Meme Umat Islam

Meme Umat Islam Menyampaikan ajaran islami melalui media meme dan komik.

24/06/2025

wkwkwk

Islam mengajarkan kita untuk menutup aib diri sendiri, begitu juga menutup aib orang lain. Bahkan, perintah untuk tidak ...
10/02/2025

Islam mengajarkan kita untuk menutup aib diri sendiri, begitu juga menutup aib orang lain. Bahkan, perintah untuk tidak mengumbar aib dan keburukan menjadi salah satu penyebab turunnya ayat Al-Quran, yakni Surat Al Hujurat ayat 12
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ ۝١٢
Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang s**a memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.

Muhamad bin Wâsi’ berkata, “Seandainya dosa-dosa itu ada baunya maka tidak seorangpun yang mau duduk bersamaku”

Oleh karena itulah, jangan pernah ujub dengan amalan kita. Jangan pernah terpedaya dengan pujian yang diberikan. Jangan pernah riya dengan kebajikan yang dipebuat. Karena semua itu tidak akan berguna, jika satu aib saja diungkap oleh Allah l. Yakinlah, semua pujian tersebut akan berubah menjadi celaan. Kita akan terpuruk, seterpuruk-terpuruknya. Kita juga akan malu, semalu-malunya. Kita juga akan hina, sehina-hinanya. Seperti tak ada lagi tempat tersedia untuk menerima kita.

-Zaid

09/02/2025

Test

Pertama-tama, kita harus mengetahui kalau puasa sunnah 9 Dzulhijjah itu tidak berkaitan dg ritual wuquf di Arafah.Menuru...
08/07/2022

Pertama-tama, kita harus mengetahui kalau puasa sunnah 9 Dzulhijjah itu tidak berkaitan dg ritual wuquf di Arafah.

Menurut banyak riwayat, puasa sunnah 9 Dzulhijjah mulai disyariatkan sejak tahun kedua Hijriah. Sedangkan Rasulullah SAW baru berhaji dan wuquf di tahun kesepuluh Hijriah.

Memang benar bangsa Arab sejak masa Nabi Ibrahim sudah menjalankan ritual haji dan wuquf. Namun, perlu dicatat bahwa mereka tidak berhaji dan wuquf di bulan Dzulhijjah saja, tapi kadang di bulan Dzulqa'dah, Syawal, ataupun bulan lain.

Adapun alasan perbedaan tanggal 9 Dzulhijjah antara Indonesia dengan Saudi Arabia tidak lain karena perbedaan hasil yang didapat ketika rukyat hilal.

— EDS

MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN?Hayo, siapa yang masih ngucap gitu tiap Eid? Tau ga, sih, kalo itu tuh sebuah doa yg terpotongL...
01/05/2022

MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN?

Hayo, siapa yang masih ngucap gitu tiap Eid? Tau ga, sih, kalo itu tuh sebuah doa yg terpotong

Lho, kok iso? Embuh
Saya juga ga ngerti gimana awal mulanya "minal aidzin wal faidzin" jadi kebiasaan masyarakat kita. Jujur, saya dulu juga ikut-ikutan gitu. Hehe

Arti harfiah dari empat kata tersebut ialah; dari | orang-orang yg kembali | dan | orang-orang yg menang.

Nyambung ga, Gess? Nanggung banget itu ucapannya. Kira-kira kalo kita ucapin di depan orang Arab, mereka bakal tersenyum atau kebingungan? Jangan-jangan malah ngakak.

جعلنا الله واياكم من العائدين والفائزين
(Semoga Allah menjadikan kita menjadi bagian dari orang-orang yg kembali dan orang-orang yg mendapat kemenangan)

Nah, lengkap. Atau ngucap "Taqabbalallahu Minna wa Minkum" kayak Nabi SAW juga oke. Lebih simpel.

-EDS

Tuman!-EDS
03/04/2022

Tuman!

-EDS

Bagi yang berpuasa hari ini, harus menyakini bahwa tanggal 1 Ramadhan jatuh pada hari Sabtu. Dan bagi yang berpuasa beso...
02/04/2022

Bagi yang berpuasa hari ini, harus menyakini bahwa tanggal 1 Ramadhan jatuh pada hari Sabtu. Dan bagi yang berpuasa besok, harus menyakini bahwa tanggal 1 Ramadhan jatuh pada hari Minggu.

