Catholic's Quotes and Catechesis

Catholic's Quotes and Catechesis Quotes and Catechesis of Catholicism

π—¦π—œπ—”π—£π—”π—žπ—”π—› "π—£π—˜π—‘π—–π—¨π—₯π—œ π—¬π—”π—‘π—š π—•π—”π—œπ—ž" π—œπ—§π—¨ 𝗗𝗔𝗑 π— π—˜π—‘π—šπ—”π—£π—” π——π—œπ—” π—”π——π—”π—Ÿπ—”π—› π—¦π—˜π—’π—₯π—”π—‘π—š 𝗦𝗔𝗑𝗧𝗒? Oleh : π‘·π’‰π’Šπ’π’Šπ’‘ π‘²π’π’”π’π’π’”π’Œπ’Š  Dismas dihormati sebagai ...
19/05/2026

π—¦π—œπ—”π—£π—”π—žπ—”π—› "π—£π—˜π—‘π—–π—¨π—₯π—œ π—¬π—”π—‘π—š π—•π—”π—œπ—ž" π—œπ—§π—¨ 𝗗𝗔𝗑 π— π—˜π—‘π—šπ—”π—£π—” π——π—œπ—” π—”π——π—”π—Ÿπ—”π—› π—¦π—˜π—’π—₯π—”π—‘π—š 𝗦𝗔𝗑𝗧𝗒?

Oleh : π‘·π’‰π’Šπ’π’Šπ’‘ π‘²π’π’”π’π’π’”π’Œπ’Š


Dismas dihormati sebagai santo dalam Gereja Katolik, terutama melalui perkataan Yesus Kristus, yang berjanji bahwa ia akan berada di Surga.
Mungkin tokoh kriminal yang kemudian menjadi santo yang paling terkenal dalam Gereja Katolik adalah Santo Dismas. Ia adalah pencuri "baik" atau "bertobat" yang disalibkan bersama Yesus, dan dijanjikan Surgap oleh Yesus Kristus sendiri.

Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: β€œBukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!” Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: β€œTidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.” Lalu ia berkata: β€œYesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” Kata Yesus kepadanya: β€œAku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” (Lukas 23:39-43)

Kata-kata Yesus Kristus ini membuat komunitas Kristen awal percaya bahwa "pencuri yang baik" bertobat dari kejahatannya dan masuk Surga pada hari itu juga. Hal ini secara otomatis menjadikannya seorang santo, karena santo didefinisikan secara lebih longgar sebagai siapa pun yang menikmati penglihatan beatifik di Surga.

Sangat sedikit yang diketahui tentang laki-laki ini, meskipun tradisi sering menyebutnya dengan nama " Dismas ," yang berarti "matahari terbenam" atau "kematian." Yang dapat dipastikan adalah bahwa ia adalah seorang penjahat di mata hukum Romawi.

Menurut seorang ahli Alkitab , β€œDua jenis penjahat yang paling umum [dihukum dengan penyaliban] adalah penjahat kelas rendah dan musuh negara … Penjahat kelas rendah termasuk, misalnya, budak yang melarikan diri dari majikannya dan melakukan kejahatan. Jika tertangkap, seorang budak dapat disalibkan. Ada dua alasan mengapa mereka dikenai kematian yang menyiksa, lambat, dan memalukan seperti itu. Mereka menerima hukuman 'terakhir' atas kejahatan mereka dan, mungkin yang lebih penting, mereka digunakan sebagai tontonan untuk memperingatkan budak lain yang berpikir untuk melarikan diri atau melakukan kejahatan tentang apa yang bisa terjadi pada mereka .”

Kita tidak mengetahui kejahatan apa yang menyebabkan Dismas dijatuhi hukuman, tetapi kemungkinan besar sesuatu yang serupa dengan itu.

Sebuah artikel di FaithND menawarkan satu legenda menarik tentang kehidupan awal Dismas, β€œSalah satu legenda mengatakan bahwa Dismas dan rekannya yang seorang pencuri merampok Yusuf dan Maria ketika mereka melarikan diri ke Mesir bersama bayi Yesus. Konon Dismas tergerak hatinya dan meminta temannya agar membiarkan Keluarga Kudus lewat dengan selamat.”

