05/04/2023
βAdakah Tokoh Yudas Iskariot di Masa Kini?β
NZ NEWS, JAKARTA β GPIB menggunakan Kalender Gerejawi untuk memperkaya spiritualitas umat. Karena itu, Komisi Teologi Nz melakukan Penelaahan Alkitab (PenA) mulai Sabtu pertama sesudah Rabu Abu (25/03/2023) hingga Sabtu Sunyi (08/04/2023). PenA mengangkat tema tentang tokoh-tokoh Alkitab yang berperan dalam proses penyaliban Tuhan Yesus. Hasil dalam PenA tersebut, akan menjadi bahan refleksi pada saat Ibadah Keluarga (IK) setiap hari Rabu yang disampaikan oleh beberapa reflektor dari warga jemaat GPIB Nazareth.
Pada minggu VI Pra Paskah, Tokoh pertama yang diangkat untuk dijadikan sebagai bahan refleksi adalah Yudas Iskariot. Hasil PenA Sabtu (25/02/2023) dengan fisiliator Pdt. Jeniffer F.P Pelupessy-Wowor, M.A. Bahan refleksi tersebut disampaikan oleh Adik Leticia Dimu Hau, Sdri. Venomenia Kiriwenno, Ibu Lisbeth Hutapea, dan Bpk. Jefriansen Damanik.
Yudas Iskariot dikenal sebagai salah satu murid Tuhan Yesus yang berkhianat dan dengan tega menjual Tuhan Yesus kepada ahli Taurat yang berhati bejat. Bahkan anak sekecil Leticia menyampaikan pandangan serupa, yaitu Yudas Iskariot adalah murid yang tidak baik. Sdri. Venomenia dan Ibu Lisbeth mengatakan bahwa Yudas adalah orang yang sangat mencintai uang dan menjual Tuhan Yesus hanya dengan imbalan tiga keping perak. Yudas Iskariot memiliki mulut manis namun berhati busuk, ia selalu mencuri uang kas yang dipegangnya sebagai bendahara kepercayaan Tuhan Yesus. Menurut Bpk. Damanik, Yudas yang telah mengkhianati Tuhan Yesus dengan semua sikap buruknya adalah masa lalu dan kita tidak perlu lagi menghakimi Yudas. Tetapi dari semua sikap buruk Yudas Iskariot, seperti tidak jujur, s**a korupsi, menyangkal Tuhannya, berkhianat, dan lain-lain, menyadari kesalahan dari perbuatannya di masa akhir hidupnya. Ia pun mengakui semua dosa-dosanya dan pada akhirnya mati dengan penuh rasa bersalah.
Pada refleksi Ibu Lisbeth, kisah Yudas Iskariot mengajarkan para orang tua untuk membentuk karakter anak dengan menanamkan kejujuran dan tidak gila jabatan. Meski era Yudas sudah berlalu sangat jauh, tetapi tidak menutup kemungkinan terdapat orang-orang seperti Yudas di masa kini. Seperti yang disampaikan oleh Bpk. Damanik, jangan-jangan kita adalah Yudas di masa kini. Kita menggunakan berbagai alasan dan cara untuk menyangkal Tuhan Yesus. Mari kita perhatikan, adakah Yudas di sekitar kita? Apakah di tempat bekerja kita bisa menyangkal Tuhan dengan alasan pekerjaan dan jabatan untuk mendapatkan kekayaan, dengan cara mencuri atau korupsi? Lalu adakah Yudas di lingkungan keluarga kita? Untuk mendapatkan pasangan hidup, kita terpaksa meninggalkan Tuhan Yesus. Adakah Yudas di lingkungan gereja kita yang memiliki mulut manis namun berhati busuk? Kita yang percaya Yesus saat ini bisa belajar dari pengalaman hidup Yudas masa lalu agar jangan ada lagi tokoh seperti Yudas di masa kini.
Keadaan kita saat ini juga sama, yakni sama-sama telah berdosa kepada Tuhan. Bagaimana reaksi dan tindakan kita? Bagi yang pernah mengkhianati Yesus jangan hanya menyesal, tetapi juga bertobatlah. Mohon ampun kepada Tuhan dan kembalilah ke jalan yang benar mengikut Yesus. Bantu dan doakanlah orang-orang di sekitar kita untuk tidak menjadi Yudas masa kini.
βββββββββββββββββββββββββββ
Penulis: Anabel Lerrick - Komisi Bid. Komunikasi IL
βββββββββββββββββββββββββββ
Sumber (gambar cover): Lihtaryk (lihtaryk.com.ua/dzhotto-di-bondone/)