02/09/2026
Renungan Mezbah Keluarga
Kamis, 3 September 2026
Bacaan Alkitab: Yehezkiel 16β17
Perenungan: Yehezkiel 16:8; 16:15; 17:22β24
====================
*βJangan Lupa Siapa yang Membesarkan Kitaβ*
Saudara....
Ada cerita klasik tentang anak yg setelah sukses, hidupnya berubah. Dulu ketika masih susah, orangtuanya yg membantu. Disekolahkan, diberi makan, ditemani ketika sakit, bahkan kadang orangtua sendiri rela tidak membeli sesuatu supaya kebutuhan anaknya terpenuhi.
Setelah anaknya berhasil...
Rumahnya bagus. Mobilnya bagus...Eh..pergaulannya dan sifatnya juga berubah.
Ketika orangtuanya yg sederhana datang, ia malah merasa malu.
Waduh....
Kisah Malinkundang berulang kembali. Dibesarkan dalam perjuangan ortu, tetapi melupakan orang tua yg dahulu berjuang mati matian membesarkannya.
Nah... Yehezkiel 16 memakai gambaran yg jauh lebih tajam untuk menceritakan hubungan Tuhan dengan Yerusalem. Tuhan menggambarkan Yerusalem seperti bayi yg baru lahir dan dibuang begitu saja.
Tidak ada yg merawatnya, tidak ada yg memandikannya. Tidak ada yg membungkusnya. Lalu Tuhan datang, melihatnya dan berkata:
_"Engkau harus hidup!"_ (Yehezkiel 16:6)
Tuhan merawatnya...membesarkannya. Memberikan pakaian, perhiasan dan segala sesuatu yg baik.
Kemudian Tuhan berkata:
_"Aku mengembangkan kain-Ku kepadamu dan menutupi auratmu... Aku mengadakan perjanjian dengan engkau... dan dengan itu engkau Aku punya."_ (Yehezkiel 16:8)
Perhatikan....
Yerusalem menjadi indah bukan karena sejak awal ia elok. *Ia menjadi indah karena dikasihi Tuhan.* Tetapi kemudian terjadi sesuatu yg menyedihkan.
_"Tetapi engkau mengandalkan kecantikanmu..."_ (Yehezkiel 16:15)
Nah....
Ini titik persoalannya.
Berkat Tuhan yg dahulu membuat mereka bersyukur, perlahan-lahan justru membuat mereka sombong dan merasa hebat. Mereka menikmati pemberian Tuhan, tetapi meninggalkan Sang Pemberi. Mereka lupa dari mana semuanya berasal.
Bukankah kita juga bisa begitu? Ketika masih susah, kita berdoa sungguh-sungguh.
_"Tuhan, tolong aku...."_
Setelah pekerjaan mulai membaik dan berhasil, ekonomi menanjak, keluarga mapan, bisnis dan jaringan berkembang... Eh lupa doa pagi... Datang ke Gereja juga jarang jarang... itu pun setelah didatangi pak pendetanyaπ
Awas kalau nanti Tuhan cabut itu semua berkat dan kemurahanNya.. jangan nangis gulung koming ya..
Saudara....
Pasal 16 memang keras. Tuhan menunjukkan betapa seriusnya ketidaksetiaan umat-Nya.
Tetapi menariknya, pasal itu tidak berakhir hanya dengan penghukuman. Tuhan masih berkata bahwa Ia akan _mengingat perjanjian-Nya_ (Yehezkiel 16:60).
Lalu pasal 17 memakai perumpamaan tentang dua burung rajawali dan pohon anggur. Isinya berkaitan dengan permainan politik Yehuda yg mencoba mencari keamanan dengan mengandalkan kekuatan bangsa lain.
Sekali lagi masalah yg sama muncul:
_umat Tuhan lebih percaya kepada kekuatan lain daripada kepada Tuhan._
Walau demikian, di bagian akhir pasal 17, tiba-tiba Tuhan memberikan sebuah janji. Tuhan sendiri akan mengambil sebuah pucuk dari pohon aras dan menanamnya di gunung yg tinggi.
_"Aku sendiri akan mengambil sebuah carang dari puncak pohon aras yang tinggi..."_ (Yehezkiel 17:22)
Dan carang itu akan tumbuh menjadi pohon yg besar, tempat burung-burung bernaung.
Wow....
Di tengah kegagalan manusia, _Tuhan ternyata belum berhenti bekerja._
Tapi ingat, kemurah hatian Tuhan itu buat Israel, jangan uji Tuhan dengan ketidaktahuan kita bersyukur dan berterima kasih.
Saudara....
Perhatikan alur bacaan hari ini.
Pasal 16 menunjukkan *umat yg dahulu tidak punya apa-apa, dikasihi dan dibesarkan Tuhan, tetapi kemudian melupakan-Nya.*
Pasal 17 menunjukkan *mereka mencari rasa aman dengan mengandalkan kekuatan manusia.*
Tetapi di tengah ketidaksetiaan itu, Tuhan tetap menyatakan bahwa *Ia tidak melupakan perjanjian-Nya.*
Nah... mungkin bahaya terbesar bukan ketika kita sedang susah. Kadang justru ketika hidup mulai berhasil... dan mulai sombong, dan berkata:
_"Aku bisa sendiri."_
Karena itu, ketika hidup kita semakin diberkati, jangan semakin jauh dari Tuhan. Justru semakinlah mengingat:
_Siapa yg dahulu menemukan kita._
_Siapa yg mengangkat kita._
_Siapa yg memelihara kita sampai hari ini._
*Pertanyaan Refleksi*
1. Adakah berkat atau keberhasilan yg tanpa kita sadari justru mulai membuat kita semakin jauh dari Tuhan?
2. Ketika melihat perjalanan hidup kita sampai hari ini, masihkah kita mengingat dan mensyukuri siapa yg telah memelihara kita?
*Mari kita berdoa:*
"Tuhan, jangan biarkan berkat-Mu justru membuat kami melupakan-Mu. Ingatkan kami bahwa segala sesuatu yg kami miliki adalah karena kasih dan pemeliharaan-Mu. Ampuni ketika kami lebih mengandalkan kekuatan sendiri daripada Engkau. Ajari kami tetap rendah hati, setia dan melekat kepada Kristus, sebab Engkaulah yg memelihara hidup kami sampai hari ini. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin."
TAD β Ani
https://open.spotify.com/episode/4XTd88yLZp6izDwn5QfHZS?si=oryTCIIPTuCpWu1GPXSv3Q&utm_source=whatsapp
ARK Podcast Β· Episode