Kencan Dengan Tuhan. Pak Doddy Albertus

Kencan Dengan Tuhan. Pak Doddy Albertus page Kencan Dengan Tuhan; catatan renungan harian karya Pak Doddy Albertus, SPd.

Sebuah untaian kisah atau kejadian sehari-hari yang ditautkan dengan ajaran Tuhan Yesus untuk direfleksikan dalam pemeriksaan batin pribadi kita.

https://youtu.be/dSFlAyDrUDQ?si=8VP-AvT99JMqxTiPSabtu, 23 Mei 2026Lukas 18:15"Maka datanglah orang-orang membawa anak-an...
22/05/2026

https://youtu.be/dSFlAyDrUDQ?si=8VP-AvT99JMqxTiP

Sabtu, 23 Mei 2026

Lukas 18:15
"Maka datanglah orang-orang
membawa anak-anaknya yang kecil kepada Yesus,
supaya ia menjamah mereka.
Melihat itu,
murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu"

Di dalam suatu acara, semua yang hadir dikejutkan dengan penampilan Anna, anak Sekolah Bina Iman, yang dapat menyanyikan lagu pujian dengan sangat baik.

"Hebat sekali anak ini, padahal orang dewasa saja kesulitan menghafalkan lagu ini meskipun sudah berlatih selama beberapa minggu!" kata Jeany, pelatih paduan suara.

Rasa takjub berikutnya muncul setelah orang tuanya bercerita bahwa Ana tak berlatih secara khusus, tetapi hanya mendengarkan para orang dewasa berlatih sambil sesekali terlihat asyik bermain.

Anak kecil kerap dianggap remeh atau disepelekan dalam banyak urusan, karena dianggap hanya akan merepotkan.

Anggapan semacam itu juga tampak pada zaman Yesus ketika ada anak-anak ingin dibawa kepada Yesus, tetapi murid-murid Yesus malah marah.

Untunglah Yesus segera bertindak dan mempersilakan anak-anak itu datang, bahkan menjadikan mereka contoh bagaimana harus menyambut Kerajaan Allah (ay. 16-17).

Fakta kehidupan menunjukkan bahwa keberadaan anak-anak terkadang dianggap hanya sebagai pengganggu, bukan sebagai berkat yang Allah berikan.

Dalam dunia kerja, para pegawai baru atau pemimpin yang berusia muda terkadang juga dianggap bak anak kecil, yang hanya bisa mengganggu, tidak mampu bekerja maksimal, dan kurang bisa diajak kerja sama dalam memajukan perusahaan. Padahal, fakta juga menunjukkan bahwa melalui orang-orang yang dianggap sepele karena usia muda mereka, Allah dapat memakai mereka untuk perkara yang luar biasa, yang tak pernah terpikirkan oleh mereka yang berusia dewasa atau para senior.

Kalau kondisi ini yang terjadi, bukankah nantinya hanya akan terjadi penyesalan ketika orang yang diremehkan malah memperkuat dan memajukan usaha dari pesaing kita, hanya karena mereka pernah kita remehkan?

Berhati-hatilah, dan marilah kita bekerja tanpa memandang senioritas!

Tuhan Yesus memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus,
mampukan aku
untuk memandang
setiap pribadi,
khususnya anak-anak
sebagaimana Engkau
memandang mereka.
Sehingga aku
dapat melihat
hal baik
yang ada
pada mereka,
yang dapat
memberkati
kehidupanku.
Amin. (Dod).

https://youtu.be/niW7LuCFQSM?si=3iCGzsd9bssqOKX0Jumat, 22 Mei 2026Markus 6:38Tetapi la berkata kepada mereka: "Berapa ba...
21/05/2026

https://youtu.be/niW7LuCFQSM?si=3iCGzsd9bssqOKX0

Jumat, 22 Mei 2026

Markus 6:38
Tetapi la berkata kepada mereka:
"Berapa banyak roti yang ada padamu?
Cobalah periksa!"
Sesudah memeriksanya mereka berkata:
"Lima roti dan dua ikan."

