Media Hindu

Media Hindu Media Hindu Online

Ternyata banyak sekali tempat-tempat ibadah yang dijadikanc***r budaya, termasuk Masjid Istiqlal, Gereja Kathedral , dan...
07/06/2018

Ternyata banyak sekali tempat-tempat ibadah yang dijadikan
c***r budaya, termasuk Masjid Istiqlal, Gereja Kathedral , dan
Gereja Immanuel, yang letaknya di mengelilingi Istana Merdeka,
di Jakarta. Pura juga sudah banyak yang ditetapkan sebagai c***r
budaya. Semuanya adalah monumen hidup yang tetap menjalankan
fungsinya tanpa hambatan apapun.
Sesuai dengan Undang-Undang C***r Budaya No 11 tahun
2010, setidaknya ada 4 (empat) manfaat bagi tempat ibadah bila
dijadikan c***r budaya: Pertama, dari sisi ekonomi, c***r budaya
harus mampu meningkatkan harkat kehidupan rakyat banyak;
kedua, dari sisi tanggungjawab publik, pelestarian c***r budaya
adalah “kewajiban” semua orang; ketiga, dari sisi peradaban, pelestarian
c***r budaya harus membuka peluang upaya pengembangan
dan pemanfaatan-nya oleh masyarakat; dan keempat, dari sisi
tata kelola negara, pemerintah “meringankan beban” pelestarian
yang ditanggung masyarakat.
Dari keempat manfaat itu, yang kedua, yaitu pelestarian bentuk
obyek yang dijadikan c***r budaya yang paling penting. Berdasarkan
hal ini pengajuan Pura Besakih sebagai c***r budaya
perlu dipertimbangkan kembali.
MEDIA HINDU 172 JUNI 2018

MEDIA HINDU MEI 171 2018Ciri yang unik yang menonjol dari para rsi Jawa adalah praktik untukmengasah dan meningkatkan ku...
07/06/2018

MEDIA HINDU MEI 171 2018Ciri yang unik yang menonjol dari para rsi Jawa adalah praktik untuk
mengasah dan meningkatkan kualitas batinnya. Praktik ini dalam bahasa
Jawa disebut nglakoni. Dalam bahasa Sansekerta sadhana. Itulah yang
direpresentasikan oleh laku Rsi Hasto Dharmo.
Tapa-tapa yang tidak ringan dilakukannya, seperti setiap menjelang
tengah malam selama berbulan-bulan, untuk menyatu dengan Ibu
Pertiwi, rsi bertapa tengkurap di sawah berlumpur hingga menjelang
pagi hari. Tapa-tapa dalam skala besar yang diawali dari Gunung
Penanggungan selama 44 hari tanpa makan dan minum, karena memang
tidak membawa bekal apapun, hanya baju di badan dan selembar kain.
Dan yang terakhir dilakukannya menjelang akhir tahun 2016 adalah
bertapa selama 46 hari tanpa makan dan minum, hanya mengenakan
baju di badan dan membawa selembar kain, diawali dari Gunung Arjuno.
Tentu banyak lagi laku spiritual yang dilakukan hanya beberapa hari.
Dari praktik tapa yang keras atau nglakoni inilah lahir sikap rendah
hati, tidak mau menonjolkan diri, tidak minta ditinggikan, didahulukan,
sikap melayani masyarakatnya. Ini seharusnya menjadi model
kepanditaan Hindu di seluruh tanah air.

Media Hindu edisi April 2018Organisasi kewargaan yang berbasis klan atau soroh, sudah ada diBali, sejak sebelum kemerdek...
05/04/2018

Media Hindu edisi April 2018
Organisasi kewargaan yang berbasis klan atau soroh, sudah ada di
Bali, sejak sebelum kemerdekaan Indonesia. Menurut I Gde Pitana
pada tahun 2000 sudah ada 32 organisasi semacam ini. Ini sebuah
fenomena yang biasa saja sebenarnya. Di daerah-daerah lain di Indonesia,
khususnya yang memiliki ginealogi berdasarkan marga, seperti di
Sumatera Utama, tepatnya di Tanah Batak, perkumpulan semacam ini
juga ada.
Tertarik dengan organisasi kewargaan ini, Media Hindu ingin
membuat laporan utama tentangnya. Namun kami kesulitan untuk
menemukan sekretariat maupun pengurus organisasi-organisasi ini.
Hanya perkumpulan Pesemotan Pasek, Maha Gotra Pasek Sanak
Sapta Rsi (MGPSSR) yang memberi respon. Organisasi yang didirikan
17 April 1952 telah dikelola seperti sebuah organisasi modern, dengan
prinsip akuntabel dan transparan.
Karena dikelola dengan baik, organisasi ini memiliki lembagalembaga
yang memberi manfaat kepada masyarakat Bali secara umum,
tidak hanya untuk anggotanya saja, seperti krematoriun dan sekolah.
Tidak berlebihan bila dikatakan MGPSSR bisa menjadi model bagi
organisasi sejenis di Bali.