Hari rayanya diperingati pada tanggal 25 Maret , tanggal kalender yang diyakini oleh orang Kristen awal sebagai hari wafatnya Kristus.

Tidak mengherankan, Dismas dianggap sebagai santo pelindung para tahanan, dan banyak kapel penjara atau rumah singgah bagi mantan narapidana dinamai menurut namanya.

Diterjemahkan dari https://aleteia.org/2020/07/13/who-was-the-good-thief-and-why-is-he-a-saint/

Letakkanlah seluruh beban pencobaan dan kesusahanmu di atas pundak Yesus Kristus. Ia akan memikulnya bagimu. Ingatlah, d...
17/05/2026

Letakkanlah seluruh beban pencobaan dan kesusahanmu di atas pundak Yesus Kristus. Ia akan memikulnya bagimu. Ingatlah, dahulu Ia pernah memanggul salib yang berat.

✞ 𝑺𝒕. π‘Ήπ’Šπ’•π’‚ π’…π’‚π’“π’Š π‘ͺπ’‚π’”π’„π’Šπ’‚ ✞

𝗦𝗔𝗑𝗧𝗒 π—œπ—šπ—‘π—”π—§π—œπ—¨π—¦ 𝗗𝗔π—₯π—œ π—”π—‘π—§π—œπ—’π—žπ—›π—œπ—” 𝗗𝗔𝗑 π—˜π—žπ—”π—₯π—œπ—¦π—§π—œ Banyak dari denominasi-denominasi di luar Gereja Katolik menginterpretasikan ...
12/05/2026

𝗦𝗔𝗑𝗧𝗒 π—œπ—šπ—‘π—”π—§π—œπ—¨π—¦ 𝗗𝗔π—₯π—œ π—”π—‘π—§π—œπ—’π—žπ—›π—œπ—” 𝗗𝗔𝗑 π—˜π—žπ—”π—₯π—œπ—¦π—§π—œ

Banyak dari denominasi-denominasi di luar Gereja Katolik menginterpretasikan pernyataan-pernyataan Yesus mengenai Ekaristi dalam Yoh 6:25-59 sebagai pernyataan yang simbolik bukan literal. Perlu dicatat bahwa tidak hanya pendengar Yesus saat itu memahami bahwa Yesus berbicara secara literal, tetapi juga peristiwa itu adalah satu-satunya peristiwa yang terekam dalam Kitab Suci dimana banyak murid-murid meninggalkan Yesus terkait sebuah ajaran iman (Yoh 6:66). Tragisnya, ketidakpercayaan Yudas akan Ekaristi adalah akar dari pengkhianatannya kepada Kristus (Yoh 6:64, 70-71). Teks dalam Injil Yohanes begitu eksplisit menunjukkan bahwa Yesus berbicara secara literal. Sulit bagi umat Katolik memahami bagaimana orang-orang non-Katolik bisa mendistorsi makna pernyataan Yesus tersebut menjadi pernyataan metaforis dan simbolis belaka. Sayangnya, kita tidak memiliki tulisan St. Yohanes lainnya untuk menekankan kembali makna dari perikop tersebut.

Tapi kita sungguh beruntung. Gereja Katolik memiliki satu hal terbaik berikutnya, yaitu tulisan-tulisan dari seseorang yang menjadi murid dari St. Yohanes Penulis Injil. Nama murid tersebut adalah St. Ignatius dari Antiokhia. St. Ignatius adalah Uskup Antiokhia yang ketiga. Dia menggantikan St. Evodius yang merupakan pengganti dari St. Petrus di tahta Antiokia. Sebelum St. Petrus meninggalkan Antiokhia dan mendirikan Gereja di Roma serta menjadi Paus Roma, St. Petrus menunjuk St. Evodius sebagai penggantinya.