Louis Armstrong hidup sangat menderita dan serba kekurangan pada masa kecilnya. Sejak bayi, Louis sudah ditinggalkan oleh ayahnya.

la baru bisa mengenyam pendidikan pada usia 12 tahun. Namun demikian, seorang guru musik Peter Davis menemukan potensi besar dalam diri Louis berupa kemampuan bermain terompet.

Melihat potensi tersebut, Peter Davis mengasah bakatnya hingga Louis bisa sukses sebagai pemain terompet kelas dunia.

Bacaan di atas mengisahkan kesuksesan para murid Yesus dalam menjamu ribuan orang, yang dimulai dari potensi kecil dan situasi krisis.

Dikatakan demikian, situasi pada saat itu ada lima ribu orang lebih yang mendengarkan khotbah Yesus, dan Yesus menyuruh para murid untuk memberi mereka makan, sementara di tempat tersebut tidak ada orang yang berjualan.

Menanggapi perintah itu, murid-murid bertanya kepada-Nya, "Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?"

Kemudian Yesus berkata, "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!"

Ternyata masih ada potensi lima roti dan dua ikan. Potensi yang ada itu dibawa kepada Yesus, lalu didoakan dan dipecah-pecahkan-Nya, kemudian diberikan kepada para murid untuk dibagikan kepada banyak orang itu (ay. 41).

Akhirnya, semua orang bisa makan dan kenyang, bahkan masih ada sisa 12 bakul.

Apakah saat ini kita sedang dalam kondisi krisis, atau sedang menghadapi masalah besar dan seolah kita tidak berdaya?

Jangan putus asa! Cobalah kita periksa, cari dan temukan potensi yang ada dalam diri maupun di luar diri kita.

Jika sudah menemukannya, bawalah kepada Tuhan Yesus dan kerjakan apa yang menjadi bagian kita. Tuhan Yesus pasti sanggup melipatgandakannya.

Tuhan Yesus memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus,
kuserahkan
segenap bakat
dan kemampuan
yang aku miliki.
Bantulah aku
agar melalui
berkat-Mu
maka bakat
dan kemampuan
yang aku miliki
dapat berkembang
dan berguna
untuk kemuliaan
nama-Mu.
Amin. (Dod).

https://youtu.be/Zb9VNCHdb70?si=ca9FhZ8WjtVii-wMKamis, 21 Mei 2026Mazmur 5:4"TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar ser...
20/05/2026

https://youtu.be/Zb9VNCHdb70?si=ca9FhZ8WjtVii-wM

Kamis, 21 Mei 2026

Mazmur 5:4
"TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku,
pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu,
dan aku menunggu-nunggu."

Seorang pemuda terbiasa berdoa pagi sebelum ia memulai aktivitasnya.

Kebiasaan ini sudah dilakukannya sejak lama, karena sejak kecil ayahnya mendidiknya untuk bertindak begitu.

Suatu hari pemuda itu pernah bertanya kepada sang ayah, "Mengapa harus berdoa terlebih dahulu?"

"Berdoa menunjukkan kalau kita tidak sombong," jawab ayahnya.

"Dengan berdoa kita juga menyatakan bahwa diri sendiri tidak sanggup menjalani hari tanpa pimpinan dan penyertaan Tuhan, ucapnya lagi"

Sudah bukan rahasia lagi jika kehidupan di dunia ini tidak mudah untuk dijalani. Di dalamnya ada banyak tantangan dan pergumulan, sehingga bukankah suatu kesombongan jika kita menjalani hari tanpa melibatkan Tuhan?

Alkitab mencatat bahwa Daud merupakan seorang yang berkenan di hati Tuhan (Kis. 13:22).

Sebutan ini disematkan padanya, karena Daud tidak sombong. Pada waktu pagi Daud mengatur persembahan bagi Tuhan, yang artinya Daud memulai setiap hari dengan berdoa.

Kitab Mazmur memuat salah satu doa yang dilayangkan Daud pada pagi hari. Di situ ia meminta pimpinan dari Tuhan, katanya, "Tuhan, tuntunlah aku dalam keadilan-Mu." (ay. 9a).

la juga meminta penyertaan berupa pagar anugerah dan berkat (ay. 13).

