PP Muslimat NU

PP Muslimat NU Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from PP Muslimat NU, Religious organisation, Jakarta.

Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Ibu Khofifah Indar Parawansa, menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Muslima...
11/08/2026

Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Ibu Khofifah Indar Parawansa, menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Muslimat NU ke-80 yang diselenggarakan oleh PWMNU Kalimantan Barat di Asrama Haji Pontianak, Kalimantan Barat.

Momentum 80 tahun perjalanan Muslimat NU menjadi pengingat akan panjangnya pengabdian perempuan Nahdlatul Ulama dalam menjaga nilai-nilai keumatan, memperkuat keluarga, serta mengambil peran nyata dalam membangun masyarakat dan bangsa.

Semoga Harlah ke-80 ini menjadi momentum untuk terus meneguhkan khidmat, memperkuat silaturahmi, dan menghadirkan kontribusi yang semakin luas bagi umat, masyarakat, dan Indonesia.

80 Tahun Muslimat NU - Terus Berkhidmat, Mengabdi untuk Umat dan Negeri.

📍 Asrama Haji Pontianak, Kalimantan Barat
đź“… 11 Agustus 2026

09/07/2026

Tasyakuran Harlah ke-80 PW Muslimat NU Riau
Khofifah Dorong Muslimat NU Perkuat Khidmat Membangun Bangsa melalui Ikhtiar Lahir dan Batin.

Mewujudkan perdamaian, keadilan dan menjunjung tinggi  derajat kemanusiaan dikumandangkan pada Harlah ke-80 Muslimat NU ...
08/07/2026

Mewujudkan perdamaian, keadilan dan menjunjung tinggi derajat kemanusiaan dikumandangkan pada Harlah ke-80 Muslimat NU oleh PW Muslimat NU Provinsi Riau.

Gubernur Khofifah yang juga Ketua PBNU menegaskan bahwa Munas-Konbes NU merupakan forum strategis untuk merumuskan panda...
23/06/2026

Gubernur Khofifah yang juga Ketua PBNU menegaskan bahwa Munas-Konbes NU merupakan forum strategis untuk merumuskan pandangan keagamaan sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan umat, bangsa, dan negara.

Karena itu, ia optimistis forum permusyawaratan para ulama ini akan menghasilkan keputusan-keputusan yang mampu memperkuat peran NU dalam membangun kemaslahatan sosial, mempererat persaudaraan, serta menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.

“Semoga Allah SWT memudahkan seluruh rangkaian musyawarah dan menghasilkan keputusan-keputusan terbaik yang membawa kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan negara, sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah,” ujarnya.

Khofifah juga menyampaikan bahwa Jawa Timur sebagai provinsi dengan ribuan pondok pesantren memiliki tanggung jawab besar untuk terus mendukung penguatan peran pesantren dan Nahdlatul Ulama dalam pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, ekonomi umat, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan.

“Kami meyakini pesantren dan Nahdlatul Ulama memiliki peran sangat penting dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial sebagaimana yang menjadi pesan utama Rais Aam,” tegasnya.

Gubernur Khofifah : Munas-Konbes NU 2026 di Ploso Membahas Berbagai Hal Strategis Digital Ekosistem Dan  Penguatan Sosia...
21/06/2026

Gubernur Khofifah : Munas-Konbes NU 2026 di Ploso Membahas Berbagai Hal Strategis Digital Ekosistem Dan Penguatan Sosial Keagamaan

KEDIRI, 21 JUNI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama - Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama Tahun 2026 di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Mojo, Kediri, Sabtu (20/6) malam.

Pembukaan ditandai dengan penabuhan kenteng sebanyak sembilan kali oleh Rais Aam PBNU yang juga didampingi Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU, Khatib Aam, Gubernur Khofifah serta perwakilan Pondok Pesantren Al Falah Ploso.