MEDIA HINDU EDISI 169 MARET 2018Keyakinan agama sangat mempengarahi manusia, dalam carapandang dan perilakunya. Ada yang...
12/03/2018

MEDIA HINDU EDISI 169 MARET 2018
Keyakinan agama sangat mempengarahi manusia, dalam cara
pandang dan perilakunya. Ada yang memandang kemanusiaan
sebagai satu kesatuan: indidualitas manusia diakui, tetapi di balik
yang tampak, jati diri manusia yang sesungguh, jiwanya, memiliki
kesatuan dan kesamaan dengan jiwa-jiwa semua makhluk.
Ada yang memandang kemanusiaan sebagai oposisi-biner
yang bermusuhan, yang lain dianggap ancaman yang harus
dimusnahkan. Ada agama yang banyak melahirkan kaum radikal,
intoleran, pelaku kekerasan dan terror. Sementara ada agama
yang banyak melahirkan para yogi yang mengajarkan kesatuan
kemanusiaan dan membawa kedamaian ke seluruh dunia.
Ada berbagai jawab atas pertanyaan ini. Misalnya, agama itu
dipengaruhi oleh tempat dan situasi di mana ia dilahirkan. Apakah
agama itu lahir di tanah tandus atau di negeri yang banyak sungai
dan hutannya; dalam konflik atau damai?
Apakah pendiri agama itu orang yang masih sepenuhnya
terlibat dalam urusan dunia, semacam kepala suku atau sudah
sepenuhnya memusatkan perhatian pada urusan spiritual, sebagai
wanaprastin atau sannyasin? Apakah paham ketuhanan yang
dianutnya: monotheisme atau pantheisme?
Mungkin masih ada banyak penjelasan lagi. Tetapi menurut
Bhagawad Gita keyakinan (sraddha) itu dipengaruhi oleh Tri
Guna. Jadi ada agama sattvika, agama rajasika dan agama tamasika.

Tuhan Aku Pulang ke Rumah Dharma-MuPemahaman pribadi saya meski mungkin ada yang beda pendapat dengan saya, bahwa saya m...
26/02/2018

Tuhan Aku Pulang ke Rumah Dharma-Mu
Pemahaman pribadi saya meski mungkin ada yang beda pendapat dengan saya, bahwa saya melihat pola ibadah Kejawen sangat kental corak Hindu.
Jadi saya dahulu menjalankan Hindu dengan setengah-setengah. Saya merasa tidak nyaman deng¬an predikat bahwa saya orang Islam KTP yaitu secara administrasi kependudukan kolom agama KTP saya Islam tapi saya tidak menjalankan ibadat Islam.
Saya pilih untuk menjadi peng¬anut agama yang 100%, yaitu saya pilih Hindu karena melihat apa yang saya dan keluarga besar saya lakukan yaitu membuat tumpeng, jenang abrit-pethak, bubur me¬rah-putih, kembang telon, dll.
Harga Rp. 25.000 (belum ongkir)

AtmabhodaPengetahuan tentang Diri adalah satu-satunya jalan untuk mencapai pembebasan (moksa). Atmabodha adalah buku yan...
26/02/2018

Atmabhoda
Pengetahuan tentang Diri adalah satu-satunya jalan untuk mencapai pembebasan (moksa). Atmabodha adalah buku yang mengulas secara detail tentang diri, tentang apakah pandangan hidup seseorang bersifat materialistik atau spi¬ritual sesuai dengan konsepsi¬nya tentang dirinya sendiri.
Jika seorang manusia menganggap dirinya sebagai makhluk fisik, maka ia seorang materialis, ia mengabdikan dirinya untuk pencapaian kekuasaan dan kenikmat¬an duniawi, kesenangan materi, dll. Bilamana ide-ide tersebut berkembang dalam masyarakat, akan terjadi pertumpahan darah, perang dan kehancuran.
Jika di sisi lain, ia menganggap dirinya entitas spiritual, ia mengikuti jalan penyucian diri, tidak mementingkan diri sendiri, penuh cinta kasih, dan dengan demikian menjadi sebuah kekuat¬an untuk mempromosikan perdamaian dan kebahagiaan untuk semua manusia.
Harga Rp. 40.000 (belum ongkir)

Sudah Terbit Majalah Media Hindu Edisi 168 Pebruari 2018.Selama 14 abad berkuasa di Indonesia, agama Hindu danBudha, tel...
05/02/2018

