Yesus Adalah Kebenaran

Yesus Adalah Kebenaran ”Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun datang kepada Bapa, kalau tidak melal (Mazmur 28:7)

Siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan, dan berbahagialah orang yang percaya kepada TUHAN. TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya.

18/12/2018

Kekudusan berasal dari ALLAH di dalam Kristus Yesus.

Kenajisan berasal dari Iblis (bapa dari segala dosa), sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya.

Tuhan Yesus memberkati.

16/10/2018

Amsal 13:4 (TB) Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan.

15/10/2018

Amsal 13:10 (TB) Keangkuhan hanya menimbulkan pertengkaran, tetapi mereka yang mendengarkan nasihat mempunyai hikmat.

26/09/2018

TIDAK HANYA BUNGKAM

Baca: 2 Raja-raja 5:1-14

Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: “Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya.” (2 Raja-Raja 5:3)

Didi tampak kebingungan mencari kunci motornya. Anto, adiknya, kebetulan melihat kunci itu tergeletak di atas meja makan. Bukannya memberitahu kakaknya tempat kunci itu berada, Anto malah pura-pura tidak tahu. “Kakak kan selalu menjahiliku. Jadi, biar saja ia mencari sendiri,” pikirnya.

Beruntung, cara berpikir dan bertindak gadis pelayan istri Naaman tidaklah seperti itu. Mengetahui tuannya sakit kusta, ia memberitahu nyonyanya agar tuannya menghadap nabi di Samaria. Nabi itu adalah Elisa (ay. 3). Coba kita amati asal-usul gadis itu! Sebelumnya, ia adalah seorang anak perempuan Israel. Pada waktu orang Aram menyerang negerinya, ia dibawa sebagai salah seorang tawanan. Bisa jadi gadis itu masih menyimpan dendam karena nasibnya kini berubah menjadi pelayan. Menariknya, ia tidak menyembunyikan harapan kesembuhan dari tuannya. Pada akhirnya, Naaman disembuhkan dari kustanya (ay. 14). Tidak tercatat apakah gadis itu mendapatkan penghargaan dari tuannya. Sadar atau tidak, kesembuhan Naaman bersumber dari seorang gadis pelayan yang tidak membungkam mulutnya dari suatu kabar baik.

Sebagai anak-anak Tuhan, kita juga mempunyai kabar baik untuk diberitakan pada dunia. Apakah itu? Tentu saja kabar keselamatan melalui kematian Yesus di kayu salib. Pengorbanan-Nya membawa pengharapan bagi setiap hati yang gundah dan jiwa yang merana oleh dosa. Saat ini, bersediakah kita mewartakan kabar baik ini kepada dunia?

TUHAN MEMANGGIL KITA BUKAN SEBAGAI PRIBADI YANG TERUS-MENERUS BUNGKAM,
MELAINKAN BERANI MEWARTAKAN KABAR KESELAMATAN.

Tuhan Yesus memberkati.

25/09/2018

SEMUA ORANG PERCAYA DISEBUT SAUDARA

Baca: Ibrani 2:5-18

"Sebab Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara," Ibrani 2:11

Kehidupan kekristenan itu unik dan luar biasa, berbeda dengan agama atau kepercayaan lain. Apa uniknya? Semua orang yang percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat (pengikut Kristus) disebut bersaudara, padahal secara biologis kita lahir berbeda, tidak ada hubungan darah. Alkitab menyatakan bahwa setiap orang percaya adalah bagian dari anggota keluarga Tuhan. "Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan ...anggota-anggota keluarga Allah," (Efesus 2:19).

Melalui karya penebusan Kristus semua orang percaya dibawa ke dalam satu persekutuan dalam diri Kristus sendiri dengan Bapa, karena Kristus telah menebus kita dengan darah-Nya sendiri, artinya Ia menganggap kita saudara-Nya. "Sebab Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara, kata-Nya: 'Aku akan memberitakan nama-Mu kepada saudara-saudara-Ku, dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaat,' dan lagi: 'Aku akan menaruh kepercayaan kepada-Nya,' dan lagi: 'Sesungguhnya, inilah Aku dan anak-anak yang telah diberikan Allah kepada-Ku.'" (Ibrani 2:11-13). Kristus, Sang Penebus dunia adalah Saudara sulung kita, seperti tertulis: "Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara." (Roma 8:29).

