Al Hayah Community Islam

Al Hayah Community Islam Sebuah organisasi untuk berjihad kita harus berubah jangan sampai kita tertipu dengan semua yang ada di dunia ini

21/09/2016

ikhwan fillah yang di rahmati allah swt, mungkin dijaman ini banyak sekali agama kita yang sudah melenceng dari al quran dan sunnah, padahal jelas sebelum rasullah saw kekasih allah meninggal, beliau berkhubah dan di akhir pembeicaraanya yaitu akan ku titipkan 2 perkara yaitu al quran dan sunnah agar engkau tidak tersesat,
kali ini kami akan membahas tentang penting solat, yang belakangan ini banyak sekali yang sudah meninggal solat demi kepentingan dunia yang sungguh tidak ada apa - apanya bagi allah swt.
dari buraida r.a :
bersabda rasulullah saw : " janji yang terikat erat antara kami dengan mereka ialah shalat. maka barang siapa yang meninggalkanya berarti ia kafir (H.R ahmad dan Ash Habus sunan)
bahkan larangan di hadist yang lain dan lebih kuat lagi yaitu
dari jabir r.a
telah bersabda rasullah saw : ' batas di antara seseorang dengan kekafiran itu ialah meninggalkan sholat.
bahkan penellitian dari syaukani : yang benar ialah ia adalahn kafir, mengenai kafirnyan itu ialah karena hadist hadist yang sah bahwa agama telah menamakan orang yang meninggalkan solat ialah kafir.

ikhwan sekalian, tapi ini belum terlambat kita semua bisa untuk berubah , sungguh allah maha penerima taubat

allah ta a'la berfirman

sesungguhnya allah tiadalah akan mengampuni bila ia di sekutukan, tetapi ia akan mengampuni selain itu siapa yang disukainya (q.s an nisa 116)
maksud dari teresebut berarti dosa apapun bisa di ampuni kecuali ia menduakan allah swt.

19/09/2016

Di dalam Shahih Bukhari disebutkan hadits bahwa 700.000 orang akan masuk surga, sedangkan generasi awal saja mungkin jumlah mereka sudah mencapi 700.000. Apakah ada tafsir lain tentang hadits ini?

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah.

Barangkali maksud anda wahai penanya adalah hadits tentang 70.000 orang yang akan masuk surga tanpa hisab yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan Ahmad serta yang lainnya dari Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam.

Kalau anda memperhatikan hadits ini, akan hilanglah -insya Allah- ketidakjelasan yang tercermin dalam pertanyaan anda.

Imam Bukhari di dalam kitab shahihnya telah meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'Anhu, dari Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam bahwa beliau berkata:

"Ditampakkan beberapa umat kepadaku, maka ada seorang nabi atau dua orang nabi yang berjalan dengan diikuti oleh antara 3-9 orang. Ada p**a seorang nabi yang tidak punya pengikut seorangpun, sampai ditampakkan kepadaku sejumlah besar. Aku pun bertanya apakah ini? Apakah ini ummatku? Maka ada yang menjawab: 'Ini adalah Musa dan kaumnya,' lalu dikatakan, 'Perhatikanlah ke ufuk.' Maka tiba-tiba ada sejumlah besar manusia memenuhi ufuk kemudian dikatakan kepadaku, 'Lihatlah ke sana dan ke sana di ufuk langit.' Maka tiba-tiba ada sejumlah orang telah memenuhi ufuk. Ada yang berkata, 'Inilah ummatmu, di antara mereka akan ada yang akan masuk surga tanpa hisab sejumlah 70.000 orang. Kemudian Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam masuk tanpa menjelaskan hal itu kepada para shahabat. Maka para shahabat pun membicarakan tentang 70.000 orang itu. Mereka berkata, 'Kita orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti rasul-Nya maka kitalah mereka itu atau anak-anak kita yang dilahirkan dalam Islam, sedangkan kita dilahirkan di masa jahiliyah.' Maka sampailah hal itu kepada Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam, lalu beliau keluar dan berkata, 'mereka adalah orang yang tidak minta diruqyah (dimanterai), tidak meramal nasib dan tidak mita di-kai, dan hanya kepada Allahlah mereka bertawakkal." [HR. Bukhari 8270]