Sudah Terbit Majalah Media Hindu Edisi 168 Pebruari 2018.
Selama 14 abad berkuasa di Indonesia, agama Hindu dan
Budha, telah berhasil membangun peradaban yang kokoh,
dengan nilai-nilai penerimaan terhadap unsur-unsur local (asli),
sikap beragama yang moderat, mengakui keberagaman, cinta
pada seni dan budaya. Dengan ini seluruh potensi bangsa dapat
ditujukan untuk kemajuan bersama. Inilah yang menyebabkan
Nusantara berhasil melahirkan dua kerajaan besar, Sriwijaya
(berbasis Buidha abad 7) dan Majapahit (berbasis Hindu abad
14) yang dihormati dunia.
Ada harapan atau ramalan yang berbau magis, tentang siklus
waktu 7 abad, yaitu tentang akan lahirnya kembali Negara
besar di Nusantara. Tetapi harapan itu semakin jauh, yang
terjadi justru bayang-bayang perpecahan karena sikap intoleran,
radikalisme dan terorisme yang bernuansa agama yang semakin
meningkat. Serta penyalah-gunakan agama untuk merebut
kekuasaan.
Apakah Hindu masih punya kesempatan untuk
menyumbang atau menghidupkan kembali nilai-nilai luhur itu,
tanpa harus mengubah secara formal keyakinan yang ada?

Majalah Media Hindu Edisi Januari 2018 Sudah terbit. Bagi yang belum langganan bisa hubungi No (085217330333) Sekolah un...
21/12/2017

Majalah Media Hindu Edisi Januari 2018 Sudah terbit.
Bagi yang belum langganan bisa hubungi No (085217330333)
Sekolah unggulan biasanya menerima murid-murid dengan standar
kecerdasan tinggi, dengan demikian, lulusannya juga akan cerdas, tanpa
sekolah atau para guru berupaya terlalu keras. Ini normal saja. Walaupun
kadang-kadang ditambah dengan kriteria tidak mampu secara ekonomi,
ini juga tidask terlalu istimewa. Anak yang cerdas diajar sedikit akan
cerdas juga.
Tetapi kalau sekolah itu, menerima murid-murid dengan syarat
utamanya adalah anak-anak orang miskin, dengan kecerdasan rata-rata
bahkan di bawahnya, lalu setelah dididik menghasilkan anak-anak yang
cerdas, nah ini baru namanya sekolah unggulan.
Inilah yang dilakukan oleh SMA/SMK Bali Mandara, yang diprakarsai
oleh I Made Mangku Pastika. Untuk hal ini penghargaan patut diberikan
kepada Gubernur Bali ini.
Pada edisi ini dalam rubrik Jendela Dunia, kami juga memuat artikel
mengapa orang-orang Yahudi, yang jumlahnya hanya 15 juta di seluruh
dunia (0,02%, dari penduduk dunia), menerima hadiah nobel paling
banyak, 201 orang (22% dari seluruh penerima hadiah nobel)?
Ternyata jawabannya bukan gen, tetapi fokus pada pembelajaran
fisika dan sain lainnya. Faktor agama juga menunjang, yaitu dorongan
bagi anak Yahudi untuk rajin membaca kitab suci maupun tafsirnya dan
agama Yahudi ramah terhadap sains. Sekalipun penemuan baru di bidang
sain bertentangan dengan teks kitab suci mereka, misalnya teori evolusi
Darwin yang bertentangan dengan narasi Kitab Kejadian, tetapi mereka
tidak memusuhi atau mengutuknya, sebaliknya mereka mempelajarinya.

merasa eksistensinya terancam dengan kegiatanpenyebar agama lain, yang dengan kedok kegiatan sosial,memanfaatkan kemiski...
26/10/2017

merasa eksistensinya terancam dengan kegiatan
penyebar agama lain, yang dengan kedok kegiatan sosial,
memanfaatkan kemiskinan masyarakat setempat, berupaya
mengubah keyakinan Hindu, ke dalam keyakinan lain.
Tokoh-tokohnya lalu bergerak, mendirikan panti asuhan,
pendidikan dari tingkat terendah. Ini memiliki tujuan ganda,
mengembangkan potensi anak-anak dari keluarga tidak
mampu dan sekaligus menjaga eksistensi Hindu di desa
mereka.
Kita mengharapkan upaya ini berhasil, karena itu harus
didukung oleh semua pihak. Dan kelak dapat dijadikan
contoh, atau purwa rupa, bagi seluruh desa pakraman di
Bali, untuk menjaga “ajeg Bali” atau “ajeg Hindu”, atau Bali
sebagai “Pulau Dewata”.
Oleh karena itu, di dalam awig-awig desa pakraman di
seluruh Bali, di samping aturan tentang suka-duka, yang
umumnya terkait dengan upakara perkawinan, kematian,
piodalan, menjaga kesucian lingkungan – yang sekalipun
berbeda tapi tak dapat dipisahkan dengan kelestarian
lingkungan – tetapi juga diatur tentang membantu anakanak
yang kurang mampu, apakah karena orang tuanya
tidak ada, atau kalau masih ada tetapi tidak mampu secara
ekonomi.
MH 165 NOVEMBER 2017

