GKMI Anugerah Rayon Kembangan

GKMI Anugerah Rayon Kembangan ELEGANT (Engaged, Loyal, Endurant, Grateful, Authentic, conteNT) We are a small yet dynamic Church which stands firm to the 5 Solas:

1.

Sola Scriptura ("by Scripture alone")

2. Sola Fide ("by Faith alone")

3. Sola Gratia ("by Grace alone")

4. Solus Christus or Solo Christo ("Christ alone" or "through Christ alone")

5. Soli Deo Gloria ("Glory to God alone")

Jangan biarkan iman berhenti pada rutinitas ibadah dan identitas sebagai orang percaya. Kiranya setiap perjumpaan dengan...
04/09/2026

Jangan biarkan iman berhenti pada rutinitas ibadah dan identitas sebagai orang percaya. Kiranya setiap perjumpaan dengan Tuhan sungguh mengubahkan hati, hidup, dan cara kita berjalan bersama-Nya. πŸ€πŸ™


Renungan Mezbah KeluargaJumat, 4 September 2026Bacaan Alkitab: Yehezkiel 18–20Perenungan: Yehezkiel 18:2–4; 18:23; 20:43...
03/09/2026

Renungan Mezbah Keluarga
Jumat, 4 September 2026
Bacaan Alkitab: Yehezkiel 18–20
Perenungan: Yehezkiel 18:2–4; 18:23; 20:43–44
====================

*β€œJangan Terus Menyalahkan Masa Lalu”*

Saudara....
Ada satu kebiasaan yg hampir selalu muncul ketika sesuatu berjalan tidak beres: _mencari siapa yg salah._

Anak bermasalah dengan tetangga , orangtua disalahkan. Keluarga berantakan, mertua akan menyalahkan menantunya. Kerjaan ndak beres, pimpinan disalahkan, atau anak buah (yg paling lemah) yang dikorbankan.

Gereja ndak bertumbuh, pendeta yg disalahkan... pendeta ganti menyalahkan majelis karena tidak mendukung 😁

Hmmm.. kadang memang ada kesalahan orang lain yg ikut membentuk keadaan jadi kacau. Tetapi kalau semua kesalahan selalu kita letakkan pada orang lain, kapan kita mulai jujur untuk instropeksi melihat diri sendiri?

Nah... Yehezkiel 18 dimulai dengan sebuah peribahasa yg rupanya populer di antara orang Israel:

_"Ayah-ayah makan buah mentah dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu."_ (Yehezkiel 18:2)

Maksudnya kurang lebih begini: _"Kami menderita begini ini gara gara kesalahan generasi sebelum kami."_ (kayak Trump yang selalu menyalahkan Biden 😁)

Ada benarnya, mungkin.
Bangsa Israel memang menerima akibat dari keputusan buruk para pemimpin dan generasi sebelumnya. Tetapi Tuhan tidak membiarkan mereka berhenti di sana.

Tuhan berkata:

_"Sungguh, semua jiwa Aku punya!... dan orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati."_ (Yehezkiel 18:4)

Perhatikan....
Tuhan sedang membawa mereka dari kebiasaan _menyalahkan_ menuju keberanian _bertanggung jawab._

Kita memang tidak bisa memilih semua hal yg terjadi pada masa lalu, sama seperti kita tidak bisa memilih keluarga tempat kita dilahirkan. Musal, kita tidak bisa mengubah keputusan orang-orang sebelum kita, tetapi kita masih bisa menentukan _bagaimana kita meresponsnya hari ini._

Dan yg lebih indah, Tuhan tidak mengatakan:

_"Sudah telanjur. Terima saja nasibmu."_

Tidak. Tuhan justru berkata:

_"Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik?... Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup?"_ (Yehezkiel 18:23)

Nah....
Ini penting.
Sebab tujuan Tuhan bukan mencari siapa yg bisa dihukum. Tuhan menginginkan manusia berbalik dan hidup.

Karena itu pasal 18 ditutup dengan panggilan:

_"Bertobatlah dan berpalinglah..."_

Lalu pasal 19 berisi ratapan tentang para pemimpin Israel. Mereka sebenarnya mendapat posisi, kekuatan dan kesempatan. Tetapi kekuasaan itu tidak digunakan dengan benar, sehingga akhirnya membawa kehancuran.

Artinya, setiap generasi dan setiap pemimpin tetap harus bertanggung jawab atas pilihannya sendiri.

Kemudian pasal 20 membawa kita melihat perjalanan panjang Israel.

Dari Mesir...
Padang gurun...
Sampai tanah perjanjian.
Dan kalau dibaca, polanya berulang terus.

Tuhan menolong.
Umat memberontak.
Tuhan mengingatkan.
Mereka memberontak lagi.

Waduh....
Kok ndak kapok-kapok ya. 😁

Walau demikian di tengah ketidaksetiaan manusia, _Tuhan tetap setia._ Bukan karena Israel hebat, tetapi karena Tuhan menjaga kekudusan nama-Nya dan tetap bekerja membawa umat-Nya kembali.