Tidak heran Daud dapat melewatkan setiap tantangan dengan kemenangan. la dapat mengatasi setiap pergumulan yang menerpanya.

Berkaca dari pengalaman Daud tersebut, jika kita sering merasa frustasi boleh jadi penyebabnya adalah kesombongan diri sendiri. Begitu bangun tidur langsung sibuk dengan berbagai urusan, lupa akan Tuhan.

Marilah kita menjadi pribadi yang rendah hati dengan berdoa terlebih dahulu sebelum memulai hari. Setiap sebelum memulai aktivitas, mari meminta pimpinan dan penyertaan Tuhan. Begitupun sebelum tidur malam, mari kembali berdoa. Kita bersyukur atas pimpinan dan penyertaan Tuhan sepanjang hari itu.

Tuhan Yesus memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus,
berilah aku
rahmat
kerendahan hati
di hadapan-Mu,
sehingga aku
selalu
meluangkan
waktu terbaikku
untuk
duduk tenang
dan
bercakap-cakap
dengan-Mu
melalui
doa harianku.
Amin. (Dod).

https://youtu.be/XwtaPYT7ZTg?si=SSAVdyIIuPbgYOxURabu, 20 Mei 2026Yakobus 4:14".... Sedang kamu tidak tahu apa yang akan ...
19/05/2026

https://youtu.be/XwtaPYT7ZTg?si=SSAVdyIIuPbgYOxU

Rabu, 20 Mei 2026

Yakobus 4:14
".... Sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok.
Apakah arti hidupmu?
Hidupmu itu sama seperti uap
yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap."

Adakah dari kita yang tidak pernah memikirkan masa depan kita?

Perihal masa depan seringkali menggugah kecemasan diri sendiri karena tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada masa depan. Oleh sebab itu orang mulai menduga-duga, membuat prediksi, juga menyusun rencana untuk hidupnya di masa depan.

Semua itu dilakukan karena manusia mengkhawatirkan kepastian dan keberlangsungan hidupnya.

Ketidaktahuan manusia akan masa depan, menunjukkan ketidakberdayaan dan kelemahan manusia. Akan tetapi banyak orang yang tidak menyadarinya.

Semua prediksi, perkiraan, rencana yang disusun, seringkali menunjukkan ego manusia yang hanya mengandalkan dirinya sendiri. Padahal kita tidak tahu rencana tersebut akan tercapai atau tidak.

Dalam bacaan pada hari ini, kita ditanya, "Apa arti hidupmu? Apakah arti hidup kita yang tak berdaya ini? Terlebih bila kita hanya mengandalkan diri sendiri."

Tentu hidup kita tidak akan ada artinya karena kita begitu lemah seperti yang digambarkan, yakni seperti uap yang hanya terlihat sebentar saja. Namun demikian di dalam ketidakberdayaan tersebut, Yakobus mengajak kita untuk merendahkan diri di hadapan Tuhan dan mengakui kelemahan diri sendiri.

Dalam pengakuan itu, kita diajak untuk hanya mengandalkan Tuhan dan sepenuhnya berserah kepada-Nya. Sekalipun tentunya kita diperbolehkan untuk memiliki rencana atas hidup kita, tetapi di dalam melakukan perencanaan kita tetap harus menyertakan Tuhan.

Ini merupakan wujud penyerahan diri kepada Tuhan, yang membuahkan hidup bagi kita. Itulah arti hidup sesungguhnya.

Mari maknai hidup ini dengan mengandalkan Tuhan dalam semua segi kehidupan kita.

Libatkan Tuhan dalam membuat rencana, mengambil keputusan bahkan ketika mewujudkan rencana tersebut.

Orang yang mengandalkan Tuhan adalah pribadi yang rendah hati karena ia menyadari akan keterbatasan dirinya sendiri.

