Gotaus KWI

Gotaus KWI sarana komunikasi aktifis GOTAUS GOTAUS adalah Gerakan Orang Tua Asuh Untuk Seminari.

Gerakan awam yang mempunyai misi mendukung para Seminaris (Tingkat SMA) di Seluruh Indonesia

10/05/2023
TAHBISAN USKUP LAMPUNG DI GEREJA                                                            uskuplamung
10/05/2023

TAHBISAN USKUP LAMPUNG DI GEREJA
uskuplamung

Tahbisan Uskup Tanjungkarang, Lampung
10/05/2023

Tahbisan Uskup Tanjungkarang, Lampung

GOTAUS, DEMI GIZI PARA SEMINARISMay 5, 2021HIDUPKATOLIK.COM – Gerakan ini kini tersebar ke sejumlah keuskupan, termasuk ...
07/05/2021

GOTAUS, DEMI GIZI PARA SEMINARIS
May 5, 2021

HIDUPKATOLIK.COM – Gerakan ini kini tersebar ke sejumlah keuskupan, termasuk ke Melbourne. Ajakan bagi setiap umat berpartisipasi.

Saya adalah penggemar film fiksi superhero ciptaan Marvel maupun DC Comic termasuk cerita tentang Batman, si manusia kelelawar. Dalam cerita fiksi DC Comic tersebut, kota tempat Batman berkarya adalah Gotham City. Jadi sewaktu saya pertama kali mendengar nama Gotaus, saya kira ada hubungannya dengan Gotham, karena bunyinya mirip. He… he… he… ternyata Jaka Sembung pesan gojek, enggak nyambung Jack!

Apa sih Gotaus itu? Yang pasti tidak ada hubungannya sama sekali dengan kota Gotham dalam cerita fiksi. Gotaus: Gerakan Orang Tua Asuh Untuk Seminari, adalah nyata yaitu sebuah gerakan kaum awam Katolik yang merupakan mitra dari Komisi Seminari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) yang peduli terhadap pembinaan calon Imam di Indonesia.

Visi Gotaus adalah menjadi gerakan kaum awam yang terorganisir sebagai wujud partisipasi umat dalam mempersiapkan Imam yang handal dan kontekstual. Sedangkan Misi Gotaus adalah untuk menanamkan tanggung jawab umat berlandaskan pada kesadaran diri, suara hati dan kehendak bebas dalam pengembangan pendidikan para Seminaris.

Bulan Mei 2021 ini, Gotaus berulang tahun ke-20. Gerakan ini peduli pada pendidikan calon Imam terutama pada level SMA Seminari. Gotaus menyalurkan dana dari umat ke seluruh SMA Seminari yang ada di Indonesia khususnya untuk bidang penambahan gizi para Seminaris.

Walaupun singkatan dari Gotaus adalah Gerakan Orang Tua Asuh Untuk Seminari, sebetulnya tidak ada hubungan langsung antara orangtua (donatur) dan para Seminaris. Sifat bantuan dari Gotaus ke Seminari ibarat B2B, dari institusi ke institusi. Setiap semester, para pimpinan SMA Seminari mengajukan data berapa jumlah Seminaris yang perlu dibantu, Gotaus mengirim dana sesuai data permohonan dari Seminari tersebut.

Saat ini Gotaus menyalurkan dana yang terkumpul dari para donatur ke seluruh Seminari Menengah sebesar kurang lebih tiga setengah milyar rupiah per tahun yang digunakan untuk membantu kurang lebih 3.700 siswa yang belajar di 40 Seminari Menengah di seluruh Indonesia.

Misa Konselebrasi

Lalu bagaimana ceritanya sampai saya bisa menjadi aktivis Gotaus? Alkisah pada bulan Mei 2006, sewaktu saya menjadi ketua Seksi Panggilan Paroki Maria Kusuma Karmel (MKK), saya diajak seorang teman untuk mengikuti rekoleksi Gotaus di Wisma Canossa Bintaro. Ternyata rekoleksi tersebut adalah salah satu acara tradisi Gotaus yang kadang dipakai sebagai ajang penggantian pengurus. Tiba pada waktu pemilihan pengurus baru, terpilihlah saya sebagai salah satu wakil ketua Gotaus. Selama kurang lebih 15 tahun saya ikut aktif dalam gerakan ini sampai hari ini dan saat ini saya menjabat sebagai Pelaksana Tugas Ketua Gotaus.