Sedikit keluar dari topik ini. Berdasarkan fakta sejarah, St. Petrus memiliki dua tahta Apostolik, yaitu Antiokia dan Roma. Tahta Apostolik Alexandria sendiri dapat juga kita katakan sebagai tahta St. Petrus karena Uskup Alexandria pertama yaitu St. Markus Penulis Injil ditahbiskan oleh St. Petrus sendiri, akan tetapi pernyataan yang diterima secara umum adalah St. Markus mendirikan tahta Alexandria dan menjadi Uskup pertama di sana. Dari dua Tahta Apostolik milik St. Petrus ini, hanya Roma yang berhak mewarisi keutamaan St. Petrus serta otoritas-otoritasnya.
Alasannya antara lain:
1. St. Petrus wafat sebagai martir di Roma. Sebelum wafat, ia telah terlebih dahulu meninggalkan tahta Antiokia dan menyerahkannya kepada St. Evodius.
2. Pernyataan-pernyataan para Bapa Gereja Perdana mengenai keutamaan St. Petrus dan Paus Roma.
3. St. Petrus menuliskan surat pertamanya kepada gereja-gereja di berbagai daerah dari Roma (yang saat itu disebut Babilon) sewaktu ia menjadi uskup di sana. (1 Petrus 1:1-2, 5:13). Surat tersebut merupakan surat yang tidak dapat salah dan berisi pengajaran Iman. Dengan kata lain, St. Petrus mengajar gereja-gereja di luar wilayah Roma dari tahtanya, Roma. Klik link ini untuk mengetahui penjelasan keberadaan St. Petrus di Roma.

Kembali ke topik. Pada tahun 110 M, Ignatius divonis hukuman mΓ₯tΓ¬ dengan dimasukkan ke dalam arena di Roma yang penuh dengan singa-singa lapar. Selama perjalanan dari Antiokia ke Roma untuk mendapatkan mahkota kemartirannya, Ignasius menulis 7 surat kepada Gereja di Efesus, Magnesia, Tralles, Roma, Filadelfia, Smirna dan sebuah surat pribadi kepada sahabatnya, St. Polikarpus Uskup Smirna, seorang murid St. Yohanes Penulis Injil yang lain.

Kutipan-kutipan berikut dari tulisan St. Ignasius ini secara jelas menunjukkan instruksi yang dia terima dari St. Yohanes Penulis Injil dan kepercayaan Gereja Perdana akan Ekaristi.

Surat kepada Gereja di Roma: β€œAku tidak mengambil kesenangan akan makanan yang dapat rusak atau kesenangan hidup. Aku ingin roti dari Allah yaitu Daging Kristus (Flesh of Christ) yang adalah keturunan Daud dan untuk minuman, aku ingin Darah-Nya yang adalah cinta yang tak dapat rusak.”

Surat kepada Gereja di Filadelfia: β€œBerhati-hatilah, oleh karena itu, untuk berpartisipasi dalam satu Ekaristi sebab ada satu daging (one flesh) dari Tuhan kita Yesus Kristus dan satu cawan yang membawa kepada persatuan melalui Darah-Nya; ada satu altar sama seperti ada satu uskup bersama-sama dengan para imam dan diakon, para pelayan-pelayan pengikutku; dalam aturan yang apapun kalian lakukan, kalian lakukan dalam persetujuan dengan Allah.” [2

Surat kepada Gereja di Smirna: β€œSekarang perhatikan dengan baik mereka yang memegang opini-opini sesat mengenai rahmat Yesus Kristus yang datang untuk kita; perhatikan betapa bertentangannya mereka dengan pikiran Allah .... Mereka absen dari Ekaristi dan doa karena mereka menolak untuk mengakui bahwa Ekaristi adalah Daging (flesh) Juruselamat kita Yesus Kristus yang menderita bagi dosa-dosa kita dan yang telah Bapa bangkitkan oleh kebajikan-Nya.”

Sumber : web Indonesian Papist

Pertobatan seharusnya hanyalah sarana untuk meningkatkan kebajikan sesuai dengan kebutuhan perorangan, dan sesuai dengan...
10/05/2026

Pertobatan seharusnya hanyalah sarana untuk meningkatkan kebajikan sesuai dengan kebutuhan perorangan, dan sesuai dengan apa yang jiwa lihat mampu ia lakukan sesuai dengan kemampuannya sendiri.

