Bible League Indonesia

Bible League Indonesia Mitra Gereja/Tubuh Kristus dalam menuntaskan Amanat Agung

“Ladang Misi Terbesar di Dunia Adalah Gereja.”— Billy GrahamPernyataan ini mungkin terdengar mengejutkan, mengingat Grah...
05/06/2026

“Ladang Misi Terbesar di Dunia Adalah Gereja.”
— Billy Graham

Pernyataan ini mungkin terdengar mengejutkan, mengingat Graham dikenal sebagai salah satu penginjil terbesar dalam sejarah modern yang berkhotbah kepada jutaan orang di berbagai negara. Namun, di balik pernyataan tersebut terdapat sebuah keprihatinan yang mendalam.

Billy Graham memperkirakan bahwa sebagian besar orang yang secara rutin menghadiri kebaktian gereja, termasuk banyak yang datang ke KKR-KKR yang ia pimpin, sebenarnya belum pernah mengalami pertobatan yang sejati ataupun mengambil keputusan pribadi untuk mengikuti Kristus. Mereka hadir di gereja, mengikuti kegiatan keagamaan, bahkan mungkin menyebut diri mereka sebagai orang Kristen, tetapi belum sungguh-sungguh lahir baru.

Bagi Graham, gereja adalah ladang misi karena banyak orang yang duduk di bangku gereja sesungguhnya belum diselamatkan. Mereka adalah orang-orang yang Kristen secara budaya (culturally Christian), tetapi belum memiliki hubungan pribadi yang hidup dengan Tuhan Yesus Kristus.

BEBERAPA REALITAS YANG MENJADI KEPRIHATINAN BILLY GRAHAM

• Hadir di Gereja Tidak Selalu Berarti Lahir Baru

Banyak orang menghadiri ibadah selama bertahun-tahun, tetapi tidak pernah mengalami perubahan hati yang sejati melalui karya Roh Kudus.

• Mengenal Agama, Tetapi Tidak Mengenal Kristus

Seseorang dapat mengetahui doktrin, lagu-lagu rohani, tradisi gereja, bahkan bahasa iman Kristen, namun belum pernah menyerahkan hidupnya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

• Mengandalkan Identitas, Bukan Pertobatan

Sebagian orang merasa aman karena berasal dari keluarga Kristen, dibaptis sejak kecil, atau aktif dalam pelayanan. Namun keselamatan tidak diperoleh melalui warisan keluarga ataupun aktivitas keagamaan, melainkan melalui iman pribadi kepada Yesus Kristus.

• Kebutuhan Akan Pertobatan yang Nyata

Karena itulah Billy Graham selalu mengakhiri khotbahnya dengan panggilan pertobatan (altar call). Tujuannya bukan sekadar menambah jumlah jemaat, melainkan membawa orang kepada keputusan yang sungguh-sungguh untuk bertobat dan menerima Kristus.

Kesimpulan

Ketika Billy Graham mengatakan bahwa gereja adalah ladang misi terbesar di dunia, ia tidak sedang merendahkan gereja. Sebaliknya, ia mengingatkan bahwa penginjilan tidak selalu dimulai di luar gedung gereja. Terkadang penginjilan harus dimulai dari dalam gereja itu sendiri.

Sebab sebelum gereja dapat menjangkau dunia yang terhilang, gereja harus memastikan bahwa orang-orang yang ada di dalamnya telah sungguh-sungguh mengenal Kristus, mengalami pertobatan yang sejati, dan hidup sebagai murid-Nya.

Dengan kata lain, tujuan kita bukan hanya memenuhi bangku gereja, melainkan melihat hidup yang diubahkan oleh Injil Yesus Kristus.

“Ada Sebuah Ladang Misi yang Tersembunyi di Dalam Gereja”— Jim Feeney, Ph.D.Pernyataan ini merupakan salah satu inti pen...
05/06/2026

“Ada Sebuah Ladang Misi yang Tersembunyi di Dalam Gereja”
— Jim Feeney, Ph.D.