Majalah Media Hindu 162 Agustus 2017Mahasabha XI yang dilaksanakan padatanggal 21-24 Oktober 2016 di Surabaya, telahberj...
09/08/2017

Majalah Media Hindu 162 Agustus 2017
Mahasabha XI yang dilaksanakan pada
tanggal 21-24 Oktober 2016 di Surabaya, telah
berjalan dengan baik, tertib, mngikuti AD/ART ,
mencerminkan pertemuan para tokoh Hindu yang
menjunjung tinggi etika dan moral.
Beberapa rekomendasi dihasilkannya, ada
yang sudah baik, sesuai dengan keadaan dan
kebutuhan masyarakat Hindu. Ada yang tidak
perlu tetapi dibuat. Ada yang perlu segera, tetapi
dilempar ke Sabha Walaka. Ada yang perlu tetapi
malah tidak dibuat.
Ada juga masalah-masalah organisasi
yang tidak diantisipasi oleh mahasabha, yaitu
tentang pengurus yang ingin maju dalam pilkada
untuk mengabdi dalam jabatan publik. Ini belum
diatur di dalam AD/ART, karena itu perlu segera
dikeluarkan pedoman, agar jelas bagi semua
pihak, baik mereka yang ingin maju dalam
pilkada maupun PHDI sebagai lembaga tertinggi
masyarakat Hindu.

Sebelum kemerdekaan Indonesia, ketika pulau Bali masih "tertutup" sangat sulit bagi orang Bali untuk pindah agama, padah...
11/07/2017

Sebelum kemerdekaan Indonesia, ketika pulau Bali masih "tertutup" sangat sulit bagi orang Bali untuk pindah agama, padahal, seperti dikatakan oleh Clifford Geertz, orang Bali lebih banyak melaksanakan agamanya dari pada memikirkannya. Sekalipun missionaris Kristen sudah giat beroperasi di Bali. Ini karena ada pandangan orang Bali yang pindah agama dianggap sudah mati oleh keluarga dan banjarnya.
Setelah kemerdekaan, orang Bali pergi keluar Bali,
orang luar Bali masuk Bali, keadaan itu mulai berubah
dengan cepat. Orang-orang Bali, laki-laki maupun
perempuan, mudah beralih agama, terutama karena
perkawinan, karena bantuan sosial, atau kemudahan karir.
Padahal sejak diakuinya agama Hindu sebagai agama
yang sah di Indonesia, pada awal tahun 1960, pendidikan
agama Hindu diajarkan di sekolah-sekolah umum,
sekolah-sekolah dan perguruan tinggi agama didirikan.
Ini berarti sistem pendidikan Hindu memiliki kelemahan
fundamental: tidak mampu menumbuhkan kebanggaan
sebagai Hindu. Sistem pendidikan agama Hindu harus
dievaluasi secara menyeluruh, karena pasraman kilat dengan
nama apapun, hanya memberi bantuan kecil saja.
Baca selanjutnya di Majalah Media Hindu Edisi Juli 2017

Di seluruh dunia, terlepas dari ras atau budaya, orang menyapa satu sama lain. Tujuan dari salam di seluruh dunia dapat ...
14/06/2017

Di seluruh dunia, terlepas dari ras atau budaya, orang menyapa satu sama lain. Tujuan dari salam di seluruh dunia dapat bervariasi dan alasan di belakang mereka umumnya meliputi: (1) menunjukkan perhatian dan pengakuan dari kehadiran orang lain; (2) Sengaja membuat kehadiran seseorang diketahui secara formal atau informal; (3) Menyarankan kedekatan dan jenis hubungan antara orang-orang atau kelompok; (4) menunjukkan identitas keyakinannya.
Untuk yang terakhir, sikap Hindu tampak jelas dalam caranya bersalaman. Dengan merangkap kedua tangannya dan mengambil sikap Namaskar, Namaste atau Anjali Mudra. Ini mengandung makna Hindu tidak menempatkan Tuhan di lapisan langit keberapa jauh di atas sana. Bagi Manusia Hindu Tuhan meliputi segala-galanya, maka semua bentuk, semua wujud kehidupan patut dihormati.
selengkapnya baca di Media Hindu Edisi 160 Juni 2017

Address

Jalan Swakarsa 1 No. 8 Pondok Kelapa Duren Sawit Jakarta Timur
Jakarta
13450

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Media Hindu posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share