✞ 𝑺𝒕. π‘ͺπ’‚π’•π’‰π’‚π’“π’Šπ’π’‚ π’…π’‚π’“π’Š π‘Ίπ’Šπ’†π’π’‚ ✞

π—˜π—žπ—”π—₯π—œπ—¦π—§π—œ 𝗗𝗔𝗑 π—žπ—œπ—§π—”π—• π—ͺ𝗔𝗛𝗬𝗨Oleh : 𝑱𝒐𝒆 π‘―π’†π’”π’„π’‰π’Žπ’†π’šπ’†π’“ Ekaristi (Katolik) muncul dengan cara yang mencolok dan mistis dalam kitab...
05/05/2026

π—˜π—žπ—”π—₯π—œπ—¦π—§π—œ 𝗗𝗔𝗑 π—žπ—œπ—§π—”π—• π—ͺ𝗔𝗛𝗬𝗨

Oleh : 𝑱𝒐𝒆 π‘―π’†π’”π’„π’‰π’Žπ’†π’šπ’†π’“

Ekaristi (Katolik) muncul dengan cara yang mencolok dan mistis dalam kitab Wahyu.

Pada pagi Paskah, dua murid Yesus sedang dalam perjalanan dari Yerusalem kembali ke Emaus. Mereka mungkin suami dan istri, tetapi teks tidak mengatakan dengan pasti. St. Lukas hanya menyebutkan satu dari keduanya: Kleopas. Jika mereka adalah pasangan yang sudah menikah, mereka mungkin adalah bibi dan paman Yesus. (Hegesippus, seorang penulis Kristen dari abad kedua, merujuk pada "paman Tuhan, Kleopas.") Jika Kleopas dan Kleopas adalah orang yang sama, maka kita tahu bahwa istrinya adalah Maria, salah satu wanita yang berada di Penyaliban (Yohanes 19:25), dan bahwa mereka memiliki anak-anak bernama Yakobus dan Yoses (Markus 15:40), yang disebut sebagai "saudara-saudara" Yesus (Markus 6:3). (Karena bahasa Ibrani tidak memiliki kata untuk sepupu , sepupu dapat disebut sebagai "saudara-saudara," seperti Abraham dan Lot disebut "saudara-saudara" dalam Kejadian 13:8 dan 14:14-16, meskipun merupakan paman dan keponakan.)

Bagaimanapun juga, kedua murid ini berjalan kaki sejauh tujuh mil dari Yerusalem ke Emaus, "berbicara dan berdiskusi bersama," ketika seorang pengembara lain bergabung dengan mereka (Lukas 24:15). Melihat kesedihan mereka, Yesus bertanya apa yang sedang mereka diskusikan, dan mereka menjawab:

Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami. Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya. Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi. Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur, dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan, bahwa Ia hidup. Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati, bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat.” (ayat 19-24).

Jika Kleopas dan Klopas adalah orang yang sama, maka istrinya dan kemungkinan teman jalannya adalah salah satu dari "perempuan-perempuan di antara kita" yang menjadi saksi pertama dari makam yang kosong (Lukas 24:10). Orang yang berjalan di situ kemudian menjawab: β€œHai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?” (ayat 25-26).

Setibanya kembali di Emaus, mereka mengundang pengembara itu untuk bergabung dengan mereka. Di sana, ketika "bersantap bersama mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka." (ayat 30-31).

Baru di sinilah Kleopas dan rekannya menyadari dua hal. Pertama, bahwa pengelana yang bergabung dengan mereka adalah Yesus (Lukas menjelaskan dalam ayat 16 bahwa " sesuatu yang menghalangi mata mereka"). Kedua, bahwa Yesus telah membuka kitab suci Perjanjian Lama kepada mereka dengan cara yang benar-benar baru: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?" ?" (ayat 32). Mereka segera bangkit dan melakukan perjalanan tujuh mil kembali ke Yerusalem, di mana mereka memberi tahu para rasul tentang bagaimana Yesus "dikenal oleh mereka ketika Ia memecah-mecahkan roti" (ayat 35).

Ini adalah detail penting yang sering kita abaikan. Yesus adalah kunci untuk membuka Kitab Suci Perjanjian Lama: "Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi. " (Lukas 24:27). Namun, mereka baru menyadari siapa Dia dan bagaimana Dia memahami Kitab Suci setelah mereka mengenali-Nya "ketika Ia memecah-mecahkan roti."