Gotaus mempunyai tradisi mengadakan Misa konselebrasi tahunan dengan para uskup yang sedang menghadiri Sidang Tahunan KWI. Misa konselebrasi Gotaus tersebut umumnya diadakan di salah satu paroki/gereja. Biasanya di Jakarta, namun karena dua tahun terakhir Sidang Tahunan KWI diadakan di wilayah Bandung, maka Misa Konselebrasi Gotaus dengan para uskup pada tahun 2019 dan 2020 juga diadakan di Bandung bekerja sama dengan Keuskupan Bandung. Penyelenggaraan Misa Konselebrasi tahunan dengan para uskup dimaksudkan untuk menyampaikan rasa terima kasih Gotaus kepada para donatur sekaligus sebagai ajang untuk penggalangan dana dari umat.

Hingga Australia

Rupanya Gotaus ini mendapat simpati dari para uskup, sehingga atas restu uskup masing-masing, beberapa keuskupan ikut mendirikan Gotaus keuskupan. Nah sampai di sini kemudian kita mempunyai istilah baru, ada Gotaus keuskupan dan ada Gotaus KWI, Gotaus yang ada di beberapa keuskupan ini kemudian menjadi mitra kerja Gotaus KWI, dan ikut membantu menyalurkan dana ke Seminari-Seminari. Mereka adalah: Gotaus Surabaya dan Gotaus Pangkalpinang yang berdiri pada tahun 2008, Gotaus Palangka Raya berdiri pada tahun 2010, Gotaus Melbourne pada tahun 2011, dan Gotaus Pontianak tahun 2017.

Lho kok ada juga Gotaus di Melbourne? Ceritanya begini. Ada seorang teman saya, salah satu warga Jakarta Barat bernama Janto Djunaedi yang hijrah ke Melbourne, Australia, sejak bulan Mei tahun 1998. Pada waktu dia “p**ang kampung” ke Indonesia pada bulan Mei 2009 dan mengikuti Misa di gereja di parokinya, ternyata sedang ada sosialisasi Gotaus di situ. Rupanya ia sangat terkesan dan prihatin dengan cerita mengenai keadaan Seminari-Seminari di Indonesia. Maka tergeraklah hatinya!

Ketika kembali ke Melbourne beberapa saat kemudian, ia menghubungi teman-temannya yang aktif di KKI Komunitas Katolik Indonesia (KKI) di Kota Melbourne dan mulai menggalang dana untuk disalurkan melalui Gotaus. Melalui prosedur yang cukup berliku, dibumbuin dengan pro kontra di antara para aktivis KKI, ia terus berjuang dan akhirnya terbentuklah Gotaus Melbourne yang ditandai dengan peresmian pengurus Gotaus Melbourne pada bulan Oktober tahun 2011.

Pada saat pelantikan pengurus Gotaus Melbourne, beberapa aktivis Gotaus KWI ikut hadir dalam acara tersebut untuk memberi dukungan. Sejak saat itu sampai pada hari ini Gotaus Melbourne menjadi mitra Gotaus KWI, menggalang para donatur di sana guna mendukung pendidikan calon Imam kita.

Di kemudian hari Janto Djunaedi dibantu oleh salah seorang aktivis KKI yang lain, yaitu Josephine Lylia Dewi. Mereka berdua, dengan setia mengurus penggalangan dana dari teman-teman KKI untuk kemudian mengirimkannya setahun sekali ke Gotaus KWI.

Cara penggalangan dana mereka juga sangat sederhana. Selain langsung mengumpulkan dana dari para donatur, kadang mereka menyelenggarakan semacam bazar di halaman gereja dan menjual makanan atau snack, lalu keuntungannya mereka donasikan ke Gotaus. Kepada umat KKI Melbourne, saya ucapkan terima kasih.

