Wisma Salesian Don Bosco

Wisma Salesian Don Bosco Wisma Salesian Don Bosco (Wisma SDB) adalah Rumah Studi bagi para Salesian Indonesia yang ada di Jakarta.

Wisma Salesian Don Bosco adalah Rumah Studi bagi para Salesian Indonesia yang ada di Jakarta. SDB adalah singkatan dari Salesian Don Bosco dan merupakan sebuah serikat religius internasional yang terdiri atas pastor dan bruder. SDB mempunyai misi melanjutkan kerasulan St.Yohanes Bosco untuk menjadi tanda serta pembawa kasih Allah kepada orang muda, teristimewa mereka yang miskin dan terlantar.

Pesta St. DOMINIKUS SAVIO (6Mei)Merupakan santo termuda dalam Gereja yang terkenal dengan motonya: "Lebih baik mati dari...
06/05/2017

Pesta St. DOMINIKUS SAVIO (6Mei)

Merupakan santo termuda dalam Gereja yang terkenal dengan motonya: "Lebih baik mati daripada berbuat dosa".

selengkapnya mengenai orang kudus ini klik https://www.imankatolik.or.id/kalender/6Mei.html

30/04/2017

Renungan Minggu Paskah III (30 April 2017)
Oleh: Fr. Patris, SDB

Pada akhir tahun 1970-an, pernah beredar sebuah film yang berjudul "Jesus Christ Superstar". Film itu berusaha melukiskan kehidupan yesus kristus dalam bentuk nyanyiannyanyian dan tarian-tarian. Dalam film itu terdapat beberapa pertanyaan yang tidak terjawab, seperti, "yesus kristus, adakah engkau itu betul seperti yang orang pikirkan?" musiknya pun bagus dan mempesona, seperti lagu yang dinyanyikan oleh maria magdalena, "saya tidak tahu bagaimana mencintai-nya." namun, terkadang ia membuat lucu apa yang sebetulnya dianggap suci, seperti ketika maria magdalena bernyanyi, "dia hanyalah seorang pria biasa dan saya telah mengenal begitu banyak pria sebelumnya." maklum, maria magdalena adalah seorang wanita dengan reputasi buruk.
Kesalahan paling besar yang dibuat oleh film itu ialah ia tidak melukiskan kebangkitan Kristus. Ia menyajikan begitu banyak adegan, mulai dari kelahiran sampai dengan kematian. Dan semuanya berakhir di sana sehingga orang bisa saja tidak melihat aspek superstar Yesus di dalam film itu. Film itu sama sekali tidak mempedulikan tujuan akhir dari seluruh perjalanan Kristus sampai di kayu salib, yaitu kebangkitan-Nya. Justru oleh karena kebangkitan-Nya itu, umat manusia percaya bahwa Yesus Kristus sungguh-sungguh Allah dan semua orang yang percaya kepadaNya juga akan mengalami kebangkitan seperti Dia. Bagi kita orang Kristen, Yesus Kristus menjadi Superstar justru karena Ia mati dan bangkit lagi.Kesalahan serupa dibuat oleh kedua murid dari Emaus sebagaimana kita dengar dalam Injil hari ini. Keduanya berpikir bahwa segala sesuatu telah berakhir dengan kematian Yesus di kayu salib. Hal itu tampak jelas dalam kata-kata mereka yang bernada putus asa tentang Yesus. "Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami. Namun, imam-imam kepala dan pemimpinpemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya. Padahal, kami dahulu mengharapkan bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan Israel" (Luk 24:19-21). Kedua murid itu meninggalkan Yerusalem sebelum berita tentang kebangkitan Yesus tersebar luas. Itulah sebabnya mereka menjadi sangat sedih.
Namun, sebagaimana tampak dalam cerita itu, Yesus membimbing kedua murid itu untuk masuk secara perlahan-lahan ke dalam misteri kebangkitan-Nya. Dia melakukan hal itu dengan dua cara, yakni melalui sabda dan sakramen. Bimbingan melalui sabda terjadi ketika Yesus "menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari Kitabkitab Musa dan segala Kitab Nabi-nabi" (Luk 24:27). Sementara tuntunan melalui sakramen terjadi ketika Yesus "mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka" (Luk 24:30). Dalam peristiwa pemecahan roti itulah, kedua murid itu mengenal Yesus yang bangkit. Namun, pada waktu itu, Yesus lenyap dari hadapan mereka.
Peristiwa penampakan Yesus kepada murid-murid dari Emaus mengajarkan kita untuk tidak berhenti pada hal-hal yang kelihatannya gagal atau menyebabkan frustrasi, kesedihan, putusasa, kekecewaaan, atau penderitaan. Di balik peristiwa-peristiwa itu pasti ada titik terang dan hikmahnya. Setelah dibimbing oleh Yesus melalui sabda dan sakramen-Nya, kedua murid dari Emaus yang kelihatan sudah putus-asa dan frustrasi itu kembali mengalami sukacita dan kegembiraan karena mereka telah bertemu dengan Yesus Kristus yang sudah bangkit. Sebagaimana di balik kematian ada kebangkitan, demikian p**a di balik setiap pengalaman yang kurang menyenangkan pasti ada hikmah bagi kehidupan kita selanjutnya.

