Mesjid Jami Nurul Hidayah

Mesjid Jami Nurul Hidayah Menuju Pintu Surga di Dunia & Akherat Tentang Agama & Aqidah

28/12/2012

PERTANGGUNG JAWABAN NIKMAT DI AKHIRAT
=============================

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ

عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ،

وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ، وَعَنْ

جِسْمِهِ فِيمَ أَبْ هَالُ

“Tidak akan bergeser kedua telapak kakinya seorang hamba nanti pada Hari kiamat sampai dia ditanya tentang umurnya untuk apa dia habiskan,tentang ilmunya pada apa dia amalkan,tentang hartanya dari mana dia dapatkan dan untuk apa dia belanjakan, serta tentang badannya pada perkara apa dia pergunakan.”

Sahabat mari kita cermati harta kita untuk apa kita gunakan dan habiskan..

27/12/2012

KESABARAN ADALAH PERBUATAN YANG UTAMA DAN BERPAHALA TANPA BATAS
==========================================

Allah Ta'ala berfirman:

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (Az-Zumar:10)

Dan Allah Ta'ala berfirman:

وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الأُمُورِ
"Tetapi orang yang bersabar dan mema`afkan sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan." (Asy-Syuuraa:43)

Subhanallah
Ya Allah karuniakanlah kepada kami kesabaran dan hati yang lapang.

Aamiin

21/10/2012

Surga Untuk Orang Beriman dan Beramal Shaleh..

وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِن ثَمَرَةٍ رِّزْقًا قَالُوا هَٰذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِن قَبْلُ وَأُتُوا بِهِ مُتَشَابِهًا وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu". Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.

[Surat 2 Al Baqarah Ayat 25]

Ayat ini dibaca pada ubun anak-anak ketika tidur supaya ia tidak menderhaka kepada ibu bapanya. Boleh juga dibaca pada a...
03/05/2012

Ayat ini dibaca pada ubun anak-anak ketika tidur supaya ia tidak menderhaka kepada ibu bapanya. Boleh juga dibaca pada air atau makanan. InsyaAllah akan menjadi seorang anak yang taat pada ibu bapanya

Keutamaan Menghapal Al Quran.**************************Banyak hadits Rasulullah SAW yang mendorong untuk menghapal Al Qu...
15/04/2012

Keutamaan Menghapal Al Quran.
**************************

Banyak hadits Rasulullah SAW yang mendorong untuk menghapal Al Quran, atau

membacanya di luar kepala, sehingga hati seorang individu Muslim tidak kosong dari

sesuatu bagian dari kitab Allah SWT. Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu

Abbas secara marfu`:

“Orang yang tidak mempunyai hapalan Al Quran sedikitpun adalah seperti rumah kumuh

yang mauh runtuh “

Dan Rasulullah SAW memberikan penghormatan kepada orang-orang yang

mempunyai keahlian dalam membaca Al Quran dan menghapalnya, memberitahukan

kedudukan mereka, serta mengedepankan mereka dibandingkan orang lain.

Dari Abi Hurarirah r.a. ia berkata: Rasulullah SAW mengutus satu utusan yang

terdiri dari beberapa orang. Kemudian Rasulullah SAW mengecek kemampuan membaca

dan hapalan Al Quran mereka: setiap laki-laki dari mereka ditanyakan sejauh mana

hapalan Al Quran-nya. Kemudian seseorang yang paling muda ditanya oleh Rasulullah

SAW : “Berapa banyak Al Quran yang telah engkau hapal, hai p**an?” ia menjawab: aku

telah hapal surah ini dan surah ini, serta surah Al Baqarah. Rasulullah SAW kembali

bertanya: “Apakah engkau hapal surah Al Baqarah?” Ia menjawab: Betul. Rasulullah

SAW bersabda: “Pergilah, dan engkau menjadi ketua rombongan itu!”. Salah seorang

dari kalangan mereka yang terhormat berkata: Demi Allah, aku tidak mempelajari dan

menghapal surah Al Baqarah semata karena aku takut tidak dapat menjalankan isinya.

Mendengar komentar itu, Rasulullah SAW bersabda:

“Pelajarilah Al Quran dan bacalah, karena perumpamaan orang yang mempelajari Al

Quran dan membacanya, adalah seperti tempat bekal perjalanan yang diisi dengan

minyak misik, wanginya menyebar ke mana-mana. Sementara orang yang

mempelajarinya kemudia ia tidur –dan dalam dirinya terdapat hapalan Al Quran— adalah

seperti tempat bekal perjalanan yang disambungkan dengan minyak misik “5.

Jika tadi kedudukan pada saat hidup, maka saat mati-pun, Rasulullah SAW

mendahulukan orang yang menghapal lebih banyak dari yang lainnya dalam kuburnya,

seperti terjadi dalam mengurus syuhada perang Uhud.

