GKI Kwitang Jakarta

GKI Kwitang Jakarta Jemaat yang mewujudkan damai sejahtera dalam kemajemukan.

Kalau biasanya kami share tentang foto-foto terkini Gedung GKI Kwitang, kali ini kamu mau share rancangan beberapa bagia...
14/03/2021

Kalau biasanya kami share tentang foto-foto terkini Gedung GKI Kwitang, kali ini kamu mau share rancangan beberapa bagian sekitar gedung yang akan difinalisasi yaa!

A : Mazmur 23 : 4(4) Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada...
10/03/2021

A : Mazmur 23 : 4
(4) Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

K : Mazmur 23 merupakan mazmur yang sangat indah dan menguatkan bagi banyak orang. Frasa lembah kekelaman dalam versi Inggrisnya adalah The Shadow of the Death (bayang-bayang kematian). Khususnya saat ini ketika kita berada dalam situasi Pandemi, bayang-bayang kematian seakan-akan semakin dekat dengan kita. Pandemi Covid-19 membuat banyak orang menjadi lebih takut, lebih khawatir, dsb.

Akan tetapi ada hal penting yang dikatakan oleh Pemazmur “Walaupun Aku Berjalan dalam Lembah Kekelaman, aku tidak takut bahaya”. Pernyataan iman pemazmur memberikan kekuatan kepada kita bahwa situasi apapun yang kita hadapi saat ini, jangan sampai membuat kita kehilangan pengharapan. Waspada itu tetap harus dilakukan, tapi biarlah Pengharapan akan Allah yang Menyertai menjadi dasar kedamaian dalam diri kita.

Mari kita menyadari kalau Sang Bayang Kematian adalah bagian dari kehidupan kita. Yang terpenting, bagaimana kita menjalani Ziarah Kehidupan di bawah bayang-bayang kematian tersebut bersama dengan Sang Gembala yang selalu selalu menemani kita. Ia tidak tinggal diam dalam pergumulan kita; Ia menemani kita yang saat ini sedang berjuang melewati sakit karena Covid-19; Ia merupakan Penghibur bagi kita yang saat ini merasakan kehilangan; Dia mendengar jeritan kita walaupun kita belum melihat hal yang baik dalam kacamata kita. Karena Ia tahu apa yang kita butuhkan; Ia menjadi sumber pemeliharaan bagi kita yang saat ini harus kehilangan pekerjaan.

A : Melalui renungan hari ini kita diajak untuk bersandar pada
Melalui renungan hari ini kita diajak untuk melihat bahwa Bayang-Bayang Maut adalah bagian dari peziarahan kehidupan kita. Akan tetapi kita memiliki Allah yang Menyertai kita dan memberikan kedamaian melalui dekapan Tangan-Nya. Ia turut bekerja dalam segala sesuatu yang kita rasakan dan akan mendatangkan hal yang terbaik bagi kehidupan kita walaupun itu pahit sekalipun. Sang Gembala menuntun kita dan mendampingi kehidupan kita.

R : Ya Allah, Sang Gembala yang Sejati, dalam kesesakan hidup saat ini, dalam ketidakberdayaan, ketakutan dan kecemasan kami, dengan Pertolongan Roh-Mu kami dimampukan untuk terus beriman bahwa Engkau Hadir dan Terus Bertindak dalam kehidupan kami. Walaupun pahit yang kami rasakan, ajarlah kami untuk tetap berpengharapan dan mengimani bahwa Tuhan sedang merenda kehidupan kami untuk menjadi pribadi yang lebih baik bagi-Mu. Amin

08/03/2021



Arbab - Ku Mau Memuji Tuhanku, Penciptaku dengan Rebana dan Kecapi
Piano Cover by

Teman-teman yang juga ingin memuji Tuhan seperti adik Vito, atau berbagi hasil karyanya lainnya dapat menggunakan dan jangan lupa tag kami yaa! 🙌🏻

3 Maret A: Markus 8 : 31-36(31) Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung b...
03/03/2021

3 Maret

A: Markus 8 : 31-36
(31) Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari. (32) Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia. (33) Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: "Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia." (34) Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. (35) Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya. (36) Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya.

