21/06/2025
Minggu, 22 Juni 2025
HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS
(Luk. 9:11b-17)
Pada Hari Minggu ini, Gereja merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Hari raya ini ditetapkan sebagai perayaan gereja universal oleh Paus Urbanus IV pada 8 September 1264. Paus Urbanus memaklumkan agar Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus dirayakan setiap tahun pada hari Kamis sesudah Hari Raya Tritunggal Mahakudus.
Namun, berpedoman Kanon 1246 poin 2, KWI menetapkan agar Hari Raya Tubuh dan Darah Tuhan dirayakan pada hari Minggu kedua setelah Hari Raya Pentakosta, atau hari Minggu pertama setelah Hari Raya Tritunggal Mahakudus.
Peringatan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus ini tidak terlepas dari kisah Yesus bersama para murid-Nya (Luk. 9:11b-17). Yesus mengajak mereka yang baru kembali dari tugas perutusan ke tempat sunyi bernama Betsaida. Namun, orang banyak mengetahuinya, dan tetap mengikuti Dia hingga menjelang malam.
Para murid meminta Yesus menyuruh orang banyak pergi membeli makanan dan mencari penginapan ke desa-desa sekitar. Namun, Yesus menantang para murid untuk memberi mereka makan.
Para murid bingung dan khawatir. Mereka tidak tahu harus berbuat apa. Sebab hanya lima roti dan dua ikan yang ada pada mereka. Yesus kemudian mengambil roti dan ikan itu, menengadah ke langit, mengucap berkat, memecah-mecah, dan membagikannya.
Dari lima roti dan dua ikan itulah, Yesus menyediakan makanan bagi orang banyak. Mereka semua makan sampai kenyang, dan bahkan masih tersisa 12 bakul, lambang kelimpahan berkat Allah, dan lambang ke-12 suku Israel yang akan dilayani oleh para rasul.
Mukijizat ini mengajarkan sesuatu yang berkaitan erat dengan misi perutusan para murid. Pertama, para murid diingatkan untuk tidak khawatir bila selalu bersatu dan mengandalkan Yesus. Kedua, bila ada semangat berbagi maka semua akan dicukupkan. Tidak akan ada yang berkekurangan, sebab di dalam Tuhan, yang sedikit akan berubah menjadi kelimpahan.
Dua hal itu p**a yang hendak dipesankan kepada kita. Pertama, jangan pernah khawatir, bila kita selalu bersatu dan bersandar pada Yesus. Kedua, bersatu, berjalan bersama dan teruslah berbagi dengan yang lain, sebab di dalam semangat itulah mukjizat terjadi: kita bukan saja dicukupkan, tapi akan diberi dalam kelimpahan.