Dalam sambutannya, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama menghadapi tantangan peradaban yang semakin kompleks sehingga membutuhkan lompatan strategis dalam menjalankan khidmat kepada umat.

Menurutnya, terdapat tiga kebutuhan mendesak yang harus diperkuat oleh jam’iyah NU untuk menjawab tuntutan masa kini dan masa depan.

Pertama, membangkitkan kembali dhamir ijtima’i atau kesadaran sosial di tengah umat melalui langkah-langkah nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Kedua, membangun opini publik yang berlandaskan moral sehingga tumbuh kontrol sosial yang kuat dalam kehidupan bermasyarakat.

Dan ketiga, memperkuat kualitas kepemimpinan yang berlandaskan semangat jihad dan ijtihad agar mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan kontemporer yang dihadapi umat, bangsa, dan negara.

“Jam’iyah kita yang terorganisasi ini, demi menghadapi tuntutan masa kini dan masa depan, berada dalam kondisi sangat membutuhkan tiga hal penting,” ujar KH Miftachul Akhyar.

Rais Aam menekankan, kepemimpinan dalam NU membutuhkan kesungguhan perjuangan, keluasan ilmu, kecerdasan, serta kemampuan memberikan keputusan yang tepat terhadap berbagai persoalan baru yang berkembang di tengah masyarakat.

Khofifah Bersama Menteri Arifah serta Syeikh Afeefuddin dan 15 Ribu Jamaah Peringati Harlah ke-80 Muslimat NU di Masjid ...
17/05/2026

Khofifah Bersama Menteri Arifah serta Syeikh Afeefuddin dan 15 Ribu Jamaah Peringati Harlah ke-80 Muslimat NU di Masjid Al Akbar Surabaya, Terus Gaungkan Perdamaian Dunia kepada PBB.

SURABAYA, 17 MEI 2026

27/04/2026

Bandar Lampung, 26 April 2026 - Dari Muslimat NU Indonesia, Kita Berbicara untuk Perdamaian Dunia

Dari ibu-ibu Muslimat NU, dunia belajar bahwa “merangkul lebih kuat daripada memukul, mendoakan lebih tinggi nilainya daripada menyalahkan”.

Persatuan dan kedamaian adalah jalan panjang yang harus terus dijaga bersama.

Harlah Muslimat NU ke-80 bersama PW Muslimat NU Lampung “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian dan Meneduhkan Peradaba...
26/04/2026

Harlah Muslimat NU ke-80 bersama PW Muslimat NU Lampung “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian dan Meneduhkan Peradaban”.

Bandar Lampung, 26 April 2026

26/04/2026

Ketua Umum Dewan Pembina Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa mengatakan, tema Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat NU adalah Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, dan Meneduhkan Peradaban.’’ Keikhlasan selalu ditanamkan Muslimat NU sebagai ikhtiar menjaga negeri,’’ ujarnya pada Tasyakuran Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat NU dan Halalbihalal di Aula Pondok Pesantren Bai Mahdi Sholeh Ma’mun, Sindangheula, Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (25/4/2026).

Sedangkan menguatkan kemandirian, lanjutnya, sudah dipraktikkan oleh Muslimat NU. Sejumlah kegiatan, seperti pengajian yang dilaksanakan Pimpinan Cabang Muslimat NU, para ibu yang hadir merogoh transportasi masing-masing.’’Biaya sendiri-sendiri untuk hadir ke pengajian,’’ imbuh gubernur Jawa Timur itu dalam kegiatan yang digelar Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Banten tersebut.

Adapun meneduhkan peradaban, Khofifah menjelaskan, Muslimat NU yang terbiasa membaca shalawat berdampak pada resonansinya penuh keteduhan. Selain itu, imbuhnya, ikhtiar lain yang dilakukan adalah menyerukan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).’’Melalui Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Ini agar selalu ada kedamaian di dunia,’’ terangnya di depan ribuan orang yang mayoritas adalah Muslimat NU.

Address

Jakarta

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PP Muslimat NU posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share