K : Perikop ini udah gak asing buat kita. Tafsir yang sederhana tentang perikop ini adalah syarat menjadi Murid Yesus adalah menyangkal diri, mengangkat dan memikul Salib; baru bisa mengikut Kristus. Syarat ini menjadi begitu bermakna, jika kita merenungkan “perbedaan” cara pandang Yesus dan Petrus dalam memandang Penolakan dan Penderitaan.

Bagi Petrus seorang Mesias harus menjadi pemimpin politis dan membawa perubahan bagi bangsa Yahudi yang sedang dikuasai oleh Bangsa Romawi. Akan tetapi bagi Yesus, penolakan dan penderitaan-Nya adalah karena Ia harus melakukan apa yang Allah kehendaki bagi hidup-Nya.

Dua perbedaan paradigma ini juga selalu hadir dalam keseharian kita yaitu memuaskan keinginan kita sendiri atau memaknai arti kehadiran kita di dunia dalam kerangka Kehendak Allah. Kita seringkali berhadapan dengan bermacam-macam situasi yang membuat kita harus memilih untuk memuaskan hasrat kita (kekayaan, harga diri, kekuasaan,dll) atau memilih untuk memaknai arti kehadiran kita dalam terang Kehendak Allah.

Kalau kita masih menomorsatukan diri dan hasrat kita, agak sulit rasanya untuk melakukan Kehendak Allah dalam kehidupan kita masing-masing.
Sebagai contoh : lebih sulit mana: mengampuni atau membenci karena harga diri yang terusik? Lebih sulit mana: menghargai perbedaan dalam keluarga atau menomorsatukan pendapat kita sendiri? Lebih sulit mana: berbagi dari apa yang kita miliki atau membelanjakan uang untuk keinginan kita sendiri?

Satu hal lagi, ayat 35-36 juga memberi makna yang mendalam bagi perbedaan ini, dimana kata kehilangan nyawa (dalam bahasa aslinya bisa berarti destroy atau hancur) mempunyai makna bahwa ketika kita memusatkan hidup untuk memenuhi hasrat diri sendiri, pada saat yang sama kita kehilangan nyawa (atau hal utama) dalam kehidupan kita; yaitu Hidup yang sesuai dengan Kehendak Allah.

A : Melalui perikop hari ini kita diajak untuk memaknai lagi hidup kita sebagai Murid Yesus, yaitu hidup yang menolak hasrat dan keinginan diri sendiri dan memikul Salib yang berat itu untuk berjalan dalam Terang Kehendak Allah. Melakukan apa yang Allah Kehendaki merupakan Salib yang sangat tidak mudah tapi itulah yang harus kita lakukan dalam kehidupan kita.

R : Ya Bapa mampukan kami untuk memaknai dan melakukan Kehendak-Mu layaknya Yesus yang telah setia untuk melakukannya walaupun harus menderita dan ditolak oleh banyak orang. Kiranya Roh Kudus terus mengingatkan dan memampukan Kami. Amin

01/03/2021



wowww karya dari menggambarkan Tuhan Yesus yang sedang berdoa di Taman Getsemani! ilustrasi ini mengingatkan kita untuk tetap berdoa dan beserah kepada Tuhan, karena Ia memiliki rencana yang indah untuk hidup kita.
Thank you kak buat ilustrasinya ! 🌼🌼

Teman-teman yang juga ingin sharing hasil karyanya dalam bentuk pujian, bermain instrument, ilustrasi, dan lainnya dapat menggunakan dan jangan lupa tag kami yaa 😇

- Rabu Abu, 17 Februari 2021- Minggu Pra Paskah 1, 21 Februari 2021
28/02/2021

- Rabu Abu, 17 Februari 2021
- Minggu Pra Paskah 1, 21 Februari 2021

A : Markus 1 : 12-13(12) Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun. (13) Di padang gurun itu Ia tinggal empat ...
24/02/2021

A : Markus 1 : 12-13
(12) Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun. (13) Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia.

