Apologetik Katolik

Apologetik Katolik Apologetik bagi orang Katolik untuk semakin beriman dan taat pada TUHAN melalui Gereja-Nya.

https://youtu.be/OBkQlxAuESU(Bbrp kesalahan dan ketidaktepatan informasi postingan sebelumnya terkoreksi dari kesaksian ...
15/04/2023

https://youtu.be/OBkQlxAuESU
(Bbrp kesalahan dan ketidaktepatan informasi postingan sebelumnya terkoreksi dari kesaksian langsung dari anak dan ibunya dalam wawancara resmi ini dalam chanell youtube komsos keuskupan manado ini)

Ini kesaksian ibu asal Surabaya menikah deng bapak asal Sanger Talaud, dan tinggal menetap di kota Bitung, Sulut...

Cucu yg sudah mereka angkat sebagai anak sejak umur 2 bulan, kemudian mengalami mukjizat setelah sakit bbrp hari bahkan sampai koma 2 hari...

Anak umur 4 tahun itu mengaku disuruh Bunda Maria pulang, dan diminta berdoa tanda salib seperti orang Katolik...

Bahkan mengajak omanya masuk ke gereja paroki Stella Maris Bitung, dan memberitahu tatacara yg benar memasuki gereja, dst. Juga menunjukkan sosok bunda cantik yg ditemuinya dalam masa koma itu, persis seperti wajah bentuk bunda Maria di goa Maria di salam kompleks gereja itu.

Sejak itu ada kebaikan2 lain terjadi juga...🙏🏻😍🙏🏻

Akhir-akhir ini, informasi tentang seorang anak kecil beragama Kristen, yang mengalami sakit parah, kritis & koma selama 2 hari, seketika sembuh dari sakitny...

14/04/2023

Ini video rekaman kemudian setelah peristiwa ajaib sebelumnya...beredar viral screen shoot WA berisi kisah sungguh luar biasa mengagumkan karya kuasa Ilahi melalui Bunda Maria, Ibu Yesus.

Kisah aslinya dalam bahasa pergaulan melayu-manado. Kira2 begini terjemahan bebasnya.

Terjadi di RS Budi Mulia, Bitung, Sulawesi Utara, seorang anak perempuan (dalam video) yang mengalami koma selama 10 hari karena suatu penyakit, dan dinyatakan tak ada harapan sembuh secara medis oleh dokter.

Tiba-tiba saja bangun dan yakin bahwa dia sudah sembuh, dan meminta semua selang yg menempel di tubuhnya dilepaskan.

Menarik perhatian karena justru saat setelah didoakan oleh bbrp pengurus gereja, dan anak ini bangun dan mulai bersaksi.

Bahwa dia bertemu mama Maria yg menggendong bayi di suatu tempat, berpakaian putih, dan disuruhnya anak itu untuk kembali karena belum saatnya anak itu tinggal di sana. Barangkali itu gambaran tempat surgawi.

Yang mengherankan juga bahwa anak itu sudah bisa membuat tanda salib seperti yang dilakukan oleh orang Katolik, yg memang menghormati (veneration) secara istimewa bunda Maria.

Padahal dia bukan seorang Katolik, keluarganya juga bukan penganut Katolik. Namun anak itu mengenali sosok bunda yang ditemuinya atau yang menemuinya itu, persis seperti yang dia tunjukkan kemudian kepada mama papanya yakni tergambar dalam arca bunda Maria yang disebutnya sangat cantik itu, seperti biasanya ada dalam praktik kehidupan doa devosional orang Katolik, di gedung gereja, grotto tempat devosi Maria, dan di rumah-rumah umat. Ibadah resmi gereja Katolik sendiri adalah Ekaristi dan Perayaan Sakramen-sakramen yg berpusat pada satu Allah, Bapa-Putera-Rohkudus.

Keheranan lain adalah kesaksian dokter sendiri, dan apa yang diperbuat dokter sendiri yakni tergerak untuk menggratiskan upah profesinya sebagai dokter, setelah mengetahui peristiwa ini dan kenyataan keluarga anak itu terbatas secara ekonomi.

Kesaksian anak itu juga telah membawa berkat tersendiri bagi bapak keluarga yg belum bekerja, dan pada saat itu mendapat panggilan kerja bahkan dari bbrp kota di Indonesia.

Dan sekarang keluarga besar anak ini dalam proses melanjutkan kerinduan mereka diterima menjadi warga Gereja yang satu, kudus, katolik, apostolik. Sekeluarha besar sudah ikut perayaan Paskah 2023 bersama umat paroki menurut liturgi Gereja Katolik sejagad.

Terpujilah nama keluarga kudus Nasaret, Yesus Maria Yosep. Amin.

Tuhan Yesus, kasihanilah kami
Bunda Maria, doakanlah kami.
Santu Yosep, doakanlah kami.
Amin🙏🏻😍😇

Seth Horton - My Easter Homecoming: Saya menjadi Katolik karena mempelajari ajaran paus Yohanes Paulus II tentang Teolog...
02/05/2022

Seth Horton - My Easter Homecoming: Saya menjadi Katolik karena mempelajari ajaran paus Yohanes Paulus II tentang Teologi Tubuh

Saya tumbuh dibesarkan di New Hampshire dalam sebuah keluarga yang sangat rukun dan penuh pengabdian pada Gereja Kristen non denominasi. Sebuah keluarga yang penuh kasih. Orangtua yang sangat baik hati. Saudara-saudara kandung yang sangat baik hati.