Tuhan berkata:

_"Di sana kamu akan teringat kepada kelakuanmu... dan kamu akan merasa mual melihat dirimu sendiri... Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, tatkala Aku bertindak terhadapmu oleh karena nama-Ku..."_ (Yehezkiel 20:43–44)

Saudara....
Perhatikan alur bacaan hari ini.

Pasal 18 berkata: *berhentilah hanya menyalahkan generasi sebelumnya. Bertanggung jawablah atas hidupmu hari ini.*

Pasal 19 menunjukkan bahwa *pemimpin pun harus bertanggung jawab atas pilihan dan tindakannya.*

Lalu pasal 20 memperlihatkan bahwa *di tengah kegagalan manusia dari generasi ke generasi, Tuhan tetap bekerja memanggil umat-Nya kembali.*

Nah... kita semua membawa cerita masa lalu. Tetapi ingat, masa lalu tidak harus menjadi penjara yg menentukan seluruh masa depan kita. Di dalam Tuhan selalu ada kemungkinan untuk *berbalik, berubah dan memulai kehidupan* yg baru.

Jadi jangan habiskan hidup hanya dengan bertanya:

_"Siapa yg membuat aku menjadi seperti ini?"_

Sesekali kita perlu bertanya:

_"Dengan pertolongan Tuhan, aku mau menjadi manusia seperti apa mulai hari ini?"_

Bersama Tuhan, kita dapat berhenti mewariskan kesalahan yg sama kepada generasi berikutnya.

*Pertanyaan Refleksi*

1. Adakah bagian kehidupan yg selama ini terus kita salahkan kepada masa lalu atau orang lain, sehingga kita lupa mengambil tanggung jawab untuk berubah?

2. Pola hidup apakah yg perlu kita hentikan hari ini supaya tidak terus diwariskan kepada generasi berikutnya?

*Mari kita berdoa:*

"Tuhan, berikan kami keberanian untuk melihat kehidupan kami dengan jujur. Ampuni ketika kami lebih mudah menyalahkan orang lain daripada bertobat dan berubah. Pulihkan luka masa lalu kami dan tolong kami mengambil tanggung jawab atas kehidupan yg Engkau percayakan hari ini. Putuskan pola-pola yg tidak baik dan bentuklah hidup kami supaya menjadi berkat bagi generasi berikutnya. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin."

TAD – Ani

https://open.spotify.com/episode/72BVljINi0B21MuakCAxdu?si=DZHXwBFeRbeieIICbwaPgg&utm_source=whatsapp

ARK Podcast Β· Episode

Renungan Mezbah KeluargaKamis, 3 September 2026Bacaan Alkitab: Yehezkiel 16–17Perenungan: Yehezkiel 16:8; 16:15; 17:22–2...
02/09/2026

Renungan Mezbah Keluarga
Kamis, 3 September 2026
Bacaan Alkitab: Yehezkiel 16–17
Perenungan: Yehezkiel 16:8; 16:15; 17:22–24
====================

*β€œJangan Lupa Siapa yang Membesarkan Kita”*

Saudara....

Ada cerita klasik tentang anak yg setelah sukses, hidupnya berubah. Dulu ketika masih susah, orangtuanya yg membantu. Disekolahkan, diberi makan, ditemani ketika sakit, bahkan kadang orangtua sendiri rela tidak membeli sesuatu supaya kebutuhan anaknya terpenuhi.

Setelah anaknya berhasil...
Rumahnya bagus. Mobilnya bagus...Eh..pergaulannya dan sifatnya juga berubah.

Ketika orangtuanya yg sederhana datang, ia malah merasa malu.

Waduh....
Kisah Malinkundang berulang kembali. Dibesarkan dalam perjuangan ortu, tetapi melupakan orang tua yg dahulu berjuang mati matian membesarkannya.

Nah... Yehezkiel 16 memakai gambaran yg jauh lebih tajam untuk menceritakan hubungan Tuhan dengan Yerusalem. Tuhan menggambarkan Yerusalem seperti bayi yg baru lahir dan dibuang begitu saja.

Tidak ada yg merawatnya, tidak ada yg memandikannya. Tidak ada yg membungkusnya. Lalu Tuhan datang, melihatnya dan berkata:

_"Engkau harus hidup!"_ (Yehezkiel 16:6)

Tuhan merawatnya...membesarkannya. Memberikan pakaian, perhiasan dan segala sesuatu yg baik.

Kemudian Tuhan berkata:

_"Aku mengembangkan kain-Ku kepadamu dan menutupi auratmu... Aku mengadakan perjanjian dengan engkau... dan dengan itu engkau Aku punya."_ (Yehezkiel 16:8)

Perhatikan....

Yerusalem menjadi indah bukan karena sejak awal ia elok. *Ia menjadi indah karena dikasihi Tuhan.* Tetapi kemudian terjadi sesuatu yg menyedihkan.