WKRI Cabang MKK

Lain lagi cerita mengenai penggalangan dana yang dilakukan oleh ibu-ibu Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Maria Kusuma Karmel (MKK), Meruya. Vincentia Tiklan, yang waktu itu menjabat sebagai Ketua WKRI Cabang MKK, yang juga ikut rekoleksi Gotaus di Wisma Canossa pada bulan Mei 2006, merasa terpanggil untuk ikut mendukung Gotaus.

Dalam rekoleksi tersebut, ada seorang pastor yang adalah seorang rektor di salah satu Seminari Menegah di Kalimantan yang bersaksi mengenai keadaan Seminari yang dibimbingnya. Diceritakan oleh pastor tersebut bahwa di sela-sela pembelajaran di Seminari, pada waktu anak anak Seminari punya waktu luang, mereka sesekali pinjam kendaraan Romo Rektor untuk kemudian masuk ke hutan mencari tanaman pakis dan jamur, kayu bakar untuk menghemat pengeluaran kebutuhan pangan di Seminari tersebut.

Sekembalinya dari rekoleksi, Vincentia berinisiatif untuk menggalang dana di antara para anggota WKRI Cabang MKK tersebut. Di kemudian hari Vincentia dibantu oleh salah seorang anggota WKRI lainnya, yaitu Pauline Widjaja, sampai saat ini masih aktif mengumpulkan dana lewat ranting masing-masing dan kemudian menyalurkannya ke Gotaus KWI. Terima kasih kepada ibu-ibu WKRI Cabang MKK yang telah dengan setia memberi dukungan kepada Gotaus sampai saat ini.

Santo Yohanes Paulus II, Paus non-Italia pertama yang semasa hidupnya pernah berkunjung ke Indonesia tahun 1989, menyatakan bahwa “Setiap umat Katolik bertanggung jawab atas pembinaan calon Imam mereka”. Menanggapi pernyataan Santo Yohanes Paulus II tersebut, saya mengajak kita semua untuk menjadi donatur guna mendukung pendidikan calon Imam kita di Seminari-Seminari menengah di seluruh pelosok Tanah Air agar kita mendapatkan Imam-iman yang handal dan kontekstual seperti yang tercantum dalam visi Gotaus.

Kepada seluruh donatur Gotaus di mana pun anda berada, saya atas nama Gotaus beserta para Seminaris di seluruh Indonesia, mengucapkan beribu-ribu terima kasih atas dukungan anda semua. Tuhan memberkati! Amin.

Arnold Darmanto, Plt. Ketua Gotaus

07/05/2021
Poster Lomba Design Kaos Gotaus
11/03/2019

Poster Lomba Design Kaos Gotaus

Gotaus Keuskupan Agung Pontianak (KAP) merayakan ulang tahun pertamanya dengan menggelar Misa dan makan malam bersama di...
06/12/2018

Gotaus Keuskupan Agung Pontianak (KAP) merayakan ulang tahun pertamanya dengan menggelar Misa dan makan malam bersama di restoran Gajahmada Pontianak pada hari Rabu, 5 Desember 2018.

Acara yang dihadiri oleh sekitar 45 orang pengurus, aktivis dan pemerhati GOTAUS ini dimulai dengan Perayaan Ekaristi tepat pada jam 5 sore. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Pastor Pius Barces CP, Sekretaris Keuskupan Agung Pontianak dan Pastor Edmund C Nantes OP, Rektor Seminari Tinggi, Antonino Ventimiglia (STT AV)

Seusai Misa, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Gotaus KAP, Bpk dr Gunawan yang melaporkan kegiatan Gotaus KAP selama kurang lebih setahun ini. Gotaus KAP yang didirikan pada tanggal 21 Agustus 2017, merupakan pengembangan dari KUPS (Kelompok Umat Peduli Seminari) yang sejak awal sudah “peduli” dengan seminari, baik seminari menengah maupun seminari tinggi. Itulah sebabnya GOTAUS KAP memiliki kekhususan tidak hanya membantu Seminari menengah karena fakta sejarah.

