Aswaja NUsantara

Aswaja NUsantara Aswaja Nusantara

"DUNIA ITU TIDAK ADA KEBAIKAN,KECUALI KETA'ATAN KEPADA ALLAH"Bahkan dunia ini di laknat Dan apa yg ada di dalam dunia,ke...
29/03/2022

"DUNIA ITU TIDAK ADA KEBAIKAN,KECUALI KETA'ATAN KEPADA ALLAH"

Bahkan dunia ini di laknat Dan apa yg ada di dalam dunia,kecuali apa yg di kecuali kan oleh rosulullah..

حديث:الدنيا ملعونة ملعون مافيها إلا ذكر الله،وماوالاه وعالما ومتعلما.
"Dunia itu tidak ada kebaikan dan di laknat serta apa yg ada padanya kecuali keta'atan,dan yg membantu perkara tersebut untuk melakukan keta'atan kpd allah,dan org yg memiliki ilmu & orang yg belajar."

Di jelas kan olh syeikh,kalimat "ZIKIR"
terkadang bisa bermakna Keta'atan,dan bisa bermakna As-holah(solat).
memang trkadang di dlm al-qur'an & hadis.
(KALIMAT AZZIKIR)
bisa brmakna selain dari keta'atan & trkadang bisa bermakna as-sholat,dan zikir dgn lisan.

Dan perkara keta'atan lah yg tidak di laknat,(perkara kebaikan) yg dikecualikan oleh rosulullah.

----DAN makna keta'atan itu sangat banyak sekali,SHOLAT jga keta'atan,ZIKIR jga keta'atan, & keta'atan jga termasuk MENUNTUT ILMU...

(HADIST KUDSI).
Hadis kudsi iyalah, hadis yg Di awali allah berfirman kemudian rosul bersabda:
يادنيا من خدمني فخدبه،ومن خدمك فأتى به.
➡Wahai dunia barang siapa yg beribadah kpd ku, maka dunia akan berkhidmat kpdnya.

MAKNANYA:"Orang yg beribadah kpd allah,Hatinya hanya terpaut utuk melakukan keta'atan kpd allah,maka dunia tersebut akan melayani dia(bagi org yg mengamal kannya).
Maknanya,jika hati itu cinta kpd ilmu,dan ilmu itu adalah termasuk dalam bagian keta'atan,Maka allah perintah kan dunia utk berkhidmat kpdnya(org yg beribadah & ta'at kepada nya.

➡Wahai dunia,kalau ada orang yg ingin berkhidmad kpd mu/melayanimu,maka jadikan lah iya Capek.

MAKNANYA,Orang yg hatinya terpaut hatinya kpd Dunia,maka dia tdk akan pernah merasakan puas,dgn dunia tersebut sampai ia mati..
ROSULULLAH BERSABDA:

قال رسول الله:لوكان لابن أدم واديان من الذهب لا بتغى ثالثا.
MAKNANYA:jika seandainya anak adam itu di kasi berupa dua gunung emas,maka niscaya iya akan mencari satu gunung emas lagi,untuk di jadikan yg ke3..


BAITULLAH (RUMAH ALLAH)Perkataan ini banyak dikalangan da'i dan masyarakat umumMaknanya adalah :1. Rumah yang dimuliakan...
25/01/2022

BAITULLAH (RUMAH ALLAH)

Perkataan ini banyak dikalangan da'i dan masyarakat umum

Maknanya adalah :
1. Rumah yang dimuliakan oleh Allah.
2. Rumah milik Allah (alam semesta beserta segenap isinya adalah milik Allah).
3. Rumah tempat beribadah kepada Allah.

Jadi penyandaran kata “bait” kepada “lafzhul jalalah Allah” adalah إضافة ملك وتشريف (penyandaran yang mengandung makna kepemilikan dan pemuliaan).

Jadi, penyebutan Baitullah atau Rumah Allah untuk masjid, mushalla atau ka’bah, tidak boleh diartikan “rumah tempat tinggal Allah”, karena Allah tidak membutuhkan tempat tinggal, Allah ada tanpa membutuhkan tempat, ALLAH ADA TANPA TEMPAT.