_"Tetapi engkau mengandalkan kecantikanmu..."_ (Yehezkiel 16:15)

Nah....
Ini titik persoalannya.
Berkat Tuhan yg dahulu membuat mereka bersyukur, perlahan-lahan justru membuat mereka sombong dan merasa hebat. Mereka menikmati pemberian Tuhan, tetapi meninggalkan Sang Pemberi. Mereka lupa dari mana semuanya berasal.

Bukankah kita juga bisa begitu? Ketika masih susah, kita berdoa sungguh-sungguh.

_"Tuhan, tolong aku...."_

Setelah pekerjaan mulai membaik dan berhasil, ekonomi menanjak, keluarga mapan, bisnis dan jaringan berkembang... Eh lupa doa pagi... Datang ke Gereja juga jarang jarang... itu pun setelah didatangi pak pendetanya😁

Awas kalau nanti Tuhan cabut itu semua berkat dan kemurahanNya.. jangan nangis gulung koming ya..

Saudara....

Pasal 16 memang keras. Tuhan menunjukkan betapa seriusnya ketidaksetiaan umat-Nya.
Tetapi menariknya, pasal itu tidak berakhir hanya dengan penghukuman. Tuhan masih berkata bahwa Ia akan _mengingat perjanjian-Nya_ (Yehezkiel 16:60).

Lalu pasal 17 memakai perumpamaan tentang dua burung rajawali dan pohon anggur. Isinya berkaitan dengan permainan politik Yehuda yg mencoba mencari keamanan dengan mengandalkan kekuatan bangsa lain.

Sekali lagi masalah yg sama muncul:

_umat Tuhan lebih percaya kepada kekuatan lain daripada kepada Tuhan._

Walau demikian, di bagian akhir pasal 17, tiba-tiba Tuhan memberikan sebuah janji. Tuhan sendiri akan mengambil sebuah pucuk dari pohon aras dan menanamnya di gunung yg tinggi.

_"Aku sendiri akan mengambil sebuah carang dari puncak pohon aras yang tinggi..."_ (Yehezkiel 17:22)

Dan carang itu akan tumbuh menjadi pohon yg besar, tempat burung-burung bernaung.

Wow....
Di tengah kegagalan manusia, _Tuhan ternyata belum berhenti bekerja._

Tapi ingat, kemurah hatian Tuhan itu buat Israel, jangan uji Tuhan dengan ketidaktahuan kita bersyukur dan berterima kasih.

Saudara....

Perhatikan alur bacaan hari ini.

Pasal 16 menunjukkan *umat yg dahulu tidak punya apa-apa, dikasihi dan dibesarkan Tuhan, tetapi kemudian melupakan-Nya.*

Pasal 17 menunjukkan *mereka mencari rasa aman dengan mengandalkan kekuatan manusia.*

Tetapi di tengah ketidaksetiaan itu, Tuhan tetap menyatakan bahwa *Ia tidak melupakan perjanjian-Nya.*

Nah... mungkin bahaya terbesar bukan ketika kita sedang susah. Kadang justru ketika hidup mulai berhasil... dan mulai sombong, dan berkata:

_"Aku bisa sendiri."_

Karena itu, ketika hidup kita semakin diberkati, jangan semakin jauh dari Tuhan. Justru semakinlah mengingat:

_Siapa yg dahulu menemukan kita._

_Siapa yg mengangkat kita._

_Siapa yg memelihara kita sampai hari ini._

*Pertanyaan Refleksi*

1. Adakah berkat atau keberhasilan yg tanpa kita sadari justru mulai membuat kita semakin jauh dari Tuhan?

2. Ketika melihat perjalanan hidup kita sampai hari ini, masihkah kita mengingat dan mensyukuri siapa yg telah memelihara kita?

*Mari kita berdoa:*

"Tuhan, jangan biarkan berkat-Mu justru membuat kami melupakan-Mu. Ingatkan kami bahwa segala sesuatu yg kami miliki adalah karena kasih dan pemeliharaan-Mu. Ampuni ketika kami lebih mengandalkan kekuatan sendiri daripada Engkau. Ajari kami tetap rendah hati, setia dan melekat kepada Kristus, sebab Engkaulah yg memelihara hidup kami sampai hari ini. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin."

TAD – Ani

https://open.spotify.com/episode/4XTd88yLZp6izDwn5QfHZS?si=oryTCIIPTuCpWu1GPXSv3Q&utm_source=whatsapp

ARK Podcast Β· Episode

Jangan sampai kesibukan membuat kita jauh dari Pribadi yang paling kita butuhkan. Mari kembali melekat kepada Tuhan dan ...
02/09/2026

Jangan sampai kesibukan membuat kita jauh dari Pribadi yang paling kita butuhkan. Mari kembali melekat kepada Tuhan dan membiarkan Dia memimpin setiap langkah kita. 🀍


Renungan Mezbah KeluargaRabu, 2 September 2026Bacaan Alkitab: Yehezkiel 13–15Perenungan: Yehezkiel 13:10–12; 14:3; 15:2–...
01/09/2026

Renungan Mezbah Keluarga
Rabu, 2 September 2026
Bacaan Alkitab: Yehezkiel 13–15
Perenungan: Yehezkiel 13:10–12; 14:3; 15:2–5
====================

*β€œJangan Cuma Kelihatan Baik”*

Saudara....