Selamat menjalankan ibadah puasa.

-EDS

Turunnya wahyu adalah peristiwa yang dahsyat. Nabi Muhammad ﷺ mengalami ‘hal yang tidak biasa’ saat wahyu turun. Sampai-...
31/03/2022

Turunnya wahyu adalah peristiwa yang dahsyat. Nabi Muhammad ﷺ mengalami ‘hal yang tidak biasa’ saat wahyu turun.

Sampai-sampai beliau menyatakan bahwa setiap kali menerima wahyu maka dirinya selalu menyangka rohnya hendak dicabut. Lantas, bagaimana saja kondisi Nabi Muhammad ketika wahyu turun?

Ketika wahyu pertama turun di gua Hira, Jibril masuk ke Gua Hira lalu memerintahkan Muhammad ﷺ untuk membaca. Hingga turunlah surah al-Alaq 1-5.

Mungkin ada yang bertanya, mengapa Jibril mendekap Nabi Muhammad ﷺ dan membuat beliau kepayahan? Mengapa beliau merasakan ketakutan?

Di antara faidahnya adalah Nabi ﷺ begitu sadar bahwa keanehan yang beliau alami adalah sesuatu yang hakiki, beliau ﷺ merasakan sakit yang bisa dirasakan inderanya. Sehingga tak ada rasa ragu atau menerka itu adalah khayalan atau menduga-duga. Kemudian hal ini juga menjadi pelajaran kepada beliau bahwa tahapan-tahapan wahyu berikutnya akan turun dalam keadaan berat seperti ini. Sebagaimana firman Allah dalam Qur'an Surah Al-Muzzammil ayat 5 yang artinya:

“Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat.”

Kata berat dalam ayat ini bukan hanya mengandung pengertian secara maknawi. Atau hanya berarti makna yang mendalam dan penuh hikmah. Berat tersebut adalah dalam arti sebenarnya. Yang dirasakan oleh panca indera.

Hal ini dipertegas lagi oleh pengalaman sahabat Zaid bin Tsabit radhiallahu ‘anhu. Ia mengatakan, “Sesungguhnya Rasulullah ﷺ sedang mendapat wahyu:

“Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah…” (QS:An-Nisaa | Ayat: 95).

Kemudian datang Ibnu Ummi Maktum yang menyebutkan ayat itu padaku. Ia berkata, ‘Wahai Rasulullah, seandainya aku bisa berjihad, pasti aku akan berjihad’. Ia adalah seorang laki-laki buta. Kemudian Allah Tabaraka wa Ta’ala menambahkan ayat kepada Rasul-Nya ﷺ. Saat itu paha beliau berada di atas pahaku. Aku merasa begitu keberatan. Sampai-sampai aku khawatir pahaku remuk. Setelah itu dilanjutkan kepada beliau, Allah menurunkan:

“yang tidak mempunyai uzur”
(QS:An-Nisaa | Ayat: 95).

(HR. al-Bukhary, Kitab al-Jihad wa as-Siyar, 2677, at-Turmudzi 3033, dan an-Nasa-I 4308).

Hadits ini menjelaskan kepada kita perkataan berat yang dimaksud dalam surat al-Muzammil mencakup berat dalam arti hakiki. Bukan hanya secara maknawi. Sebagaimana yang dirasakan oleh Zaid bin Tsabit radhiallahu ‘anhu. Demikian juga Aisyah radhiallahu ‘anha meriwayatkan,

“Apabila Rasulullah ﷺ menerima wahyu saat berada di atas tunggangannya (ontanya), maka bagian perut onta itu akan menempel ke tanah.” (HR. Ahmad 24912).

Dahsyat dan beratnya peristiwa menerima wahyu ini berbeda-beda. Wahyu yang satu bisa lebih berat dari wahyu lainnya. Al-Harits bin Hisyam radhiallahu ‘anhu pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ, “Wahai Rasulullah, bagaimana cara wahyu datang kepadamu?” Rasulullah ﷺ menjawab,

“Terkadang wahyu itu datang kepadaku seperti suara lonceng. Inilah yang terberat bagiku. Dia memberitakan sesuatu dan aku memahami apa yang ia ucapkan. Dan terkadang malaikat datang dalam wujud seorang laki-laki, lalu dia berbicara padaku dan aku paham apa yang diucapkannya.”
(HR. al-Bukhari 3043 dan Muslim 2333).

