06/06/2020
Dan 6:10 (BIL)
Ketika Daniel mengetahui bahwa maklumat itu telah ditandatangani, p**anglah ia ke rumahnya. Adapun jendela-jendela kamarnya terbuka ke arah Yerusalem. Tiga kali sehari Daniel bersujud, berdoa dan mengucap syukur di hadapan TUHANnya, sebagaimana yang biasa ia lakukannya sebelumnya.
UJIAN KESETIAAN
Bagi Daniel, kebiasaannya bersujud, berdoa dan bersyukur di hadapan TUHAN, bukanlah kebiasaan yg sambil lalu, tanpa rasa dan tanpa makna.
Sebab jika itu kebiasaan sambil lalu, maka ia akan sangat mudah dihentikan dengan ancaman.
Namun dalam kebiasaannya bersujud, berdoa dan bersyukur itu, Daniel merasakan benar nikmatnya.
Ia juga memaknainya sebagai bukti kasih setia TUHAN, dan kemurahan-Nya atas dirinya.
Sehingga membentuk hidupnya menjadi semakin setia. Karena itu ancaman sehebat apa pun, tidak akan pernah bisa menghentikan kebiasaannya itu.
Tidak berhenti sampai di situ, sikapnya yg tidak marah dan kecewa kepada Tuhan ketika dirinya dimasukkan juga ke gua singa, membuktikan bahwa setia itu pada hakekatnya tanpa akhir.
Dan akhirnya, TUHAN pun tidak lalai untuk menunjukkan kesetiaan-Nya kepada Daniel.
Begitupun dengan menghafal Firman. Kebiasaan menghafal Firman yg kita lakukan, janganlah menjadi kebiasaan yg sambil lalu. Menghafal Firman harus menjadi kebiasaan yg dapat kita rasakan nikmatnya, dan dapat kita maknai sebagai bukti anugerah Tuhan yg tanpa henti atas hidup kita, sehingga semakin membentuk kesetiaan kita.
Dan dengan kesetiaan itu, kita seperti sedang menyusun batu bata satu persatu, hingga berdirinya sebuah bangunan. Begitu p**a satu persatu ayat yg kita hafalkan, akan membentuk bangunan rohani yg kokoh, bahkan ketika harus menghadapi ujian sekalipun.
Ujian justru akan lebih membuktikan kesetiaan kita.
Kita tidak pernah kecewa terhadap apa pun yg terjadi dalam hidup, apalagi sampai menyerah dan putus asa. Sebab pada akhirnya, pastilah Tuhan juga membuktikan kesetiaan-Nya kepada kita. Karena itu, marilah kita terus menghafal Firman, sebab setia pada hakekatnya tidak pernah mengenal akhir. Amin.