Karena itu Tuhan menghendaki anak-anak-Nya untuk hidup dalam kerukunan dan penuh kasih persaudaraan, "Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus." (Galatia 6:2) Jangan sampai ada iri hati, dengki atau kebencian, yang dapat menimbulkan perpecahan! Kebencian yang tak cepat diselesaikan dapat menimbulkan 'pembunuhan' di antara saudara, seperti yang dilakukan Kain terhadap Habel, saudaranya. Panas hati adalah awal kebencian! Ketika korban persembahan Habel diindahkan Tuhan dan persembahan Kain tak diindahkan-Nya, Kain menjadi panas hati (Kejadian 4:6-7).

Sebagai saudara dan satu keluarga dalam Kristus, sepatutnya kita saling mengasihi!

Tuhan Yesus memberkati.

20/09/2018

WAKTU YANG TEPAT ( oleh Kirsten Holmberg)

Baca: Pengkhotbah 3:1-14

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya. (Pengkhotbah 3:11)

Kemarin saya memesan tiket pesawat dengan tujuan untuk mengantar putri sulung saya yang akan memulai kuliahnya. Entah berapa banyak air mata yang telah tercurah ke atas keyboard komputer selama saya mencari-cari tiket tersebut. Saya telah menikmati hidup yang indah bersama putri saya selama 18 tahun sehingga saya merasa begitu sedih atas kepergiannya. Namun, saya tidak akan tega merampas masa depannya hanya karena saya akan sangat merindukannya. Inilah waktu yang tepat bagi putri saya untuk memulai perjalanan baru menuju kedewasaan dengan menjelajahi bagian lain dari negara ini.
Dengan tuntasnya masa pengasuhan saya sebagai orangtua, dimulailah suatu masa yang baru. Pastilah perubahan itu akan memberikan tantangan sekaligus kesenangan baru. Salomo, raja ketiga Israel, menuliskan bahwa Allah sudah menetapkan “untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya” (Pkh. 3:1). Sebagai manusia, kita tidak mempunyai kendali penuh atas setiap peristiwa dalam kehidupan kita, baik peristiwa yang kita anggap menguntungkan ataupun yang tidak. Namun Allah, dengan kuasa-Nya yang dahsyat, “membuat segala sesuatu indah pada waktunya” (ay.11).

Di masa-masa yang menyakitkan, kita dapat mempercayai Allah bahwa Dia akan mendatangkan kebaikan dari kepedihan-kepedihan itu pada waktunya. Penghiburan dan sukacita kita bisa datang dan pergi, tetapi karya Allah “akan tetap ada untuk selamanya” (ay.14). Mungkin tidak setiap masa akan kita nikmati—karena sebagian di antaranya memang pedih—tetapi Allah tetap dapat mendatangkan keindahan di dalam segala masa yang ada.

ALLAH MENDATANGKAN KEINDAHAN DI SETIAP MASA KEHIDUPAN.

Tuhan Yesus memberkati.

15/09/2018

MASALAH DAN HARAPAN

Baca: Roma 5:1-11

Melalui Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman ke dalam anugerah ini. Di dalam anugerah ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. (Roma 5:2)

Hidup bebas dari pergumulan dan penderitaan sering dianggap sebagai ciri-ciri orang beriman. Hidup mereka hanya dipenuhi dengan berkat dan pengharapan. Sebaliknya, pergumulan dan penderitaan menunjukkan besarnya dosa seseorang. Semakin besar dosa yang diperbuat, semakin sering dan pelik pergumulan yang dihadapi.