Pernyataan ini merupakan salah satu inti pengajaran dan filosofi pelayanan Jim Feeney, Ph.D.

Dalam pengajarannya yang terkenal berjudul The Mission Field Inside the Church, Feeney menantang pandangan tradisional yang menganggap bahwa “ladang misi” hanya berada di luar tembok gereja. Menurutnya, meskipun dunia memang merupakan ladang misi yang besar, ada ladang misi lain yang tidak kalah besar, belum dimuridkan, dan sering kali miskin pemahaman Alkitab—yaitu jemaat yang duduk di bangku gereja setiap hari Minggu.

Ia mendasarkan pandangannya pada pemahaman yang lebih mendalam terhadap Amanat Agung dalam Matius 28. Feeney menekankan bahwa Yesus tidak hanya memerintahkan para pengikut-Nya untuk menginjili orang yang terhilang, tetapi juga untuk:

"Jadikanlah semua bangsa murid-Ku ... dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu."

NUANSA-NUANSA PENTING DARI KONSEP INI

• Kesenjangan Pemuridan (The Discipleship Gap)

Membawa seseorang kepada Kristus hanyalah langkah awal. Jika orang percaya tidak diajar secara sistematis, dibimbing, dan ditumbuhkan menuju kedewasaan rohani, maka gereja akan dipenuhi oleh bayi-bayi rohani yang mungkin telah diselamatkan, tetapi belum dimuridkan.

• Jemaat yang Menjauh dan Kehilangan Arah

Belakangan ini, beberapa pelayanan seperti Mere Orthodoxy menggunakan kerangka pemikiran yang serupa untuk menggambarkan “peta tersembunyi” orang-orang di dalam gereja. Mereka mungkin aktif secara budaya keagamaan, tetapi tidak memiliki pengenalan yang mendalam akan Allah (seperti Nikodemus), atau mereka yang iman dan rasa memiliki terhadap tubuh Kristus telah retak dan membutuhkan pemulihan dari dalam.

• Pergeseran Fokus Pelayanan Pastoral

Konsep ini mengubah cara kita memandang konseling pastoral, penyelesaian konflik, dan pengajaran Alkitab yang mendalam. Tugas-tugas tersebut bukan sekadar “pemeliharaan gereja” yang mengalihkan perhatian dari misi yang sesungguhnya. Sebaliknya, semuanya merupakan bagian dari ladang misi garis depan yang sangat penting.

Kesimpulan

Singkatnya, konsep ini merupakan panggilan bagi gereja untuk berhenti “terbang melintasi” kebutuhan rohani jemaatnya sendiri demi mengejar dunia luar secara eksklusif. Gereja harus menyadari bahwa misi keluar yang sehat dan efektif hanya dapat dibangun di atas fondasi pemuridan yang kuat di dalam.

Sebab gereja yang kuat dalam pemuridan akan menjadi gereja yang kuat dalam penginjilan. Dan sebelum kita mengubah dunia, kita harus memastikan bahwa umat Tuhan sendiri sedang diubahkan menjadi murid Kristus yang sejati.

Terimakasih sebesar-besarnya kami ucapkan kepada Bapak Pdt. Heru Tri Budi, Ketua Umum GKRI (Gereja Kristen Rahmani Indon...
04/06/2026

Terimakasih sebesar-besarnya kami ucapkan kepada Bapak Pdt. Heru Tri Budi, Ketua Umum GKRI (Gereja Kristen Rahmani Indonesia) dan Bapak Pdt. Gani Kalangit (Sekretaris Umum), serta Bu Pdt. Rohana Sutjiono yang sudah menerima kami dalam audiensi hari ini.

Kiranya kita dapat bekerjasama untuk mengerjakan Amanat Agung sampai Tuhan Yesus datang kembali.

25/05/2026

Selamat Hari Pentakosta!

Kenaikan-Nya ke sorga bukanlah akhir dari karya-Nya, melainkan awal dari tugas besar bagi kita semua: memberitakan Injil...
13/05/2026

Kenaikan-Nya ke sorga bukanlah akhir dari karya-Nya, melainkan awal dari tugas besar bagi kita semua: memberitakan Injil dan menjadikan segala bangsa murid Kristus.