Tuhan Yesus memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus,
ajarilah aku
untuk
mengandalkan
Engkau saja
dalam hidup ini,
sehingga
damai
sejahtera-Mu
dapat tetap
tinggal di hatiku,
karena aku
tahu
bersama-Mu
semua akan
baik-baik saja.
Amin. (Dod)

https://youtu.be/PGuGVWPHG4Q?si=Wm1atXAY_ppktC_LSelasa, 19 Mei 20261 Korintus 9:16"Karena jika aku memberitakan Injil,.....
18/05/2026

https://youtu.be/PGuGVWPHG4Q?si=Wm1atXAY_ppktC_L

Selasa, 19 Mei 2026

1 Korintus 9:16
"Karena jika aku memberitakan Injil,...
Sebab itu adalah keharusan bagiku.
Celakalah aku,
jika aku tidak memberitakan Injil."

Rasul Paulus adalah salah satu rasul luar biasa, yang dipakai Allah.

Kehidupannya semula adalah musuh Allah. Namun, pada akhirnya ia berbalik menjadi saksi Allah.

Keberanian dan kegigihan Paulus memberitakan Injil sangat besar.

Keberhasilan pelayanan Paulus tidak hanya pada dirinya sendiri, tetapi juga terhadap orang-orang hebat yang ia didik, seperti Timotius dan Titus.

Ada beberapa teladan didikan Paulus yang dapat kita ambil, pertama, Paulus berani menyuarakan kebenaran Injil.
Paulus tidak pernah takut mati dalam memberitakan Injil Kristus.

la sangat berani bahkan ia menulis dalam Filipi 1:21 "karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan".

Saat Paulus di penjara pun ia berani memberitakan Injil dan beberapa orang menjadi percaya kepada Kristus.

Kedua, Paulus memiliki relasi yang dekat dengan Tuhan.

Oleh karena relasinya dekat dengan Tuhan, ia tidak pernah khawatir. la yakin segala perkara dapat ia tanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadanya. -Filipi 4:13

Ketiga, Paulus mampu memberi keteladanan yang baik.

"Tetapi hendaklah terus menjadi teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu" -1 Timotius 4:12

Teladan hidup Paulus mengajarkan kita untuk tidak ragu dalam melayani Tuhan dan berbicara tentang kasih-Nya kepada orang lain.

Karena itu, mari jangan ragu menyediakan diri untuk melayani Tuhan dengan berkaca dari teladan Paulus. Meskipun ia berlatar belakang yang jauh dari Allah, ia berbalik menjadi pemberita Injil yang luar biasa.

Meskipun masa lalu kita penuh dosa dan kesalahan, seperti Paulus, kita dapat menjadi "alat" Tuhan untuk memberitakan Injil sebagai didikan yang harus dilakukan dan dikerjakan sepanjang hidup kita.

Tuhan Yesus memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus,
penuhilah aku
dengan
Roh-Mu
yang kudus,
agar seluruh
keberadaan
diriku
dapat
mencerminkan
kehadiran-Mu
sendiri.
Amin. (Dod).

https://youtu.be/xuxySjLoI_k?si=K-xNB3Q-uX-kSHvDSenin, 18 Mei 2026Efesus 6:4"Janganlah bangkitkan amarah di dalam hati a...
18/05/2026

https://youtu.be/xuxySjLoI_k?si=K-xNB3Q-uX-kSHvD

Senin, 18 Mei 2026

Efesus 6:4
"Janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu,
tetapi didiklah mereka
di dalam ajaran dan nasihat Tuhan."

Apakah hukuman secara fisik merupakan cara yang efektif untuk mendidik anak?

Penelitian menunjukkan bahwa hukuman fisik ternyata cara yang kurang efektif. Bukan berarti hukuman secara fisik itu tidak perlu. Ada kalanya, kita memang harus memberikan disiplin atau hukuman secara keras jika anak kita sudah kelewatan.

Memberikan hukuman itu boleh, tapi jadikanlah itu sebagai opsi terakhir. Bukan sedikit sedikit hajar, sedikit sedikit main hajar.

Penelitian yang dilakukan oleh University of California di Los Angeles, menunjukkan bahwa 82 persen remaja yang dikirim ke penjara anak, akhimya melakukan kejahatan kembali, dan sering kali dengan kejahatan yang lebih berat dari sebelumnya. Mengapa bisa demikian?