Mereka mengajarkan pada saya tentang iman mereka dan mereka juga mengajarkan pada saya agar mengasihi Yesus dan mengasihi Tuhan. Dan mereka membantu saya untuk mengembangkan relasi saya sendiri dengan Yesus.

Mereka memberi saya banyak peluang untuk belajar tentang iman saya lewat liburan Kitab Suci di sekolah dan awana, dan Sekolah Minggu serta berbagai kegiatan yang kami lakukan untuk membantu saya mengerti tentang iman saya dan untuk mengerti siapa Yesus itu, dan apa itu Kekristenan secara umum.

Iman saya yang sesungguhnya dimulai pada saat saya remaja. Sebelum masa itu, saya belajar banyak tentang Yesus dan tentang Tuhan, namun saya belum menjadikan iman sebagai milik saya sendiri.

Barulah pada saat saya berusia 13 tahun, saya mulai menyelami ayat-ayat Kitab Suci itu sendiri untuk memahami siapa Tuhan itu.

Dan ada satu titik pada masa itu ketika sungguh mengena pada saya dan saya mulai mengembangkan relasi dengan Tuhan dan mulai menghabiskan waktu bersama firman-Nya.

Dan pada titik itulah saya memutuskan yang berasal dari latar belakang non denominasi, pembaptisan adalah pilihan bagi banyak orang, dan sekitar pada masa itulah saya memutuskan untuk dibaptis.

Saya dibaptis di sebuah danau di dekat rumah dan itu sungguh pengalaman yang mengesankan. Tapi saat itu usia saya masih sangat muda jadi saya tak ingat banyak tentang detilnya. Yang saya ingat waktu itu airnya hangat, dan tak lama sesudah itu terjadi hujan badai dengan petir.

Pengalaman itu sungguh berkesan dan itu sungguh awal dari kehidupan Kristen saya pada umumnya dan di titik itulah saya ingat saya banyak menghabiskan waktu untuk bertumbuh dalam iman.

Pada titik itu, saya sudah tak asing lagi dengan Gereja Katolik secara umum, dan saya belajar tentang itu. Dan di sekolah baptis non denominasi saya,....

Kali pertama saya belajar tentang Gereja Katolik adalah saat kelas kitab suci, kami mempelajari sebuah buku berjudul “Kingdom of the Cults” Dan dalam buku itu Gereja Katolik disebut sebagai salah satu sekte, jadi saya belajar banyak tentang apa pandangan Protestan tentang yang diyakini oleh Katolik, dan banyak diseputar tentang karya keselamatan, menyembah Bunda Maria, berdoa kepada orang-orang kudus, dan bukan kepada Tuhan.

Dan saya banyak belajar hal yang sama dari guru-guru saya di sekolah itu dan juga hal-hal yang sama dari Gereja saya di New Hampshire juga.

Baru saat saya berusia 15 tahunlah saya pertama kali berjumpa dengan seorang wanita Katolik. Saya bertanya dengan gamblang, mengapa dia tidak berdoa kepada Tuhan? Dan dia terkejut dengan pertanyaan saya, lalu mengkoreksi dengan mengatakan bahwa dia berdoa kepada Tuhan. Namun saya menyanggahnya.

Dan itulah cara saya untuk menunjukkan apa yang saya yakini tentang Katolik. Saya berpikir bahwa umat Katolik itu bukan umat Kristen dan bahwa itu hanya...tentu saja ada sebagian kecil umat Katolik yang orang Kristen, namun sebagian besar tidak. Karena mereka yakin akan masuk surga lewat perbuatan-perbuatan baik yang mereka lakukan.

Kali pertama saya berkontak dengan ajaran Gereja Katolik itu adalah lewat gadis yg kemudian menjadi istri saya. Saya mengenalnya pertama kali dan saya mendapati bahwa dia seorang Katolik, persis sebelum kami mulai berpacaran.

Pada hari pertama, saya tidak begitu membahasnya, tapi pada kencan kedua saya masuk dan mulai mengajukan berbagai pertanyaan tentang apa yang dia yakini. Dengan maksud untuk mencoba membuatnya mengerti tentang apa yang dia yakini dan mengapa dia meyakininya. Dan mengapa itu salah.

Jadi saya banyak mengajukan pertanyaan yang bersifat mengarahkan, untuk membantunya mengerti dimana dia salah. Dan seperti yang kita tahu dalam relasi, ini bukan cara yang baik untuk menjalin komunikasi.

Ketika saya pertama kali berjumpa dengan istri saya, saya langsung tahu bahwa dia punya Roh Kudus, dari cara dia menjalani hidupnya. Jadi, saya tahu bahwa meski apa yang saya yakini saat itu tentang Kekatolikan sedemikian, namun dia seorang Kristen, bahwa dia mengasihi Tuhan dan percaya kepada Yesus. Saya menganut perspektif yang sangat berbeda dengan apa yang dia yakini, meski saya melihat apa yang dia lakukan itu sungguh baik.

Saya tahu bahwa dia orang Kristen dan itu sangat penting dan tak dapat ditawar bagi saya, ketika saya mau berkencan dengannya.