Rasulullah SAW mengutus kepada kabilah-kabilah para penghapal Al Quran dari

kalangan sahabat beliau, untuk mengajarkan mereka faridhah Islam dan akhlaknya,

karena dengan hapalan mereka itu, mereka lebih mampu menjalankan tugas itu. Di antara

sahabat itu adalah: tujuh puluh orang yang syahid dalam kejadian Bi`ru Ma`unah yang

terkenal dalam sejarah. Mereka telah dikhianati oleh orang-orang musyrik.

Dari Abi Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Penghapal Al Quran akan datang pada hari kiamat, kemudian Al Quran akan berkata:

Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah

(kehormatan), Al Quran kembali meminta: Wahai Tuhanku tambahkanlah, maka orang

itu dipakaikan jubah karamah. Kemudian Al Quran memohon lagi: Wahai Tuhanku,

ridhailah dia, maka Allah SWT meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu:

bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga), dan Allah SWT menambahkan dari

setiap ayat yang dibacanya tambahan ni`mat dan kebaikan “6.

Balasan Allah SWT di akhirat tidak hanya bagi para penghapal dan ahli Al Quran

saja, namun cahayanya juga menyentuh kedua orang tuanya, dan ia dapat memberikan

sebagian cahaya itu kepadanya dengan berkah Al Quran.

Dari Buraidah ia berkata: Rasulullah SAW bersabda:

“Siapa yang membaca Al Quran, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka

dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari Kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari,

kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya: mengapa kami dipakaikan jubah ini: dijawab: “karena kalian

berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Quran” 7.

Kedua orang itu mendapatkan kemuliaan Tuhan, karena keduanya berjasa

mengarahkan anaknya untuk menghapal dan mempelajari Al Quran semenjak kecil. Dan

dalam hadits terdapat dorongan bagi para bapak dan ibu untuk mengarahkan anak-anak

mereka untuk menghapal Al Quran semenjak kecil.

Ibnu Mas`ud berkata:

“Rumah yang paling kosong dan lengang adalah rumah yang tidak mengandung

sedikitpun bagian dari Kitab Allah SWT ”8.

Dan pengertian kata “ashfaruha” adalah: yang paling kosong dari kebaikan dan

berkah.

Al Munziri meriwayatkan dalam kitab At Targhib wa At Tarhib dengan kata:

“ashghar al buyut” dengan ghain bukan fa. Dan maknanya adalah: rumah yang paling

hina kedudukannya, dan paling rendah nilainya.

15/04/2012

SELAMAT MENUNAIKAN SHOLAT MAGHRIB

Ahli pengobatan namanya tabib
Dokter zaman sekarang
Selamat menjalankan sholat maghrib
Aku ucapkan untukmu sayang
_______________________________
Menyimpan dompet dalam saku
Kurang hati-hati bisa raib
Kuucapkan untuk kekasihku
Selamat menunaikan sholat maghrib
______________________________
Ada anak namanya Habib
Dia ingin menjadi ulama
Selamat menjalankan sholat maghrib
Itu kewajiban utama

Keutamaan Mati SyahidIslam mengajarkan kita agar memandang kematian sebagai suatu perkara yang tidak bisa dihindari. Kem...
06/04/2012

Keutamaan Mati Syahid

Islam mengajarkan kita agar memandang kematian sebagai suatu perkara yang tidak bisa dihindari. Kematian merupakan taqdir yang sepenuhnya di dalam rahasia pengetahuan Allah. Tidak ada seorangpun yang tahu di bumi mana ia akan menemui ajalnya. Demikian p**a ia tidak tahu pada usia berapa kematian akan menghampirinya.

وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

”Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS Luqman ayat 34)

Seorang mukmin tidak sepatutnya berfikir untuk menghindari kematian apalagi lari daripadanya. Sebab pada hakikatnya tidak mungkin hal ini dilakukan. Cepat ataupun lambat kematian akan menghampiri setiap manusia.

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

”Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS Ali Imran ayat 185)



Bahkan Allah memperingatkan manusia bahwa dirinya tidak mungkin menghindar dari kematian sekalipun ia berusaha melakukannya sekuat tenaga dan fikirannya. Kendati ia berusaha menghindarinya dengan tinggal di dalam sebuah benteng yang super kokoh bagaimanapun keadaannya.

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

”Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS An-Nisa ayat 78)

Oleh karena itu maka Allah menyuruh seorang mukmin untuk selalu memperbaharui komitmennya dalam hidup di dunia yang fana ini dengan berikrar bahwa segenap kesibukannya harus ditujukan hanya untuk meraih keridhaan Allah. Baik itu yang menyangkut sholatnya, berbagai ibadahnya, berbagai aktifitas hidupnya bahkan hingga kematiannya.

قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

”Katakanlah: "Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam.” (QS Al-An’aam ayat 162)

Maka seorang mukmin yang faham dan sadar akan hal ini akan senantiasa berharap hidupnya berakhir dalam keadaan husnul-khaatimah (happy ending/akhir yang baik).



Bahkan seorang mukmin akan mengembangkan the art of dying (seni menjemput kematian). Dan di antara salah satu seni terbaik dalam menjemput kematian di dalam ajaran Islam ialah mengembangkan kerinduan untuk meraih mati syahid. Di antara sahabat Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam adalah Umar bin Khattab radhiyallahu ’anhu yang menjelang kematiannya berdoa: ”Ya Allah karuniailah aku mati syahid di bumi RasulMu (Madinah).” Maka tidak lama semenjak doa dilantunkan Allah-pun mengabulkannya. Sehingga ketika Umar memimpin sholat subuh tiba-tiba Abu Lulu’ah Al-Majusi menusuk berkali-kali tubuh mulia Sang Khalifah dengan pisau belati sehingga darah mengalir dengan derasnya dan tak lama kemudian Al-Faruq menghadap Ilahi Rabbi dalam keadaan mati syahid. Subhaanallah.

Inilah barangkali maksud hadits Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam berikut ini:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

مَنْ طَلَبَ الشَّهَادَةَ صَادِقًا أُعْطِيَهَا وَلَوْ لَمْ تُصِبْهُ

(MUSLIM - 3531) : Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa memohon syahadah (mati dalam keadaan syahid) dengan sungguh-sungguh, maka sungguh ia akan diberi pahala seperti pahala mati syahid meskipun ia tidak mati syahid."



Yang satu ini sehingga ia berharap kepada Allah agar dirinya dapat dihidupkan kembali ke dunia agar dapat merasakan dirinya dibunuh musuh Allah berulang kali.

Apa sebenarnya yang menyebabkan seorang mukmin merindukan mati syahid? Dalam sebuah hadits Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menyatakan bahwa satu-satunya kelompok manusia yang setelah menemui ajalnya berharap dapat dihidupkan kembali ke dunia hanyalah orang yang mati syahid. Sedemikian mulianya kematian jenis ini.

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا

أَبُو إِسْحَاقَ عَنْ حُمَيْدٍ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ

رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

قَالَ مَا مِنْ عَبْدٍ يَمُوتُ لَهُ

عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ يَسُرُّهُ أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الدُّنْيَا وَأَنَّ لَهُ الدُّنْيَا

وَمَا فِيهَا إِلَّا الشَّهِيدَ لِمَا يَرَى مِنْ فَضْلِ الشَّهَادَةِ

فَإِنَّهُ يَسُرُّهُ أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الدُّنْيَا فَيُقْتَلَ مَرَّةً أُخْرَى

(BUKHARI - 2586) : Telah bercerita kepada kami 'Abdullah bin Muhammad telah bercerita kepada kami Mu'awiyah bin 'Amru telah bercerita kepada kami Abu Ishaq dari Humaid berkata aku mendengar Anas bin Malik radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada seorang hamba pun yang meninggal dunia, di mana di sisi Allah dia mendapatkan balasan, yang lebih baik sehingga membuatnya berhasrat untuk kembali lagi ke dunia dan sungguh dia mendapatkan dunia beserta isinya kecuali orang yang mati syahid karena dia melihat keutamaan mati syahid. Sungguh dia menginginkan dapat kembali ke dunia kemudian dia (berperang) dan mati syahid sekali lagi."

Ya Allah, karuniailah kami mati syahid di jalanMu. Amin ya Rabbal ’aalamiin.

SEBAGIAN KECIL KEBENARAN TENTANG AGAMA ISLAM====================================Assalamua'laikum. Saya akan post fakta t...
02/04/2012

SEBAGIAN KECIL KEBENARAN TENTANG AGAMA ISLAM
====================================

Assalamua'laikum.