Jadi, tingkat kesulitan penerimaan wahyu itu berbeda-beda. Dan yang paling berat adalah seperti gemerincing lonceng. Aisyah radhiallahu ‘anha paham betul tentang beratnya wahyu itu. ia menuturkan bagaimana keadaan Nabi ﷺ saat turun wahyu di musim dingin.

“Sungguh aku melihat wahyu turun kepada beliau di hari yang sangat dingin namun beliau tidak merasa kedinginan. Bahkan dari dahi beliau mengeluarkan keringat.”
(HR. al-Bukhari 2, at-Turmudzi 3634, an-Nasai- 1006, dan Ahmad 26241).

Di ruang ber-AC dengan suhu 20°c saja, kita sudah tidak berkeringat. Sedangkan dinginnya Kota Madinah bisa mencapai 10°c bahkan lebih rendah lagi. Dalam kodisi seperti itu, Rasulullah ﷺ berkeringat. Terbayang, betapa berat keadaan yang dialami Nabi ﷺ saat menerima wahyu.

Setidaknya, Nabi Muhammad ﷺ mengalami lima kondisi saat menerima wahyu. Pertama, wajahnya memerah. Saking dahsyatnya turunnya wahyu, wajah Nabi Muhammad sampai memerah. Kedua, berkeringat. Seperti yang disinggung di atas, manakala wahyu turun dalam bentuk lonceng maka Nabi Muhammad bercucuran keringat meski turunnya saat musim dingin.

Ketiga, sempoyongan. Turunnya wahyu juga membuat Nabi Muhammad ﷺ sempoyongan, meski kesadaran dan kestabilan beliau tidak sampai hilang. Keempat, tubuh Nabi Muhammad ﷺ menjadi berat. Kelima, Nabi Muhammad ﷺ seperti mendengar suara gerombolan lebah.

Itulah tadi beberapa kondisi Nabi Muhammad ﷺ ketika wahyu yang agung dari Allah yang Maha Agung itu turun kepada beliau ﷺ.

Memang cara cara wahyu itu turun berbeda beda, bisa berupa mimpi yang diilhami oleh Allah sebagaimana Nabi Ibrahim as yang bermimpi untuk mengorbankan anaknya Ismail as, malaikat yang menjelma menjadi Dihyah Al Khalbi salah satu sahabat Nabi dari kalangan Anshar yang disaksikan oleh Aisyah ra, menjelma sebagai seorang musafir yang tidak lazim karena pakaian nya yang bersih seperti orang yang tidak berpergian jauh yang disaksikan para sahabat Nabi, malaikat datang dengan wujud aslinya yang hanya bisa dilihat oleh beliau ﷺ seorang, diajak bicara langsung oleh Allah SWT tanpa perantara malaikat ketika mi'raj ke langit itu pun kudu pembelahan dada lagi biar suci bersih kalbu nya ketika menghadap pada sosok Tuhan semesta alam yang Maha Agung.

Wallahu alam bishawab

-Jejeff

02/03/2022

Kebanyakan dari kalangan libtard, sekuler, muslim awam, dan orang orang yang jauh dari mempelajari Islam menganggap kalau orang yang agamis itu fanatik atau kadrun.

Dan kebanyakan menurut mereka humanity above religion nomor satu. Argumen itu tadi yang membuat rata rata dari mereka seperti tidak bangga akan status agama Islamnya. Padahal Tuhan sendiri mengutus Nabinya untuk mencontohkan hubungan antara manusia dengan manusia (habluminanas). Sebagaimana Nabi Muhammad saw yang mempercepat sholat nya ketika mendengar tangisan bayi, memilih surah pendek ketika menjadi imam, dsb.

Funfact aja nie tentang masa iddah.

Seperti yang kita tahu masa idah berasal dari bahasa Arab yang artinya ‘masa menunggu setelah dicerai mati atau hidup atau menahan diri’ selama 3 bulan atau 3 kali massa haid. Ribet ya syariat Islam? Kudu nunggu 3 bulan atau 3 kali massa haid seorang janda yang lagi gak hamil buat dinikahin/dikawinin. Ribet ribet gini aturan Tuhan bos.