Berikutnya adalah kesaksian dari dari Pastor Nantes, yang menegaskan betapa pentingnya Seminari untuk Gereja, khususnya bagi Keuskupan. Beliau juga menjelaskan mengapa KUPS berubah menjadi GOTAUS, semata mata dikarenakan agar bisa bersosialisasi lebih luas dan diakui KWI. Pastor Nantes adalah Pastor Dominikan asal Filipina yang sudah sepuluh tahun menjabat sebagai Rektor Seminari Tinggi antar Keuskupan tsb.

Selanjutnya audience yang hadir diberi kesempatan untuk melihat tayangan video berdurasi 6 menit yang isinya mengenai gambar-gambar keadaan Seminari Menengah Nyarumkop yang sudah di renovasi oleh Keuskupan sehingga suasana menjadi nyaman untuk para seminaris berkegiatan.

Sebelum makan malam bersama, kesempatan diberikan kepada Ketua Gotaus KWI, bpk Arnold Darmanto untuk sedikit menjelaskan mengenai GOTAUS, visi-misi dan filosofi penghimpunan dana serta penyalurannya. Seusai makan malam bersama, seluruh audience yang hadir berfoto bersama.

Salut kepada GOTAUS KAP yang penuh semangat dalam kepeduliannya terhadap pendidikan calon-calon pemimpin umat kita. Bravo GOTAUS!

Misa Konselebrasi GOTAUS tahun ini telah terselenggara dengan sukses, khidmat dan meriah. 32 Uskup hadir termasuk 4 Usku...
15/11/2018

Misa Konselebrasi GOTAUS tahun ini telah terselenggara dengan sukses, khidmat dan meriah. 32 Uskup hadir termasuk 4 Uskup Emeritus. Tanggal 11 - 11 – 2018 menjadi momen yang bersejarah bagi Paroki St Paulus Moh Toha Bandung, dimana Gerejanya menjadi tempat penyelenggaraan Misa Konselebrasi GOTAUS. Gereja St Paulus dipilih karena lokasinya tidak begitu jauh dari gedung Pastoral Keuskupan Bandung yang menjadi tempat sidang Sinodal KWI tahun ini.

Misa sengaja diselenggarakan pada jam 11 siang, bukan pada jam Misa biasa. Karena pertimbangan tempat yang terbatas, umat Paroki St Paulus yang hadir hanya yang diundang serta utusan lingkungan saja. Setiap Lingkungan diminta mengutus 2 orang wakil. Ada kurang lebih 100 utusan dari 51 lingkungan di Paroki St Paulus serta 10 orang Dewan Pengurus Stasi St Yusuf Pekerja, Majalaya ditambah 10 orang lagi utusan dari 5 lingkungan Stasi tersebut. Namun diluar undangan dan utusan, umat lainnya juga boleh ikut Misa dengan resiko susah parkir karena area parkir Gereja dipakai untuk acara.

Pada kesempatan kali ini, GOTAUS diberi kesempatan oleh Keuskupan Bandung untuk mengadakan sosialisasi di tiga gereja lain selain St Paulus, yaitu di Gereja Katedral, Pandu dan Laurentius. Lebih dari 20 aktifis GOTAUS dari Jakarta diterjunkan untuk bertugas memperkenalkan GOTAUS di Paroki-paroki tersebut dibantu oleh aktifis-aktifis dari Paroki setempat. Mereka telah bekerjasama dengan baik serta menjalankan tugas dengan antusias dengan hasil yang baik.

Hadirnya 32 Uskup kali ini merupakan rekor kehadiran Uskup di Misa Konselebrasi GOTAUS selama ini. Rekor sebelumnya tercatat 29 Uskup pada Misa Konselebrasi sebelumnya. Konselebran Utama kali ini adalah Mgr Leo Laba Ladjar OFM, Uskup Jayapura, sedangkan homili dibawakan oleh oleh Mgr Adrianus Sunarko OFM, Uskup Pangkalpinang.

Seusai Misa, diadakan acara ramah tamah dan makan siang bersama para Uskup di area parkir dan aula Paroki. Acara diselingi dengan hiburan nyanyian dan tarian daerah dari umat. Beberapa Uskup tak mau ketinggalan, menghibur umat dan berbaur bersama umat menyanyikan beberapa lagu.