Salah seorang anak yang dimasukkan penjara pernah bercerita, "Saya dikurung di sel bersama-sama anak-anak lain yang lebih tua. Di sel itu, setiap anak bercerita tentang apa yang mereka telah lakukan dan bagaimana mereka tertangkap. Ini seperti kursus di bidang kejahatan."

Hukuman pada kenyataannya tidak membuat jera.

Sering kali kita frustrasi dengan anak kita yang sudah dihukum berulang kali tapi tidak pernah kapok, bahkan kenakalannya semakin menjadi-jadi.
Jika hal itu yang terjadi, sudah saatnya kita melakukan pendekatan yang berbeda dalam mendidik anak kita.

Bukan lagi dengan tongkat, tapi dengan kasih sayang. Bukan lagi dengan makian, tapi dengan perhatian. Bukan lagi dengan banyaknya kata-kata, tapi dengan teladan dan memberikan waktu secara khusus kepada anak kita.

Pendekatan seperti ini sering kali lebih efektif dibandingkan dengan main rotan atau main hajar saja. Pendekatan seperti ini membuat anak sadar apakah perbuatannya benar ataukah perbuatannya salah. Mereka juga tidak hanya memandang orang tuanya sebagai penghukum tapi terlebih pembimbing mereka.

Jika mereka punya kesadaran tentang apa yang benar dan apa yang salah, biasanya mereka akan mulai bertanggung jawab atas kehidupannya. Mereka mulai melakukan hal yang benar, bukan karena paksaan tapi karena kesadaran.

Tuhan Yesus memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus,
berilah aku
hikmat
untuk mendidik
anak-anak
yang Kau
percayakanlah
padaku,
sehingga
perkataanku
penuh kuasa
untuk
menjadikan
anak-anakku
lebih baik
dari sebelumnya.
Amin. (Dod).

https://youtu.be/nvu4Cyb6Wxk?si=rqUIoMcam2sQ_PYaMinggu, 17 Mei 20262 Raja-raja 20:19Jawab Hizkia kepada Yesaya, "Sungguh...
17/05/2026

https://youtu.be/nvu4Cyb6Wxk?si=rqUIoMcam2sQ_PYa

Minggu, 17 Mei 2026

2 Raja-raja 20:19
Jawab Hizkia kepada Yesaya,
"Sungguh baik firman TUHAN yang engkau ucapkan itu!"
Namun, pikirnya,
"Asal ada damai dan keamanan
seumur hidupku!"

Hizkia mendapat takhta kerajaan Israel di usia yang terbilang muda, 25 tahun.

la "berperilaku" baik dibanding dengan raja-raja yang pernah memerintah sebelumnya. la takut akan Tuhan dan berusaha membawa umat Israel kembali hidup di jalan Tuhan.

la melakukan banyak pembaruan radikal dan menghidupkan kembali berbagai perayaan yang bertahun-tahun terlupakan. Sungguh sebuah catatan kehidupan yang menakjubkan, bukan?

Hingga suatu ketika Hizkia sakit keras dan ia dinubuatkan akan mati. la pun berseru-seru kepada Tuhan memohon belas kasihan-Nya.

Doanya dijawab. Tuhan menyembuhkannya, menambah masa hidupnya 15 tahun lagi. Pengalaman rohani yang mengagumkan, bukan?

Selama 15 tahun itu p**a Tuhan membuat kerajaannya begitu kuat dan disegani. Sayang, semua ini membuat Hizkia berubah tinggi hati. Tujuan hidupnya tidak lagi memuliakan Tuhan, sebaliknya mencari pujian bagi dirinya sendiri.

la lupa diri bahwa semua pencapaiannya adalah berasal dari Tuhan semata.

Hati manusia memang rentan berubah karena sebuah situasi. Ketika dalam situasi tertekan, ia tampak mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh.

Hatinya dilimpahi sukacita besar karena semua pertolongan dan berkat Tuhan.

Namun, betapa sulitnya menjaga hati tetap murni.

Jika tidak waspada, hati lambat laun berubah. Jika tidak waspada, hati mudah terbuai oleh pujian orang-orang di sekitarnya.

Jika sudah demikian, ia pun mulai lupa diri dan lupa kepada Tuhan.
Semua pencapaian yang diperolehnya pun diakui sebagai usaha pribadi dan bukan lagi karena berkat dari Tuhan.