Ganti istilah kata hal ini

25/01/2022

Tauhid
_Ustadz Dr. Asy'ari Masduki S.HI, MA

“Dalam memperjuangkan (Dakwah) Aqidahnya Rasulullah ﷺ kita mesti sama-sama, saling menguatkan, berjuang dengan kemampuan...
22/01/2022

“Dalam memperjuangkan (Dakwah) Aqidahnya Rasulullah ﷺ kita mesti sama-sama, saling menguatkan, berjuang dengan kemampuan kita masing-masing.
Yang memiliki tenaga, dengan tenaganya, yang memiliki dana, dengan dananya, yang memiliki ide/pikiran, dengan ide/pikirannya”

Tetap semangat dan istiqomah dalam belajar ilmu agama

Syekh Khoirul Anwar Lc. M, ag.
Lulusan Global University

Di akhir zaman ini banyak berkembang faham-faham yang terkadang satu sama lainnya saling menyesatkan. Ironisnya, klaim s...
17/01/2022

Di akhir zaman ini banyak berkembang faham-faham yang terkadang satu sama lainnya saling menyesatkan. Ironisnya, klaim sesat seringkali dilontarkan oleh mereka yang sama sekali tidak mengetahui ilmu agama. Lebih parah lagi, klaim sesat seringkali mereka dilontarkan kepada mayoritas umat Islam yang notabene kaum Ahlussunnah Wal Jama’ah. Padahal ajaran yang diyakini mayoritas umat Islam ini telah mapan dan telah turun-temurun antar generasi ke generasi dengan mata rantai (Sanad) yang bersambung kepada Rasulullah. Persoalan-persoalan yang seringkali mereka angkat sangat beragam, dari mulai perkara-perkara pokok dalam masalah akidah (Ushuliyyah), hingga masalah-masalah cabang hukum agama (Furu’iyyah). Praktek Peringatan Maulid Nabi, Tahlil, Ziarah Kubur, Tawassul dan Tabarruk adalah di antara contoh beberapa masalah yang seringkali “diserang” oleh mereka.

Pada dasarnya mereka yang seringkali mengklaim kelompok di luar mereka sebagai kelompok sesat adalah “orang-orang bingung’, “orang-orang yang tidak memiliki pijakan”, dan sama sekali tidak paham terhadap cara beragama mereka sendiri. Seringkali dalm propagandanya mereka berkata: “Kita harus kembali kepada al-Qur’an dan Hadits”, atau berkata: “Madzhab saya adalah al-Qur’an dan Sunnah”, padahal mereka sama sekali tidak memahami al-Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah. Bagaimana mungkin mereka akan dapat memahami kandungan al-Qur’an dan hadits sementara tidak sedikit dari mereka yang membaca tulisan Arab saja sangat “belepotan”. Bahkan sering sekali untuk memahami al-Qur'an dan hadits-hadits Nabi mereka hanya bersandar kepada terjemahan-terjemahan belaka. Sama sekali mereka tidak paham siapa seorang mujtahid, dan apa syarat-syarat untuk menjadi seorang mujtahid. Namum demikian mereka memposisikan diri laksana seorang ahli ijtihad. Hasbuballah.

Yang paling parah, keyakinan dibawa oleh mereka dan diajarkan oleh mereka kepada masyarakat awam adalah akidah tasybih. Akidah tasybih adalah akidah sesat berisi penyerupaan Allah dengan makhluk-Nya. Ungkapan-ungkapan buruk dalam penyerupaan Allah dengan makhluk-Nya dan sangat menyesatkan yang berkembang di sebagian masyarakat kita adalah hasil "jerih payah" propaganda mereka. Seperti perkataan "Terserah yang di atas", atau "Allah bersemayam di atas 'arsy", atau "Allah berada di langit", atau "Allah duduk di atas 'arsy", atau "Allah bergerak turun dan naik", dan berbagai ungkapan tasybih lainnya. Sangat ironis, keyakinan sesat semacam ini telah berkembang di sebagian masyarakat kita. Sementara akidah tanzih: akidah yang telah diajarkan Rasulullah berisi keyakinan bahwa Allah tidak menyerupai makhluk-Nya, bahwa Allah bukan benda dan Dia tidak boleh disifati dengan sifat-sifat benda, serta bahwa Allah ada tanpa tempat dan arah, sudah semakin diabaikan. Wa La Haula Wa La Quwwata Illa Billah.