Sebelum Tuhan Yesus datang kembali, masih ada banyak jiwa yang perlu mendengar kasih, keselamatan, dan pengharapan di dalam Dia.

Mari terus setia bersaksi dan memuridkan jiwa-jiwa sampai Tuhan Yesus datang kembali. 🙏🏻

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku…”
— Matius 28:19

Pimpinan BIBLE LEAGUE INDONESIA (YASUMA) dan seluruh Staff mengucapkan Selamat Hari Kenaikan Tuhan Yesus.
Kiranya hidup kita dipakai untuk menuntaskan Amanat Agung-Nya. 🤍

Setiap hari kami melihat satu kenyataan yang sama:Indonesia tidak kekurangan jiwa. Indonesia kekurangan pemuridan.Masih ...
07/05/2026

Setiap hari kami melihat satu kenyataan yang sama:
Indonesia tidak kekurangan jiwa. Indonesia kekurangan pemuridan.

Masih begitu banyak orang yang belum memiliki Alkitab.
Masih begitu banyak jiwa yang rindu belajar Firman Tuhan, tetapi tidak memiliki pembimbing rohani dan bahan pemuridan yang memadai.
Dan masih begitu banyak gereja-gereja di daerah terpencil yang terus menantikan dukungan untuk menjangkau dan memuridkan umat Tuhan.

Hari ini kami bersyukur kepada Tuhan.
Gelombang ke-3 stok Alkitab untuk pelayanan tahun 2027 telah tiba dan masuk ke gudang kami.
Setiap kardus bukan sekadar buku.
Di dalamnya ada harapan. Ada pemuridan. Ada jiwa-jiwa yang akan disentuh oleh Firman Tuhan.

Melalui 'Proyek Filipus', kami terus rindu melihat Indonesia dimuridkan—bukan hanya dijangkau, tetapi dibentuk menjadi murid Kristus yang bertumbuh dan menghasilkan murid kembali.

Namun ladang begitu luas.
Kami membutuhkan dukungan doa, tenaga, dan dana untuk terus membawa Alkitab dan pemuridan ke sekolah-sekolah, gereja-gereja, desa-desa, penjara, hingga daerah-daerah yang sulit dijangkau.

Mari berdiri bersama kami.
Doakan pelayanan ini.
Doakan para “Filipus” di lapangan.
Doakan agar setiap Alkitab yang dibagikan menghasilkan kehidupan yang diubahkan oleh Tuhan Yesus.

Karena kami percaya:
Firman Tuhan yang sampai ke tangan yang tepat dapat mengubah sebuah keluarga, sebuah komunitas, bahkan sebuah bangsa. 🇮🇩

25/04/2026

Hati-hati apa yang kita isi ke dalam diri. Karena saat tekanan hidup menekan, itulah yang akan keluar.

Kalau hatimu penuh ketakutan, yang keluar adalah kepanikan.
Tapi kalau hidupmu dipenuhi Firman Tuhan, yang tumpah keluar adalah iman dan kebenaran.

📖 “Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.” (Lukas 6:45)

----
Dapatkan Alkitab dan buku-buku bahan Pemuridan secara gratis dengan mengadopsi 'PROYEK FILIPUS' di Gereja atau Komunitas Anda. Silahkan hubungi kami di 0811-9202-081.

Bagi yang mau mensupport, dukungan dana Anda bisa disalurkan melalui Rekening Bible League Indonesia di BCA norek 127.300.2301 atas nama YASUMA.


https://www.instagram.com/reel/DXAuBF_jybo/?igsh=eXJxeTd1Y3drOG1q

Address

Yasuma
Jakarta
11510

Opening Hours

Monday 08:00 - 16:00
Tuesday 08:00 - 16:00
Wednesday 08:00 - 16:00
Thursday 08:00 - 16:00
Friday 08:00 - 16:00

Telephone

+628119202081

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bible League Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share