Sekarang ini kita hidup di zaman foto.
Mau makan... foto dulu. 😁. Mau liburan... foto.
Ketemu teman... foto.
Bahkan kadang mau ibadah pun sempat selfie dulu.

Dan teknologi sekarang hebat sekali. Wajah kusam bisa dibuat cerah. Jerawat hilang. Kerutan berkurang. Bahkan wajah bisa dibuat lebih tirus. Tinggal pilih filter.

Hasilnya?

_"Wah... cakep tenan."_ 😁

Padahal orang aslinya ya... sudahlah. Hahaha....
Nah... filter memang bisa mengubah _apa yg kelihatan_, tetapi tidak mengubah _keadaan yg sebenarnya._

Dan ternyata kehidupan rohani juga bisa memakai "filter". Dari luar kelihatan baik. Bicara super rohani, rajin ke komsel. Aktif pelayanan. Tetapi Tuhan melihat jauh lebih dalam daripada apa yg kelihatan.

Nah... gambaran seperti inilah yg kita temukan dalam Yehezkiel 13.

Saat keadaan bangsa Yehuda sebenarnya sedang menuju kehancuran, muncul nabi-nabi palsu yg justru memberikan pesan yg menenangkan.

Mereka berkata:

_"Damai sejahtera!"_
Padahal tidak ada damai sejahtera.

Tuhan menggambarkannya seperti orang yg membangun tembok, lalu:

_"...mereka mengapurnya."_ (Yehezkiel 13:10)

Kelihatannya bagus. Tetapi ketika hujan deras, angin dan badai datang, tembok itu roboh.

Lalu Tuhan bertanya:

_"Di manakah kapur yang kamu oleskan itu?"_ (Yehezkiel 13:12)

Waduh...
Ternyata _membuat sesuatu kelihatan baik tidak otomatis membuatnya menjadi baik._

Kadang kita juga begitu. Ada masalah dalam keluarga, tetapi ditutup-tutupi. Anak punya kebiasaan buruk, dianggap biasa. Ada dosa yg belum diberesin, tetapi masih nampak rajin ibadah dan pelayanan. Kita merasa semuanya baik-baik saja.

Kita memakai _"filter rohani"_ dihadapan bnyk orang. Padahal Tuhan tahu karena Ia tidak hanya melihat tampilan luarnya.

Nah... pasal 14 bahkan masuk lebih dalam lagi. Beberapa tua-tua Israel datang menemui Yehezkiel. Dari luar kelihatannya baik. Mereka datang kepada nabi Tuhan.

Tetapi Tuhan berkata:

_"Orang-orang ini menjunjung berhala-berhala mereka dalam hatinya..."_ (Yehezkiel 14:3)

Lho...
Berhalanya ternyata (bisa) tidak kelihatan. Bukan patung yg sedang mereka bawa.

_Berhalanya ada di hati._

Ini yg lebih sulit dideteksi. Sebab kita bisa membuang patung dari rumah, tetapi belum tentu mudah membuang "berhala" dari hati, seperti ambisi, uang, jabatan, popularitas, kenyamanan. Bahkan pelayanan pun bisa menjadi berhala kalau yg kita cari bukan lagi Tuhan, tetapi pengakuan bagi diri sendiri.

Lalu pasal 15 memakai gambaran lain: *kayu pohon anggur.*

Kayu anggur bukan kayu yg kuat untuk membuat meja, kursi atau tiang rumah. Nilainya terutama ada pada *buahnya.*

Kalau tidak menghasilkan buah, kayunya hampir tidak berguna. Nah... pesan Tuhan menjadi semakin jelas. Umat Israel tidak dipilih Tuhan hanya supaya punya identitas sebagai *"umat Tuhan".*

Mereka dipanggil untuk _menghasilkan buah kehidupan yg sesuai dengan kehendak-Nya._

Saudara....
Perhatikan alur bacaan hari ini.

Pasal 13 berbicara tentang *sesuatu yg kelihatan bagus tetapi sebenarnya rapuh.*

Pasal 14 berbicara tentang *orang yg kelihatan mencari Tuhan tetapi menyimpan berhala di dalam hati.*

Pasal 15 berbicara tentang *pohon anggur yg seharusnya menghasilkan buah.*

Semuanya seperti sedang mengatakan hal yg sama:

*Jangan cuma kelihatan baik.*

Sebab iman bukan "filter" untuk membuat kehidupan kita terlihat lebih rohani. Tuhan ingin masuk lebih dalam untuk memeriksa fondasi, membersihkan hati, agar kita bisa menghasilkan buah.

Yesus berkata:

_"Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu... barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak."_ (Yohanes 15:4–5)

Jadi tujuan kehidupan rohani bukan supaya kita _kelihatan_ semakin baik. Tetapi supaya kita semakin _melekat_ kepada Kristus dan menghasilkan *buah* yg nyata.

Filter bisa memperbaiki apa yg dilihat orang. Tetapi hanya Tuhan yg dapat memperbarui apa yg ada di dalam hati.