Menurut saya, kami banyak berdiskusi panjang lebar tentang teologi dan hal pertama yang sungguh membuat saya bisa menangkap adalah, ketika kami bergabung dengan sebuah kelompok diskusi tentang Yohanes Paulus II. Tentang “Theology of the Body.”

Dan lewat kelompok itulah mereka menunjukkan pada saya tentang kedalaman teologi, yang diluar jangkauan umat Protestan.

Tentang masalah seksualitas yang kita punya dalam kultur kita di era kini. Yohanes Paulus II memberi respons pada itu lewat Theology of the Body. Dan orang Protestan sudah melakukan yang terbaik dari ayat-ayat Alkitab dan mereka sudah melakukan tugas yang baik dalam mengangkat masalah seksualitas yang kita punya. Tapi itu masih tak dapat dibandingkan dengan kedalaman dan keindahan dari Theology of the Body sebagaimana dikemukakan oleh Yohanes Paulus II.

Jadi, lewat mempelajari Theology of the Body saya mulai menghargai teologi Gereja Katolik dan saya mulai memperdalam iman saya sendiri lewat mempelajari Theology of the Body.

Kali pertama saya mulai ada dorongan untuk bergabung dengan Gereja Katolik adalah saat kami pergi ke acara Christopher West, di Ann Arbor, Michigan. Kami duduk di baris pertama terdepan di gereja. Dan mereka mengadakan acara itu di sebuah c***r alam.

Saya masih belum menghargai gagasan bahwa Yesus hadir dalam Ekaristi. Tapi Yesus memang hadir dalam Ekaristi pada saat itu bersama kami. Dan saat itu Dia mengatakan sesuatu, dan tiba-tiba saja semuanya masuk akal, masuk ke dalam tempatnya yang pas.

Bahwa Theology of the Body itu memang masuk di akal. Yang ada dikepala saya waktu itu adalah bahwa jika apa yang telah saya pelajari tentang Theology of the Body itu memang benar, maka Yesus haruslah hadir dalam Ekaristi.

Karena ajaran kunci dalam Theology of the Body adalah bahwa relasi antara Tuhan dan manusia adalah sebuah relasi pernikahan, dan bahwa Tuhan telah memberikan seluruh diri-Nya kepada umat manusia dalam relasi pernikahan dan sungguh-sungguh dalam Ekaristi.
Dari imam kepada orang-orang beriman.

Dan jika Theology of the Body itu memang benar, maka Yesus haruslah hadir dalam Ekaristi. Dan saat itulah semuanya dapat dimengerti saat saya duduk di sana, dan satu-satunya yang saya pikirkan adalah, jika Yesus hadir dalam Ekaristi, maka saya tak perlu pergi ke lain tempat selain ke Gereja Katolik.

Saat itu saya tidak membuat keputusan apa pun dan tidak memberitahu siapa pun apa yang saya alami, saya duduk merenungkan sekitar dua hingga tiga bulan dan pada saat itu saya tidak lagi melontarkan argumentasi dan hanya memikirkannya dalam benak saya. Tentang apa artinya sesungguhnya itu dan apa artinya itu buat saya.

Hingga saat itu hingga bulan berikutnya, saya tidak berkata apa-apa kepada pacar saya, Sarah.

Dan ketika sekitar masa Paskah, Gereja saya saat itu di Bowling Green dan Gereja saya memutuskan untuk tidak mengadakan kebaktian saat Paskah sehingga setiap orang bisa berkumpul bersama keluarga mereka. Bahkan sebagai seorang umat Protestan saya merasa bahwa itu tidaklah benar. Dan tak lama sekitar itu, saya bersama istri pergi ke Gereja Protestan bersama dan kami juga akan pergi ke misa bersama di Gereja Katolik.

Dan pada suatu hari Minggu kami pergi ke Gereja Katolik dan saya mengatakan bahwa tidak apa-apa kalau kita tidak ke Gereja Protestan karena kita sudah ke Gereja hari itu. Dan itulah mungkin indikasi pertama bahwa saya mulai mengalami perubahan dalam proses berpikir dan sekitar sebulan kemudian setelah acara Christopher West, saya mengatakan padanya dan tentu saja dia adalah orang pertama yang saya beritahu.

Sudah barang tentu bahwa ketika saya ke Gereja, saya sudah siap untuk terus dan masuk dalam minggu itu.

Setelah saya pikirkan dan pertimbangkan sekali lagi, saya memutuskan untuk masuk ke Gereja dan saya ingin melakukannya karena setelah mempelajari begitu banyak dan riset begitu banyak, juga berbagai percakapan dengan para imam serta teman-teman, saya sudah mantap itu masuk ke Gereja.

Dan saya bertanya kepada imam apakah saya boleh masuk dan dia mengatakan bahwa saya harus ikut RCIA (Rite of Christian Initiation of Adults) dan pada awalnya saya hanya ingin masuk dan tidak mengikuti ritus inisiasi kristen bagi orang dewasa (di Indonesia sama dengan masa katekumenat sebelum menjadi Katolik), saya ingin bisa masuk jauh lebih cepat. Namun imam itu menegaskan bahwa saya harus mengikuti RCIA. Maka, saya pun taat dan mengikutinya.