Saya akan post fakta tentang ISlam. Tidak ada unsur/ niat saya untuk mengganggu keyakinan yang lain. '' Bagiku Agamaku, dan bagimu agamamu'' Q.S Al kafirun
1. Qur'an dengan bahasanya yang tetap sepanjang masa dan
sama dimana-mana telah sanggup menciptakan iklim keIslaman
yang merata mutlak. Ia akan dimengerti di Amerika, demikian
juga di Inggris. Bila ia dibacakan di Jepang, maka ia juga
dipahami oleh orang-orang India dan Pakistan, dan bila ia
dibaca di negeri Belanda, maka Mesir, Libya, Indonesia akan
mengerti, setidak-tidaknya mengenali bahwa itulah ayat-ayat
Al Qur'an. Qur'an tidak pernah dirubah bahasanya dan ini
saja sudah dapat dijadikan pegangan, bahwa isinya authentik
asli.
2. Al-Qur'an tidak bertentangan dengan Ilmu pengetahuan.
Bacalah theorie LaPlace & Chamberlin, bacalah theorie
kejadian bumi, maka Chamberlin menyebutkan: Bahwa bumi kita
ini ialah terjadi dari gumpalan-gumpalan kabut yang
bergulung-gulung semakin lama semakin padat, sehingga
berpijar, dan kemudian mati pijarnya, lalu tumbuhlah
kehidupan. Lalu cobalah kita buka Al-Qur'an surat
tertulislah disana theorie itu: "Dan ingatlah ketika Aku
menciptakan bumi ini dari suatu hamparan yang lalu
bergulung-gulung." Qur'an surat Nuh 14 menulis tentang
adanya tingkatan-tingkatan kejadian dari manusia, surat Al
An'am 97 memuat theorie Astronomi. Dalam surat-surat yang
lain dimuat p**a theorie perkawinan tanam-tanaman (botani).

3. Al-Qur'an tidak menentang fitrah manusia. Itulah sebabnya
didalam Islam tidak diakuinya hukum Calibat atau
pembujangan. Manusia dibuat laki-laki dan perempuan adalah
untuk kawin, untuk mengembangkan keturunan. Maka itu ajaran
Paulus yang mengatakan bahwa ada "lebih baik" laki-laki itu
membujang seperti aku dan perempuan itu tidak kawin,
ditentang oleh Islam.
4. Qur'an tidak bertentangan dengan aqal dan fikiran manusia.
Itulah sebabnya Islam sangat menghargai akal dan fikiran
yang sehat. Kaidah Islam tidak dapat menerima doktrin "Tiga
tetapi satu," sebab tiga tetapi satu bertentangan dengan
ratio. Ummat Islam sama sekali tidak dapat memahami
bagaimana Paus, seorang manusia, dapat menjabat Wakil
Tuhan(Ficarius Filii Dei). Paus mewakili urusan Allah untuk
dunia ini, memberikan amnesti, abolisi dan grasi atas ummat
manusia yang berdosa dengan mandaat sepenuhnya dari Allah.
5. Islam tidak bertentangan dengan sejarah. Islampun dengan
sendirinya tidak mendustai sejarah. Putih hitamnya sejarah
Islam, diakuinya dengan jujur. Ia, misalkan mengalami
tragedi pahit seperti "Night of St. Bartolomeus" pastilah ia
mengakui, dan ummatnya mengetahui. Islam selalu sesuai
dengan situasi d.an kondisi, ia bukannya menyesuaikan diri,
tetapi diri (dunia maksudnya) yang harus menyesuaikan
dengannya.
6. Oleh sebab itulah maka Islam tetap bertahan. Ia selalu
maju seirama dengan kemajuannya zaman. Empat belas abad
sudah lamanya Islam tetap dalam suatu kesatuan syareat dan
hakekat. Seribu empat ratus tahun lamanya hukum-hukumnya,
undang-undangnya, shalat dan kiblatnya, puasa dan hajinya
tetap berjalan. Ia tidak ambruk setelah ilmu pengetahuan
lebih maju, ia juga tidak colaps menghadapi kebangkitan
humanisme dan sosialisme. Adapun atau kalaupun dikatakan
mundur, sebenarnya ialah ummat artinya orang-orangnya apakah
itu person atau kelompok. Mengapakah ummatnya mundur? Sebab
ia telah meninggalkan Qur'annya. Ia berbeda dengan ajaran
atau hukum gereja Katolik yang selalu berubah-ubah boleh -
tidak boleh dan sekarang boleh lagi kawin. Padahal soal
kawin adalah soal keputusan Tuhan. Adalah keputusan Tuhan
selalu berubah-ubah dan dapat ditentang oleh manusia?
7. Qur'an tak dapat disangkal lagi, adalah pegangan hidup
dan mati, dunia dan akhirat. Qur'an ternyata merupakan
landasan idiil dan spirituil, landasan hidup di dunia dan
di akhirat. Qur'an, tidak hanya memuat perkara akhirat saja,
tetapi juga perkara dunia. Itulah sebabnya bila kita membaca
Al-Qur'an kita akan menemui bermacam-macam hukum, apakah itu
hukum pidana, perdata, atau hukum antar manusia dan
kemasyarakatan. Demikian p**a ia memuat hukum dengan
lengkapnya hukum perkawinan dan sopan santun perang.
8. Islam bukan ''Teroris''. Agama Islam anti kekerasan.Dalam al-Qur’an sendiri ditemukan beberapa ayat yang menyatakan ”perang” terhadap orang-orang yang mengganggu islam . Sedikitnya ada 20 ayat yang sering dijadikan landasan untuk mengangkat senjata atau berperang bagi seorang muslim. Ayat-ayat tersebut dapat dilihat dalam Surat: Al-Baqarah/2: 190-193, 216, 224, Ali Imran/3: 157-158, 169, 195, An-Nisa/4: 101, 74-75, 89, 95, Al-Maidah/5: 36, 54, Al-Anfal/8: 12-17, 59-60, 65, At-Taubah/9: 5, 14, 29, Muhammad/47: 4, dan Ash-Shaff/61: 4. Hal diatas khusus orang KAFIR yang mencoba mengganggu ISLAM. Jadi BILA ISLAM DI GANGGU MAKA WAJAR BILA UMAT MUSLIM MARAH.