Ungkapan ini bersifat ekaristi : β€œpemecahan roti” adalah cara Lukas menggambarkan Ekaristi Kristen awal (Kis 2:42, 46), dan cara ia menggambarkan adegan ini sangat mirip dengan cara ia menggambarkan Perjamuan Terakhir. Perhatikan cara Lukas menyajikan momen ini dengan cermat: Yesus β€œmengambil roti,” β€œmemberkatinya,” β€œmemecahkannya,” dan β€œmemberikannya kepada mereka” (ayat 30).

Mengapa Lukas menggunakan empat kata kerja untuk menggambarkan momen ini? Lagip**a, mungkin saja, ia tahu kita tahu cara makan roti, dan ia tidak berusaha meyakinkan kita bahwa mereka berdoa sebelum makan.

Bukanlah suatu kebetulan bahwa Lukas dan Penginjil lainnya hanya menceritakan bagaimana tindakan Yesus pada Perjamuan Terakhir. Dalam Lukas: β€œDia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.β€œ (22:19). Dalam Matius: β€œYesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: `Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku."’” (26:26). Itu adalah keempat tindakan yang sama lagi: Yesus mengambil , memberkati , memecah-mecahkan , dan memberi . Yesus menyatakan diri-Nya dan Kitab Suci pun terungkap.

Kita melihat hal ini dengan cara lain yang lebih mistis dalam Kitab Wahyu. Yohanes melihat sebuah gulungan kitab yang β€œdisegel dengan tujuh meterai” di β€œtangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu” (5:1). Seorang β€œmalaikat yang kuat” berseru dengan suara nyaring, β€œSiapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya?” (ayat 2). Ketika β€œtidak ada seorangpun yang di sorga atau yang di bumi atau yang di bawah bumi” (ayat 3) yang mampu membuka gulungan kitab itu, Yohanes pun menangis tersedu-sedu. Salah seorang tua-tua surgawi kemudian berkata kepadanya, β€œJangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya..” (ayat 5).

Namun yang Yohanes lihat selanjutnya bukanlah seekor singa; melainkan seekor domba . Lebih khusus lagi, β€œβ€œDan aku melihat Anak Domba seperti telah disembelih” (ayat 6), yang kemudian mengambil gulungan kitab itu, sementara surga berseru: β€œEngkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi."” (ayat 9-10).

Ada ironi yang luar biasa dalam bagian ini. Kita berharap "malaikat yang kuat" mampu membuka meterai-meterai itu, tetapi dia tidak bisa; tidak ada makhluk yang mampu. Dan kemudian kita berharap Anak Allah mampu membukanya karena dialah Singa dari Yehuda yang menang. Tetapi Kristus tidak muncul dalam kekuatan, tetapi dalam kerendahan hati: "Seekor Anak Domba berdiri, seolah-olah telah disembelih." Bahkan gambaran ini bersifat paradoks: orang yang terbΓΉnΓΉh tidak dikenal karena berdiri tegak. Itu adalah gambaran Yesus yang menang melalui kelembutan dan pengorbanan diri serta kematian-Nya.

Namun, itu bukan hanya gambaran Kristus yang disalibkan, tetapi juga Kristus sebagai Domba yang disembelih, yang mengingatkan kita pada Paskah Perjanjian Lama dan Perjamuan Kudus di mana "Kristus, anak domba Paskah kita, telah disémbélìh" (1 Kor. 5:7). Jadi, hanya ketika kita mengenal Yesus Kristus dengan cara ini , maka segala sesuatu yang lain akan terbuka. Jika tidak, beberapa gulungan tetap tertutup bagi pemahaman kita. Kita tidak dapat merasakan hati kita berkobar-kobar di dalam diri kita.

Yesus dalam Ekaristi adalah kuncinya. Pemahaman Katolik tentang Ekaristi adalah bahwa Yesus memberikan diri-Nya kepada kita dalam Ekaristi. Ketika kita menerimanya, kita menerima-Nya secara utuh. Ekaristi bukan sekadar simbol, atau sekadar "kehadiran rohani" Yesus. Ekaristi benar-benar adalah Yesus.