Menyerahkan hidup di dalam Kristus memang membuat kita beroleh damai sejahtera, karena kita beroleh anugerah dan diperdamaikan dengan Allah. Namun di sisi lain, hidup dalam damai sejahtera tidak identik dengan bebas masalah, pergumulan dan penderitaan. Selama hidup di dunia, pergumulan dan penderitaan bisa menghampiri siapa saja, termasuk orang percaya yang beriman teguh. Bedanya, bagi orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, pergumulan dan penderitaan tidak lagi bersifat merusak, melainkan membangun. Menjadikannya semakin tekun, tahan uji dan berpengharapan kepada Tuhan. Bergantung penuh kepada Tuhan sebagai satu-satunya Penolong.

Dengan memandang harapan di dalam Tuhan dan mengandalkan pertolongan Roh Kudus, orang percaya tidak perlu memandang masalah sebagai kutukan. Malah, kita bersukacita karena penderitaan yang kita alami menjadi sarana pertumbuhan iman dan membuat kita lebih sabar. Terlebih lagi jika kita menyadari bahwa pengharapan hanya menjadi milik orang yang mempunyai masalah! Bukankah jika kita renungkan akan kita pahami bahwa masalah adalah jarak antara harapan dengan kenyataan? Dengan demikian, masalah akan selalu ada selama kita memiliki harapan.

JIKA ADA HARAPAN DI BALIK SETIAP MASALAH, MENGAPA KITA MEMANDANG MASALAH DENGAN KETAKUTAN?

Tuhan Yesus memberkati

12/09/2018

SAAT DALAM MASA KESESAKAN

BACA : Amsal 24: 1-14

Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu. (Amsal 24:10)

Pada tahun 1932, Amerika Serikat pernah mengalami krisis ekonomi. Pengangguran, kemiskinan menjadi hal lumrah yang terlihat pada masa itu. Charles Darrow dan istrinya tak luput dari keadaan serba sulit tersebut. Meski seorang terpelajar (ahli dalam bidang pemasaran), Charles tidak dapat memiliki pekerjaan yang penghasilannya mencukupi kebutuhan rumah tangganya. Bekerja serabutan, itulah yang akhirnya dilakukan Charles Darrow dan isterinya. Di tengah situasi tersebut, mereka tidak menyerah atau putus asa. Charles dan isterinya mendapat ide untuk mengembangkan permainan The Landlord's Game yang sebelumnya diciptakan oleh Elizabeth Maggie. Satu tahun lebih mereka memodifikasi permainan tersebut, sebelum akhirnya mematenkannya atas nama mereka dengan nama Monopoli. Tepat pada tahun 1935, mereka memutuskan menjual permainan Monopoli kepada Parker Brothers (perusahaan produsen permainan). Kehidupan Charles dan isterinya pun berubah dan mereka menjadi keluarga miliuner.
Kehidupan ini tak selamanya berjalan mulus tanpa hambatan, kadang masa sulit hadir bisa saja kita alami. Tak sedikit orang yang akhirnya menyerah, karena merasa tak sanggup melalui situasi tersebut. Namun sebagai orang percaya yang memiliki pengharapan pasti di dalam Kristus, kita seharusnya tidak mudah frustrasi, menyerah, jatuh dan kemudian kalah. Raja Salomo dalam salah satu kalimat hikmatnya berkata, “Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu” (Amsal 24:10). Amsal ini memotivasi kita untuk tidak menyerah saat berada dalam masa kesesakan. Mengapa demikian? Ayat berikutnya menjelaskan kepada kita bahwa, “Tuhan telah menyediakan masa depan yang cerah saat kita tidak menyerah dalam masa kesesakan” (Amsal 24:14 FAYH). Apakah kamu sedang mengalami kesesakan di dalam hidup ? Segera datang kepada Tuhan dan jangan putus asa, jalani prosesnya dan tetap andalkan Tuhan.

Jangan menyerah saat dalam masa kesesakan, kuatkanlah hati untuk percaya kepada Tuhan.