Dari lupa diri ia menjadi keras hati. Setiap teguran firman Tuhan yang berusaha mengingatkannya pun tidak lagi dihormatinya.

Jika sudah begini, ia tidak lama lagi pasti direndahkan.

Tuhan Yesus memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus,
ampunilah aku
karena aku
sering mencuri
kemuliaan-Mu.
Ketika aku susah
aku datang
pada-Mu.
Ketika aku dipulihkan
aku merasa
itu adalah
hasil usahaku sendiri.
Ampunilah aku Yesus,
karena aku
orang berdosa.
Amin. (Dod).

https://youtu.be/Ao13kPHeqFY?si=G24wu9wONlEhwzFMSabtu, 16 Mei 2026Lukas 15:16"la ingin mengisi perutnya dengan ampas yan...
15/05/2026

https://youtu.be/Ao13kPHeqFY?si=G24wu9wONlEhwzFM

Sabtu, 16 Mei 2026

Lukas 15:16
"la ingin mengisi perutnya dengan ampas
yang menjadi makanan babi itu,
tetapi tidak seorang pun
yang memberikan kepada dia. "

Hidup manusia sering diibaratkan seperti putaran roda. Kadang di bawah, kadang di atas. Kadang susah, kadang senang. Sering kali, keadaan ini merupakan akibat dari pilihan-pilihan yang kita buat.

Kondisi yang dialami si anak bungsu dalam perumpamaan Tuhan Yesus ini menunjukkan kebenaran ini.

Tadinya ia tinggal di rumah bapanya yang menyenangkan serta mengalami berbagai kelimpahan. Kemudian dengan lancangnya ia meminta bagian warisannya, lalu menghamburkannya di negeri yang jauh sesuka hatinya.

Saat hartanya habis, semua temannya pun menghilang. Tak ada yang peduli padanya, sekalipun sekadar memberinya ampas makanan babi untuk disantap.

Kesusahannya ini adalah buah dari pilihan yang buruk, egois, tanpa pikir panjang, serta tak menghormati bapanya.

Syukurnya, saat kondisinya begitu mengenaskan, ia mengingat kebaikan hati bapanya. la pun memilih untuk kembali kepada sang bapa, mengharapkan belas kasihannya. Menjadi pelayan pun ia rela.

Namun, ternyata bukan ampas atau remah-remah yang ia terima dari bapanya. Melainkan yang terbaik. la diterima sepenuhnya. Hidupnya dipulihkan.

Ini adalah gambaran Allah yang senantiasa menyambut ketika kita berbalik kepada-Nya. Tangan-Nya terbuka merangkul kita.

Bahkan jika kita telah membuat berbagai keputusan atau pilihan yang buruk, lalu membuat hidup kita terpuruk, Dia tetap tidak mengutuk. Dia menerima kita dengan penuh kasih.

Dia tidak menawari kita hal-hal yang serupa ampas, atau pemberian setengah hati. Melainkan pemberian terbaik. Segala yang Dia punyai. Bahkan hidup-Nya sendiri.

Sepantasnyalah kita menghormati serta mengasihi-Nya.

Tuhan Yesus memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus,
terima kasih
karena Engkau
mau menerima aku
apa adanya.
Ajarilah aku
untuk selalu
setia pada-Mu
sebagaimana
Engkau setia
mendampingi
hidupku.
Amin. (Dod).

https://youtu.be/UHz8t10jH1g?si=ot9hEMIDH-bzZAa3Jumat, 15 Mei 2026Yesaya 43:2"Apabila engkaumenyeberang melalui air, Aku...
15/05/2026

https://youtu.be/UHz8t10jH1g?si=ot9hEMIDH-bzZAa3

Jumat, 15 Mei 2026

Yesaya 43:2
"Apabila engkau
menyeberang melalui air,
Aku akan menyertai engkau,
atau melintasi sungai-sungai,
engkau tidak akan dihanyutkan;
apabila engkau berjalan melalui api,
engkau tidak akan dihanguskan,
nyala api tidak akan membakar engkau."

