Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP)

Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP) Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP), Jalan Gereja Theresia 2, Menteng, Jakarta.

Bagi Gereja Kursus Evanglisasi Pribadi (KEP) berarti membawa kabar baik kepada segala tingkat kemanusiaan, dan melalui pengaruh Injil mengubah manusia dari dalam dan membuatnya menjadi baru:”Lihatah Aku menjadikan sesuatu baru”.Tapi tidak ada kemanusiaan yang baru bila terlebih dahulu ada pribadi-pribadi baru yang diperbaharui oleh baptis dan oleh kehidupan yang dihayati menurut Injil.Gereja melak

sanakan penginjilan bila Gereja berusaha mempertobatkan,semata mata berkat kuasa ilahi dari Pewartaan yang diwartakanya baik hati nurani perorangan maupun hati nurani kolektif orang-orang,kegiatan kegiatan dimana mereka terlibat,serta kehidupan dan lingkungan yang kongkret yang mereka miliki. Tujuan diadakannya Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP) salah satunya yaitu memberikan kesaksian yang diberikan mengenai kasih Bapa.Mewartakan Injil pertama-tama berarti memberikan kesaksian, secara sederhana dan langsung, mengenai Allah yang diwahyukan oleh Yesus Kristus dalam
Roh Kudus. Memberikan kesaksian bahwa dalam PutraNya Allah telah mengasihi dunia bahwa dalam sabdanya Yang Menjadi Daging, Allah telah menciptakan semua hal dan telah memanggil umat manusia ke dalam hidup kekal.

11/10/2024

“Dunia membutuhkan Gereja yang bersatu dan mampu menyatukan nilai-nilai yang diakui oleh seluruh umat manusia, baik orang beriman dan tidak beriman, seperti: keadilan, perdamaian, persamaan, persaudaraan, kebebasan beragama, kebebasan hati nurani, hak asasi manusia (termasuk wanita, anak-anak, dan penyandang disabilitas), pembangunan, solidaritas, pelayanan, saling menghargai, serta Gereja yang mencintai dan melayani, sebuah Gereja yang sungguh memenuhi sifat-sifat yang digunakan Credo untuk menggambarkannya: satu, kudus, katolik, dan apostolik. Maka paus akan menjadi simbol kesatuan, terlepas dari perbedaan yang hadir dalam segala tingkatan. Sebuah mimpi? Utopia? Keinginan naïf? Namun, ini layak diusahakan! Inilah masa depan Kekristenan dan Injil! Akan terwujud atau tidak? Ya, kepada Yesus! Ya, kepada Injil! Ya, kepada persatuan! Ya, kepada paus!” — Patriark Gregorios III Laham

*

“The world needs a united Church capable of uniting in a common programme the values to which every human being—every believer and non-believer—aspires: justice, peace, equality, brotherliness, freedom of religion, of conscience, human rights (including those of women, children, and the disabled), development, solidarity, service, mutual esteem, a loving and serving Church, a Church which really fulfils the adjectives used in the Creed to describe it: one, holy, catholic, and apostolic. Thus the pope would be the symbol of unity, despite diversities present at all levels. A dream? Utopia? Novelty? Childish wish? Perhaps! But it is worthwhile! It is the future of Christianity and of the Gospel! To be or not to be? Yes, to Jesus! Yes, to the Gospel! Yes, to unity! Yes, to the pope!” — Patriarch Gregorios III Laham

Photo: Patriarch Gregorios III Laham holds a crucifix as he prays during the closing Mass of the Synod of Bishops for the Middle East in St. Peter’s Basilica at the Vatican on Oct. 24, 2010.

Photo credit: CNS/Paul Haring

11/10/2024

“Kalian melihat bahwa pada awal upacara konsekrasi, uskup mengucapkan doa panjang khusus, memohon kepada Roh Kudus dengan menghadap umat. Bukan menghadap altar yang belum dikonsekrasi. Bukan menghadap tempat suci, tetapi menghadap umat. Mengapa? Karena gereja belum dikonsekrasi. Hanya kalian, umat yang merupakan kehadiran Allah yang hidup, kalian adalah bait Roh Kudus. Saya menghadap kepada satu Allah dalam Tritunggal Mahakudus yang hadir di hati kalian. Karena kalian adalah bait Allah dari Allah yang tak terlihat dan Mahakuasa, bait Allah yang baru dan terlihat itu dibangun kembali. Semoga Allah yang tinggal di antara manusia, menjadi harapan, kehidupan, dan kebangkitan kita.” — Uskup Agung Utama Sviatoslav Shevchuk

*

“You saw that at the beginning of the consecration service, the bishop is supposed to pray a special long prayer, invoking the Holy Spirit, facing the people. Not facing the altar, which was not consecrated yet. Not the sanctuary, but the people. Why? Because the church was not yet consecrated. Only you the people are the living presence of God, you are the temples of the Holy Spirit. I was facing the one God in the Holy Trinity that is present in your hearts. Only because you are the temples of our invisible and all powerful God the new and visible temple was rebuild. May God, who dwells among the people, be our hope, our life, and our resurrection.” — Major Archbishop Sviatoslav Shevchuk

Photo credit: OSV News/Gina Christian

11/10/2024

Since May 2022, Pope Francis hasn't been the main celebrant of a public Mass. Watch his most recent Mass here 👉

05/01/2023
25/12/2022

BABY SANTA CLAUS‼️ ❤️❤️❤️

Address

Jalan Gereja Theresia 2, Menteng
Jakarta
10350

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP) posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share