*Pertanyaan Refleksi*

1. Adakah bagian kehidupan kita yg selama ini kita beri "filter" supaya terlihat baik, padahal sebenarnya perlu sungguh-sungguh diperbaiki?

2. Berhala apakah yg mungkin tidak terlihat dari luar, tetapi diam-diam mulai mengambil tempat Tuhan di dalam hati kita?

*Mari kita berdoa:*

"Tuhan, kami tidak ingin hanya terlihat baik dari luar. Periksalah hati kami dan tunjukkan bagian hidup yg masih kami sembunyikan atau tutupi. Singkirkan setiap berhala dari hati kami. Tolong kami semakin melekat kepada Kristus, supaya hidup kami menghasilkan buah yg nyata dan memuliakan nama-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin."

TAD – Ani

https://open.spotify.com/episode/2Bbiw4zeqSfOh3ErqDXMYa?si=syVNvZGCTj2qAi20BdRtKw&utm_source=whatsapp

ARK Podcast Β· Episode

Renungan Mezbah KeluargaSelasa, 1 September 2026Bacaan Alkitab: Yehezkiel 9–12Perenungan: Yehezkiel 11:19–20; 12:2======...
31/08/2026

Renungan Mezbah Keluarga
Selasa, 1 September 2026
Bacaan Alkitab: Yehezkiel 9–12
Perenungan: Yehezkiel 11:19–20; 12:2
=====================

*β€œPunya Mata, Tetapi Tidak Melihat”*

Saudara....

Kadang kita mencari kacamata ke mana-mana.

Di meja ndak ada. Di kamar ndak ada. Tanya orang rumah:

_"Kacamataku di mana ya?"_

Eh... ternyata sejak tadi kacamatanya nangkring di atas kepala. 😁

Matanya sehat, kacamatanya ada, tetapi kok tidak melihat apa yg sebenarnya dekat sekali.

Nah... ternyata kebutaan tidak selalu berarti mata kita rusak.

Ada juga kebutaan karena kita tidak lagi peka melihat apa yg sedang terjadi.

Itulah yg dikatakan Tuhan kepada Yehezkiel:

_"Engkau tinggal di tengah-tengah kaum pemberontak, yang mempunyai mata untuk melihat, tetapi tidak melihat dan mempunyai telinga untuk mendengar, tetapi tidak mendengar..."_ (Yehezkiel 12:2)

Waduh...

Mereka sebenarnya sudah melihat banyak tanda.

Yeremia sudah memperingatkan.

Yehezkiel juga menyampaikan firman Tuhan.

Yerusalem sedang menuju kehancuran.

Tetapi mereka tetap merasa semuanya akan baik-baik saja.

Pasal 9–10 bahkan menggambarkan sesuatu yg sangat serius. Penghukuman mulai terjadi dan kemuliaan Tuhan perlahan-lahan meninggalkan Bait Allah.

Perhatikan...

Pasal sebelumnya menunjukkan berhala sudah masuk ke Bait Allah.

Sekarang pasal 10 menunjukkan *kemuliaan Tuhan justru keluar dari sana.*

Ini tragis sekali.

Bangunannya masih ada.

Aktivitas agama mungkin masih berjalan.

Tetapi kehadiran Tuhan sedang meninggalkan mereka.

Jangan-jangan hal seperti itu juga bisa terjadi dalam kehidupan rohani kita.

Aktivitasnya masih ada.

Ibadah jalan.

Pelayanan jalan.

Tetapi hati sudah kehilangan kepekaan kepada Tuhan.

Nah... di tengah gambaran yg gelap itu, pasal 11 tiba-tiba memberikan sebuah janji:

_"Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat."_ (Yehezkiel 11:19)

Wow...

Ternyata Tuhan tidak hanya ingin mengubah keadaan mereka.

*Tuhan ingin mengganti hati mereka.*

Sebab masalah terbesar umat Tuhan bukan Babel.

Bukan Yerusalem yg akan runtuh.

Tetapi hati yg sudah menjadi keras.

Lalu pasal 12 menunjukkan Yehezkiel kembali melakukan tindakan simbolis. Ia mengemasi barang-barangnya seperti orang yg akan pergi ke pembuangan.

Mengapa harus begitu?

Karena mereka sudah terlalu sering mendengar firman tetapi tidak lagi sungguh-sungguh mendengarnya.

Maka Tuhan membuat mereka *melihat* pesan itu melalui kehidupan Yehezkiel.

Saudara....

Perhatikan alur bacaan hari ini.

Pasal 9–10 menunjukkan *akibat serius ketika umat terus menolak Tuhan.*

Pasal 11 memberikan pengharapan bahwa *Tuhan sanggup memberikan hati dan roh yg baru.*

Lalu pasal 12 menunjukkan masalah mereka: *punya mata tetapi tidak melihat, punya telinga tetapi tidak mendengar.*

Jadi... mungkin persoalan kita bukan karena Tuhan tidak pernah berbicara.

Jangan-jangan Tuhan sudah berkali-kali berbicara, tetapi kita yg tidak lagi peka mendengarnya.