Pada Kesempatan ini, kami atas nama GOTAUS, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Panitia Penyelenggara yang terdiri dari seluruh unsur Dewan Paroki-paroki di Keuskupan Bandung yang begitu antusias menyelenggarakan Misa Konselebrasi Para Uskup kali ini. Kami mohon maaf apabila ada kekhilafan dan kekurangan kami dalam kerjasama kali ini.

Salam,
Arnold Darmanto – Plt. Ketua Umum GOTAUS

Rapat GOTAUS KWI bulan Oktober 2018 kali ini terasa beda. Beda tempatnya, karena biasanya di gedung KWI namun kali ini d...
07/10/2018

Rapat GOTAUS KWI bulan Oktober 2018 kali ini terasa beda. Beda tempatnya, karena biasanya di gedung KWI namun kali ini di gedung Manggala Wanabakti, kantor bu Sjenny, sang Sekretaris GOTAUS KWI. Ini karena gedung KWI Menteng sedang direnovasi. Beda harinya, karena biasanya hari Selasa namun kali ini hari Jumat. Ini karena beberapa pengurus perlu segera melaporkan hasil keikutsertaan mereka dalam rapat persiapan Misa Konselebrasi di Bandung, pada hari Rabu tanggal 3 Oktober 2018 yang lalu.

Mengapa harus segera? Karena penyelenggaraan Misa Konselebrasi Para Uskup untuk GOTAUS yang akan diadakan di Bandung sudah tinggal beberapa Minggu lagi. Kapan dan dimana tepatnya penyelenggaraan Misa Konselebrasi tersebut? Tanggal 11 Nopember 2018 jam 11.00 di Gereja Santo Paulus, Jln Moh Toha, Bandung. Kalau ikut trend jaman now, maka kita bisa menggunakan pengingat dengan tagar #111111 yang artinya tanggal 11 bulan 11 jam 11.

Penyelenggaraan Misa Konselebrasi kali ini juga sangat berbeda dari biasanya. Biasanya diadakan di Jakarta, kali ini di Bandung! Biasanya penyelenggaranya satu Paroki, kali ini penyelenggaranya satu Keuskupan! Ya, Keuskupan Bandung! Panitianya adalah seluruh Dewan Paroki dari gereja gereja yang ada di wilayah Keuskupan Bandung, dikomandani langsung olehWakil Uskup (Vikjen) Keuskupan Bandung; Romo Hilman Pujiatmoko Pr. Wow, keren!

Karena Misa Konselebrasi akan diadakan di Gereja Santo Paulus, maka Paroki Santo Paulus akan berkonsentrasi pada Liturgi Misa dipimpin oleh Bapak Andy Slamet, sedangkan Paroki lainnya berkonsentrasi pada penggalangan dana, dipimpin oleh Bapak George Wangsanegara. Wow, hebat!

Romo Hilman, dalam rapat persiapan 2 Oktober tersebut, menjelaskan bahwa penggalangan dana ini sangat penting, karena tujuannya mulia. Jaman sekarang, Imam Indonesia menjadi misionaris di benua lain, seperti Amerika, Eropa dan Afrika. Sebagai contoh waktu ke Roma, beliau mendapati bahwa banyak Imam Indonesia yang bekerja disana. Sedangkan Roma sendiri sudah mengalihkan pendanaan bagi pembinaan calon Imam dari Asia ke wilayah Afrika. Untuk itulah GOTAUS dibutuhkan perannya untuk ikut membantu perkembangan pendidikan calon Imam di seluruh Seminari Menengah di Indonesia.

Melihat antusiasme yang ditunjukkan oleh panitia Bandung, maka para pengurus dan aktifis GOTAUS KWI pun ikut antusias! Segera menggelar
rapat pada hari Jumat 5 Oktober 2018 dan membagi tugas bagi para aktifis yang akan ke Bandung. Terlebih lagi GOTAUS KWI menyambut baik tawaran dari Romo Vikjen untuk mengadakan sosialisasi di seluruh Misa Sabtu dan Minggu di 3 Paroki lain; Katedral, Pandu, dan Laurentius. Maka selain mengutus para aktifisnya ke gereja Santo Paulus, GOTAUS KWI juga akan mengutus masing-masing 3 sampai 4 aktifis untuk bertugas di tiga Paroki tersebut pada tanggal 10 dan 11 Nopember nanti.

