05/06/2026
“Ladang Misi Terbesar di Dunia Adalah Gereja.”
— Billy Graham
Pernyataan ini mungkin terdengar mengejutkan, mengingat Graham dikenal sebagai salah satu penginjil terbesar dalam sejarah modern yang berkhotbah kepada jutaan orang di berbagai negara. Namun, di balik pernyataan tersebut terdapat sebuah keprihatinan yang mendalam.
Billy Graham memperkirakan bahwa sebagian besar orang yang secara rutin menghadiri kebaktian gereja, termasuk banyak yang datang ke KKR-KKR yang ia pimpin, sebenarnya belum pernah mengalami pertobatan yang sejati ataupun mengambil keputusan pribadi untuk mengikuti Kristus. Mereka hadir di gereja, mengikuti kegiatan keagamaan, bahkan mungkin menyebut diri mereka sebagai orang Kristen, tetapi belum sungguh-sungguh lahir baru.
Bagi Graham, gereja adalah ladang misi karena banyak orang yang duduk di bangku gereja sesungguhnya belum diselamatkan. Mereka adalah orang-orang yang Kristen secara budaya (culturally Christian), tetapi belum memiliki hubungan pribadi yang hidup dengan Tuhan Yesus Kristus.
BEBERAPA REALITAS YANG MENJADI KEPRIHATINAN BILLY GRAHAM
• Hadir di Gereja Tidak Selalu Berarti Lahir Baru
Banyak orang menghadiri ibadah selama bertahun-tahun, tetapi tidak pernah mengalami perubahan hati yang sejati melalui karya Roh Kudus.
• Mengenal Agama, Tetapi Tidak Mengenal Kristus
Seseorang dapat mengetahui doktrin, lagu-lagu rohani, tradisi gereja, bahkan bahasa iman Kristen, namun belum pernah menyerahkan hidupnya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
• Mengandalkan Identitas, Bukan Pertobatan
Sebagian orang merasa aman karena berasal dari keluarga Kristen, dibaptis sejak kecil, atau aktif dalam pelayanan. Namun keselamatan tidak diperoleh melalui warisan keluarga ataupun aktivitas keagamaan, melainkan melalui iman pribadi kepada Yesus Kristus.
• Kebutuhan Akan Pertobatan yang Nyata
Karena itulah Billy Graham selalu mengakhiri khotbahnya dengan panggilan pertobatan (altar call). Tujuannya bukan sekadar menambah jumlah jemaat, melainkan membawa orang kepada keputusan yang sungguh-sungguh untuk bertobat dan menerima Kristus.
Kesimpulan
Ketika Billy Graham mengatakan bahwa gereja adalah ladang misi terbesar di dunia, ia tidak sedang merendahkan gereja. Sebaliknya, ia mengingatkan bahwa penginjilan tidak selalu dimulai di luar gedung gereja. Terkadang penginjilan harus dimulai dari dalam gereja itu sendiri.
Sebab sebelum gereja dapat menjangkau dunia yang terhilang, gereja harus memastikan bahwa orang-orang yang ada di dalamnya telah sungguh-sungguh mengenal Kristus, mengalami pertobatan yang sejati, dan hidup sebagai murid-Nya.
Dengan kata lain, tujuan kita bukan hanya memenuhi bangku gereja, melainkan melihat hidup yang diubahkan oleh Injil Yesus Kristus.