Seorang pakar genetika bernama Robert Guilhem membuktikan bahwa ternyata rekam jejak seorang laki-laki pada perempuan akan hilang setelah 3 bulan atau 3 kali massa haid. Rekam jejak di sini maksudnya ialah DNA dari mantan suaminya si janda. Jadi anak dari nasab/garis keturunan kita ini dah terjamin bersih murni dan 100% hasil dari benih kita, jadi kita gak perlu repot-repot buat dateng ke acara "You're not the Father". Nah pak Guilgem ini membuktikan bahwa syariat menjadi bukti bahwa Islam menjaga dan menghormati perempuan. Dan sayang nya semua humanity yang ada pada syariat Allah yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw sebagai penutup para Nabi ini malah didustakan, dianggap ribet, mengekang, dsb. Bahkan oleh kalangan muslim sendiri 😢.

Kalo bisa ane pake perumpamaan/analogikan.

Syariat itu seperti tool software Photoshop. Isi syariat atau tool nya dah tersedia di Photoshop nya atau dunia. Tinggal lu nya aja yang pinter pinter pake tool nya biar bisa mencapai editan foto yang bagus. Kalo masih pemula caranya lu berguru dulu ke yang expert, yang tahu maksud dan kegunaan dari tool tool atau syariat yang tersedia itu. Habis tu lu cari tau maksud dan tujuan dari menggunakan tool atau syariat itu seperti yang guru lu sampaikan supaya lebih mudah untuk bertahan hidup di dunia dan akhirat atau mencapai finish editing yang bagus.

-Jejeff

Bertemu para legenda Kamen Rider terdahulu dan menjadi raja dari para legenda Kamen- Rider? Not bad 👍Bertemu para Nabi d...
28/02/2022

Bertemu para legenda Kamen Rider terdahulu dan menjadi raja dari para legenda Kamen- Rider? Not bad 👍

Bertemu para Nabi dan Rasul yang mulia terdahulu dan menjadi pemimpin para Nabi?
MasyaAllah 😍🥶🤩🔥🌟❤️✨💥

“Dan sungguh telah diperlihatkan kepadaku jemaah para nabi. Adapun Musa, dia sedang berdiri salat. Dia lelaki tinggi kekar seakan-akan ia termasuk suku Sanu’ah. Dan ada p**a Isa bin Maryam ‘alaihissalam sedang berdiri salat. Manusia yang paling mirip dengannya adalah ‘Urwah bin Mas’ud ats-Tsaqafi. Adap**a Ibrahim ‘alaihissalam sedang berdiri salat. Lantas aku mengimami mereka. Seusai salat, ada yang berkata (Jibril): “Wahai Muhammad, ini adalah Malik, penjaga neraka. Berilah salam kepadanya!” Akupun menoleh kepadanya, namun dia mendahuluiku memberi salam”

(HR Muslim)

Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa:

Baitul Maqdis adalah pelabuhan terakhir isra’ (perjalanan malam) nya Rasulullah saw di bumi sebelum kemudian dimi’rajkan Allah ke shidratul muntaha/batas langit akhir (cmiiw).

Jadi sebelum perjalanan ke Baitul Maqdis,

Nabi صلى الله عليه وسلم melewati Nabi Musa 'alaihissalam yang sedang sholat di kuburnya yang terletak di Bukit Pasir Merah (gunung Nebo). Postur tubuhnya, tinggi badannya, lurus rambutnya, kecoklatan kulitnya, seperti laki-laki dari Suku Syanuah.

Dalam sholatnya Nabi Musa berkata dengan suara sangat lantang, "Engkau ya Allah memuliakannya (Nabi Muhammad) dan engkau ya Allah mengutamakannya (Nabi Muhammad)." Maka Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم mengucapkan salam dan Nabi Musa menjawab salamnya dan berkata: "Siapa ini yang bersama Engkau wahai Jibril?" Jibril menjawab: "Ini Ahmad." Maka Musa berkata: "Selamat datang Nabi dari bangsa Arab yang memberikan nasihat kepada umatnya, dan kemudian Nabi Musa mendoakan Nabi Muhammad dengan keberkahan." Nabi Musa berkata kepada Nabi Muhammad: "Mintalah kepada Allah kemudahan untuk umatmu."