Karena itu kita membutuhkan lebih dari sekadar mata yg sehat dan telinga yg berfungsi.

Kita membutuhkan *hati yg baru.*

Hati yg lembut.

Hati yg masih bisa ditegur.

Hati yg mau mendengar.

Sebab ketika hati mulai keras, sesuatu yg sudah sangat jelas pun bisa tidak kelihatan.

*Pertanyaan Refleksi*

1. Adakah sesuatu yg sebenarnya sudah berkali-kali Tuhan tunjukkan, tetapi selama ini kita memilih untuk tidak melihat atau mendengarnya?

2. Apakah hati kita masih lembut untuk ditegur dan dibentuk oleh firman Tuhan?

*Mari kita berdoa:*

"Tuhan, ampuni kami ketika mempunyai mata tetapi tidak melihat dan mempunyai telinga tetapi tidak mendengar suara-Mu. Jauhkan hati yg keras dari dalam diri kami dan berikanlah hati yg baru, yg lembut dan taat kepada-Mu. Bukalah mata kami untuk melihat pekerjaan-Mu dan telinga kami untuk mendengar firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin."

TAD – Ani

https://open.spotify.com/episode/6oesnLxp9hGsYmaXc4eNlD?si=F7e8RMnUQWu0VOKjOi7G9Q&utm_source=whatsapp

ARK Podcast Β· Episode

Renungan Mezbah KeluargaSenin, 31 Agustus 2026Bacaan Alkitab: Yehezkiel 5–8Perenungan: Yehezkiel 6:9; 8:6; 8:12=========...
31/08/2026

Renungan Mezbah Keluarga
Senin, 31 Agustus 2026
Bacaan Alkitab: Yehezkiel 5–8
Perenungan: Yehezkiel 6:9; 8:6; 8:12
=====================

*β€œYang Tidak Kelihatan dari Luar”*

Saudara....

Kalau kita membeli buah, biasanya yg pertama dilihat adalah bagian luarnya. Warnanya bagus, kulitnya mulus, kelihatannya segar.

Tapi kadang setelah dibelah...

Lho, kok dalamnya busuk? 😁

Dari luar baik-baik saja. Masalahnya baru kelihatan ketika bagian dalamnya dibuka.

Bukankah kehidupan rohani juga bisa begitu?

Dari luar kita masih kelihatan baik. Masih ke gereja, berdoa, melayani, bahkan bicara tentang Tuhan. Tetapi Tuhan tidak hanya melihat apa yg tampak dari luar. Ia juga melihat apa yg tersembunyi di dalam hati.

Nah... itulah yg diperlihatkan Tuhan kepada Yehezkiel dalam pasal 5–8.

Pasal 5 menggambarkan penghukuman atas Yerusalem. Kota yg seharusnya menjadi pusat kehidupan umat Tuhan justru telah memberontak kepada-Nya.

Kemudian pasal 6 menunjukkan akar persoalannya: *berhala.*

Tuhan berkata:

_"...hati mereka yang berzinah dan menjauh dari pada-Ku dan mata mereka yang berzinah dengan mengikuti berhala-berhala mereka."_ (Yehezkiel 6:9)

Perhatikan...

Persoalannya ternyata bukan sekadar ada patung berhala.

Masalah sebenarnya adalah *hati yg menjauh dari Tuhan.*

Berhala selalu dimulai dari hati.

Apa pun yg perlahan mengambil tempat Tuhan sebagai sumber rasa aman, kebahagiaan, harga diri dan pengharapan kita... bisa menjadi berhala.

Lalu pasal 7 memperlihatkan bahwa akibat dari pemberontakan itu akhirnya datang. Kekayaan dan harta yg selama ini mereka andalkan ternyata tidak mampu menyelamatkan mereka.

Nah... pasal 8 lebih mengejutkan lagi.

Tuhan membawa Yehezkiel dalam penglihatan ke Bait Allah di Yerusalem.

Seharusnya Bait Allah menjadi tempat paling kudus.

Tetapi Tuhan berkata:

_"Hai anak manusia, kaulihatkah apa yang mereka perbuat?... kekejian-kekejian besar yang dilakukan kaum Israel di sini, sehingga Aku harus menjauhkan diri dari tempat kudus-Ku?"_ (Yehezkiel 8:6)

Waduh...

Ternyata berhala bukan berada jauh di luar Bait Allah.

Berhala sudah masuk ke dalamnya.

Bahkan ada orang-orang yg melakukannya secara sembunyi-sembunyi sambil berkata:

_"TUHAN tidak melihat kita."_ (Yehezkiel 8:12)

Nah... ini yg bahaya.

Kita mungkin bisa menyembunyikan sesuatu dari keluarga, teman, jemaat, bahkan pendeta.

Tetapi kita tidak pernah bisa menyembunyikan hati dari Tuhan.

Saudara....

Perhatikan alur bacaan hari ini.