Benar, ini adalah “penyakit akhir zaman” yang harus kita waspadai dan kita perangi. Salah satu seorang ulama' terkemuka bernama Ibn al-Mu'allim al-Quraisyi (w 725 H, lihat biografi beliau dalam al-Durar al-Khaminah, karya al-Hafizh Ibn Hajar al-'Asqalani, j, 4, h. 198) dalam kitan Najm al-Muhtadi
Wa Rajm al-Mu'tadi, h. 588, mengutip perkataan al-Khalifah ar-Rasyid 'Ali ibn Abi Thalib menuliskan sebagai berikut:

"Sebagian golongan dari umat Islam ini ketika kiamat telah dekat akan kembali menjadi orang-orang kafir." Seseorang bertanya kepadanya : "Wahai Amirul Mukminin apakah sebab kekufuran mereka? Adakah karena membuat ajaran baru atau karena pengingkaran?” Sahabat Ali Ibn Abi Thalib menjawab : "Mereka menjadi kafir karena pengingkaran. Mereka mengingkari Pencipta mereka (Allah SWT) dan mensifati-Nya dengan sifat-sifat benda dan anggota-anggota badan."

(Imam Ibn Al-Mu'allim Al-Qurasyi (w. 725 H) dalam Kitab Najm Al-Muhtadi Wa Rajm Al-Mu'tadi)

Di antara tanda-tanda kaum khawarij yang dilaknat oleh Rasulullah, sebagaimana telah beliau sabdakan dalam haditsnya-, ialah bahwa mereka “Anak-andak muda yang memiliki mimpi yang sangat bodoh”, mereka seringkali mengutip ayat-ayat al-Qur'an dan hadits-hadits Nabi, tapi itu semua dipergunakan untuk menyesatkan, atau bahkan untuk mengkafirkan orang-orang yang berada di luar kelompok mereka. Padahal kualitas iman mereka sedikitpun tidak melampaui kerongkongan mereka. Iman mereka benar-benar "dangkal". Rasulullah mengatakan jika kalian bertemu dengan orang-orang semacam ini maka perangilah mereka. (HR. al-Bukhari).

Semoga Allah senantiasa memilihara iman kita hingga akhir hayat. Semoga Allah selalu mencurahkan rasa Cinta bagi kita kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya dan para ulama saleh yang telah mendahului kita. Dan serta orang-orang yang mau belajar ilmu agama, selalu memegangteguh ajaran-ajaran mereka. Aamiin.

“Dalam memperjuangkan (Dakwah) Aqidahnya Rasulullah ﷺ kita mesti sama-sama, saling menguatkan, berjuang dengan kemampuan...
17/01/2022

“Dalam memperjuangkan (Dakwah) Aqidahnya Rasulullah ﷺ kita mesti sama-sama, saling menguatkan, berjuang dengan kemampuan kita masing-masing.
Yang memiliki tenaga, dengan tenaganya, yang memiliki dana, dengan dananya, yang memiliki ide/pikiran, dengan ide/pikirannya”

Tetap semangat dan istiqomah dalam belajar ilmu agama

Syekh Khoirul Anwar Lc. Ma,.g
Lulusan Global University

Kelompok Ekstrim Menurut Mbah Hasyim Asy'ari (Risalah Ahlissunnah wal Jama'ah) 1. Pengikut Muhammad Abduh dan Rasyid Rid...
17/01/2022

Kelompok Ekstrim Menurut Mbah Hasyim Asy'ari (Risalah Ahlissunnah wal Jama'ah)
1. Pengikut Muhammad Abduh dan Rasyid Ridlo
2. Pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab dan ibnu Taimiyah dan kedua muridnya Ibnul Qoyyim al Jauziyah serta ibnu Abdil Hadi
3. Rafidloh
4. Penganut paham Ibahiyyun
5. Penganut paham reinkarnasi
6. Penganut paham hulul dan ittihad