Diterjemahkan dari https://www.catholic.com/magazine/online-edition/the-eucharist-and-the-apocalypse

Roh Kudus tidak berbicara kepada jiwa yang gelisah dan banyak bicara. Ia berbicara melalui ilham-ilham-Nya yang tenang k...
03/05/2026

Roh Kudus tidak berbicara kepada jiwa yang gelisah dan banyak bicara. Ia berbicara melalui ilham-ilham-Nya yang tenang kepada jiwa yang penuh konsentrasi, kepada jiwa yang tahu bagaimana menjaga keheningan.

❣ 𝑺𝒕 . π‘­π’‚π’–π’”π’•π’Šπ’π’‚ ❣

𝗦𝗔𝗑𝗧𝗒 π—£π—˜π—§π—₯𝗨𝗦 𝗗𝗔𝗑 𝗣𝗔π—₯𝗔 𝗣𝗔𝗨𝗦 π—”π——π—”π—Ÿπ—”π—› π—ͺπ—”π—žπ—œπ—Ÿ π—žπ—₯π—œπ—¦π—§π—¨π—¦Tuhan Yesus Kristus tentu tidak ingin domba-domba-Nya tercerai-berai. Dia...
28/04/2026

𝗦𝗔𝗑𝗧𝗒 π—£π—˜π—§π—₯𝗨𝗦 𝗗𝗔𝗑 𝗣𝗔π—₯𝗔 𝗣𝗔𝗨𝗦 π—”π——π—”π—Ÿπ—”π—› π—ͺπ—”π—žπ—œπ—Ÿ π—žπ—₯π—œπ—¦π—§π—¨π—¦

Tuhan Yesus Kristus tentu tidak ingin domba-domba-Nya tercerai-berai. Dia ingin domba-domba-Nya menjadi β€œsatu kawanan dengan satu gembala” (Yohanes 10:16) . Tuhan Yesus memang Gembala yang Baik (Yohanes 10:11,14). DIA-lah Gembala yang rela memberikan nyawanya demi domba-dombanya. Namun kebaikan Gembala ini sebelum kenaikan-Nya ke Surga, Ia melimpahkan penggembalaan-Nya kepada Pemimpin Para Rasul, St. Petrus.

Yohanes 21:15-17 Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut. Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: β€œSimon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: β€œBenar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: β€œGembalakanlah domba-domba-Ku.” Kata Yesus p**a kepadanya untuk kedua kalinya: β€œSimon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Jawab Petrus kepada-Nya: β€œBenar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: β€œGembalakanlah domba-domba-Ku.” Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: β€œSimon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: β€œApakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: β€œTuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: β€œGembalakanlah domba-domba-Ku.

Dengan mendelegasikan penggembalaan ini kepada St. Petrus, Tuhan Yesus Kristus sebenarnya membawa domba-domba-Nya ke dalam Satu Kawanan (Gereja) dengan Satu Gembala ( Yesus melalui Wakil-Nya, Petrus ). Jadi benar bila dikatakan bahwa Petrus adalah Wakil Yesus Kristus. Delegasi ini juga menegaskan pernyataan-Nya dalam Injil Matius.

Mat 16:18 Dan Aku berkata kepadamu: Kamu adalah KEPHAS dan di atas KEPHAS ini Aku akan mendirikan GEREJAKU dan alam maut tidak akan menguasainya.

Jadi benarlah apa yang dikatakan oleh Pastor Gereja St. Ambrose, Uskup Milan:
"Ubi Petrus, Ibi Ecclesia - Di mana Petrus berada, di situ ada Gereja"
"Di mana Petrus berada, di situ ada Gereja" Ambrose, Commentary on the Psalms, 40:30 (AD 395).

Pertanyaan yang mungkin muncul:
β€œLalu dimana posisi Paus? Tidak ada dukungan Alkitab yang menyatakan bahwa Paus layak disebut sebagai Wakil Yesus Kristus.”

Jawaban :
Paus merupakan Penerus Petrus dan Paus mendapat kedudukan yang sama dengan Petrus yaitu Wakil Yesus Kristus.

Kita dapat bertanya, mengapa Yesus menunjuk Petrus menjadi Gembala Domba-Domba-Nya jika Dia tidak ingin posisi itu terus berlanjut dalam Gereja? Tampaknya generasi penerus tidak lagi membutuhkan bimbingan seperti halnya generasi pertama.