Kemudian mereka meneruskan perjalanan. Di perjalanan, Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم bertanya kepada Jibril. "Siapa hamba mulia tadi wahai Jibril?" Jibril menjawab, itu saudaramu Nabi Musa bin Imran. Nabi bertanya: "Terhadap siapa dia berani mengangkat suaranya dengan lantang dan tegas?" Jibril menjawab: "Kepada Tuhannya." Jibril berkata lagi: "Sesungguhnya Allah Ta'ala telah memaklumi ketegasannya."

Kemudian di perjalanan, Nabi melewati pohon yang sangat besar sekali. Di bawah pohon itu ada seorang lelaki yang sangat berwibawa bersama anak keluarganya dan Nabi melihat lampu dan cahaya-cahaya yang terang.

Rasululllah bertanya: "Siapa itu wahai Jibril?" Jibril menjawab: "Beliau adalah ayahmu Nabi Ibrahim 'alaihissalam." Kemudian keduanya saling bertukar salam. Lalu Nabi Ibrahim bertanya kepada Jibril: "Siapa ini wahai Jibril?" "Ini adalah putramu Ahmad," jawab Jibril. Maka Nabi Ibrahim berkata: "Selamat datang wahai Nabi dari bangsa Arab yang tidak bisa membaca dan menulis, yang menyampaikan risalah Tuhannya, dan memberi nasihat pada umatnya. Wahai anakku sesungguhnya engkau akan bertemu dengan Tuhanmu malam ini. Dan sesungguhnya umatmu adalah umat yang terakhir dan paling lemah jikalau engkau bisa menjadikan seluruh permohonanmu atau sebagian besar permohonanmu kepada Tuhanmu untuk umatmu maka lakukanlah." Kemudian Nabi Ibrahim mendoakan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dengan keberkahan.

Nabi صلى الله عليه وسلم melanjutkan perjalanan bersama Jibril hingga sampai di lembah yang berada di Kota Baitul Maqdis. Di saat itu terlihatlah neraka Jahannam yang terbentang seperti permadani. Kemudian Nabi melanjutkan perjalanan bersama Jibril hingga sampai ke Baitul Maqdis dan memasukinya dari pintu kanan.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم memasuki masjid dari pintu yang matahari dan bulan condong ke arahnya. Kemudian Nabi dan Jibril sholat dua rakaat dan tidak mengunggu lama berkumpullah manusia yang sangat banyak. Di antara mereka ada yang sedang sholat berdiri, ada yang rukuk, dan sujud.

Kemudian Adzan dan iqomah dikumandangkan. Mereka berdiri berbaris menunggu siapa yang akan mengimami mereka, lalu Jibril menggandeng tangan Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan menuntunnya ke bagian depan. Nabi mendirikan sholat 2 rakaat sebagai imam bersama mereka.

Diriwayatkan dari Ka'ab bahwa Jibril mengumandangkan Adzan dan turunlah Malaikat dari langit dan Allah mengumpulkan seluruh Rasul dan para Nabi. Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم menjadi imam bagi para Rasul, Nabi dan Malaikat. Setelah selesai sholat, Jibril bertanya: "Wahai Muhammad! apakah engkau tahu siapa mereka yang sholat di belakangmu? Nabi menjawab, "Tidak." Jibril berkata: "Mereka adalah seluruh Nabi dan Rasul yang telah diutus oleh Allah."

Tambahan, menurut Syekh Emad Yoesef, Nabi Shalallahu alaihi wasallam diperkirakan memimpin sholat untuk 125rb Nabi dan Rasul yang ada di Masjid Al Aqsha.

Tidak ada yang tau pasti selain Allah mengenai jumlah para Nabi dan Rasul ada berapa.. tapi yang jelas jumlah mereka sangat banyak untuk tiap masing masing ummat dari zaman ke zaman.

Bisa jadi dalam isra' nya Nabi Muhammad SAW juga mengimami Nabi yang dari Nusantara, China, Yunani, India selain Nabi dari wilayah Timur Tengah.

Wallahualam bishawab.

