16/09/2026
“Hanyut Di Antara Buku-buku”
Ada tempat yang membuat kami berdua bisa lupa waktu: di depan rak buku ☻
Bersama Pastor Andy Ambarita@ dari Sydney, Australia, kami sedang menikmati dan melihat-lihat sebagian dari koleksi buku milik mendiang Pdt. Dr. Jacob Nahuway, M.A.
Bagi kami, buku bukan sekadar memenuhi rak. Di dalamnya ada pemikiran, pengalaman, pengetahuan, dan hikmat yang dapat memperluas cara kita melihat kehidupan dan pelayanan.
Kami berdua memang punya kesukaan yang sama, yakni senang membaca, terutama ketika sedang mempersiapkan bahan khotbah untuk jemaat.
Saya percaya, seorang pengkhotbah tidak boleh berhenti belajar. Sebelum berdiri untuk berbicara, kita perlu duduk untuk membaca. Sebelum mengajar orang lain, kita sendiri harus terus mau diajar.
Alkitab tetap menjadi sumber utama dan fondasi pemberitaan Firman Tuhan, sementara buku-buku yang baik menolong kita memperkaya wawasan, memahami konteks, mempertajam pemikiran, dan menyampaikan kebenaran dengan lebih relevan kepada jemaat.
“Berusahalah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu.”
— 2 Timotius 2:15
Terus membaca. Terus belajar. Terus bertumbuh.
Karena mimbar yang kuat dibangun jauh sebelum kita naik ke mimbar.
Khotbah yang hebat dirintis jauh sebelum kita mulai berkhotbah.
Konteks Foto: Sebelum acara Kelapa Gading Praise Festival (KGPF) Chapter 2, pada tanggal 23 Mei 2026, di Ruang Gembala studi Pdt. Jacob Nahuway.