Pasal 5 menunjukkan *kehidupan umat yg sudah rusak.*

Pasal 6 memperlihatkan *akar kerusakannya: hati yg meninggalkan Tuhan dan berpaling kepada berhala.*

Pasal 7 menunjukkan *hal-hal yg mereka andalkan ternyata tidak mampu menyelamatkan.*

Lalu pasal 8 membuka sesuatu yg selama ini tersembunyi: *bahkan di tempat ibadah pun hati mereka sudah jauh dari Tuhan.*

Jadi... persoalan rohani kita tidak selalu kelihatan dari luar.

Kita bisa terlihat "baik-baik saja", tetapi Tuhan tahu apa yg sedang terjadi di dalam hati.

Karena itu mungkin sesekali kita perlu berhenti memeriksa orang lain dan mulai bertanya kepada diri sendiri:

*"Apa yg sebenarnya sedang memenuhi ruang hati kita?"*

Apakah Tuhan masih menjadi pusatnya?

Atau diam-diam sudah ada hal lain yg mengambil tempat-Nya?

Sebab Tuhan tidak hanya ingin memperbaiki penampilan rohani kita.

*Ia ingin membersihkan bagian dalamnya.*

*Pertanyaan Refleksi*

1. Adakah sesuatu yg tanpa kita sadari mulai mengambil tempat Tuhan sebagai sumber rasa aman, kebahagiaan atau pengharapan kita?

2. Apakah kehidupan rohani kita hanya terlihat baik dari luar, atau hati kita sungguh-sungguh masih dekat dengan Tuhan?

*Mari kita berdoa:*

"Tuhan, Engkau mengenal kami sampai ke bagian hati yg paling tersembunyi. Ampuni kami ketika ada hal-hal lain yg mulai mengambil tempat-Mu dalam hidup kami. Bersihkan hati kami dan bawa kami kembali kepada-Mu, supaya bukan hanya kehidupan kami terlihat baik dari luar, tetapi hati kami sungguh-sungguh melekat kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin."

TAD – Ani

https://open.spotify.com/episode/4RgP9f1LJ9W10KfkLa7tJo?si=JAjf8y6VRKW-fQw9OWtqfw&utm_source=whatsapp

ARK Podcast Β· Episode

Terkadang Tuhan tidak langsung menghilangkan masalah yang kita hadapi, tetapi mengundang kita untuk membentangkannya di ...
31/08/2026

Terkadang Tuhan tidak langsung menghilangkan masalah yang kita hadapi, tetapi mengundang kita untuk membentangkannya di hadapan-Nya. Dalam setiap pergumulan, ada kekuatan baru bagi hati yang memilih datang dan percaya kepada Tuhan. πŸ™βœ¨


Renungan Mezbah KeluargaMinggu, 30 Agustus 2026Bacaan Alkitab: Yehezkiel 1–4Perenungan: Yehezkiel 1:1; 2:6–7; 3:17======...
29/08/2026

Renungan Mezbah Keluarga
Minggu, 30 Agustus 2026
Bacaan Alkitab: Yehezkiel 1–4
Perenungan: Yehezkiel 1:1; 2:6–7; 3:17
=====================

*β€œTuhan (juga) Ada di Tempat yang Tidak Kita Harapkan”*

Saudara....

Kadang kita punya bayangan bahwa Tuhan lebih mudah dijumpai di tempat-tempat tertentu.

Di gereja... iya. Saat retreat... mungkin lebih terasa. Di tengah pujian yg syahdu... apalagi. 😁

Tetapi bagaimana kalau kita sedang berada di tempat yg sama sekali tidak kita inginkan? Dipasar, penjara, lokasi pelacuran? di tempat kumuh? bahkan di zona zona perang?

Apakah Tuhan juga ada di sana?

Nah... kitab Yehezkiel dimulai dari tempat seperti itu.

Yehezkiel bukan sedang berada di Bait Allah di Yerusalem. Ia berada di Babel, bersama orang-orang buangan.

Tetapi justru di sana ia berkata:

_"Terbukalah langit dan aku melihat penglihatan-penglihatan tentang Allah."_ (Yehezkiel 1:1)

Lho... kok di Babel?

Bukankah Babel adalah tempat pembuangan?

Inilah yg menarik.

*Tempat yg mereka anggap jauh dari Tuhan ternyata tidak pernah berada di luar jangkauan Tuhan.*

Yehezkiel kemudian melihat penglihatan yg aneh dan luar biasa: makhluk-makhluk hidup, roda yg bergerak ke segala arah, cahaya, api, dan di atas semuanya ada kemuliaan Tuhan.

Gambarannya memang agak njlimet kalau dibayangkan. 😁

Tetapi ada satu pesan yg jelas: *kemuliaan Tuhan tidak terkurung di Yerusalem.*

Tuhan bergerak.

Tuhan hadir.

Bahkan Tuhan hadir bersama umat-Nya di tanah pembuangan.

Lalu pasal 2–3 menceritakan panggilan Yehezkiel.

Tuhan mengutusnya kepada bangsa yg keras kepala dan sulit dinasihati.