Bapa Jeff Walker adalah orang yang memimpin RCIA dan itu adalah pengalaman yang luar biasa.

Karena tadinya saya berpikir bahwa saya sudah paham Kitab Suci, bahwa tadinya saya kita saya sudah tahu banyak tentang teologi tapi ternyata masih jauh dari itu.

Dia membuka Kitab Suci dan saya pun memikirkan tentang bacaan Kitab Suci tentang “Perjalanan menuju Emaus”, ketika Yesus berjalan bersama dua orang murid dan Dia membuka pikiran mereka untuk dapat memahami Kitab Suci. Itulah ketika saya merasa bahwa RCIA memang untuk saya.

Dan ini menjadi sarana yang bagus sekali untuk mengubah pikiran saya dari perspektif Protestan yang memang baik namun kurang ada kepenuhan iman dibanding yang kita miliki di Gereja Katolik. Dan kita mengembangkan pandangan dunia yang selama ini saya anut sedemikian rupa sehingga ini jadi jauh lebih harmonis dengan Gereja dan dengan Yesus sendiri.

Datang ke Gereja selama pekan suci adalah pengalaman paling luar biasa dalam hidup saya. Dan seperti halnya persiapan Paskah yang saya tidak pernah mengalami secara sesungguhnya di Gereja saya sebelumnya, dan merayakan Paskah pertama di Gereja Katedral sungguh luar biasanya. Mendengarkan bunyi-bunyian dan aneka macam event liturgis, sungguh memukau.

Dan akhirnya tibalah saat Vigili Paskah, dan saya sungguh bergairah dan terpukau saat duduk di sana, dimana ini adalah liturgi terindah selama sepanjang tahun.

Dan ketika saya akhirnya dibaptis dan maju ke depan untuk menerima Ekaristi, saya mengalami kedamaian paling mendalam yang penah saya alami. Ini adalah perasaan bahwa saya sudah “pulang ke rumah” dan memperoleh pengalaman paling menyentuh hati dengan Yesus yang pernah saya alami.

Saya sudah punya banyak pengalaman dengan Yesus hingga waktu itu, tapi saat itu sama sekali berbeda, ketika Anda menyambut Yesus kedalam tubuh Anda. Dan saya pun menangis dan merasa bahwa keseluruhan misa itu indah dan menggairahkan.

Dan tujuh hari setelah Vigili Paskah, saya menikah dengan istri saya. Satu hal yang saya dan istri saya sama-sama inginkan adalah bahwa ketika kami menikah, kami sudah ada di lembaran yang sama.

Saat kami dulu berpacaran, kami masih belum terlalu mengerti tentang ini, namun kami membuka hati terhadap apa yang hendak Tuhan berikan pada kami.

Dan itu ternyata bahwa saya harus jadi umat Katolik. Dan tujuh hari setelah saya menjadi umat katolik, kami pun menikah. #

Salam ApiK

Diterjemahkan Tim ApiK dari sumber:

Seth Horton was a strong Evangelical Christian who grew up assuming that Catholicism was a cult. Later when he started dating a Catholic, he spent time tryin...

Why are Protestant Taught Lies about Catholicism?Kita baru saja merayakan Paskah, dan ada ada banyak orang masuk ke Gere...
02/05/2022

Why are Protestant Taught Lies about Catholicism?

Kita baru saja merayakan Paskah, dan ada ada banyak orang masuk ke Gereja Katolik. Ini luar biasa.

Tapi sungguh menarik, semakin banyak kisah konversi kembali ke Katolik yang saya dengar, semakin banyak saya mendengar anggota kerabat, teman-teman, yang menulis surat bernada buruk pada orang-orang yang mengalami konversi itu.

Mereka mengucilkan orang-orang itu dari kehidupan mereka. Mereka memutuskan hubungan dan tidak mau bicara lagi pada orang-orang itu. Mereka memandang orang-orang ini sebagai domba-domba yang tersesat dan masuk ke area gelap.

Sebagai orang Katolik, saya ingin bicara tentang hal ini dan merenungkan opini saya sendiri, mengapa ini bisa terjadi. Mengapa bisa sampai ada fenomena tidak menyukai Gereja Katolik?

Karena ijinkan saya memberitahu Anda. Sebagai seorang Katolik, saya tidak pernah walau hanya sekali ketika saya menghadiri misa di hari Minggu sepanjang hidup saya. Tak pernah walau sekali saya mendengar seorang imam bicara buruk tentang denominasi Kristen mana pun.

Dan sebagai orang Katolik, Anda dapat berargumen bahwa seorang imam sangat berhak melakukan ini, karena banyak orang memprotes Gereja Yesus. Gereja Katolik.

Tapi satu-satunya yang saya dengar adalah agar kita mengasihi orang Protestan. Untuk merengkuh mereka. Untuk saling berbagi dengan mereka dengan cara apa pun yang Anda bisa. Berbagi sukacita dan menjadi teman mereka. Memperlakukan mereka sepeti saudara dan saudari didalam Kristus. Itulah yang semua saya dengar.

Dan ketika saya memulai channel ini, saya mendengar kisah demi kisah, contoh kasus...yang mengatakan bahwa mereka bukan orang Kristen. Bahwa kita akan masuk neraka. Bahwa kita tak akan diselamatkan. Bahwa kita Katolik telah dibohongi. Bahwa Paus itu anti Kristus. Dan bahwa kita adalah penyembah berhala.