Masa sukar akan berlalu bagi orang yang beriman kepada Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati

10/09/2018

MENYERAH ATAU TERUS MEMBERONTAK

Nats: Yeremia 6:1-26
"Ambillah tempatmu di jalan-jalan dan lihatlah, tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik, tempuhlah itu, dengan demikian jiwamu mendapat ketenangan. Tetapi mereka berkata: Kami tidak mau menempuhnya!" Yeremia 6:16

Sejak dahulu, jalan dan kehendak manusia selalu berlawanan dengan jalan dan kehendak Tuhan. Manusia lebih memilih untuk mengikuti jalan dan kehendaknya sendiri daripada harus tunduk kepada kehendak Tuhan dan mengikuti jalan-Nya.

Tuhan mengutus Yeremia untuk memperingatkan dan menegur bangsa Israel untuk segera bertobat dari pemberontakannya. Respons umat Israel apa? Mereka tetap saja mengeraskan hati dan tak mau menempuh jalan yang Tuhan tunjukkan. "Kami tidak mau menempuhnya!" (Yeremia 6:16b). Itulah manusia! Seharusnya manusia membuka hatinya untuk setiap peringatan dan teguran Tuhan, sebab peringatan dan teguran Tuhan menuntun manusia kepada kehidupan, seperti tertulis: "Orang yang mengarahkan telinga kepada teguran yang membawa kepada kehidupan akan tinggal di tengah-tengah orang bijak. Siapa mengabaikan didikan membuang dirinya sendiri," (Amsal 15:31-32). Tetapi, manusia menolak perdamaian yang diberikan Tuhan dan dengan congkaknya mereka mau berjalan menurut kehendaknya sendiri. Rasul Paulus memaparkan dengan jelas kekerasan hati manusia terhadap Penciptanya. "...jalan damai tidak mereka kenal; rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu." (Roma 3:17-18) dan "...karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas:" (Roma 1:28).

Manusia telah memilih jalan permusuhan dengan Tuhan, dan bahkan mereka membenci Tuhan. "Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua," (Roma 1:30). Dalam pemikiran kita, pastilah Tuhan akan menumpas setiap orang yang terus saja memberontak kepada-Nya. Namun, karena kasih-Nya yang tak terbatas, Tuhan tetap mau menyambut manusia yang mau datang kepada-Nya dengan tangan yang terbuka. Tuhan sabar terhadap manusia, karena Ia tidak menghendaki kita binasa! (2 Petrus 3:9).

Kesempatan telah diberikan Bapa kepada manusia, tapi keputusan tetap ada pada diri kita: menyerah atau tetap memberontak?

Tuhan Yesus memberkati.

09/09/2018

PENGHARGAAN BAGI TUHAN

Baca: 2 Korintus 3:1-6

Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah. (2 Korintus 3:5)

Penemu telegraf, Samuel F.B. Morse, suatu ketika ditanyai oleh sahabatnya, “Profesor Morse, saat Anda melakukan percobaan di laboratorium Anda di universitas, pernahkah Anda mengalami jalan buntu, tidak tahu lagi apa yang mesti dilakukan selanjutnya?”

“O, tentu, dan bukan hanya satu kali.”

“Pada saat-saat seperti itu, apa yang kemudian Anda lakukan?”

“Setiap kali saya tidak bisa melihat dengan jelas jalan yang harus saya tempuh, saya berdoa meminta Tuhan menyinarkan cahaya yang lebih terang.”

“Dan cahaya itu biasanya muncul?”

“Ya. Dan saya ingin memberi tahu Anda, ketika sanjungan dan penghargaan diberikan atas penemuan saya, saya merasa tidak patut untuk menerimanya. Saya dapat menemukan penggunaan listrik secara bermanfaat bukan karena saya lebih hebat dari orang lain. Hal itu semata-mata karena Tuhan, yang hendak memberkati manusia, harus menyatakannya kepada seseorang, dan Ia berkenan untuk menyatakannya kepada saya.”

Kita tentunya haus akan penghargaan orang atas pencapaian kita. Namun, orang-orang yang berjiwa besar seperti Morse justru memberikan teladan kerendahan hati yang sangat menyentuh. Seperti Paulus, mereka mengakui dan mengucap syukur atas anugerah dan kekuatan Tuhan yang memampukan mereka melahirkan karya-karya yang memberkati umat manusia.

