Realita Kebenaran

Realita Kebenaran Hal hal berkaitan kenyataan dan kebenaran hidup!

15/08/2022

Aku pernah menjual koran di perempatan Jogokaryan dan menangis. Itu adalah tangis pertamaku di Jogja.

Semua ini terjadi pada suatu pagi yang hujan. Aku berteduh di emperan toko helm dan menangis karena tak satu pun koranku laku. Aku juga kesal pada seorang peminta-minta (orangnya masih muda dan sehat) yang memakai jas hujan, yang bebas mendekati para pengendara sambil menengadahkan tangan. Enak sekali dia, tinggal minta, dan orang-orang banyak yang iba.

Para pengendara itu mana mungkin melihatku, seorang penjual koran, yang sedang berteduh, yang butuh sekali uluran tangan. Tapi aku tidak akan menyalahkannya. Sebab, aku berada agak jauh dari jangkauan mereka. Harapanku cuma satu waktu itu: hujan reda dan aku bisa kembali menjajakan koranku. Akan tetapi, hujan makin deras. Bahkan sampai siang hari.

Besok tak ada sepeser uang pun yang kupegang. Besok aku harus mengembalikan koran sebanyak ini ke pemasok dan harus rela kalau misalnya dimarahi, dikurangi jualannya, atau bahkan disuruh libur dulu. Besok kembali menikmati kelaparan. Besok, kalau ada teman sedang makan, aku harus terima dua kemungkinan, ditawari makan atau dibiarkan kelaparan. Besok, besok, besok, dan seterusnya, pikiranku adalah tentang kenapa aku memilih ke Jogja dan menjadi penjual koran seperti ini? Bukankah lebih baik aku menerima surat lulus masuk kuliah di Surabaya?

Kalau kuingat sekarang, rasanya wagu. Untuk apa aku menangis hanya karena persoalan seperti itu? Lha wong kayak gitu juga atas dasar pilihanku. Tapi waktu itu aku memang benar-benar tidak tahu mau apa selain menangis, yang padahal aku tahu, menangis di situ tidak akan menyelesaikan masalah.

Hari ini, ketika melihat penjual koran di sekitaran lampu merah (terlebih ketika hujan turun), biasanya kusempatkan membeli, meskipun tidak kubaca. Ini bukan lagi soal aku butuh koran atau tidak, tapi soal kenangan pedih itu. Hal ini juga kulakukan pada penjual-penjual 'kecil' (yang mengais rezeki untuk hidup dalam sehari) yang lain.

Tulisan ini ingin kuakhiri dengan seruan, yang meskipun kedengaran klise, tetap akan kukatakan: belilah apa-apa yang mereka jual, meskipun sedikit. Hal itu akan sangat membantu. Kita tidak tahu apa yang terjadi di baliknya. Bisa saja mereka bekerja tidak cuma untuk mempertahankan hidupnya sendiri. Tapi ada nyawa lain yang mereka pertahankan: keluarga.

Belilah, meskipun kamu tidak terlalu butuh dengan apa yang mereka jual. Setidaknya, itu adalah apresiasi untuk mereka yang bersusah payah mengais rezeki dengan tidak mencuri dan meminta-minta.[]

Sumber: Daruz Armedian

22/04/2019

Pemilih Jokowi yang mengasosiasikan diri dekat dengan NU sebesar 62,4-68,8 %, sementara pemilih Prabowo yang dekat dengan Muhammadiyah 51,3-57,7 %.

02/09/2018
30/08/2018
09/06/2018

ADA KECELAKAN BERUNTUN KEMARIN DI DAERAH NAGREK.

Harap berhati-hatilah dalam berkendaraan, dan jika anda mengalami rasa ngantuk segeralah cari tempat lesehan / mampir di masjid terdekat untuk tidur sebentar diteras masjid.

13/05/2018

[VIDEO DETIK-DETIK BOM BUNUH DIRI PART 2]

Terduga pelaku bom bunuh diri di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Surabaya, Jawa Timur, disebut mengendarai sepeda motor menerobos gerbang gereja. Momen tersebut sempat terekam CCTV.

Dilihat dari rekaman CCTV dari CNN Indonesia, tampak ada 2 orang yang mengendarai sepeda motor bergerak ke arah gereja pukul 07.08. Tampak 2 orang itu membawa barang bawaan yang diduga sebagai bom.

Keduanya mengendarai motor perlahan kemudian berbelok ke gerbang gereja dan seketika meledak. Orang-orang di sekitar lokasi tampak panik menjauhi lokasi.