Maka, saya pun berpikir, ada apa ini?

Ada hamba Tuhan diluar saya yang menggembar-gemborkan kebohongan-kebohongan ini.

Kesimpulan saya ada dua. Pertama, mereka memang diajarkan seperti ini dan mereka hanya menggaungkan kebohongan ini.

Dan yang kedua jika orang Protestan berhenti bicara buruk tentang Gereja Katolik, maka saya sungguh yakin bahwa sebagian besar atau bahkan semua orang Protestan akan mengalami konversi. Dan mereka akan melakukannya jauh lebih cepat ketimbang sekarang ini. Karena penghalangnya sudah tidak ada.

Saya mendengar kisah demi kisah konversi, dimana orang yang mengalaminya harus melewati banyak rintangan dan mengalami pergeseran pola pikir. Jika Anda telah membaca buku karangan Patrick Madrid berjudul “Surprised by Truth”. Yang dapat Anda beli di Amazon. Anda akan berkali-kali mendengar bahwa orang menganut miskonsepsi yang besar ini.

Jika Anda membaca “The Lamb Supper” karangan Scott Hahn, membicarakan hal ini, ketika ia mengikuti misa untuk pertama kalinya. Dia dibesarkan untuk membuktikan bahwa orang Katolik tidak paham dengan apa yang mereka lakukan. Bahwa mereka tidak membaca Kitab Suci. Bahwa mereka tidak menyembah Yesus. Dan, lalu dia menyadari dirinya salah besar dan menjadi seorang penulis yang sangat produktif bagi iman Katolik. Dan seorang apologetik yang bersemangat.

Jadi, Anda tahu....menurut dari teman-teman Protestan dan cerita banyak orang bahwa mereka tadinya tumbuh dibesarkan di Gereja Baptis, dan saya kurang menyukainya, maka saya pun berpindah ke Gereja Metodis, dan saya juga kurang menyukainya, maka saya akhirnya bergabung dengan non-denominasi.

Jadi, apa yang saya lihat adalah orang Protestan akan mencari denominasi lain dan mungkin akan coba sana dan coba ini.

Tapi ada sebuah tanda besar yang berbunyi, “Stop, jangan cari-cari lagi!!”

Dengan katedral Gereja Katolik yang megah dimana ada patung Bunda Maria, dan baptisan bayi dan pernikahan sakramental, dan semua ini dan hal lainnya, imam yang penuh belas kasih, dan kita menyebut imam dengan sebutan “bapa.” Ini semua ada disini menyerupai awan mistisisme dan misteri yang indah. Juga para martir dan orang-orang kudus.

Dan kalian jangan pergi ke sana. Kalian ke sini saja.

Aku tahu, karena ada 33.000 denominasi, kami punya kebenaran [tapi ada 33.000 versi kebenaran]. Atau satu kebenaran di Gereja saja, jangan ke sana. Itulah kesimpulan saya.

Jika tak dibohongi tentang Gereja Katolik...pada saat Anda mulai mempelajari karya-karya dari Bapa-Bapa Gereja, di saat Anda mulai mempelajari tentang garis suksesi apostolik, saat Anda mulai mempelajari sejarah, itu akan memberi seseorang yang sungguh-sungguh mencari Kristus, dan sungguh-sungguh mencari Gereja-Nya, menurut saya itu akan membuat mereka merenung dan berkata, “Lihatlah ke sana, itulah jalannya.”

Jadi ini tantangan saya bagi Anda hari ini, jika Anda telah diajarkan tentang mengapa Gereja Katolik? Kami tidak menyembah Bunda Maria, kami menyembah Yesus. Kami menyembah Tri Tunggal Maha Kudus. Kami tidak menyembah berhala. Itu jelas-jelas salah. Ada di Kitab Suci bahwa itu salah. Kami memohon kepada santo-santa di awan kesaksian di surga, agar mendoakan kami. Kami percaya api penyucian, itu biblis. Luther tidak mau terlalu peduli. Tapi Anda tak dapat mengubah kitab kanonik.

Lihatlah sejarah Kitab Suci. Darimana Kitab Suci berasal. Lihatlah darimana Gereja memulai Kitab Suci. Darimana Gereja menulis Kitab Suci. Apa yang Gereja tuliskan dalam Kitab Kanonik. Dalam urutan apa. Dan lihatlah para martir di Gereja Perdana. Apa yang mereka lakukan sebelum mereka mengorbankan hidupnya demi Yesus Kristus. Gereja bergabung dalam Gereja apa. Lihatlah siapa yang mengawali Gereja Anda.

Saya tidak akan membahas semua kebohongan mereka diluar sana, namun jika Anda punya miskonsepsi tentang Gereja Katolik, seperti jika Anda dapat mengatakan, “Well, orang Katolik percaya ini akan terjadi, yah saya diberitahu setiap hari, bahwa apa yang saya yakini itu Katolik.”

Sangat menarik karena saya tak pernah memberitahu orang dari Gereja Baptis tentang apa yang mereka yakini. Saya akan bertanya, “Apakah benar, engkau percaya ini?” Tapi saya tak akan pernah berkata, “Engkau percaya ini, betapa tolol.” Orang Katolik percaya ini dan orang Katolik percaya bahwa Bunda Maria ada di surga dan ....

