14/09/2023
Tahun ini Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Katolik Tuli Asia (ADCC, Asia Deaf Catholic Conference) Ke-3. Berlangsung selama enam hari di Pusat Pastoral Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Samadi, Klender, Jakarta Timur, program ini dibuka secara resmi pada Jumat (07/09/2023) sore dengan Perayaan Ekaristi yang dirayakan secara konselebrasi di Paroki Katedral.
Selebran utama pada Perayaan Ekaristi konselebrasi yang dimulai pukul 15:00 WIB tersebut adalah Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo. Ia didampingi oleh lima konselebran, termasuk Vikep Kategorial KAJ, Romo Yosephus Edi Mulyono, SJ.
“Tujuan menyelenggarakan, saya tidak mengatakan kebetulan, pembukaan konferemsi ini tepat pada waktu Gereja merayakam Pesta Kelahiran Santa Maria. Semoga pertemuan ini juga melahirkan Maria-Maria kecil – kalau putri – atau Marius-Marius kecil – kalau laki-laki – pada zaman sekarang ini,” ujar Kardinal Suharyo dalam homili.
Merujuk pada tema ADCC Ke-3, “Mission and Collaboration,” Kardinal Suharyo mengatakan tema tersebut menggambarkan harapan KAJ bahwa konferensi ini akan menguatkan para Tuli untuk menjalankan misi penginjilan dalam kolaborasi dengan semua umat beriman.
“Bagi umat Allah di Keuskupan Agung Jakarta, saya berharap konferensi ini dapat meningkatkan kesadaran kita semua akan kehadiran dan kontribusi kaum Tuli dalam kehidupan sehari-hari. Mereka memiliki karunia-karunia yang berbeda yang tentunya memperkaya masyarakat dan Gereja dengan berbagai cara,” katanya, seperti tertulis dalam buku pegangan ADCC Ke-3.
“Melalui berbagai cara, kita berusaha untuk membangun sebuah Gereja yang inklusif bagi semua, menghargai martabat manusia, bertumbuh dalam solidaritas, dan bertujuan untuk mewujudkan kebaikan bersama bagi semua.”
Lebih dari 150 orang Katolik tunarungu dari sekitar 13 negara di Asia, seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Vietnam, Kamboja, Sri Lanka, Korea Selatan, India, Jepang, dan Thailand menghadiri konferensi tersebut.
Sumber: https://www.hidupkatolik.com/2023/09/12/72852/kardinal-suharyo-konferensi-katolik-tuli-asia-ketiga-semakin-menguatkan-misi-penginjilan.php