Semoga! Amin.

09/04/2017

Renungan Minggu Palma (09 April 2017)
Oleh Br. Umbu, SDB

"Kerendahan Hati"

Minggu palma, selalu dirayakan dengan gembira. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya pergi ke Yerusalaem, begitu banyak orang yang menyambut dan menyerukan kata hosana. Hosana yang berarti selamatkanlah kami, orang-orang berseruh minta keselamatan pada Yesus. Yesus disambut meriah sebagai seorang raja, penyelamat, nabi yang dinantikan oleh bangsa Israel. Dengan gembira p**a kita umat katolik merayakan minggu palma dengan meriah. Kitapun berseru hosana, hosana sebagai permohonan pada Tuhan agar Ia menyelamatkan dari salah dan dosa. Selain sebagai perayaan gembira, minggu palma menjadi minggu sengsara karena menjadi awal untuk masuk pada misteri paskah selama pekan suci.
Bacaan-bacaan besok menegaskan bahwa kerendahan hati akan dapat menyelamatkan. Bacaan kitab Yesaya, Yesaya yakin bahwa Tuhan memberikan dia lidah yang fasih, supaya dapat menghibur orang yang letih lesu. Dengan penuh kerendahan hati Yesaya menerima tugas yang di berikan padanya, untuk mewartakan kerjaan Allah. Dengan kerendahan hati Yesaya menyerahkan segala pengorbanannya pada Tuhan. Sehingga ia mengatakan “punggungku, kubirakan dipukuli orang, dan daguku kuserahkan kepada orang yang mencabut janggutku, dan aku tidak memalingkan wajahku dari cercaan dan ludahan”. Ia tetap yakin bahwa Tuhan akan selalu menyertainya.
Bacaan surat Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi, Paulus mengajarkan bahwa Yesus yang adalah Putra Allah rela menjadi maunusia. Kerendahan hati Yesus mengajarkan pada kita untuk selalu membuka diri pada oarang lain dan selalu menyemba dan memohon pada Bapak.
Bacaan injil menampilkan kisah tentang sengsara Yesus. Yesus menerima penderitaan karena kelakuan dan dosa manusia. Dosa manusia terlihat seperti kelakuan Yudas yang menjual Yesus. Yudas begitu serakah dan hanya mau mementingkan dirinya sendiri. Perbutan Yudas sering kita lakukan dalam hidup, kadang kita lebih mengutamakan hal-hal yang bersifat materi dan kepentingan diri sendiri. Ketergantungan kita pada materi bisah menjadi penghalang untuk sampai pada Dia sang penyelamat.
Mungkin kita sering berlaku tidak adil, mementingkan keinginan daging, dan kurang bertanggung jawab. Maka, kita diajak untuk merendahkan diri pada Tuhan dan memohon pengampunan pada-Nya, terutama dalam masa persiapan untuk masuk dalam misteri paskah. Dengan meneladani sikap rendah hati Yesaya dan Yesus, kita pun diajak menjadi orang yang mau membantu orang lain terutama dalam kehidupan bersama.

Amin!

25/02/2017

(25 Februari)
Peringatan Wajib
St. Luis Versiglia
dan
Calistus Carravario, Mtr.

Address

Jalan Sunter Hijau
Jakarta
14350

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Wisma Salesian Don Bosco posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Wisma Salesian Don Bosco:

Share