- Jejeff

Rukanah bin Abdu Yazid bin Hisyam bin Abdul Muthalib bin Abdu Manaf al-Muthallibi. Ia adalah seorang pemimpin Arab yang ...
13/11/2021

Rukanah bin Abdu Yazid bin Hisyam bin Abdul Muthalib bin Abdu Manaf al-Muthallibi. Ia adalah seorang pemimpin Arab yang terkenal dengan kekuatannya. Walaupun badannya kekar dan besar, Rukanah tetap lincah dalam berkuda.

Rukanah adalah seorang laki-laki kuat. Ia masih dalam kemusyrikan di awal-awal datangnya risalah kenabian Muhammad ﷺ. Ia begitu tenar sebagai seorang pegulat hebat. Tidak ada seorang pun yang mampu menguncinya hingga tergeletak di tanah. Postur tubuh dan perawakannya yang besar tampak begitu kentara. Terlihat mencolok dibanding orang-orang di sekelilingnya.

Suatu hari, seorang laki-laki dari Bani Hasyim bernama Rukanah melihat Nabi Muhammad SAW berjalan sendirian menuju lembah Idham dari rumah Aisyah.

Rukanah sang penggembala kambing dan berotot kuat itu pun menantang Nabi adu gulat.
Bukan tanpa sebab, Rukanah mengajak gulat Nabi lantaran membenci dakwah beliau.

Dalam buku Harta Nabi karya Abdul Fattah As-Saman disebutkan, Rukanah menghampiri Nabi yang tengah melintasi lembahnya itu dan berkata: “Wahai Muhammad, engkau yang mengumpat Tuhan-Tuhan kami, Al-Latta dan Al-Uzza, dan engkau menyeru mengikuti Tuhanmu Yangmaha Perkasa lagi Mahabijaksana,”.

“Seandainya tidak ada hubungan kekerabatan antara aku denganmu, maka rasanya tidak perlu aku berbicara sepatah katapun kepadamu untuk membunuhmu. Namun berdoalah kamu kepada Tuhanmu supaya Dia menyelamatkanmu dariku.

Aku tawarkan kepadamu satu perkara, apakah kamu dapat selamat dariku jika aku menggulatmu? Maka berdoalah kepada Tuhanmu agar Dia menolongmu, dan aku akan berdoa pada Latta dan Uzza. Jika kamu dapat mengalahkanku, maka kamu berhak mendapatkan sepuluh kambingku dan silakan kau pilih ses**amu,”.
Mendengar hal itu, Nabi pun menyanggupinya. Keduanya pun saling mengambil persiapan. Nabi berdoa kepada Allah agar menolong beliau dan dapat mengalahkan Rukanah. Adapun Rukanah, dia juga berdoa kepada Tuhannya, Latta dan Uzza.
Pertandingan pun dimulai. Nabi segera memegang Rukanah lalu membanting tubuhnya dan menduduki dada Rukanah. Karena sudah tidak berkutik, maka Rukanah berkata: “Berdirilah kamu, bukan kamu yang melakukan ini kepadaku. (Kekuatan yang hadir) adalah Tuhanmu, sedangkan Latta dan Uzza Tuhanku telah menghinakan Rukanah. Sebab, tidak ada satu pun yang mampu membanting tubuhku sebelum ini.”
Dengan sangat tidak sportif, Rukanah tanpa malu meminta kepada Nabi untuk mengulanginya kembali. Rukanah berkata: “Jika kamu dapat mengalahkanku lagi, maka kamu berhak mendapatkan sepuluh kambingku yang lain, dan silakan kamu pilih ses**amu sendiri.”

Nabi pun menyanggupi keinginannya sehingga masing-masing kembali berdoa sebagaimana pertama kali.
Lalu pertandingan kembali dimulai. Nabi segera membanting tubuh Rukanah dan beliau duduk tepat di atas Rukanah dalam posisi kuncian. Karena sudah tidak berkutik, Rukanah pun kembali berkata: “Berdirilah kamu, bukan kamu yang lakukan ini terhadapku. Yang melakukannya adalah Tuhanmu Yang Mahaperkasa dan Mahabijaksana, sedangkan Latta dan Uzza Tuhanku telah menghinakan Rukanah. Karena tidak ada seorang pun yang mampu membanting tubuhku sebelum ini.”
Dengan cara piciknya, Rukanah kembali meminta kepada Nabi untuk mengulangi pertandingan. Dia berkata: “Mari kita ulangi lagi. Jika kamu dapat mengalahkanku, maka kamu berhak mendapatkan sepuluh kambingku yang lain, dan silakan dipilih ses**amu sendiri.” Tanpa mengeluh atau protes, Nabi menyanggupi permintaan
Rukanah.