Jadi, jika Anda punya miskonsepsi, silakan tulis di bawah ini dan kita akan bicarakan. Dan jika Anda baru saja mengalami konversi kepada Kekatolikan, beritahu saya jika Anda baru saja terpapar pada kebohongan.

Tetaplah mengasihi Tuhan, mengenal Tuhan dan melakukan kehendak Tuhan...

Salam ApiK

(Sumber: https://youtu.be/3wZzT5WJQ5Q)

*Update: I am taking time away from YouTube to focus on my vocation and to prepare for our homeschool year. If you like this type of content, be sure to che...

25/04/2022

"Uskup Apologetik" di keuskupan dunia maya ini pernah dipertanyakan oleh rekan pastornya sendiri justru karena kiprahnya dalam dunia maya.

Sangkaan pastor tersebut dan mungkin banyak pastor dan umat Katolik bahwa berbicara dan menjelaskan kebenaran iman Katolik dan apalagi saat diserang itu tidak perlu bahkan norak, antara lain karena dianggap bisa menjauhkan persaudaraan sesama umat beragama.

Inilah jawaban bijak Mgr. Seno Inno Ngutra, dalam sambutan perdana saat tahbisannya 23 April 2022 di gereja katedrral Ambon, atas keraguan orang tentang kapasitasnya sebagai calon Uskup yang dianggap tidak akan mampu dan kaku dalam berkerjasama dengan pemimpin agama lain...

Jawabannya jelas menggembirakan bahwa pentingnya tetap untuk berapologetik, untuk lebih dikenali dan dengannya sambil membangun keterbukaan dan persahabatan lintas agama bahkan yang tak beragama di tengah masyarakat.

Di manapun berada, di tempat tersulit apapun, uskup bertekad tetap bertolak menjalin kerjasama dan persekutuan, sesuai motto tahbisannya: Duc in altum, bertolaklah ke tempat yang dalam.

Salam ApiK

(Sumber: cuplikan dari Channel Youtube Komsos Keuskupan Amboina)

24/04/2022

Penegasan terbuka sang Uskup terpilih keuskupan Amboina, Mgr. Inno Ngutra, terkait kiprahnya di dunia medsos, dalam sambutan awalnya pada misa pentahbisannya sebagai Uskup pada 23 April 2022 di katedral Ambon.

"Ada tiga jawaban saya kepada mereka yg sering mempertanyakan kebenaran Gereja Katolik..."

https://youtu.be/gs4v2y8L3X8Kesaksian dan studi Keith Albert ini menarik, ttg penampakan2 Bunda Maria.Ya, mesti diakui m...
24/01/2022

https://youtu.be/gs4v2y8L3X8

Kesaksian dan studi Keith Albert ini menarik, ttg penampakan2 Bunda Maria.

Ya, mesti diakui masih banyak orang pengikut Yesus malah tak kenal apalagi hormat cinta Mama Maria...malah orang Kristen ttt enggan dan tak pernah atau jarang berkotbah ttg Maria, antara lain sebagai reaksi dan asumsi keliru bahwa orang Katolik sudah menyembah Maria sebagai Tuhan daripada Yesus sendiri.

Kisah nyata. Kesaksian rohani Katolik.Penampakan Maria dimata seorang Protestan. Keith Albert Little mempelajari iman Katolik dan yang paling berat untuk dit...

https://youtu.be/qq1y_Jw_mPsKebetulan sekali tadi malam tersambung ke tv channel History dengan tema 10 Penampakan UFO y...
24/01/2022

https://youtu.be/qq1y_Jw_mPs

Kebetulan sekali tadi malam tersambung ke tv channel History dengan tema 10 Penampakan UFO yang paling terkenal (menurut si pembawa acara)... Ada banyak versi ttg kisah bukti kehadiran UFO atau obyek terbang yg tak teridentifikasi atau dikenal piring terbang yg berisi makhkuk yg populer dengan sebutan Alien.

Menarik ada 5 kisah religius dan alkitab yg diklaim sebagai fenomena UFO. Salah satu yg diklaim sebagai fenomena ini adalah Penampakan Fatima yg beberapa kali dialami 3 anak remaja, dan salah satu janji penampakan Sang Perawan Maria juga terjadi dan disaksikan langsung 70-80 ribu peziarah dari pelbagai paroki yg mendengar kisah itu, walau mendapat larangan dari otoritas gereja setempat terlebih ancaman pemerintah sosialis ateis revolusioner Portugal yg anti Gereja saat itu.

Kisah lainnya adalah Penglihatan Kaisar Konstantinus di awan muncul Tanda Salib dengan tulisan: dengan tanda ini engkau akan menang. Kaisar ini kemudian menang dalam peperangan besar, dan berjanji masuk Kristen, dan sejak itu Kristen tidak dilarang lagi bahkan jadi agama Kerajaan ...kisah yg kemudian mengubah sejarah peradaban Eropa bahkan dunia.