Maksud hadits ini menjelaskan bahwa ada satu kelompok dari ummat ini akan masuk surga tanpa dihisab, bukan berarti bahwa jumlah ahli surga dari ummat ini hanya 70.000 orang. Maka mereka yang 70.000 orang yang diterangkan dalam hadits ini adalah mereka yang memiliki kedudukan yang tinggi dari kalangan ummat ini karena mereka memiliki keistimewaan khusus yang disebutkan oleh hadits ini, yaitu mereka adalah orang-orang yang tidak minta diruqyah, tidak meramal nasib, dan tidak minta di-kai, serta hanya kepada Allah mereka bertawakkal.

Ada lagi hadits yang menjelaskan penyebab mereka masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab di dalam riwayat lain bagi Imam Bukhari rahimahullah, dari Abbas radhiallahu 'anhu, dia berkata bahwa Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam bersabda:

"Ditampakkan kepadaku beberapa ummat. Maka ada seorang nabi yang berjalan dengan diikuti oleh satu ummat, ada p**a seorang nabi yang diikuti oleh beberapa orang, ada juga nabi yang diikuti oleh sepuluh orang. Ada juga nabi yang diikuti lima orang, bahkan ada seorang nabi yang berjalan sendiri. Aku pun memperhatikan maka tiba-tiba ada sejumlah besar orang, aku berkata, 'Wahai Jibril, apakah mereka itu ummatku? Jibril menjawab, 'Bukan, tapi lihatlah ke ufuk!' Maka aku pun melihat ternyata ada sejumlah besar manusia. Jibril berkata, 'Mereka adalah ummatmu, dan mereka yang di depan, 70.000 orang tidak akan dihisab dan tidak akan diadzab.' Aku berkata, 'Kenapa?' Dia menjawab, 'Mereka tidak minta di-kai, tidak minta diruqyah, dan tidak meramal nasib serta hanya kepada Allah mereka bertawakal.'Maka berdirilah Ukasyah bin Mihshan, lalu berkata, 'Berdoalah kepada Allah agar Dia menjadikan salah satu seorang di antara mereka.' Nabi pun berdoa, 'Ya Allah, jadikanlah dia salah seorang di antara mereka.'Lalu ada orang lain yang berdiri dan berkata, 'Berdoalah kepada Allah agar Dia menjadikan aku salah seorang di antara mereka.' Nabi Shalalahu 'alaihi wasslam menjawab, 'Kamu telah didahului oleh Ukasyah'." [HR. Bukhari 6059]

Tentang sifat mereka pun dijelaskan di dalam hadits Sahl bin Sa'd radhiallahu 'anhu, dari Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam, dia berkata,

"Pasti ada 70.000 orang dari ummatku atau 700.000 orang (salah seorang periwayat hadits ini ragu) akan masuk surga orang pertama di antara mereka, tidak memasukinya sebelum masuk p**a orang terakhir dari mereka. Wajah-wajah mereka seperti bulan pada bulan purnama." [HR. Bukhari]

Dan dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, dia berkata: aku mendengar Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam bersabda,

"Akan masuk surga sekelompok dari ummatku sejumlah 70.000 orang. Wajah-wajah mereka bercahaya seperti cahaya bulan." [HR. Bukhari]

Tentang sifat mereka diterangkan p**a di dalam riwayat Muslim dalam shahihnya dari hadits Jabir bin Abdullah radhiallahu 'anhu,

"…, kemudian selamatlah orang-orang mukmin, selamat p**alah kelompok pertama dari mereka yang wajah-wajah mereka seperti bulan pada malam purnama sejumlah 70.000 orang. Mereka tidak dihisab kemudian orang-orang setelah seperti cahaya bintang di langit, kemudian yang seperti mereka."