Keduanya kembali berdoa masing-masing dan memulai pertandingan. Lagi-lagi, Nabi kembali berhasil membanting tubuh Rukanah dan duduk di atas dadanya dalam posisi kuncian. Karena sudah tidak berkutik lagi, Rukanah kembali berkata bahwa yang ketidakberdayaannya dalam pertandingan gulat adalah karena Latta dan Uzza sedang menghinakannya. Sementara Tuhannya Muhammad sedang memuliakannya dan memberikannya kekuatan.
Ketika Rukanah meminta pertandingan gulat kembali diulang, Nabi pun berkata kepada Rukanah: “Aku tidak menginginkan kambingmu, Rukanah. Aku ingin mengajakmu masuk Islam. Aku ingin menyelamatkanmu dari siksa neraka. Sebab sesungguhnya jika kamu masuk Islam, maka kamu akan selamat.” Sejak saat itulah Rukanah masuk Islam, Rasul pun mengembalikan semua kambingnya.

-MJr

Syubhat secara bahasa yaitu keserupaan sesuatu pada sesuatu. Sedangkan menurut istilah adalah sesuatu yang tidak bisa di...
08/11/2021

Syubhat secara bahasa yaitu keserupaan sesuatu pada sesuatu. Sedangkan menurut istilah adalah sesuatu yang tidak bisa diyakinkan apakah hal tersebut halal atau haram. jadi dalam hal ini makanan yang sifatnya masih diragukan dalam segi hukum adalah makanan yang syubhat.
Menghindar dari syubhat sangat diperlukan, terutama dalam hal makanan. Rasulullah ﷺ di dalam kitab Shahih Bukhari telah bersabda menjauhkan diri dari syubhat sama dengan memelihara agama Islam dan kehormatannya. Rasulullah memperingatkan umatnya agar berhati-hati dengan sesuatu yang syubhat agar tidak tergelincir pada sesuatu yang haram.
Sabda Rasulullah ﷺ

عن أبي عبد الله النعمان بن بشير قال سمعت رسول الله ﷺ يقول إن الحلال بين وإن الحرام بين وبينهما أمور مشتبهات لا يعلمهن كثير من الناس فمن اتقى الشبهات فقد استبرأ لدينه وعرضه ومن وقع في الشبهات وقع في الحرام كالراعي يرعى حول الحمى يوشك أن يرتع فيه ألا وإن لكل ملك حمى ألا و إن حمى الله محارمه ألا وإن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله و إذا فسدت فسد الجسد كله ألا وهي القلب رواه البخاري ومسلم

"Yang halal sudah jelas dan yang haram juga sudah jelas. Namun di antara keduanya ada perkara syubhat (samar) yang tidak diketahui oleh banyak orang. Maka barang siapa yang menjauhi diri dari yang syubhat berarti telah memelihara agamanya dan kehormatannya. Dan barang siapa yang sampai jatuh (mengerjakan) pada perkara-perkara syubhat, sungguh dia seperti seorang penggembala yang menggembalakan ternaknya di pinggir jurang yang dikhawatirkan akan jatuh ke dalamnya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki batasan, dan ketahuilah batasan larangan Allah di bumi-Nya adalah apa-apa yang diharamkan-Nya. Dan ketahuilah pada setiap tubuh ada segumpal darah yang apabila baik maka baiklah tubuh tersebut dan apabila rusak maka rusaklah tubuh tersebut. Ketahuilah, ia adalah hati."
(H.R. Imam Bukhori dan Imam Muslim).
Semoga kita dimampukan meninggalkan makanan yang syubhat sehingga kita masih tergolong sebagai orang yang bertakwa, dan menjaga kehormatan agama.

-Han

Address

Jakarta

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Meme Umat Islam posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share