K : Ketika membaca ayat ini seringkali kita berpikir bahwa Roh membawa Yesus untuk dicobai oleh Iblis. Tapi yang menarik adalah Yesus memang dipimpin oleh Roh atau dalam bahasa lainnya “diutus” ke padang gurun untuk berpuasa dan proses pencobaan oleh Iblis menggambarkan situasi pergulatan yang terjadi ketika Yesus berada dalam kondisi Puasa 40 hari. Pendeta Bonie Andreas (GKI Pondok Indah) memberikan tafsir yang menarik bahwa proses yang terjadi dalam diri Yesus sangatlah manusiawi dimana seseorang diberikan 2 pilihan dalam hidupnya : tetap mengikuti Roh Allah, yang menuntun untuk mengikuti kehendak Allah, atau mengikuti Kuasa Iblis yang menuntun untuk bersebrangan dengan kehendak Allah.
Melalui tafsir ini kita melihat bahwa proses pencobaan di padang gurun menggambarkan situasi kehidupan riil manusia. Situasi gersang, mengkhawatirkan, mencekam, tidak mengenakan, tantangan, ataupu situasi2 lainnya yang membuat kita merasa sendirian. Pertanyaannya adalah ketika kita berada dalam situasi yang dapat membuat kita takut, putus asa, khawatir, atau situasi pandemi yang membuat kita tercekam, situasi kesendirian karena harus isolasi, perjuangan menghadapi kehidupan keluarga yahg sering membuat kita merasa kecewa, apakah kita mau memilih tetap mengikuti Kehendak Allah atau memilih untuk berseberangan dengan Kehendak Allah?
Yang menarik lagi bahwa situasi pencobaan Yesus terjadi setelah Yesus mendapatkan pengukuhan identitas sebagai Anak yang Dikasihi. Proses pencobaan menjadi situasi dimana keimanan akan Kehendak Allah diperhadapkan secara langsung dengan pergumulan hidup. Ini juga menggambarkan bahwa kehidupan kitapun tidak selamanya membahagiakan. Pada situasi sulit kitapun ditantang apakah kita mampu tetap beriman dan melakukan kehendak Allah dalam Kehidupan Kita?
Kunci keberhasilan untuk tetap bertahan dalam Kehendak Allah adalah kembali Berakar dan Bertumbuh dalam Kristus melalui Firman-Nya dan pertolongan Roh Kudus.

A : Jadi mulai hari ini kita menyadari bahwa hidup dalam kesulitan dan kekhawatiran merupakan bagian dari kehidupan yang harus kita lewati. Di tengah-tengah situasi inilah kita selalu diperhadapkan dengan 2 pilihan : mengikuti Kehendak Allah melalui Firman dan Tuntunan Roh Kudus atau mengikuti kekuatan Iblis yang membuat kita berseberangan dengan Kehendak Allah? Semua kembali kepada kita masing-masing

R : Ya Allah biarlah kami dimampukan untuk meneladani Yesus dalam kehidupan kami dan ditolong oleh Roh Kudus untuk dapat tetap mengikuti Kehendak-Mu walaupun situasi kami begitu mengecewakan dan menakutkan bagi kami. Amin

 what a good reminder dari hasil karya ilustrasi  ! kalau ini kita sering kalah sama kekhawatiran kita, mau makan apa, m...
22/02/2021



what a good reminder dari hasil karya ilustrasi ! kalau ini kita sering kalah sama kekhawatiran kita, mau makan apa, mau pakai apa, nanti gimana,.kita jadi diingatkan lagi betapa Tuhan sangat mengasihi kita. Dia adalah Jehovah Jireh, our provider, Tuhan Menyediakan.
Thank you kak buat ilustrasi yang indah.

Teman-teman yang juga ingin sharing hasil karyanya dalam bentuk pujian, bermain instrument, ilustrasi, dan lainnya dapat menggunakan dan jangan lupa tag kami yaa 😇

Address

Jalan Raya Kwitang 28
Jakarta
10420

Opening Hours

Monday 09:00 - 16:00
Tuesday 09:00 - 16:00
Wednesday 09:00 - 16:00
Thursday 09:00 - 16:00
Friday 09:00 - 16:00
Saturday 09:00 - 16:00
Sunday 08:00 - 12:00

Telephone

+628111007945

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GKI Kwitang Jakarta posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share