02/04/2012

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH SHALAT ISYA :

Janganlah putus asa
Bila mengejar cita-cita
Selamat menjalankan sholat isya
Untuk engkau yang kucinta
____________________________
Untuk menambah pahala
Senin kamis berpuasa
Untuk engkau yang disana
Selamat menunaikan sholat isya
____________________________
Cobalah engkau berkaca
Sebelum menilai orang
Selamat menjalankan sholat isya
Untuk engkau yang kusayang
____________________________
Samson memang perkasa
Tapi takhluk sama wanita
Selamat menunaikan sholat isya
Semoga bertambah pahala

02/04/2012

SELAMAT MENUNAIKAN SHOLAT MAGHRIB

Ahli pengobatan namanya tabib
Dokter zaman sekarang
Selamat menjalankan sholat maghrib
Aku ucapkan untukmu sayang
_______________________________
Menyimpan dompet dalam saku
Kurang hati-hati bisa raib
Kuucapkan untuk kekasihku
Selamat menunaikan sholat maghrib
______________________________
Ada anak namanya Habib
Dia ingin menjadi ulama
Selamat menjalankan sholat maghrib
Itu kewajiban utama

Enam Pesan Ahli SurgaBetapa indahnya ketika berbicara tentang surga. Dan tahukan engkau apa itu surga? Surga adalah ruma...
02/04/2012

Enam Pesan Ahli Surga

Betapa indahnya ketika berbicara tentang surga. Dan tahukan engkau apa itu surga? Surga adalah rumah tinggal yang abadi yang menjadi tujuan setiap hamba Allah yang shalih. Surga adalah pusat aspirasi semua hamba Allah. Surga adalah di atas apa yang kita lihat, di atas apa yang kita dengar dan di atas apa yang muncul dalam pikiran manusia,
Allah SWT berfirman dalam surah Al-Kahfi ayat 107-108:
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal, (*) Mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah dari padanya. (QS Al-Kahfi: 107-108).
Rasulallah SAW bersabda, sebagaimana disepakati oleh Imam Bukhari dan Muslim dari hadits riwayat Abu Hurairah, (Allah berfirman, Aku telah mempersiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang shalih surga yang (kenikmatannya) belum pernah ada mata yang telah melihat, dan tidak pernah ada telinga yang telah mendengar maupun telah terdetik di hati manusia).