Oleh: Ust. Dr. Asy'ari Masduki
Ketua LDNU Kab. Kediri

Terima kasih kiyai atas pengabdiannya selama 2 periode sebagai ketum PBNU (2010-2021)
24/12/2021

Terima kasih kiyai atas pengabdiannya selama 2 periode sebagai ketum PBNU (2010-2021)

Alhamdulillah,Berdasarkan perhitungan suara dari muktamirin, Ketua PBNU resmi masa khidmat 2021-2026 adalah KH. Yahya Ch...
24/12/2021

Alhamdulillah,
Berdasarkan perhitungan suara dari muktamirin, Ketua PBNU resmi masa khidmat 2021-2026 adalah KH. Yahya Cholil Staquf dengan perolehan suara 337. Semoga amanah menuju satu abad untuk kemandirian dan perdamaian Nahdlatul Ulama Sedunia

Semangat memperjuangkan Risalah Ke Aswajaan KH. Hasyim Asy'ari di bumi melayu di negeri samudra pasai                   ...
25/11/2021

Semangat memperjuangkan Risalah Ke Aswajaan KH. Hasyim Asy'ari di bumi melayu di negeri samudra pasai


Sanad Ilmu Ke UlamaKenapa Google, YouTube dan media sosial lain tidak bisa dijadikan guru? Sebab jika ada salahnya dalam...
25/11/2021

Sanad Ilmu Ke Ulama

Kenapa Google, YouTube dan media sosial lain tidak bisa dijadikan guru? Sebab jika ada salahnya dalam praktek, Medsos tadi tidak bisa membetulkan kesalahannya. Sementara bila berguru kepada ulama maka akan terhindar dari kesalahan karena ada yang membimbing.

Contoh kecil, huruf-huruf dalam Al-Qur'an saja ada sifat yang diajarkan oleh Nabi kepada para sahabat hingga sampai kepada kita tanpa penyimpangan. Sebagaimana dikatakan oleh Al-Hafidz Jalaluddin Abdurrahman As-Suyuthi:

ﻭﻻ ﺷﻚ ﺃﻥ اﻷﻣﺔ ﻛﻤﺎ ﻫﻢ ﻣﺘﻌﺒﺪﻭﻥ ﺑﻔﻬﻢ ﻣﻌﺎﻧﻲ اﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭﺇﻗﺎﻣﺔ ﺣﺪﻭﺩﻩ ﻫﻢ ﻣﺘﻌﺒﺪﻭﻥ ﺑﺘﺼﺤﻴﺢ ﺃﻟﻔﺎﻇﻪ ﻭﺇﻗﺎﻣﺔ ﺣﺮﻭﻓﻪ ﻋﻠﻰ اﻟﺼﻔﺔ اﻟﻤﺘﻠﻘﺎﺓ ﻣﻦ ﺃﺋﻤﺔ اﻟﻘﺮاء اﻟﻤﺘﺼﻠﺔ ﺑﺎﻟﺤﻀﺮﺓ اﻟﻨﺒﻮﻳﺔ

"Tidak diragukan lagi bahwa umat ini diperintah untuk memahami makna Al-Qur'an dan menjalankan kandungannya, juga mereka diperintah untuk mentashih bacaan dan huruf-huruf Al-Qur'an sesuai dengan bentuk yang diajarkan oleh para imam / ulama yang terus bersambung hingga Rasulullah" (Itqan fi Ulum Al-Qur'an 346)

Jika huruf saja ada tuntunannya dari Nabi, apalagi ibadah lainnya. Cara kita Salat dalam Mazhab Syafi'i misalnya diajarkan oleh para guru kita, sampai pada ijtihad Imam Syafi'i melalui riwayat guru-guru beliau sampai pada praktek Salat yang dilakukan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

Address

Jakarta
0202

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Aswaja NUsantara posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share