Dari 10 kisah yg oleh saintis pencari fenomena dan fakta yg diklaim kehadiran UFO, selain kisah di Fatima dan zaman Romawi itu, juga kisah dari Alkitab PL: Ezekiel, Elia, dan terakhir Henokh di tempat nomor 1, dianggap paling dasyat dan detail ttg pesawat terbang, bahkan ditunjukkan prototipe yg dibuat dua ilmuwan yg bisa sama modelnya berdasarkan pembacaan terpisah atas teks Henok (terutama dengan penemuan arkeologi terbaru Naskah Laut Mati) itu.

Barangkali nanti mereka akan klaim juga penglihatan Yohanes dalam Wahyu tentang Wanita yang berselubungkan matahari dengan bala tentara surgawi. Menarik ya, para ilmuwan Ufo dengan kecerdasan dan imaginasi sekuler mereka berusaha menafsir fenomena religius dan alkitabiah dari sudut keyakinan dan teori mereka sendiri.

Selamat Hari Minggu Sabda Allah. Semoga kita makin membaca dan mencintai Sabda Allah sendiri dan melaksanakannya, bukan sekedar paham apalagi menafsir sesuai kehendak sendiri yg menjauh dari kehendak Allah sendiri.

Namun tentu saja kajian saintis bisa sangat berguna dan memperkaya wawasan pemahaman dan praktik iman konkret🙏🏻🤩😇

Salam ApiK

The Miracle of Our Lady of Fatima is a Warner Color feature film made in 1952. It was promoted as a fact-based treatment of the events surrounding the appari...

Nasihat yang bijak dari apologetik Katolik yg rendah hati: Gereja Katolik adalah Bunda mencintai dan menjelaskan, walau ...
26/11/2021

Nasihat yang bijak dari apologetik Katolik yg rendah hati: Gereja Katolik adalah Bunda mencintai dan menjelaskan, walau ada yang mencaci dan memfitnah, disalahpahami sampai tak diakui.

Kemarin sempat terakses ke youtube channel Keith Nester, pendeta youtuber mantan Methodist, yg menampilkan wawancara dengan Eduardo Faria, seorang pendeta Presbiterian yang kembali ke Gereja Katolik.

Edo terlahir sebagai Katolik karena keluarga dan lingkungan Katolik. Seperti halnya mayoritas orang Brasil terlahir Katolik, tapi soal praktik iman gerejani itu hal lain lagi, kata Edo. Edo juga mengalaminya, sampai pada umur 18 tahun dia merasa senang mengikuti teman-teman sebayanya dalam pertemuan penginjilan, dan akhirnya menjadi seorang Presbiterian yang sangat terpikat dengan Yesus.

Sejak itu dia terus berkobar untuk mewartakan Injil sambil mengajak orang menerima Yesus sebagai Tuhan dan penyelamat pribadi, termasuk ke teman2 dan keluarganya sendiri, sambil menegaskan bahwa Gereja Katolik itu agama babilonia, agama sesat, dan segala stigma yg diciptakan pelatih2 untuk menginjili orang2 Katolik itu untuk diselamatkan.

Setelah lulus selesai studi universitas, umur 24 tahun Edo memilih masuk seminari untuk menjadi gembala dan penginjil.

Maraknya evangelisasi di tanah Amerika Selatan itu, oleh pelbagai denominasi dari Amerika Serikat puluhan tahun terakhir ini, sehingga banyak sekali yg meninggalkan Katolik.

Nampaknya Gereja tidak siap dan kurang antisipasi apa yang akan terjadi. Ada banyak Pastor malah lebih gandrung dan terlibat dalam gerakan teologi pembebasan dan urusan sosial kemasyarakatan, tapi kurang menyadari ancaman kerapuhan jemaat sendiri yang justru haus akan firman Tuhan dan hubungan pribadi denganNya, yang melampaui segala urusan sosial material apapun.

Tapi apa yang menyebabkan Edo kembali ke pangkuan Gereja Katolik? Terjadinya secara bertahap, dari ketidaktahuan bahkan menjadi anti Katolik, lalu bertahap mengetahui fakta-fakta tentang Gereja Katolik yg sebenarnya.

Ada beberapa kisah yang memicu sampai akhirnya Eduardo memutuskan kembali ke Katolik.

Antara lain kisah berdebat doktrin dengan sesama pendeta dari denominasi lain. Edo sering menjadi penerjemah para pendeta dan penginjil dari Amerika Serikat yg datang menginjili tanah Brasil.

Suatu saat yg datang itu pendeta terkenal dari denominasi Baptis. Dan ada satu hal terkait pembaptisan anak, apakah sah atau tidak. Sesuai doktrin Presbiterian yg dianutnya, Edo mempertanyakan baptisan ala Baptism itu. Baptisan sah hanya bila diimani saja, maka Baptisan anak sudah pasti tidak sah.

Debat terjadi, saling menunjukkan ayat Alkitab dan teologi di balik itu. Tak pernah berhenti, dan tak ada yg kalah.

Lalu Edo menemukan bahwa jaman Bapa Gereja perdana sudah ada baptisan anak. Dan Edo merasa menang.

Tapi si pendeta dari Amerika Serikat itu mengatakan hal yg membuatnya menjadi bingung dan bertanya.

"Benar Edo, tapi kalau begitu kita mesti menerima patung2, devosi pada Maria dan orang kudus, dan mendoakan orang meninggal karena doktrin2 itu muncul di zaman awal Gereja itu!"