Bagi kita semua kaum muslimin ada kabar gembira dari Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam di dalam hadits ini dan hadits-hadits lainnya. Adapun kabar gembira dalam hadits ini karena ada riwayat yang lain dalam Musnad Imam Ahmad, Sunan Tirmidzi, dan Sunan Ibnu Majah dari hadits Abu Umamah dari Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam, dia berkata,

"Rabbku 'Azza wa Jalla telah menjanjikan kepadaku bahwa ada dari ummatku yang akan masuk surga sebanyak 70.000 orang tanpa hisab ataupun adzab beserta setiap ribu orang ada 70.000 orang lagi dan tiga hatsiyah dari hatsiyah-hatsiyah Allah 'Azza wa Jalla."

Kita memohon kepada Allah Subhana wa Ta'ala agar Dia menjadikan kita termasuk golongan mereka. Bila anda hitung 70.000 orang menyertai setiap seribu orang dari yang 70.000 itu, berapakah jumlah seluruhnya bagi orang yang masuk surga tanpa hisab?!?

Dan berapa jumlah seluruh hatsiyah dari hatsiyah Allah yang Agung dan Mulia, Yang Penyayang dan Pengasih?

Adapun berita gembira yang kedua adalah bahwa jumlah ahli surga dari ummat ini dua pertiga (2/3) dari seluruh jumlah ahli surga, maka jumlah ummat Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam yang masuk surga lebih banyak dibanding jumlah seluruh ummat yang lalu. Berita gembira ini datang dari Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam dalam sebuah hadits ketika beliau bersabada kepada para sahabatnya pada suatu hari,

"Ridhakah kalian, kalau kalian menjadi seperempat (1/4) dari penduduk surga?"Kami menjawab, "Ya."Beliau berkata lagi, 'Ridhakah kalian menjadi sepertiga (1/3) dari penduduk surga?"Kami menjawab, "Ya."Beliau berkata lagi, 'Ridhakah kalian menjadi setengah (1/2) dari penduduk surga?"Kami menjawab, "Ya."Beliau berkata lagi, "Demi Allah yang jiwaku ada dalam tangan-Nya, sesungguhnya aku berharap kalian menjadi setengah (1/2) dari penduduk surga karena surga tidak akan dimasuki kecuali oleh jiwa yang muslim dan tidaklah jumlah kalian dibanding ahli syirik kecuali seperti jumlah bulu putih pada kulit sapi hitam atau seperti bulu hitam pada kulit sapi merah." [HR. Bukhari 6047]

Kemudian Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam menyempurnakan berita gembiranya kepada kita dalam hadits shahih yang lain. Beliau berkata,

"…, Ahli surga 120 shaf, 80 shaf di antaranya dari ummatku, dan 40 shaf lagi dari ummat lainnya." [HR. Tirmidzi 3469,lalu Tirmidzi berkata, "Ini hadits hasan."]

Maka kita memuji Allah atas nikmatnya dan kita memohon karunia dan rahmat-Nya, dan semoga Dia menempatkan kita di surga dengan upaya dan anugrah-Nya, dan semoga Allah melimpahkan shalawat kepada Nabi kita Muhammad