Faktanya, generasi peneruslah yang membutuhkan lebih banyak bimbingan. Yesus melakukan hal ini lagi karena Dia ingin domba-domba-Nya menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

Apakah Yesus menginginkan peran gembala hanya dari Petrus atau dari penerusnya juga?
Dalam pemilihan Rasul Matias menggantikan Yudas Iskariot (Kisah Para Rasul 1:15-26), Petrus sendiri berkata, β€œBiarlah orang lain mengambil kedudukannya” (Kisah Para Rasul 1:20). Melalui Petrus, Yesus menyatakan bahwa jabatan para Rasul itu berkesinambungan atau tidak terputus. Masing-masing penerus Rasul akan mendapat kedudukan yang sama dengan Rasul dengan wewenang yang sama. Inilah salah satu landasan suksesi apostolik dalam Gereja. Suksesi Apostolik ini sendiri juga berlaku pada jabatan Petrus sebagai Wakil Yesus Kristus. Kita bisa mengatakan "Biarkan seseorang mengambil posisi Peter". Jadi, memang benar bahwa para Paus yang menggantikan Petrus juga merupakan Wakil Yesus Kristus.

Sumber : web Indonesian Papist

Dengan cermat, Roh Kudus telah menunjukkan, melalui apa yang telah dikatakan, kelahiran-Nya dari seorang perawan, dan ha...
26/04/2026

Dengan cermat, Roh Kudus telah menunjukkan, melalui apa yang telah dikatakan, kelahiran-Nya dari seorang perawan, dan hakikat-Nya, bahwa Ia adalah Allah (karena nama Immanuel menunjukkan hal ini). Dan Ia menunjukkan bahwa Ia adalah manusia.... Kita tidak boleh memahami bahwa Ia hanyalah manusia biasa, dan sebaliknya, dari nama Immanuel, kita tidak boleh mencurigai bahwa Ia adalah Allah tanpa daging.

✞ 𝑺𝒕. 𝑰𝒓𝒆𝒏𝒆𝒖𝒔 π’…π’‚π’“π’Š π‘³π’šπ’π’π’” ✞

𝗧𝗔𝗑𝗗𝗔-π—§π—”π—‘π——π—”π—”π—Ÿπ—”π—  π——π—”π—Ÿπ—”π—  π—£π—˜π—‘π—¬π—˜π—Ÿπ—”π— π—”π—§π—”π—‘ 𝗨𝗠𝗔𝗧 π— π—”π—‘π—¨π—¦π—œπ—” Begitu banyak tanda-tanda alam yang terjadi, dan beberapa diantara kita ...
21/04/2026

𝗧𝗔𝗑𝗗𝗔-𝗧𝗔𝗑𝗗𝗔
π—”π—Ÿπ—”π—  π——π—”π—Ÿπ—”π—  π—£π—˜π—‘π—¬π—˜π—Ÿπ—”π— π—”π—§π—”π—‘ 𝗨𝗠𝗔𝗧 π— π—”π—‘π—¨π—¦π—œπ—”

Begitu banyak tanda-tanda alam yang terjadi, dan beberapa diantara kita menginterpretasikan hal tersebut seperti sebuah pertanda akan sesuatu hal yang akan terjadi, entah buruk maupun baik bahkan ada yang menggambarkannya sebagai suatu pertanda dari Tuhan. Tanda-tanda alam yang terjadi seolah-olah membawa manusia kepada suatu bayangan akan peristiwa yang terjadi dikemudian hari. Sehingga setiap orang yang mampu membaca tanda-tanda alam sadar bahwa ia harus berjaga-jaga. Didalam peristiwa penyelamatan, tidak hanya sekali Allah menuntun manusia kepada keselamatan dengan menggunakan tanda-tanda alam.

Dengan penuh belas kasih, Allah menuntun bangsa Israel keluar dari tanah perbudakan dengan menggunakan begitu banyak perbuatan yang mencengangkan mata orang Israel, untuk membuat mereka percaya bahwa Allah telah memilih bangsa Israel sebagai bangsa pilihan yang amat dikasihi oleh-Nya. Seperti tiang awan dan tiang api yang Allah gunakan untuk membawa bangsa Israel menuju tanah Kanaan (Neh 9:12). Ini menunjukkan bahwa Allah membuat tanda-tanda alam untuk menunjukkan eksitensi diri-Nya.