Untuk menghasilkan sebuah biola yang berkualitas dibutuhkan serangkain proses yang tidak mudah.

Sang seniman awalnya memilih potongan kayu yang halus. Kemudian ia memulai memahat bagian depan dan belakang hingga memperoleh ketebalan yang diinginkan.

Setelah itu, ia mulai membengkokkan dan menekan kayu itu. Seniman itu tahu persis seberapa kuat tekanan yang dibutuhkan agar kayu itu menjadi alat musik yang indah.

Setelah selesai, ia pun menggoreskan inisial namanya di bagian belakang untuk menyempurnakan biola ciptaannya itu.

Demikianlah Tuhan membentuk dan memproses hidup Yakub dan umat pilihan-Nya itu.

Sekalipun umat itu harus dibawa Tuhan dan berjalan melewati tempat-tempat yang menyakitkan, tetapi Tuhan memberi jaminan bahwa semua itu tidak akan "mematahkan" hidup mereka.

Umat Israel harus melewati air dan sungai, tetapi Tuhan berjanji menyertai mereka sehingga sungai pun tak akan menghanyutkan. Bahkan jika mereka melewati api, mereka tidak akan dihanguskan.

Tuhan tahu persis seberapa kuat kita sanggup menanggung beban ketika kita ditekan, dibengkokkan, walaupun kita sendiri merasa seolah tak mampu memikulnya.

Tuhan tidak akan membiarkan hidup kita rusak. Setiap tekanan yang kita lewati hanyalah bagian proses penyempurnaan dan setelahnya la menuliskan nama-Nya pada hidup kita.

Kita adalah karya-Nya yang mulia.

Tuhan Yesus memberkati.

Dia:
Tuhan Yesus,
terima kasih
karena Engkau
selalu ada
di saat masalah
dan
pergumulan hidup
melandaku,
sehingga aku
tetap kuat
untuk menjalaninya.
Amin. (Dod).

https://youtu.be/bv41G7C19gA?si=LBk5Kx5Edp01WXt8Kamis, 14 Mei 2026Markus 2:5Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah...
13/05/2026

https://youtu.be/bv41G7C19gA?si=LBk5Kx5Edp01WXt8

Kamis, 14 Mei 2026

Markus 2:5
Ketika Yesus melihat iman mereka,
berkatalah la kepada orang lumpuh itu,
"Hai anak-Ku,
dosa-dosamu sudah diampuni!"

Seorang pria sedang marah kepada Tuhan. Pagi ini muncul dua anak ayam di depan rumahnya. Padahal malam sebelumnya ia berdoa meminta telur ayam.

"Bisa-bisanya Tuhan salah memberi!" katanya geram.

"Tuhan tidak salah, Pak," sahut istrinya, "Anak ayam yang Tuhan berikan ini justru supaya nanti kau dapat sering makan telur ayam."

Empat orang menggotong seorang lumpuh menuju rumah tempat Yesus berada. Mereka berharap Yesus memberikannya kesembuhan.

Karena banyak orang berkerumun di rumah itu mereka tidak dapat masuk untuk menemui Yesus.

Maka mereka membuka atap rumah, menurunkan si lumpuh bersama tikarnya di depan Yesus.

Kata Yesus kepada si lumpuh, "Hai anak-Ku, dosa-dosamu sudah diampuni!" (ayat 5).

Tampaknya seolah Yesus salah memberi. Ia memberi pengampunan dosa bukan kesembuhan. Namun, bila kita perhatikan situasinya lebih saksama, kita tahu kalau pemberian Yesus tidak salah.

Selama ini si lumpuh hidup dalam pemikiran bahwa keadaannya yang merana disebabkan oleh besar dosanya. Ia perlu mendengar dirinya diampuni, tidak dihukum oleh Allah.

Pengampunan membuka pintu bagi kesembuhan. Si lumpuh menyadari Allah berkenan kepadanya. Saat itulah Yesus memberikan kesembuhan.

Kata Yesus, "Bangunlah, angkatlah tikarmu dan p**anglah ke rumahmu!" (ayat 11).

