09/04/2016
โPEMELIHARA FIRMANโ
Bacaan : Lukas 11:28
Namun Dia berkata, โSesungguhnya, yang berbahagia adalah mereka yang mendengarkan firman Elohim dan memeliharanya.โ
Sering kita menerima ucapan atau doa agar berbahagia di hari pernikahan, di hari kelahiran, dan sebagainya. Kita sering merasa berbahagia saat melihat anak-anak kita sukses dalam kehidupan mereka, baik itu karena lulus ujian, naik kelas, menang dalam perlombaan, diterima bekerja pada suatu perusahaan, atau baru sembuh dari sakit, dan lain sebagainya.
Semua kebahagiaan itu terungkap saat kita menerima berkat Elohim sehingga dengan demikian mudah sekali kita mengucap syukur kepada Elohim atas berkat anugerah-Nya itu, walau banyak di antara kita yang lupa mengucap syukur atas berkat Elohim yang berlimpah.
Namun, pernahkah kita mendengar ucapan syukur dan bahagia saat kita tertimpa kesulitan? Mungkin yang kita dengar hanyalah keluhan, dan bahkan, keluhan kepada Elohim yang seolah tidak berbelas kasih kepada kita. Sementara kata โberbahagiaโ sebagaimana dicatat dalam nats di atas berasal dari kata โmakariosโ yang berarti berbahagia dalam segala keadaan, baik s**a maupun duka. Itu p**a yang menjadikan kata โberbahagiaโ diatas dapat diartikan dengan โdiberkatiโ, karena siapa yang mendengar firman Elohim dan memeliharanya, akan mampu merasa bahagia di segala situasi seraya mengucap syukur, dan tentu akan diberkati.
โMemeliharaโ tentu bukan sekedar mengingat saja karena firman yang telah diucapkan Elohim berisi p**a perintah-perintah, sehingga tentu konsekuensinya harus kita lakukan. Artinya kita harus menjadi pelaku firman. Yeshua berfirman bahwa setiap orang yang datang kepada-Nya, mendengarkan firman dan melakukannya, maka ia seperti seorang yang membangun sebuah rumah, yang menggali dan memperdalam serta meletakkan fondasinya di atas batu karang.โ (Luq. 6 : 47-48). Akan tetap kokoh dalam segala situasi dan kondisi.
Setiap orang yang memelihara firman Elohim tentu tidak mudah panik saat menghadapi permasalahan, tidak takut saat dihadapkan kepada situasi yang mencekam, karena yakin dan percaya Elohim beserta kita, dan Dia siap menolong kita dalam segala keadaan. Dan hal ini membuat kita tidak akan pernah lari meminta pertolongan kuasa gelap, perdukunan, atau paranormal, karena kita akan selalu mendatangi takhta Elohim untuk memohon pertolonganNya.
Dengan keyakinan dan iman kepada Elohim kita akan dapat berbahagia dalam situasi apapun, bahkan hingga mati sekalipun, karena jika memang hidup kita bagi HaMashiakh, maka mati itu suatu keuntungan (Pi. 1 : 21). Keuntungan karena dapat tinggal bersama Elohim di Kerajaan-Nya. Sudahkah kita memelihara firman Elohim? (SK)