Drama penebusan umat manusia oleh Tuhan Yesus Kristus, membawa manusia kepada pertobatan dan kesadaran diri. Sesuatu yang amat kecil dipakai oleh Allah untuk membuat Petrus sadar bahwa Ia telah mengkhianati Allah, berkokoknya ayam menggenapi apa yang telah dikatakan Yesus kepada Petrus; β€œYesus berkata kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” (Mat 26:34). β€œMaka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: "Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali. Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.” (Mat 26:75). Sekali lagi, tanda-tanda alam menghantar manusia kepada proses introspeksi diri. Petrus menjadi sadar akan perbuatannya dan percaya akan kerahiman Kristus dan ia, sembari menyesal menyadari bahwa hubungan dengan Allah masih bisa diperbaiki.

Yang ingin digarisbawahi di sini adalah berkokoknya ayam sebagai sebuah tanda alam. Apabila melihat lebih jauh dalam misteri sengsara dan wafat Yesus. Saat Yesus menundukkan kepala-Nya, β€œTabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal, bangkit. Dan sesudah kebangkitan Yesus, mereka pun keluar dari kubur lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang. β€œ (Mat 27:51-53). Secara besar-besaran, Allah menunjukkan kasih-Nya kepada manusia melalui kisah wafat Yesus dengan tanda-tanda alam. Tentu ada suatu alasan tertentu mengapa Tuhan menciptakan manusia berdampingan dengan alam. Dengan ini manusia sadar akan hikmat akal budi/kebijaksanaan yang telah Allah karuniakan kepada manusia, untuk mencari Dia dengan melihat tanda-tanda alam.

Sumber : Blogspot Katolisitas Indonesia

Tuhan kita mencurahkan terang kebenaran, yang bersinar jauh lebih terang daripada cahaya remang-remang kenikmatan duniaw...
19/04/2026

Tuhan kita mencurahkan terang kebenaran, yang bersinar jauh lebih terang daripada cahaya remang-remang kenikmatan duniawi. Aku tak akan menukar sepuluh menit yang kuhabiskan untuk perbuatan amal ini dengan seribu tahun kenikmatan duniawi seperti itu.

✞ 𝑺𝒕. π‘»π’‰π’†π’“π’†π’”π’Šπ’‚ π’…π’‚π’“π’Š π‘³π’Šπ’”π’Šπ’†π’–π’™ ✞

𝗧π—₯π—”π——π—œπ—¦π—œ 𝗗𝗔𝗑 π—žπ—œπ—§π—”π—• π—¦π—¨π—–π—œ Dalam berbagai diskusi umat non Katolik biasanya sering mengatakan pengajaran Gereja Katolik suda...
14/04/2026

𝗧π—₯π—”π——π—œπ—¦π—œ 𝗗𝗔𝗑 π—žπ—œπ—§π—”π—• π—¦π—¨π—–π—œ

Dalam berbagai diskusi umat non Katolik biasanya sering mengatakan pengajaran Gereja Katolik sudah tidak murni lagi karena dimasukkannya Tradisi ke dalam ajaran Gereja selain Kitab Suci.

Bagaimana tanggapan kita?

Tradisi memang merupakan salah satu pilar kebenaran dalam Gereja Katolik selain Kitab Suci dan Magisterium. Bahkan Kitab Sucipun merupakan Tradisi Tertulis.
Bagaimana bisa Kitab Suci adalah Tradisi?

Perhatikan ayat ini: Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis. (2Tesalonika 2:15)

Kata ajaran-ajaran di dalam ayat ini diterjemahkan dari kata berbahasa Yunani παράδοσις/paradosis yang jika diartikan dalam bahasa Inggris adalah Tradition/Tradisi.

Kitab Suci berisi ajaran tertulis dari para nabi dan para rasul. Jadi Kitab Suci pun adalah Tradisi.

Jadi kata Tradisi ada dan tidak bertentangan dengan Kitab Suci. Bahkan Kitab Suci sendiri merupakan Tradisi.

Address

Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Catholic's Quotes and Catechesis posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Catholic's Quotes and Catechesis:

Share