Mari kita berdoa agar penyelenggaraan Misa Konselebrasi Para Uskup untuk GOTAUS kali ini berjalan dengan lancar. Amin.

Mewakili GOTAUS, saya naik pesawat pagi dari Jakarta ke Silangit pada hari Jumat 28 September 2018. Sebetulnya pilihan k...
02/10/2018

Mewakili GOTAUS, saya naik pesawat pagi dari Jakarta ke Silangit pada hari Jumat 28 September 2018. Sebetulnya pilihan ke Silangit ini kurang tepat, karena jarak dari Silangit ke Sibolga cukup jauh namun memang saya kurang informasi. Harusnya bisa naik pesawat langsung ke Airport Ferdinand Lumban Tobing, Sibolga yang lebih dekat. Akibatnya dari Silangit saya harus menempuh perjalanan darat kurang lebih 4,5 jam menuju sibolga melalui jalan yang berkelak-kelok di perbukitan Tarutung yang curam. Walaupun jalannya cukup bagus, namun di beberapa tempat ada bukit yang longsor akibat dari musim hujan yang sudah tiba, sehingga terpaksa beberapa kali jalan harus buka tutup bergantian dengan arus sebaliknya dan mengakibatkan kelambatan perjalanan.

Saya tiba di gereja katedral Sibolga di jln Katamso, pas jam 18.00 dimana Misa Requiem Bapak Uskup sedang berlangsung dan sudah hampir selesai. Saya sempat menyimak kata penutup yang mengharukan yang disampaikan oleh Mgr Martinus Situmorang, serta Mgr Anton yang menjadi konselebran pada misa Requiem tsb selain Mgr Harun yang menjadi konselebran utamanya.

Kita kehilangan putra terbaik bangsa. Mgr Ludovicus Simanullang adalah sosok yang ramah, namun tidak banyak omong. Bertutur kata lembut dan berkualitas. Itulah yang diceritakan oleh dua orang keponakan Mgr yang kebetulan satu bangku dengan saya di pesawat dari Jakarta ke Silangit; Desra dan Shendy. Desra adalah anak dari kakak kandung Mgr Ludo sedangkan Shendy adalah anak dari adik kandung Mgr. Dari para keponakan tersebut, saya dapat informasi bahwa mgr ludo adalah anak ke 5 dari 9 bersaudara.

Misa requiem dihadiri oleh para pastor, suster, bruder dan umat yang berjubel didalam maupun di luar gereja, tanda banyak yang sayang kepada gembala mereka. Susunan Bunga Papan ucapan bela sungkawa berjajar di depan gereja maupun di jalan raya sekitar gereja. Nampak p**a bunga papan yang dating dari para pejabat Muspida dan Muspika serta tokoh-tokoh Nasional yang ikut berbela sungkawa. Mungkin kalau diukur lebih dari satu kilometer panjangnya. Sampai tengah malam masih banyak umat yang berjaga di gereja katedral, mirip suasana tuguran diwaktu paskah.

Sesuai saran dari para pastor di paroki tersebut, hari Sabtu keesokan harinya saya p**ang ke Jakarta dengan pewawat Garuda lewat airport Ferdinand Lumban Tobing yang jaraknya hanya 45 menit dari gereja. Sambutan dari Sekretaris Usukup; Pastor Blasius, serta Pastor Paroki Katedral; Pastor Aloy sangat baik. Bahkan saya ke airport diantar oleh Para pastor iring-iringan dengan mobil yang membawa Uskup Anton dan Uskup Situmorang yang juga p**ang ke Jakarta lewat Airport yang sama.

Address

Jln. Cut Mutia No 1
Jakarta

Telephone

+628164821175

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gotaus KWI posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Gotaus KWI:

Share