Tuhan tidak pernah salah memberikan sesuatu kepada kita. Maka mulai hari ini jangan kita menjadi tawar hati bila pemberian Tuhan datang tidak seperti yang kita harapkan.

Sadarilah bahwa pemberian Tuhan tersebut merupakan berkat awal sebelum berkat yang sebenarnya akan kita terima.

Contoh sebelum datang kesuksesan, Tuhan memberi kita pengalaman kerendahan hati. Sebelum datang kelimpahan, Tuhan mengajar bagaimana supaya hati tidak terpaut kepada harta duniawi.

Tuhan Yesus memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus,
kini aku mengerti
bahwa terkadang
apa yang aku harapkan
tidak seperti
yang Kau berikan,
karena ternyata
dibalik itu semua
Engkau sudah
mempersiapkan
yang terbaik bagiku.
Oleh karena itu
ajarilah aku
untuk tidak
cepat kecewa
bila yang kuterima
tidak seperti
harapanku.
Amin. (Dod).

https://youtu.be/Galq2VpSCdw?si=WKugcYST1GOamTX9Rabu, 13 Mei 2026Lukas 16:23Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan ...
12/05/2026

https://youtu.be/Galq2VpSCdw?si=WKugcYST1GOamTX9

Rabu, 13 Mei 2026

Lukas 16:23
Orang kaya itu juga mati,
lalu dikubur.
Dan sementara ia menderita sengsara
di alam maut..."

Sebuah kisah kuno menceritakan tentang seorang pengemis yang tanpa sengaja menyenggol wanita kaya.

Wanita tersebut marah besar. Sambil berteriak dia berkata, "Pengemis bodoh! Apakah kamu tidak tahu saya?"

Pengemis tersebut dengan ketakutan berkata, "Maaf Nyonya. Saya benar-benar tidak tahu siapa Anda."

Wanita tersebut berkata dengan sombongnya, "Saya adalah orang terkaya di kota ini!"

Dengan polosnya, pengemis tadi menjawab, "Maaf Nyonya, setahu saya orang yang paling kaya di kota ini adalah tukang kayu yang tinggal di ujung jalan. la sering sekali mengundang pengemis seperti saya ini untuk makan bersama di rumahnya."

Wanita kaya tersebut menjadi malu.

Untuk menentukan kaya tidaknya seseorang, kita selalu mengukurnya dengan sebanyak apa materi yang dimilikinya. Entahkah itu perusahaan, aset, barang-barang mewah, uang, dan kekayaan lainnya. Padahal ukuran kekayaan yang sebenarnya tidak ditentukan dari apa yang dimilikinya, melainkan apa yang telah dibagikannya.

Apa gunanya kita punya banyak hal tapi menyimpan semuanya itu untuk diri kita sendiri? Apa gunanya kaya benda tapi miskin hati?

Kekayaan sejatinya tidak diukur dari seberapa banyak yang kita simpan, tapi seberapa banyak yang kita bagikan.

Ingatlah perumpamaan Yesus tentang orang kaya dan Lazarus yang miskin.

Sungguh tragis apa yang dialami oleh orang kaya itu. Setelah ia mati, ia berada dalam neraka yang penuh dengan penderitaan. Kekayaan yang selama ini ia banggakan ternyata tidak bisa menyelamatkannya.

Berulang kali Tuhan mengajarkan kepada kita untuk menjadi orang murah hati, bukan bersikap pelit atau kikir. Toh, kalau kita nanti mati, semua harta benda yang selama ini kita simpan dan genggam erat, tidak ada yang bisa kita bawa. Lalu apa gunanya itu?

Justru saat kita punya kesempatan untuk berbagi. lakukanlah hal tersebut dengan sukacita.

Ada yang lebih penting dari sekadar mengejar sukses, yaitu memiliki hidup yang bermakna untuk sesama. Ada yang lebih penting daripada sekadar kaya materi, yaitu kaya hati.

Tuhan Yesus memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus,
berilah
aku
kemurahan
hati-Mu,
sehingga
aku
selalu
tergerak
untuk
menolong
orang
yang
menderita.
Amin. (Dod).

Address

Jakarta
12970

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kencan Dengan Tuhan. Pak Doddy Albertus posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share