Dengan kasih Allah dan rahmat-Nya kepada kita, Dia telah membentangkan gambaran surga yang nikmat itu, dengan menekankan keabadian dan kesempurnaan, tanpa kekurangan sedikitpun, tidak panas atau dingin, tidak lelah dan tidak sibuk dengan hiruk pikuk, tak ada kerugian, tidak ada yang dicurangi. Sekali teguk kenikmatan di surga melupakan semua penderitaan dalam hidup ini. Timbul pertanyaan, mengapa semua ini diceritakan wahai hamba-hamba Allah? Hal ini semata untuk mengajak orang-orang beriman ke surga dengan penuh semangat. Agar mereka bergegas menuju berbagai kebahagiaan, taman dan segala istananya. Sebab surga adalah tempat tinggal yang Allah ciptakan dengan tangan-Nya sendiri, dipersiapkan sebagai rumah untuk orang-orang yang dicintai-Nya agar mengisinya dengan rahmat, kemuliaan dan ridha-Nya. Dia menggambarkan kenikmatannya sebagai kemenangan besar, pemiliknya sebagai raja diraja, segala kebaikan dan kemurniannya dijaga dari setiap cacat dan kekurangan. Celakalah jiwa-jiwa yang tidak menginginkan hal itu, tidak ingin melihatnya, dan tidak berusaha untuk masuk ke dalamnya!
Pada kesempatan ini, saya ingin mengajak pembaca sekalian untuk merenungkan hadits-hadits Nabi SAW yang terkait langsung dengan mereka yang dijanjikan surga, seraya berdoa kepada Allah agar kita dimasukkan surga bersama keluarga dan kerabat kita semua. Tak ada surga kecuali dengan berusaha menggapainya.
Pesan Pertama: Kisah Abu Bakr dan amalan-amalan baiknya.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, dia berkata: “Rasulullah SAW berkata, Siapa di antara kamu yang berpuasa hari ini? Abu Bakar menjawab: “Aku”. Dia bertanya lagi, “Siapa di antara kalian yang telah mengikuti pemakaman hari ini?” Abu Bakar berkata: “Aku”. Dia berkata lagi, “Siapa di antara kalian yang memberi makan orang miskin hari ini? Abu Bakar berkata, “Aku”. Dia bertanya lagi, “Siapakah di antara kalian yang hari ini menjenguk orang sakit?” Abu Bakar menjawab, “Aku”. Rasulullah SAW kemudian bersabda, “Jika terkumpul seluruh amalan seperti di pria ini, niscaya ia akan masuk surga”.
Diriwayatkan dari Abd al-Rahman bin Abi Bakr, dia berkata, “Rasulullah SAW shalat subuh, kemudian bertemu dengan para sahabatnya”. Dia berkata: “Apakah ada di antara kalian yang hari ini berpuasa? Umar bin al-Khattab menjawab, “Ya Rasulallah, aku tidak berniat puasa, maka pagi ini aku berbuka (sarapan).” Abu Bakar berkata, “Kalau aku, sejak semalam sudah berkata pada diriku sendiri untuk puasa, maka aku puasa.” Rasulullah SAW kemudian bertanya lagi, “Apakah ada di antara kalian hari ini yang menjenguk orang sakit? Umar berkata, “Ya Rasulallah, kami shalat dan berdoa denganmu, bagaimana kami dapat menjenguk orang yang sakit?” Abu Bakar berkata: “Aku mendengar bahwa adikku, Abdul Rahman bin Auf, merintih maka aku mencari cara untuk bisa mengunjunginya ketika aku datang ke masjid, Rasulullah SAW bertanya lagi, “Sudahkan ada di antara kalian yang bersedekah hari ini? Umar berkata, “Ya Rasulallah, kami kan shalat dan berdoa bersamamu dan tidak sempat istirahat.” Abu Bakar berkata: “Ketika aku masuk masjid di tengah jalan kujumpai pengemis, di tanganku ada segenggam roti yang kudapat dari Abdurrahman, aku berikan kepadanya”. Rasulallah SAW kemudian bersabda, “Aku beri kabar gembira untukmu (Abu Bakar, termasuk ahli) surga.” Umar menggumam, “oh…oh… oh… ahli surga.”
Pesan Kedua: Utsman radhiallahu anhu dan Infaq.
Diriwayatkan dari Tsamama bin Hazn al-Qusyairi, radhiallahu anhu, dia berkata: Aku menyaksikan Peristiwa Dar (yaum al-dar), ketika mereka, penduduk Madinah, memuliakan Ustman untuk bercerita amal-amal baiknya di hari itu. Ustman berkata: “Tahukah kalian bahwa ketika Rasulallah sampai ke kota Madinah, dan tak ada cadangan air (di kota itu) kecuali sumur milik Raumah. Rasulallah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membelinya dan menjadikan embernya dan ember kaum muslimin masuk ke sumur itu, niscaya baginya surga? Aku membelinya dari harta tabunganku. Hingga hari ini, aku larang diriku sendiri untuk meminum air dari sumur itu hingga aku harus minum air laut. Mereka menjawab, “Ya”. Utsman berkata lagi, “Dan dengan memuji Allah dan mengagungkan Islam, tahukah kalian bahwa (suatu hari) masjid itu sudah sempit dengan jamaah, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang mau membebaskan tanah si fulan, niscaya diberikan kebaikan baginya dari masjid itu hingga ke surga, aku membelinya dari hartaku. Hingga hari ini aku cegah diriku untuk shalat dua rakaat di masjid itu”. Mereka berkata, “Ya”. Ustman berkata lagi, “Dengan memuji Allah dan mengagungkan Islam, Tahukan kalian bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa di antara kalian yang membekali tentara, niscaya wajib baginya surga. Maka aku berikan perbekalan (pada tentara). Mereka berkata, “Ya Allah, ya benar”. Ustman berkata lagi, “Dengan memuji Allah, Tahukah kalian aku dulu berada di gunung Tsabir di pinggir kota Mekah bersama-sama dengan Rasulullah SAW, Abu Bakar dan Umar, maka tiba-tiba gunung terguncang, sehingga batunya berjatuhan ke dasar, Rasulullah SAW menghindar dengan kakinya, dan berkata: “Tenanglah wahai (gunung) Tsabir. Sesungguhnya, di dekatmu ada seorang Nabi, seorang yang jujur dan dua orang yang menjadi syahid. Mereka berkata, “Ya”. Ustman berkata, “Allah Akbar, saksikanlah aku agar kelak masuk surga, wahai tuhan pemilik Ka’bah. Ia berucap tiga kali.