19/09/2016

Ikhwan fillah yang di rahmati alloh swt, mungkin sebagian besar umat islam masih banyak yang masih lupa tentang suatu nikmat, dimana nikmat tersebut merupakan bagian terbesar yang hanya dapat di rasakan, yang di amanahkan, yg taati oleh hamba mukmin yang bertakwa, mungkin hidayah pun tidak juga datang pas saat seseorang merasa sholeh, melainkan seseorang tersebut merasakan ada suatu ujian, entah ujian ituh apah? Dari situlah alloh berikan hidayah secara langsung kepada insane tersebut. Mungkin dalam diri kita ini sering terucap, apa sih tujuan manusia di ciptakan? Apakan alloh hanya menyalurkan kesenangannya dengan menciptakan manusia? Mengapa diri ini terkadang merasa bahagia dan memiliki kehidupan yang menyenangkan dan terkadang diri ini merasa sedih dan merasakan getir dan pahitnya kehidupan? Apa hikmah dari ini semua?. Islam menjawab semua pertanyaan ini dengan jawaban yang benar benar logis dan bisa di terima: - Percaya hanya kepada satu pencipta.
- Tidak ada sesuatu pun yang sebanding dengan-Nya.
- Dialah penguasa alam ghaib.
- Dia mengutus para rasul agar manusia paham apa yang dia inginkan
Jika kalian bertanya, apakah diri ini mencintai alloh sebelum atau di awal-awal diri ini masuk islam? Maka jawabannya, diri ini tidak mencintai alloh pada saat itu.
Karena “ Alloh swt adalah satu-satunya yang menciptakan alam semesta dan tidak ada sekutu bagi-nya, meski demikian rasa cinta diri ini pada-nya belum muncul. Mahabah memang membutuhkan waktu untuk bersemi. Rasa cinta itu datang setelah suatu keajaiban terjadi dalam hidup ini . setelah beberapa kian lama, pengetahuan diri ini tentang alloh kian bertambah, semakin diri ini mempelajarinya , maka semakin diri ini mencintai-nya. Ketika rasa cinta itu telah muncul, secara otomatis diri ini langsung menaatinya tanpa ada terpaksa sedikit pun. Aku merasakan kebahagiaan dan kegembiraan dalam beribadah kepada-nya sesuai dengan petunjuk al-qura’an dan sunnah.
Di dalam al-qur’an alloh berfirman “Bahwa orang-orang yang menaati-nya dan mengikuti sunnah nabi-nya akan merasakan kebahagiaan di kehidupan akherat. In syaa alloh, itulah tujuan hidup insan sekarang, dan diri ini pun paham dengan tujuan penciptaan ini.
Di dalam (QS.Asy-Syura:28) alloh menjelaskan
وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْ بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهُ ۚ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ

________________________________________
Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.
Ayat tersebut diatas memberikan gambaran yang jelas dan elegan. Allah SWTmenyebarluaskan rahmatNya ditengah-tengah jiwa yang putus asa. Dia menurunkan hujan saat orang berpikir tidak mungkin, Ada setetes air jatuh dari langit. Allah SWT mengubah tanah yang kering jadi subur-makmur. Dia ubah tempat yang gersang dan tandus jadi hijau. Ini bukti bahwa dibalik ketetapan Allah tersimpan hikmah sangat dalam. Dia menjalankan kekuasaan atas hamba-hambaNya dengan penuh kasih sayang. Semua perbuatanNya terpuji,sebab Dia adalah Dzat yang maha Terpuji.
* Contoh kepercayaan yang sempurna terhadap kasih sayang Allah dalam situasi sulit adalah seperti yang dipertontonkan Nabi Ya`kub ketika berkata kepada anaknya:” Hai anak-anakku,pergilah kamu maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah,melainkan kaum yang kafir.” (QS.Yusuf:87)
Kepercayaan semacam ini membuat seorang mukmin selalu menyandarkan dirinya kepadaAllah dengan cara berdo`a penuh harap. Allah SWT akan mengabulkan semua permohonannya,
setiap kali mereka menundukkan wajahnya dihadapanNya. FirmanNya:” (ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu lalu diperkenankanNya bagimu.” (QS:Al-Anfal:9)
* FirmanNya lagi, Artinya:” Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepadaKu maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku dan hendaklah mereka beriman kepadaKu.” (QS.Al-Baqarah:186)
Allah yang maha pengasih mengabulkan semua do`a yang dipanjatkan. Dialah yang menghilangkan kesulitan. Hubungan Allah dengan manusia terjalin dalam limpahan kasih sayang dan belas kasihan. Kasih sayang Allah terhadap hambaNya nyata cermin dalam setiap anugerah materi yang tidak terhitung ini. Sesuai FirmanNya:(Artinya):” Dan jika kamu menghitung nikmatAllah ,tidaklah dapat kamu menghinggakannya.” (QS.Ibrahim.34) Lebih luas lagi, kasih sayang Allah tercermin dalam indahnya hidayah. Anugerah yang sangat dicintai Allah dari hambaNya. Ia adalah nikmat yang terpancar dari kasih sayang Allah yang sejati,FirmanNya: (Artinya)” Dan tiadalah Kami mengutus kamu,melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta” (QS:Al-Anbiya:107)
Rasulullah SAW juga bersabda:(Artinya)” Sesungguhnya aku adalah rahmat pemberi hidayah.”(Al-Hadist)

13/09/2016

Address

Jakarta

Telephone

089633883688

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Al Hayah Community Islam posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share