05/08/2026
๐ฌ๐๐ฆ๐จ๐ฆ ๐ ๐๐ก๐๐๐๐ก๐๐๐๐๐ก ๐ฅ๐ข๐ง๐
Kisah Yesus memberi makan dalam Mat 15:32-39 apakah merupakan pengulangan kisah dalam Mat 14:13-21?
Kisah kedua tentang perggandaan roti (Mat 15:32-39) bukanlah pengulangan dari kisah pertama. Jelas bahwa tradisi lisan yang mengisahkan kedua peristiwa ini mengakibatkan keduanya memiliki pola yang sama, tetapi masing-masing peristiwa mempunyai artinya tersendiri.
Pada peristiwa pertama, antara Tiberias dan Kapernaum (yaitu di tengah-tengah karya Yesus di Galilea), orang-orang yang jumlahnya lebih banyak dan lebih berdesak-desakan, mendekati Yesus untuk mengangkat Dia menjadi pembebas (bdk. Yoh 6). Yesus menolak. Tetapi kemudian pada sore harinya Ia mempergandakan roti; suatu tanda jelas bahwa Ia adalah Mesias yang dinubuatkan oleh para nabi. Hari berikutnya, Yesus-lah yang menuntut supaya mereka menerima Dia apa adanya. Hal ini mengakibatkan banyak orang menolak Dia (Yoh 6:60). Kemudian Yesus berjalan ke perbatasan-perbatasan Galilea, di mana banyak di antara penduduknya adalah orang kafir. Mereka juga ingin mendengarkan Yesus. Di sana, di pantai seberang, bagian timur, Yesus menawarkan kepada mereka roti sebagai makanan perpisahan sesudah mereka mengikuti Dia selama dua hari melintasi padang gurun.
Kedua peristiwa pergandaan roti ini berbeda dalam beberapa hal, seperti jumlah roti dan jumlah orang yang ikut makan. Bakul yang disebut dalam Mrk 6:43, umpamanya, mengacu pada keranjang keras yang biasa dipakai oleh orang-orang Yahudi, dan dalam Mrk 8:8 mengacu kepada keranjang anyaman atau tas lipat orang-orang Yunani. Angka 12 mengacu pada keduabelas suku Israel dan keduabelas rasul. Sedangkan angka 7 mengacu kepada โketujuh bangsaโ yang menduduki tanah Kanaan dan ketujuh diakon pada Gereja perdana. Perbedaan-perbedaan ini menggarisbawahi keinginan penginjil untuk memperhitungkan situasi Gereja yang sesungguhnya pada waktu ia menulis Injilnya, karena Injilnya lahir dalam lingkungan Yahudi, tetapi berkembang dalam lingkungan bangsa-bangsa Yunani.
Ref : yesaya.indocell.net