Pesan Ketiga: Terjaga dengan ibadah di waktu malam:
Salah seorang tabiin (generasi setelah sahabat Nabi) berkata, saat itu mereka tengah merindukan surga dan para bidadarinya, “Aku akan membeli seorang bidadari dari sekian banyak bidadari surga dengan mengkhatamkan Al-Qur’an dalam satu malam, aku tidak akan tidur sampai aku selesai khatam tersebut.” Dia sudah mengkhatamkan sebanyak dua puluh Sembilan juz, lalu rasa kantuk menyerang hingga ia tertidur. Dalam tidurnya ia mimpi bertemu bidadari, dan sang bidadari berkata berkata,
Apakah engkau akan meminang bidadari sepertiku, dan engkau tertidur. Sementara orang yang mencintaiku, aku haramkan tertidur. Karena aku dicipta untuk setiap orang yang banyak melakukan shalat dan rajin bangun malam. Mendengar itu, ia terbangun, dan langsung melanjutkan usahanya, dan ia kemudian berkata: Dengan izin dan rahmat Allah, aku akan berusaha untuk mendapatkan semua ini, untuk mendapatkan salah satu dari bidadari itu.
Abu Sulaiman Aldarini – belas kasihan Tuhan – suatu kali tertidur pada suatu malam malam, dia dikenal sebagai ahli ibadah, seorang yang zuhud, dan tulus kepada Allah, dan ketulusan dengan Tuhan, Yaman itu sendiri, termasuk surga yang penuh kenikmatan. Pada suatu malam dia berkata, tidur dan diri kadang-kadang berbicara tentang apa yang Anda inginkan dan apa yang ingin Anda dan termasuk cinta – berkata: Aku melihat – sebagaimana yang sering dilihat oleh orang tengah tidur, suatu kali bidadari datang kepadaku dan berkata: “Inikah perbuatan orang-orang shalih?” “Wahai Abu Sulaiman – Apakah engkau tertidur dan aku telah menunggumu sejak lima ratus tahun”. Tidak ada Tuhan selain Allah; Sejak itu, ia tak lagi tidur kecuali hanya sedikit saja, hal itu dimaksudkan agar ia sungguh-sungguh bertemu dengannya.
Pesan Keempat: Bilal bin Rabah, radhiallahu anhu dan wudhu:
Bilal adalah bujang yang bekerja pada Abu Bakar, semoga Allah senang dengan dia. Ia termasuk orang-orang yang pertama masuk Islam, karena itu ia dihukum oleh kaumnya dan mereka memaksanya untuk bersaksi “Tuhanku Latta dan Uzza”. Namun, Bilal tetap teguh berkata, “Ahad… ahad…” Datanglah Abu Bakar dan membebaskannya dari perbudakan dengan membelinya seharga tujuh (sebagian mengatakan lima) kantong emas. Rasullah SAW kemudian menyatakannya sebagai manusia merdeka. Maka, sejak itu Bilal menjadi muadzin Nabi, baik saat berdiam di Madinah atau saat berperjalanan.
Abu Hurairah RA berkata: Suatu hari Rasulullah SAW beserta Bilal: “Ceritakanlah padaku satu pekerjaan yang dilakukan dalam Islam memberikan manfaat, aku mendengar Nabi SAW mengatakan ia sudah mendengar suara sandal Bila di surga. Bilal menjawab, aku tidak mengerjakan apa-apa, kecuali menjaga wudhuku hingga seringkali aku shalat maghrib dengan wudhu shalat dzuhur.”
Pesan Kelima: Di mana tokoh seperti Abu Dahdah sekarang?
Abu Dahdah, nama lengkapnya adalah Tsabit bin Dahdah al-Anshari, salah satu pelaku sejarah perang Uhud dan menemui kematiannya pada perang tersebut. Diriwayatkan dari Jabir bin Samrah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Betapa banyak decak kekaguman untuk Abu Dahdah di surga”. Dan diriwayatkan oleh Imam At-Tabrani dalam kitab Al-Awsat (2/517) dari hadits Umar dengan lafadz, manakala ayat Allah SWT turun, “barangsiapa yang memberikan pinjaman kepada Allah sebaik-baik pinjaman” Abu Dahdah berkata, Ya Rasulallah, apakah kita harus meminjamkan Allah dengan harta kita?”. Rasulallah SAW menjawab, “Ya.” Dia berkata: Sesungguhnya aku punya dua dinding (lantai), satu di atas, satu lagi di bawah.. Aku telah meminjamkannya untuk Allah.
Pesan Keenam: Tidak Ghibah:
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, “Bahwasanya ada seseorang bertanya, Ya Rasulallah, si fulan dikenal banyak melakukan shalat dan puasa, hanya saja dia selalu menyakiti tetangga dengan lidahnya. Rasulallah bersabda, “Dia di neraka.” Orang tersebut bertanya lagi, “Sementara ada juga si fulanah dikenal sedikit saja shalat dan puasanya sebab dia sibuk memberi makan sapinya, dan dia tidak mengguncingkan tetangganya”. Rasulallah SAW bersabda, “dia di surga”.