Waduh... tugasnya kok ndak enak. 😁

Tuhan bahkan berkata:

_"Dan baik mereka mendengarkan atau tidak... engkau harus mengatakan perkataan-perkataan-Ku kepada mereka."_ (Yehezkiel 2:5,7)

Perhatikan...

Ukuran keberhasilan Yehezkiel bukan berapa banyak orang yg menyukainya atau langsung berubah setelah mendengar khotbahnya.

Tugasnya adalah *setia menyampaikan apa yg Tuhan percayakan kepadanya.*

Kemudian Tuhan memberikan gambaran yg lebih kuat lagi:

_"Hai anak manusia, Aku telah menetapkan engkau menjadi penjaga kaum Israel."_ (Yehezkiel 3:17)

Seorang penjaga tidak boleh tidur ketika melihat bahaya datang.

Ia harus memperingatkan.

Orang mau mendengar atau tidak, itu urusan mereka. Tetapi penjaga harus melakukan tugasnya.

Lalu pasal 4 menjadi semakin aneh. 😁

Yehezkiel diminta membuat gambaran pengepungan Yerusalem, berbaring berhari-hari, dan melakukan tindakan-tindakan simbolis.

Mengapa Tuhan memakai cara seperti itu?

Karena umat sudah terlalu lama mendengar firman tetapi tidak mau mendengarkan. Maka Yehezkiel bukan hanya *berbicara*, tetapi hidupnya sendiri menjadi pesan.

Nah... ini yg menarik buat kita.

Kadang orang sudah terlalu sering mendengar kata-kata tentang Tuhan.

Mungkin yg mereka perlukan sekarang adalah *melihat firman itu hidup dalam kehidupan kita.*

Saudara....

Perhatikan alur bacaan hari ini.

Pasal 1 menunjukkan *Tuhan hadir bahkan di tempat pembuangan.*

Pasal 2–3 menunjukkan *Yehezkiel dipanggil untuk tetap menyampaikan kebenaran, diterima atau ditolak.*

Lalu pasal 4 menunjukkan bahwa *hidup Yehezkiel sendiri menjadi bagian dari pesan Tuhan.*

Jadi... jangan terlalu cepat menyimpulkan bahwa Tuhan tidak ada hanya karena kita sedang berada di tempat yg tidak kita inginkan.

Bisa jadi justru di "Babel" itulah langit terbuka dan kita mulai melihat Tuhan dengan cara yg belum pernah kita lihat sebelumnya.

Dan mungkin pertanyaannya bukan hanya:

_"Tuhan, mengapa aku berada di sini?"_

Tetapi juga:

*_"Tuhan, apa yg ingin Engkau kerjakan melalui hidupku di sini?"_*

*Pertanyaan Refleksi*

1. Adakah situasi yg tidak kita inginkan, tetapi justru di sana Tuhan sedang mengajarkan kita melihat kehadiran-Nya dengan cara yg baru?

2. Apakah kehidupan kita sudah menjadi pesan yg dapat membuat orang lain melihat kebenaran dan kasih Tuhan?

*Mari kita berdoa:*

"Tuhan, ampuni kami ketika kami mengira Engkau hanya hadir dalam keadaan yg nyaman. Bukalah mata kami untuk melihat bahwa Engkau tetap bekerja bahkan di tempat yg tidak kami inginkan. Berikan kami keberanian untuk setia kepada panggilan-Mu dan biarlah bukan hanya perkataan, tetapi kehidupan kami juga menjadi kesaksian tentang kasih dan kebenaran-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin."

TAD – Ani

https://open.spotify.com/episode/5c5oEAAQzq9vJ0si8r1Mqf?si=OmfGxIShQVugi6U88GAMFQ&utm_source=whatsapp

ARK Podcast Β· Episode

Shalom, Keluarga ARK!Mari mempersiapkan diri untuk mengikuti Ibadah Minggu GKMI Anugerah Rayon Kembangan, yang akan dise...
29/08/2026

Shalom, Keluarga ARK!

Mari mempersiapkan diri untuk mengikuti Ibadah Minggu GKMI Anugerah Rayon Kembangan, yang akan diselenggarakan pada:

πŸ—“οΈ Minggu, 30 Agustus 2026
πŸ•— 08.30 WIB
πŸ’‘ Kesetiaan yang Tidak Dilihat Orang
πŸ“– Markus 12:41-44
πŸ—£ Pdt. Njoo Mee Fang

Ajak teman, sahabat, serta keluarga untuk mendapatkan berkat Firman Tuhan dan persekutuan bersama saudara seiman. Tuhan Yesus memberkati.



_________________________
Dapatkan informasi lengkap dan terkini pelayanan GKMI ARK di https://linktr.ee/gkmiark

Address

Ruko Puri Sentra Niaga Blok T2. No. 10, 11, Jalan Puri Indah Raya No. 12A, RT. 1/RW. 2, South Kembangan, Kembangan, West Jakarta City
Jakarta
11610

Opening Hours

08:00 - 10:00

Telephone

+62215813489

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GKMI Anugerah Rayon Kembangan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to GKMI Anugerah Rayon Kembangan:

Shortcuts

Share