Rekaman CCTV itu senada dengan kesaksian seorang saksi mata bernama Samsia yang telah lebih dulu dihubungi detikcom, pagi tadi. Dia menyebut 2 terduga pelaku bom bunuh diri itu membunyikan klakson sesaat sebelum bom meledak. "Saya pas lihat masuk orang 2 menerobos masuk tapi orangnya langsung mati (meledak). Jadi mereka pakai motor langsung tet (klakson). Kan nggak biasanya begitu," kata Samsia.

Samsia yang berjualan di dekat pintu gerbang gereja sampai terpental karena ledakan. Dia melihat ada 2 polisi dan dua pihak keamanan gereja yang jadi korban.

VIDEO DETIK-DETIK BOM BUNUH DIRI Gereja Katolik Santa Maria Surabaya PART 1
Daeng Sirua
Salsabila Assyfa Zaskia
Afriany Tri Rahayu
Ali Idris





13/05/2018

[VIDEO DETIK-DETIK BOM BUNUH DIRI PART 1]

Terduga pelaku bom bunuh diri di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Surabaya, Jawa Timur, disebut mengendarai sepeda motor menerobos gerbang gereja. Momen tersebut sempat terekam CCTV.

Dilihat dari rekaman CCTV dari CNN Indonesia, tampak ada 2 orang yang mengendarai sepeda motor bergerak ke arah gereja pukul 07.08. Tampak 2 orang itu membawa barang bawaan yang diduga sebagai bom.

Keduanya mengendarai motor perlahan kemudian berbelok ke gerbang gereja dan seketika meledak. Orang-orang di sekitar lokasi tampak panik menjauhi lokasi.

Rekaman CCTV itu senada dengan kesaksian seorang saksi mata bernama Samsia yang telah lebih dulu dihubungi detikcom, pagi tadi. Dia menyebut 2 terduga pelaku bom bunuh diri itu membunyikan klakson sesaat sebelum bom meledak. "Saya pas lihat masuk orang 2 menerobos masuk tapi orangnya langsung mati (meledak). Jadi mereka pakai motor langsung tet (klakson). Kan nggak biasanya begitu," kata Samsia.

Samsia yang berjualan di dekat pintu gerbang gereja sampai terpental karena ledakan. Dia melihat ada 2 polisi dan dua pihak keamanan gereja yang jadi korban.

VIDEO DETIK-DETIK BOM BUNUH DIRI Gereja Katolik Santa Maria Surabaya PART 1
Daeng Sirua
Salsabila Assyfa Zaskia
Afriany Tri Rahayu
Ali Idris





AMNESIA SEJARAHNusantara sedang ngidap penyakit "Amnesia Sejarah". Mereka tak sungkan untuk review menyebutkan: "Nikmat ...
12/05/2018

AMNESIA SEJARAH

Nusantara sedang ngidap penyakit "Amnesia Sejarah". Mereka tak sungkan untuk review menyebutkan: "Nikmat Orba mana Lagi Yang Kau dustakan".

Dan kemudian Titek Soeharto serta Tommy kegirangan sambil berbisik: "Pa, nama di papa sudah baik, nggak buruk lagi, tenang pa ada Anies Baswedan sama Rizieq".

Menantuku mana ya si Prabowo!
"Dia lagi putar otak pa, biar semus ngidap Amnesia Sejarah dan Keluarga Cendana kembali berkuasa"

Lalu wajah Soeharto tersenyum menghiasi jalanan, sambil melambaikan tangan: "Piye le, masih enak jamanku toh".

03/05/2018
Tercyduk Pelaku Pelecehan Wanita dan Anak di CFD Foto Bareng Taufik Gerindra Peristiwa memalukan dari pengusung tagar   ...
03/05/2018

Tercyduk Pelaku Pelecehan Wanita dan Anak di CFD Foto Bareng Taufik Gerindra

Peristiwa memalukan dari pengusung tagar lambat laun mulai terkuak, setelah Mustofa Nahra dilaporkan ke Polisi, Netizen membongkar lagi seorang pelaku pelecehan terhadap seorang wanita bersama anaknya.

Lingkaran pelaku teror ini mengkerucut pada identitas partai Gerindra dan PKS jika dilihat para pelakunya dari 2 partai tersebut. Pelaku yang mengibaskan uang di muka si ibu tersebut ternyata seorang karyawan pabrik alat elektronik bernama Achmadi Achdiar, yang kedapatan foto bareng dengan Ketua Gerindra DKI Jakarta.












Peristiwa memalukan dari pengusung tagar lambat laun mulai terkuak, setelah Mustofa Nahra dilaporkan ke Polisi, Netizen membongkar lagi seorang pelaku pelecehan terhadap seorang wanita bersama anaknya. Lingkaran pelaku teror ini mengkerucut pada identitas partai Gerindra dan PKS j...

Address

Jalan Lurus Berbagai Macam Perspektif
Jakarta
10150

Telephone

08885514567

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Realita Kebenaran posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share