Mengenal Madzhab Tasawuf RifaiyahIni adalah kelanjutan dari Mengenal Madzhab Fikihnya Rifaiyah, Adapun tentang Tasawuf S...
30/03/2012

Mengenal Madzhab Tasawuf Rifaiyah

Ini adalah kelanjutan dari Mengenal Madzhab Fikihnya Rifaiyah, Adapun tentang Tasawuf Syaikh Ahmad Rifa’i menyatakan bahwa ilmu Tasawuf adalah ilmu yang membahas tentang kebersihan hati, tentang akhlak manusia yang terpuji dan tercela (Al- Mahmuudaat wal Madzmuumaat) untuk memperoleh keridloan Allah. Sebagaimana dituturkan oleh Syaikh Ahmad Rifa’i dalam sebagian bait-baitnya dalam kitab Ri’ayat al Himmat Tha’at: “Sesungguhnya IlmuTasawuf itu adalah untuk mengetahui sifat-sifat mahmudah (terpuji) dan mazmumah (tercela) yang ada dalam hati untuk menanamkan keikhlasan berbakti kepada Allah”. (Ri’ayatul Himmat:1/7).
Menurut beliau tujuan Ilmu Tasawuf adalah mensucikan hati dan memurnikannya untuk bisa menghadap kepada Allah. Ahmad Rifa’i menyatakan dalam kitab Ri’ayatul Himmat tersebut: “Adapun ilmu tasawuf tersebut adalah perkara yang menyucikan amalan hati untuk menghadap Allah yang Maha Pengasih, Maha Agung, dan bahwasanya pengabdian selain kepada Allah itu adalah batil dan mungkar”. (Ri’ayatul Himmat:1/8)
Kuatnya madzhab ahlussunah menjadikan pembahasan Ahmad Rifa’i tentang tasawuf bersih dari sinkretisme mysticisme non Islam yang banyak merasuki Tasawuf lainnya, sehingga Tasawuf yang dibahas Syaikh A. Rifa’i selaras dengan syara’ dan terbebas dari ritual- ritual tertentu, dan lebih tepat disebut sebagai Tazkiyyatun Nafs. Maka Syari’at dan Tasawuf adalah dua ilmu yang mengikat satu sama lainnya. Syari’at adalah sisi luar iman dan Tasawuf adalah sisi batin dari iman dan biasa disebut sebagai IHSAN .
Sifat-sifat Terpuji dan Tercela
Sifat-sifat yang mulia dan terpuji yang terpenting dan hukumnya wajib diupayakan adalah: Zuhud, Qana’at, Shabar, Tawakal, Mujahadah, Ridla, Syukur dan Ikhlas. Sesuai pernyataan Ahmad Rifa’i RA dalam kitabnya Asnal Maqashid: “Diantara sifat-sifat terpuji menurut syara’ itu ada delapan yaitu Zuhud, Qana’ah, Shabar, Tawakal, Mujahadah, Ridla, Syukur dan Ikhlas yang semuanya mengandung makna KHOUF (takut), MAHABBAH (cinta), dan MA’RIFAT (perenungan kepada Allah)”. (Asnal Maqashad:1/407).
Akhlak yang termasuk sifat-sifat tercela adalah Hubbuddunya, Thama’, ittiba-ilhawa, Ujub, Riya’, Takabur, Hasud dan Sum’ah. Nadzam yang telah diterjemahkan berikut ini menjelaskan tentang sifat- sifat tercela dimaksud: “Keterangan sifat-sifat yang merusak hati menurut syara’ yaitu 8 perkara yang akan diterangkan, yakni: Hubbudunnya, Thama’, Ittiba-ilhawa, Ujub, Riya’/ Takabur,Hasud dan Sum’ah. Maka hati akan mengetahuinya nanti, insya Allah berkat pertolongan Allah dan barokah Nabi Muhhammad SAW”. (Asnal Miqashad: II/408)/my/to/10.
Oleh : DKM Masjid Jami Nurul Hidayah

Address

Jakarta
11460

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Mesjid Jami Nurul Hidayah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category