Edo terpukul tapi masih terus melanjutkan pelayanannya, sambil mempelajari patrology dan Gereja perdana. Bagaimana mungkin saya mesti menyembah Maria dan mendoakan orang meninggal, dan hal2 seperti diajarkan Gereja Katolik yg deformatif dan sesat itu?

Tapi makin mendalami sejarah Gereja, makin gelisah dan pikirannya tentang doktrin Protestan itu mulai terganggu. Dari studinya menemukan sebaliknya begitu rapuhnya teologi protestant itu. Tapi dia tetap meyakin-yakinkan diri untuk tetap tinggal dan terus mewartakan injil.

Kemudian dia ditugaskan di kota Rio de Janeiro. Dia mendirikan jemaat di sana, Dan menyadari ada banyak denominasi protestant yg sedang berusaha mengembangkan jemaat di sana.

Dia makin merasa terlalu banyak inkonsistensi dalam ajaran dan tafsiran antar denominasi. Eduardo tak mau peduli lagi dengan iman kaum reformasi, saya bosan dengan semua denominasi itu, tapi rela menderita demi Kristus dan terus mendirikan jemaat dan mewartakan Injil.

Sampai suatu saat ada satu pasang suami isteri yang mau bergabung. Setelah mengikuti beberapa pengajaran akhirnya tiba saat upacara pembaptisan. Sang suami dengan senang hati dibaptis, tapi isteri tak mau dibaptis dengan alasan sudah dibaptis sebagai Katolik.

"Oh no, baptisan katolik itu tidak sah. Itu bukan gereja yg benar."

"Tapi dalam Alkitab dikatakan hanya ada satu baptisan... Tapi bolehkah saya tetap datang di sini?"

Edo tak bisa mendebat sang perempuan Katolik yg percaya dengan baptisan Katolik.

Malah Edo makin heran dengan siapakah Gereja Katolik ini. Dia mulai belajar lagi tentang teologi baptis dan sakramen-sakramen Gereja. Dan terharu tapi makin bingung, misalnya menemukan bahwa justru Gereja Katolik mengakui baptisan presbiterian itu sah, karena sudah memenuhi syarat forma dan materia.

Suatu waktu diam2 dia mau melihat Gereja Katolik, dengan memilih waktu yg dia anggap paling sepi, seperti yg dialami di jemaatnya yg akan menolak kalau ada acara hari Jumat. Edo kaget saat memasuki gedung gereja Katolik, menyaksikan begitu banyak orang yg memenuhi Gereja yg besar.

Lebih lagi dia sangat kagum dengan suasana sakral dan tata ibadah yang penuh dengan pujian syukur, termasuk penempatan Alkitab dalam liturgi sekitar 3/4 dari total ibadah.

Singkat kisah, tahun 2019 akhirnya Eduardo memutuskan inilah waktunya untuk menjadi Katolik, bukan hanya karena teologinya yg kuat dan lengkap tapi karena semakin tumbuhnya kecintaan pada Gereja, setelah semua asumsi utama teologi Protestan yang dia pelajari runtuh satu per satu: setelah asumsi bahwa semua doktrin dan praktik Gereja Katolik itu keliru dan sesat!

Dia merasa geli, mengingat ibunya yg dulunya tak bisa terima dan krn itu sangat melarang Edo saat mau menjadi Protestan di masa muda: "Edu, mengapa kau tertarik dengan ajaran sekelas sekte saja?" Waktu itu Edo didukung ayahnya yg menganggap itu euforia seorang anak muda.

Edo lalu menyampaikan kehendak untuk menjadi Katolik kepada istrinya yg sedang studi lanjut sebagai dokter. Istrinya bingung dan merasa sedih, mengawini seorang pelayan tertahbis, bukan untuk menjadi isteri seorang Katolik. Apalagi ayahnya seorang terkemuka di Gereja Presbiterian.

Namun setelah pencarian ala obyektif ilmiah sebagaimana yg dia tegaskan kepada Eduardo, juga pencarian diam-diam, isterinya pun akhirnya setuju memasuki Gereja Katolik.

Edo menyadari bahwa Gereja Katolik adalah ibu yang merangkul dan berusaha menjelaskan posisinya kepada Saudara-Saudari seniman dalam Kristus walau terpisah. Walau dihina dan dituduh sebagai agama berhala, bukan Kristen sejati, tapi Ibu Gereja ini tak akan pernah menolak apalagi membenci serta menjelek-jelekkan saudara Saudari yg terpisah itu, melainkan berusaha menjelaskan segala kesalahpahaman dan kekeliruan mereka, entah mereka terbuka dan menerima bahkan menolak, tetaplah mereka saudara saudari dalam Kristus.

Sekarang Edo menjadi awam pengajar di Seminari Katolik mempersiapkan calon2 imam, juga terlibat dalam media sosial untuk menjadi apologetik Katolik, membela dan menjelaskan untuk mempertanggungjawabkan iman yang benar, dan banyak umat terbantu termasuk para pendeta dan mereka yang pernah meninggalkan Katolik kembali bertobat #

Salam ApiK

Ut Omnes Unum Sumus

Eduardo Faria is a former Presbyterian pastor from Brazil. His conversion to the Catholic faith is absolutely incredible. I am honored to bring it to you. E...

Address

Jakarta
10110

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Apologetik Katolik posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Apologetik Katolik:

Share