Saat kita mencetak suatu prestasi adalah kesempatan yang bagus untuk mengembangkan kerendahan hati. Apakah kita secara egois “menelan” pujian atas prestasi itu bagi diri sendiri? Atau, kita menggunakannya untuk memuliakan Tuhan?

KITA DAPAT MENGGUNAKAN PENCAPAIAN HEBAT
UNTUK MEMEGAHKAN DIRI ATAU UNTUK MEMULIAKAN TUHAN

(semua tergantung pilihan kita !)

Tuhan Yesus memberkati.

08/09/2018

CERMIN ORANG PERCAYA

BACA : Yakobus 1:21-25

Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin.
Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya. (Yakobus 1:23-24)

Seberapa sering kita melihat diri pada cermin, dua atau tiga kali dalam sehari? Menurut sebuah penelitian, umumnya orang bercermin 8-10 kali dalam sehari. Sedangkan sebuah survei lain menyatakan orang bisa bercermin hingga 60-70 kali sehari, itu termasuk lirikan sekilas untuk melihat bayangan di cermin toko dan di layar kamera handphone. Kebanyakan orang bercermin dengan tujuan untuk memeriksa penampilannya, baik itu sebelum pergi keluar rumah atau saat ingin menghadiri sebuah pertemuan penting. Bahkan ada yang menghabiskan waktu cukup lama di depan cermin untuk memastikan dirinya terlihat rapi dan menarik.
Bicara tentang cermin sebagai alat untuk memeriksa penampilan seseorang, orang percaya juga memiliki firman Tuhan sebagai cermin atas kehidupan rohaninya. Firman menunjukkan hal-hal apa saja yang tidak berkenan di hati Tuhan dan kebiasaan dosa apa yang masih melekat dalam hidup kita. Firman-Nya menolong kita agar senantiasa hidup selaras dengan kehendak-Nya. Ketika seseorang mendapati ada kotoran/noda di wajahnya saat bercermin, tentu ia akan segera membersihkan wajahnya. Demikian p**a saat kita bercermin pada Firman Tuhan, tentu kita seharusnya juga membersihkan noda dosa yang nampak pada diri kita. Ada kalanya Firman Tuhan berbicara dengan jelas untuk menunjukkan dosa kita yang selama ini tidak diketahui orang lain atau kebiasaan-kebiasaan yang selama ini menghalangi janji Tuhan untuk dapat digenapi di dalam hidup kita. Saat Firman Tuhan menunjukkan hal-hal tersebut, sudah seharusnya kita belajar taat untuk membereskan dan meninggalkan semua itu. Tuhan berjanji bila kita mau datang untuk mengakui dosa-dosa kita, maka Dia akan mengampuni dosa-dosa kita dan membersihkan kita dari segala kesalahan yang pernah kita lakukan. Hal ini ditegaskan dalam firman-Nya, “Tetapi kalau kita mengakui dosa-dosa kita kepada Allah, Ia akan menepati janji-Nya dan melakukan apa yang adil. Ia akan mengampuni dosa-dosa kita dan membersihkan kita dari segala perbuatan kita yang salah” (1 Yohanes 1:9 BIS). Mulai hari ini, rajin-rajinlah bercermin pada Firman Tuhan. Buka hati dan izinkan firman-Nya mengubah hidup mu.

Buatlah komitmen untuk membangun kebiasaan untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan, serta untuk menundukkan diri pada-Nya.

Kehidupan yang diberkati Tuhan dimulai dengan menatap ke dalam firman Tuhan, merenungkan dan melakukan firman itu siang dan malam. - Rick Warren

Tuhan Yesus memberkati.

Yakobus 1:2-4 Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencoba...
05/09/2018

Yakobus 1:2-4
Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.
Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.

Selamat malam,
Tuhan Yesus Memberkati.

Address

Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yesus Adalah Kebenaran posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Yesus Adalah Kebenaran:

Share