi selangkah; tidak ada langkah. Pencerahan itu seperti jurang yang dalam. Pilihannya hanya melompat atau tidak melompat.

Engkau tidak dapat memperoleh pencerahan sebagian. Ini adalah suatu totalitas - apakah engkau berada di dalamnya atau di luarnya, namun tidak ada perkembangan bertahap.

Ingatlah hal ini sebagai salah satu hal yang paling mendasar: Pencerahaan terjadi tidak terfragmentasi, lengkap, total. Itu terjadi secara keseluruhan, dan itulah alasan mengapa pikiran selalu tidak mampu memahami.

Pikiran hanya dapat memahami yang dapat dibagi. Pikiran dapat memahami apa pun yang dapat dicapai melalui tahapan, karena pikiran adalah analisis, pembagian, fragmentasi. Pikiran dapat memahami bagian-bagian tapi selalu menghindari keseluruhan. Jadi jika engkau mendengarkan pikiran, engkau tidak akan pernah mencapai pencerahan.

Itulah yang terjadi pada seorang biarawati bernama Chiyono. Dia belajar selama bertahun-tahun dan tidak terjadi apa-apa. Pikiran dapat belajar tentang Tuhan, tentang pencerahan, tentang yang hakiki. Ia bahkan bisa berpura-pura bahwa semuanya telah dipahami. Namun Tuhan bukanlah sesuatu yang bisa kau pahami.

Sekalipun engkau mengetahui segalanya tentang Tuhan, engkau tidak mengenal Dia. Pengenalan (akan Tuhan) bukanlah 'tentang'. Kapan pun engkau mengatakan 'tentang', engkau berada di luar (lingkaran pencerahan). Engkau mungkin bergerak berputar-putar, tetapi engkau belum memasuki lingkaran tersebut.

Ketika seseorang berkata, “Aku tahu tentang Tuhan,” dia berkata bahwa dia tidak tahu apa pun. Bagaimana engkau bisa tahu tentang Tuhan? Tuhan adalah pusat, bukan pinggiran.

Engkau dapat mengetahui tentang materi - karena materi tidak mempunyai pusat di dalamnya, tetapi engkau tidak dapat mengetahui tentang kesadaran karena tidak ada diri, tidak ada seorang pun di dalamnya.

Materi hanyalah bagian luarnya saja dan engkau bisa mengetahuinya. Sains adalah pengetahuan. Kata sains sebenarnya berarti pengetahuan – pengetahuan tentang pinggiran, pengetahuan tentang sesuatu yang pusatnya tidak ada. Setiap kali pusat didekati melalui pinggiran, engkau melewatkannya.

Engkau harus menjadi 'itu'; itulah satu-satunya cara untuk mengetahuinya. Tidak ada yang bisa diketahui tentang Tuhan. Engkau hanya menjadi, dan hanya keberadaan yang ada di sana.

Di dalam Sang Ultimate, kata 'tentang dan tentang' berarti hilang dan hilang lagi. Engkau hanya harus masuk dan menjadi satu (dengan Sang Ultimate).

OSHO
No Water No Moon
Chapter No Water No Moon

Pertanyaan: Mengapa bahkan keheningan menjadi penuh jawaban dalam kehadiran?Jawaban: Kata-kata tidak berdaya untuk mengu...
12/02/2024

Pertanyaan: Mengapa bahkan keheningan menjadi penuh jawaban dalam kehadiran?

Jawaban: Kata-kata tidak berdaya untuk mengungkapkan Kebenaran. Kebenaran hanya bisa diungkapkan dalam keheningan. Saat kita memasuki keheningan, misteri Kebenaran terungkap.

Kemalangan manusia adalah ia lupa untuk berdiam diri; dan karena itu seluruh hubungannya dengan Alam telah dirusak. Alam hanya mengenal bahasa keheningan. Siapa pun yang tidak mengetahui bahasa itu, secara otomatis akan kehilangan kontak dengan Alam. Dan kesengsaraan umat manusia disebabkan oleh (adanya) jarak manusia dari alam.

Hanya dengan lenyapnya ego, kita bisa memasuki keheningan. ketika ego -- alias 'aku' -- dilenyapkan, ada kemungkinan persekutuan dan integrasi dengan Alam.

OSHO
Lead Kindly Light
Chapter Lead Kindly Light

Pada suatu kesempatan, gubernur Lu Shuan berkata kepada Nansen. “Bagaimana jika aku beritahumu bahwa seseorang memelihar...
08/02/2024

Pada suatu kesempatan, gubernur Lu Shuan berkata kepada Nansen. “Bagaimana jika aku beritahumu bahwa seseorang memelihara seekor angsa di dalam botol, dan melihatnya tumbuh hingga suatu hari dia menyadari bahwa angsa tersebut telah tumbuh terlalu besar untuk bisa melewati leher botol?

"Karena dia tidak ingin memecahkan botol atau membunuh angsa itu, bagaimana dia mengeluarkannya?"

Sebuah teka-teki aneh yang tidak dapat dipecahkan secara rasional. Apa pun yang engkau lakukan (engkau harus memilih salah satu) - entah engkau harus menghancurkan botolnya atau membunuh angsanya. Engkau tidak dapat menyelamatkan keduanya. Namun angsa dan botol hanyalah metafora dari dirimu yang menyaksikan dan tubuhmu.

Tubuhmu adalah botolnya dan kesadaranmu adalah angsanya. Dan tak seorang pun pernah bertanya-tanya bagaimana kesadaran masuk ke dalam tubuh dan bagaimana kesadaran bisa keluar darinya.

Kesadaran bersifat universal, luas, tak terbatas di semua dimensi. Dan badannya sangat kecil, seperti botol kecil. Bagaimana hal ini dikelola oleh keberadaan? Merupakan suatu keajaiban bahwa yang bersifat fisik, yang bersifat materi, di dalamnya terkandung yang non-materi, yaitu yang spiritual.

Tubuh bukanlah penghalang; tubuh hanya menjadi penghalang bagi hal-hal yang bersifat materi. Namun yang non-materi ada dalam dimensi yang berbeda. Bisa masuk ke dalam tubuh tanpa mengaduk apapun yang ada di dalam tubuh, bahkan tanpa menyentuh tubuh. Tidak ada tempat dalam hidupmu yang kesadaranmu menyentuh tubuhmu, apa pun yang kau lakukan. Kesadaranmu hanya tinggal menjadi saksi, melihat dari jauh di ats bukit.

Bayangkan saja engkau sedang berdiri di depan cermin. Pertanyaannya adalah bagaimana bayanganmu masuk ke cermin.

Cermin tidak memiliki ruang untuk menampung tubuhmu, engkau hanya sedang berdiri di depannya. Jika engkau perhatikan baik-baik, engkau sedang berdiri di depan cermin dan melihat bayanganmu di cermin. Cermin mampu memantulkan cahaya dengan sempurna, namun tidak dapat menampungmu.

Tubuh tidak mengandung unsur spiritual di dalam dirimu, tidak juga unsur spiritual mengandung tubuh.

Unsur spiritual hanyalah cermin. Ia hanya dapat mencerminkan tubuh, pikiran; tapi ia selalu melampauinya, ia selalu di luar (tubuh dan pikiran).

Dalam kesadaran ini engkau bukanlah tubuh dan engkau tidak berada di dalam tubuh. engkau melampauinya, engkau di luar (tubuh).

OSHO
Nansen The Point of Departure
Chapter Even the Himalayas Come and Go

Address

Jakarta

Telephone

+628954119313

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pemikiran-Pemikiran OSHO posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share